PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM
F2OF: UPAYA KONSERVASI TERUMBU KARANG MELALUI MCS (MONITORING,CONTROLING DAN SURVEILLANCE) DALAM MEWUJUDKAN EDUCOTOURISM MASYARAKAT PESISIR
DI TELUK TRIGI KECAMATAN WATULIMO KABUPATEN TRENGGALEK.
BIDANG KEGIATAN PKM-M
Diusulkan oleh :
M. Aris Munandar 125080601111044 (2012) Tanu Wijaya 125080601111067 (2012) Azmi Fadli Aprilyanda 125080601111030 (2012)
UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG
i 1. Judul Kegiatan : F2OF: Upaya Konservasi Terumbu Karang Melalui MCS (Monitoring,Controling dan Surveillance) dalam Mewujudkan Educotourism Masyarakat Pesisir di Teluk Trigi, Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek.
2. Bidang Kegiatan : ( ) PKM-P ( ) PKM-K ( ) PKM-T ( ) PKM-M 3. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap : M. Aris Munandar
b. NIM : 125080601111044
c. Jurusan : Ilmu Kelautan
d. Universitas/Institut/Politeknik : Universitas Brawijaya
e. Alamat Rumah/no Hp :Jln.Kertosentono No 60A /085788014642
f. Alamat email : [email protected] 4. Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis : 2
5. Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap dan Gelar : Dr. Ir. Guntur, MS
b. NIDN : 19580605 198601 1 001
c. Alamat Rumah dan No Tel./Hp : Jln. Ursaminor 1, Malang
Malang, 15 Januari 2013 Menyetujui
Pembantu Dekan III
(DR. Ir. Harsuka Riniwati) NIP. 19660604 199002 2 002
Ketua Pelaksana Kegiatan
(M. Aris Munandar) NIM.125080601111044
Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan
(Ir. H. RB. Ainurrasjid, MS.) NIP. 19550618 198103 1 002
Dosen Pendamping
ii DAFTAR ISI
HALAMAN PENGESAHAN ... i
DAFTAR ISI ... ii
DAFTAR TEBEL ... iii
DAFTAR GAMBAR ... iv
A. JUDUL PROGRAM KEGIATAN MAHASISWA ... 1
B. LATAR BELAKANG ... 1
C. RUMUSAN MASALAH ... 3
D. TUJUAN PRROGRAM ... 4
E. LUARAN YANG DIHARAPKAN ... 4
F. KEGUNAAN ... 4
G. GAMABARAN UMUM MASYARAKAT ... 5
H. METODE PELAKSANAAN ... 7
I. JADWAL KEGIATAN PROGRAM ... 11
J. RANCANGAN BIAYA ... 11
K. LAMPIRAN Lampiran 1 ... 11
iii DATA GAMBAR
iv DATAF TABEL
1 A. JUDUL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA
F2OF: Upaya Konservasi Terumbu Karang Melalui MCS (Monitoring,Controling dan Surveillance) dalam Mewujudkan Educotourism Masyarakat Pesisir di Teluk Trigi, Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek.
B. LATAR BELAKANG
Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, memiliki sumberdaya alam hayati laut yang potensial seperti sumberdaya terumbu karang. Terumbu karang dan segala kehidupan yang terdapat di dalamnya merupakan salah satu kekayaan alam yang bernilai tinggi. Manfaat yang terkandung di dalam ekosistem terumbu karang sangat besar dan beragam, baik manfaat langsung dan manfaat tidak langsung.
Eksploitasi sumberdaya alam di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil secara besar-besaran tanpa mempertimbangkan kelestariannya, berdampak pada menurunnya kualitas lingkungan hidup di wilayah tersebut, termasuk terumbu karang. Menurut hasil penelitian Pusat Pengembangan Oseanologi (P2O) LIPI yang dilakukan pada tahun 2000, kondisi terumbu karang Indonesia 41,78% dalam keadaan rusak, 28,30 % dalam keadaan sedang, 23,72 % dalam keadaan baik, dan 6,20 % dalam keadaan sangat baik. Hal ini menunjukkan telah terjadi tekanan yang cukup besar terhadap keberadaan terumbu karang di indonesia pada umumnya oleh beberbagai ancaman dan faktor-faktor penyebab kerusakan.
2 dilaut. Wilayah pesisir Indonesia merupakan pusat keanekaragaman hayati yang luar biasa, setidaknya sekitar 30% total luas hutan mangrove dunia dan 18% total terumbuu karang dunia terdapat di Indonesiadan lebih dari 60% atau sekitar 140 juta penduduk indonesia bertempat tinggal dalam radius 50 kilometer dari garis pantai (DKP, 2002)
Demikian juga halnya dengan Kawasan Teluk Prigi dan sekitarnya yang berada didalam Kecamatan Watulimo Kaupaten Trenggalek. Kawasan ini juga mempunyai potensi sumber daya alam pesisir dan lautan serta jasa – jasa lingkungan khususnya terubu karang, yang memiliki prospek perokonomian yang mampu untuk mendorong pertumbuhan dan pengembangan permukiman dan kegiatan ekonomi serta sosial lainya disekitar kawasan tersebut.
Telah sejak lama, masyarakat setempat memanfaatkan potensi sumber daya hayati laut yang ada pada terumbu karang dikawasan tersebut, untuk memenuhi kebutuhan hidup. Berbagai spesies langka yang merupakakn spesies yang dilindungi. Seiring dengan meningkatnya berbagai aktivitas penangkapan di laut yang kurang memperhatikan lingkungan telah menimbulkan berbagai tekanan terhadap kondisi kondisi terumbu karang dikawasan tersebut. Bedasarkan hasil survey menunjukkan bahwa secara umum kondisinya sedang hingga bagus dengan luas penutupan karang hidup sebesar 50-74,9%. Namun demikian terdapat kondisi terumbu karang yang buruk atau rusak di beberapa lokasi dikawasan tersebut (Teluk Prigi).
3 dan data tersebut dapat dijadikan dasar kebijakan dalam pengelolaan kawasan tersebut kedepanya.
Rusaknya terumbu karang, pada kawasan Teluk Prigi dn sekitarnya tentu akan megancam produktifitasnya sekecil apapun tingkat kerusakan tersebut. Pada akhirnya memiliki konsekuensi sosial dan ekonomi yang serius bagi masyarakat lokal khusunya nelayan tradisional yang bergantung pada sumberdaya terumbu karang. Mengingat justru mereka inilah yang seingkali hidup dibawah garis kemiskinan. Maka dari itu terbentuklah seebuah konsep F2OF (Focus for Ocean Future) Upaya Konservasi Terumbu Karang Melalui MCS (Monitoring,Controling dan Surveillance) dalam Mewujudkan Educotourism Masyarakat Pesisir di Teluk Trigi, Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek dan dengan adanya konsep tersebut diharapkan masyarakat yang dulunya tidak mengetahui betapa pentingnya ekosistem terumbu karang sekarang mengetahui dan menyadarinya serta dapat menambah pendapatan mereka.
C. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan, maka dapat disusun rumusan masalah yang akan dijadikan pokok pembahasan karya tulis ini, yaitu: 1. Bagaimana memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada masyarakat di
Teluk Prigi Kabupaten Trengalek tentang ekosistem terumbu karang dan hal – hal yang terkait dengan keberadaan terumbu karang baik ssecara aspek biologi, ekologi, dan konsepsi?
2. Bagaimana meminimalisir kerusakan terumbu karang yang disebabkan oleh ulah manusia yang melakukan kegiatan dilaut yang merusak terumbu karang untuk tujuan komersial?
3. Bagaimana memberikan tempat wisata yang indah, bersih, aman dan mendidik berbasis konservasi terumbu karang?
4 D. TUJUAN PROGRAM
Tujuan yang ingin dicapai dari usulan PKM-M dari judul diatas adalah: 1. Memberikan pengetahuan dan pemahaman mengenai ekosistem terumbu
karang baik secara aspek biologi, ekologi, konsepsi kepada masyarakat pesisir, yang nantinya disampaikan kepada masyarakat pengunjung.
2. Memanajemen ekosistem terumbu karang agar tidak terdegradasi dan menjadi tujuan wisata yang menjadi pendapatan masyarakat setempat. 3. Terbentuknya pengembangan kawasan ekowisata bahari berbasis
konservasi ekosistem terumbu karang yang indah, bersih, aman dan memperikan pengetahuan kepada pengunjung.
4. Meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir yang berjasa melindungi kawasan terumbu karang melalui ekowisata bahari.
E. LUARAN YANG DIHARAPKAN
Luaran yang diharapkan setelah tercapainya program ini adalah masyarakat sekitar Teluk Prigi mengetahui betapa pentingnya menjaga kelestarian ekosistem terumbu karang dengan suatu konsep dan pengembangan kawasan ekowisata bahari berbsasis konservasi ekosistem terumbu karang sebagai cara untuk memperbaiki ekosistem laut dan pengembangan pariwisata yang nantinya akan disampaikan kepada pengunjung, sehingga kelestarian akan alam dapat dijaga bersama – sama. Selain itu, masyarakat yang dulunya hanya berdasarkan pemahamannya sendiri sekarang memiliki keahlian atau keterampilan dalam hal konservasi terumbu karang sehingga tercapainya kawasan ekowisata bahari yang bersih, indah dan bermanfaat bagi pengunjung yang tertunya berdampak pula pada meningkatnya pendapatan masyarakat pesisir.
F. KEGUNAAN
1. Bagi Khalayak Sasaran
5 2. Bagi Pelaksana
Sebagai sarana untuk menerapkan keilmuan dan bentuk pengabdian terhadap masyarakat yang nantinya memberi dampak positif ketika sudah dalam lingkungan masyarakat.
3. Bagi Pemerintah Daerah
Membantu pemerintah dalam mengembangkan wilayah konservasi terumbu karang untuk terciptanya masyarakat yang sejahtera dan makmur serta terbentuknya kawasan ekowisata yang nantinya memberi pendapatan kepada daerah dari pariwisata lautnya.
G. GAMBARAN UMUM MASYRAKAT SASARAN 1.Kondisi Umum Lokasi
Kabupaten Trenggalek merupakan kabupaten yang memiliki potensi perikanan tangkap yang cukup besar, yaitu Samudera Hindia disebalah Selatan Jawa Timur, wilayah pantainya meliputi Pantai Utara dan Selatan. Dan Kabupaten ini memiliki Proyek Pembangunan Masyarakat Pantai dan Pengelolaan Sumberdaya Perikanan (co fish project). Proyek ini didanai melalui Loan-ADB NOS.1570/1571 (SF)-INO dan merupakan proyek yang merupakan co-management.
Teluk Prigi yang berada di Kabupaten Trenggalek terletak 111o24 dan 112o Bujur Timur antara 7o53 dan 8024 Lintang Selatan, dengan batas wilayah sebagai berikut:
Sebelah Utara : Kabupaten Tulungagung dan Ponorogo Sebelah Timur : Kabupatenn Tulungagung
Sebelah Selatan : Samudera Indonesia
Sebelah Barat : Kabupaten Ponorogo dan Pecitan.
6 Pantai Prigi merupakan perairan yang dikelilingi oleh gunung – gunung dan berada dalam suatu teluk yang indah dengan kondisi perairan dasarnya berbentuk landai, dasar pasir dan sebagian karang untuk daerah yang jauh dari pantai. Pada waktu surut air sejauh sekitar 60 meter dari garis pantai sedangkan pada waktu pasang keadaan air sejauh seitar 9 m dari garis pentai. 2. Sasaran
Sasaran program pengabdian ini adalah masyarakat pesisir yang tinggal di dekat Teluk Prigi Kabupaten Trenggalek.
3. Kondisi Masyarakat Sasaran
Kondisi masyarakat di Kawasan Teluk Prigi bermata pencaharian sebagai nelayan. Jenis usaha yang dilakukan penduduk setempat adalah usaha penangkapan ikan dan pengolahan ikan. Pekerjaan melaut ini dilakukan oleh para penduduk laki – laki. Sedangkan penduuk wanita membantu dalam usaha pengolahan dan pemasaran. Pengolahan ikan ini meliputi pengeringan, pemindangan dan pengasinan. Selain itu agar mutu ikan dapat terjaga dan bertahan lebih lama.
Dari segi kelembagaan masyarakatnya kawasan Teluk Prigi mempunyai kelembagaan yang baik dibandingkan dengan teluk yang lain. Hal ini tentunya tidak terlepas dari peranan proyek co fish yang salah satu kegiatanya adalah melakukan penguatan kelembagaan masyarakat, khususna kelembagaan masyarakat nelayan yang merupakan salah satu pre kondisi yang positif dalam menjalankan konsep F2OF. Adapun tingkat pendidikan di daerah Teluk Prigi masih dalam tingkatan yang rendah yaitu segai berikut:
No Tingkat Pendidikan Jumah (orang)
1 Sarjana 10
7 Dari segi kawasanya Teluk Prigi dibagi menjadi dua kawasan, yaitu kawasan wisata dan kawasan kegiatan perikanan sebagai Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang berlokasi di Desa Tasikmadu. Diteluk ini juga terdapat fasilitas Pelabuhan Perikanan Nusantara Prigu, Perum. Prasarana Perikanan Samudera, Balai Benih Udang Galah dan hampir sepanjang pantai dihuni penduduk. Itu sebabnya keterancaman ekosistem terumbu karang sangat mengkhawatirkan. Berikut lokasi denah Teluk Prigi.
Gambar 1. Denah Teluk Prigi
Dari kegiatan pariwisata, di kawasan Teluk Prigi belum secara optimal dikembangkan. Objek wisata yang potensial yang dapat kembangkan dalam skala nasional dan internasional adalah pengelolaan kawasan ekosistem terumbu karang, selain didukung oleh indahnya alam sekitar.
H. METODE PELAKSANAAN
Program perencanaan pengembangan kawasan ekowisata bahari berbasis kawasan konservasi terumbu karang berbasis masyarakat pesisir di Teluk Prigi,Kabupaten Trenggalek dengan menggunakan konsep F2OF (Focus for Ocean Future) yang kemudian dalam pengembangannya dijalankan oleh
8
PROGRES REPORT TIAP BULANYA
INCOME
1. Terbentuknya kawasan ekowisata bahari berbasis konservasi terumbu karang
2. Memanajemen lingkungan dan ekosistem terumbu karang secara optimal
3. Peningkatan pendapatan masyarakat pesisir di Teluk Prigi
EVALUASI PROGRAM SOSIALISASI
MASYARAKAT
EKOWISATA BAHARI BERBASIS KONSERVASI TERUMBU KARANG
PENYULUHAN KONSEP F2OF
9 1. Persiapan Pelaksanaan
a. Observasi lapang, dilakukan dengan pengamatan secara langsung medatangi Teluk Prigi, Kabupatan Trenggalek.
b. Perizinan lokasi, menghubungi para perangkat desa dan tokoh masyarakat. c. Penentuan sektor wisata yang akan dikembangkan dengan diskusi bersama
perwakilan masyarakat dan Dinas Perikanan dan Kelautan, sebagai pihak pengelola.
d. Perencanaan program pengelolaan dan teknik konservasi habitat penyu. 2. Sosialisasi
a. Penyuluhan tentang pentingnya mejaga kelestarian keanekaragaman semberdaya hayati dan pengenalan sumber daya alam, khususnya habitat dan peranan ekosistem terumbu karang.
b. Pengenalan tentang kebijakan yang mengatur masalah konservasi. c. Pengenalan mengenai konservasi terumbu karang.
d. Pengenalan tentang pentingnya peranan masyarakat dalam menjaga kelestarian dan keberadaan terumbu karang menuju kawasan konservasi berbasis ekosistem terumbu karang.
3. Diskusi Masyrakat, Penyuluhan, Pemberdayaan, dan Pelatihan Keterampilan
a. Menfasilitasi masyarakat untuk melakukan diskusi secara bersama – sama, dalam upaya pengembangan kawasan konsevasi bahari berbasis ekosistem terumbu karang sebagai upaya penyelamatan terumbu karang dari bleaching dan degradasi lingkungan.
b. Mengintensifkan upaya – upaya pemberdayaan untuk meningkatkan kemampuan dan kemandirian masyarakat dan menumbuhkan jiwa inisiatif dan kreasi masyrakat.
c. Pelatihan teknik dan metode konservsi terumbu karang, melalui tahap pemantauan, pengontrolan dan pengawasan.
10 e. Menerapkan keterpaduan dan sinergi pendekatan pembangunan sektoral, pembangunan kewilayahan KKLD (kawasan konservasi laut daerah) dan pebangunan partisipatif sehingga dapat menambah pendapatan masyarakat pesisir.
Strategi Gerakan Pengabdian Pemberian Ilmu dan Wawasan
Masyarakat Sadar Timbul Inisiatif Masyarakat Karsa Cipta Masyarakat Pesisir
Empowering The Society
4. Pengembangan Ekowisata Bahari Konservasi Ekosistem Terumbu Karang Yang Berkonsep F2OF Yang Berbasis Masyarakat Pesisir a. Promosi program melalui media.
b. Pelaksanaan pemilihan Pokmaswas yang bersedia untuk melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap ekosistem terumbu karang. c. Pemberian alat selam kepada pemerintah desa untuk digunakan dalam
mengawasi terumbu karang.
d. Melakukan dokumentasi dan pengarsipan sebagai salah satu e. penghargaan dalam melestarikan lingkungan.
f. Laporan perkembangan terumbu karang dan tingkat pertumbuhanya untuk mendapatkan hasil yang bagus dan sesuai yang di inginkan. 5. Tahap Evaluasi Program
Evaluasi ini dilakukan secara harian dan evaluai akhir. Evaluasi harian guna memperbaiki berbagai kelemahan yang ditemukan pada saat itu dan menilai hal – hal yang menyangkut subtasi pokok bahasan. Dan evaluasi akhir menyangkut efektifitas pelaksanaan program, yang dilakukan dengan melihat tingkat ketercapaian terhaap target, seta tingkat keeektifan program dalam merubah persepsi masyarakat dan membentuk pola pikir masyarakat demi terwujudnya kawasan yang lestari dan
Mendorong
11 memberikan pandangan yang lebih baik dan lebih berkembang untuk memunculkan inisiatif dan kemandirian masyarakat, dalam pengelolaan dan pengembangan kawasan konservasi laut daerah. Faktor perubahan perilaku masyarakat terhadap kesadaran dan kepedulian untuk pengelolaan dan pengolahan kawasankonservasi yang tepat guna menambah pendapatan dari sektor ekowisata bahari berbasis konservasi terumbu karang melalui F2OF ( Focus for Ocean Future). Penilaian pada peran masyarakat ketika melakukan pengawasan melalui pembentukan Kelompok Masyarakat Pengawas (POKMASWAS) menuju keberlanjutan program.
No Jenis Pengeluaran Satuan Nominal
1 Persiapan Awal 490.000
- Studi Literatur Rp 25.000.- 25.000
-Pembuatan Proposal 5 x@Rp 20.000,- 100.000
-Materai 10 x@Rp 6.500,- 65.000
-Survei 3 orang x@Rp
100.000,-
300.000
2 Biaya Operasional
Transportasi Malang -Trenggalek
4 Peralatan selam 2.100.000
5 Perbaikan fasilits 1.110.000
-pengadaan papan petunjuk 5 [email protected] 750.000
-pengaaan tempat sampah 8 [email protected] 360.000
6 Atribut 1.560.000
-Id card 30 x@Rp 2.000 60.000
-seragam 30 x@Rp 45.000 1.350.000
-pembuatan angket 150 x@Rp 1000 150.000
12 K. LAMPIRAN 1
1) BIODATA KETUA serta ANGGOTA KELOMPOK Ketua Pelaksana Program
Nama Lengkap : Muhamad Aris Munandar
NIM : 125080601111044
Fakultas : Perikanan dan Ilmu Kelautan / IK Perguruan Tinggi : Universitas Brawijaya
Waktu untuk pelaksaan : 16 jam/minggu Anggota Pelaksana 1
Nama Lengkap : Tanu Wijaya
NIM : 125080601111067
Fakultas : Perikanan dan Ilmu Kelautan / IK Perguruan Tinggi : Universitas Brawijaya
Waktu untuk pelaksaan : 16 jam/minggu Anggota Pelaksana 2
Nama Lengkap : Azmi Fadli Aprilyanda
NIM : 125080601111030
Fakultas : Perikanan dan Ilmu Kelautan / IK Perguruan Tinggi : Universitas Brawijaya
Waktu untuk pelaksaan : 16 jam/minggu 2) BIODATA DOSEN PENDAMPING
1. Nama Lengkap : Dr.Ir.Guntur, Ms
2. NIP : 19580605 198601 1 001
3. Alamat Rumah : Jl. Ursaminor 1, Malang
4. Perguruan Tinggi : Universitas Brawijaya
Demikian data terssebut diatas, biodaa dari ketu pelaksana, anggota dan dosen
pembimbing dibuat dengan sebenar-benarnya tertanda.
13 LAMPIRAN 2
SURAT KETERSEDIAAN MITERA MASYARAKAT (PKMM)
Sehubungan dengan pelaksanaan Program Kreativitas Mahasiswa bidang pengabdian kepada masyarakat tahun 2013 yang diselenggarakkan oleh Dirjen Dikti, bahwa yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : Bapak Sutarman
Pekerjaan : Nelayan
Alamat : Desa Tasikmadu Kecamatan Watulimo
Lokasi Konservasi : Desa Tasikmadu atau Karanggongso , Kec. Watulimo Dengan ini bersedai bekerja sama dengan rekan mahasiswa dalam tukar informasi mengenai kawasan konservasi terumbu karang.
Demikian surat ini kami buat. Semoga dapat memberikan manfaat.
Malang, 10 Januari 2013 Ketua Pelaksana Kegiatan Pemuda Mitra Bahari