• Tidak ada hasil yang ditemukan

KATA PENGANTAR DAN PENGESAHAN KEPALA PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN BEA DAN CUKAI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KATA PENGANTAR DAN PENGESAHAN KEPALA PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN BEA DAN CUKAI"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

KATA PENGANTAR DAN PENGESAHAN

KEPALA PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN BEA DAN CUKAI

Menunjuk Surat Keputusan Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Bea dan Cukai nomor KEP-46/PP.5/2012 tanggal 23 April 2012 hal Pembentukan Tim Penyusunan Modul Pendidikan dan Pelatihan pada Pusdiklat Bea dan Cukai Tahun Anggaran 2012, maka kepada Sdr. Max Franky Karel Rory, S.T., M.E dan Drs. A. Dimyati, M.M telah ditugaskan menyusun Modul Tata Nilai dan Budaya Organisasi DJBC untuk Diklat Teknis Substantif Spesialisasi (DTSS) Kepatuhan Internal.

Oleh karena modul sebagaimana terlampir telah diseminarkan dan telah dilakukan perbaikan sesuai dengan masukan dan saran hasil seminar, serta mengacu pada peraturan penyusunan modul yang berlaku, maka dengan ini kami nyatakan Modul tersebut sah dan layak untuk menjadi Modul DTSS Kepatuhan Internal di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan.

Pada kesempatan ini kami ucapkan terima kasih kepada penyusun dan semua pihak yang telah membantu penyelesaian modul tersebut.

Demikian kata pengantar dan pengesahan ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

Jakarta, Desember 2012 Kepala Pusdiklat Bea dan Cukai

Agus Hermawan  

   

(3)

Modul Tata Nilai dan Budaya Organisasi - DTSS Kepatuhan Internal |

i  

DAFTAR ISI

Halaman HALAMAN JUDUL……… KATA PENGANTAR……… DAFTAR ISI……… i DAFTAR TABEL ……… v DAFTAR GAMBAR……… vi

PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL……… vii

PETA KONSEP MODUL……… viii

A. PENDAHULUAN 1 Deskripsi Singkat……… 1

2 Prasyarat Kompetensi……… 3

3 Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar……… 3

4 Relevansi Modul...………. 4

B. KEGIATAN BELAJAR Kegiatan Belajar 1 KONSEPSI TATA NILAI & BUDAYA ORGANISASI 1.1. Uraian dan Contoh A. Struktur Dasar Konseptual Organisasi………..… B. Pengertian dan Fungsi Tata Nilai & Budaya Organisasi………… 4 8 1.2. Rangkuman………10

1.3. Tes Formatif 1……… 11

1.4. Umpan Balik dan Tindak Lanjut...……….13

Kegiatan Belajar 2 TATA NILAI & BUDAYA ORGANISASI DJBC 2.1. Uraian dan Contoh A. Nilai-Nilai Dasar Budaya Kerja Aparatur Negara……… B. Nilai-Nilai Kementerian Keuangan... 14 25 C. Aplikasi Tata Nilai & Budaya pada DJBC……….. 29

2.2. Rangkuman……… 36

2.3. Tes Formatif 2 ……….…… 37

2.4. Umpan Balik dan Tindak Lanjut... 40

PENUTUP……….... 41

TES SUMATIF………. 42

KUNCI JAWABAN……….. 43

GLOSSARY...46

(4)

ii

 

| Modul Tata Nilai dan Budaya Organisasi - DTSS Kepatuhan Internal

PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL

Sebelum anda mempelajari modul ini, sebaiknya anda membaca terlebih dahulu petunjuk penggunaan berikut ini.

1) Dalam modul ini disediakan peta konsep yang mengambarkan hubungan kasualitas materi dalam kegiatan belajar yang satu dengan yang lainnya. Dengan peta konsep tersebut akan memudahkan Anda dalam memahami kompetensi apa saja yang harus dikuasai agar tercapai standar kompetensi yang diinginkan.

2) Mata diklat ini memiliki alokasi waktu sebanyak 6 jamlat dengan modul yang terbagi atas 2 kegiatan belajar. Pembagian kegiatan belajar tersebut telah disesuaikan dengan alur implementasinya sehingga pemahaman satu materi akan sangat penting sebagai modal Anda dalam memahami kegiatan belajar berikutnya.

3) Di setiap akhir bagian kegiatan belajar terdapat tes sumatif yang disediakan guna menguji tingkat pemahaman Anda setelah memperoleh pengajaran. Jawablah setiap pertanyaan dalam tes tersebut, dan nilai yang anda peroleh agar dijadikan sebagai umpan balik untuk menilai lagi apakah materi dalam kegiatan belajar sudah Anda kuasai dengan baik atau belum.

4) Guna memudahkan Anda dalam memahami materi dalam modul ini, Pengajar nantinya akan banyak melakukan simulasi atau latihan selama proses pembelajaran berlangsung.  

                       

(5)

Modul Tata Nilai dan Budaya Organisasi - DTSS Kepatuhan Internal |

iii  

 

PETA KONSEP

Dalam mempelajari modul ini, agar lebih mudah dipahami maka disarankan kepada peserta diklat untuk mempelajari peta konsep modul. Dengan demikian, pola pikir yang sistematik dalam mempelajari modul dapat terjaga secara berkesinambungan selama mempelajari modul.

 

KB. I

KONSEPSI TATA NILAI & BUDAYA ORGANISASI

A. Struktur Dasar Konseptual Organisasi B. Pengertian dan Fungsi Tata Nilai & Budaya

Organisasi

KB. II TATA NILAI &

BUDAYA ORGANISASI DJBC

A. Nilai-Nilai Dasar Budaya Kerja Aparatur Negara

B. Nilai-Nilai Kementerian Keuangan C. Aplikasi Tata Nilai & Budaya pada DJBC

(6)

Modul Tata Nilai dan Budaya Organisasi DJBC

Modul Tata Nilai dan Budaya Organisasi – DTSS Kepatuhan Internal |   1   1. DESKRIPSI SINGKAT

Program reformasi birokrasi yang dicanangkan oleh Kementerian Keuangan sejak tahun 2004, telah membawa angin perubahan yang sangat besar dampaknya bagi seluruh institusi di jajaran Kementerian Keuangan. Masing-masing unit kerja di lingkungan Kementerian Keuangan termasuk Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dituntut untuk membuktikan kepada masyarakat Indonesia bahwa program reformasi birokrasi yang dijalankan akan menciptakan pengelolaan keuangan negara yang profesional, efisien dan efektif serta memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

Pelaksanaan reformasi birokrasi Departemen Keuangan dibangun atas tiga pilar utama, yaitu: penataan organisasi, perbaikan proses bisnis dan peningkatan kualitas manajemen sumber daya manusia (SDM). Salah satu bentuk pelaksanaan program reformasi birokrasi dalam sistem pengendalian internal yang dijalankan oleh DJBC adalah Unit Kerja Kepatuhan Internal atau yang biasa disingkat UKKI. Tujuan utama pembentukan unit pengendalian internal tersebut adalah untuk menjamin bahwa setiap unit kerja di dalam organisasi dan juga seluruh individu yang terlibat di dalamnya telah melaksanakan tugas dengan baik sesuai standar operating prosedure (SOP) yang telah ditetapkan.

Dengan latar belakang tersebut, modul Tata Nilai dan Budaya Organisasi disusun untuk diajarkan pada DTSS Kepatuhan Internal, akan tetapi modul ini juga dapat digunakan pada Diklat lain yang membutuhkan. Untuk memberikan gambaran secara menyeluruh mengenai penyajian materi pembahasan, modul ini disusun dalam dua kegiatan belajar. Materi yang akan disajikan pada kegiatan belajar pertama berkaitan dengan Konsepsi Tata Nilai dan Budaya Organisasi.

(7)

2

Mo

Modul Tata Nilai dan Budaya Organisasi – DTSS Kepatuhan Internal

Materi bahasannya akan mencakup struktur dasar konseptual organisasi serta pengertian dan fungsi tata nilai dan budaya organisasi. Materi kegiatan belajar kedua akan berisi mengenai Tata Nilai dan Budaya Organisasi DJBC. Materi ini akan mencakup Nilai-nilai dasar budaya kerja aparatur Negara, Nilai-nilai Kementerian Keuangan dan Aplikasi Tata Nilai dan Budaya pada DJBC.

Untuk pengayaaan dan pengembangan materi ini kami peroleh melalui proses pengamatan dan menggali informasi dari Narasumber yang berkompeten serta dari beberapa referensi tulisan lainnya. Untuk memudahkan penyampaian dan juga untuk memenuhi kurikulum DTSS Kepatuhan Internal ini, sistematika penulisan mengacu kepada Garis-Garis Besar Program Pengajaran yang telah ditetapkan.

2. PRASYARAT KOMPETENSI

Prasyarat siswa untuk mengikuti diklat ini adalah sebagai berikut: 1. Pangkat minimal II/c;

2. Berkualifikasi sebagai pelaksana pemeriksa, 3. Usia maksimal 45 Tahun;

4. Berkepribadian tanggap, tegas dan cekatan;

5. Memiliki motivasi yang tinggi untuk mengikuti diklat; 6. Sehat jasmani dan rohani;

7. Tidak Pernah dan Tidak sedang menjalani atau dalam proses penjatuhan hukuman disiplin;

8. Tidak sedang mengikuti diklat lain; 9. Ditunjuk oleh Sekretaris DJBC

3. STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR

Standar kompetensi.

Standar kompetensi yang ingin dicapai terhadap siswa yang mempelajari modul ini adalah agar siswa mampu melaksanakan nilai-nilai dan budaya organisasi dalam pekerjaan sehari-hari.

(8)

Modul Tata Nilai dan Budaya Organisasi DJBC

Modul Tata Nilai dan Budaya Organisasi – DTSS Kepatuhan Internal |   3   Kompetensi Dasar.

Kompetensi dasar yang diharapkan setelah mempelajari modul ini adalah agar peserta mampu :

1. Melaksanakan nilai-nilai dan budaya organisasi dalam pekerjaan sehari-hari. 2. Mengajak pegawai yang lain untuk melaksanakan nilai-nilai dan budaya

organisasi dalam pekerjaan sehari-hari .

4. RELEVANSI MODUL

Relevansi modul terhadap tugas pekerjaan yang akan dijalankan peserta diklat adalah sebagai berikut :

1. Materi modul ini diharapkan dapat memberikan pemahaman dan wawasan yang tepat mengenai nilai-nilai dan budaya yang seharusnya dianut oleh pegawai DJBC dalam menjalankan tugas sehari-hari.

2. Materi modul ini telah disesuaikan dengan perkembangan terbaru (update) dari nilai-nilai organisasi termasuk nilai-nilai pegawai Kementerian Keuangan.

Referensi

Dokumen terkait

Ketiga, metode cluster hanya dapat digunakan untuk mengisi data curah hujan yang kosong jika hasil dari analisis cluster juga menunjukkan koefisien korelasi yang tinggi

– Validitas logis: suatu instrument yang memenuhi persyaratan valid berdasarkan hasil penalaran atau instrument yang disusun sudah berdasarkan teori penyusunan instrument. Validitas

Penyelenggaraan Ujian Sertifikasi Ahli Kepabeanan dapat dilakukan melalui metode dalam jaringan (daring) dan/atau luar jaringan (luring). Dalam penyelenggaraan Ujian Sertifikasi

CALON PESERTA UJIAN SERTIFIKASI AHLI KEPABEANAN PERIODE BULAN JULI TAHUN ANGGARAN 2021 YANG DINYATAKAN TIDAK LULUS VERIFIKASI DOKUMEN Keterangan : Urut berdasarkan USULAN

[r]

schools may decrease private tutoring for high school students but increase for elementary and. middle school students, we added interaction variables between school choice and

Bersama ini kami sampaikan undangan Pembuktian Kualifikasi paket Pengadaan Perlengkapan Rumah Jabatan Gubernur Maluku, yang akan dilaksanakan dengan jadwal

Daftar calon peserta yang tercantum dalam lampiran pengumuman ini, dinyatakan Sah mengikuti Ujian Sertifikasi Ahli Kepabeanan Periode Bulan Oktober Tahun Anggaran 2021, yakni

Seperti telah di terangkan istilah diadik dan triadic dalam ilmu komunikasi adalah komunikasi antarpribadi, bukan komunikasi kelompok, sedangkan dalam social diad (dyad) dan

Menggunakan model example non-example (contoh non- contoh) dapat mengatasi kesulitan belajar dalam pembelajaran menulis teks cerita fabel. Menumbuhkan motivasi belajar

Pemberian fraksi air ekstrak etanol kulit buah salak secara oral pada dosis 100, 150 dan 200 mg/kgBB mempunyai efek penurunan kadar glukosa darah pada tikus putih

Keaktifan siswa adalah keterlibatan siswa dalam bentuk sikap, pikiran, perhatian dalam kegiatan belajar guna menunjang keberhasilan proses belajar mengajar dan

[r]

Kegiatan ini dilakukan setelah melakukan tindakan dalam hal ini pengamat dapat memilah dan meilih tentang hal yang telah dirancang sebelumnya untuk mengumpulkan

[r]

Adapun tanggungjawab pelaku usaha pengiklan jika terjadi kerugian yang dialami oleh konsumen yaitu pertanggungjawaban pidana karena iklan yang berisi kebohongan atau penipuan

Nilai soft skill yang diharapkan adalah mahasiswa dapat bekerjasama, bertanggung jawab, berani mengemukakan pendapat dan bertanya, menghargai pendapat orang lain,

Berbagai penelitian yang sudah dilakukan membuktikan bahwa perlakuan matriconditioning dapat meningkatkan viabilitas dan vigor benih lebih baik dibandingkan dengan perlakuan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, dapat ditarik kesimpulan bahwa Hasil ana- lisis menunjukkan bahwa variabel kesiapan

Dalam skema FTA yang ada yang diikuti oleh Indonesia, aturan khusus tersebut ditafsirkan apabila dalam daftar PSR yang disepakati bahwa suatu produk dapat

a) Melakukan perbaikan dengan cara mencoret informasi yang salah, kemudian menggantinya dengan yang benar, dengan diberikan paraf dan stempel kecil, sesuai

Buku penilaian untuk unit kompetensi Menentukan Jenis Produk Yang Akan Diusahakan dibuat sebagai konsekuensi logis dalam pelatihan berbasis kompetensi yang

Hasil Karya Pengrajin berbentuk Panel Pelatihan yang dilakukan juga memberi pemahaman kepada pengrajin bahwa mereka dituntut untuk terus mengembangkan kemampuan diri mereka secara