LAPORAN PENDAHULUAN
OLD MYOCARD INFARK
A. PENGERTIAN
Infark miokardium mengacu pada proses rusaknya jaringan jantung akibat suplai darah yang tidak adekuat sehingga aliran darah koroner berkurang. (Brunner & Sudarth, 2002)
Akut Infark miocard adalah nekrosis miocard akibat aliran darah ke otot jantung terganggu. (Suyono, 1999)
Old miocard infark adalah penyakit jantung yang disebabkan oleh karena sumbatan arteri koroner (Hudak & Gallo; 1997). Sumbatan terjadi oleh karena adanya aterosklerotik pada dinding arteri koroner, sehingga menyumbat aliran darah ke jaringan otot jantung
B. ETIOLOGI
1. Faktor penyebab (Kasuari, 2002):
a. Suplai oksigen ke myocard berkurang yang disebabkan oleh 3 faktor : 1) Faktor pembuluh darah :
Aterosklerosis. Spasme Arteritis 2) Faktor sirkulasi :
Hipotensi Stenosis aorta Insufisiensi 3) Faktor darah :
Anemia Hipoksemia Polisitemia
b. Curah jantung yang meningkat : 1) Aktifitas berlebihan
2) Emosi
c. Kebutuhan oksigen miocard meningkat pada : 1) Kerusakan miocard
2) Hypertropi miocard 3) Hypertensi diastolic 2. Faktor predisposisi :
a. Faktor resiko biologis yang tidak dapat diubah : 1) Usia lebih dari 40 tahun
2) Jenis kelamin : insiden pada pria tinggi, sedangkan pada wanita meningkat setelah menopause
3) Hereditas
4) Ras : lebih tinggi insiden pada kulit hitam. b. Faktor resiko yang dapat diubah :
1) Mayor :
hiperlipidemia hipertensi Merokok Diabetes Obesitas
Diet tinggi lemak jenuh, kalori 2) Minor:
Inaktifitas fisik
Pola kepribadian tipe A (emosional, agresif, ambisius, kompetitif).
Stress psikologis berlebihan.
C. TANDA DAN GEJALA
Tanda dan gejala infark miokard ( TRIAS ) adalah : 1. Nyeri :
a. Nyeri dada yang terjadi secara mendadak dan terus-menerus tidak mereda, biasanya diatas region sternal bawah dan abdomen bagian atas, ini merupakan gejala utama.
c. Nyeri tersebut sangat sakit, seperti tertusuk-tusuk yang dapat menjalarke bahu dan terus ke bawah menuju lengan (biasanya lengan kiri).
d. Nyeri mulai secara spontan (tidak terjadi setelah kegiatan atau gangguan emosional), menetap selama beberapa jam atau hari, dan tidak hilang dengan bantuan istirahat atau nitrogliserin (NTG).
e. Nyeri dapat menjalar ke arah rahang dan leher.
f. Nyeri sering disertai dengan sesak nafas, pucat, dingin, diaforesis berat, pening atau kepala terasa melayang dan mual muntah.
g. Pasien dengan diabetes melitus tidak akan mengalami nyeri yang hebat karena neuropati yang menyertai diabetes dapat mengganggu neuroreseptor (mengumpulkan pengalaman nyeri).
2. Laboratorium
Pemeriksaan Enzim jantung : a. CPK-MB/CPK
Isoenzim yang ditemukan pada otot jantung meningkat antara 4-6 jam, memuncak dalam 12-24 jam, kembali normal dalam 36-48 jam. b. LDH/HBDH
Meningkat dalam 12-24 jam dam memakan waktu lama untuk kembali normal
c. AST/SGOT
Meningkat ( kurang nyata/khusus ) terjadi dalam 6-12 jam, memuncak dalam 24 jam, kembali normal dalam 3 atau 4 hari
3. EKG
Perubahan EKG yang terjadi pada fase awal adanya gelombang T tinggi dan simetris. Setelah ini terdapat elevasi segmen ST. Perubahan yang terjadi kemudian ialah adanya gelombang Q/QS yang menandakan adanya nekrosis.
Skor nyeri menurut White : 0 = Tidak mengalami nyeri
1 = Nyeri pada satu sisi tanpa menggangu aktifitas
D. PATOFISIOLOGI
a. Proses terjadinya infark
Thrombus menyumbat aliran darah arteri koroner, sehingga suplai nutrisi dan O2 ke bagian distal terhambat., sel otot jantung bagian distal mengalami hipoksia iskhemik infark, kemudian serat otot menggunakan sisa akhir oksigen dalam darah, hemoglobin menjadi tereduksi secara total dan menjadi berwarna biru gelap, dinding arteri menjadi permeable, terjadilah edmatosa sel, sehingga sel mati.
b. Mekanisme nyeri pada OMI
Hipoksia yang terjadi pada jaringan otot jantung memaksa sel untuk melakukan metabolisme CO2 (metabolisme anaerob), sehingga menghasilkan asam laktat dan juga merangsang pengeluaran zat-zat iritatif lainnya seperti histamine, kinin, atau enzim proteolitik seluler merangsang ujung-ujung syaraf reseptor nyeri di otot jantung, impuls nyeri dihantarkan melalui serat saraf aferen simpatis, kemudian dihantarkan ke thalamus, korteks serebri, serat saraf aferen, dan dipersepsikan nyeri. Perangsangan syaraf simpatis yang berlebihan akan menyebabkan :
1) Meningkatkan kerja jantung dengan menstimulasi SA Node sehingga menghasilkan frekuensi denyut jantung lebih dari normal (takikardi).
2) Merangsang kelenjar keringat sehingga ekresi keringat berlebihan. Menekan kerja parasimpatis, sehingga gerakan peristaltik menurun, akumulasi cairan di saluran pencernaan, rasa penuh di lambung, sehingga merangsang rasa mual / muntah.
Aterosklerosis Trombosis
Konstriksi arteri koronaria
Aliran darah ke jantung menurun
Oksigen dan nutrisi turun
Jaringan Miocard Iskemik
Nekrose lebih dari 30 menit
Supply dan kebutuhan oksigen ke jantung tidak seimbang
Supply Oksigen ke Miocard turun
Metabolisme an aerob
Timbunan asam laktat meningkat
Fatique
Intoleransi aktiftas Gangguan
pertukara n gas
Nyeri akut
Cemas
Seluler hipoksia
Integritas membran sel berubah
Kontraktilit as turun
Resiko penurunan curah jantung
COP turun
Resiko penurunan
perfusi Jaringan
jantung
Kegagalan pompa jantung Gagal jantung
F. PEMERIKSAAN PENUNJANG 1. EKG
Untuk mengetahui fungsi jantung : T. Inverted, ST depresi, Q. patologis 2. Enzim Jantung.
CPKMB, LDH, AST 3. Elektrolit.
Ketidakseimbangan dapat mempengaruhi konduksi dan kontraktilitas, misal hipokalemi, hiperkalemi
4. Sel darah putih
Leukosit ( 10.000 – 20.000 ) biasanya tampak pada hari ke-2 setelah IMA berhubungan dengan proses inflamasi
5. Kecepatan sedimentasi
Meningkat pada ke-2 dan ke-3 setelah AMI , menunjukkan inflamasi. 6. Kimia
Mungkin normal, tergantung abnormalitas fungsi atau perfusi organ akut atau kronis
7. AGD
Dapat menunjukkan hypoksia atau proses penyakit paru akut atau kronis.
8. Kolesterol atau Trigliserida serum
Meningkat, menunjukkan arteriosclerosis sebagai penyebab AMI. 9. Foto dada
Mungkin normal atau menunjukkan pembesaran jantung diduga GJK atau aneurisma ventrikuler.
10. Ekokardiogram
Dilakukan untuk menentukan dimensi serambi, gerakan katup atau dinding ventrikuler dan konfigurasi atau fungsi katup.
11. Pemeriksaan pencitraan nuklir
a. Talium : mengevaluasi aliran darah miocardia dan status sel miocardia, misal lokasi atau luasnya IMA
b. Technetium : terkumpul dalam sel iskemi di sekitar area nekrotik 12. Pencitraan darah jantung (MUGA)
regional dan fraksi ejeksi (aliran darah) 13. Angiografi koroner
Menggambarkan penyempitan atau sumbatan arteri koroner. Biasanya dilakukan sehubungan dengan pengukuran tekanan serambi dan mengkaji fungsi ventrikel kiri (fraksi ejeksi). Prosedur tidak selalu dilakukan pada fase AMI kecuali mendekati bedah jantung angioplasty atau emergensi.
14. Digital subtraksion angiografi (PSA)
Teknik yang digunakan untuk menggambarkan 15. Nuklear Magnetic Resonance (NMR)
Memungkinkan visualisasi aliran darah, serambi jantung atau katup ventrikel, lesivaskuler, pembentukan plak, area nekrosis atau infark dan bekuan darah.
16. Tes stress olah raga
Menentukan respon kardiovaskuler terhadap aktifitas atau sering dilakukan sehubungan dengan pencitraan talium pada fase penyembuhan.
G. PENATALAKSANAAN
1. Rawat ICCU, puasa 8 jam 2. Tirah baring, posisi semi fowler. 3. Monitor EKG
4. Infus D5% 10 – 12 tetes/ menit 5. Oksigen 2 – 4 lt/menit
6. Analgesik : morphin 5 mg atau petidin 25 – 50 mg 7. Obat sedatif : diazepam 2 – 5 mg
8. Bowel care : laksadin
H. ASUHAN KEPERAWATAN 1. PENGKAJIAN
a. Pengkajian Primer 1) Airways
- Sumbatan atau penumpukan secret - Wheezing atau krekles
2) Breathing
- Sesak dengan aktifitas ringan atau istirahat - RR lebih dari 24 kali/menit, irama ireguler dangkal - Ronchi, krekles
- Ekspansi dada tidak penuh - Penggunaan otot bantu nafas 3) Circulation
- Nadi lemah , tidak teratur - Takikardi
- TD meningkat / menurun - Edema
- Gelisah - Akral dingin
- Kulit pucat, sianosis - Output urine menurun b. Pengkajian Sekunder
1) Aktifitas Gejala : - Kelemahan - Kelelahan - Tidak dapat tidur - Pola hidup menetap
- Jadwal olah raga tidak teratur Tanda :
- Takikardi
- Dispnea pada istirahat atau aaktifitas 2) Sirkulasi
Tanda :
- Tekanan darah dapat normal / naik / turun
Perubahan postural dicatat dari tidur sampai duduk atau berdiri
- Nadi
Dapat normal , penuh atau tidak kuat atau lemah / kuat kualitasnya dengan pengisian kapiler lambat, tidak teratur (disritmia)
- Bunyi jantung
Bunyi jantung ekstra : S3 atau S4 mungkin menunjukkan gagal jantung atau penurunan kontraktilits atau komplain ventrikel
- Murmur
Bila ada menunjukkan gagal katup atau disfungsi otot jantung
- Friksi ; dicurigai Perikarditis
- Irama jantung dapat teratur atau tidak teratur - Edema
Distensi vena juguler, edema dependent , perifer, edema umum, krekles mungkin ada dengan gagal jantung atau ventrikel
- Warna
Pucat atau sianosis, kuku datar , pada membran mukosa atau bibir
3) Integritas ego
Gejala : menyangkal gejala penting atau adanya kondisi takut mati, perasaan ajal sudah dekat, marah pada penyakit atau perawatan, khawatir tentang keuangan, kerja, keluarga.
Tanda : menoleh, menyangkal, cemas, kurang kontak mata, gelisah, marah, perilaku menyerang, focus pada diri sendiri, koma, nyeri
4) Eliminasi
Gejala : mual, anoreksia, bersendawa, nyeri ulu hati atau terbakar
Tanda : penurunan turgor kulit, kulit kering, berkeringat, muntah,perubahan berat badan
6) Hygiene
Gejala atau tanda : lesulitan melakukan tugas perawatan 7) Neurosensori
Gejala : pusing, berdenyut selama tidur atau saat bangun (duduk atau istrahat)
Tanda : perubahan mental, kelemahan 8) Nyeri atau ketidaknyamanan
Gejala :
- Nyeri dada yang timbulnya mendadak (dapat atau tidak berhubungan dengan aktifitas ), tidak hilang dengan istirahat atau nitrogliserin (meskipun kebanyakan nyeri dalam dan viseral)
- Lokasi :
Tipikal pada dada anterior, substernal , prekordial, dapat menyebar ketangan, rahang, wajah. Tidak tertentu lokasinya seperti epigastrium, siku, rahang, abdomen, punggung, leher.
- Kualitas :
“Crushing ”, menyempit, berat, menetap, tertekan, seperti dapat dilihat
- Intensitas :
Biasanya 10(pada skala 1 -10), mungkin pengalaman nyeri paling buruk yang pernah dialami.
Catatan : nyeri mungkin tidak ada pada pasien pasca operasi, diabetes
mellitus , hipertensi, lansia 9) Pernafasan:
Gejala :
- Dispnea tanpa atau dengan kerja - Dispnea nocturnal
- Riwayat merokok, penyakit pernafasan kronis.
Tanda :
- Peningkatan frekuensi pernafasan - Nafas sesak / kuat
- Pucat, sianosis
- Bunyi nafas ( bersih, krekles, mengi ), sputum 10) Interkasi social
Gejala : - Stress
- Kesulitan koping dengan stressor yang ada misal : penyakit, perawatan di RS
Tanda :
- Kesulitan istirahat dengan tenang
- Respon terlalu emosi ( marah terus-menerus, takut ) - Menarik diri
2. DIAGNOSA KEPERAWATAN 1) Nyeri akut
2) Resiko penurunan curah jantung
3) Resiko penurunan perfusi jaringan jantung 4) Kelebihan volume cairan
5) Gangguan pertukaran gas 6) Intoleransi aktifitas
7) Cemas
3. INTERVENSI
No Diagnosa
Keperawatan
Tujuan (NOC) Intervensi (NIC)
1 Nyeri akut(00132) Domain 12
(kenyamanan) Kelas 1
(kenyamanan fisik) Definisi :
Pengalaman sensori
Kontrol nyeri (1605) Definisi : Tindakan pribadi untuk mengontrol nyeri Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3 x 24 jam, klien dapat :
Manajemen nyeri (1400) Definisi : pengurangan atau reduksi nyeri sampai pada tingkat kenyamanan yang dapat diterima oleh pasien
yang muncul akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial atau digambarkan dalam hal kerusakan sedemikian rupa (International Association for the study of Pain); awitan yang tiba-tiba atau lambat dari intensitas ringan hingga berat dengan akhir yang dapat diantasipasi atau di prediksi dan berlangsung , 6 bulan.
Batasan karakteristik:
Perubahan selera makan
Perubahan dalam parameter
fisiologik (mis: TD, nadi, pernapasan, saturasi O2)
Diaporesis
Perilaku distraksi (mis: berjalan mondar mandir, aktivitas berulang)
Bukti nyeri menggunakan standar checklist perilaku nyeri untuk mereka yang tidak mampu berkomunikasi secara verbal
Mengekpresikan perilaku (mis: gelisah, menangis, waspada)
Ekspresi wajah terhadap nyeri (mis: mata kurang bercahaya, tampak kacau, gerakan mata berpencar atau
dibuktikan oleh indicator sebagai berikut:
1. tidak pernah 2. jarang
3. kadang-kadang 4. sering
5. selalu
Mengenal faktor-faktor penyebab (1, 2,3,4,5) Mengenal onset nyeri
(1,2,3,4,5)
Tindakan pertolongan non farmakologi (1,2,3,4,5) Menggunakan
analgetik (1,2,3,4,5) Melaporkan
gejala-gejala nyeri kepada tim kesehatan (1,2,3,4,5) Nyeri terkontrol
(1,2,3,4,5)
2) Menunjukkan tingkat nyeri, dengan indikator:
1. sangat berat 2. berat
3. sedang 4. ringan 5. tidak ada Melaporkan nyeri
(1,2,3,4,5) Frekuensi nyeri
(1,2,3,4,5)
Lamanya episode nyeri (1,2,3,4,5)
Ekspresi nyeri; wajah (1,2,3,4,5)
Perubahan respirasi rate (1,2,3,4,5) Perubahan tekanan
darah (1,2,3,4,5) Kehilangan nafsu
makan (1,2,3,4,5)
beratnya nyeri. 2) Observasi respon
ketidaknyamanan secara verbal dan non verbal. 3) Pastikan pasien menerima
perawatan analgetik dengan tepat.
4) Gunakan strategi komunikasi yang efektif untuk
mengetahui respon
penerimaan pasien terhadap nyeri.
5) Evaluasi keefektifan penggunaan kontrol nyeri 6) Monitoring perubahan nyeri
baik aktual maupun potensial.
7) Sediakan lingkungan yang nyaman.
8) Kurangi faktor-faktor yang dapat menambah ungkapan nyeri.
9) Ajarkan penggunaan tehnik relaksasi sebelum atau sesudah nyeri berlangsung . 10) Kolaborasi dengan tim
kesehatan lain untuk memilih tindakan selain obat untuk meringankan nyeri.
11) Tingkatkan istirahat yang adekuat untuk meringankan nyeri.
Manajemen pengobatan (2380) Definisi : Fasilitasi penggunaan yang aman dan efektif resep dan obat bebas
1) Tentukan obat yang
dibutuhkan pasien dan cara mengelola sesuai dengan anjuran/ dosis.
2) Monitor efek teraupetik dari pengobatan.
3) Monitor tanda dan gejala serta efek samping dari obat.
4) Monitor interaksi obat. 5) Ajarkan pada pasien
menetap pada satu fokus)
Sikap melindungi
Tidak ada harapan
Fokus menyempit (mis:persepsi waktu, proses berpikir terhambat)
Sikap melindungi area nyeri
Posisi untuk menghindari nyeri
Perilaku melindungi
Melaporkan perilaku nyeri
Pupil dilatasi
Fokus diri sendiri
Laporan diri menggunakan skala nyeri yang standart
( mis:skala wajah wong baker, skala nilai numerik, skala visual analog)
Laporan diri menggunakan instrument nyeri yang standar ( mis: McGill Pain Questionnare, brief Pain Inventory) Faktor yang berhubungan:
Agen cedera biologi (mis: infeksi, ischemic, neoplasma)
tentang obat, dosis & frekuensi obat analgetik. 8) Periksa riwayat alergi
pasien.
9) Pilih obat berdasarkan tipe dan beratnya nyeri.
10) Pilih cara pemberian IV atau IM untuk pengobatan, jika mungkin.
11) Monitor vital sign sebelum dan sesudah pemberian analgetik.
12) Kelola jadwal pemberian analgetik yang sesuai. 13) Evaluasi efektifitas dosis
analgetik, observasi tanda dan gejala efek samping, misal depresi pernafasan, mual & muntah, mulut kering, & konstipasi. 14) Kolaborasi dgn dokter
untuk obat, dosis & cara pemberian yg diindikasikan. 15) Tentukan lokasi nyeri,
karakteristik, kualitas, dan keparahan sebelum pengobatan.
(mis: abses, amputasi, luka bakar, terpotong, prosedur operasi, trauma, latihan berlebih)
2 Risiko Penurunan curah jantung (00240)
Domain 4 (aktivitas / istirahat)
Kelas 4 (respon cardiovascular / pulmonary) Definisi: rentan terhadap
pemompaan darah yang tidak adekuat oleh jantung untuk menemukan tuntutan metabolik tubuh yang dapat mempengaruhi kesehatan
Faktor resiko:
- Perubahan denyut jantung
- Perubahan irama jantung
- Perubahan afterload - Perubahan
kontraktilitas - Perubahan preload - Perubahan stroke
volume
NOC :
Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3 x 24 jam, klien dapat:
Cardiac Pump effectiveness (0400): Pemompaan volume darah yang adekuat dari ventrikel kiri untuk mensupport tekanan perfusi sistemik Indikator:
1. Sangat tinggi dari Normal
2. Tinggi dari normal 3. Sedang dari normal 4. Sedikit dari normal 5. Normal
- Tekanan darah sistolik (1,2,3,4,5)
- Tekanan darah diastolik (1,2,3,4,5)
- Urine output (1,2,3,4,5) - Balance intake dan
output 24 jam (1,2,3,4,5) - Nyeri dada (1,2,3,4,5) - Berkeringat (1,2,3,4,5) - Oedema perifer
(1,2,3,4,5)
Circulation Status (0401): Tidak ada sumbatan, darah mengalir searah sesuai tekanan yang besar pada sirkuit sistemik dan paru
- Tekanan nadi (1,2,3,4,5) - CVP (1,2,3,4,5)
- PaO2 (1,2,3,4,5) - PaCO2 (1,2,3,4,5) - Saturasi oksigen
(1,2,3,4,5)
NIC :
Cardiac Care (4040)
Definisi: pembatasan komplikasi akibat ketidakseimbangan antara suplai oksigen miokard dan permintaan untuk pasien dengan gejala gangguan fungsi jantung
Evaluasi adanya nyeri dada ( intensitas,lokasi, durasi)
Catat adanya disritmia jantung
Catat adanya tanda dan gejala penurunan cardiac putput
Monitor status kardiovaskuler
Monitor status pernafasan yang menandakan gagal jantung
Monitor abdomen sebagai indicator penurunan perfusi
Monitor balance cairan
Monitor adanya perubahan tekanan darah
Monitor respon pasien terhadap efek pengobatan antiaritmia
Atur periode latihan dan istirahat untuk menghindari kelelahan
Monitor toleransi aktivitas pasien
Monitor adanya dyspneu, fatigue, tekipneu dan ortopneu
Anjurkan untuk menurunkan stress
Vital Sign Monitoring (6680) Definisi: pengumpulan data dan analisis cardiovaskular,
- Cappilary refill
(1,2,3,4,5) Monitor TD, nadi, suhu, dan RR
Catat adanya fluktuasi tekanan darah
Monitor VS saat pasien berbaring, duduk, atau berdiri
Auskultasi TD pada kedua lengan dan bandingkan
Monitor TD, nadi, RR,
sebelum, selama, dan setelah aktivitas
Monitor kualitas dari nadi
Monitor adanya pulsus paradoksus
Monitor adanya pulsus alterans
Monitor jumlah dan irama jantung
Monitor bunyi jantung
Monitor frekuensi dan irama pernapasan
Monitor suara paru
Monitor pola pernapasan abnormal
Monitor suhu, warna, dan kelembaban kulit
Monitor sianosis perifer
Monitor adanya cushing triad (tekanan nadi yang melebar, bradikardi, peningkatan sistolik)
Identifikasi penyebab dari perubahan vital sign 3 Resiko penurunan
perfusi jaringan jantung (00200) Domain 4 (aktivitas / istirahat)
Kelas 4 (respon cardiovascular / pulmonary) Definisi : rentan terhadap penurunan sirkulasi jantung, yang mana dapat mempengaruhi kesehatan.
NOC :
Cardia
c pump Effectiveness (0400)
Circula
tion status (0401)
Tissue
Perfusion : cardiac (0405)
Vital
Sign (0802)
Setelah dilakukan asuhan selama……ketidakefektifan perfusi jaringan
kardiopulmonal teratasi
NIC :
Cardiac care : acute (4044) Definisi: pembatasan komplikasi pada seorang pasien yang baru-baru ini mengalami sebuah episode dari ketidakseimbangan antara suplai oksigen myocrdial dan permintaan yang berakibat kerusakan fungsi jantung
Monitor nyeri dada (durasi, intensitas dan faktor-faktor presipitasi)
- Tamponade jantung - Pembedahan
cardivaskuler - Spasme arteri
koronaria
- Diabetes mellitus - Riwayat keluarga
dengan penyakit cardiovaskuler
- Peningkatan dalam protein C reaktive - Kurang
pengetahuan tentang faktor resiko
- Agen parmasetikal - Penyalahgunaan
zat
Indikator:
1. Sangat tinggi dari Normal 2. Tinggi dari normal
3. Sedang dari normal 4. Sedikit dari normal 5. Normal
Tekanan systole dan diastole dalam rentang yang diharapkan (1,2,3,4,5)
CVP dalam batas normal (1,2,3,4,5) Nadi perifer kuat dan
simetris (1,2,3,4,5) Tidak ada oedem
perifer dan asites (1,2,3,4,5)
Denyut jantung, AGD, ejeksi fraksi dalam batas normal (1,2,3,4,5) Bunyi jantung
abnormal tidak ada (1,2,3,4,5)
Nyeri dada tidak ada (1,2,3,4,5)
Kelelahan yang ekstrim tidak ada (1,2,3,4,5)
Tidak ada ortostatik hipertensi (1,2,3,4,5)
Monitor irama dan jumlah denyut jantung
Monitor angka PT, PTT dan AT
Monitor elektrolit
(potassium dan magnesium) Monitor status cairan Evaluasi oedem perifer
dan denyut nadi
Monitor peningkatan kelelahan dan kecemasan Instruksikan pada pasien
untuk tidak mengejan selama BAB
Jelaskan pembatasan intake kafein, sodium, kolesterol dan lemak Kelola pemberian
obat-obat: analgesik, anti koagulan, nitrogliserin, vasodilator dan diuretik. Tingkatkan istirahat
(batasi pengunjung, kontrol stimulasi lingkungan)
4 Kelebihan volume cairan (00026) Domain 2 (nutrisi) Kelas 5 (hidrasi) Definisi : Retensi cairan isotomik meningkat
Batasan karakteristik: - Berat badan
meningkat pada waktu yang singkat
- Asupan
berlebihan dibanding output - Tekanan
darah berubah, tekanan arteri pulmonalis berubah,
NOC :
Electrolit
and acid base balance (0600)
Fluid
balance (0601)
Setelah dilakukan asuhan selama……ketidakefektifan perfusi jaringan
kardiopulmonal teratasi dengan kriteria hasil: Indicator :
1. Terancam 2. Terganggu 3. Cukup terganggu 4. Agak terganggu 5. Tidak terganggu
Terbebas dari
edema, efusi, anaskara (1,2,3,4,5)
Bunyi nafas
NIC :
Fluid management (4120) Definisi : promosi keseimbangan cairan dan pencegahan
komplikasi yang terjadi dari tingkat cairan yang abnormal
Timbang popok/pembalut jika diperlukan
Pertahankan catatan intake dan output yang akurat
Pasang urin kateter jika diperlukan
Monitor hasil lab yang sesuai dengan retensi cairan (BUN , Hmt , osmolalitas urin )
Monitor status hemodinamik termasuk CVP, MAP, PAP, dan PCWP
peningkatan CVP - Distensi vena
jugularis
- Perubahan pada pola nafas, dyspnoe/sesak nafas, orthopnoe, suara nafas abnormal (Rales atau crakles), kongestikemacetan paru, pleural effusion perubahan berat jenis
- Suara jantung SIII
- Perubahan status mental, kegelisahan, kecemasan Faktor-faktor yang berhubungan : - Mekanisme
pengaturan melemah
- Asupan
cairan berlebihan
- Asupan
natrium berlebihan
bersih, tidak ada dyspneu/ ortopneu (1,2,3,4,5)
Terbebas dari
distensi vena jugularis, reflek hepatojugular (+) (1,2,3,4,5)
Memelihara
tekanan vena sentral, tekanan kapiler paru, output jantung dan vital sign dalam batas normal (1,2,3,4,5)
Terbebas dari
kelelahan, kecemasan atau kebingungan (1,2,3,4,5)
Tidak ada
indikator kelebihan cairan (1,2,3,4,5)
Monitor indikasi retensi / kelebihan cairan (cracles, CVP , edema, distensi vena leher, asites)
Kaji lokasi dan luas edema
Monitor masukan makanan / cairan dan hitung intake kalori harian
Monitor status nutrisi
Berikan diuretik sesuai instruksi
Batasi masukan cairan pada keadaan hiponatrermi dilusi dengan serum Na < 130 mEq/l
Kolaborasi dokter jika tanda cairan berlebih muncul memburuk
Fluid Monitoring (4130) Definisi : mengumpulkan dan menganalisis data pasien untuk mengatur keseimbangan cairan
Tentukan riwayat jumlah dan tipe intake cairan dan
eliminasi
Tentukan kemungkinan faktor resiko dari ketidak seimbangan cairan
(Hipertermia, terapi diuretik, kelainan renal, gagal
jantung, diaporesis, disfungsi hati, dll )
Monitor berat badan
Monitor serum dan elektrolit urine
Monitor serum dan osmilalitas urine
Monitor BP, HR, dan RR
Monitor tekanan darah orthostatik dan perubahan irama jantung
Monitor parameter hemodinamik infasif
Catat secara akutar intake dan output
odema 5 Gangguan
pertukaran gas (00030)
Domain 3 (eliminasi dan pertukaran) Kelas 4 (fungsi pernapasan
Definisi : Kelebihan atau kekurangan dalam oksigenasi dan atau
pengeluaran karbondioksida di dalam membran kapiler alveoli
Batasan karakteristik:
Gangguan
penglihatan
Penurunan CO2
nasal faring
AGD Normal
sianosis
warna kulit abnormal (pucat, kehitaman)
Hipoksemia
hiperkarbia
sakit kepala ketika bangun
Frekuensi dan kedalaman nafas abnormal
Faktor faktor yang berhubungan :
ketidakseimb angan perfusi ventilasi
NOC:
Respiratory Status : Gas exchange
Electrolit and acid base balance (0600) Respiratory Status :
ventilation (0403) Vital Sign (0802)
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama …. Gangguan pertukaran pasien teratasi dengan kriteria hasil: Indikator :
1. Sangat tinggi dari Normal
2. Tinggi dari normal 3. Sedang dari normal 4. Sedikit dari normal 5. Normal
Mendemonstrasikan peningkatan ventilasi dan oksigenasi yang adekuat (1,2,3,4,5)
Memelihara
kebersihan paru paru dan bebas dari tanda tanda ada sianosis dan dyspneu (mampu mengeluarkan sputum, mampu bernafas dengan mudah, tidak ada pursed lips) (1,2,3,4,5) Tanda tanda vital
dalam rentang normal (1,2,3,4,5)
AGD dalam batas normal (1,2,3,4,5)
Status neurologis dalam batas normal (1,2,3,4,5)
NIC :
Airway Management (3140) Definisi: memfasilitasi kepatenan udara yang masuk
Buka jalan nafas, guanakan teknik chin lift atau jaw thrust bila perlu
Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi
Identifikasi pasien perlunya pemasangan alat jalan nafas buatan
Pasang mayo bila perlu
Lakukan fisioterapi dada jika perlu
Keluarkan sekret dengan batuk atau suction
Auskultasi suara nafas, catat adanya suara tambahan
Lakukan suction pada mayo
Berika bronkodilator bial perlu
Barikan pelembab udara
Atur intake untuk cairan mengoptimalkan
keseimbangan.
Monitor respirasi dan status O2
Respiratory Monitoring (3350) Definisi : mengumpulkan dan menganalisis data pasien terhadap kepatenan jalan napas dan pertukaran gas yang adekuat
Monitor rata – rata,
kedalaman, irama dan usaha respirasi
Catat pergerakan dada,amati kesimetrisan, penggunaan otot tambahan, retraksi otot supraclavicular dan
intercostal
Monitor suara nafas, seperti dengkur
perubahan membran kapiler-alveolar
Catat lokasi trakea
Monitor kelelahan otot diagfragma (gerakan paradoksis)
Auskultasi suara nafas, catat area penurunan / tidak adanya ventilasi dan suara tambahan
Tentukan kebutuhan suction dengan mengauskultasi crakles dan ronkhi pada jalan napas utama
auskultasi suara paru setelah tindakan untuk mengetahui hasilnya
6 Intoleransi aktivitas (00092)
Domain 4 (aktifitas / istirahat)
Kelas 4 (respon cardiovascular / pulmonary) Definisi :
Ketidakcukupan energu secara fisiologis maupun psikologis untuk meneruskan atau menyelesaikan aktifitas yang diminta atau aktifitas sehari hari.
Batasan karakteristik: a. melaporkan
secara verbal adanya kelelahan atau kelemahan. b. Respon abnormal
dari tekanan darah atau nadi terhadap aktifitas c. Perubahan EKG
yang
menunjukkan aritmia atau iskemia
d. Adanya dyspneu atau
Setelah dilakukan asuhan selama……ketidakefektifan perfusi jaringan
kardiopulmonal teratasi dengan kriteria hasil: Indicator :
1. Terancam 2. Terganggu 3. Cukup terganggu 4. Agak terganggu 5. Tidak terganggu
Berpartisipa
si dalam aktivitas fisik tanpa disertai peningkatan tekanan darah, nadi dan RR (1,2,3,4,5)
Mampu
melakukan aktivitas sehari hari (ADLs) secara
mandiri (makan, berpakaian, toileting, mandi, kebersihan mulut, berjalan, positif terhadap diri) (1,2,3,4,5)
NIC :
Energy Management (0180) Defenisi: mengatur energi yang digunakan untuk pengobatan atau mencegah kelelahan dan fungsi yang optimal
Observasi adanya pembatasan klien dalam melakukan aktivitas
Dorong anal untuk
mengungkapkan perasaan terhadap keterbatasan
Kaji adanya factor yang menyebabkan kelelahan
Monitor nutrisi dan sumber energi tangadekuat
Monitor pasien akan adanya kelelahan fisik dan emosi secara berlebihan
Monitor respon kardivaskuler terhadap aktivitas
Monitor pola tidur dan lamanya tidur/istirahat pasien Activity Therapy (4310)
Defenisi: resep dan bantuan dengan fisik tertentu, kognitif, sosial dan aktivitas spiritual untuk meningkatkan jumlah, frekuensi atau durasi aktivitas individu atau kelompok
Faktor faktor yang berhubungan :
Tirah Baring atau imobilisasi
Kelemahan menyeluruh
Ketidakseimbang an antara suplai oksigen dengan kebutuhan
Gaya hidup yang dipertahankan.
mengidentifikasi aktivitas yang mampu dilakukan
Bantu untuk memilih aktivitas konsisten yangsesuai dengan kemampuan fisik, psikologi dan social
Bantu untuk mengidentifikasi dan mendapatkan sumber yang diperlukan untuk aktivitas yang diinginkan
Bantu untuk mendpatkan alat bantuan aktivitas seperti kursi roda, krek
Bantu untu
mengidentifikasi aktivitas yang disukai
Bantu klien untuk membuat jadwal latihan diwaktu luang
Bantu pasien/keluarga untuk mengidentifikasi
kekurangan dalam beraktivitas
Sediakan penguatan positif bagi yang aktif beraktivitas
Bantu pasien untuk mengembangkan motivasi diri dan penguatan
Monitor respon fisik, emosi, social dan spiritual 7 Cemas (00146)
Domain 9 (koping / toleransi stress), Kelas 2 (respon koping)
Definisi: perasaan tidak nyaman atau kekhawatiran yang samar di sertai respon automom (sumber sering kali tidak spesifik atau tidak diketahui oleh individu); perasaan takut yang
disebabkan oleh antisipasi terhadap bahaya. Hal ini merupakan isyarat
NOC :
Kontrol diri terhadap kecemasan (1402) Definisi : tindakan pribadi untuk menghilangkan atau mengurangi rasa ketakutan, ketegangan, atau
kegelisahan dari sumber yang tidak dapat
diidentifikasikan
Setelah dilakukan asuhan keperawatan
selama 2 x 24 jam ansietas klien teratasi dengan kriteria hasil:
Skala:
1. Tidak pernah ditunjukkan
NIC :
Anxiety Reduction (5820) (penurunan kecemasan)
Definisi : meminimalkan temuan, ketakutan, firasat, atau
kegelisahan berkaitan dengan sumber tak dikenal untuk mengantisipasi bahaya
1) Gunakan pendekatan yang menenangkan
2) Nyatakan dengan jelas harapan terhadap pelaku pasien
3) Jelaskan semua prosedur dan apa yang dirasakan selama prosedur
4) Temani pasien untuk
kewaspadaan yang memperingatkan individu akan adanya bahaya dan
memampukan individu untuk bertindak menghadapi ancaman. Faktor yang berhubungan:
Konflik tentang tujuan hidup
Paparan toxin
Perubahan besar (mis:status ekonomi,
lingkungan, status kesehatan, fungsi peran, status peran)
Ancaman
terhadap status saat ini
2. Jarang ditunjukkan 3. Kadang ditunjukkan 4. Sering ditunjukkan 5. Selalu ditunjukkan
Monitor intensitas kecemasan (1,2,3,4,5)
Penurunan stimuli lingkungan saat cemas (1,2,3,4,5)
Berusaha
menginformasikan penurunan cemas (1,2,3,4,5)
Menggunakan coping strategis yang efektif (1,2,3,4,5)
Kontrol respon
kecemasan (1,2,3,4,5)
mengurangi takut
5) Berikan informasi faktual mengenai diagnosis, tindakan prognosis 6) Libatkan keluarga untuk
mendampingi klien 7) Instruksikan pada pasien
untuk menggunakan tehnik relaksasi
8) Dengarkan dengan penuh perhatian
9) Identifikasi tingkat kecemasan
10) Bantu pasien mengenal situasi yang menimbulkan kecemasan
11) Dorong pasien untuk mengungkapkan perasaan, ketakutan, persepsi
DAFTAR PUSTAKA
Carolyn M. Hudak (1997). Critical Care Nursing : A Holistic Approach. Edisi VII. Volume II. Alih Bahasa : Monica E. D Adiyanti. Jakarta : EGC
Susan Martin Tucker (1998). Patient Care Standarts. Volume 2. Jakarta : EGC Lynda Juall Carpenito (2001) Handbook Of Nursing Diagnosis. Edisi 8.
Jakarta :EGC
Smeltzer, S.C. & Bare, B.G. Brunner and Suddarth’s (2011) textbook of medical – surgical nursing. 8 th Edition. Alih bahasa : Waluyo, A. Jakarta: EGC Price, S.A. & Wilson, L.M.(2009). Pathophysiology: Clinical concept of disease
processes. 4 th Edition. Alih bahasa : Anugerah, P. Jakarta: EGC Black, Joyce. M., Hawks, Jane Hokanson (2014). Edisi Bahasa Indonesia.
Keperawatan Medikal Bedah, Manajemen Klinis Untuk Hasil Yang diharapkan, Edisi 8 Buku 2. Singapore: Elsevier.
Blackwell, Wiley (2014), Nursing Diagnoses, Definitions and Classification 2015 – 2017, tenth edition, India: Pondicherry.
Swanson, Moorhead Johnson Maas (2013), Nursing Outcome Classification (NOC), Measurement of Health Outcomes, fifth Edition, USA: Elsevier Mosby.