Komunikasi Untuk Membangun Relasi Suami – Isteri yang berbahagia

Teks penuh

(1)

2009 MRSA ADRIANUS MAYOR. S.Pd 1

Komunikasi Untuk

Komunikasi Untuk

Membangun

Membangun

Relasi

Relasi

Suami

Suami

– Isteri yang berbahagia

– Isteri yang berbahagia

Kursus Persiapan Perkawinan

(2)

Perkenalan &

Pengantar

(3)

11/17/18

Komunikasi untuk membangun Relasi Suami Isteri Bahagia Tim KPP Komisi Keluarga

PAROKI MRSA SINANG 3

Makna dan Tujuan Perkawinan

Kristiani

Perkawinan adalah pemenuhan salah satu

panggilan Tuhan: Kejadian 2:24, Matius 19:5,

Markus 10:7-8, Effesus 5:31

Perkawinan adalah

keputusan kita

dengan

tujuan membangun keluarga yang penuh cinta

kasih dan berguna bagi sesama. Menurut

Yohanes 13:34, 15:12 ‘Saling Mengasihi adalah

Perintah, bukan sekedar ajaran atau himbauan.

Keputusan itu akan kita

jalani bersama secara

(4)

Refeksi – 1 (2 menit)

Tuliskan alasan-alasan atau

hal-hal yang membuat aku memilih

calon pasanganku ini dan

memutuskan untuk hidup

berkeluarga bersamanya?

(5)

11/17/18 Komunikasi untuk membangun Relasi Suami Isteri Bahagia Tim KPP Komisi Keluarga KAJ 9

Jawaban Refeksi - 1

Ingin mempunyai keturunan / anak

Status

saya sudah berumur, malu

Kasihan kepada calon pasangan

(diancam bunuh diri, mau jadi

biarawan/biarawati, dsb)

, orang tua

(yang sudah tua dan

sakit-sakitan)

, saudara

(yang lebih muda sudah akan menikah, dsb)

, atau

lainnya

Pelarian

habis putus hubungan dengan pacar sebelumnya; tidak

mendapatkan cinta kasih di keluarga / lingkungan

Diminta oleh orang tua, saudara atau lainnya

dijodohkan

Cantik, ganteng, atau sexy

“Kecelakaan” (hamil sebelum menikah)

main-main, korban

pemerkosaan

Kaya (materi), Keluarganya terkemuka / mempunyai kedudukan

Aku mencintainya

Aku mencintainya

(6)

Ciri Perkawinan Katolik

Keputusan untuk membangun Keluarga

Kristiani yang diambil, hendaknya

memperhatikan bahwa ‘Perkawinan secara

Katolik’, adalah:

Seumur hidup

,

tak terceraikan

oleh manusia

(bdk. Mat. 19:6, Mrk. 10:9)

Monogami

(Kanon § …. – bdk. 1Kor. 7:2)

(7)

11/17/18 11

Beberapa petunjuk dalam

kehidupan berkeluarga

Cinta kasih

akan membuat perkawinan kita seumur

hidup, karena kasih itu ‘tidak berkesudahan’ dan

‘dewasa’ (bdk. 1 Kor. 13: 8-11)

Jika cinta kasih sudah memudar, perkawinan kita sudah

tidak mempunyai arti lagi dan sulit bagi kita untuk dapat

bertahan (bdk. 1 Kor. 13: 1 -3)

Cinta kasih itu tidak datang dengan sendirinya,

melainkan harus diupayakan dan diusahakan secara

terus-menerus (bdk. 1 Kor. 14: 1)

‘Mengasihi satu akan lainnya’ bukan sekedar ajaran atau

himbauan melainkan

‘perintah’ Allah

(bdk. Yoh.13:34,

Yoh.15:12, Yoh. 15:9), dan bersifat pro-aktif (juga bdk.

Nota Pastoral KWI 2003 & 2004 – “mulai dari diri

(8)

‘Cinta Kasih’ menurut Rasul

Paulus

(1 Korintus 13:4-7)

Kasih itu sabar;

kasih itu murah hati;

ia tidak cemburu.

Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.

Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari

keuntungan diri sendiri.

Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.

Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena

kebenaran.

Ia menutupi segala sesuatu,

percaya segala sesuatu,

(9)

11/17/18 17

Sharing – Masa

Romance

(10)

Refeksi – 2

(waktu 3 menit)

Coba jelaskan seberapa jauh Anda telah mengenal

calon pasangan Anda, dan

cita-cita/harapan-harapan Anda akan Keluarga yang akan Anda

bina.

1.

Sifat-sifat yang aku senangi / kagumi dari kamu

adalah: ……….

2.

Sifat-sifat yang tidak aku senangi dari kamu adalah:

………

3.

Apa yang akan ‘aku’ perbuat atas sifat-sifatmu yang

tidak aku senangi?

4.

Kelebihan apa yang ada padamu tetapi tidak ada

padaku?

(11)

11/17/18 21

Silahkan ditukar dengan

Pasangan Anda

Dibaca, di-dialog-kan dan boleh ditanyakan

apabila ada yang kurang jelas.

(waktu 2

menit)

Sebenarnya, sekarang ini kita

baru sedikit

(12)

Merubah diri (

bukan

menghendaki / menuntut /

memaksakan orang lain berubah)

Kecenderungan kita untuk ingin merubah

orang lain (pasangan)

Tidak ada seorangpun yang bisa merubah

diriku, kecuali aku sendiri

Cinta kasih harus tetap dipelihara dan

diupayakan secara terus menerus dengan

(13)

11/17/18 24

Sharing – Masa

Kekecewaan

(14)

Masa kecewa

Semua pasangan pasti mengalami masa kecewa atau masa sulit

Ini adalah hal yang

wajar

dan

normal

. Kita tidak menikah

dengan seorang malaikat yang tidak pernah berbuat kesalahan

Kita tidak sendirian; cepat atau lambat, kita semua akan

mengalaminya

Permasalahan yang kita alami janganlah dianggap yang paling

berat. Banyak pasangan lain yang mengalami masa sulit lebih

berat lagi

Dalam menghadapi masa sulit ini, kita akan bertahan apabila dasar

keputusan kita kuat dan

berdasarkan Cinta Kasih

yang kita

upayakan secara terus-menerus

Percaya

bahwa kita pasti bisa menghadapi dan mengatasi segala

permasalahan yang kita alami (baca 1Kor. 10:13)

Dalam kehidupan perkawinan, kita akan sering jatuh dalam relasi

kita. Jikalau dasar perkawinan kita kuat dan percaya, niscaya

setiap kali kita jatuh, kita akan bangkit kembali

Kuncinya adalah

kemauan

dan

keberanian

kita untuk

bangkit

(15)

11/17/18 26

Sharing – Bangkit

Kembali

(16)

Bangkit Kembali

SALING BERTOBAT

(atas kesalahan yang

telah diperbuatnya yang sengaja atau tidak

sengaja telah menyakiti hati pasangan)

dengan merubah diri (bukan merubah

pasangan)

Terus-menerus

SALING MENGAMPUNI

pasangan (bdk. Mat. 18:21-22)

(17)

11/17/18 29

Siklus Kehidupan Perkawinan

Masa Romance”

Masa Romance”

“Masa

“Masa

Kekecewaan”

Kekecewaan” 

“Bangkit Kembali /

“Bangkit Kembali /

Kegembiraan” merupakan siklus

Kegembiraan” merupakan siklus

yang pasti terjadi dalam roda

yang pasti terjadi dalam roda

kehidupan perkawinan yang tidak

kehidupan perkawinan yang tidak

bisa berhenti berputar selama hidup

bisa berhenti berputar selama hidup

kita didunia ini

kita didunia ini

Setiap kali kita jatuh dalam masa

Setiap kali kita jatuh dalam masa

kekecewaan kita harus mau dan

kekecewaan kita harus mau dan

berani untuk bangkit kembali. Kita

berani untuk bangkit kembali. Kita

usahakan berada dalam masa

usahakan berada dalam masa

kekecewaan dalam waktu sependek

kekecewaan dalam waktu sependek

mungkin dan pada posisi masa

mungkin dan pada posisi masa

kegembiraan selama mungkin

kegembiraan selama mungkin

Dengan mengalami masa

Dengan mengalami masa

kekecewaan dan bangkit kembali,

kekecewaan dan bangkit kembali,

kita belajar, sehingga kekewaan kita

kita belajar, sehingga kekewaan kita

makin dangkal dan lebih mudah

makin dangkal dan lebih mudah

untuk bangkit kembali. Dengan

untuk bangkit kembali. Dengan

demikian kita membuat lingkaran

demikian kita membuat lingkaran

siklus menjadi semakin kecil, tetapi

siklus menjadi semakin kecil, tetapi

tidak akan pernah menjadi titik

tidak akan pernah menjadi titik

selama hidup kita

(18)

Komunikasi

VERBAL

VERBAL

NON VERBAL

NON VERBAL

GERAK

GERAK

SYMBOL

SYMBOL

INTONASI

WAJAH

TUBUH

TUBUH

PERHATIAN

PERHATIAN

HADIAH

(19)

11/17/18 33

Tingkatan Komunikasi Verbal

1.

Basa-basi:

“Hallo, Apa kabar”, “Mau

Kemana?”, “Selamat Pagi”

2.

Membicarakan orang lain atau

keadaa

n

n

(ngerumpi, ngegosip, tsunami,

gempa bumi, peledakan bom)

3.

Menyatakan gagasan dan pendapat

(diskusi, rapat, seminar, loka karya)

4.

Saling berbagi

perasaan

/ dialog

perasaan

(ada yang mengungkapkan

peras

aan; ada yang menerima ungkapan

aan;

perasaan terseb

ut)

ut)

dangkal

dangkal

mendalam

(20)

Komunikasi Puncak

Suami-Isteri

Tingkat komunikasi suami-isteri sampai pada relasi

perasaan menjadi dasar untuk komunikasi tingkat

selanjutnya untuk sampai pada puncak komunikasi

suami-isteri, yaitu

relasi seksual

Seksualitas janganlah diartikan secara sempit

sebagai persetubuhan saja, melainkan juga dalam

bentuk kemesraan, sentuhan fisik dan keintiman

(

intimacy)

lainnya.

Selain sebagai media reproduksi (mendapatkan

anak), persetubuhan adalah juga untuk prokreasi

(bukan rekreasi) dalam meningkatkan kedekatan

relasi suami-isteri

(21)

11/17/18

Komunikasi untuk membangun Relasi Suami Isteri Bahagia Tim KPP Komisi Keluarga

SINTANG 35

Hal-hal yang perlu diperhatikan

Aktifitas ini hendaknya saling membahagiakan (tidak

membahagiakan diri sendiri), dan hendaknya selalu

peka, peduli dan berfokus terhadap kebutuhan

pasangan

Pada saat terjadi relasi seksual, seluruh jiwa dan

raga kita dan pasangan dalam keadaan terbuka

yang membuat kita menjadi sangat sensitif.

Hal-hal kecil yang biasanya tidak menimbulkan masalah

bisa menyebabkan terhentinya relasi seksual dan menjadi

konflik dan pertengkaran.

Hindari hal-hal yang tidak perlu dikomunikasikan pada

saat-saat ini, seperti membicarakan orang lain

(22)

Perselingkuhan

Pada intinya, segala bentuk perselingkuhan

menyakiti hati pasangan

Perselingkuhan yang melibatkan seksualitas dan

intimacy akan membuat ‘luka’ yang dalam pada

pasangan

Menghilangkan kepercayaan pasangan

Memadamkan cinta kasih

Sulit dimaafkan

Secara umum hindarilah perselingkuhan dengan

(23)

11/17/18

Komunikasi untuk membangun Relasi Suami Isteri Bahagia Tim KPP Komisi Keluarga

PAROKI MRSA 37

Perasaan, Pikiran dan

tindakan

Perasaan adalah reaksi spontan dalam diri kita mengenai

seseorang, sesuatu tempat atau situasi yang kita alami atau

pikirkan

Reaksi spontan

timbul begitu saja; tidak bisa kita hentikan /

cegah

tidak salah; tidak benar (netral)

Contoh Perasaan:

Positif:

Gembira, Suka-cita, Senang

Negatif:

Khawatir, Takut, Sedih, Kecewa, Curiga, Kesal, Bété,

Jengkel, dsb.

Kebutuhan pokok tak terpenuhi, atau berbeda/berlawanan

dengan paradigma diri (believe)

Perasaan negatif

Pikiran negatif (yang berkembang

muncul Perasaan dan

Pikiran negatif lainnya)

Tindakan negatif

Kebutuhan tak terpenuhi

Kebutuhan tak terpenuhi

atau berbeda dengan

atau berbeda dengan

paradigma diri (believe)

paradigma diri (believe)

(24)

Komunikasi Perasaan (dari hati

kehati)

Kunci kebahagiaan

suami-isteri adalah

relasi

yang baik

Kunci relasi yang baik

adalah

komunikasi yang baik

Komunikasi yang baik

adalah

komunikasi sampai tingkat perasaan

(dari hati ke hati)

yang

jujur dan terbuka

jujur dan terbuka

Saya

baru mengenal

pasangan

kalau mengenal isi hatinya

. Kalau

kita dapat saling mengungkapkan apa yang bergolak didalam

sanubari kita, baru kita dapat belajar saling mengenal dan menerima

perasaannya

Perasaan yang terpendam adalah penyebab banyak kesulitan.

Semua perselisihan, pertengkaran berasal dari hati yang terluka,

karena merasa tidak dicintai atau tidak dihargai. Selama kita tidak

bisa membagikan perasaan kita yang terdalam, kita tak mungkin

saling mengenal dan perasaan yang terpendam meracuni relasi kita

Komunikasi adalah kunci untuk memecahkan perselisihan.

(25)

11/17/18

Komunikasi untuk membangun Relasi Suami Isteri Bahagia Tim

KPP Komisi Keluarga PAROKI

MRSA SINTANG 39

Kebiasaan kita dalam

berkomunikasi

(26)

Ilustrasi – Kebiasaan kita

Seorang Suami mengeluh:

Setiap kali saya pulang rumah, Isteri saya selalu

mengomel. Omelannya tidak pernah berhenti:

Keuangan tidak mencukupi

Anak-anak malas dan nakal

Saya dikatakan tidak pernah membantu; tidak

pernah memperhatikan keluarga; tidak pernah

mendukung, dsb.

Saudara dari pihak saya selalu merongrong

Pembantu mau keluar, dan macam-macam lah

(27)

11/17/18

Komunikasi untuk membangun Relasi Suami Isteri Bahagia Tim KPP Komisi Keluarga

PAROKI MRSA 41

Kita perhatikan komunikasi

yang terjadi

Setiap kali

Setiap kali

saya pulang rumah, Isteri saya

selalu

selalu

mengomel. Omelannya

tidak pernah

tidak pernah

berhenti:

Keuangan tidak mencukupi

Anak-anak malas dan nakal

Saya dikatakan

tidak pernah

tidak pernah

membantu;

tidak

tidak

pernah

pernah

memperhatikan keluarga;

tidak pernah

tidak pernah

mendukung, dsb.

Saudara dari pihak saya

selalu

selalu

merongrong

Pembantu mau keluar, dan macam-macam, lah

Rasanya ingin pergi saja dari rumah, atau tidak usah

pulang saja

Kata-kata

Kata-kata

tersebut “

memojokkan

memojokkan

”, “

bela diri

bela diri

(memasang benteng)

(memasang benteng)

pantangan

pantangan

dalam

(28)

Kita perhatikan komunikasi

yang terjadi

Setiap kali saya pulang rumah,

Isteri saya selalu

Isteri saya selalu

mengomel

mengomel

. Omelannya tidak pernah berhenti:

Keuangan tidak mencukupi

Anak-anak malas dan nakal

Saya dikatakan tidak pernah membantu; tidak

pernah memperhatikan keluarga; tidak pernah

mendukung, dsb.

Saudara dari pihak saya selalu merongrong

Pembantu mau keluar, dan macam-macam lah

Rasanya ingin pergi saja dari rumah, atau tidak usah

pulang saja

Ungkapan

Ungkapan

yang “

menuduh

menuduh

”, “

menuding

menuding

”,

(29)

11/17/18 43

Kita perhatikan komunikasi

yang terjadi

Setiap kali saya pulang rumah, Isteri saya selalu

mengomel. Omelannya tidak pernah berhenti:

Keuangan tidak mencukupi

Keuangan tidak mencukupi

Anak-anak malas dan nakal

Anak-anak malas dan nakal

Saya dikatakan tidak pernah membantu; tidak

Saya dikatakan tidak pernah membantu; tidak

pernah memperhatikan keluarga; tidak pernah

pernah memperhatikan keluarga; tidak pernah

mendukung, dsb.

mendukung, dsb.

Saudara dari pihak saya selalu merongrong

Saudara dari pihak saya selalu merongrong

Pembantu mau keluar, dan macam-macam lah

Pembantu mau keluar, dan macam-macam lah

Rasanya ingin pergi saja dari rumah, atau tidak usah

pulang saja

(30)

Kita perhatikan komunikasi

yang terjadi

Setiap kali saya pulang rumah, Isteri saya selalu

mengomel. Omelannya tidak pernah berhenti:

Keuangan tidak mencukupi

Anak-anak malas dan nakal

Anak-anak malas dan nakal

Saya dikatakan tidak pernah membantu; tidak

Saya dikatakan tidak pernah membantu; tidak

pernah memperhatikan keluarga; tidak pernah

pernah memperhatikan keluarga; tidak pernah

mendukung, dsb.

mendukung, dsb.

Saudara dari pihak saya selalu merongrong

Pembantu mau keluar, dan macam-macam lah

Rasanya ingin pergi saja dari rumah, atau tidak usah

pulang saja

(31)

11/17/18 45

Kita perhatikan komunikasi

yang terjadi

Setiap kali saya pulang rumah, Isteri saya selalu

mengomel. Omelannya tidak pernah berhenti:

Keuangan tidak mencukupi

Anak-anak malas dan nakal

Saya dikatakan tidak pernah membantu; tidak pernah

memperhatikan keluarga; tidak pernah mendukung,

dsb.

Saudara dari pihak saya selalu merongrong

Pembantu mau keluar, dan macam-macam lah

Rasanya ingin pergi saja dari rumah, atau tidak usah

Rasanya ingin pergi saja dari rumah, atau tidak usah

pulang saja

pulang saja

Ungkapan

Ungkapan

yang

“tidak menyelesaikan masalah”

“tidak menyelesaikan masalah”

/

“menyerah”

(32)

Dari ilustrasi kecil tadi

kita lihat bahwa banyak

sekali yang bisa

dipelajari untuk

(33)

11/17/18

Komunikasi untuk membangun Relasi Suami Isteri Bahagia Tim KPP Komisi Keluarga

PAROKI MRSA 47

Terjadinya Komunikasi

Komunikasi baru terjadi apabila satu orang

sebagai PEMBICARA, dan satu atau

beberapa orang sebagai PENDENGAR

Komunikasi tidak terjadi apabila ada lebih

dari satu atau semuanya adalah

PEMBICARA

Menjadi PENDENGAR yang baik, tidaklah

(34)

Mendengarkan dengan

Empati

(35)

11/17/18 49

Mendengar dan

Mendengarkan

Mendengar

(to

hear

)

Pasif. Misalkan:

mendengar musik, mendengar kicau

burung, mendengar bunyi ledakan, mendengar teriakan

orang

Mendengarkan

(to

listen

)

Aktif, penuh perhatian. Misalkan:

Mendengarkan berita /

musik (bedakan dengan ‘mendengar’ berita / musik),

mendengarkan curhat pasangan atau anak

Mendengarkan dengan Empati

(Empathic Listening)

Ikut merasakan dan menghayati si Pembicara,

(36)

Hambatan Mendengarkan

Kecenderungan kita yang lebih ingin

‘didengarkan’ daripada ‘mendengarkan’

Mayoritas orang mendahulukan ego dan

kepentingan dirinya sendiri dibandingkan

kepentingan orang lain

Kecenderungan kita berpikir lebih jauh

kedepan sebelum Pembicara selesai

berbicara

(37)

11/17/18 51

Bagaimana menjadi pendengar yang

baik?

Beri perhatian

Pandanglah Pembicara (eye contact) tanpa perasaan curiga

Coba belajar menyingkirkan apa yang melintas di benak kita – terutama

yang menyangkut diri kita

Hargai sudut pandangnya

Fokuskan pada dirinya, misal

“Lalu bagaimana menurut kamu, apa yang

sebaiknya kita lakukan?”

Kisahkan kembali dan tanyakan yang kurang kita pahami

Ulangi secara ringkas apa yang dia ceritakan, misal

“Jadi maksud kamu

adalah …..”

ini menyatakan bahwa kita mengikuti dan memahami

semua yang diceritakannya

Tanyakan apabila kita ada yang kurang mengerti

Jangan potong ceritanya

Coba singkirkan keinginan kita untuk menanggapi dan memberikan

solusi atau nasehat, bila tidak diminta

Hindari keinginan kita untuk menjadi PEMBICARA

Perhatian non-stop

Sesudah Pembicara bercerita jangan terus melupakan begitu saja;

(38)

Mewaspadai Masalah

dan Solusinya

Dalam setiap relasi suami-isteri adalah wajar bila terjadi konflik. Ada dua

pandangan tentang konflik. Secara tradisional konflik dihindari, namun saat

ini pandangan tentang konflik berubah. Pandangan modern tentang konflik

bersifat fungsional atau berguna, sehingga dapat dikelola untuk tujuan yang

baik. Dalam hal ini kualitas komunikasi yang buruk menjadi gejala sebuah

masalah dan komunikasi yang baik dapat menjadi awal solusi. Konflik dan

perselisihan hendaknya diselesaikan sesegera mungkin. Janganlah

(39)

11/17/18

Komunikasi untuk membangun Relasi Suami Isteri Bahagia Tim KPP Komisi Keluarga

PAROKI MRSA 53

Gejala relasi suami-isteri yang

kurang baik

Komunikasi tidak bebas

Jarang timbul kesepakatan

Tidak bersedia berbagi informasi

Persaingan tidak sehat

Kebersamaan tidak efektif

(40)

Mengantisipasi

Komunikasi yang kurang

baik

Dengan selalu mengingat keputusan

(41)

11/17/18

Komunikasi untuk membangun Relasi Suami Isteri Bahagia Tim KPP Komisi Keluarga

PAROKI MRSA 55

Waspada Persepsi

Lihat Keunikan; Jangan Membandingkan

Lihat Menyeluruh; Jangan Sebagian

(42)

Waspada Emosi

Waspadai kondisi pribadi sesaat

Hindari evaluasi dan pengambilan

keputusan jika sedang dilanda gejolak

emosi

Hindari rasa SUPERIOR

‘Memuji’ (yang sering kita lupakan)

membuahkan kegembiraan dan

(43)

11/17/18 57

Waspada Perilaku

Jangan mengumpat / mencemooh /

mengejek

Jangan menyakiti

Jangan menelantarkan / membiarkan hal

negatif terjadi

Beri perhatian cukup

Sempatkan waktu untuk berkomunikasi

(44)
(45)

11/17/18

Komunikasi untuk membangun Relasi Suami Isteri Bahagia Tim KPP Komisi Keluarga

PAROKI MRSA. 60

Keluarga ….

Sudah lengkap meskipun belum / tidak

dikaruniai anak.

Ada waktu-waktu dimana anggota keluarga

bersama-sama.

Keterlibatan semua anggota keluarga dalam

(46)

Tanya – Jawab

(47)

11/17/18

Komunikasi untuk membangun Relasi Suami Isteri Bahagia Tim

KPP Komisi Keluarga PAROKI

MRSA 62

Doa Penutup – Puji Syukur

221:

Jadikanlah Aku Pembawa

Damai

Bersama-sama

Wanita

(48)

Jadikanlah Aku Pembawa

Damai

Tuhan, jadikanlah aku pembawa damai.

Bila terjadi kebencian,

jadikanlah aku pembawa cintakasih

(49)

11/17/18 Komunikasi untuk membangun Relasi Suami Isteri Bahagia Tim KPP Komisi Keluarga KAJ 64

Jadikanlah Aku Pembawa

Damai

Tuhan, jadikanlah aku pembawa damai.

Bila terjadi kebencian,

jadikanlah aku pembawa cintakasih

(50)

Jadikanlah Aku Pembawa

Damai

Tuhan, semoga aku lebih ingin menghibur

daripada dihibur, memahami daripada

dipahami, mencintai daripada dicintai

Sebab dengan memberi aku menerima,

dengan mengampuni aku diampuni, dengan

mati suci aku bangkit kembali untuk hidup

selama-lamanya. Amin.

Demi nama

Bapa, dan

Putera, dan

Roh

(51)

66

Semoga berbahagia

menempuh hidup baru

dalam Keluarga Kristiani

Kursus Persiapan Perkawinan

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :