RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Sekolah :
Kelas/Semester : X/2
Materi : Fungi Ascomycotina
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit (1 pertemuan)
a. Kompetensi Inti
KI 1 : 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran yang dianutnya.
KI 2 : 2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab dan peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun responsif dan proaktif dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan
KI 3 : 3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. KI 4 : 4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
b. Kompetensi Dasar
2.2. Peduli terhadap keselamatan diri dan lingkungan dengan menerapkan prinsip keselamatan kerja saat melakukan kegiatan pengamatan dan percobaan di laboratorium dan di lingkungan sekitar
3.6. Menerapkan prinsip klasifikasi untuk menggolongkan jamur berdasarkaan ciri-ciri dan cara reproduksinya melalui pengamatan secara teliti dan sistematis.
4.6. menyajikan data hasil pengamatan ciri-ciri dan peran jamur dalam kehidupan dan lingkungan dalam bentuk laporan tertulis.
c. Indikator
1. Mendiskripsikan pengertian dan ciri-ciri jamur yang termasuk Ascomycota 2. Mendeskripsikan reproduksi jamur yang termasuk Ascomycota
3. Mendeskripkan contoh dan peranan jamur yang termasuk Ascomycota d. Tujuan
Setelah pembelajaran dengan metode pengamatan siswa dapat :
1. menjelaskan pengertian dan ciri-ciri jamur yang termasuk Ascomycota 2. menjelaskan cara reproduksi jamur yang termasuk Ascomycota
3. menyebutkan 4 contoh dan peranan jamur yang termasuk Ascomycota bagi manusia
e. Materi
Pengertian dan ciri-ciri jamur Ascomycota
Reproduksi Ascomycota
Contoh dan peranan jamur Ascomycota
f. Strategi Pembelajaran
No Kegiatan Durasi 1 Pendahuluan
Salam, berdoa, presensi
Guru mengecek kesiapan siswa dalam mengikuti proses belajar
mengajar
Guru menyiapkan materi yang akan diajarkan oleh siswa
(karakter yang dikembangkan : peduli sesama, bersyukur dll)
10 menit
2 Kegiatan inti
A. Kegiatan guru dan Siswa
Guru bersama siswa membagi kelompok diskusi 4-5 siswa secara heterogen
Guru membagi LKS tentang jamur Ascomycota
Guru menjelaskan kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa
Guru menyuruh kelompok untuk melakukan
pengamatan dan diskusi kemudian mempresentasikan hasil B. Kegiatan Siswa
Siswa membentuk kelompok sesuai arahan guru
Siswa memperhatikan penjelasan guru dengan seksama
(menyimak dan menalar)
Siswa mengerjakan LKS secara kelompok diskusi ( menyimak, mendengarkan, mengamati, menalar, mencoba dan menanya)
Siswa menulis data hasil pengamatan diskusi (menalar dan mencoba)
Guru dan siswa menyimpulkan hasil pembelajaran (menanya,
menalar, mendengarkan)
Guru memberikan penghargaan atas keaktifan siswa
(karakter yang dikembangkan : jujur, teliti dll) Guru memberikan post test
Guru melakukan merefleksi
Guru memberi tugas/PR
Salam penutup dan berdoa
g. Alat, Bahan dan Sumber Alat :
Laptop, LCD, Alat Tulis Bahan :
Gambar/ Obyek nyata Jamur Ascomycota, literatur dari sumber lainnya, LKS Sumber :
Anonim.2013. Fungi Divisi Ascomycota dan Peranannya. Diakses dari
http://www.zonabiokita.web.id/2013/06/fungi-divisi-ascomycotina-dan-peranannya.html. Pada hari Minggu tanggal 21 Mei 2017 jam 20.24
Brilliant, Asian.2014. Pengertian Ascomycotiana. Diakses dari http://blog-artikel-pendidikan.blogspot.co.id/2014/11/pengertian-ascomycotina.html. Pada hari Minggu 21 Mei 2017 jam 19.21
Dwi.2016. Ciri-ciri dan Reproduksi Ascomycota. Diakses dari http://umum-pengertian.blogspot.co.id/2016/06/ciri-ciri-dan-carareproduksiascomycota.html. Pada hari Jumat, 14 April 2017 jam 14.15
Lampiran 1a : Materi
Fungi Ascomycota
Ascomycota atau jamur kantung adalah salah satu phylum dari Fungi yang monofiletik atau berasal dari nenek moyang yang sama dan menyumbang sekitar 75% dari semua jamur yang telah diketahui. Ascomycota adalah kelompok jamur yang dalam berkembang biak dengan membentuk spora di dalam selnya yang disebut askus. Pembentukan askus inilah yang menjadi ciri Ascomycota.
a. Ciri-ciri Ascomycota
Menghasilkan askospora sebagai hasil reproduksi seksual dari askus.
Askus memiliki bentuk struktur yang mirip kantong
Ascomycota bersifat uniseluler dan multiseluler
Ascomycota multiseluler memiliki hifa yang bersekat
Sebagian jenis Ascomycota hifa bercabang-cabang dengan membentuk miselium dan tersusun kompak menjadi tubuh buah makroskopis yang disebut dengan askokarp atau askokarpus.
Askokarp memiliki banyak askus yang didalamnya terdapat askospora.
Bentuk macam-macam askus pada jamur Ascomycota :
1. Askus tanpa askokarp
2. Askus yang askokarpnya berbentuk seperti mangkok disebut aposetium 3. Askus yang askokarpnya berbentuk bola tanpa ostiulum disebut kleistotesium
4. Askus yang askokarpnya berbentuk botol dengan leher dan memiliki ostiulum disebut peritisium
b. Reproduksi Ascomycota
"(1) Reproduksi aseksual (pembentukan tunas) dan (2) reproduksi seksual
(pembentukan askospora) pada Asmocycota uniseluler"
Gambar : Reproduksi Aseksual (Dwi.2016)
Ascomycota Uniseluler : Reproduksi secara aseksual berdasarkan uniseluler yang
dilakukan dengan pembelahan sel atau pelepasan tunas dari sel induk. Tunas yang terlepas akan menjadi sebuah sel jamur baru. Namun, bila tidak terlepas maka sel tunas akan membentuk rantai pseudohifa (hifa semu).
Ascomycota Multiseluler : Reproduksi secara aseksual yang dilakukan dengan dua cara, yaitu fragmentasi hifa dan pembentukan spora aseksual konidiospora. Hifa dewasa yang terputus akan tumbuh menjadi sebuah hifa jamur baru. Hifa haploid (n) yang sudah dewasa akan menghasilkan konidiofor (tangkai konidia). Pada ujung dari konidiofor akan terbentuk spora yang diterbangkan angin yang disebut dengan konidia. Konidia memiliki jumlah kromosom yang haploid (n). Konidia pada jamur Ascomycota berwarna-warni, antara lain berwarna oranye, hitam, biru atau kecokelatan. Jika kondisi lingkungan menguntungkan, maka konidia akan berkecambah menjadi hifa yang haploid. Hifa akan bercabang-cabang dengan membentuk miselium yang berkromosom haploid (n).
2. Reproduksi Seksual Ascomycota :
Gambar : Reproduksi Seksual(Dwi. 2016)
Ascomycota Uniseluler : Reproduksi Ascomycota uniseluler diawali dengan
konjugasi atau penyatuan dua sel haploid (n) yang berbeda jenis. Dari hasil penyatuan dengan menghasilkan zigot yang berkromosom diploid (2n). Zigot tumbuh membesar menjadi askus yang diploid. Inti (nukleus) diploid di dalam askus membelah secara miosis dengan menghasilkan 4 inti yang berkromosom haploid (n). Di sekitar empat inti tersebut, terbentuk dinding sel dengan 4 askospora didalam askus berkromosom haploid (n). Jika askus sudah masak, maka selanjutnya askus akan pecah dengan mengeluarkan askospora. Askospora akan tumbuh menjadi sel jamur baru yang haploid (n).
Ascomycota Multiseluler : Hifa (+) dan hifa (-) yang masing-masing memiliki
kromosom haploid yang berdekatan. Hifa (+) membentuk askogonium (alat reproduksi betina), sedangkan hifa (-) dengan membentuk anteridium (alat reproduksi jantan). Askogonium akan membentuk saluran yang menuju
anteridium yang disebut dengan trikogin. Melalui trikogin, terjadi proses plasmogami (peleburan sitoplasma).
akan membelah secara meiosis dengan menghasilkan 4 nukelus yang haploid (n). Masing-masing dari nukleus haploid akan membelah secara mitosis sehingga yang ada didalam askus dengan terdapat 8 nukleus. Selanjutnya, dari sekitar nukleus akan terbentuk dinding sel dan terbentuk askospora yang berkromosom haploid (n). Jika askus telah masak, maka askospora akan terbesar secara serentak. Hal ini akan terjadi karena jika satu askus pecah maka akan berakibat pada pecahnya askus lain. Askospora yang jatuh ditempat yang cocok akan berkecambah menjadi hifa baru yang haploid (n). Hifa haploid akan tumbuh bercabang-cabang membentuk miselium yang haploid (n).
c. Contoh dan peranan Ascomycota
Gambar : Macam Ascomycota (Dwi.2016)
manfaat dan kerugian bagi manusia atau tidak dapat dikonsumsi. Contoh Ascomycota adalah sebagai berikut..
Morchella esculenta : Morchella esculenta adalah jamur yang memiliki tubuh buah
dengan mengandung banyak air. Jamur Morchella esculenta sangat enak dimakan yang dapat ditemukan dibawah pohon buah-buahan.
Saccharomyces cerevisiae : Saccharomyces cerevisiae adalah jamur yang bersel satu dan memiliki dinding askus yang tipis dan juga dikenal sebagai khamir. Manfaat atau kegunaan Saccharomyces cerevisiae adalah digunakan dalam pembuatan minuman beralkohol, tapai, dan sebagai pengembang adonan roti. Jamur ini dapat mengubah gula menjadi alkohol dan karbon dioksida (CO2) dengan melalui proses fermentasi (respirasi anaerob). Gas CO2 yang terbentuk akan menjadikan roti mengembang Trichophyton mentagrophytes : Trichophyton mentagrophytes adalah jenis jamur
yang menyebabkan timbulnya penyakit kulit kurap pada tubuh dan kulit kepala
Neurospora crassa dan Neurospora sitophila : Neurospora sitophila adalah jamur
oncom yang memiliki spora dengan berwarna orange
Candida Albicans : Candida albicans adalah hidup parasit pada jaringan epitel yang lembap, seperti saluran pernapasan, saluran pencernaan, dan alat kelamin wanita atau penyebab keputihan
Penicillum notatum dan Penicillium chrysogenum : jamur ini digunakan sebagai
pembuatan antibiotik penisilin yang dilakukan dengan cara mengekstraksi biakan cair. Kegunaan penesilin adalah untuk membasmi bakteri, antara lain Neisseria meningitidis, Streptococcus, pneumoniae dan Staphylococcus sp.
Claviceps purpurea : Claviceps purpurea adalah jamur Ascomycota yang memiliki
warna ungu yang disebut dengan ergot, yang bersifat parasit pada gandum hitam (rye). Jika jamur ini ikut tergiling bersama gandum dan tercampur dalam tepung, dan sampai dikonsumsi manusia, maka yang terjadi akan menimbulkan penyakit gangren. Gejala-gejala yang dialami adalah seperti kejang saraf, rasa panas terbakar, kegilaan temporer (sementara), dan halusinasi.
Blue mold : Blue mold atau kapang biru adalah jamur yang tumbuh pada buah jeruk. Blue mold merupakan jamur penicillum yang hidupnya saproba
Aspergillus flavus : Aspergillus flavus adalah jamur yang pada umumnya hidup
Lampiran 1b : LKS
LEMBAR KEGIATAN SISWA
TOPIK : Pengamatan jamur Ascomycota
A. TUJUAN PENGAMATAN :
1. Siswa dapat mengidentifikasi beberapa jenis jamur Ascomycota 2. Siswa dapat mengamati beberapa jenis jamur Ascomycota
B. TEORI
Jamur disebut juga sebagai the sac fungi. Merupakan fungi yang reproduksi seksualnya dengan membuat Askospora di dalam askus (ascus = sac atau kantung/pundi-pundi). Askus adalah semacam sporangium yang menghasilkan askospora. Beberapa askus biasanya mengelompokan dan berkumpul membentuk tubuh buah yang disebut askorkarp atau askoma. Askosma bisa berbentuk mangkok, botol atau balon. Askomycota umumnya monokariotik dan sel-sel yang dipisahkan oleh septa sederhana.
C. ALAT DAN BAHAN Alat :
1. Mikroskop 2. Kaca Obyek 3. Kaca Penutup 4. Pinset
5. Tusuk Gigi Bahan:
1. Jamur Oncom
2. Jamur pada Kacang Tanah 3. Metilen biru
D. CARA KERJA
1. Siapkan alat dan bahan pengamatan
3. Lakukan pengamatan menggunakan mikroskop 4. Setelah selesai pengamatan isi tabel hasil pengamatan
5. Diskusikan hasil pengamatan bersama kelompokmu dan jawab pertanyaan pada LKS
6. Presentasikan hasil pengamatan dan hasil diskusi kelompok E. HASIL PENGAMATAN
Tabel hasil pengamatan
Ciri Jamur Oncom Jamur Kacang Tanah
Hifa bersekat / tidak Bentuk askus Warna spora Gambar
F. PERTANYAAN
1. Adakah perbedaan dari berbagai jamur yang diamati ? 2. Apakah ciri khusus dari jamur yang diamati ?
3. Tentukan klasifikasi dari jamur yang diamati !
Lampiran
1. Jelaskan pengertian jamur ascomycota! 2. Sebutkan ciri-ciri jamur ascomycota!
3. Sebutkan macam bentuk askus jamur ascomycota!
Rubrik
No Jawaban Skor Total
1. Ascomycota adalah kelompok jamur yang dalam berkembang biak dengan membentuk spora di dalam selnya yang disebut askus.
5 5
2. Menghasilkan askospora sebagai hasil reproduksi
seksual dari askus.
Askus memiliki bentuk struktur yang mirip kantong
Ascomycota bersifat uniseluler dan multiseluler
Ascomycota multiseluler memiliki hifa yang bersekat
Sebagian jenis Ascomycota hifa bercabang-cabang
dengan membentuk miselium dan tersusun kompak menjadi tubuh buah makroskopis yang disebut dengan askokarp atau askokarpus.
Askokarp memiliki banyak askus yang didalamnya terdapat askospora.
3. 1. Askus tanpa askokarp
2. Askus yang askokarpnya berbentuk seperti mangkok disebut aposetium
3. Askus yang askokarpnya berbentuk bola tanpa ostiulum disebut kleistotesium
4. Askus yang askokarpnya berbentuk botol dengan leher dan memiliki ostiulum disebut peritisium
5
Dari hasil penyatuan dengan menghasilkan zigot yang
berkromosom diploid (2n). Zigot tumbuh membesar menjadi askus yang diploid.
Inti (nukleus) diploid di dalam askus membelah secara miosis dengan menghasilkan 4 inti yang berkromosom haploid (n).
5
5
5
Di sekitar empat inti tersebut, terbentuk dinding sel dengan 4 askospora didalam askus berkromosom haploid (n).
Jika askus sudah masak, maka selanjutnya askus akan
pecah dengan mengeluarkan askospora. Askospora akan tumbuh menjadi sel jamur baru yang haploid (n).
5
5
5. Morchella esculenta : Morchella esculenta adalah
jamur yang memiliki tubuh buah dengan mengandung banyak air. Jamur Morchella esculenta sangat enak dimakan yang dapat ditemukan dibawah pohon buah-buahan.
Saccharomyces cerevisiae : Saccharomyces cerevisiae
adalah jamur yang bersel satu dan memiliki dinding askus yang tipis dan juga dikenal sebagai khamir. Manfaat atau kegunaan Saccharomyces cerevisiae adalah digunakan dalam pembuatan minuman beralkohol, tapai, dan sebagai pengembang adonan roti. Jamur ini dapat mengubah gula menjadi alkohol dan karbon dioksida (CO2) dengan melalui proses fermentasi (respirasi anaerob). Gas CO2 yang terbentuk akan menjadikan roti mengembang
Trichophyton mentagrophytes : Trichophyton
mentagrophytes adalah jenis jamur yang menyebabkan timbulnya penyakit kulit kurap pada tubuh dan kulit kepala
Neurospora crassa dan Neurospora sitophila : Neurospora sitophila adalah jamur oncom yang memiliki spora dengan berwarna orange
Candida Albicans : Candida albicans adalah hidup
parasit pada jaringan epitel yang lembap, seperti saluran pernapasan, saluran pencernaan, dan alat kelamin wanita atau penyebab keputihan
Penicillum notatum dan Penicillium chrysogenum : jamur ini digunakan sebagai pembuatan antibiotik penisilin yang dilakukan dengan cara mengekstraksi biakan cair. Kegunaan penesilin adalah untuk membasmi bakteri, antara lain Neisseria meningitidis, Streptococcus, pneumoniae dan Staphylococcus sp. Claviceps purpurea : Claviceps purpurea adalah jamur
Ascomycota yang memiliki warna ungu yang disebut dengan ergot, yang bersifat parasit pada gandum hitam (rye). Jika jamur ini ikut tergiling bersama gandum dan tercampur dalam tepung, dan sampai dikonsumsi manusia, maka yang terjadi akan menimbulkan penyakit gangren. Gejala-gejala yang dialami adalah seperti kejang saraf, rasa panas terbakar, kegilaan temporer (sementara), dan halusinasi.
Tuber melanosporum (truffle) : Tuber melanosporum
adalah jamur yang hidup dengan bersimbiosis pada akar tumbuhan dengan membentuk mikoriza. Truffle sangat disukai oleh sejumlah ahli pencicip kuliner karena Truffle memiliki cita rasa yang enak. Bagi para pencari Truffle yang menggunakan bantuan penciuman anjing.
Blue mold : Blue mold atau kapang biru adalah jamur
yang tumbuh pada buah jeruk. Blue mold merupakan jamur penicillum yang hidupnya saproba
Aspergillus flavus : Aspergillus flavus adalah jamur yang pada umumnya hidup saproba pada makanan dan biji-bijian. Koloni dari Aspergillus flavus menghasilkan spora yang memiliki warna cokelat kehijauan atau kehitaman dan menyekresikan senyawa aflatoksin yang bersifat racun bagi manusia.
5
5
5
5
5
LEMBAR PENILAIAN
MATA PELAJARAN : Biologi
KELAS / SMT : X / 1
Keterangan : Kriteria Aktivitas
1: cukup aktif
2: aktif
3: sangat aktif
Total Skor : Jumlah4komponen x12 100
No NAMA
Keterangan : Kriteria Aktivitas
1: cukup aktif
2: aktif
3: sangat aktif
Total Skor : Jumlah5komponen x15 100
No NAMA Jujur Teliti Disiplin Kerja sama Tepat Skortotal
Keterangan : Kriteria Aktivitas
1: cukup
2: sedang
3: sangat