• Tidak ada hasil yang ditemukan

BANJIR DI IBU KOTA Tanggal 5 Oktober 201

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "BANJIR DI IBU KOTA Tanggal 5 Oktober 201"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

DAMPAK BANJIR DI IBU KOTA TERHADAP

LINGKUNGAN MASYARAKAT Oktober 2015

A.LATAR BELAKANG

Di setiap musim hujan, banjir menjadi salah satu masalah yang serius. Wilayah Jakarta, tangerang, dan Bekasi yang sebelumnya tidak pernah terkena banjir kini tidak bias mengelak lagi. Pada umumnya banjir disebabkan oleh kecerobohan masyarakatnya, seperti membuang sampah ke tempat penampungan air, serta membangun permukiman di daerah-daerah resapan air hujan. Akibatnya tempat penampungan air hujan tidak dapat lagi menampung air hujan yang terus bertambah sehingga banyak daerah-daerah/ wilayahnya yang terendam dengan air.

Jakarta merupakan salah satu daerah yang rawan banjir. Karena hampir setiap kali musim penghujan, wilayah Jakarta selalu terendam air. Secara geomorfologis, 40% wilayah Jakarta terdiri dari dataran rendah pantai dengan ketinggian kurang dari 10m, bahkan di beberapa tempat berada di kurang lebih 1m di bawah muka air pasang (maksimum). Jakarta merupakan daerah aliran 13 sungai yang bermuara di Teluk Jakarta. Daerah aliran 13 sungai juga menyebar merata di semua wilayah Jakarta. Oleh karena itu, secara alamiah daerah dengan ketinggian rendah akan terendam.

Banjir di Jakarta juga terjadi karena penggunaan lahan di kawasan DAS Ciliwung tidak sesuai dengan kaidah-kaidah konservasi tanah. Akibatnya, sebagian besar air hujan tidak terserap tanah, tetapi mengalir di permukaan tanah, lalu langsung masuk ke sungai. DAS Ciliwung ada topografinya sehingga di mana pun air jatuh di DAS itu pada akhirnya mengalir ke Sungai Ciliwung. Beberapa kali banjir melanda Jakarta dan merenggut korban jiwa dan harta benda penduduk. Selain besarnya curah hujan yang ada, banyak faktor yang mempengaruhi besarnya banjir yang terjadi di kota Jakarta.

Tujuan :

Memberikan pemahaman tentang penyebab peristiwa banjir di Jakarta dan penanganan yang seharusnya dilakukan.

Rumusan Masalah :

(2)

LANDASAN TEORI

Peristiwa Banjir di Jakarta

Banjir adalah peristiwa tergenangnya daratan, yang biasanya kering, oleh air yang berasal dari sumber-sumber air di sekitar daratan. Banjir merupakan bencana alam yang tidak mungkin dapat dicegah oleh manusia. Namun manusia dapat melakukan upaya-upaya tertentu untuk mengurangi resiko banjir. Di daerah permukiman kita bisa meningkatkan infiltrasi air ke tanah, misalnya kita tidak membuat talang air untuk mengalirkan air hujan langsung ke selokan, air hujan biarkan jatuh ke halaman rumah. menghimbau agar masyarakat tidak membuang sampah ke tempat penampungan air, mengadakan penyuluhan-penyuluhan tentang banjir, tidak melakukan penebangan hutan di DAS bagian hulu, melakukan pengerukan sedimen di daerah hilir.

Banjir terjadi karena sumber-sumber air tidak mampu lagi menampung banyaknya air, baik air hujan, salju yang mencair, maupun air pasang sehingga air meluap melampaui batas-batas sumber air. Air yang meluap tersebut juga tidak mampu diserap oleh daratan di sekitarnya sehingga daratan menjadi tergenang. Hujan yang sangat deras dan dalam waktu yang lama merupakan penyebab terjadinya banjir yang umum terjadi di seluruh dunia.

Penyebab Banjir

Bencana alam, seperti banjir, yang terjadi pada tahun 2014 dan yang berlanjut sampai awal tahun 2015 kalau ditelusuri disebabkan oleh dua kelompok faktor yakni faktor yang tidak dapat dikendalikan manusia dan faktor yang dapat dikendalikan manusia. Curah hujan kecepatan angin, dan geologi merupakan contoh faktor yang tidak dapat dikendalikan oleh manusia. Penelusuran faktor-faktor yang berpengaruh pada peristiwa alam yang menimbulkan bencana dua tahun terakhir ini menunjukkan bahwa ada faktor alamiah yang tidak bisa dikendalikan manusia, tetapi juga banyak faktor yang sebetulnya berasal dari intervensi manusia, termasuk arah kebijakan yang tidak tepat. Curah hujan dan intensitas hujan yang tinggi, angin kencang, gempa bumi, dan letusan gunung berapi merupakan contoh-contoh faktor alam yang tidak bisa dikendalikan manusia. Sedangkan masalah illegal logging di kawasan hutan, pemukiman, dan budidaya pertanian di lereng gunung merupakan bentuk intervensi yang sebetulnya dapat dikendalikan manusia.

(3)

Wilayah Rawan Banjir

Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) memprediksi beberapa daerah di DKI Jakarta rawan banjir. Daerah rawan banjir dibagi menjadi dua kategori, yaitu daerah rawan banjir tinggi dan sedang. Yang termasuk daerah rawan banjir tinggi adalah Cengkareng Barat, Kedaung Kali Angke, Kapuk, Kelapa Gading Barat, Utan Kayu Selatan, Kayumanis, Balimester, Kampung Melayu, Pisangan Baru dan Cipinang Melayu. Sedangkan daerah rawan banjir sedang antara lain Pegadungan, Semanan, Kamal, Kapuk Muara, Desa Baru, Kebon Jeruk, Pademangan Barat, Menteng, Kuningan Barat, Rawa Barat, Gunung Sahari Selatan, Bungur, Senen, Tanah Tinggi, Kramat, Gondangdia, Tugu Selatan, Tugu Utara, Kebon Bawang, Sungai Bambu, Kebon Pala, Cawang, Cililitan, Kelapa Dua Wetan, dan Kramat Jati.

Dampak Banjir

Dampak positif dari banjir adalah menyuburkan tanah di daerah sepanjang aliran karena banjir mengangkut tanah yang subur dari hulu. Adapun dampak negatifnya adalah korban yang meninggal hingga saat ini mencapai 14 orang, sementara pengungsi mencapai 365 ribu orang lebih, melumpuhkan kegiatan manusia, menghanyutkan tanaman dan lapisan humus tanah, merusak rumah dan harta benda, Menggenangi daerah pertanian, memutus hubungan transportasi, mengurangi persediaan air bersih.

Dampak dari banjir juga dapat mengakibatkan munculnya:

1. Bakteri patogen terutama penyakit penyebab tipus, paratipus, kolera, disentri, selalu dijumpai di air selokan, sungai, dan tentu saja air banjir. Penyebabnya antara lain akibat air keruh, banyak kotoran manusia dan sampah yang membusuk.

2. Bakteri penghasil toksin atau racun, yang sering menyebabkan keracunan makanan secara massal misalnya makanan katering di pesta atau pabrik. Bakteri ini tergolong aerobik seperti Pseudomonas ataupun anaerobik seperti Clostridium yang dapat mematikan.

3. Jamur penghasil mikotoksin (racun jamur) yang di samping merupakan penyebab keracunan makanan, juga bersifat karsinogenik atau dapat menyebabkan kanker. Ini bisa dilihat tumbuh pada tepung atau hasil olahannya yang berwarna kebiruan, kehijauan, atau warna lainnya.

4. Curah hujan di kawasan hulu juga bisa membawa spora (bibit) jamur liar yang kemudian tumbuh di lapangan, kebun ataupun pekarangan rumah. Waspadai jamur ini karena beracun dan dapat mematikan kalau dimakan.

5. Mikroba terutama bakteri yang menimbulkan terjadinya korosi pada berbagai bahan bangunan dan peralatan rumah tangga, rel kereta api, tiang dan kerangka jembatan, pipa PAM maupun pipa lainnya. Mikroba juga merusak tembok, yang diawali dengan tumbuhnya jamur berwarna gelap (hitam, biru, merah, hijau).

(4)

Setelah mempelajari dengan saksama berbagai aspek penyebab banjir, Substansinya adalah mengendalikan aliran air dari hulu sungai dan membatasi volume air masuk kota. Karena itu, perlu dibangun saluran kolektor di pinggir selatan kota untuk menampung limpahan air, dan selanjutnya dialirkan ke laut melalui tepian barat kota. Saluran kolektor yang dibangun itu kini dikenal sebagai "Banjir-Kanal" yang memotong Kota Jakarta dari Pintu Air Manggarai bermuara di kawasan Muara Angke. Pencegahan di wilayah hulu, yaitu dengan membangun beberapa bendungan untuk penampungan sementara, sebelum air di alirkan ke hilir. Usaha yang dapat dilakukan untuk penanggulangan banjir adalah menjauhkan permukiman, industri dan pusat pertumbuhan lainnya dari daerah banjir yang sudah secara historis dipetakan oleh hujan. Untuk mengurangi kerugian banjir akibat hujan, perlu dikembangkan peringatan dini. Caranya, dengan mengukur tinggi hujan di berbagai tempat, lalu dibuat kurva hubungan antara curah hujan (tinggi hujan) dengan tinggi muka air sungai yang akan terjadi.

Daerah aliran sungai (DAS) adalah wilayah yang potensial menjadi daerah tangkapan air hujan yang akan mengalirkan ke sungai yang bersangkutan. Perubahan fisik yang terjadi di DAS akan berpengaruh langsung terhadap retensi DAS terhadap banjir. Retensi DAS adalah kemampuan DAS untuk menahan air di bagian hulu. Perubahan tata guna lahan, misalnya dari hutan dijadikan perumahan, perkebunan atau lapangan golf akan menyebabkan retensi DAS ter-sebut berkurang secara drastis. seluruh air hujan akan dilepaskan DAS ke arah hilir. Sebaliknya semakin besar retensi suatu DAS semakin baik, karena air hujan dapat dengan baik diresapkan (diretensi) dan secara perlahan-lahan dialirkan ke sungai hingga tidak menimbulkan banjir di hilir. Pemerintah menyatakan, penanggulangan masalah banjir di wilayah Jabotabek sebagai bagian dari rencana menyeluruh selama 10 tahun akan dimulai pada April 2002. sebagai permulaan program tersebut adalah perbaikan Pintu Air Manggarai sehingga mampu menampung kapasitas air yang masuk, meningkatkan kapasitas Banjir Kanal Barat dari 300 m3/dt saat ini menjadi 350 m3/dt. Selain itu, meningkatkan polder-polder (penampungan air) yang ada, memperbanyak pompa dan membangun rumah susun untuk warga yang terkena bencana banjir. Pemda diminta untuk menyediakan tempat penampungan bagi pengungsi banjir di 80 titik rawan banjir. Mengenai penataan wilayah Bogor, Puncak, Cianjur (Bopunjur) pemerintah tengah memikirkan untuk memberi intensif bagi wilayah Bopunjur jika nantinya kawasan tersebut dikembalikan fungsinya sebagai daerah resapan. Juga melakukan penutupan dan peninggian tanggul kritis serta menanggulangi kerusakan tebing akibat erosi.

Di daerah permukiman juga kita bisa meningkatkan infiltrasi air ke tanah. Misalnya, kita tidak membuat talang air untuk mengalirkan air hujan langsung ke selokan. Air hujan biarkan jatuh ke halaman rumah. Karena itu, pembangun properti harus diberi panduan membuat sumur resapan dan diwajibkan untuk membuatnya. Jika air yang jatuh ke atap seluas 500 meter persegi itu masuk ke dalam tanah. Ini akan membantu meningkatkan cadangan air tanah.

PENUTUP

(5)

Banjir adalah peristiwa tergenangnya daratan, yang biasanya kering, oleh air yang berasal dari sumber-sumber air di sekitar daratan. Banjir merupakan bencana alam yang tidak dapat dicegah oleh manusia. Banjir terjadi karena sumber-sumber air tidak mampu lagi menampung banyaknya air, baik air hujan, salju yang mencair, maupun air pasang sehingga air meluap melampaui batas-batas sumber air. Banjir disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor yang dapat dikendalikan oleh manusia dan faktor yang tidak dapat dikendalikan oleh manusia.

Akibat banjir, belasan orang meninggal terbawa arus banjir, melumpuhkan kegiatan sektor wisata, juga mengakibatkan munculnya berbagai macam jenis bakteri Setelah mempelajari dengan saksama berbagai aspek penyebab banjir, Substansinya adalah mengendalikan aliran air dari hulu sungai dan membatasi volume air masuk kota, meningkatkan polder-polder (penampungan air) yang ada, memperbanyak pompa dan membangun rumah, membuat talang air untuk mengalirkan air hujan langsung ke selokan, dan membuat sumur resapan.

Saran

Untuk mengurangi peristiwa banjir, sebaiknya pemerintah melakukan peringatan dini. Tinggi muka air sungai di daerah hulu harus selalu dipantau untuk dapat memberikan peringatan lebih awal. Dengan demikian, penduduk dapat disiapkan untuk mengamankan diri dan barang-barangnya beberapa jam sebelum banjir terjadi. Pemerintah DKI Jakarta dan Jawa Barat juga melakukan kerjasama menangani masalah DAS Ciliwung. Mengatasi banjir di hilir (Jakarta), yang pertama prinsipnya adalah meningkatkan infiltrasi air di daerah hulu DAS Ciliwung, yakni daerah atas dari Jakarta.

Selain itu pemerintah DKI Jakarta perlu membuat tim mitigasi bencana banjir yang solid dan profesional sehubungan banjir di Jakarta saat ini sudah menjadi tradisi tiap musim penghujan.

Nama kelompok :

Referensi

Dokumen terkait

Perhitungan dengan bantuan menggunakan program SPSS versi 19.0, di dapat angka Log Determinant untuk kategori Presatsi Akademik Mahasiswa KURANG ( IPK <3)

 Lumpur Lapindo Brantas yang memiliki densitas dan viskositas masing-masing 2.5 g/cc dan 5 cp akan dipindahkan dari Porong-Sidoarjo (sumber lumpur) menuju 2 buah Sungai (A dan

Kepuasan Pengguna Sistem Informasi Akademik (Siakad Online) Di FKIP UNS dan Pengaruhnya terhadap Manfaat Peningkatan Kualitas Pembelajaran. Program Studi Pendidikan Ekonomi

Pada saat pengakuan awal, Perusahaan mengklasifikasikan instrumen keuangan dalam kategori berikut: aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba

Akuntasi pertanggungjawaban sebagai alat pengendalian biaya produksi pada Perusahaan Rokok PT.Semanggimas Agung Tulungagung dapat dikatakan baik jika memenuhi 3 (tiga) syarat

Yang dimaksud dengan “Surat Keterangan Pencatatan Sipil” adalah surat keterangan yang diterbitkan oleh lembaga yang berwenang sebagai pengganti sementara kutipan akta

Limbah perkebunan dan hasil ikutan pengolahan tepung sagu dapat dijadikan sebagai pakan komplit fermentasi yang menghasilkan PBBH sapi Bali yang sama hingga pemberian

terjadi dengan adanya penempatan surat – surat berharga yang dimiliki oleh suatu bank sehingga pendapatan bank dan laba akan meningkat dan juga ROA