PROPOSAL
PEMBUATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI
JARINGAN PIPA AIR MINUM PDAM KUTAI TIMUR
I. LATAR BELAKANG
Saat ini, PDAM Kutai Timur mempunyai pelanggan yang terdistribusi ke seluruh area Kutai Timur. Kondisi seperti ini membutuhkan managemen water supply yang baik. Salah satu bagiannya adalah pengelolaan jaringan pipa. Managemen jaringan pipa yang demikian luas tidaklah mudah, sangat sulit dikelola dengan cara konvensional.
Perkembangan teknologi informasi (khususnya Geographic Information Systems, GIS) saat ini begitu pesat dan relatif semakin murah. Pengelolaan data spasial yang terkait dengan peta dapat dikelola dengan baik dan efisien melalui GIS ini. Oleh karena itu PDAM Kutai Timur perlu menerapkan GIS untuk manajemen jaringan pipa.
Terdapat beberapa permasalahan yang melatar belakangi perlunya Sistem Informasi Geografi untuk jaringan air minum:
1. Informasi Inventarisasi jaringan pipa (berbasis Geografis), yang dapat diupdate, disajikan, diklasifikasikan dengan cepat, sulit diwujudkankan dengan cara konvensional, misalnya :
a. Kapasitas layanan suatu saluran merupakan masalah yang penting diperhatikan untuk jaringan yang selalu berkembang dan semakin komplek.
b. Jenis, ukuran, umur atau tahun pasang, pipa dan asesorisnya dalam jaringan sulit diwujudkan dengan konvensional.
c. Tanggal pemeliharaan dan jenis penanganan.
2. Informasi layanan pelanggan penyajiannya butuh waktu yang lama, dan informasinya kurang akurat :
c. Informasi posisi dari lokasi asesoris dan jaringan pipa dalam tanah.
3. Informasi untuk mendukung evaluasi dan perencanaan tidak tersedia atau kurang akurat :
a. Profil Zona wilayah : nomor Zona jaringan, nama wilayah administrasi (kecamatan/kelurahan), jumlah dan lokasi pelanggan, lokasi calon pelanggan.
b. Informasi tekanan air akibat perubahan dan pengaturan valve dan lain sebagainya.
c. Pemakaian air (m3 per bulan atau tahun).
d. Total rekening air (Rp per bulan atau tahun), dan nilai tunggakan. e. Calon pelanggan, alamat lokasi dan posisinya terhadap jaringan pipa.
II. PERUMUSAN MASALAH
Pemanfaatan GIS untuk pengelolaan Jaringan Pipa Air Minum PDAM Kutai Timur ini harus mampu menampilkan:
- Informasi inventarisasi jaringan pipa secara baik. - Informasi layanan pelanggan yang cepat dan akurat. - Informasi untuk mendukung evaluasi dan perencanaan.
Peta dasar yang digunakan dalam membangun GIS PDAM Kutai Timur menggunakan peta teraktual yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Kutai Timur.
III. RUANG LINGKUP PEKERJAAN
Dari perumusan masalah yang telah diuraikan diatas, dapat didefinisikan ruang lingkup pekerjaan yang dilakukan, yang secara garis besar meliputi :
1. Analisis Sistem
2. Pengadaan Peta dan Pelacakan Data Jaringan Pipa
- Mengadakan peta dasar Kutai Timur dengan layer administratif dan jalan. - Melacak data jaringan pipa PDAM Kutai Timur dan melakukan digitasi sesuai
dengan peta dasar. Dan melakukan link ke database jaringan pipa dan pelanggan.
3. Pengembangan Software GIS
Melakukan pengembangan software GIS untuk jaringan pipa PDAM Kutai Timur yang sesuai dengan hasil rekomendasi dari lingkup Analisis.
Hasil dari tahap ini adalah :
- Desain teknologi yang akan diterapkan(hardware dan software).
- Perangkat lunak GIS untuk pengelolaan jaringan pipa dengan menggunakan Arcview, map object, VB-Net, dan SQL Server.
4. Pelatihan dan Implementasi GIS
Melakukan pelatihan penggunaan software GIS dan menerapkan secara operasional pengelolaan jaringan pipa PDAM Kutai Timur.
5. Pengadaan Local Area Network
Melakukan pengadaan dan instalasi jaringan komputer yang dibutuhkan untuk operasional software GIS jaringan pipa Kutai Timur.
Pada setiap lingkup di atas disertai dengan dokumentasi sistem.
IV. MAKSUD DAN TUJUAN
1. Membangun Sistem Informasi Geografis (GIS) untuk pengelolaan jaringan pipa yang terintegrasi dengan sub sistem lain di PDAM Kutai Timur, sehingga dapat meningkatkan pelayanan dan meningkatkan kemampuan perencanaan, pengawasan, perawatan, evaluasi dan pengaturan harian operasional jaringan pipa di PDAM Kutai Timur.
3. Mewujudkan Sistem Informasi Perpipaan Air Minum PDAM Kutai Timur dengan kemampuan :
- Menyediakan satu sistem antar muka yang memungkinkan pengguna untuk melihat secara rinci jaringan pipa untuk suatu sub zona tertentu.
- Menampilkan detail data dari suatu komponen jaringan pipa (seperti pipa, valve, joint, box meter, wash out, hidran dan lain-lain ) hanya dengan meletakkan krusor pada gambar komponen yang dimaksud.
- Melakukan pelacakan data berdasarkan kriteria tertentu, mulai dari yang paling sederhana seperti “cari pipa yang mempunyai diameter 110 mm” hingga jenis pelacakan dengan kriteria yang komplek.
- Melacak data untuk seluruh sub zona maupun berdasarkan pada sub zona tertentu.
- Menampilkan pelanggan-pelanggan PDAM untuk suatu sub zona atau seluruh sub zona beserta informasi-informasi yang terkait dengan pelanggan-pelanggan tersebut.
- Melacak data pelanggan PDAM berdasarkan kriteria tertentu dari yang paling sederhana sampai dengan kriteria yang komplek.
- Menganalisa model hidrolika jaringan pipa PDAM Kutai Timur.
- Menyajikan informasi kepada calon pelanggan baru mengenai alamat lokasi dan posisinya terhadap jaringan pipa distribusi.
V. METHODOLOGI
Pengembangan GIS Jaringan Pipa PDAM Kutai Timur menggunakan teknik pengembangan terstruktur dengan Systems Development Life Cycle sebagai berikut.
Tahapan pengembangan saat ini adalah sudah mencapai fase systems maintenance dan masuk kembali ke tahap awal pegembangan (recycle). Proses recycling ini, sistem lama dianalisis kembali berdasarkan hasil dari systems maintenance dan disesuaikan dengan kebutuhan PDAM Kutai Timur saat ini. Mengingat besarnya ruang lingkup / volume pekerjaan pengembangan ini, diambil langkah pengerjaan yang di-break down dalam tiga tahun berikut ini
TAHUN PERTAMA:
Pembuatan Software GIS untuk manajemen Pipa Utama yang dapat melakukan
analisa kebutuhan tentang Pengelolaan Pipa Utama (primer dan skunder) dari PDAM Kutai Timur. Analisa tersebut meliputi:
oPemberian informasi bagi distribusi air pada pipa utama.
oHistori dari Pipa utama berkaitan dengan letak/lokasi, kapan dibangunnya, kapan saja dilakukan perbaikan, Berapa biaya membangun/memperbaikinya, siapa yang melakukan perbaikan, umur pipa, ukuran pipa dan apa saja aksesorisnya (wash out, valve, sambungan).
Operasional dan Maintenance Software GIS TAHUN KEDUA:
Pengembangan dari Software GIS Manajemen Pipa dari tahun I dengan
pengembangan data pipa sampai persil pelanggan (box meter pelanggan).
Pengembangan fasilitas pada software dalam melakukan analisa sampai pada
data pelanggan.
Analisa hidrolika Jaringan Pipa Air Minum PDAM Kutai Timur. Operasional dan Maintenance Software GIS
TAHUNKETIGA:
Pengembangan dari Software GIS Manajemen Pipa dari tahun II dengan
kemampuan analisa kebocoran distribusi air PDAM
Operasional dan Maintenance Software GIS
VI. SISTEM INFORMASI GEOGRAFI PDAM
Sistem Informasi Geografi
Sistem Informasi Geografi semakin banyak ‘diminati’ orang/organisasi untuk dijadikan sebagai alat (tools) untuk membantu pengambilan keputusan dalam berbagai bidang. Sistem Informasi Geografis (GIS) adalah suatu sistem yang menggunakan komputer untuk memasukkan, mengelola, mengedit dan menyajikan informasi secara geografis.
mempunyai tiga tujuan pokok yaitu menampilkan, menganalisa dan mengeluarkan (output) data. Untuk tujuan ini, GIS biasanya mempunyai sub-sub sistem :
1. Data Input : Sub sistem ini bertugas untuk mengumpulkan dan mempersiapkan data spasial da atribut dari berbagai sumber. Atau mentransformasikan format data.
2. Data Output : Sub sistem yang menangani semua bentuk keluaran yang diolah dari basisdata GIS seperti keluaran dalam bentuk tabel, grafik, atau peta. 3. Data managemen : Subsistem yang mengorganisasikan data spasial dan atribut
– atribut ke dalam basisdata, sehingga mudah untuk dikelola.
4. Data Manipulation & Analisis : Sub sistem yang menentukan informasi-informasi yang dapat dihasilkan oleh GIS, memanipulasi dan memodelkan data untuk menghasilkan informasi.
Beberapa komponen dasar yang ada dalam Sistem Informasi Geografis adalah data, sistem komputer dan pelaksana (orang). Ketiga komponen ini dapat diperluas menjadi lima bagian, yaitu :
People
Software Data
Hardware Procedure
a. People (pelaksana, managemen) : yang merupakan komponen yang paling penting dalam GIS. Pelaksana mengembangkan prosedur dan mendefinisikan tugas-tugas yang akan dilakukan oleh GIS.
b. Hardware (Perangkat Keras) : kemampuan perangkat keras mempengaruhi kecepatan proses, kemudahan penggunaan dan bentuk keluaran yang tersedia. c. Software (Perangkat Lunak) : tidak hanya perangkat lunak GIS, tetapi meliputi
perangkat lunak basisdata, gambar, statistik, imaging dan lain-lain.
e. Data
Dilihat dari segi data, Sistem Informasi Geografi terdiri dari dua komponen utama yaitu komponen grafis yang menyatakan lokasi objek pada bidang referensi tertentu dan informasi non-grafis atau atribut yang menjelaskan tema dari informasi grafis tersebut. Dengan demikian, ketersediaan dan akurasi data sangat mempengaruhi hasil query dan analisa.
Suatu GIS mengorganisasikan dan menyimpan informasi tentang dunia-nyata sebagai kumpulan layer-layer tematik yang dapat dihubungkan dengan peta. Setiap layer memuat objek (feature) dengan atribut yang sama yang ditempatkan dalam letak geografis yang sesuai.
Basisdata GIS
Basisdata georafis adalah inti dari GIS. Kelengkapan dan akurasi data yang disimpan didalamnya sangat berpengaruh terhadap aplikasi yang didukungnya. Basisdata adalah kumpulan data spasial dan atri but-atribut dari suatu objek dunia nyata. Karena pentingnya, maka untuk mendapatkan hasil yang optimal, basisdata ini harus diorganisasikan dengan efisien supaya bisa bisa melayani satu atau lebih aplikasi dan hendaknya dipelihara dengan suatu dokumen yang benar dan dengan prosedur yang jelas.
Dalam basisdata GIS, suatu objek dunia nyata diabstraksikan dalam bentuk digital. Pengorganisasian dan penyimpanan data digital tergantung pada beberapa faktor, diantaranya adalah aplikasi data, perangkat lunak yang digunakan, dan bentuk dasar dari objek itu sendiri.
Fenomena geografis dapat direpresentasikan dengan menggunakan model raster atau model vector. Model data raster merepresentasikan objek menggunakan cell (grid), sedangkan model data vector menggunakan titik, garis dan poligon (area).
analisis, display, atau editing yang tergantung pada kemauan user. Data GIS dapat (diantara) objek-objek yang lain. Untuk menentukan keterkaitan spasial objek dan sifat-sifatnya dapat digunakan prosedur matematik yang disebut topology.
Beberapa operasi dasar yang dapat dilakukan oleh sebuah GIS yang ideal adalah operasi-operasi capture, menyimpan, query, analisa, display dan mengeluarkan data.
Dengan karakteritik GIS yang seperti di atas, pengelolaan jaringan pipa PDAM Kutai Timur dapat dilakukan dengan menggunakan GIS. Software GIS yang umum dan biak dipakai untuk pengelolaan GIS adalah ArcView, Map Object, VB-Net, dan SQL-Server atau ORACLE..
Jaringan Pipa PDAM
menuntut bahwa sistem jaringan air minum yang ada perlu dievaluasi lagi terutama yang menyangkut aspek-aspek hidrolika, tingkat layanan terhadap konsumen, dan pengoperasiannya.
Desain dan analisa sistem jaringan distribusi air berdasarkan pada dua factor kebutuhan utama yaitu kebutuhan air dan tekanan. Kebutuhan air tergantung dari ukuran dan tipe sistem distribusi yang diiinginkan. Sedangkan tekanan menjadi penting karena tekanan rendah bisa menyebabkan masalah terhadap distribusi jaringan pipa, namun tekanan akan memperbesar kehilangan energi.
Pendekatan analisis secara umum berdasarkan hukum kekekalan massa dan hukum kekekalan energi. Analisis jaringan pipa ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan basisdata GIS yang diolah dengan software EPANET (atau sejenisnya).
VII. PELAKSANA
Pengembangan Sistem Informasi Georafi Jaringan Pipa PDAM Kutai Timur ini dikembangkan oleh Tim dengan susunan sebagai berikut :
PimPro
Tim Pengembang
Tim ITS
Counter Part
Tim PDAM
Project Management
VIII. WAKTU/JADWAL PELAKSANAAN Jadwal Pelaksanaan Keseluruhan:
No Kegiatan Tahun I Tahun II Tahun III
Activity/Work
Perawatan sistem ditanggung sampai tahun kedua (12 bulan setelah selesai tahun I)
IX. BIAYA PENGEMBANGAN
(S2, 9 tahun) 4,000,000 10 40,000,000
GIS Specialist 2. Asjhar Imron, PED. (S2, 15 tahun) 3,500,000 2 7,000,000 3. Imam Mukhlas Ssi, MT (S2, 4 tahun ) 3,000,000 5 15,000,000 System Analist &
DBMS Specialist
4. Inu Laksito Wibowo, Drs, MSc
Posisi Nama Golongan/
(S2, 6 tahun) 2,500,000 4 10,000,000
Piping
Network/Hydraulic Specialist
5. Ir. Eddy Soedjono, MSc, Phd
(S3, 5 tahun) 4,000,000 5 20,000,000
Senior Programmer 7. Budi Setyono, Ssi, MT (S2, 1 tahun) 2,500,000 6 15,000,000 Junior Programmer 8. M. Rofiul Ibad (S0, 3 tahun) 2,000,000 5 10,000,000 Documentation
Specialist
9. Drs. Joni Ferdinanto (S1, 7 tahun) 2,500,000 4 10,000,000
Total 142,000,000
Jabatan Teknisi Jumlah Upah (month)
(Rp)
Biaya (Rp)
10. Administrator/ Sekretaris 12 750.000 9.000.000
11. Driver 12 500.000 6.000.000
Other Costs (Reimbursable)
Biaya Lain (yang dapat dibebankan)
No. Penjelasan Satuan Harga Satuan Jumlah Biaya
1 Sewa Kantor dan Base Camp Bulan 1,500,000 12 18,000,000 2 Pengadaan & Perbaikan Peta Layer 100,000,000 1 100,000,000 3 Software Paket Program Set 25,000,000 1 25,000,000 4 Sewa Tempat Pelatihan Hari 600,000 25 15,000,000 5 Konsumsi Peserta pelatihan 25 hari 30,000 20 15,000,000 6 Sewa Peralatan Komputer 25 hari 50,000 15 18,750,000 7 Sewa 1 unit Kendaraan Bulan 1,000,000 12 12,000,000 8 Pembuatan Laporan Buku 200,000 36 7,200,000 9 Biaya Komunikasi Bulan 250,000 12 3,000,000 10 Alat-alat tulis kantor Bulan 500,000 12 6,000,000 11 Biaya lain-lain -
Sewa LCD Projector Hari 200,000 25 5,000,000
Biaya GPS Bulan 3,000,000 3 9,000,000
Dampingan Perawatan Bulan 3,500,000 12 42,000,000
275,950,000 TOTAL (Rp.)
Biaya Pengadaan Hardware
No. Penjelasan Satuan Harga Satuan Jumlah Biaya(Rp.)
1 Komputer HP Server Pentium 4 Unit 25,000,000 1 25,000,000 2 Work Station Pentium 4 Unit 18,000,000 5 90,000,000 3 Laser Printer Unit 18,000,000 1 18,000,000 4 Network Integration Set 20,000,000 1 20,000,000
153,000,000 TOTAL (Rp.)
X. PENUTUP