PENGARUH NISBAH RIMPANG DENGAN PELARUT DAN LAMA EKSTRAKSI TERHADAP MUTU OLEORESIN JAHE MERAH. (Zingiber officinale var.
Teks penuh
Gambar
Garis besar
Dokumen terkait
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas sitotoksik ekstrak etanol rimpang jahe dan jahe merah terhadap sel kanker payudara T47D dan mengetahui
Hasil penelitian menunjukkan bahwa oleoresin jahe yang diperoleh pada kondisi optimum untuk rendemen dan indeks bias oleoresin jahe, yaitu pada perbandingan bubuk jahe
Hasil penelitian menunjukkan bahwa oleoresin jahe yang diperoleh pada kondisi optimum untuk rendemen dan indeks bias oleoresin jahe, yaitu pada perbandingan bubuk jahe
Dari blok diagram di atas terlihat bahwa variabel bebas yang paling berpengaruh dalam ekstraksi oleoresin jahe secara batch ini adalah waktu ekstraksi, diikuti
1. Warna larutan oleoresin dan ampas bubuk jahe yang dihasilkan setelah proses ekstraksi. Aroma oleoresin dan ampas bubuk jahe yang terekstrak oleh pelarut
Semakin tinggi temperatur, semakin besar rasio F:S, dan semakin kecil ukuran bubuk jahe kering, akan menghasilkan oleoresin dengan rendemen dan kadar minyak atsiri
Hal ini dikarenakan semakin tinggi konsentrasi etanol maka semakin rendah tingkat kepolaran pelarut yang digunakan, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kemampuan pelarut
Pada suhu 50 dan 60 o C pelarut etanol 70% mulai menguap sehingga jumlah pelarut berkurang dan tidak mencukupi untuk mengekstrak jahe, sehingga rendemen