• Tidak ada hasil yang ditemukan

Artikel : Improvement Plan 0

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Artikel : Improvement Plan 0"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Artikel : Improvement Plan 1 Merancang sebuah program pengembangan merupakan sebuah program spesifik untuk meningkatkan kinerja karyawan. Dalam hal ini, haruslah terdeskripsikan secara jelas mengenai langkah apa yang akan dilakukan, oleh siapa, dan waktu pelaksanaan.

Dengan melakukan interview, kita akan dapat menentukan salah satu segmen kinerja yang harus diperhatikan terlebih dahulu. Hal ini haruslah ditentukan secara bersama antara manajer dan karyawan. Kriteria pelaksanaannya adalah sebagai berikut:

1. Apa yang dirasa paling penting bagi manajer? Adalah mungkin bagi karyawan untuk dapat meningkatkan kualitas kelemahan mereka yang mengakibatkan adanya masalah, atau mungkin pihak manajer ingin melakukan peningkatan kualitas pada bagian-bagian yang butuh peningkatan secara mutlak.

2. Sisi apa yang paling perlu diperhatikan dari sudut pandang karyawan? Faktor ini mungkin dapat lebih menguatkan motivasi karyawan untuk berkembang, karena karyawan biasanya tidak ingin terjun ke dalam bagian/sisi yang tidak ingin mereka tingkatkan kualitasnya.

3. Pada sisi apa sebuah program peningkatan kualitas dapat membawa dampak dalam waktu singkat? Hal ini dapat menjadi pengalaman kesuksesan bagi k aryawan dan dapat memacu untuk dilakukan peningkatan kualitas pada sisi lemah lainnya.

4. Dalam ranah apakah program peningkatan kualitas dapat memberikan keutungan yang berarti dibandingkan dengan waktu, tenaga, dan biaya yang dikeluarkan? Hal ini dapat menjadi penilaian obyektif berdasarkan fakta dan logika yang ada.

Untuk merancang sebuah program, kita harus memperhatikan empat aspek dalam peningkatan kualitas mutu kinerja.

1. Program haruslah dirancang secara praktikal. Spesifikasi dari rancangan program haruslah

berkorelasi dengan sisi kinerja yang ingin ditingkatkan. Jika program dirancang hanya berdasarkan sintesan teori-teori atau pun materi dari buku, hal ini bukanlah rancangan yang praktikal.

2. Perencanaan program haruslah melihat penggunaan waktu. Suatu program yang akan

dijalankan harus realistis dan ditentukan secara tidak sepihak.

3. Rancangan program harus spesifik. Rancangan ini harus mendeskripsikan secara jelas apa

yang akan dilakukan, contoh: buku panduan program pengembangan kualitas haruslah cocok dengan situasi yang dihadapi dan dituliskan secar mendetail keterangan-keterangannya.

4. Program yang dirancang haruslah disertai komitmen yang kuat. Antara manajer dan

(3)

Artikel : Improvement Plan 2 yang telah dirancang. Kedua-belah pihak haruslah memiliki pandangan yang berbeda terhadap program tersebut.

Persyaratan untuk Melakukan Perubahan Tingkah Laku

Program peningkatan kualitas kinerja dirancang untuk menhantaraakan perusahaan kepada perubahan yang lebih baik. Terdapat lima syarat untuk dapat melaksanakan hal ini.

1. Hasrat/Keinginan. Para karyawan harus memiliki keinginan untuk berubah.

2. Pengetahuan dan ketrampilan. Para karyawan harus mengetahui apa yang harus dilakukan dan bagaimana cara melakukannya.

3. Iklim kerja. Para karyawan harus bekerja dalam iklim kerja yang dapat memberikan kesempatan untuk bekerja sesuai cara masing-masing individu. Faktor terpenting dalam menciptakan iklim kerja adalah peran manajer. Manajer dapat membangun beberapa tipe iklim kerja:

(a) Pencegahan. Ini adalah suatu iklim di mana manajer tidak membiarkan karyawan

untuk melakukan apa yang mereka inginkan.

(b) Mengecilkan hati. Manajer harus dapat membesarkan hati para karyawan untuk

dapat melakukan perubahan atau pun meningkatkan kualitas perilaku kerja mereka melalui diksi kalimat yang mereka ucapkan pad karyawan.

(c) Netral. Manajer membiarkan karyawan melakukan apa yang mereka inginkan.

Manajer cenderung hanya menginginkan hasil tanpa menilik pro sesnya.

(d) Membaesarkan hati. Manajer akan mengucapkan kalimat-kalimat yang dapat

membuat karyawan makin termotivasi.

(e) Menuntut. Manajer akan menuntut untuk adanya perubahan iklim kerja, yang malah

membuat karyawan tidak nyaman dengan kondisi kerja yang ada.

4. Bantuan dan dorongan. Jika seorang karyawan memiliki keinginan untuk berubah, dia akan

membutuhkan motivasi dan bantuan. Jika tidak mendapatkan dorongan dari lingkungan kerja, karyawan akan cenderung malu dan segan untuk mencoba melakukan hal baru untuk dapat berubah menjadi lebih baik.

5. Penghargaan. Karyawan yang mengetahui bahawa mereka akan mendapatkan penghargaan

atau bonus, mereka akan lebih termotivasi untuk berubah menjadi lebih baik. Penghargaan ini dapat berwujud materi dan non-materi.

(4)

Artikel : Improvement Plan 3 Siapa yang akan meangembangkan program?

Program yang disusun haruslah praktikal, memperhatikan efektivitas wwaktu, dan secara spesifik. Implementasi program membutuhkan komitmen dari pihak manajer maupun karyawan sehingga proses implementasi dapat berjalan dengan lancar. Untuk mendapatkan hasil maksimal, bantuan dari pihak professional dapat meningkatkan kualitas mutu pelaksanaan program.

Bagaimana Seharusnya Program Disusun?

Ketika kebutuhan peningkatan mutu telah ditentukan, langkah pertama adalah untuk menilik kembali penyebab munculnya masalah yang ada. Masalah dapat datanga dari pihak manajer, karyawan, maupun situasi kerja perusahaan. Kinerja dari manajer dan karyawan yang buruk dapat memunculkan suatu masalah. Beberapa masalah yang sering muncul adalah:

Melakukan Sesuatu yang Tidak Semestinya Supervisi yang tidak berjarak

Mengkritisi secara berlebihan tiap kesalahan

Kondisi dimana karyawan harus melapor secara langsung kepada manajer jika terjadi kesalahan kerja atau pengambilan keputusan oleh karyawan

Rasa tidak percaya manajer terhadap karyawan Tidak Melakukan Apa yang Semestinya Dilakukan

Tidak melakukan klarifikasi terhadap apa yang diharapkan dari suatu proses kerja Tidak melnemukan kompetensi karyawan untuk menyekesaikan suatu tuga s/pekerjaan Tidak memberikan pujian ketika tugas telah selesai dilaksanakan dengan baik

Tidak memiliki keberadaan yang dekat dengan karyawan

Tidak mendengarkan dan memberikan wadah terhadap saran dan tanggapan aktif karyawan

Tidak adanya komunikasi yang baik Tidak menilik sisi probadi karyawan

Tidak memberikan ruang bagi karyawan untuk mengembangkan kualitas kerja melalui tugas-tugas kerja yang diberikan

Tidak memberikan kesempatan bagi karyawan untuk mencoba hal atau ide baru. Situasi yang Tidak Semestinya

Sarana dan prasarana yang tidak memadahi untuk bekerja Materi yang tidak sesuai

Situasi kerja yang tidak kondusif, mencakup kegaduhan, gangguan, pencahayaan yang buruk, ruang yang kuranng luas, dan banyaknya interupsi ketika jam kerja

Rekan kerja yang tidak profesional

Perubahan dalam metode kerja, prosedur, atau pun sarana yang dapat menghantaarkan masalah bagi karyawan dan perusahaan

Rancangan Peningkatan Mutu Karyawan dan Kinerja Perusahaan

Dalam awal proses pelatihan kerja, kesepakatan mengenai rancangan peningkatan mutu haruslah ditetapkan. Manajer hendaklah segera mengambil keputusan mengenai proses implementasi yang akan diterapkan. Begitu juga dengan karyawan harus segera mengambil keputusan untuk menjalankan program yang telah dirancang sehingga manajer pun segera mengetahui jika ada sisi program yang kurang tepat bagi kebutuhan perusahaan. Jika

(5)

Artikel : Improvement Plan 4 rancangan program tidak realistis untuk diimplementasikan, revisi rancangan program hendaklah disusun sesegera mungkin sehingga perusahan tidak membuang banyak waktu dalam proses transisi perubahan program.

Ringkasan

Peningkatan mutu kinerja hendaklah disusun secara spesifik sehingga dapat secara nyata menghantarkan perusahaan pada tujuan yang diinginkan. Program ini haruslah mencakup apa yang akan dilakukan, siapa pelaksananya , dan waktu pelaksanaan. Untuk meningkatkan efektivitas, program yang disusun haruslah praktikal, menyesuaikan waktu yang tersedia, dan spesifik, dengan komitmen yang kuat dari kedua belah pihak; manajer dan karyawan. Jika memungkinkan, seorang professional dapat menjadi pendamping pelaksanaan. Program yang dirancang pun harus memperhatikan tiga hal spesifik yang akan ditempuh: apa yang akan dilakukan oleh karyawan, oleh manajer, dan ke arah mana situasi atau kondisi akan berubah. Implementasi program adalah tanggung jawab manajer pun karyawan, dengan manajer bertindak sebagai supervisor.

(6)
(7)
(8)

Referensi

Dokumen terkait

Kami satu per satu berkenalan dengan masyarakat, memohon izin untuk melaksanakan pengabdian KKN di Desa Keben, dan meminta partisipasi aktif dari masyarakat

Kita sendiri yang buat untuk kamu, aku harap kita nggak akan terpisahkan Key,”ujar Marsha sambil memakaikan gelang berwarna-warni yang terbuat dari benang yang di kepang..

Evaluasi ekonomi terhadap suatu pabrik bertujuan untuk mengetahui apakah pabrik yang dirancang memenuhi uji kelayakan atau tidak untuk didirikan.. Oleh karena itu pada

Gambar 1(a) dan 1(b) merupakan persamaan regresi linear kadar air PRCR yang disimpan pada suhu 25 ºC, 35 ºC dan 45 ºC selama 8 minggu yang dikemas menggunakan kemasan

Berdasarkan cerita dari Sony dan Yani Afri kepada Pius di tempat penyekapan, mereka mengatakan bahwa mereka memang sempat dilepaskan dari Kodim, tetapi kemudian

Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan (1) pilihan kata yang terdapat dalam kegiatan panjat dinding di

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh perceived ease to use dan subjective norm terhadap intention to use dengan perceived usefulness

menyatakan bahwa faktor eksternal yang mempengaruhi prestasi belajar siswa adalah kualitas dari proses pembelajaran dalam hal ini adalah dengan keberadaan Rintisan Sekolah