1
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Dalam rangka meningkatkan pelaksanaan pemerintah yang berdayaguna, berhasil guna, bersih dan bertanggung jawab, telah diterbitkan Peraturan Presiden No. 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP). Pelaksanaan lebih lanjut didasarkan atas pedoman penyusunan penetapan kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Nomor 53 Tahun 2014 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja Dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.
Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah adalah perwujudan kewajiban suatu instansi pemerintah untuk mempertanggung jawabkan keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan visi dan misi organisasi dalam mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan melalui alat pertanggung jawaban secara periodik.
Untuk mencapai Akuntabilitas Instansi Pemerintah yang baik, Kecamatan Astanaanyar selaku unsur pembantu pimpinan, dituntut selalu melakukan pembenahan kinerja. Pembenahan kinerja diharapkan mampu meningkatkan peran serta fungsi Kecamatan sebagai sub sistem dari sistem pemerintahan daerah yang berupaya memenuhi aspirasi masyarakat
Dalam perencanaan pembangunan daerah Kota Bandung, capaian tujuan dan sasaran pembangunan yang dilakukan tidak hanya mempertimbangkan visi dan misi daerah, melainkan keselarasan dengan tujuan dan sasaran yang ingin dicapai pada lingkup Pemerintahan Kota, Propinsi dan Nasional.
Terwujudnya suatu tata pemerintahan yang baik dan akuntabel merupakan harapan semua pihak. Berkenan harapan
2 tersebut diperlukan pengembangan dan penerapan sistem pertanggungjawaban yang tepat, jelas, terukur legitimate sehingga penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan dapat berlangsung secara berdaya guna, berhasil guna, bersih dan bertanggungjawab serta bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).
Sejalan dengan pelaksanaan Undang-undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaran negara yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme, maka di terbitkan Peraturan Presiden No. 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP). Sehubungan dengan hal tersebut Kecamatan Bojongloa Kidul Kota Bandung diwajibkan untuk menyusun Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) tiap tahun.
Penyusunan LKIP Kecamatan Bojongloa Kidul Kota Bandung Tahun 2015 diawali dengan peyusunan LKIP tiap triwulan sesuai dengan perjanjian kinerja triwulanan.
Berikut akan kami paparkan LKIP Kecamatan Bojongloa Kidul Tahun 2015.
1.2. Landasan Hukum
Penyusunan LAKIP Kecamatan Bojongloa Kidul Kota Bandung ini disusun berdasarkan landasan hukum sebagai berikut :
1. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan NegaraYang Bersih, Bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme;
2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah;
3. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah; 4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2007
tentang Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota;
3 5. Peraturan Presiden No. 29 Tahun 2014 tentang Sistem
Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;
6. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja Dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.
1.3. Teknik Pengumpulan Data serta Teknik Monitoring dan Evaluasi
Dalam penyusunan LKIP Tahun 2015 ini tehnik pengumpulan data yang dilakukan adalah :
a. Wawancara dengan para pejabat structural dilingkungan Kecamatan Bojongloa Kidul
b. Mengumpulkan dokumen yang terkait dengan pelaksanaan Program dan kegiatan serta anggaran
c. Observasi dilapangan yang terkait dengan pelaksanaan Program dan kegiatan serta anggaran.
Sedangkan teknik monitoring dan evaluasi yang dilaksanakan mengacu kepada Formulasi pengukuran indikator kinerja yang tercantum dalam SK Camat Bojongloa Kidul tentang IKU 2015, sebagai berikut :
4 Tabel 1.1
Teknik Pengumpulan Data serta Monitoring dan Evaluasi Indikator Kinerja Utama
Kecamatan Bojongloa Kidul Kota Bandung Tahun 2015
NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA SATUAN PENJELASAN IKU/BUKAN IKU
ALASAN FORMULASI PENGUKURAN
KRITERIA INDIKATOR/ KETERANGAN 1 Meningkatnya Kualitas Pelayanan Publik 1. Indeks Pelayanan / Indeks Kepuasan Masyarakat Nilai IKU Karena merupakan Tugas dan fungsi Kecamatan
Hasil survey Kepuasan Masyarakat (Permenpan 16 / 2014 dan SK Menpan No. 25/2004) 2. Persentase keluhan/pe ngaduan pelayanan administrati f yang ditindaklanj uti % IKU Karena merupakan Tugas dan fungsi Kecamatan Keluhan / Pengaduan adalah ketidaksesuaian kualitas pelayanan yang dialami oleh pelanggan/masyaraka t sebagaimana maklumat dan standar pelayanan yang dijanjikan oleh penyelenggara layanan
(Media sosial, tertulis, elektronik dll)
Bila tidak ada pengaduan /zero complain capaian kinerja 100% 3. Nilai Standar kepatuhan pelayanan publik versi ombudsma n RI
Nilai Bukan IKU Karena standar pelayanan merupakan penunjang
Nilai berdasarkan hasil penilaian ombudsman 10 penilaian kriteria ombudsman 1. Sistem Pelayanan terpadu 2. Standar Pelayanan 3. Maklumat Pelayanan 4. Sistem Pelayanan informasi public 5. Pelayanan Khusus 6. Pengelolaan Pengaduan 7. Penilaian Kinerja 8. Visi Misi dan Moto 9. ISO 9001 : 2008 10. Atribut 2 Meningkatnya kinerja penyelenggar aan Tugas Umum Pemerintahan Kecamatan 1. Persentase pelayanan administrasi kependuduk an tepat waktu % IKU Karena Tugas dan fungsi Kecamatan yang tercantum dalam pelimpahan sebagaian kewenangan dari Walikota 2 Jenis adm kependudukan: KTP KK
5 NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA SATUAN PENJELASAN IKU/BUKAN IKU
ALASAN FORMULASI PENGUKURAN
KRITERIA INDIKATOR/ KETERANGAN 2. Persentase waktu pelayanan adm. Umum lainnya tepat waktu % IKU Karena Tugas dan fungsi Kecamatan yang tercantum dalam pelimpahan sebagaian kewenangan dari Walikota 6 Jenis pelayanan 1. Legalisasi 2. Keterangan Tidak Mampu 3. SK Miskin 4. SKCK 5. Domisili Perusahan 6. Domisili Kelembagaan 3. Persentase Kelurahan yang memenuhi standar kriteria baik % IKU Karena merupakan Tugas dan fungsi Kecamatan Kelurahan dengan kriteria baik : 1. Menyampaikan minimal 75% dari seluruh laporan rutin tepat waktu 2. Menuntaskan dan
atau turut serta membantu penuntasan minimal 75% dari keluhan masyarakat dalam pelayanan
6 NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA SATUAN PENJELASAN IKU/BUKAN IKU
ALASAN FORMULASI PENGUKURAN
KRITERIA INDIKATOR/ KETERANGAN administratif 3. Rasio Sumur Resapan min 1 : 1 baik 4. Rasio Lubang Biopori min 1:1 baik
5. Kerb telah dicat warna hitam dan putih tidak pudar pada triwulan ke 3 setiap tahun 6. Terpelihara / tidak
ada rumput liar / gulma yang mencolok setiap triwulan 4. Persentase RW Juara % IKU Karena merupakan Tugas dan fungsi Kecamatan serta Road Map / Rencana Aksi Walikota Bandung
Salah satu dari metode pengelolaan sampah berbasis Masyarakat : 1. Terdapat kelompok masyarakat yang mengelola Komposter skala rumah tangga 2. Terdapat kelompok masyarakat yang mengelola bank sampah 3. Terdapat kelompok masyarakat yang mengelola salah satu metode 3 R 4. Terdapat kelompok masyarakat yang mengelola biodigester 5. Terdapat kelompok masyarakat yang mengelola sampah dengan metode lainnya selain pengangkutan sampah dari rumah ke TPS Syarat Administratif, RW Menyampaikan : 1. Menyampaikan Laporan Rutin kependudukan rutin minimal per triwulan 2. Menyampaikan Laporan Penduduk sementara rutin minimal per triwulan 3. Menyampaikan minimal 70% data yang diminta Pemerintah Kecamatan dan atau Kelurahan al.:
7 NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA SATUAN PENJELASAN IKU/BUKAN IKU
ALASAN FORMULASI PENGUKURAN
KRITERIA INDIKATOR/ KETERANGAN a. Data Warga Miskin, b. Data PMKS c. Data linmas d. Data Kejadian e. Data Swadaya murni Kriteria RW Juara, terdapat minimal /melaksanakan/terdap at 5 dari 21 jenis kondisi dibawah ini : (pakai pembobotan untuk penghitungan 1. Forum Jaga Lembur; 2. Satu Kampung Satu Taman Bermain; 3. Balai RW/Markas Karang Taruna; 4. Alat2 Band dan Alat2 kesenian Sunda; 5. Paguron Silat; 6. Sanggar seni Sunda (Jaipongan/Kecap i Suling.dll) 7. Mading Manual/Touch Screen gabung dengan bangku ala Asia Society; 8. Biopori/Sumur resapan tiap rumah dan jalan/gang; 9. Gapura Kujang; 10. Les Bahasa Inggris; 11. Satu Kampung Satu Produk; 12. Kampung Berkebun; 13. Lampu Caang Baranang; 14. Septic Tank Komunal; 15. MCK komunal; 16. Reservoar Komunal; 17. Gerakan satu rumah Satu Pohon; 18. Gerakan Pagar Hijau; 19. Movie on the move (Layar tancep)/Nonton Bareng 20. Media Kampanye Kampung JUARA
8 NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA SATUAN PENJELASAN IKU/BUKAN IKU
ALASAN FORMULASI PENGUKURAN
KRITERIA INDIKATOR/ KETERANGAN
21. Satu rumah satu tempat sampah 5. Persentase Lembaga kemasyarak atan Aktif % IKU Karena merupakan Tugas dan fungsi Kecamatan Lembaga Kemasyarakatan Kecamatan dan kelurahan yaitu : 1. LPM Kecamatan dan Kelurahan 2. TP PKK Kecamatan dan Kelurahan 3. Forum Karang Taruna Kecamatan dan Karang Taruna Kelurahan Kriteria Aktif : 1. Seluruh Lembaga kemasyarakatan Kecamatan/kelura han mempunyai rencana/agenda/p rogram kerja tahunan yang menunjang pembangunan dan pemberdayaan sesuai ruang lingkup (Kecamatan/Kelur ahan) 2. Minimal 60% Ketua Lembaga kemasyarakatan Kecamatan dan Kelurahan hadir dalam pembahasan musrenbang Kecamatan 3. Lembaga Kemasyarakatan Kecamatan/kelura han melaksanakan minimal 60% dari seluruh agenda/program kerja yang direncanakan pada tahun berjalan 4. Ketua Lembaga Kemasyarakatan aktif mengikuti kegiatan /lomba /kejuaraan di tingkat Kota minimal 2 kegiatan
9 NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA SATUAN PENJELASAN IKU/BUKAN IKU
ALASAN FORMULASI PENGUKURAN
KRITERIA INDIKATOR/ KETERANGAN 6. Rasio
Anggota Linmas
Rasio Bukan IKU anggota linmas yang
terdaftar dan memiliki Kartu Tanda Anggota dari Pemerintah Kecamatan 3 Meningkatnya Akuntabilitas Kinerja Kecamatan 1. Nilai AKIP
Kecamatan Kriteria Bukan IKU
Sesuai dgn Permenpan No.20/2013 Juklak evaluasi AKIP atau perwal Bandung ttg Juklak
Evaluasi AKIP SKPD 2. Persentase temuan BPK/Inspekt orat yang ditindaklanj uti % Bukan IKU
10
BAB II
PERENCANAAN KINERJA TAHUN 2015
2.1. Perencanaan Strategis
Rencana Strategis Kecamatan Bojongloa Kidul Kota Bandung adalah merupakan dokumen yang disusun melalui proses sistimatis dan berkelanjutan serta merupakan penjabaran dari pada Visi dan Misi Kepala Daerah yang terpilih dan terintegrasi dengan potensi sumber daya alam yang dimiliki oleh Daerah yang bersangkutan, dalam hal ini Kecamatan Bojongloa Kidul Kota Bandung. Rencana Strategis Kecamatan Bojongloa Kidul Kota Bandung yang ditetapkan untuk jangka waktu 5 ( lima ) tahun yaitu dari tahun 2013 – 2018 ditetapkan dengan Surat Keputusan Camat Kecamatan Bojongloa Kidul Kota Bandung Nomor 012 Tahun 2013 tentang Penetapan Rencana Strategis Kecamatan Bojongloa Kidul Kota Bandung Tahun 2013 - 2018.
Penetapan jangka waktu 5 tahun tersebut dihubungkan dengan pola pertanggung jawaban Walikota terkait dengan penetapan kebijakan bahwa Rencana Strategis Kecamatan Bojongloa Kidul Kota Bandung dibuat pada masa jabatannya, dengan demikian akuntabilitas penyelenggaraan Pemerintah daerah akan menjadi akuntabel.
Renstra Kecamatan Bojongloa Kidul Kota Bandung tersebut ditujukan untuk mewujudkan visi dan misi daerah sebagaimana telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bandung Tahun 2013-2018. Disamping itu pula, Renstra Kecamatan Bojongloa Kidul Kota Bandung diharapkan dapat mewujudkan sinkronisasi dengan Renstra Kementerian Dalam Negeri, Bappenas dan Bappeda Provinsi Jawa Barat sebagai suatu sistem perencanaan pembangunan nasional.
11 Penyusunan Renstra Kecamatan Bojongloa Kidul Kota Bandung telah melalui tahapan - tahapan yang simultan dengan proses penyusunan RPJMD Kota Bandung Tahun 2013-2018 dengan melibatkan stakeholders pada saat dilaksanakannya Musyawarah
Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RPJMD, Forum SKPD, sehingga Renstra Kecamatan Bojongloa Kidul Kota Bandung merupakan hasil kesepakatan bersama antara Kecamatan Bojongloa Kidul Kota Bandung dan stakeholder.
Selanjutnya, Renstra Kecamatan Bojongloa Kidul Kota Bandung tersebut akan dijabarkan kedalam Rencana Kerja (Renja) Kecamatan Bojongloa Kidul Kota Bandung yang merupakan dokumen perencanaan SKPD untuk periode 1 (satu) tahun. Didalam Renja Kecamatan Bojongloa Kidul Kota Bandung dimuat program dan kegiatan prioritas yang diusulkan untuk dilaksanakan pada satu tahun mendatang.
a. Visi
Untuk menjembatani keadaan masa kini dan masa datang yang diinginkan harus dirumuskan suatu keadaan yang diinginkan organisasi untuk selanjutnya dituangkan dalam suatu visi yang berkaitan dengan kondisi masa depan yang penuh dengan perubahan dan ketidakpastian. Didalam perjalanan organisasi, visi memegang peran yang menentukan dalam dinamika perubahan lingkungan sehingga organisasi dapat bergerak maju menuju masa depan lebih baik.
Visi yang tepat bagi masa depan suatu organisasi dapat menggerakan unsur organisasi untuk bertindak lebih terarah, dan karena itu organisasi berkembang dan maju. Kekuatan visi harus mampu berperan sebagai perekat anggota organisasi dalam mencapai tujuan organisasi.
12 Bertitik tolak dari kewenangan tugas dan fungsi Pemerintah Kecamatan Bojongloa Kidul Kota Bandung sebagaimana diuraikan pada bab terdahulu, maka merumuskan visi Kecamatan Bojongloa Kidul Kota Bandung yang mempunyai peran dan fungsi dalam menjembatani keadaan masa kini dan masa datang yang diinginkan serta dapat menggerakan unsur organisasi untuk bertindak lebih terarah sebagaimana diuraikan di atas, terutama dikaitkan dengan pelaksanaan pelimpahan kewenangan yang secara mutlak harus didukung oleh sumberdaya manusia aparatur yang mampu mengelola tugas-tugas pelayanan secara optimal, efektif dan efisien .serta mampu merumuskan kebijakan-kebijakan yang implementatif yang ditujukan untuk kesejahteraan masyarakat.
Untuk memenuhi harapan di atas, maka Kecamatan Bojongloa Kidul Kota Bandung akan berperan melaksanakan tugas umum pemerintahan, yang menjadi komitmen bersama mulai dari unsur pimpinan sampai dengan unsur pelaksana, yang selanjutnya dituangkan dalam pernyataan Visi sebagai berikut :
”MEWUJUDKAN KECAMATAN BOJONGLOA KIDUL YANG TERBAIK DALAM PELAYANAN PUBLIK DI KOTA BANDUNG
TAHUN 2018”
Dalam pernyataan visi tersebut terdapat kata-kata kunci sebagai berikut :
1. Kecamatan Bojongloa Kidul
Kecamatan Bojoloa Kidul adalah salah satu Kecamatan yang berada dilingkungan Pemerintah Kota Bandung.
13
2. Terbaik
Terbaik (the best) artinya kondisi yang lebih dari baik, karena baik (good) itu tidak cukup baik, maka visi ini mendorong aparatur untuk bertindak, berperilaku, melayani
masyarakat dan hal-hal yang mengatas-namakan
Kecamatan Bojongloa Kidul selalu “TERBAIK”, terbaik di Kota Bandung untuk mendukung perwujudan Bandung yang Unggul, Nyaman dan Sejahtera, “Bandung Juara” atau terbaik diantara Kota di Provinsi Jawa Barat maupun di tingkat Nasional.
Dan “TERBAIK” menjadi motto juang Aparatur dan masyarakat di Kecamatan Bojongloa Kidul untuk berkiprah dalam mewujudkan Kota Bandung yang Unggul, Nyaman dan Sejahtera.
3. Pelayanan publik (costumer service)
Secara umum pelayanan publik (customer service) diartikan sebagai segala upaya untuk memenuhi kebutuhan (needs), keinginan (wants), dan harapan (expectation) masyarakat/ pelanggan.
b. Misi
Dalam mewujudkan visi yang telah disepakati dan ditetapkan, disusun misi organisasi yang merupakan dasar/ alasan keberadaan suatu organisasi serta bidang garapan suatu organisasi. Menurut Kotler bahwa misi merupakan pernyataan tentang tujuan organisasi yang diwujudkan dalam produk dan pelayanan. Dari batasan tersebut diatas ada beberapa hal yang diperhatikan dalam perumusan misi organisasi, meliputi : produk
14 atau pelayanan yang ditawarkan, tingkat kebutuhan pelanggan akan produk atau pelayanan yang ditawarkan, memiliki sasaran yang akan dilayani, aspiratif terhadap keadaan yang diinginkan di masa mendatang.
Mengacu kepada uraian tersebut diatas, sebagai bentuk nyata dari visi organisasi yang telah ditetapkan, maka Kecamatan Bojongloa Kidul Kota Bandung merumuskan dari 2 misi dan misi ini menggambarkan hal-hal yang harus terlaksana dalam mencapai visi tersebut, yaitu :
1. Mewujudkan pelayanan publik prima
2. Meningkatkan kinerja Pemerintah Kecamatan Bojongloa Kidul secara efektif, transparan dan akuntabel.
c. Tujuan dan Sasaran
Tujuan merupakan implementasi dari pernyataan Misi yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu 1 (satu) sampai dengan 5 (lima) tahun. Dengan tujuan ini Kecamatan Bojongloa Kidul Kota Bandung telah menetapkan sasaran, dengan mempertimbangkan Sumber daya dan kemampuan yang dimiliki, Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pencapaiannya.
Sasaran Kecamatan Bojongloa Kidul Kota Bandung merupakan penjabaran dari masing-masing tujuan yang ditetapkan dan dialokasikan secara periodik setiap tahun melalui serangkaian program dimana penetapannya diperlukan untuk memberikan fokus pada penyusunan kegiatan dan pengalokasian sumber daya organisasi.
Semua tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan akan dapat dicapai melalui penyusunan dan pelaksanaan strategi yang tepat, adapun tujuan yang akan dicapai untuk mewujudkan 2 (dua) misi Kecamatan Bojongloa Kidul Kota Bandung adalah
15 sebanyak 2 (dua) tujuan dan 3 (tiga) sasaran, tujuan dan sasaran pada masing-masing misi adalah sebagai berikut :
Tabel 2.1
VISI, MISI DAN TUJUAN
VISI MISI TUJUAN
MEWUJUDKAN KECAMATAN BOJONGLOA KIDUL YANG TERBAIK DALAM PELAYANAN PUBLIK DI KOTA BANDUNG TAHUN 2018 1. Mewujudkan pelayanan publik prima 1. Meningkatkan Kepuasan Masyarakat terhadap pelayanan di Kecamatan 2. Meningkatkan kinerja Pemerintah Kecamatan Bojongloa Kidul secara efektif, transparan dan akuntabel 2. Meningkatkan Akuntabilitas Kinerja Pemerintahan Kecamatan
Kedua Tujuan tersebut akan dicapai dengan 3 (tiga) sasaran, yaitu : Tabel 2.2 SASARAN Tujuan Sasaran 1. Meningkatkan Kepuasan Masyarakat terhadap pelayanan di Kecamatan 1.1.Meningkatnya Kualitas Pelayanan Publik 1.2.Meningkatnya kinerja penyelenggaraan Tugas Umum Pemerintahan Kecamatan 2. Meningkatkan Akuntabilitas Kinerja Pemerintahan Kecamatan 2.1.Meningkatnya akuntabilitas kinerja Kecamatan
16 Upaya untuk meningkatkan akuntabilitas, Pemerintah Kota Bandung juga melakukan reviu terhadap Indikator Kinerja, baik tingkat Pemerintah Daerah maupun tingkat Satuan Kerja Perangkat Daerah, dalam melakukan reviu dengan memperhatikan capaian kinerja, permasalahan dan isu-isu strategis yang sangat mempengaruhi keberhasilan suatu organisasi.
Dalam rangka meningkatkan akuntabilitas kinerja Kecamatan dilakukan reviu terhadap Perencanaan Strategis, Indikator Kinerja Utama dan Perjanjian Kinerja Kecamatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Bandung dengan narasumber dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Hasil reviu tersebut selanjutnya menjadi dasar penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kecamatan Bojongloa Kidul Tahun 2015.
Hasil reviu pada rencana strategis Kecamatan terutama merevisi indikator kinerja pada seluruh sasaran, selain bertambahnya jumlah indikator juga merevisi penempatan indikator kinerja strategis menjadi lebih menggambarkan keberhasilan tujuan dan atau sasaran. Hasil reviu selanjutnya menjadi lembar kerja tambahan pada Rencana Strategis Kecamatan Bojongloa Kidul Tahun 2013 - 2018.
Beberapa cacatan dan rekomendasi yang diperoleh dalam pelaksanaan reviu Rencana strategis Kecamatan di lingkungan Pemerintah Kota Bandung antara lain:
1.Rekomendasi Bappeda Kota Bandung
a. Pada formulasi pengukuran untuk tiap-tiap kriteria indikator dibuat rumus masing-masing.
b. Indikator yang merupakan output kegiatan disarankan untuk dihapus.
2.Rekomendasi Narsumber Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
17 a. Penggabungan beberapa indikator menjadi indikator yang
dapat menggambarkan cakupan kinerja sasaran
penyelenggaraan Tugas Umum Pemerintahan Kecamatan b. Beberapa indikator dihapus karena merupakan output
kegiatan
c. Kriteria indikator lembaga kemasyarakatan yang aktif perlu ditambah kriteria yang lainnya
d. Penggabungan kriteria dalam satu indikator kinerja
Berdasarkan hasil reviu tersebut, selanjutnya diuraikan pada tabel berikut:
Tabel 2.3
Tujuan, Sasaran, Indikator Dan Target Kinerja Sebelum Reviu dan Setelah Reviu
Kecamatan Bojongloa Kidul Kota Bandung
NO TUJUAN SASARAN TARGET KINERJA PADA TAHUN
2014 2015 2016 2017 2018 (1) (2) (3) (11) (12) (13) (14) (15) 1. Meningkatka n kualitas pelayanan publik 1.Meningkatnya Kualitas Pelayanan Publik 75 80 85 87 90 100% 100% 100% 100% 100% 800 900 900 950 1000 2.Meningkatnya kinerja penyelenggaraan Tugas Umum Pemerintahan Kecamatan 65% 100% 100% 100% 100% 65% 100% 100% 100% 100% 70% 83,33 % 85% 90% 100% 65% 65,90 % 80% 90% 100% 65% 80% 80% 90% 100% 1:1,3 1:1,5 1:1,7 1:1,8 1:1,9 2. Meningkatka n Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Kecamatan 3.Meningkatnya Akuntabilitas Kinerja Kecamatan 60 65 67 70 75,1 100% 100% 100% 100% 100%
18
2.2. Target IKU Tahun 2015 a. Target IKU Tahun 2015
Tabel 2.4
Target IKU Tahun 2015
Kecamatan Bojongloa Kidul Kota Bandung
No. Indikator Kinerja Utama Satuan Target
1 Indeks Pelayanan / Indeks Kepuasan
Masyarakat (IKM) Nilai 80
2 Persentase pelayanan administratif Keluhan/pengaduan yang
ditindaklanjuti
% 100
3 Persentase pelayanan administrasi
kependudukan tepat waktu % 100
4 Persentase waktu pelayanan administrasi Umum lainnya tepat
waktu
% 100
5 Persentase Kelurahan yang
memenuhi standar kriteria baik % 83,33
6 Persentase RW Juara % 65,90
7 Persentase Lembaga
kemasyarakatan Aktif % 80
b. Target IKU Triwulan IV Tahun 2015 Tabel 2.5
Target IKU Triwulan IV Tahun 2015 Kecamatan Bojongloa Kidul Kota Bandung
No. Indikator Kinerja Utama Satuan Triwulan IV Target
1 Indeks Pelayanan / Indeks Kepuasan
Masyarakat (IKM) Nilai 80
2 Persentase pelayanan administratif Keluhan/pengaduan yang
ditindaklanjuti
% 100
3 Persentase pelayanan administrasi
kependudukan tepat waktu % 100
4 Persentase waktu pelayanan administrasi Umum lainnya tepat
waktu
% 100
5 Persentase Kelurahan yang
memenuhi standar kriteria baik % 83,33
6 Persentase RW Juara % 65,90
7 Persentase Lembaga
19
2.3. Target Perjanjian Kinerja Tahun 2015 a. Target Perjanjian Kinerja Tahun 2015
Tabel 2.6
Target Perjanjian Kinerja Tahun 2015 Kecamatan Bojongloa Kidul Kota Bandung
No. Indikator Kinerja Utama Satuan Target
1 Indeks Pelayanan / Indeks
Kepuasan Masyarakat (IKM) Nilai 80
2 Persentase pelayanan administratif Keluhan/pengaduan yang
ditindaklanjuti
% 100
3 Nilai Standar kepatuhan pelayanan
publik versi Ombudsman RI Nilai 900
4 Persentase pelayanan administrasi
kependudukan tepat waktu % 100
5 Persentase waktu pelayanan administrasi Umum lainnya tepat
waktu
% 100
6 Persentase Kelurahan yang
memenuhi standar kriteria baik % 83,33
7 Persentase RW Juara % 65,90
8 Persentase Lembaga
kemasyarakatan Aktif % 80
9 Rasio Anggota Linmas Rasio 1:1,5
10 Nilai AKIP Kecamatan Kriteria 65
11 Persentase temuan BPK/Inspektorat
20
b. Target Perjanjian Kinerja Triwulan IV Tahun 2015 Tabel 2.7
Target Perjanjian Kinerja Triwulan IV Tahun 2015 Kecamatan Bojongloa Kidul Kota Bandung
No Sasaran Indikator Kinerja Satuan
Target Tahun 2015 Target Triwulan I II III IV 1 Meningkatnya Kualitas Pelayanan Publik 1 Indeks Pelayanan/ Indeks Kepuasan Masyarakat Nilai 80 - - - 80 2 Persentase keluhan/pengaduan pelayanan administratif yang ditindaklanjuti % 100 100 100 100 100 3 Nilai Standar kepatuhan pelayanan publik versi ombudsman RI Nilai 900 - - - 900 2 Meningkatnya kinerja penyelenggaraan Tugas Umum Pemerintahan Kecamatan 4 Persentase pelayanan administrasi kependudukan tepat waktu % 100 100 100 100 100 5 Persentase waktu pelayanan adm. Umum
lainnya tepat waktu % 100 100 100 100 100 6 Persentase Kelurahan
yang memenuhi
standar kriteria baik % 83,33 - 66,66 66.66 83,33 7 Persentase RW Juara % 65,90 - 30 50 65,90 8 Persentase Lembaga
Kemasyarakatan Aktif % 80 - 78,26 80 80 9 Rasio Anggota Linmas Rasio 1:1,5 - - - 1:1,5
3 Meningkatnya Akuntabilitas Kinerja Kecamatan
10Nilai AKIP Kecamatan
Bojongloa Kidul Kriteria 65 - - - 65
11Persentase temuan BPK / Inspektorat yang
21
BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA
Akuntabilitas kinerja adalah kewajiban untuk menjawab dari perorangan, badan hukum atau pimpinan kolektif secara transparan mengenai keberhasilan atau kegagalan dalam melaksanakan misi organisasi kepada pihak-pihak yang berwenang menerima pelaporan akuntabilitas/pemberi amanah. Kecamatan Bojongloa Kidul Kota Bandung selaku pengemban amanah masyarakat melaksanakan kewajiban berakuntabilitas melalui penyajian Laporan Akuntabilitas Kinerja Kecamatan Bojongloa Kidul Kota Bandung yang dibuat sesuai ketentuan yang diamanatkan dalam Peraturan Presiden No. 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), Keputusan Kepala LAN Nomor 239/IX/618/2003 tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor Nomor 53 Tahun 2014 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja Dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Laporan tersebut memberikan gambaran penilaian tingkat pecapaian target masing-masing indikator sasaran srategis yang ditetapkan dalam dokumen Renstra Tahun 2009-2013 maupun Renja Tahun 2013. Sesuai dengan ketentuan tersebut, pengukuran kinerja digunakan untuk menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan program, sasaran yang ditetapkan untuk mewujudkan misi dan visi pemerintah.
3.1. Kerangka Pengukuran Kinerja
Pengukuran kinerja digunakan untuk menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan program, sasaran yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan misi dan visi instansi pemerintah.
22 Pengukuran kinerja dilaksanakan sesuai dengan Keputusan Kepala LAN Nomor 239/IX/618/2004 tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah; dan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah. Capaian indikator kinerja utama (IKU) diperoleh berdasarkan pengukuran atas indikator kinerjanya masing-masing, sedangkan capaian kinerja sasaran diperoleh berdasarkan pengukuran atas indikator kinerja sasaran strategis, cara penyimpulan hasil pengukuran kinerja pencapaian sasaran strategis dilakukan dengan membuat capaian rata-rata atas capaian indikator kinerja sasaran.
Predikat nilai capaian kinerjanya dikelompokkan sebagai berikut :
No Capaian Kinerja Interpretasi
1. 2. 3. > 100 % =100 % < 100 % Melebihi/Melampaui Target Sesuai Target
Tidak Mencapai Target
Selanjutnya berdasarkan hasil evaluasi kinerja dilakukan analisis pencapaian kinerja untuk memberikan informasi yang lebih transparan mengenai sebab-sebab tercapai atau tidak tercapainya kinerja yang diharapkan.
Dalam laporan ini, Kecamatan Bojongloa Kidul Kota
Bandung dapat memberikan gambaran penilaian tingkat
pencapaian target kegiatan dari masing-masing kelompok indikator kinerja kegiatan, dan penilaian tingkat pencapaian target sasaran dari masing-masing indikator kinerja sasaran yang ditetapkan dalam dokumen Renstra 2013-2018 maupun Rencana Kerja Tahun
23 2015. Sesuai ketentuan tersebut, pengukuran kinerja digunakan untuk menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan program, sasaran yang telah ditetapkan dalam mewujudkan misi dan visi instansi pemerintah.
Pelaporan Kinerja ini didasarkan pada Perjanjian Kinerja SKPD Tahun 2015 hasil reviu dan Indikator Kinerja Utama SKPD berdasarkan Keputusan Camat Bojongloa Kidul Kota Bandung Nomor : 08 Tahun 2015, telah ditetapkan 3 (tiga) sasaran dengan 11 (sebelas) indikator kinerja (out comes) dengan rincian sebagai berikut :
Sasaran 1 terdiri dari 3 indikator
Sasaran 2 terdiri dari 6 indikator
Sasaran 3 terdiri dari 2 indikator
3.2. Capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Tahun 2015
Dalam rangka mengukur dan peningkatan kinerja serta lebih meningkatnya akuntabilitas kinerja pemerintah, maka setiap instansi pemerintah perlu menetapkan Indikator Kinerja Utama (IKU).
Untuk itu pertama kali yang perlu dilakukan instansi pemerintah adalah menentukan apa yang menjadi kinerja utama dari instansi pemerintah yang bersangkutan. Dengan demikian kinerja utama terkandung dalam tujuan dan sasaran strategis instansi pemerintah, sehingga IKU adalah merupakan ukuran keberhasilan dari suatu tujuan dan sasaran strategis instansi pemerintah. Dengan kata lain IKU digunakan sebagai ukuran keberhasilan dari instansi pemerintah yang bersangkutan. Kecamatan Bojongloa Kidul Kota bandung telah menetapkan Indikator Kinerja Utama untuk Satuan Kerja Perangkat Daerah melalui Keputusan Camat Bojongloa Kidul Kota Bandung Nomor : 05 Tahun 2015 tentang Indikator Kinerja Utama Kecamatan Bojongloa Kidul Kota Bandung
24 Tahun 2013-2018. Upaya untuk meningkatkan akuntabilitas, Kecamatan Bojongloa Kidul Kota Bandung juga melakukan reviu terhadap Indikator Kinerja Utama, dalam melakukan reviu dengan memperhatikan capaian kinerja, permasalahan dan isu-isu strategis yang sangat mempengaruhi keberhasilan suatu organisasi. Hasil pengukuran atas indikator kinerja utama Kecamatan Bojongloa Kidul Kota Bandung tahun 2015 menunjukan hasil sebagai berikut:
Tabel 3.1
Capaian Indikator Kinerja Utama Kecamatan Bojongloa Kidul Kota Bandung Tahun 2015
No Indikator Kinerja Utama Satu an Target 2015
2015 Capaian
target 2015
% Triwulan I Triwulan II Triwulan III Triwulan IV
Target Reali
sasi Target Reali sasi Target Reali sasi Target Reali sasi
1 Indeks Pelayanan / Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Nilai 80 - - - - - - 80 80,03 100,04 2 Prosentase Keluhan/pengaduan pelayanan administratif yang ditindaklanjuti % 100 100 96,03 100 96,58 100 97,09 100 100 100 3 Prosentase pelayanan administrasi kependudukan tepat waktu % 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 4 Prosentase waktu pelayanan administrasi Umum lainnya tepat waktu
% 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 5 Prosentase Kelurahan yang memenuhi standar kriteria baik % 83,33 - - 66,66 66,66 66,66 66,66 83,33 83,33 100 6 Prosentase RW Juara % 65,90 - - 30 10 50 34 65,90 68,18 103,46
7 Prosentase Lembaga kemasyarakatan Aktif
25 Jika dilihat dari Capaian Kinerja IKU tersebut maka dapat disimpulkan pada Tahun 2015 :
Tabel 3.2
Pencapaian Kinerja Utama Triwulan IV
Kecamatan Bojongloa Kidul Kota Bandung Tahun 2014
NO. SASARAN IKU JUMLAH IKU CAPAIAN
1 Melebihi/Melampaui Target 2 28,57 %
2 Sesuai Target 5 71,43 %
3 Tidak Mencapai Target
4 Tidak ada Target -
3.3. Pengukuran, Evaluasi dan Analisis Capaian Kinerja Sasaran Strategis
Secara umum Kecamatan Bojongloa Kidul Kota Bandung telah dapat melaksanakan tugas dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam Renstra 2013-2018. Jumlah Sasaran yang ditetapkan untuk mencapai visi dan misi Kecamatan Bojongloa Kidul Kota Bandung Tahun 2013-2018 sebanyak 3 (tiga) sasaran.
Tahun 2015 sebagai pelaksanaan Rencana Strategis Kecamatan, dari 3 (tiga) sasaran strategis dengan 11 (sebelas)
indikator kinerja yang ditetapkan maka pencapaian kinerja sasaran Kecamatan Bojongloa Kidul Kota Bandung.
Tahun 2015 sasaran yang memiliki target sebanyak 11 sebagai berikut :
26 Tabel 3.3
Capaian Indikator Kinerja Sasaran
Kecamatan Bojongloa Kidul Kota Bandung Tahun 2015
No Indikator Kinerja Utama Satu an Target 2015
2015 Capaian
Target 2015
%
Triwulan I Triwulan II Triwulan III Triwulan IV
Target Reali
sasi Target Reali sasi Target Reali sasi Target Reali sasi
1 Indeks Pelayanan / Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Nilai 80 - - - 80 80,03 100,04 2 Prosentase Keluhan / pengaduan pelayanan administratif yang ditindaklanjuti % 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 3 Nilai Standar kepatuhan pelayanan publik versi Ombudsman RI Nilai 900 - - - 900 980 108,89 4 Prosentase pelayanan administrasi kependudukan tepat waktu % 100 100 96,03 100 96,58 100 95,80 100 100 100 5 Prosentase waktu pelayanan administrasi Umum lainnya tepat waktu
% 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
6 Prosentase Kelurahan yang memenuhi standar kriteria baik %
83,33 - - 66,66 66,66 66,66 66,66 83,33 83,33 100
7 Prosentase RW Juara % 65,90 - - 30 10 50 34 65,90 68,18 103,46
8 Prosentase Lembaga
kemasyarakatan Aktif % 80 - - 78,26 20 80 40 80 80 100
9 Rasio Anggota Linmas Rasio
1:1,5 - - - 1:1,5 1:1,5 100
10 Nilai AKIP Kecamatan Nilai 65 - - - 65 65,16 100,25
11 Persentase temuan BPK/Inspektorat yang
ditindaklanjuti % 100 - - - 100 100 100
Berdasarkan pengukuran kinerja tersebut dapat diperoleh data dan informasi kinerja Kecamatan pada beberapa tabel berikut :
Tabel 3.4
Pencapaian Kinerja Sasaran Strategis
Kecamatan Bojongloa Kidul Kota Bandung Tahun 2015
NO. SASARAN STRATEGIS INDIKATOR JUMLAH CAPAIAN
1 Melebihi/Melampaui Target 4 36,36 %
2 Sesuai Target 7 63,64 %
27 Dari 11 Sasaran diatas, pencapaian realisasi indikator kinerja sasaran terhadap target yang sudah ditetapkan sebagai berikut:
Tabel 3.5
Pencapaian target Sasaran
No. Sasaran Indikator Jumlah Sasaran Tingkat Pencapaian Melampaui target (>100%) Sesuai Target (100%) Belum Mencapai Target (<100%)
Jumlah % Jumlah % Jumlah %
1 Sasaran 1 3 2 18,18 1 9,09 - -
2 Sasaran 2 6 1 9,09 5 45,45 - -
3 Sasaran 3 2 1 9,09 1 9,09 - -
Jumlah 11 4 36,36 7 63,64 - -
Dari 3 sasaran dengan 11 indikator kinerja, pencapaian kinerja Kecamatan Bojongloa Kidul Kota Bandung dengan rincian sebagai berikut:
Tabel 3.6
Kategori Pencapaian Indikator Sasaran
No. Kategori Jumlah
Indikator Presentase
A. Sasaran 1
1 Melebihi/Melampaui Target 2 18,18
2 Sesuai Target 1 9,09
3 Tidak Mencapai Target - -
B. Sasaran 2
1 Melebihi/Melampaui Target 1 9,09
2 Sesuai Target 5 45,45
3 Tidak Mencapai Target - -
C. Sasaran 3
1 Melebihi/Melampaui Target 1 9,09
2 Sesuai Target 1- 9,09
3 Tidak Mencapai Target - -
Evaluasi bertujuan agar diketahui pencapaian realisasi, kemajuan dan kendala yang dijumpai dalam rangka pencapaian misi,
28 agar dapat dinilai dan dipelajari guna perbaikan pelaksanaan program/kegiatan di masa yang akan datang. Selain itu, dalam evaluasi kinerja dilakukan pula analisis.
Dalam melakukan evaluasi kinerja, perlu juga digunakan pembandingan-pembandingan antara lain :
- kinerja nyata dengan kinerja yang direncanakan.
- kinerja nyata dengan kinerja tahun-tahun sebelumnya.
- kinerja suatu instansi dengan kinerja instansi lain yang unggul di
bidangnya ataupun dengan kinerja sektor swasta.
- kinerja nyata dengan kinerja di kecamatan lain atau dengan
standar nasional.
Selanjutnya pengukuran kinerja terhadap indikator kinerja yang telah dicapai pada tahun 2015 dan membandingkan antara target dan realisasi pada indikator sasaran dari 3 sasaran dan 11 indikator kinerja dari 2 Misi, sebagaimana telah ditetapkan dalam Renstra Kecamatan Bojongloa Kidul Kota Bandung tahun 2013-2018, analisis pencapaian kinerja dalam pelaksanaan program dan kegiatan secara rinci dapat dilihat sebagai berikut :
29
Sasaran 1
Meningkatnya kualitas pelayanan publik
Pencapaian sasaran 1 dapat dilihat dalam tabel dibawah ini :
Tabel 3.7
Analisis Pencapaian Sasaran 1 Meningkatnya kualitas pelayanan publik
No Indikator Kinerja Satuan Tahun 2014 % Target 2015 Thn 2015 % Target Realisasi
Target Realisasi
1 Indeks Pelayanan/Indeks Kepuasan Masyarakat Nilai 75,00 78,00 104,00 80 80 80,03 100,04 2 Persentase
keluhan/pengaduan pelayanan administratif yang ditindaklanjuti
% 100,00 100,00 100,00 100 100 100 100
3 Nilai standar kepatuhan pelayanan publik versi
ombudsman RI Nilai 800
870 109,00 900 900 980 108,89
Rata-rata Capaian Kinerja 104,30 100
Pada Tahun 2015 Sasaran meningkatnya kualitas pelayanan publik dapat dilihat dari 3 (tiga) indicator yiatu : Indeks Kepuasan Masyarakat, Persentase keluhan/pengaduan pelayanan administratif yang ditindaklanjuti dan Nilai standar kepatuhan pelayanan publik versi ombudsman RI.
1. Analisis Pencapaian Indikator Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM)
Capaian kinerja nyata indikator Indeks Pelayanan/Indeks Kepuasan Masyarakat adalah sebesar 80,03 dari target sebesar 80 yang direncanakan dalam Perjanjian Kinerja Tahun 2015, sehingga persentase capaian kinerjanya adalah 100,04 % atau melebihi target yang diperjanjikan.
Tahun 2015 adalah tahun kedua renstra, capaian tahun 2015 sebesar 80,03 bila dibandingkan dengan target akhir renstra
30 kecamatan maka capaian kinerjanya mencapai 88,92 %. Data penunjang capaian kinerja indikator Indeks Pelayanan/Indeks Kepuasan Masyarakat yang diperoleh dari Kasi Pelayanan Sebagaimana tabel berikut :
Tabel 3.8
Data Indeks Pelayanan / Indeks Kepuasan Masyarakat Kecamatan Bojongloa Kidul Tahun 2015
No UNSUR PELAYANAN NILAI UNSUR PELAYANAN
1. Prosedur Pelayanan 3,148
2. Persyaratan Pelayanan 3,023
3. Kejelasana Petugas Pelayanan 3,106
4. Kedisiplinan Petugas Pelayanan 3,021
5. Tanggung Jawab Petugas Pelayanan 3,004
6. Kemampuan Petugas Pelayanan 3,912
7. Kecepatan Pelayanan 3,301
8. Keadilan Mendapatkan Pelayanan 3,109
9. Kesopanan dan Keramahan Petugas
petugas 3,053
10. Kewajaran Biaya Pelayanan 3,281
11. Kepastian Biaya Pelayanan 3,422
12. Kepastian Jadwal Pelayanan 3,154
13. Kenyamanan Lingkungan 3,134
14. Keamanan Pelayanan 3,141
Nilai Rata-rata Indeks Kepuasan
Masyarakat 3,201
Hasil survey pada Kecamatan Bojongloa Kidul Kota
Bandung berdasarkan 14 indikator pada Kepmenpan
No.25/M/PAN/2/2014 menunjukkan kategori baik, dengan demikian nilai indeks unit pelayanan setelah dikonversi = nilai indeks x nilai dasar = 3,201 x 25 = 80,03
31
2. Analisis Pencapaian Indikator Persentase Keluhan/Pengaduan pelayanan administratif yang ditindaklanjuti
Capaian kinerja nyata indikator Persentase
keluhan/pengaduan pelayanan administratif yang ditindaklanjuti adalah sebesar 100% atau dalam arti semua pengaduan sudah ditindaklanjuti, dari target sebesar 100% yang direncanakan dalam Perjanjian Kinerja Tahun 2015, sehingga persentase capaian kinerjanya adalah 100 %.
Laporan Keluhan / Pengaduan yang masuk sistem Layanan Aspirasi Pengaduan Online Rakyat (LAPOR) Pemerintah Kota Bandung pada Tahun 2015 adalah 16 (enam belas) pengaduan, diantaranya:
1. 5 pengaduan tentang Ganggunan Usaha 2. 4 pengaduan tentang Izin usaha
3. 3 pengaduan tentang pelayanan 4. 1 pengaduan tentang kemacetan 5. 1 pengaduan tentang banjir
6. 2 pengaduan tentang gangguan lingkungan/kamtibmas
Untuk melihat Capaian kinerja nyata indikator Persentase keluhan/pengaduan pelayanan administratif yang ditindaklanjuti, dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 3.8
Data Persentase Keluhan / Pengaduan
yang ditindaklanjuti oleh Kecamatan Bojongloa Kidul
No Jenis Keluhan/
Pengaduan
Laporan Tindak lanjut
Capaian Kasi yang
menangani
1 Gangguan Usaha 5 5 100 % Ekbang – LH
2 Izin usaha 4 4 100% Ekbang – LH
3 Pelayanan/pemerintahan 3 3 100 % Kasi pemerintahan
4 Kemacetan 1 1 100 % Ekbang – LH
5 Banjir 1 1 100% Ekbang – LH
6 kamtibmas/lingkungan 2 2 100 % Kasi Trantib
32 3. Analisis Pencapaian Indikator Nilai Standar Kepatuhan Pelayanan Publik
Versi Ombudsman RI
Capaian kinerja nyata indikator Nilai standar kepatuhan pelayanan publik versi ombudsman RI adalah sebesar 870 dari target sebesar 800 yang direncanakan dalam Perjanjian Kinerja Tahun 2015, sehingga persentase capaian kinerjanya adalah 109% atau melebihi target yang diperjanjikan.
Data penunjang capaian kinerja indikator Nilai standar kepatuhan pelayanan publik versi ombudsman RI yang diperoleh dari Kasi Pelayanan, Sebagaimana tabel berikut :
Tabel 3.13
Evaluasi Kinerja Unit Pelayanan Publik Di Kecamatan Bojongloa Kidul Tahun 2015
NO Variabel Penilaian Bobot Nilai Capaian %
1 Pelayanan Terpadu Satu Atap / Satu Pintu 60 60 100
2 Standar Layanan
a. Dasar Hukum 50 50 100
b. Persyaratan Layanan 50 50 100
c. SOP Layanan 50 50 100
d. Bagan Alur Layanan 50 50 100
e. Produk Layanan 50 50 100
f. Jangka Waktu Layanan
100 100 100
g. Biaya / Tarif Layanan 100 100 100
3 Sarana, Prasarana atau Fasilitas
a. Ruang Tunggu 20 20 100
b. Pendingin Ruangan / AC di Unit Layanan 10 10 100
c. Tempat Duduk 20 20 100
d. Sarana Antrian 10 10 100
33
f. Televisi 10 10 100
g. Loket / Meja Pelayanan 10 10 100
h. Tempat Parkir 10 10 100
i. Profile petugas / Person In Charge / Jumlah Pelaksana 20 20 100
j. Tata tertib Layanan 10 10 100
k. Kode Etik layanan 10 10 100
4 Maklumat Pelayanan 50 50 100
5 Sistem Informasi Pelayanan Publik (SIPP) 100 100 100
6 Sarana Bagi Berkebutuhan Khusus
a. Ram 5 5 100
b. Jalur Pemandu 5 0 0
c. Pegangan Rambatan 5 0 0
d. Toilet Khusus di Unit Pelayanan 5 5 100 e. Ruang Khusus ibu menyusui dan Anak 5 0 0
f. Loket khusus 5 0 0
7 Pengelolaan Pengaduan
a. Deks/Unit/Fungsi pengaduan 10 10 100 b. Pejabat Pengelola Pengaduan 20 20 100 c. Loket pengaduan / Ruang pengaduan 10 10 100
d. Sarana Pengaduan 20 20 100
e. Prosedur / Tata cara pengaduan 10 10 100 f. Informasi Hasil Pengelolaan pengaduan 10 10 100
8 Sarana Pengukuran Kepuasan Pelanggan 20 20 100
9 Visi dan Misi Pelayanan 20 20 100
10 Moto Layanan 10 10 100
11 ISO 9001-2008 20 20 100
34
Pakaian Seragam 10 10 100
ID Card 10 10 100
TOTAL NILAI 1000 980 98
35
Sasaran 2
Meningkatnya kinerja penyelenggaraan Tugas Umum Pemerintahan Kecamatan
Pencapaian sasaran 2 dapat dilihat dalam tabel dibawah ini :
Tabel 3.9
Analisis Pencapaian Sasaran 2 Tahun 2015
Meningkatnya kinerja penyelenggaraan Tugas Umum Pemerintahan Kecamatan
No Indikator Kinerja Satuan Tahun 2014 % Target 2015
Tahun 2015 % Target Realisasi Target Realisasi 1 Persentase pelayanan administrasi kependudukan tepat waktu % 65,00 98,65 151,77 100 100 100 100
2 Persentase waktu pelayanan adm. Umum
lainnya tepat waktu % 65,00 99,76 153,47 100 100 100 100 3 Persentase Kelurahan yang memenuhi standar
kriteria baik
% 70,00 66,66 95,00 83,33 83,33 83,33 100
4 Persentase RW Juara % 65,00 25,00 38,46 65,90 65,90 68,18 103,46 5 Persentase Lembaga Kemasyarakatan Aktif % 65,00 78,26 120,40 80 80 80 100 6 Rasio Anggota Linmas rasio 1:1,3 1:1,3 100,00 1:1,5 1:1,5 1:1,5 100
Rata-rata Capaian
Kinerja 107,14 100,57
Tahun 2015 Sasaran meningkatnya kinerja
penyelenggaraan Tugas Umum Pemerintahan Kecamatan dapat dilihat dari 6 (enam) indikator, sebagai berikut :
1. Persentase pelayanan administrasi kependudukan tepat waktu 2. Persentase waktu pelayanan adm. Umum lainnya tepat waktu 3. Persentase Kelurahan yang memenuhi standar kriteria baik 4. Persentase RW Juara
5. Persentase Lembaga Kemasyarakatan Aktif 6. Rasio Anggota Linmas
36
1. Analisis Pencapaian Indikator Persentase Pelayanan Administrasi Kependudukan Tepat Waktu
Capaian kinerja nyata indikator Persentase pelayanan administrasi kependudukan tepat waktu Tahun 2015 adalah sebesar 100 % dari target sebesar 100% yang direncanakan dalam Perjanjian Kinerja Tahun 2015, sehingga persentase capaian kinerjanya adalah 100% atau mencapai target yang diperjanjikan.
Tabel 3.10
Data Pelayanan Administrasi Kependudukan Tepat Waktu Tahun 2015 BULAN TEPAT KTP WAKTU KTP TIDAK TEPAT WAKTU KTP YANG DILAYANI % KTP TEPAT WAKTU KK TEPAT WAKTU KK TIDAK TEPAT WAKTU KK YANG DILAYANI % KK TEPAT WAKTU 1 2 3 4 = 2+3 2/4*100% 5= 6 7 8= 6+7 6/8*100% 9= OKT 422 0 422 100% 571 0 571 100% NOP 378 0 378 100% 507 0 507 100% DES 522 0 522 100% 483 0 483 100% JUMLAH 1322 0 1322 100% 1561 0 1561 100% = 100+100/ 2 = 100
2. Analisis Pencapaian Indikator Persentase waktu pelayanan adm. Umum lainnya tepat waktu
Capaian kinerja nyata indikator Persentase waktu pelayanan adm. Umum lainnya tepat waktu pada Tahun 2015 adalah sebesar 100 % dari target sebesar 100% yang direncanakan dalam Perjanjian Kinerja Tahun 2015, sehingga persentase capaian kinerjanya adalah 100 % atau sesuai target yang diperjanjikan.
37 Tabel 3.11
Data Pelayanan Administrasi Umum Lainnya Tepat Waktu Tahun 2015
Tahun Jenis Pelayanan Waktu Tepat Tidak Tepat
Waktu
Yang
Dilayani % Tepat Waktu
2015 Legalisasi 1488 0 1488 100 SKTM 1344 0 1344 100 SKM 846 0 846 100 SKCK 0 0 0 0 DP 145 0 145 100 Domisili Kelembagaan 0 0 0 0 3873 0 3007 3873
3. Analisis Pencapaian Indikator Persentase Kelurahan yang memenuhi standar kriteria baik
Capaian kinerja nyata indikator Persentase Kelurahan yang memenuhi standar kriteria baik pada Tahun 2015 adalah sebesar 83,33% dari target sebesar 83,33% yang direncanakan dalam Perjanjian Kinerja Tahun 2015, sehingga persentase capaian kinerjanya adalah 100 % atau TERCAPAI TARGET yang diperjanjikan.
38 Tabel 3.12
Data Kelurahan Yang Memenuhi Standar Kriteria Baik
Prosentase Kelurahan berstandar baik = =
= 5/6x100% = 83,33%
Berdasarkan Data diatas, maka dapat diambil kesimpulan :
a. Masih ada 1 kelurahan yang belum memenuhi semua indicator kelurahan yang memenuhi standar kriteria baik yaitu Kebonlega.
b. Indikator yang belum terpenuhi adalah : tentang Terpeliharanya/Tidak ada rumput liar/gulma yang mencolok setiap triwulan.
Penyebab tidak terpenuhinya kriteria tentang terpelihara/tidak ada rumput liar/gulma yang mencolok di setiap triwulan, karena masih ada beberapa daerah di wilayah tersebut yang masih tidak dilaporkan oleh kedua Kelurahan tersebut, dikarenakan jumlah petugas di Kelurahan tersebut masih terbatas.
NO KRITERIA KELURAHAN
SITUSAEUR KEBONLEGA CIBADUYUT CIBADUYUT KIDUL CIBADUYUT WETAN MEKARWANGI
1 Menyampaikan minimal 75% dari seluruh laporan rutin tepat
waktu √ √ √ √ √ √
2
Menuntaskan dan atau turut serta membantu penuntasan minimal 75% dari keluhan masyarakat dalam pelayanan administratif
√ √ √ √ √ √
3 Rasio Sumur Resapan min 1 : 2 baik √ √ √ √ √ √
4 Rasio Lubang Biopori min 1:1 baik √ √ √ √ √ √
5 Kerb telah dicat warna hitam dan putih tidak pudar pada
triwulan ke 3 setiap tahun √ √ √ √ √ √
6 Terpelihara / tidak ada rumput liar / gulma yang
mencolok setiap triwulan √ X √ √ √ √
39 4. Analisis Pencapaian Indikator Persentase RW Juara
Capaian kinerja nyata indikator Persentase RW Tahun 2015 Juara adalah sebesar 68,18 % dari target 65,90% yang direncanakan dalam Perjanjian Kinerja Tahun 2015, sehingga persentase capaian kinerjanya adalah 103,46% atau MENCAPAI TARGET yang diperjanjikan.
Tabel 3.13
Data Capaian Kriteria RW Juara
No Metode Kelurahan (Total 44 RW) % SITU SAEUR KEBON LEGA CIBADU YUT CIB. KIDUL CIB. WETAN MEKAR WANGI 1
Metode Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat (5 Kriteria) Min 1 Kriteria
5 8 6 4 2 5 68,18
2 Syarat Administratif RW (7
Kriteria) Min 3 Kriteria 6 8 7 5 2 6 77,27 3 RW Juara (21 Kriteria) Min 5
Kriteria 4 5 5 4 2 3 52,00
Jumlah RW yang
memenuhi semua Kriteria 5 8 6 4 2 5 68,18
JUMLAH RW JUARA JUMLAH RW DI KECAMATAN
30 44
68,18%
Berdasarkan Data diatas, maka dapat diambil kesimpulan :
a. RW yang memenuhi Kriteria sebagai RW juara ada 30 RW yang terdiri dari 5 RW dari Kelurahan Situsaeur, 8 RW Kelurahan Kebonlega, 6 RW Kelurahan Cibaduyut, 4 RW Kelurahan Cibaduyut Kidul, 2 RW dari Kelurahan Cibaduyut Wetan dan 5 RW dari Kelurahan Mekarwangi.
b. Jika dibanding jumlah RW yaitu 44 RW, RW yang sudah memenuhi Kriteria Juara baru mencapai 68,18% dari target 65,90%.
40 5. Analisis Pencapaian Indikator Persentase Lembaga Kemasyarakatan
Aktif
Capaian kinerja nyata indikator Persentase Lembaga Kemasyarakatan Aktif adalah sebesar 83,33% dari target sebesar 80% yang direncanakan dalam Perjanjian Kinerja Tahun 2015, sehingga persentase capaian kinerjanya adalah 104% atau MELEBIHI target yang diperjanjikan.
41 Tabel 3.14
Data Lembaga Kemasyarakatan Aktif Tahun 2015
Persentase Lembaga Kemasyarakatan Aktif = =5/6x100=83,33%
NO KRITERIA AKTIF
LEMBAGA KEMASYARAKATAN AKTIF
TP PKK KEC TP PKK KELURAHAN LPM KEC LPM KELURAHAN KARANG TARUNA KEC KARANG TARUNA KELURAHAN FORUM RW MUI S I T U S A E U R K E B O N L E G A C I B A D U Y U T C I B . K I D U L C I B . W E T A N M E K A R W A N G I S I T U S A E U R K E B O N L E G A C I B A D U Y U T C I B . K I D U L C I B . W E T A N M E K A R W A N G I S I T U S A E U R K E B O N L E G A C I B A D U Y U T C I B . K I D U L C I B . W E T A N M E K A R W A N G I 1
Seluruh Lembaga kemasyarakatan Kecamatan/kelurahan mempunyai
rencana/agenda/program kerja tahunan yang menunjang pembangunan dan pemberdayaan sesuai ruang lingkup (Kecamatan/Kelurahan)
√ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ X √ √ √ √ √ √ √ √ X √
2 Minimal 60% Ketua Lembaga kemasyarakatan Kecamatan dan Kelurahan hadir dalam pembahasan musrenbang Kecamatan
√ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
3
Lembaga Kemasyarakatan Kecamatan/kelurahan melaksanakan minimal 60% dari seluruh
agenda/program kerja yang direncanakan pada tahun berjalan
√ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
4 Ketua Lembaga Kemasyarakatan aktif mengikuti kegiatan /lomba /kejuaraan di tingkat Kota minimal 2 kegiatan
√ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ X √ √ √ √ √ √ √ √ X √
42
6. Analisis Pencapaian Indikator Rasio Anggota Linmas
Capaian kinerja nyata indikator Rasio Anggota Linmas adalah sebesar 1:1,5 dari target sebesar 1:1,5 yang direncanakan dalam Perjanjian Kinerja Tahun 2015, sehingga persentase capaian kinerjanya adalah 100 % atau sesuai dengan target yang diperjanjikan. Jumlah RT di Kecamatan Bojongloa Kidul adalah 261 sedang kan jumlah Linmas di Kecamatan Bojongloa Kidul adalah 393, ini menunjukkan bahwa jumlah Linmas > (lebih banyak) dibanding dengan jumlah RT. Jumlah ini bisa menggambarkan Rasio linmas adalah 1 : 1,5 Data Linmas di Kecamatan Bojongloa Kidul dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 3.28
DATA POTENSI LINMAS SE KECAMATAN BOJONGLOA KIDUL
NO KELURAHAN JUMLAH RW JUMLAH RT JUMLAH LINMAS RASIO
1 SITUSAEUR 8 84 126 1:1,5 2 KEBONLEGA 11 70 105 1:1,5 3 CIBADUYUT 8 30 41 1:1,4 4 CIBADUYUT KIDUL 6 29 46 1:1,5 5 CIBADUYUT WETAN 4 24 36 1:1,5 6 MEKARWANGI 7 24 39 1:1,6 Jumlah 44 261 393 1:1,5
43
Sasaran 3
Meningkatnya Akuntabilitas Kinerja Kecamatan
Pencapaian sasaran 3 dapat dilihat dalam tabel dibawah ini :
Tabel 3.31
Analisis Pencapaian Sasaran 3
Meningkatnya Akuntabilitas Kinerja Kecamatan
No Indikator Kinerja Satuan Tahun 2014 % Target 2015
Triwulan IV
% Target Realisasi Target Realisasi
1 Nilai Akip Kecamatan Bojongloa Wetan Nilai 60,00 51,93 86,55 65 65 65,16 100,25 2 Persentase temuan BPK / Inspektorat yang sudah
ditindaklanjuti % 100
100 100 100 100 100 100
Rata-rata Capaian Kinerja 93,27 100,12
Pencapaian Sasaran Kedua “Meningkatnya Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Kecamatan Bojongloa Kidul” dapat dilihat dari 2 (dua) indikator, sebagai berikut :
1 Nilai AKIP Kecamatan Bojongloa Kidul
2 Persentase Temuan BPK/ Inspektorat yang sudah ditindaklanjuti
1. Analisis Pencapaian Indikator Nilai Akip Kecamatan Bojongloa Kidul
Capaian kinerja nyata indikator Nilai Akip Kecamatan Bojongloa Kidul adalah sebesar 65,16 dari target sebesar 65 yang direncanakan dalam Perjanjian Kinerja Tahun 2015, sehingga persentase capaian kinerjanya adalah 100,25 % atau MELEBIHI TARGET yang diperjanjikan.
Tahun 2015 adalah tahun kedua renstra, capaian tahun 2015 sebesar 65,16 bila dibandingkan dengan target akhir renstra kecamatan yaitu 80 maka capaian kinerjanya mencapai 81,45 %.
44 Penilaian AKIP SKPD dilakukan oleh Inspektorat Kota Bandung dengan menilai dari dokumen-dokumen yang terkait dengan AKIP SKPD.
2. Analisis Pencapaian Indikator Persentase temuan BPK/ Inspektorat yang sudah ditindaklanjuti
Capaian kinerja nyata indikator Persentase temuan BPK/ Inspektorat yang sudah ditindaklanjuti adalah sebesar 100 dari target sebesar 100 yang direncanakan dalam Perjanjian Kinerja Tahun 2015, sehingga persentase capaian kinerjanya adalah 100 % atau sesuai target yang diperjanjikan.
Tahun 2015 adalah tahun kedua renstra, capaian tahun 2015 sebesar 100% bila dibandingkan dengan target akhir renstra kecamatan maka capaian kinerjanya mencapai 100 %.
Pada tahun 2015 temuan BPK sebanyak 1 buah yaitu kelengkapan adminstrasi barang dan sudah dilengkapi dan ditindaklanjuti.
45
BAB IV P E N U T U P
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Kecamatan Bojongloa Kidul Kota Bandung Tahun 2015 ini merupakan pertanggung jawaban tertulis atas penyelenggaraan pemerintah yang baik (Good Governance) Kecamatan Bojongloa Kidul Kota Bandung Tahun 2015. Pembuatan LKIP ini merupakan langkah yang baik dalam memenuhi harapan Inpres No. 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas
Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP). Sebagai upaya untuk
penyelenggaraan pemerintahan yang baik sebagaimana diharapkan oleh semua pihak.
LKIP Kecamatan Bojongloa Kidul Kota Bandung Tahun 2015 ini dapat menggambarkan kinerja Kecamatan Bojongloa Kidul Kota Bandung dan Evaluasi terhadap kinerja yang telah dicapai baik berupa kinerja kegiatan, maupun kinerja sasaran, juga dilaporkan analisis kinerja yang mencerminkan keberhasilan dan kegagalan.
Dengan disusunnya LKIP Kecamatan Bojongloa Kidul Tahun 2015 ini diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk pencapaian target tahun 2015.
Semoga bermanfaat.