• Tidak ada hasil yang ditemukan

TANTANGAN KE DEPAN LEMBAGA PRODUKTIVITAS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "TANTANGAN KE DEPAN LEMBAGA PRODUKTIVITAS"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

1

TANTANGAN KE DEPAN

LEMBAGA PRODUKTIVITAS

NASIONAL

(2)

2045

 

PDB: ~ USD 15,0 – 17,5 triliun

Pendapatan/ka pita

diperkirakan ~ USD 44.500 – 49.000

2025

PDB: ~ USD 4,0 – 4,5 triliun

Pendapatan/kapita diperkirakan ~ USD

14.250 – 15.500 (negara

berpendapatan tinggi)

2010

PDB: USD 700 Miliar

Pendapatan/kapit a USD 3.000

ASPIRASI PENCAPAIAN PDB INDONESIA 2010 - 2025

(3)

Efficiency enhancers:

•Higher education and training

•Goods market efficiency

Labor market efficiency

•Financial market sophistication

•Technological readiness

•Market size

Efficiency enhancers:

•Higher education and training

•Goods market efficiency

Labor market efficiency

•Financial market sophistication

•Technological readiness

•Market size

Basic requirements:

•Institutions

•Infrastructure

•Macroeconomic stability

•Health and primary education

Basic requirements:

•Institutions

•Infrastructure

•Macroeconomic stability

•Health and primary education

Innovation and sophistication factors:

•Business sophistication

•Innovation

Innovation and sophistication factors:

•Business sophistication

•Innovation

Keys for

Factor Driven

Economies Keys for Factor Driven

Economies

Keys for

Efficiency Driven

Economies Keys for

Efficiency Driven Economies

Keys for

Innovation Driven

Economies Keys for

Innovation Driven Economies Attention Weight

SHIFTING UP SUMBER PERTUMBUHAN

(4)

PERLU “EXTRA EFFORTS” UNTUK

MELEPASKAN DIRI DARI JEBAKAN

PENDAPATAN KELAS MENENGAH

Pendapatan per kapita (US$)

Kita harus menuju ke ke tahap untuk bisa berdaya saing

2010 2013 2016 2019 2022 2025

Efficienc Driven Econom

y Innovati

on Driven Econom

y

STAGE 2

Business as usual

(5)

1

PDB meningkat dri 5,8% menjadi 8,0%Kemiskinan menurun dri 9,0%-10,0%

menjadi 5,0%-6,0%

2

Tercipta lapangan kerja sebanyak 10 Juta

selama 5 tahun

Tingkat pengangguran menurun dri

5,5%-5,8% menjadi 4,0%-5,0%

Terciptanya perubahan struktur tenaga

kerja dari sektor informal ke formal

3

Meningkatnya TK kompeten Tkt Ahli dri

8,4% menjadi 14%

Meningkatnya TK kompeten Tkt Teknisi dri

30% menjadi 42%

Meningkatnya kompetensi TK Rentan

Meningkatnya produktivitas rakyat (Naker)

4

Terciptanya hubungan industrial yang

harmonis

Meningkatnya penerapan program

jaminan sosial tenaga kerja

5

Meningkatnya kepatuhan

perusahaan dalam penerapan standar ketenagakerjaan utama

(6)

MENGANGKAT PRODUKTIVITAS SUMBER DAYA MANUSIA UNTUK MENCAPAI KEUNGGULAN DAYA SAING

Peningkatan produktivitas menuju

keunggulan kompetitif akan dicapai seiring dengan upaya memperkuat kemampuan sumber daya manusia berbasis inovasi.

Warisan ekonomi berbasis sumber

daya alam yang bertumpu pada

labor intensive perlu ditingkatkan secara bertahap menuju skilled labor intensive dan kemudian menjadi human capital intensive.

Peningkatan kemampuan modal

(7)

Membangun

GERAKAN PRODUKTIVITAS NASIONAL

GAPRONAS

Adalah upaya seluruh

komponen bangsa

yang dilakukan

secara sistematis,

terstruktur,

terencana,

terkoordinasi,

terpadu, sinergik dan

berkesinambungan

dalam rangka

meningkatkan

produktivitas nasional

di sektor pemerintah,

sektor swasta dan

masyarakat

Produktivitas

(8)

6.

Meningkatkan

Produktivitas Rakyat

dan Daya Saing

di Pasar

(9)

PENATAAN BIROKRASI &

MANAJEMEN

INOVASI TEKNOLOGI

PENINGKATAN KUALITAS SDM

PENGEMBANGA

Perbaikan iklim usaha

Peningkatan Produktivitas

Kapital

Peningkatan Produktivitas

SDM Berdaya

Saing

Pahami pentingnya produktivitas

Tingkatkan produktivitas

Dipelihara tingkat produktivitas yang sudah dicapai – terus

(10)

• Auditing • Promotio

n

Agitatio

n

• Auditing • Promotio

n

Agitatio

nAWARENAWARENESSESS

• Involven

t

Tools &

Methode

Investm

ent

• Incentiv

e

• Involven

t

Tools &

Methode

Investm

ent

• Incentiv

e

IMPROVEM ENT

IMPROVEM ENT

• Measuremen

t

MonitoringIstitutionaliz

e

• Measuremen

t

MonitoringIstitutionaliz

eMAINTENANMAINTENANCECE

COMPATITIVEN ESS

Continuous Productivity

Improvement

Continuous Productivity

Improvement

COMMITMENT

(11)

INPU

SUB SISTEM PELAKSANAAN

Inovasi

SDM

Budaya

Manajemen

SEKTO R EKONO

(12)

DUKUNGAN MASIF UNTUK MEMPERKUAT LPN DALAM RANGKA MEMASYARAKATKAN BUDAYA PRODUKTIF

LPN

LPN

Fokus Kerja

Fokus

Kerja Ownerhips

Ownerhip s

Pelaksana an

Pelaksana

an Keanggotaan

(13)

Tugas

dan

fungsi

seluruh

pihak

PENATAAN BIROKRASI &

MANAJEMEN

INOVASI TEKNOLOGI

PENINGKATAN KUALITAS SDM

PENGEMBANGA

Perbaikan iklim usaha

Peningkatan Produktivitas

Kapital

Peningkatan Produktivitas

SDM

K/L

terkait

K/L

terkait

dikoordinir oleh Kemnaker

K/L

terkait

LEMPODNAS - LPN

Ketua : Menaker

Wk.Ketua : Deputi

(14)

LANGKAH-LANGKAH

PENINGKATAN PRODUKTIVITAS

DIMULAI DENGAN KOMITMEN SEMUA

UNSUR PIMPINAN ORGANISASI

PENENTUAN FOKUS AREA

PEMBERDAYAAN ORGANISASI DAN

PERSONIL PELAKSANA

PERANCANGAN, PELAKSANAAN DAN

PERBAIKAN PROGRAM/KEGIATAN

(15)

FOKUS AREA

SEKTOR PEMERINTAH

 Instansi yang membuat kebijakan

 Instansi yang memberikan pelayanan publik

 Instansi yang mengelola anggaran besar

SEKTOR SWASTA

Skala Usaha

UMKM dan Koperasi

Jenis Usaha

 Industri yang sebanyak mungkin menggunakan bahan domestik

 Memiliki potensi keunggulan kompetitif

(16)

16

REKOMENDASI

(17)

STANDAR KOMPETENSISTA STANDAR KOMPETENSISTA

Rekomendasi – 1

(Reposisi dan Restrukturisasi LPN)

Pengintegrasian LPN, NPO dan Direktorat Produktivitas sebagai satu kesatuan

LPN/NPO

(LPN sbg Board of Trustees – NPO/Dit Prod sbg Sekjen LPN/NPO)

Reposisi Peran LPN/NPO dari Advisory Body menjadi Lembaga Penggerak Produktivitas Nasional (Primover Institution)

Restruktursasi Program LPN dan Dit Produktivitas sebagai satu kesatuan

Program Gerakan Produktivitas Nasional

Pengembangan Jejaring Kerjasama (Networking) dengan K/L/D/I, Asosiasi Perusahaan, Lemdiklat dan Ormas/LSM

(18)

STANDAR KOMPETENSISTA STANDAR KOMPETENSISTA

Rekomendasi - 2

(Refungsionalisasi LPN)

Think Tank

: Melakukan Kajian,

Penelitian & Pengembangan

Katalist :

Memfasilitasi kerjasama antar

institusi (G to G, P to P, G to P)

Adviser :

Memberi saran,

pertimbangan dan konsultansi kepada institusi

Pengembang Institusi :

Memfasilitasi peningkatan kapasitas kredibilitas

institusi

Pengembang Institusi :

Memfasilitasi

peningkatan kapasitas kredibilitas institusi

Clearing House

: Memfasilitasi

(19)

Rekomendasi – 3 (Jejaring Kelembagaan Gapronas)

Pertumbuhan

Kesejahteraan

Daya Saing

SEKTOR EKONOMI

PPP PPP PPP PPP PPP PPP

LPPS/M LPPD

Spesialis

EFEKTIVITAS – EFISIENSI - KUALITAS

P = Pemerintah (Pusat & Daerah)

D = Dunia

Usaha/Industri M = Masyarakat

TOOLS & TECHNIQUE

AWA

PROSES PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KELEMBAGAAN

PRO GRAM

IN PUT OUT PUT OUT

COME EXISTING

PRODUCTI VITY

HIGHER PRODUCTIV

(20)

PROGRAM AKSI GPN

PROMOSI PROD.

(Informasi, Komunikasi, Agitasi)

DIKLAT & BIMTEK PROD.

(Diklat, Workshop, Bimtek, Konsultansi)

BANG. KELEMBAGAAN PROD.

(Norma/Standar, Jejaring Kelembgaan)

BANG. TEKNIK & METODA PROD.

(Kajian, Modeling, Pengembangan Tools)

PENGUKURAN PROD.

(Nasional, Sektoral, Daerah,

Instansi/Perusahaan)

AWARENE SS

& KOMITMEN

JML & KOMPETEN

SI AHLI PROD.

JARINGAN LAYANAN

PROD.

EFEKTIFITA S & EFISIENSI

PERBAIKA N BERKESIN AMBUNGA

(21)

RENCANA AKSI GAPRONAS

Konsolidasi dan Perluasan Jejaring

Kelembagaan Gapronas

Semua Kementerian/Lembaga

mengalokasikan program dan anggaran

untuk peningkatan produktivitas di instansi

dan di sektor masinhg-masing.

Semua Pemda (Propinsi, Kabupaten/Kota)

mengalokasikan program dan anggaran

untuk peningkatan produktivitas di instansi

dan di wilayah masing-masing

Semua Asosiasi dan Organisasi Usaha

mengalokasikan program dan anggaran

untuk peningkatan produktivitas di bidang

usaha/profesi dan atau organisasi

masing-masing

Moblisasi Perguruan Tinggi dan Asosiasi

(22)

DIMULAI DENGAN PROGRAM QUICK WIN

PERLUASAN JEJARING KELEMBAGAAN GAPRONAS

N o

LEMBAGA MITRA KERJA

SASARAN INSTITUSI

ISU SENTRAL

PROGRA M QUICK

WIN PIC

1 Kementerian/ Lembaga

2 Pemda/SKPD 3 Organisasi/

Asosiasi Badan Usaha

4 Asosiasi Profesi 5 Perguruan Tinggi 6 dst

KRITERIA PROGRAM QUICK WIN

 Bersifat pengungkit terhadap program lainnya

 Langsung dirasakan oleh masyarakat

 Dapat diselesaikan dalam jangka waktu yang relatif tidak lama (1-2 th)

KRITERIA PROGRAM QUICK WIN

 Bersifat pengungkit terhadap program lainnya

 Langsung dirasakan oleh masyarakat

(23)

DIMULAI DENGAN PROGRAM QUICK WIN GAPRONAS KEMNAKER

N

o PROGRAM SASARAN

ISU SENTRAL

PROGRA M QUICK

WIN PIC

1 Peningkatan Kompetensi dan Produktivitas Naker 2 Peningkatan

Penempatan dan Pemberdayaan Naker

3 Peningkatan

Hubungan Industrial dan Jamsos Naker 4 Peningkatan

Perlindungan dan Pengawasan Norma 6 dst

KRITERIA PROGRAM QUICK WIN

 Bersifat pengungkit terhadap program lainnya

 Langsung dirasakan oleh masyarakat

 Dapat diselesaikan dalam jangka waktu yang relatif tidak lama (1-2 th)

KRITERIA PROGRAM QUICK WIN

 Bersifat pengungkit terhadap program lainnya

 Langsung dirasakan oleh masyarakat

(24)

DIMULAI DENGAN PROGRAM QUICK WIN GAPRONAS DITJEN BINALATTAS

N

o BIDANG SASARAN

ISU SENTRAL

PROGRA M QUICK

WIN PIC

1 Pengembangan SKKNI dan Program Pelatihan Kerja

2 Penguatan Kelembagaan Pelaihan Kerja 3 Peningkatan

Kompetensi

Instruktur dan Tala 4 Pengembangan

Pemagangan 5 Peningkatan

Setifkasi

Kompetensi Profesi 6 Peningkatan

Produktivitas

KRITERIA PROGRAM QUICK WIN

 Bersifat pengungkit terhadap program lainnya

 Langsung dirasakan oleh masyarakat

 Dapat diselesaikan dalam jangka waktu yang relatif tidak lama (1-2 th)

KRITERIA PROGRAM QUICK WIN

 Bersifat pengungkit terhadap program lainnya

 Langsung dirasakan oleh masyarakat

(25)

Thank you

Referensi

Dokumen terkait

Pentingnya pemahaman dan penguasaan materi Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) ternyata masih kurang disadari oleh banyak pihak, sehingga dalam proses pembelajarannya

Sukris Sarmadi, Advokat Litigasi dan Non Litigasi Pengadilan,Bandung : Mandar Maju, 2009, hlm 238.. Dari uraian di atas kita bisa disimpulkan bahwa mayoritas masyarkat kurang

Sugiyono (2009, p13) mengatakan bahwa metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positiveisme, digunakan untuk

Disilangkan dengan kategorisasi indeks IKK diperoleh 3 kelompok prioritas wilayah penanggulangan kemiskinan dan kelaparan yaitu prioritas tinggi (9 provinsi) dengan indeks IKK rendah

Jiadi pada dasarnya, problema-problema sosial me- nyangkut nilai-nilai sosial dan moral ; problema- problema tersebut merupakan persoalan, oleh karena menyangkut tata

Fungsi simbol kegembiraan dalam bayangan diri sendiri dengan orang lain pada kumpulan puisi Ima Koko (いまここ) karya Aida mitsuo (相 田 み つ を ) yaitu Wajah

Telah diketahui bahwa untuk meningkatkan AHD dapat dilakukan dengan memperlama waktu dialisis, meningkatkan kecepatan aliran darah dan atau aliran dialisat, meningkatkan

Dalam Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif, yaitu menentukan pemicu biaya, mengelompokkan biaya, menghitung tarif dan menganalisis harga Tarif SPP dengan