• Tidak ada hasil yang ditemukan

FAKTOR KEGAGALAN DAN KUNCI SUKSES DALAM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "FAKTOR KEGAGALAN DAN KUNCI SUKSES DALAM"

Copied!
36
0
0

Teks penuh

(1)

FAKTOR KEGAGALAN DAN KUNCI SUKSES

DALAM KEPEMIMPINAN

==========================================

Dr. M. Ihsan Dacholfany, M.Ed

(Dosen Kopertais Wilayah I DKI Jakarta)

ABSTRAK

Banyak sekali pemimpin yang pada awal kepemimpinannya dinyatakan sukses dan dikagumi banyak orang, tetapi akhirnya harus jatuh dan gagal dalam proses kepemimpinannya. Apa saja yang menjadi faktor penyebab kegagalan dan kesuksesan seseorang dalam proses kepemimpinannya?. Kajian ini dilakukan oleh penulis dengan mengamati sejarah kepemimpinan dari beberapa tokoh, wawancara dengan beberapa akhli dibidang kepemimpinan dan kajian data sekunder dari beberapa buku dan informasi dari internet. Berdasarkan kajian tersebut, dapat disimpulkan bahwa faktor penyebab kegagalan pemimpin, secara berturut-turut adalah : 1). Sikap pemimpin yang kurang baik; 2). Kurangnya keterampilan memimpin; 3). Strategi yang kurang baik dan kurang tersosialisasikan; 4). Pelanggaran terhadap nilai-nilai; 5). Perekrutan pemimpin yang kurang baik; 6). Lemahnya seni memimpin; 7).Komunikasi pemimpin yang kurang baik dengan bawahannya. Sementara itu, kunci keberhasilan kepemimpinan, secara berut-turut mulai dari yang berkontribusi paling besar,adalah: 1). Sikap baik pemimpin; 2). Strategi yang baik; 3). Keterampilan pemimpin; 4). Keteguhan pemimpin dalam memegang nilai-nilai kepemimpinan; dan 5). Kemampuan memotivasi yang dimiliki oleh pemimpin.

(2)

pihak, akhirnya harus turun dengan paksa dari puncak kepemimpinannya. Presiden Amerika Serikat, Nixon, akhirnya juga harus turun dari jabatan kepresidenan karena terkait kasus watergate dan masih banyak lainnya.

Apa yang menyebabkan para pemimpin di dunia ini gagal dalam masa kepemimpinannya? Hal apa saja yang tidak diperhatikan oleh mereka, sehingga mereka harus gagal da lengser dari kursi kepemimpinannya bahkan namanya dulu harum sehingga menjadi bahan cemohan banyak orang. Hal ini sangat penting kita pelajari, supaya hal-hal penyebab kegagalan tersebut tidak terulang oleh kita dalam menjalankan kepemimpinan sesuai dengan kapasitas kesempatan yang kita miliki.

Sementara itu, di tempat lain, banyak juga para pemimpin yang dinyatakan sukses dari keseluruhan masa kepemimpinannya, seperti Presiden Mandela yang berhasil memimpin negara Afrika Selatan dan terlepas dari masalah apartheid, Likuan-yu berhasil memajukan negara Singapura menjadi negara maju di Asia Tenggara, Mahatir Muhamad yang berhasil menata ulang negara Malaysia dan maju pesat di berbagai bidang kehidupan.

Nabi Muhammad Saw. Pada saat ini banyak diakui sebagai pemimpin umat yang paling berpengaruh di Dunia. Meskipun beliau telah wafat ratusan tahun, umatnya terus bertambah dan ajarannya masih dianut oleh berbagai bangsa di Dunia.

Pertanyaan lain, mengapa banyak di dunia ini para pemimpin yang sukses dalam masa kepemimpinannya? Rahasiah apa yang mereka miliki, sehingga berhasil dengan sukses menjalankan kepemimpinannya. Ini juga sangat penting kita pelajari, supaya kita bisa belajar dari kesuksesasan para pemimpin tersebut, dan mempercepat keberhasilan kita di lapangan.

Pada artikel ini akan dibahas beberapa hal yang menyebabkan kegagalan dan kunci sukses dalam proses kepemimpinan. Makalah ini bersumber dari beberapa jurnal, dokumen, dan buku yang diperoleh dari internet dan buku teks.

Tujuan Pembahasan

(3)

khususnya tentang “Kegagalan dan kunci Sukses dalam kepemimpinan”. Tujuan lain agar kita bisa belajar, bagaimana cara menghindar dari penyebab kegagalan tsb, dan sekaligus bisa belajar dari berbagai kesuksesan para pemimpin dunia.

Pembatasan Masalah

Pembahasan dalam makalah ini akan dibatasi oleh tiga pertanyaan : A. Apa saja yang menyebabkan kegagalan seorang pemimpin?; B. Kunci sukses apa saja yang menyebabkan keberhasilan dalam proses kepemimpinan; C. Bagaimana kita bisa belajar dari kegagalan dan kesuksesan beberapa pemimpin. Karena kepempinan ini bersifat universal, pembahasan makalah ini tidak akan dibatasi oleh kepemimpinan dalam pendidikan saja, supaya pembahasannya lebih detil dan lebih lengkap.

A. KEGAGALAN DALAM KEPEMIMPINAN

Banyak sekali informasi dan dokument di dalam internet yang membahas tentang kegagalan dalam proses kepemimpinan. Menurut beberapa sumber tersebut, kegagalan kepemimpinan disebabkan oleh beberapa sebab, diantaranya adalah :

1. Pergeseran Fokus. Pergesaran fokus ini bisa terjadi dengan beberapa cara:

 Pemimpin kehilangan pandangan, karena terperangkap oleh kekayaan dan

kemasyhuran. Contoh mantan President Thailand, yang membuat kebijkan tertentu untuk kepentingan saham pribadinya.

 Pemimpin biasanya memiliki pandangan yang besar dan menyeluruh, tetapi bisa tergelincir pada pekerjaan yang kecil yang sebenarnya bisa didelegasikan pada bawahannya. Ini biasanya terjadi karena kekurang percayaan pada bawahan.

(4)

 Seharusnya pemimpin mampu mengkomunikasikan visi dan misinya pada seluruh staf yang dipimpinnya, sehingga semua bekerja pada fokus pekerjaan dan fokus prioritas yang sama.

 Pemimpin tsb tidak memiliki visi dan misi yang jelas. Ia malah menyembunyikan ketidak mampuan dalam merumuskan visi dan misi kedalam komunikasi salah. sehingga staf menjadi bingung dan tidak fokus.

 Pada awalnya banyak pemimpin yang percaya pada komitmen para pengikutnya (stafnya). Di sinilah titik kritis terjadinya kesalah pahamanan, karena kurangnya komunikasi antara pemimpin dan para stafnya.

 Dua kalimat yang harus digunakan dalam berkomunikasi adalah: 1) katakan “ Apa yang anda maksud?”; 2). Artikan “ Apa yang anda katakan”. Jika kita seorang staff, dan belum paham apa yang dimaksud oleh pimpinan, kita bisa bertanya langsung” Apa yang bapak Maksud”, atau Apa maksudnya begini pak?. Ini akan mengurangi kesalah pahaman. Jangan sampai kita sudah melakukan sesuatu dengan baik, tetapi bukan itu yang dimaksud oleh pimpinan kita. Sebaliknya jika kita menjadi seorang pemimpin, kita juga bisa bertanya, “ Apa yang sudah saya sampaikan tadi bisa dipami dengan baik?”, Bisakah anda membantu saya menjelasakan kembali apa yang anda pahami dari apa yang sudah saya sampaikan tadi”. Kalimat tanya ini sangat penting di sampaikan untuk mengevaluasi pemahaman staff kita.

2. Ketakutan dalam mengambil resiko.

(5)

 Jika ia dipandu oleh rasa kekuatiran, maka ia tidak akan berani mengambil resiko yang layak, yang seharusnya ia lakukan. Ia akan terlalu berhati-hati, dan sangat lamban dalam membuat keputusan. Ia tidak akan pernah berinovasi dalam memecahkan masalah yang dihdapinya. Hal yang terpikir olehnya hanya memperpanjang jabatan. Ia hanya melakukan sesuatu hal yang benar-benar aman dan tidak beresiko satau ia mempertahankan statusnya sebagai pejabat dengan mengangkat kroninya.

3. Hal ini sangat penting dipahami oleh kita, sebagai calon pemimpin, “Mencoba ambil resiko dan berhasil atau diam saja dan tunggu kehancuran karena rasa kuatir?”. Memang pemimpin yang bijaksana tidak akan pernah rela melihat kehancuran dari apa yang pernah ia capai, sehingga ia harus membuat kebijakan yang sangat hati-hati dan tidak semborono. Ia harus berani maju kedepan menggapai mimpi (Visi), dan mengukur resiko secara rasional. Bukankah kita tidak akan pernah juga rela, semua hancur karena penuh rasa kuatir.

4. Lupa Etika (Khilaf).

 Kredibilitas pemimpin sebenarnya adalah gabungan dari “Apa yang ia mampu kerjakan dan karakter yang ia miliki”. Gabungan ke dua hal itu akan menciptakan integritas kepemimpinan. Kegagalan kepemimpinan, akan terjadi ketika ia tidak mampu memadukan “Karakter yang ia miliki dengan apa yang ia mampu kerjakan”. Pemimpin yang memiliki karakter dan hati yang baik, tidak akan pernah berhasil memimpin dengan baik, jika tidak disertai dengan keberanian dan kemampuan melakukan tindakan yang bijaksana.

(6)

tawar lagi, maka akan dihasilkan “Greeter Good” atau sesuatu yang sangat baik. Tetapi sebaliknya, jika “hasil saja” yang lebih diutamakan di banding dengan proses pencapaiannya, maka disitu letak peluang kegagalan dalam kepemimpinanya.

 Sering para pemimpin menganggap bawahannya hanya sekedar bidak-catur, yang bisa dikorbankan untuk memperoleh hasil yang diharapkan oleh pemimpin. Ia melakukan berbagai manipulasi dalam proses kepemimpinannya. Lambat laun ia akan kehilangan empaty dan dukungan dari bawahannya. Ia bersembunyi dalam ketenarannya, untuk menutup rasa bersalah dan kehilapannya.

 Ini sangat penting kita pahami, jika kita ingin menjadi pemimpin yang selalu menjaga mutu kerja dan kredibilitas kepemimpinan kita. Apakah di sana (dalam hati kita) ada area konflik antara apa yang kita percayai (What do we believe?) dengan apa yang telah kita kerjakan? (how we behave?). Apakah disana sudah ada kompromi untuk menyatukan keduanya, dengan pedoman etika?

5. Manajemen diri yang lemah.

 Akan sangat tragis jika seorang pemimpin tidak bisa menjaga dirinya sendiri. Tidak seorangpun yang lebih tahu dan peduli akan dirinya, selain dirinya sendiri. Ia harus bisa mengukur kemampuan dirinya. Biasanya ia merasa sangat super, yang lain dianggapnya bodoh dan tidak tahu..

(7)

 Ia tidak memiliki jadwal yang jelas untuk pekerjaannya dan jadwal untuk diri

sendiri. Ia bisa bisa mengelola diri sendiri.

6. Kehilangan cinta dan gairah untuk memimpin.

 Penyebab kegagalan kepemimpinan lainnya akan terjadi jika ia kehilangan cinta dan mimpi dalam memegang tampu kepemimpinan. Harusnya ia mampu memimpin dengan penuh kecintaan dan harapan untuk mencapai mimpi yang ia impi-impikan. Jika memimpin dengan kecintaan maka semua pekerjaan akan dilakukan dengan ceria dan semangat.

 Cinta dan mimpi adalah dua hal penting yang diperlukan untuk meningkatkan motivasi kerja. Bagaimana ia bisa memiliki motivasi untuk memimpin jika ia tidak menyukai pekerjaan dan tidak memiliki visa yang ia impikan.

 Ada tiga pertanyan penting, sebagai bahan refleksi : 1). Apa yang dulu

mendorong ia berminat untuk memegang kepemimpinan? Apakah ada alasan yang berubah? Apakah ia masih ingin memegang jabatan pemimpin tersebut?

Sumber lainl lain yang berjudul “ 12 Major Causes of Failure in Leadership” yang di dapat dari website http://www.1000advices.com/guru/leadership failure 12c_rd.html, di jelaskan bahwa ada 12 hal penting yang menyebabkan kegagalan seorang pemimpin, yaitu :

1. Ketidak mampuan dalam memimpin organisasi secara efektif. Ketidak pahaman pemimpin tentang fungsi dan peran pemimpin, serta seni memimpin, menyebabkan kepemimpinannya kurang efektif. Di dalam alqur’an sudah dijelaskan bahwa, akan datang saat kehancuran, jika dipimpin oleh orang yang bukan akhlinya.

(8)

ucap dan perilakunya, sehingga sulit untuk mendengarkan usulan, masukan dan kritikan dari bawahan. Padahal semua itu sangat diperlukan dalam proses kepemimpinanya.

3. Tidak menghargai prestasi karyawan. Salah satu tugas pemimpin adalah memberikan motivasi yang kuat pada seluruh bahawahannya. Motivasi karyawan, akan langsung turun jika ia merasa bahwa prestasinya tidak pernah dihargai atasannya. Hal ini sangat membahayakan kualitas kerja lembaga yang dipimpinya.

4. Takut tersaingi oleh bawahan, sehingga ia lebih suka untuk menghalangi kemajuan karyawan dari pada memberdayakannya. Tidak jarang seorang pemimpin memutasikan atau menghambat prestasi karyawan yang dicurigai akan menyangi nya, padahal mungkin kayawan tersebut memiliki potensi untuk maju.

5. Kurang memiliki pikiran dan ide yang kreatif dalam penyusunan “goal” dan penyusunan rencana. Biasanya ini terjadi karena ia di liputi rasa kuatir gagal. Ia hanya menjalankanrencana yang sudah biasa dilakukan sebelumnya.

6. Tidak pernah memberikan “reward” atau penghargaan pada team karyawan yang sudah ber prestasi dengan baik. Kondisi ini akan melemahkan semangat karyawan yang memiliki potensi dan prestasi baik. Mereka akan merasa bahwa bekerja baik atau tidak, akan mendapat penghargaan yang sama saja dari pimpinan. Kondisi ini biasanya terjadi pada organisasi pemerintah.

(9)

8. Ketidak setiaan pada teman sejawat. Karakter seperti ini sangat berbahaya dalam proses kepemimpinannya. Teman sejawat sangat diperlukan untuk memberikan masukan dan saran dalam proses memimpin organisasinya. Tetapi tidak jarang, ada pemimpin yang mencoba untuk meraih posisi yang lebih tinggi, dengan cara menginjak dan menjatuhkan posisi teman sejawatnya. Ini juga merupakan salah satu penyebab kegagalan dalam proses kepemimpinan.

9. Lebih menekankan pada otoritas kepemimpinan, yang dipandu oleh rasa kekuatiran. Rasa kuatir itu sangat umum dimiliki oleh siapapun yang menjadi pemimpin. Tetapi jika ini menjadi panduan dalam proses kepemimpinan, akan menyebabkan ia tidak berani mengambil resiko dan berinovasi.

10.Lebih menekankan pada posisi jabatan, dibandingkan dengan penekanan pada pengetahuan dan keahlian. Ini yang sering terjadi di Indonesia. Mengangkat seseorang pemimpin bukan berdasarkan kemampuan dan keahliannya, tetapi berdasarkan kedekatan dan kepentingan politik atau hal lainnya, sehingga kepemimpinannya tidak efektif dan tidak mampu memecahkan masalah yang dihadapi oleh organisasi yang dipimpinnya.

11.Ketidak pahaman terhadap faktor-faktor luar yang bisa merusak lembaga yang dipimpinnya. Seorang pemimpin harusnya peka terhadap perkembangan faktor eksternal yang ada di sekeliling organisasinya, seperti lembaga-lembaga saingan atau custemer lainnya. Tanpa pemahaman kondisi ini, organisasinya akan kalah bersaing dengan organisasi yang ada di sekitarnya.

(10)

Siswono Nugroho (2009), menjelasakan bahwa kegagalan pemimpin disebabkan adanya pelanggaran dari ungkapan “Ing ngarso sung tulodho”, yang digagas oleh mahaguru Kihajar Dewantara. Selanjutnya Siswono menjelaskan bahwa, maksudnya dari ungkapan terebut yang berhubungan dengan kegagalan pemimpin di segala bidang, “siapapun yang berada di depan, harus mampu menjadi teladan yang baik”.

Ada banyak hal yang menjadi ciri kegagalan seorang pemimpin, di antaranya :

1. Kurang disiplin. Tidak pernah terlambat memenuhi janji, rapat, atau masuk kantor setiap harinya merupakan gambaran pimpinan yang baik. Mau tidak mau sebagai pimpinan kita wajib memberi contoh yang baik pada karyawan kita. Selangkah saja kita melakukan kesalahan, pegawai kita bisa melakukan lebih dari yang kita lakukan. Apalagi, dalam urusan waktu. Sekali terlambat, rasa hormat pegawai terhadap kedisiplinan kita sudah berkurang.

2. Mengambil keputusan yang “payah”. Usahakan kita tidak mengambil keputusan berdasar emosi. Karena jika kita mengedepankan emosi, semua tindakan yang kita ambil tidak didahului dengan pemikiran matang. Pemimpin jenis ini teramsuk ceroboh. Mana ada karyawan yang mau dipimpin oleh orang ceroboh?

3. Tidak sensitif. Pemimpin yang tidak sensitif bisa-bisa membuat semua pekerjanya kabur. Misal, ada anak buah kita yang sakit. kita tidak memberi dia ijin untuk istirahat dan berobat karena alasan dikejar dead-line atau alasan lain. Coba bayangkan, bagaimana kalaukita berada di posisi karyawan tadi? Saya yakin, kita akan menyumpahi atasan yang seperti ini.

(11)

terlalu memberi kebebasan pada mereka, khawatirnya mereka akan lepas control. Ya, kebablasan. Bisa jadi mereka kurang bertanggung jawab atas apa yang sudah menjadi tugas mereka.

5. Arogan dan dingin. Tidak ada orang yang suka dengan orang sombong. Termasuk karyawan kita. Kalau kita tidak bergaul dan ramah pada karyawan, artinya kita menjauhi mereka, sudah pasti mereka akan menganggap kita arogan. Padahal, untuk mensukseskan bisnis yang kita jalankan, kita perlu tim yang solid. Satu sama lain perlu saling mendukung dan bersahabat. Nah, kalau kita mengeksklusifkan diri sendiri, bagaimana kepemimpinan kita bisa sukses?

6. Terlalu banyak bekerja dan sedikit memimpin. Kadang menyerahkan pekerjaan pada orang lain itu memang tidak mudah. Hasil yang kita peroleh mungkin tidak seperti yangkita harapkan. Tapi, sebagai pemimpin mau tidak mau kitaharus percaya pada orang lain. kita tidak boleh mengerjakan semuanya sendiri. Kedudukan kita adalah pengelola, pemimpin, dan pengatur. Bukan pelaksana. Kalau hasil kerja pegawai kita tidak memuaskan, kita bisa meminta mereka untuk memperbaiki sampai apa yang kita mau terwujud. Seorang pemimpin adalah orang yang mampu membuat orang lain bekerja! Jadi bukan orang yang mengerjakan semuanya sendirian.

(12)

8. Tidak bisa dipercaya. Sekali saja kita mengkhianati kepercayaan orang lain, dampaknya kita akan tanggung seumur hidup. Tak pandang bulu. Meski kita seorang bos besar yang membawahi ribuan karyawan sekalipun, kalau kita suka ingkar janji, tidak akan ada orang yang mau bekerja sama dengan kita. Jangan janji, jika kita tidak bisa menepati!. Jangan janjikan memberi gaji dan THR besar jika kondisi keuangan perusahaan kita tidak memungkinkan. Karyawan kita bisa demonstrasi, mogok kerja, atau malah memboikot jalannya usaha kita. So, be careful with your tongue!

9. Pendendam. Dendam seperti sel kanker yang bisa menggerogoti kepemimpinan kita. Mungkin kita tidak menyadari, ketika karyawan kita melakukan kesalahan, kita suka mengancam mereka dalam hati. “Sekali lagi kamu berbuat salah, kamu akan saya pecat.” Pikiran seperti ini yang akan menghabisi kepemimpinan kita sedikit demi sedikit. Ya, sulit memaafkan orang lain, bisa membuat karyawankita takut. Bukan cuma takut pada aturan kita tapi juga pada diri kita. Kita tidak ingin menjadi monster yang menyeramkan, bukan?.

10.Manajerial lemah. Ada banyak jalan menuju Roma. Ada banyak cara pula menuju kesuksesan. Pemimpin yang baik, harus paham tentang hal ini. Mereka perlu me-manage kerja bawahan dengan proses yang benar. Mulai dari menganalisis, meneliti, mengkritik, sampai memutuskan mana yang baik untuk dijalankan dan mana yang harus dihentikan? Kalau sedikit saja kita lengah, kita bisa kecolongan. Bisnis kita bisa rugi.

(13)

12.Menempatkan posisi pegawai sembarangan. Pekerja yang baik selalu menuntut rencana kerja yang baik dari atasan. Mereka ingin dipimpin orang yang pintar, tahu bagaimana cara memimpin mereka. Pemimpin yang baik harus tahu mana saja karyawan yang baik untuk posisi A, mana yang benar untuk posisi B, dll. Karena mereka ingin potensi dan bakat yang dimiliki dikelola dengan baik. Itulah kenapa kita perlu mengatur staf kita secara efektif. kita tidak hanya harus mengelola bisnis tapi juga tahu bagaimana mengelola motivasi pekerja kita.

13.Tidak mudah beradaptasi. kita tahu apa itu seleksi alam? Kalau dalam pemahaman saya, seleksi alam berarti siapapun yang tidak bisa beradaptasi di yang akan gugur. Seleksi alam juga berlaku dalam bisnis. kita yang tidak bisa memahami situasi kerja, akan mengalami kesulitan. Terutama dalam mengatur karyawan. Kenyataanya, sulit memang beradaptasi dengan anak buah. Ini PR kita selanjutnya. Pemimpin harus mampu mengerti perbedaan yang ada di antara para pekerjanya.

14.Mempermalukan anak buah. Intinya, kita mempermalukan pekerja kita di hadapan orang lain. Mungkin, kita ingin “menampar” mereka agar hati-hati dalam bekerja. Tapi, ingat, tidak seorang pun mau diperlakukan seperti itu. kita sendiri tidak mau diperlakukan seperti itu bukan? Jadi, kapanpun pegawai kita melakukan kesalahan, baiknya bicarakan baik-baik dan secara tertutup. Agar, kitatetap bisa menjaga hubungan baik dengan semua karyawan. 15.Membuat aturan yang tidak jelas. Seorang pemimpin biasanya

(14)

16.Kurang sigap. Dalam poin ini maksudnya, pemimpin biasanya tidak segera bertindak mana kala ada konflik yang perlu penanganan langsung. Misalnya begini, mungkin kita sering menyepelekan masalah yang terjadi di antara pegawai. Kita pikir masalah itu bisa selesai begitu saja. Padahal tidak. Masalah yang tidak segera diselesaikan akan menjadi gunung es yang menghantui para pegawai kita. Nah, mestinya kita sigap. Apa yang harus diselesaikan sekarang itulah hal terbaik yang bisa kita lakukan.

17.Mengutarakan pendapat pribadi. Jangan campur adukkan masalah pribadi dalam pekerjaan. Tugaskita sebagai pemimpin cukup banyak. Mendongkrak motivasi, mendorong kinerja, memberikan penghargaan dan pujian, dan mengoreksi kerja pegawai kita. Dan, jangan sekali-kali memberikan nasehat-nasehat atas masalah pribadi seseorang. Kita orang yang dianggap penting oleh karyawan kita. Sangat mungkin apapun yang kita katakan, pasti akan mereka lakukan. Nah, ini bahayanya. Kalau nasehat yang kita berikan tidak mencerahkan masalah mereka, nama kita jadi taruhan.

18.Terlalu ambisius. Apapun yang kita lakukan pastinya bertujuan mensukseskan bisnis dan hidup kita. kita seolah ingin berlari menuju puncak impian yang kita idamkan. Sayangnya, kita cenderung mengorbankan orang lain di sekitar kita. Sikap ambisius ini misalnya, membuat kita jadi seorang perfeksionis. Apapun yang kita mau harus terwujud. Dalam posisi ini, baiknya kita menyadari kita tidak akan bisa sukses tanpa bantuan anak buahkita. Tanpa karyawan kita tidak bisa jadi apa-apa.

(15)

20.Besar kepala. Kedudukan dan kekuasaan seperti tidak bisa dipisahkan. Siapapun yang menjadi pimpinan baiknya bisa paham dimana kedudukannya dan seberapa besar kekuasaannya. Hanya ada dua hal yang akan terjadi saat kita mengemban posisi pimpinan. Pertama, kitaberkembang. Kedua, kita meledak. Berkembang berarti kitamaju dengan baik. Tapi, kalau kita meledak berarti kita tidak lagi memegang kendali atas diri kita. kita akan merasa lebih baik, lebih pintar, lebih bagus, dan lebih, lebih, lebih lainnya dibanding orang lain.

B. RAHASIAH DAN KUNCI SUKSES DALAM KEPEMIMPINAN

Susan M. Heathfield (2005) , menyatakan bahwa : “ kunci sukses tentang kepemimpinan bisa kita pelajari dari pengalaman pemimpin hebat, dari seminar, buku-buku, artikel atau cerita sukses seseorang. Gaya kepemimpinan orang hebat tersebut merupakan hasil dari penggabungan antara potensi bawaan yang diasah dengan berbagai pengalaman (natural) dan hasil pembelajaran tentang kepemimpinan. Penggabungan ke dua hal tersebut akan menjadi “gaya kepemimpinan” atau “Leadership style”.

Selanjutnya Susan M. Heatfield, menjelaskan tentang beberapa rahasiah dan kunci penting untuk menjadi pemimpin yang sukses, diantaranya adalah :

1. Jadilah orang yang selalu ditiru dan diikuti oleh banyak orang. Ia harus menjadi teladan bagi orang-orang difsekitarnya baik dalam hal perilaku seharihari, ibadah, mata pencaharian dan lain-lain.

(16)

3. Ciptakan inspirasi dan ide yang cemerlang untuk mengatasi berbagai permasalah . Ia tidak pernah kehabisan ide dan inspirasi untuk menciptakan sesuatu untuk memecahkan masalah yang dihadapinya. Ia menjadi inspirasi bagi orang-orang di sekitarnya. Jadilah lilin bagi orang lain di kala gelap gulita.

4. Buatlah orang lain merasa penting dan selalu merasa di hargai. Ini adalah kunci untuk bisa memotivasi semua orang yang dipimpinnya. Orang-orang yang dihargai, akan terus berkarya dan bekerja dengan sebaik-baiknya, karena ia merasa di hargai dan merasa dipentingkan dalam kehidupannya. Seorang karyawan akan memiliki motivasi tinggi untuk berprestasi, karena ia paham hasil karyanya akan di hargai dan diperlukan oleh pimpinan dan rekan kerjanya. Seorang anak akan rajin belajar, karena ia selalu mendapat penghargaan dari orang tuanya.

5. Gunakan nilai-nilai sebagai pedoman hidup, dan bertindaklah selalu dengan etik. Pemimpin yang selalu memegang nilai dan etika dalam sikap dan prilakunya, akan mendapat simpatik dari seluruh pihak disekelilingnya. Ini adalah kunci untuk keberhasilan dalam proses kepemimpinannya.

6. Ciptakan ruang dengan harapan dan keteladannmu. Ia tidak pernah putus ada dalam menghadapi segala kesulitan dan hambatan seberat apapun. Ia selalu mengembangkan dan membangun harapan untuk bisa keluar dari semua permasalahan yang dihadapi. Ia selalu menjadi tauldan dalam berucap, bersikap, berprilaku dan memecahkan masalah.

(17)

8. Berikan kesempatan pada orang-orang untuk tumbuh dan berkembang, baik baik secara personal atau profesionalisme. Ia selalu memberikan kesempatan pada bawahannya untuk maju dan mengembangkan segala potensi yang dimilikinya, baik melalui pendidikan formal, informal atau non formal. Baik dibidang keahklian khusus yang dimiliki oleh setiap personal atau keakhlian umum yang diperluka oleh perusahaan, sehingga ia bisa bekerja secara profesional.

9. Perlakukan orang dengan rasa cinta dan kasih sayang. Kadang kala ia juga memerahi anak buahnya, tetapi semua dilakukan dalam rangka perbaikan dan pendidikan.

Bill Thomas (2007), menjelaskan ada lima point penting yang menjadi kunci sukses sekaligus kekuatan (power) untuk dalam proses kepemimpinan, yaitu :

POWER KEY-1: "Simplify The Complex!" by systematically investigate, evaluate, map, organize and commumasicate solutions. Pemimpin harus mampu membuat masalah yang rumit, menjadi sederhana, yaitu dengan melakukan investigasi yang sistematik, proses evaluasi yang sistematik, proses memetakan masalah dan kekuatan (SWOT) yang sistematik, mengorganisir kekuatan dan peluang untuk mengatasi masalah dan ancaman, serta mengkomunikasikan pada seluruh bawahannya tentang pemecahan masalah yang harus dilakukan bersama.

(18)

membentuk, mempertajam dan mempublikasikan visi, sehingga semua anggota team betul-betul merasa memiliki visi tersebut. Semua anggota team sangat paham tentang “manfaat apa yang akan diperoleh dengan tercapainya visi tersebut”. Seluruh pikiran, hati, jiwa dan semangat yang dimiliki oleh semua anggota team akan difokuskan pada pencapai visi tersebut. Ketika pemimpin mampu menggerakan semua anggota teamnya, maka ia akan memiliki tenaga yang besar untuk mewujudkan visi tersebut. Di situlah kunci keberhasilan pemimpin.

POWER KEY-3: "Go For The Gusto!" Bakar semangat semua anggota team. Semua anggota team akan sangat menghargai adanya prioritas pekerjaan yang harus dilakukan per satuan waktu. Bagaimana mana kita bisa mensosialisasikan dan melatih mereka untuk mengerjakan prioritas kerja tersebut dengan penuh semangat? Ada beberap hal yang harus menjadi agenda utama dalam proses kepemimpinan kita, yang akan menyentuh hati, jiwa dan semangat anggota team :

1. Jaminan : Jaminan kesehatan, jaminan kesejahtraan dan jaminan keselamatan. Semua anggota team akan semangat untuk bekerja, jika mereka memperoleh perlindungan kesehatan, keselamatan dan kesejahtraan.

2. Kebijakan : Pengetahuan yang relevan dan bisa memecahkan masalah. Pemimpin harus terus mendorong anggota teamnya untuk meningkatkan pengetahuan yang relevan dengan pekerjaan dan keahkliannya, sehingga ia lebih mampu menyelesaikan pekerjaan dengan lebih efisien. Peningkatan pengetahuan akan menambah semangat anggota team.

(19)

4. Petunjuk Lapangan yang jelas : Apa, Kenapa, Siapa, Kapan, Dimana, dan bagaimana? Semua anggota team akan merasa terhargai dan bersemangat, jika ia dilibatkan dalam penyusunan petunjuk lapangan (guidance) yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.

5. Syntropy : Menggali sumber kekuatan dari dalam dan dari luar. Pempimpin seyogyanya memahami kukuatan apa yang ada di dalam dan diluar organisasinya. Semua itu bisa digunakan untuk mempermudah dan memperbaiki kinerja team. Kadangkala pemimpin mengundang konsultan dari luar untuk memperkuat kemampuan anggota team.

6. Konsep : Menganalisa konsep yang ada atau konsep dari pihak-pihak yang sudah berhasil (artefak). Pemimpin bersama-sama anggota teamnya, harus menganalisa konsep yang diperlukan oleh organisasinya. Konsep tersebut bisa muncul dari kajian terhadap organisasinya atau organisasi lain yang sudah berhasil di bidangnya.

POWER KEY-4: "Be Disciplined and Willful!", Disiplinlah dan Penuh harap (serius). Tidak akan pernah berhasil suatu organisasi tanpa kedisiplinan, dan arahan yang jelas dari pimpinan. Untuk itulah maka, perencanaan strategis diperlukan, agar semua anggota team fokus pada pekerjaan yang menjadi prioritas untuk pencapaian visi dan misi. Disiplin ini, menyangkut jenis, jumlah pekerjaan yang bisa diselesaikan dalam satuan waktu yang sudah ditentukan. Disiplin juga menyangkut ketepatan anatara anggaran dan target yang sudah ditentukan.

Perencanaan strategi harusnya mengandung : empowermen staff, adanya delegasi kepercayaan, pengembangan diri anggota team, pengembangan rasa tanggung jawab, ada evaluasi, laporan progres dan performance program.

(20)

Satria (2009), menyatakan bahwa ada lima kata kunci (Key Word) untuk kunci sukses dalam kepemimpinan. Kelima kata kunci tersebut terangkum dalam satu kata “SERVE”.

Dalam suatu organisasi apapun, kepemimpinan memegang peran yang penting. Bahkan segala sesuatu akan bangkit dan jatuh karena kepemimpinan. Salah satu konsep kepemimpinan yang ditawarkan oleh praktisi manajemen di Amerika adalah konsep SERVE yang dalam bahasa Indonesia berarti Melayani. Konsep utamanya ialah bahwa, apapun jabatan atau kedudukan formalnya, orang-orang yang ingin menjadi pemimpin besar harus mempunyai sikap melayani orang lain. Melalui buku "The Secret – Rahasia Kepemimpinan" oleh Ken Blanchard dan Mark Miller, konsep SERVE dijelaskan secara singkat tapi lugas.

SERVE sendiri merupakan singkatan dari lima kata kunci yaitu:

 S- See the Future (Melihat Masa Depan)

 E- Engage and Develop Others (Libatkan dan Kembangkan Orang Lain)

 R- Reinvent Continuously (Temukan Kembali Terus Menerus)

 V- Value Results and Relationship (Hargai Hasil dan Hubungan)

 E- Embody The Values (Mewujudkan Nilai)

(21)

Kedua, lakukan apapun yang diperlukan untuk melibatkan hati dan kepala orang-orang tersebut. Dalam sejarah, banyak pemimpin telah menggunakan tangan dan yang lain tidaksama sekali. Barangkali dari sanalah istilah hired hands (orang upahan) berasal.

Kemudian ada huruf R singkatan dari Reinvent Continuously. Disinilah nilai kreativitas pemimpin dilihat. Pemimpin harus bersedia menemukan kembali setidaknya ada tiga tahap.

Tahap pertama, bersifat pribadi. Beberapa pertanyaan utama yang harus diajukan adalah "Bagaimana saya belajar dan tumbuh sebagai seorang pemimpin?" "Apa yang saya lakukan untuk mendorong orang-orang dalam kelompok saya agar terus menerus belajar dan menemukan kembali diri sendiri?". Tingkat penemuan kembali yang kedua adalah sistem dan proses. Pertanyaan untuk diri sendiri dan anak buah kita adalah "Bagaimana kita melakukan pekerjaan tersebut?" Bagaimana kita dapat melakukannya dengan lebih baik? Perubahan apa saja yang akan meningkatkan kemampuan kita untuk melayani pelanggan dan juga satu sama lain? Akhirnya yang ketiga, melibatkan struktur organisasi iu sendiri. Pertanyaan yang baik yang diajukan disini adalah,"Perubahan struktur mana saja yang perlu kita tempuh untuk menjadi lebih efisien dan efektif?"

Huruf V adalah singkatan dari Value Results and Relationship (Hargai Hasil dan Hubungan). Selanjutnya Dimas Ari Kurniawan Perdana (2009), dalam blog yang sama menyatakan bahwa, Kita harus menghargai pelanggan kita lebih dahulu, dan nilai itu akan menuntun perilaku kita dan menjamin keberhasilan kita terus menerus. Apa yang tidak dimengerti kebanyakan orang ialah bahwa mereka dapat meraup hasil keuangan yang lebih tinggi kalau mereka mempunyai hubungan yang baik. Kita harus meningkatkan nilai hubungan dengan seorang mitra seperti halnya dengan hasil. Memimpin pada tingkat yang lebih tinggi mencakup hasil maupun hubungan.

(22)

pemimpin, potensi kepemimpinan kita akan sangat terbatas. Kita harus melakukan lebih daripada sekedar merumuskan nilai-nilai tersebut, kita tidak boleh hanya mengucapkannya, kita harus memperlihatkannya.

Semua kepemimpinan sejati dibangun di atas kepercayaan. Salah satu adalah hidup konsisten dengan nilai-nilai yang kita akui. Kalau dikatakan bahwa pelanggan adalah penting, tindakan-tindakan kita seharusnya lebih mendukung pernyataan tersebut. Jika kita memilih untuk hidup seolah-olah pelanggan tidak penting, orang-orang akan mempunyai alasan untuk mempertanyakan kelayakan kita untuk dipercaya.

Akhirnya, bagi para pemimpin yang memimpin dengan tidak didasarkan pada kekuasaan atau jabatan sebaliknya, kepemimpinan yang lahir dari hati yang melayani, maka merekalah ilham bagi semua orang dan bagi calon pemimpin masa depan.

PEMBAHASAN

Jika semua penyebab kegagalan kepemimpinan di atas kita klasifikasi, maka hasilnya bisa di lihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 1. Klasifikasi penyebab kegagalan kepemimpinan. 8 Tidak respon thd usulan staff Sikap

(23)

16 Pengangkatan berdasarkan kedekatan,

18 Tidak pekan akan kebutuhan umum Sikap

19 Tidak disiplin Sikap

20 Ragu dalam membuat keputusan Sikap

21 Tidak sensitif Sikap

22 Teralalu kaku atau terlalu lunak pada

bawahan. Sikap

(24)

Perekrutan 1 2.6% 5

Seni 1 2.6 % 5

Komunikasi 1 2.6 % 5

JUMLAH 38 100 %

Jika tabel tersebut kita buat grafik, maka hasilnya akan kita lihat seperti grafik di bawah ini :

Grafik 1. Frekuesi faktor-faktor penyebab kegagalan dalam kepemimpinan.

Dari grafik tersebut terlihat bahwa faktor sikap adalah faktor yang sangat utama dan memberikan kontribusi terbesar dalam hal kegagalan kepemimpinan (57.9%).. Mengapa demikian?.

Mari kita perhatikan beberapa definisi dari kepemimpinan, yang ada di dalam buku “Kepemimpinan Dalam Organisasi” (Gary Yulk, 2001). :

(25)

2. Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi aktivitas kelompok yang terorganisir untuk mencapai sasaran. (Rauch &Behling, 1984, h 46).

3. Kepemimpinan adalah sikap dan perilaku individu untuk mengarahkan aktivitas kelompok dalam mencapai sasaran bersama (Hemphill & Couns, 1977, h.7).

Dari ketiga definisi terebut jelas, bahwa kepemimpinan pada hakekatnya adalah kemampuan individu untuk menggerakan orang lain untuk melakukan sesuatu sasaran tertentu. Orang-orang atau bawahan kita akan bergerak dan melakukan sesuatu dengan baik, jika ia merasa termotivasi untuk melakukan hal tersebut. Rogers (1976), menyatakan bahwa orang akan termotivasi untuk melakukan sesuatu dengan rela dan baik, jika hatinya tersentuh”.

Sikap seperti apa yang bisa menyentuh hati bawahan, sehingga ia mau melakukan sesuatu dengan baik ?

1. Sikap terhadap masalah. Ia berani menghadapi masalah dan berusaha mengatasi masalahnya, tentu dengan keberanian dalam mengambil segala resiko. Bukankah hanya orang yang berani mengambil resiko yang punya peluang untuk maju?. Ia suka membantu bawahannnya untuk bisa mengatasi masalah.

2. Sikap pemimpin yang respon terhadap usulan staf. Sejelek apapun usulan bawahan harus diakomodir dan dihargai. Jika usulan bawahan kurang baik, kita tidak boleh menghardiknya. Kita harus tetap menghargai usula tersebut. Misalakan dengan mengatakan, “Naaah itu usulan yang cukup baik dan masuk akal, tetapi kita harus mempertimbangkan faktor-faktor lainnya, misalkan faktor keuangan kita. Tolong cari usulan lain yang lebih kecil resikonya?”. Walaupun tahu usulannya ditolak dengan halus, tetapi ia tetap merasa dihargai, dan lebih aktif mencari usulan lain yang bisa memajukan organisasi.

(26)

posisi yang tidak strategis, hanya karena pemimpinnya takut tersaingi oleh bawahan yang cerdas tersebut. Pemimpin yang baik, justru akan merasa bangga jika ia mampu mencerdaskan dan mendorong prestasi bawahannya.

4. Sikap pemimpin yang arogansi dan besar kepala. Sikap pemimpin seperti ini juga sangat berbahaya. Pemimpin yang arogan dan besar kepala, pasti tidak akan pernah mau mendengar pendapat bawahannya. Ia selalu merasa benar, dan tidak pernah salah. Semua masukan berharga dari bawahannya, akan terbuang percuma. 5. Sikap pilih kasih, pendendam, ambisius dan sikap-sikap lainnya, yang menyebabkan perasaan kurang simpatik dari semua bawahannya. Sikap kurang simpatik ini akan mempengaruhi motivasi bawahan. Mereka kurang bergairah dalam bekerja, karena kesal dengan sikap pemimpinnya. Inilah awal dari kegagalan pemimpin. Pemimpin yang buruk sikap, akan ditinggalkan karyawannya.

Sekarang mari kita cermati semua hal yang termasuk ke dalam kunci keberhasilan kepemimpinan.

Tabel 3. Klasifikasi kunci sukses dari kepemimpin.

No Penyebab Kegagalan Klasifikasi

1. Jadilah orang yang selalu ditiru dan diikuti oleh banyak

orang Strategi

2 Buatlah visi untuk masa depan Strategi 3 Ciptakan inspirasi dan ide yang cemerlang Strategi 4. Buatlah orang lain merasa penting dan selalu merasa di

hargai Sikap

5 Gunakan nilai-nilai sebagai pedoman hidup, dan bertindaklah selalu dengan etik.

Nilai

6 Ciptakan lingkungan yang kondusif untuk perbaikan yang terus menerus

Keterampilan

7 Ciptakan ruang dengan harapan dan keteladannmu Sikap 8 Berikan kesempatan pada orang-orang untuk tumbuh dan

berkembang, baik baik secara personal atau profesionalisme Sikap 9 Perlakukan orang dengan rasa cinta dan kasih sayang Sikap

(27)

11 Bangung visi baru yang betul-betul menyentuh kepentingan

lembaga dan semua karyawan Strategi

12 Bakar semangat semua anggota team Motivasi

13 Disiplinlah dan Penuh harap Sikap

14 kepribadian kuat, jujur, adil dan konsisten terhadap orang lain.

Nilai

15 Melihat Masa Depan Strategi

16 Libatkan dan Kembangkan Orang Lain Sikap

17 Perbaikan yang Terus Menerus Keterampilan 18 Hargai Hasil dan Hubungan Sikap

19 Mewujudkan Nilai Nilai

20 Menghargai pendapat orang lain secara bijak. Sikap

Jika Tabel 1. di atas kita rangkum maka hasilnya dapat dilihat pada tabel 2. Di bawah ini.

Tabel 4. Frekuensi dan persentase dari berbagai jenis penyebab keberhasilan dari kepemimpinan seseorang.

KATEGORI FREKUENSI PERSENTASE RANGKING

Sikap 9 45 % 1

Keterampilan 3 15 % 3

Strategi 4 20 % 2

Nilai 3 15 % 4

Motivasi 1 5 % 5

JUMLAH 20 100 %

(28)

Grafik 2. Frekuensi faktor-faktor kunci, untuk keberhasilan kepemimpinan.

Jika kita perhatikan grafik 2. di atas, maka akan terlihat bahwa faktor “Sikap Pemimpin” merupakan faktor utama untuk mencapai keberhasilan pemimpin. Sikap pemimpin jauh lebih penting dibanding keterampilan, strategi, nilai dan motivasi. Sekali lagi karena sikap akan sangat mempengaruhi motivasi seluruh staff atau orang yang dipimpinnya.

Jika sikap sudah baik, maka hal yang mesti dilakukan adalah membuat visi yang jelas, dan mengakomodir seluruh kepentingan lembaga dan staff. Semua staff seharusnya terlibat dalam proses pembuatan visi tersebut. Jika tidak, maka proses sosialisasi menjadi sangat penting, agar semua karyawan memiliki fokus perjuangan yang sama dengan lembaga yang ia pimpin.

(29)

Prof. A. Sanusi (Dalam kuliah SIM, 2009), menjelaskan bahwa ada tujuh nilai penting yang harus dipegang teguh oleh para pemimpin, yaitu : Nilai etis, estetis, logik, theologik, teleologik, fisik dan ekonomis. Kelima nilai tersebut harus menyatu dalam diri pemimpin, yang teraplikasi dan bentuk sikap dan perbuatan pemimpin. Coba kita cermati kategori sikap seperti apa, yang paling penting kita terapkan?

Tabel 5. Kategori sikap pemimpin terhadap staf, terhadap diri dan masalah.

No Penyebab Kegagalan Klasifikasi Sikap terhadap?

1 Ciptakan inspirasi dan ide yang cemerlang

Sikap Masalah

2 Buatlah orang lain merasa penting dan

selalu merasa di hargai Sikap Staff

3 Ciptakan ruang dengan harapan dan

keteladannmu Sikap Staff

5 Perlakukan orang dengan rasa cinta dan kasih sayang

Sikap Staff

6 Disiplinlah dan Penuh harap Sikap Diri 7 Hargai Hasil dan Hubungan Sikap Staff 8 Menghargai pendapat orang lain secara

bijak.

Sikap Staff

9 Takut ambil resiko Sikap Masalah

10 Tidak respon thd usulan staff Sikap Staff

11 Tidak Menghargai staff Sikap Staff

12 Takut tersaingi karyawan Sikap Staff 13 Tidak pernah memberi reward Sikap Staff

14 Keinginan hidup mewah Sikap Diri

15 Tidak setia kawan Sikap Staff

16 Dipandu rasa kuatir Sikap Diri

17 Tidak pekan akan kebutuhan umum Sikap Staff

18 Tidak disiplin Sikap Diri

(30)

20 Tidak sensitif Sikap Staff 21 Teralalu kaku atau terlalu lunak pada

bawahan.

Sikap Diri

22 Arogan Sikap Diri

23 Pilih Kasih terhadap karyawan Sikap Staff

24 Pendendam Sikap Diri

25 Mempermalukan anak buah Sikap Staff

26 Kurang sigap Sikap Diri

27 Mengutamakan pendapat pribadi Sikap Masalah

28 Terlalu ambisius Sikap Diri

29 Cepat berpuas diri Sikap Diri

30 Besar kepala Sikap Diri

Jika data tentang frekuensi sikap pemimpin pada tabel 3. tersebut kita rangkum, maka akan diperoleh gambaran seperti pada tabel 4. Di bawah ini.

Tabel 6. Rangkuman sikap pemimpin terhadap staff, diri dan masalah yang dihadapinya, selama proses kepemimpinan.

Sikap Terhadap siapa?

FREKUENSI PERSENTASE RANGKING

Staff 15 50 % 1

Diri 12 40 % 2

Masalah 3 10 % 3

JUMLAH 30 100 %

(31)

Grafik 3. Persentase sikap pemimpin terhadap staff, diri dan masalah, yang didasarkan pada faktor kegagalan dan kunci sukses dalam kepemimpinan.

Dari grafik 4. Di atas jelas terlihat bahwa sikap yang paling penting adalah sikap pemimpin terhadap staff, di ikuti oleh sikap pemimpin terhdap dirinya sendiri, dan terkahir sikap pemimpin terhadap masalah yang dihadapinya.

Seperti yang sudah dijelaskan di bagian atas, bahwa sikap pemimpin terhadap staff yang dipimpinnya, adalah faktor utama kegagalan dan sekaligus faktor keberhasilan pemimpin tersebut. Sikap pemimpin yang tidak baik terhadap bawahannya (staff), merupakan faktor utama dari kegagalan seorang pemimpin.

(32)

Sikap selanjutnya yang harus dimiliki oleh pemimpin adalah sikap baik terhadap dirinya sendiri, seperti disiplin, reward terhadap dirinya sendiri, berpikir positif, penuh dengan semangat, tidak kenal putus asa,dan lain-lian. Seorang pemimpin yang baik, akan bersikap baik juga terhadap dirinya. Ia sangt pandai dalam manajemen dirinya sendiri, sehingga fisiknya menjadi sehat, dan batinnya kuat. Ia sangat pandai menjaga kesehatan lahir dan batinnya. Ia sangat pandai untuk mengelola waktu, pekerjaan dan hobinya. Ia memiliki sikap tenang, percaya diri, dan muka yang ramah terhadap siapapun. Guru Besar Uninus, Dedi Mulyasana (2010), mengkategorikan ini pada kelompok Kepemimpinan Interpersonal, atau Kepemimpinan Pribadi. Kita bisa menyebut hal ini “Kecerdasan untuk mengurus diri sendiri”

Terakhir adalah sikap pemimpin terhadap masalah. Pemimpinan yang baik, sangat berani dalam menghadapi masalah. Ia selalu mencari ide yang cemerlang untuk mengatasi berbagai masalah yang dihdapinya. Ia berani untuk mengambil resiko, tentu dengan menggunakan segala pertimbangan yang ada. Ia tidak pernah berlari dari masalah. Ia memiliki sikap baik dan berani dalam menghadapi berbagai masalah. Ia memiliki ketrampilan tinggi dalam mengurai, mengklasifikasi dan membuat prioritas masalah yang harus dipecahkan segera.

Setelah kita memahami betapa penting sikap pemimpin terhadap bawahannya, maka pertanyaan pentingnya adalah “ bagaimana kita bisa merubah sikap dan perilaku kita terhadap bawahannya”. Pertanyaan ini sangat mudah di jawab oleh siapapun, tetapi susah untuk diterapkan menjadi kebiasaan yang mendarah daging pada pemimpin.

(33)

Gambar 1. Cara mudah untuk mencapai kepemimpinan primal.

Keteangan : = Garis refleksi

= Garis tahapan belajar jadi pemimpin prima

Gambar 1 tersebut di atas bisa dijelaskan secara rinci sebagai berikut :

1. Kita diminta untuk mengambarkan diri yang ideal yang kita harapkan itu seperti apa? Atau bisa juga dengan pertanyaan, ”Kita ini mau menjadi seperti siapa? 2. Kita diminta untuk mengoreksi ”apa kekuatan yang sudah kita miliki”.

(34)

4. Pikirkan gap apa yang kita miliki, antara diri yang ideal dengan diri kita sekarang ini?

5. Menyusun agenda pembelajaran. Apa yang ingin diperkuat lagi sehingga bisa menjadi pemimpin yang ideal? Dan bagaimana mengurangi gap antara kondisi ideal dengan kekurangan kita?

6. Mencoba-coba menerapkan kebiasaan baru yang kita inginkan, cara berpikir baru yang kita inginkan, dan kepekaan rasa yang baru yang kita harapkan.

7. Mencoba mempraktekan kebiasaan baru, cara berpikir baru dan kepekaan rasa yang baru.

8. Pada setiap akhir tahapan kita harus melakukan refleksi, dengan menggunakan pertanyaan : a. Apakah sudah terumuskan dengan baik dan jujur?; b. apakah sudah di tuliskan,di renungkan, diucapkan atau dipraktekan?.

Lebih detilnya bisa dilihat pada anak panah seperti di bagan tersebut. Hal yang sangat penting adalah proses di atas harus dilakukan terus menerus dan didorong dengan motivasi yang kuat untuk merubah sikap, prilaku, cara berpikir dan semua kebiasaan yang kurang baik. Siklus tersebut sangat mudah untuk di pahami, ”Pikirkan kondisi ideal apa yang ingin diwujudkan dalam diri kita, rancang pembelajaran yang ingin diterapkan berdasarkan kekuatan dan kelemahan yang kita miliki, dihubungkan dengan kondisi ideal yang ingin kita wujudkan. Lanjutkan dengan percobaan berkali-kali dan memprakteknnya di dalam proses berhubungan dengan para staf.

KESIMPULAN

(35)

pemimpin yang kurang baik; 6). Lemahnya seni memimpin; 7).Komunikasi pemimpin yang kurang baik dengan bawahannya.

Sementara itu, kunci keberhasilan kepemimpinan, secara berut-turut mulai dari yang berkontribusi paling besar,adalah: 1). Sikap baik pemimpin; 2). Strategi yang baik; 3). Keterampilan pemimpin; 4). Keteguhan pemimpin dalam memegang nilai-nilai kepemimpinan; dan 5). Kemampuan memotivasi yang dimiliki oleh pemimpin.

Sikap pemimpin adalah faktor utama yang menyebabkan kegagalan kepemimpinan, dan sekaligus faktor utama yang menyebabkan keberhasilan kepemimpinan.

Ada tiga jenis sikap pemimpin : Sikap pemimpin terhadap staffnya, sikap pemimpin terhadap dirinya, dan sikap pemimpin terhadap masalah yang dihadapinya. Sikap pemimpin terhdap staffnya merupakan hal yang sangat berpengaruh terhdap keberhasilan pemimpin (50% dari keseluruhan sikap yang ada).

Sikap pemimpin terhadap staffnya, akan sangat mempengaruhi motivasi staff dalam melakukan semua pekerjaan di lembagainya. Pekerjaan seberapa beratpun akan bisa dikerjakan dengan baik, jika seluruh staffnya memiliki motivasi yang kuat. Tugas utama pemimpin adalah memotivasi dan menggerakkan seluruh staff, untuk mencapai tujuan lembaga yang sudah di rumuskan dan di sepakati bersama.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 1989. Komunikasi dan pembangunan : Perspektif Kritis. LP3ES. Jakarta.

Goleman, Daniel. 2002. The New Leader : Transforming the art of leadership into the science of results. Litle Brown Press. London.

Gibson, L, James et all. 1996. Organisasi (Edisi Kedelapan).

Heathfield, M, Susan. (2009). Secret of leasership. (Online). Tersedia:

(36)

Nugroho, Siswono. (2009). (online). Tersedia :

http://www.siswonugroho.com/2008/10/24/20-ciri-kepemimpinan -yang- gagal-belajarlah-dari-kesalahan-dan-segera-perbaiki-kepemimpinan-anda-untuk-mencegah-kebangkrutan-usaha-anda-2.html. (3 Maret 2010).

Reeves, B, Douglas. 2002. The Leaders’s Guide to Standars. Jossey Bass. San Franciso. Amerika Serikat.

Hughes, L, Richard et all. 2009. Leadership : Enhancing the Leasson of Experience. MC Graw Hill. San Francisco. Amerika Serikat.

Ricard, Deny. (2001). 12 Major Causes of Failure in Leadership. (Online). Tersedia: http://www.1000advices.com/guru/leadership_failure_12c_rd.html. (2 Maret 2010).

Scott, C. 2008. Jika anda Ingin menjadi Manusia Seutuhnya, Inilah Pedomannya. Diva Press. Jogyakarta.

Sambon, Mark. (2009). Failure of Leadership. (online). Tersedia:

http://www.marksanborn.com/blog/failure-of-leadership/) (1 Maret 2010).

Thomas, Bill. (2004), Five power Keys for leadership success. (Online). Tersedia: http://www.healthstatus.com/articles/

5_Power_Keys_For_Leadership_Success.htm (4 Maret 2010).

Satria (2009), Lima kata kunci (keyword) rahasiah kepemimpinan. (Online).

Tersedia : http://mbok-pahing.com/?pg=articles&article=16165. (4 Maret 2010)Fs.

Gambar

Tabel 1. Klasifikasi penyebab kegagalan kepemimpinan.
Tabel  2.  Frekuensi  dan  persentase  dari  berbagai  jenis  penyebab  kegagalankepemimpinan.
Grafik 1. Frekuesi faktor-faktor penyebab kegagalan dalam kepemimpinan.
Tabel 3. Klasifikasi kunci sukses dari  kepemimpin.
+7

Referensi

Dokumen terkait

Pertanyaan refleksi sebagai jawaban atas tabel 5.31 adalah manfaat apa yang dapat kita peroleh jika kita bekerja sama dengan orang lain? Kebanyakan siswa mampu menuliskan

Dari sinopsis kita bisa menentukan siapa saja yang harus kita wawancara, daftar pertanyaan untuk setiap wawancara, dan daftar gambar-gambar (footage) yang dibutuhkan di luar

Pertanyaan refleksi sebagai jawaban atas tabel 5.31 adalah manfaat apa yang dapat kita peroleh jika kita bekerja sama dengan orang lain? Kebanyakan siswa mampu menuliskan

Tahapan penelitian ini terdiri dari (1) perencanaan tindakan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan evaluasi, (4) refleksi di akhir tindakan. Penelitian

Sebelum kita melihat lebih jauh tentang profesi di bidang teknologi informasi, pertanyaan pertama yang harus dijawab adalah apakah pekerjaan di bidang teknologi

Tahapan penelitian ini terdiri dari (1) perencanaan tindakan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan evaluasi, (4) refleksi di akhir tindakan. Penelitian

Misalnya saat mandi, kita bisa memeriksa apakah ada benjolan atau tidak trus bisa di depan cermin dengan mengangkat kedua tangan kita sambil melihat apakah ada

Sehingga bisa disimpulkan bahwa komposisi penduduk yang sangat heterogen dan bervariasi memberikan peluang bagi setiap suku agama atau etnik di Timur Tengah untuk