SCIENTIST IN ACTION 2016
INTEGRITY BUILDING : MEMBANGUN INTEGRITAS DALAM SISTEM PENDIDIKAN DENGAN PENDEKATAN BUDAYA MUTU
Disusun Oleh:
1. Fitri Nur Rilah 1342520011 2013
2. Ahmad Zidni Mubarok 1432510060 2014
3. Dwi Mahfudhoh Rofiqoh 1432510050 2014
POLITEKNIK NEGERI MALANG MALANG
LEMBAR PERNYATAAN
Yang bertanda tangan dibawah ini;
Nama Ketua : Fitri Nur Rilah
Tempat, Tanggal Lahir : Pasuruan, 26 Februari 1996
Jurusan/ Program Studi : Akuntansi/D-IV Akuntansi Manajemen
Universitas : Politeknik Negeri Malang
Nama Anggota 1 : Ahmad Zidni Mubarok
Tempat, Tanggal Lahir : Nganjuk, 1 Januari 1996 Jurusan/ Program Studi : Akuntansi/D-III Akuntansi
Universitas : Politeknik Negeri Malang
Nama Anggota 2 : Dwi Mahfudhoh Rofiqoh Tempat, Tanggal Lahir : Tulungagung, 20 Juni 1996 Jurusan/ Program Studi : Akuntansi/D-III Akuntansi
Universitas : Politeknik Negeri Malang
Dengan ini menyatakan bahwa karya tulis dengan judul:
INTEGRITY BUILDING : MEMBANGUN INTEGRITAS DALAM SISTEM PENDIDIKAN DENGAN PENDEKATAN BUDAYA MUTU
adalah benar-benar hasil karya sendiri dan bukan merupakan plagiat atau saduran dari karya tulis orang lain. Apabila dikemudian hari pernyataan ini tidak benar maka saya bersedia menerima sanksi yang ditetapkan oleh panitia SIA FMIPA ITS 2016 berupa diskualifikasi dari kompetisi.
Demikian surat ini dibuat dengan sebenar-benarnya, untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.
Malang, 7 Maret 2016
i
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang Maha memberi ilmu. Dengan rahmat, karunia dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini dengan penuh semangat dan terselesaikan dengan baik.
Karya Tulis ini dapat terselesaikan karena adanya bantuan, dukungan dan bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu dengan segala kerendahan hati perkenankanlah penulis menyampaikan terima kasih kepada :
1. Dr. Dra Kurnia Ekasari, MM., Ak., CA. selaku Ketua Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Malang, yang telah memeberikan izin dan dukungan kepada penulis untuk berpartisipasi dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) ini. 2. Ibu Andi Asdani, SE., MM. selaku Dosen Pendamping yang senantiasa
meluangkan waktunya untuk membimbing dan mengarahkan penulis dalam penyusunan karya tulis ini.
3. Bapak/Ibu Dosen yang berkenan sebagai responden, maupun yang telah memberikan saran-sarannya dalam proses penyusunan karya tulis ini.
4. Rekan-rekan mahasiswa Jurusan Akuntansi yang berkenan untuk berpartisipasi dalam pengisian angket, pemberian saran, dan lain-lain.
Penulis menyadari dalam penyususan Karya Tulis Ilmiah ini masih belum sempurna. Maka dari itu, saran dan kritik yang selalu membangun sangat penulis harapkan demi perbaikan Karya Tulis Ilmiah selanjutnya. Penulis juga berharap agar ide-ide yang ditulis dalam karya ilmiah ini dapat direalisasikan. Dengan ekspektasi pendidikan di Indonesia ini bisa menjadi semakin bermutu dan dapat mencetak generasi Indonesia yang unggul, tidak hanya memiliki IQ (Intelligence Quotient) yang tinggi saja, namun juga memiliki intergritas dalam kehidupan dan integrasi ESQ (Emotional and Spiritual Quotient) yang kokoh.
ii
DAFTAR ISI
Halaman Sampul Halaman Pengesahan Lembar Pernyataan
Kata Pengantar ... i
Daftar Isi ... ii
Daftar Gambar ... iii
Daftar Tabel ... iv
Abstrak ... v
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang ... 1
1.2. Rumusan Masalah ... 2
1.3. Tujuan ... 2
1.4. Manfaat ... 2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Integritas dalam Berbagai Perspektif ... 3
2.2. Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjuatan ... 3
2.3. Pentingnya Budaya Mutu dalam Pendidikan ... 4
BAB III METODE PENULISAN 3.1. Metode Penilitian ... 5
3.2. Kerangka Berpikir ... 6
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Perspektif Mahasiswa dan Tenaga Pendidik mengenai Integritas . 7 4.2. Integrasi ESQ dalam Education Sustainability Development ... 8
4.3. Konsep “Integrity Building” Berbasis Budaya Mutu ... 9
BAB V KESIMPULAN 5.1. Kesimpulan ... 10
5.2. Saran ... 10
DAFTAR PUSTAKA
iii
DAFTAR GAMBAR
iv
DAFTAR TABEL
v
Abstrak
Dunia pendidikan membutuhkan suatu sistem yang mampu digunakan untuk melakukan perbaikan terus menerus, salah satunya dengan menerapkan sistem berbasis budaya mutu. Penerapan budaya mutu dalam sistem pendidikan, menjadikan pendidikan menjadi bermutu baik bagi pelaksana maupun sistem pendidikan itu sendiri. Untuk menjadikan sistem pendidikan bermutu, perlu adanya pembangunan integritas dengan pendekatan budaya mutu, karena integritas mampu menciptakan konsistensi pikiran dan tindakan yang didampingi dengan kemampuan mengolah emosional dan spiritual yang baik. Sehingga, seyogyanya dunia pendidikan tidak memberikan kecerdasan intelektual (Intelligence Quotient) saja, namun juga membangun kecerdasan emosional dan spiritual (Emotional and Spiritual Quotient) yang dikenal dengan singkatan ESQ. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan memberikan solusi bagi sistem pendidikan dengan membangun integritas berbasis budaya mutu. Untuk itu angket disebarkan kepada 50 mahasiswa sebagai sampel dari populasi 398 mahasiswa (angkatan tahun 2014), serta 10 angket disebarkan sebagai sampel kepada para dosen tetap di jurusan akuntansi dengan populasi 60 dosen. Angket ini disebarkan dengan tujuan untuk mengetahui pandangan, perilaku bermutu yang terintegrasi ESQ, serta visi dan misi sebagai civitas akademika yang berkecimpung dalam dunia pendidikan. Untuk menghimpun data dan mendeskripsikan hasilnya serta mencapai pemahaman yang relevan dari kasus tersebut, penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden terhadap integritas cukup baik. Terbukti dengan 24 mahasiswa memberikan nilai 8 untuk penilaian pribadi mengenai pengetahuan integritasnya. Dan dari 7 tenaga pendidik, 3 responden memberikan nilai 9 dan 3 responden memberikan nilia 8, hanya 1 responden memberikan nilai 7. Berdasarkan data mengenai pengetahuan tentang integritas, mengindikasikan pembangunan integritas bisa terapkan di sistem pendidikan. Penerapan pembangunan integritas dilaksanakan dengan pendekatan budaya mutu. Budaya mutu pembangunan integritas dikembangkan melalui integrasi ESQ dalam siklus PDCA (Plan, Do, Check, Act) berupakonsep “Integrity Building”sebagai budaya mutu dalam sistem pendidikan. Konsep “Integrity Building” diharapkan mampu menjadikan pendidikan sebagai pondasi yang kuat seiring dengan perbaikan terus-menerus guna menopang pembangunan berkelanjutan demi terwujudnya pendidikan yang bermutu.
1
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
Berawal dari pepatah yang mengatakan bahwa “kejujuran adalah mata
uang yang berlaku di mana-mana”, mengandung pesan tersirat bahwa di manapun manusia berada, hendaknya mengantongi kejujuran. Kejujuran, kewibawaan dan mutu pribadi seseorang erat kaitannya dengan integritas, hal ini direpresentasikan dengan keakuratan tindakan seseorang. Integritas juga telah didefinisikan dengan menekankan konsistensi moral, keutuhan pribadi, atau kejujuran (di dalam bahasa akademik misalnya) (Jacobs, 2004 dalam Redjeki dan Heridiansyah, 2013). Namun, ketika suatu kejujuran dipertanyakan, adakalanya integritas tak mampu hadir dalam kesadaran emosional manusia. Hal ini dikarenakan antara pikiran dan tindakan yang tidak konsisten. Padahal, integritas menekankan pada konsistensi pikiran dan tindakan.
Kejujuran perlu ditanamkan sejak dini dalam dunia pendidikan. Karena, selain keluarga, lingkungan pendidikan juga berperan dalam hal menanamkan nilai-nilai moral. Dalam sistem pendidikan yang bermutu akan mencetak generasi yang bermutu pula. Namun, dewasa ini terlihat bahwa pelaksanaan pendidikan di Indonesia didominasi dengan berbagai bentuk kecurangan. Tindakan yang hanya sebatas mementingkan kepentingan individu diutamakan tanpa memperhatikan dampak bagi manusia lain. Mencapai tujuan yang baik namun dengan proses yang tidak baik. Seperti misalnya, tradisi “menyontek” saat ujian untuk memperoleh hasil yang memuaskan, namun dilakukan dengan cara yang tidak baik. Contoh lain, maraknya KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme), ironisnya pelaku KKN tersebut memiliki kecerdesan intelektual yang tinggi, namun disalahgunakan untuk kepentingan tertentu yang tidak baik.
2
merugikan manusia lain dan alam, serta tanpa adanya rasa kesadaran akan tanggungjawab kepada Sang Pencipta. Dengan ESQ, manusia akan menyadari bahwa segala perbuatan akan dipertanggungjawabkan kepada Tuhan YME. Sehingga dalam menjalani hidup, Tuhan menjadi tujuan akhir (Triyuwono, 2006). Dengan demikian, kontribusi dunia pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan dapat dilakukan dengan meningkatkan mutu pendidikan.
Merujuk pada uraian-uraian di atas, mengisyaratkan bahwa pendidikan membutuhkan adanya budaya mutu yang mampu meningkatkan mutu total pendidikan yang lebih mandiri dengan integrasi ESQ. Uraian di atas melatar belakangi dilakukannya penelitian ini dengan tujuan untuk membangun integritas dalam sistem pendidikan dengan pendekatan budaya mutu melalui integrasi ESQ sebagai modal pendidikan.
1.2. Rumusan Masalah
Mengacu pada latar belakang di atas, maka permasalahan dalam penelitian ini yaitu :
Bagaimana cara membangun integritas dalam sistem pendidikan dengan pendekatan budaya mutu untuk mencapai kemandirian pendidikan yang bermutu?
1.3. Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk membangun integritas dalam sistem pendidikan dengan pendekatan budaya mutu untuk mencapai kemandirian pendidikan yang bermutu.
1.4. Manfaat
3
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Integritas dalam Berbagai Perspektif
Kata integritas berasal dari Bahasa Inggris yaitu integrity, yang berarti menyeluruh, lengkap atau segalanya (Gunawan, 2013). Jadi, saat berbicara tentang integritas tidak pernah lepas dari kepribadian dan karakter seseorang, yaitu sifat-sifat seperti : dapat dipercaya, komitmen, tanggungjawab, kejujuran, kebenaran, dan kesetiaan (Gunawan, 2013). Dalam pendapat Gunawan di atas, ringkasnya menyatakan bahwa integritas mencerminkan moral seseorang.
Lebih lengkapnya dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), integritas adalah mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan untuk memancarkan kewibawaan dan
kejujuran. Dari pengertian tersebut, penulis buku “7 Keajaiban Rezeki”, Santosa (2014) menuturkan integritas akan melahirkan reputasi, dan reputasi akan melahirkan kepercayaan. Dengan demikian, integritas berkaitan dengan kejujuran.
Dari beberapa pengertian integritas di atas, dalam perspektifnya sendiri, penulis menyatakan bahwa integritas merepresentasikan mutu pribadi seseorang. Integritas merupakan bagian dari paradigma, sehingga antara pola pikir, perkataan dan tindakan berjalan beriringan (konsisten) dan menyatu pada kebenaran. Tak hanya sebatas pada perspektif manusia saja, agama pun mengajarkan nilai-nilai kebenaran. Agama Islam sebagai agama Rahmatal lil „alamiin sangat menjunjung tinggi kejujuran (shidiq), begitu juga dengan agama yang lain. Bahkan, digunakan slogan atau pepatah untuk menanamkan kejujuran, salah satunya dalam pepatah bahasa Jawa “sapa sing jujur bakal mujur”. Artinya, barangsiapa yang memiliki kejujuran dan menanamkan kejujuran dalam dirinya, akan menuai buah dari kejujuran tersebut. Alhasil, manusia dengan integritas dan berpijak pada kejujuran niscaya akan menuai kebaikan.
2.2. Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan
4
terhadap pembangunan berkelanjutan. Hal ini ditunjukkan dalam Undang-Undang Pendidikan Nasional dan Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2010-2014 yang menjadikan Pendidikan untuk Perkembangan, Pengembangan, dan/atau Pembangunan Berkelanjutan (PUP3PB) sebagai salah satu paradigma pembangunan pendidikan nasional (Gunamantha, 2010), yang oleh UNESCO Education for Sustainable Development (ESD) (Gunamantha, 2010). Pengembangan pendidikan berkelanjutan dapat dilakukan dengan melakukan reorientasi terhadap sistem pendidikan saat ini (UNESCO, 2006 dalam Gunamantha, 2010). Salah satu cara dengan menerapkan “Integrity Building” berbasis budaya mutu dalam sistem pendidikan yang dikembangkan dengan siklus PDCA (Plan, Do, Check, Act).
2.3. Pentingnya Budaya Mutu dalam Pendidikan
Tidak ada cara lain untuk meningkatkan kualitas suatu bangsa kecuali melalui peningkatan mutu pendidikan (Hariyanto, 2012). Dalam sebuah artikel
yang berjudul “Tujuan Pendidikan Nasional”, Hariyanto (2012) mengungkapkan bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui lembaga UNESCO (United Nations, Educational, Scientific, and Cultural Organization) mencanangkan 4 pilar pendidikan baik untuk masa sekarang maupun masa depan, yakni : 1) learning to know, 2) learning to do, 3) learning to be, dan 4) learning to live together. Di mana keempat pilar pendidikan tersebut sebenarnya telah menggabungkan tujuan-tujuan IQ, EQ, dan SQ (Hariyanto, 2012).
5
BAB III
METODE PENULISAN 3.1. Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data studi kasus dapat diperoleh dari semua pihak yang bersangkutan, dengan kata lain, data dalam studi ini dikumpulkan dari berbagai sumber (Nawawi, 2003 dalam Muhlisian, 2013). Sumber informasi penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Akuntansi angkatan tahun 2014 dengan jumlah populasi 398 mahasiswa semester 4 yang sudah menempuh mata kuliah Sistem Manajemen Mutu selama 2 semester. Selain mahasiswa, 60 tenaga pendidik di Jurusan Akuntansi (dosen tetap) juga merupakan sasaran penelitian ini. Berpijak pada pendapat Arikunto (2008), jika jumlah subjek besar (jumlah populasi lebih dari 100), sampel dapat diambil 10-15% atau 20-55% tergantung kemampuan peneliti (waktu, tenaga dan dana) (Arikunto, 2008). Dengan mempertimbangkan faktor waktu, tenaga, dan dana, maka sampel yang digunakan sebesar 10% dari populasi. Sebanyak 49 angket terisi dari 50 angket yang disebar ke mahasiswa, dan 7 angket terisi oleh tenaga pendidik dari 10 angket yang disebar.
Angket disebar secara online (via E-mail) maupun secara langsung. Jenis instrumen dalam penelitian ini berupa skala yang merupakan kumpulan dari pertanyaan yang berkesinambungan mengenai integritas, integrasi ESQ dan visi-misi sebagai civitas akademika. Terdapat 2 instrumen dalam angket tersebut yaitu instrumen penilaian pribadi responden dan instrumen essay. Pada penilaian pribadi terdapat angka 6 sampai 10 yang merepresentasikan level nilai yang diberikan pada pertanyaaan yang menekankan pada satu kata yang bergaris
bawah. Misalkan dalam pertanyaan “1. Seberapa tahukah Anda mengenai
integritas?”, angka 6-10 merepresentasikan penilaian mulai dari sangat tidak tahu sampai sangat tahu. Instrumen yang kedua berupa essay yang dilabel dengan
“Secercah Harapan”, dari essay tersebut diharapkan responden dapat membuka mindset dalam tulisan argumennya menggunakan nalar berpikir dan hati nurani.
6
dari analisis data merupakan deskripsi dari penilaian dan komentar responden mengenai pembangunan integritas dalam sistem pendidikan.
3.2. Kerangka Berpikir
Pendidikan merupakan sarana yang bisa memberikan kontribusi dalam upaya pembangunan berkelanjutan. Upaya yang dilakukan adalah dengan menerapkan sistem pendidikan yang bermutu. Untuk mencapai sistem pendidikan yang bermutu diperlukan pendekatan budaya mutu. Budaya mutu yang perlu diterapkan salah satunya adalah pembangunan integritas. Pembangunan integritas ini merupakan suatu konsep yang digagaskan penulis untuk meningkatkan mutu pada sistem pendidikan. Peningkatan mutu pada sistem pendidikan diperlukan peran dari berbagai pihak, baik tenaga pendidik maupun peserta didik.
Maka dari itu, pada penelitian ini, respondennya adalah mahasiswa dan tenaga pendidik (dosen). Diperlukan informasi dari responden mengenai pengetahuan tentang integritas dan pentingnya integritas dalam dunia pendidikan. Untuk mendapatkan informasi tersebut, disebarkan angket kepada responden untuk memberikan penilaian pribadi dan pendapatnya.
Hasil data dari angket yang disebar akan diolah dan dianalisis secara deskriptif, dan kemudian disajikan hasil olahan datanya untuk ditarik sebuah kesimpulan. Berdasarkan data penilaian pribadi dan pendapat yang diberikan responden dalam angket menjadi dasar penulis merumuskan sebuah gagasan yang solutif untuk membangun integritas dalam sistem pendidikan dengan pendekatan budaya mutu yaitu “Integrity Building” guna mencapai kemandirian pendidikan yang bermutu.
7
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Perspektif Mahasiswa dan Tenaga Pendidik Mengenai Integritas
Pelaksanaan pembangunan integritas dalam sistem pendidikan perlu partisipasi dari semua pelaksana yang menjalankan sistem pendidikan tersebut. Pelaksana sistem pendidikan pada penelitian ini difokuskan kepada peserta didik (mahasiswa) dan tenaga pendidik (dosen) sebagai respondennya. Untuk itu perlu diketahui bagaimana pendapat para mahasiswa dan dosen di lingkungan Jurusan Akuntansi Polinema sebagai tempat studi kasus ini dalam memahami integritas dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Hasil angket tersebut ditabulasikan dalam Tabel 1 berikut ini :
No. Pertanyaaan Penilaian Responden Jumlah
Responden
Tabel 1. Tabel Hasil Penilaian Pribadi Mahasiswa Sumber : diolah sendiri oleh penulis.
Berdasarkan hasil dari angket yang disebar kepada mahasiswa membuktikan bahwa tingkat pengetahuan mahasiswa tentang integritas sudah cukup baik. Sedangkan untuk angket yang disebarkan kepada tenaga pendidik, menunjukkan hasil yang sama, dapat dikatakan pengetahuan mengenai integritas baik. Tetapi, berbeda dengan mahasiswa yang masih belum sadar dengan ESQ yang dimilikinya, kesadaran pada ESQ yang dimiliki tenaga pendidik dikatakan baik, seperti yang ditunjukkan pada Tabel 2 di bawah ini :
No. Pertanyaaan Penilaian Responden Jumlah
Responden
8
Sedangkan tingkat kepahaman mahasiswa dan tenaga pendidik mengenai visi dan misi hidupnya dikatakan tinggi. Lalu, bagaimana mutu pendidikan mampu mendorong tercapainya visi dan misi yang diekspektasikan? Dengan pendidikan yang bermutu, maka visi dan misi diharapkan tercapai sesuai dengan ekspektasi. Dan tak lupa, dalam upaya pencapaiannya terdapat keseimbangan antara kecerdasan intelektual (IQ) yang diimbangi dengan kecerdasan emosional dan spiritual (ESQ), khususnya ESQ yang diterapkan di dalam sistem pendidikan. Mengingat mutu pendidikan dikatakan cukup baik menurut mahasiswa dan tenaga pendidik, integritas dikatakan penting menurut pendapat mereka. Maka dari itu, pentingnya integritas dalam pendidikan, harus diiringi dengan adanya pembangunan integritas. Hal ini terbukti dengan penilaian mahasiswa dan tenaga pendidik yang mengindikasikan bahwa dibutuhkan pembangunan integritas dalam sistem pendidikan. Maka dari itu, “Integirity Building” merupakan suatu budaya mutu yang digagaskan untuk membangun integritas dalam pendidikan, sehingga dengan pendidikan yang bermutu mampu menopang pembangunan berkelanjutan.
4.2. Integrasi ESQ dalam Education Sustainability Development
Pembangunan integritas dalam pendidikan dibutuhkan dan mempunyai keterkaitan dengan pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Mengapa demikian, karena dalam agenda abad ke-21 mengakui bahwa pendidikan adalah hal yang mendasar untuk mencapai tujuan berkelanjutan (Gunamantha, 2010). Ekasari (2012a) mengemukakan bahwa poros dari roda pendidikan adalah etika, moral dan spiritual (Ekasari 2012a dalam Ekasari, 2015). Maka dari itu, integritas bisa dibangun melalui integrasi ESQ.
9
4.3. Konsep “Integrity Building” Berbasis Budaya Mutu
Untuk membangun integritas, hal utama yang harus dimiliki seseorang dalam dirinya adalah visi dan misi, dalam segala aspek kehidupan. Visi dan misi tersebut dikokohkan dengan 3 pilar utama yaitu pandangan (paradigma), tujuan, dan sasaran. Ketiga pilar tersebut saling berkaitan dengan ritme berkesinambungan. Berikut gambar konsep “Integrity Building” :
Gambar 1. Konsep “Integrity Building” Sumber : diolah sendiri oleh penulis.
Dalam upaya mencapai suatu tujuan, bangunlah mindset positif terlebih dahulu. Dengan paradigma positif akan membentuk pola pikir yang baik, bisa melalui organisasi maupun dunia pendidikan. Pola pikir yang baik digunakan untuk mencapai tujuan yang baik pula, serta harus meperhatikan sasaran yang dituju, yaitu Tuhan (Allah SWT), manusia, dan alam. Dengan melihat pada ketiga sasaran itu, sinergi ESQ secara otomatis hadir dalam diri.
10
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
Berdasarkan penelitian ini, dapat ditarik beberapa kesimpulan antara lain: 1) bahwa integritas penting dalam dunia pendidikan dan harus ditanamkan pada mahasiswa dan tenaga pendidik; 2) diperlukan pembangunan integritas (integrity building) berbasis budaya mutu yang harus dikembangkan secara berkelanjutan (sustainable development); 3) Integrity Building berbasis budaya mutu merupakan konsep yang dapat digunakan untuk memperbaiki sistem pendidikan dengan mengintegrasi ESQ dan siklus PDCA.
Perlunya ditanamkan suatu budaya mutu bahwa setiap tindakan membutuhkan perencanaan, evaluasi, dan tindak lanjut yang harus dipertanggungjawabkan kebenarannya kepada Tuhan Yang Maha Esa (YME), atau dengan kata lain mengintegrasikan ESQ dalam tiap langkah kehidupan sehari-hari. Diharapkan berkesadaran akan kehadiran Tuhan YME dalam setiap tindakan akan membuat tiap pelaku pendidikan berperilaku baik, tidak merugikan sesama, alam dan lingkungan sekitarnya.
5.2. Saran
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, S. 2008. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta:Reneka ...Cipta.
Admin. 2014. Pengertian Integritas Menurut Para Ahli. ...dilihatnya.com/938/pengertian-integritas-menuru-para-ahli. 20 Februari 2016 ... (11:50)
Bungin, Burhan (2001) Metodologi Penelitian Kualitatif Dan Kuantitatif.
...Yogyakarta:Gajah Mada Press.
Ekasari, K. 2015. Pembangunan Berkelanjutan dalam Pendidikan Akuntansi di
...Pendidikan Tinggi Vokasi : Upaya Membentuk Perilaku Akuntan Humanis.
...Paper Seminar Nasional Akuntansi Vokasi 4 di Politeknik Negeri
...Manado. Sulawesi.
Gunamantha, IM. 2010. Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan :
...Mengapa, Apa, dan Bagaimana. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran 43 (3) :
...215-221.
Gunawan, Samuel T. Makna Sebuah Integritas.
...http://googleweblight.com/?lite_url=http://artikel.sabda.org/makna_sebuah_in
...
tegritas&ei=M-RIBcli&lc=id-...ID&geid=10&s=1&m=554&ts=1455679563&sig=ALL1Aj5DOsBPm87. ...20 ...Februari 2016 (14:52)
Hariyanto. 2012. Tujuan Pendidikan Nasional.
...http://googleweblight.com/?lite_url=http://belajarpsikologi.com/tujuan-
...pendidikan-nasional/&ei=jnT3e-xP&lc=id-...ID&geid=10&s=1&m=554&ts=1455679089&sig=ALL1Aj5rhVsZxcDCs9jg.
...Evzk8llGsebLEg. 20 Februari 2016 (18:47)
Marcelis, B. dan Colona, S. 2008. Quality Management System Program. First
...Edition. International Training Centre of The ILO. Turin, Italia. Terjemahan
...D. Sualeman dan S.A. Majid. 2008. Program Sistem Manajemen Kualitas.
...Edisi Pertama. Pusat Pelatihan International ILO. Turin, Italia.
Muchlisian, A. A. 2013. Analisis Kesalahan Terjemahan Bahasa Jepang yang
...Terdapat dalam Karya Ilmiah Mahasiswa S2. Skripsi. Universitas Pendidikan
...Indonesia
Triyuwono, I. 2006. Akuntansi Syari’ah : Menuju Puncak Kesadaran Ketuhanan
...Manunggaling Kawulo Gusti. Pidato Pengukuhan Guru Besar Akuntansi
Lampiran 1. Biodata Penulisdan Dosen Pembimbing
BIODATA KETUA
A. Identitas Diri Ketua
1. Nama Lengkap Fitri Nur Rilah
2. Jenis Kelamin P
3. Program Studi D4 Akuntansi Manajemen
4. NIM 1342520011
5. Tempat,Tanggal Lahir Pasuruan, 26 Februari 1996
6. E-mail [email protected]
7. NomorTelepon/HP 081938348088
B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama Institusi SDN Sumberagung
2
SMPN 2 Grati SMKN 1 Pasuruan
Jurusan - - Akuntansi
TahunMasuk-Lulus 2001-2007 2007-2010 2010-2013
C. Pengalaman Organisasi di Perguruan Tinggi
No Nama Organisasi Jabatan Periode /
Tahun 1. Unit Kegiatan Mahasiswa
Pendidikan & Penalaran (UKM PP)
Anggota Bidang 4 (Teknologi & Aplikasi)
2014-2015
2. Unit Kegiatan Mahasiswa Pendidikan & Penalaran (UKM PP)
Ketua Sub Bidang Karya Ilmiah Mahasiswa
2015-2016
3. Mentoring Kerohanian Islam Politeknik Negeri Malang
Anggota Mentor 2014-2016
4. Entepreneur Training Unit Politeknik Negeri Malang (ETU Polinema)
No. Jenis Penghargaan Institusi Pemberi
Penghargaan Dialog Pimpinan & Mahasiswa
Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Malang
2015
3. Mahasiswa Berprestasi Juara II Program Studi D4 Akuntansi Manajemen
Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Malang
2015
4. Mahasiswa Berprestasi Peringkat 1 Program Studi D4 Akuntansi Manajemen TA 2015/2016
Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Malang
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidak- sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya.
Malang, 7 Maret 2016 Penulis 1,
BIODATA ANGGOTA 1 A. Identitas Diri Anggota
1. Nama Lengkap Ahmad Zidni Mubarok
2. Jenis Kelamin L
3. Program Studi D3 Akuntansi
4. NIM 1432510060
5. Tempat,Tanggal Lahir Nganjuk,01 Januari 1996
6. E-mail [email protected]
7. Nomor Telepon/HP 085645122935
B. RiwayatPendidikan
SD SMP SMA
Nama Institusi SDN 1 Berbek SMPN 1 Berbek SMAN 3 Nganjuk
Jurusan - - IPA
Tahun Masuk-Lulus 2002-2008 2008-2011 2011-2014
C. Pengalaman Organisasi di Perguruan Tinggi
No Nama Organisasi Jabatan Periode /
Tahun 1. Unit Kegiatan Mahasiswa
Pendidikan & Penalaran (UKM PP)
Anggota Bidang 2 (Diskusi & Penalaran)
2015-2016
2. Unit Kegiatan Mahasiswa Pendidikan & Penalaran (UKM PP)
Ketua Bidang 1 (Orientasi & Kaderisasi)
2016-2017
3. Mentoring Kerohanian Islam Politeknik Negeri Malang
Anggota Mentor 2015-2016
4. Kerohanian Islam Politeknik Negeri Malang
Anggota 2015-2017
D. Penghargaan Dalam 10 Tahun Terakhir (Dari Pemerintah, Asosiasi Dan Institusi Lainnya)
No. Jenis Penghargaan Institusi Pemberi
Penghargaan
Tahun
1. - - -
2. - - -
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidak- sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya.
Malang, 7 Maret 2016 Penulis,
BIODATA ANGGOTA 2 A. Identitas Diri Anggota
1. Nama Lengkap Dwi Mahfudhoh Rofiqoh
2. Jenis Kelamin P
3. Program Studi D3 Akuntansi
4. NIM 1432510050
5. Tempat,Tanggal Lahir Tulungagung,20 Juni 1996
6. E-mail [email protected]
7. Nomor Telepon/HP 085608632105
B. RiwayatPendidikan
SD SMP SMA
Nama Institusi SDN Mojoarum 2 SMPN 1 Kauman SMKN 1 Boyolangu
Jurusan - - Akuntansi
Tahun Masuk-Lulus 2002-2008 2008-2011 2011-2014
C. Pengalaman Organisasi di Perguruan Tinggi
No Nama Organisasi Jabatan Periode /
Tahun 1. Unit Kegiatan Mahasiswa
Pendidikan & Penalaran (UKM PP)
Anggota Bidang 2 (Diskusi & Penalaran)
2015-2016
2. Unit Kegiatan Mahasiswa Pendidikan & Penalaran (UKM PP)
Sekretaris 1 2016-2017
3. Mentoring Kerohanian Islam Politeknik Negeri Malang
Anggota Mentor 2015-2016
D. Penghargaan Dalam 10 Tahun Terakhir (Dari Pemerintah, Asosiasi Dan Institusi Lainnya)
No. Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Penghargaan
Tahun
1. Mahasiswa Berprestasi juara 2 Semester 2 se jurusan D3 Akuntansi Polinema
Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Malang
2015
2. Mahasiswa Berprestasi juara 2 Semester 3 se jurusan D3 Akuntansi Polinema
Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Malang
2016
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidak- sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya.
Malang, 7 Maret 2016 Penulis,
BIODATA DOSEN PENDAMPING
IDENTITAS DIRI
Nama : Andi Asdani , SE, MM
Nomor Peserta : 0015027406
NIP/NIK : 197402152009122001
Tempat dan Tanggal Lahir : Makasar, 15 – 02 – 1974 Jenis Kelamin : Laki-laki Perempuan
Agama : Islam
Golongan / Pangkat : IIIB / Penata Muda Tk I Jabatan Akademik : Asisten Ahli
Perguruan Tinggi : Politeknik Negeri Malang
Alamat : Jl. Soekarno Hatta No.9 Malang
Telp. / Faks. : Tlp. (0341) 404424-404425 Fax. (0341) 404423 Alamat Rumah : Jl. Bantaran V No. 9 Malang 65141
Telp. / Faks. : 081233570027
Alamat e-mail : [email protected]
RIWAYAT PENDIDIKAN PERGURUAN TINGGI
Tahun
1999 Magister Manajemen (S2) / Manajemen
Unibraw – Malang
Manajemen
PENGALAMAN PENELITIAN
Tahun Judul Penelitian Ketua/ Anggota Tim
Sumber Dana
2013
Aplikasi Model Delone dan Mcleon guna menguji
keberhasilan Sistem Informasi
Anggota DIPA
v
KARYA ILMIAH*
A. Buku/Bab Buku/Jurnal
Tahun Judul Penerbit/Jurnal
2012
Peningkatan Pendapatan Asli Daerah Melalui Intensifikasi dan
Ekstensifikasi
ISSN No. 2302-741X
2012
The Influence of Information
Technology Relatedness, Information
Quality Toward User’s Satisfaction E -Procurement PLN (Research On Vendor Company PLN
Pengukuran Kinerja Modal Intelektual terhadap Bank Milik Negara (Persero) tahun 2007-2011
Aplikasi Model Delone dan Mcleon guna menguji keberhasilan Sistem Informasi Manajemen Keuangan Daerah pada Pemerintah Daerah Kabupaten Malang
ISSN No. 2089 - 2144
2014
Relationship between
*termasuk karya ilmiah dalam bidang ilmu pengetahuan/teknologi/seni/desain/olahraga
KONFERENSI/SEMINAR/LOKAKARYA/SIMPOSIUM
Tahun Konferensi, Seminar,
Simposium, Lokakarya Penyelenggara
Panitia/ Peserta/ Pembicara
2009
Mega Creativity for Leaders
STIE
Motivation Training “Creating
Our Own Destiny”
STIE
Malangkucecwara Malang
Peserta
2010 Seminar Pembuatan Metoda Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi
Polinema Peserta
2010 Semiloka Penulisan Artikel untuk Jurnal Ilmiah
Polinema Peserta
2011 Seminar Komunikasi Efektif Mendukung Kesuksesan Entrepreneur
Polinema Peserta
2011 Seminar “Menciptakan
Technopreneur yang memiliki daya saing melalui program Pengembangan mahasiswa Wirausaha
Polinema Peserta
2011 Seminar “Komunikasi Efektif Mendukung Kesuksesan
Entrepreneur “
Polinema Panitia
2011 Seminar “Komunikasi Efektif Mendukung Kesuksesan
Entrepreneur “
Polinema Peserta
2012 Workshop “ Pembelajaran Akuntansi Untuk Pengajar Non
Akuntansi “
Polinema Peserta
2012
Annual South East Asian International Seminar
P3M State Politeknik of Jakarta
Pembicara
2012 Simposium Nasional Akuntansi Vokasi dengan tema
Peningkatan Riset Terapan
Politeknik Negeri Semarang
Tahun Konferensi, Seminar,
Simposium, Lokakarya Penyelenggara
Panitia/ Peserta/ Pembicara
Bidang Akuntansi dan Bisnis dalam Pengembangan
Pendidikan Vokasi yang Inovatif 2012 Seminar “Peningkatan Kualitas
Mutu Buku Ajar Dalam
Menunjang Pembelajaran”
Polinema Peserta
2012 Semiloka “Peningkatan Peran Anggota dalam Pengembangan
Koperasi”
Polinema Peserta
2013 Seminar Kewirausahaan
“Menumbuhkan Jiwa dan
Kompetensi Kewirausahaan Melalui Kreativitas dan Inovasi
Polinema Panitia
2013 Seminar Kewirausahaan
“Menumbuhkan Jiwa dan
Kompetensi Kewirausahaan Melalui Kreativitas dan Inovasi
Polinema Peserta
2014 Doctoral Qolloqium Fraud pada Laporan Keuangan Investigasi awal pada perusahaan public di Indonesia
Polinema Peserta
2014 Doctoral Qolloqium Bank specific Factors and Macro
Economic factors Indonesia’s
Bank Efficiency
Polinema Peserta
Malang, 7 Maret 2016 Yang Menyatakan,
ANGKET PENELITIAN
Angket (softcopy) yang telah diisi dikirim ke email : [email protected] atau [email protected] Fitri, dkk. – Akuntansi 2016 Tata Cara Pengisian :
1. Mohon baca terlebih dahulu tema dan judul penulisan.
2. Pilih status responden dengan tanda (X). Untuk angket dalam bentuk softcopy, isikan huruf A atau B pada kotak di pojok kanan atas (A untuk mahasiswa, B untuk tenaga pendidik). 3. Bacalah informasi yang memberikan keterangan mengenai angket ini.
4. Isikan jawaban dengan memberikan tanda silang (X) pada pilihan yang berisi angka 6 s/d
10. Untuk angket dalam bentuk softcopy, isikan jawaban (angka yang diberikan) pada kotak sebelah kanan pertanyaan. (diperkenankan hanya memberi jawaban satu angka)
5. Angka tersebut menyatakan level nilai yang Anda berikan untuk pertanyaan (yang
ditekankan) pada satu kata yang bergaris bawah.
6. Angka 6 s/d 10 merepresentasikan nilai terendah (6) sampai nilai tertinggi (10).
7. Tulislah essay sesuai dengan kesadaran pribadi Anda.
Informasi Angket :
Angket ini merupakan sarana untuk menghimpun data dan menuai makna serta mencapai pemahaman yang relevan dari berbagai perspektif mahasiswa dan tenaga pendidik di Jurusan Akuntansi lingkup Politeknik Negeri Malang mengenai pola pikir yang memiliki integritas,
perilaku bermutu yang terintegrasi ESQ (Emotional & Spiritual Quotient), serta visi dan misi sebagai civitas akademika yang berkecimpung dalam dunia pendidikan.
Mohon diisi dengan penuh kesadaran dan keikhlasan untuk keakuratan data yang diharapkan
dapat membantu menciptakan gagasan solutif untuk kemandirian pendidikan yang bermutu. Jawaban Bapak/Ibu/rekan-rekan mahasiswa akan dijamin kerahasiaannya.
PENILAIAN PRIBADI
1. Seberapa tahukah Anda mengenai Integritas*? (*KBBI : Integritas adalah mutu, sifat atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan memancarkan kewibawaan dan kejujuran)
2. Apakah Anda sadar dengan ESQ (Emotional & Spiritual Quotient) yang Anda miliki?
3. Seberapa pahamkah Anda dengan visi dan misi hidup Anda?
4. Seberapa baik mutu pendidikan di lingkungan Anda?
5. Seberapa pentingkah Integritas menurut Anda?
6. Apakah Anda membutuhkan budaya pembangunan integritas?
7. Seberapa yakinkah Anda bahwa integrasi ESQ dapat melahirkan integritas?
8. Apakah Anda sadar dengan penilaian Anda?
SECERCAH HARAPAN (ESSAY)
1. Apakah Anda menghadirkan integritas dalam setiap tindakan yang Anda lakukan? Berikan komentar Anda!
... ... 2. Selain IQ (Intelligence Quotient), apa peran integrasi ESQ dalam pendidikan? Berikan
komentar Anda!
... ... 3. Jika dalam etika integritas dianggap sebagai kejujuran dan kebenaran atau akurasi dari tindakan seseorang, bagaimana komentar Anda jika “Integrity Building” mampu mengakar
dan dijadikan budaya mutu pendidikan?
...
Tema : “Peran Inovator Muda dalam Mengembangkan
Sustainable Development Menuju Indonesia
Mandiri” (dengan Subtema Pendidikan)
Judul : “Integrity Building : Membangun Integritas dalam
Sistem Pendidikan dengan Pendekatan Budaya Mutu”
Status Responden : Mahasiswa Contoh :
Mahasiswa