• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dakwah di Bidang Sosial guru

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Dakwah di Bidang Sosial guru"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

DAKWAH DI BIDANG SOSIAL

MAKALAH

Disusun Guna Memenuhi Tugas

Mata Kuliah : Managemen Dakwah

Dosen Pengampu: Dra. Siti Prihatiningtyas. M.Pd

Disusun oleh :

1. Nur Azizah

(121111073)

FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO

SEMARANG

(2)

I. PENDAHULUAN

Era modernisasi ini merupakan zaman dengan akses dan taraf hiduyp yang komplek dalam segala bidang, termasuk dalam bidang sosial, sehingga berbagai permasalahanpun datang seiring perkembangan zaman baik dari segi penyimpangan norma, perilaku maupun aspek lainnya. Seperti halnya: masalah kemiskinan, pengangguran, kasus penyalahgunaan narkoba, serta penyimpangan lainnya yang dalam bentuk sosial perlu mendapatkan sorotan tersendiri karena dalam kaitannya dengan moral dan sikap bermasyarakat dalam suatu negara.

Oleh karenanya diperlukan penyelesaian masalah dengan alternatif solusi dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat, tentunya dengan konsep dan aturan syari’ah ajaran islam yang tepat guna dan tepat sasaran, salah satunya dengan berdakwah. Tidak hanya billisan, tetapi juga bil hal, dengan secara langsung menyentuh kehidupan masyarakat sehingga mampu memahami dan mengerti permasalahan yang sedang dihadapi, serta mampu mewujudkan masyarakat yang madani, aman dan tentram.

II. RUMUSAN MASALAH

1. Apa sajakah permasalahan sosial?

2. Bagaimana pembahasan dalam permasalahan sosial?

3. Bagaimana solusi dakwah dalam menghadapi permasalahan sosial?

III. PEMBAHASAN

A. Permasalahan

Masalah sosial merupakan kondisi yang tidak diinginkan karena mengandung unsur-unsur yang dianggap merugikan baik dari segi fisik maupun non-fisik bagi kehidupan masyarakat. Lebih dari itu, dalam kondisi yang disebut masalah sosial tersebut juga sering terkandung unsur yang dianggap merupakan pelanggaran dan penyimpangan terhadap nilai, norma, dan standar sosial tertentu. Oleh sebab itulah dari kondisi semacam itu kemudian menampilkan kebutuhan akan pemecahan, perubahan akan perbaikan.1

(3)

Masalah sosial merupakan kondisi yang perlu diubah dan di perbaiki, dengan demikian penanganan masalah merupakan suatu usaha atau suatu proses untuk melakukan suatu perubahan ke arah perbaikan

Macam-macam masalah sosial: 1. Kasus kemiskinan

2. Kasus penyalahgunaan obat 3. Kenakalan remaja

4. Kasus pengangguran

a) Kasus kemiskinan

Memahami masalah kemiskinan seringkali memang menuntut adanya melakukan upaya untuk melakukan pendefinisian dan pengukuran. Dalam konseep ekonomi misalnya, studi masalah kemiskinan akan segera terkait dengan konsep standar hidup, pendapatan dan distribusi pendapatan. Dalam konsep kelas, stratifikasi sosial, struktur sosial dna bentuk-bentuk difernsiasi sosial yang lain. Dalam konsep taraf hidup (live of living) misalnya, tidak cukup dilihat dari sudut pendapatan, akan tetapi juga perlu melihat faktor pendidikan, kesehatan, perumahan, dna kondisi sosial yang lain.2

I. Latar belakang masalah

Pemahaman dan penanganan aspek kemiskinan tidak bisa tidak melibatkan banyak aspek terutama ekonomis, sosiologis, psikologis dan politis. Aspek ekonomis antara lain menyangkut keterbatasannya pemilihan faktor produksi, rendahnya tingkat upah, posisi tawar yang lemah dalam menentukan harga rentan terhadap kebutuhan yang mendesak karena tidak punya tabungan, kemampuan yang lemah dalam mengantisipasi peluang ekonomi. Aspek psikologis terutama berkaitan dengan perasaan rendah diri, sikap fatalisme dan merasa terisolasi. Aspek sosiologis terutama rendahnya akses pelayanan sosial, berbatasnya jaringan interaksi sosial dan terbatasnya penguasaan informasi. Aspek politis antara lain berkaitan dengan kecilnya akses terhadap berbagai fasilitas dan kesempatan, perlakuan diskriminatif, lemahnya posisi dalam melakukan bergaining untuk menuntut hak dan kurangnya keterlibatan dalam proses pengambilan keputusan. 3

II. Penyebab

(4)

Kemiskinan adalah kondisi yang disebabkan karena beberapa kekurangan dan kecacatan individual baik dalam bentuk kelemahan biologis, psikologia maupun kultural yang menghalangi seseorang memperoleh kemajuan dalam kehidupannya. Konsep lain menunjukkan faktor struktural yang menjadi penyebabnya. Seorang menjadi miskin karena berada dilingkungan masyarakat yang mempunyai karkateristik antara lain: distribusi penguasaan resources yang timpang, gagal dalam mewujudkan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan, institusi sosial yang melahirkan berbagai bentuk diskriminasi, perkembangan industri dan teknologi yang kurang membuka kesempatan kerja.4

b) Kasus penyalahgunaan alkohol dan obat

Pada mulanya alkohol atau minum-minuman beralkohol lebih berkaitan dengan fisik. Dalam kedudukan seperti itu maka efek yang timbul juga dalam segi fisik dan dalam batas kewajaran tidak menimbulkan dampak yang negatif. Hanya saja dalam proses selanjutnya banyak dijumpai pemakaian yang berlebihan dan tidak wajar sehingga banyak terjadi penyimpangan dari fungsi semula sehingga menimbulkan dampak negatif baik secara fisik maupun maupun sosial. Alkohol dapat membuat orang menjadi senang sekaligus membuat orang menjadi sakit, dampak paling kentara dari alkohol adalah pelaku menjadi agresif dan kecenderungan dalam perilaku deviasi dalam perilaku seksual. Secara psikologis, terlalu sering mabuk juga dapat membuat seseorang menelantarkan atau kurang memperhatikan penampilan dan penampilan sosialnya. Dampak lebih lanjut yaitu kecanduan, akan berakibat seseorang akan berkurang kontaknya dengan diri sendiri dengan orang lain dan dunia sekitar.5

I. Latar belakang masalah

Latar belakang masalah penyalahgunaan obat ini, akan lebih banyak melihat dari persoalan dalam sosialisasi individu. Ada 3 hal yang dapat digunakan untuk menjelaskan latar belakang faktor sosialisasi ini:

 Urbanisme, penjelasan yang berangkat dari karakteristik dan kehidupan kota, karena kehidupan kota yang cenderung impersonal dan anonim dengan kontrol sosial yang kurang, sehingga akan lebih mudah mendorong seseorang untuk melakukan penyimpangan termasuk penyalahgunaan obat.

 Proses transmisi kultural, apabila lingkungan asosiasi yang paling dekat bersifat devian, maka kuat kecenderungannya terjadi proses belajar tentang teknik dan

(5)

nilai devian, sehingga lebih memungkinkan terjadi tindak dan perilaku kriminal, misalnya masyarakat urban. Seseorang belajar untuk menjadi kriminal, begitu juga menjadi pemakai obat melalui proses interaksi.6

c) Kasus kenakalan remaja

Kenakalan remaja di era modern ini sudah melebihi batas yang sewajarnya. Banyak anak di bawah umur yang sudah mengenal Rokok, Narkoba, Freesex, dan terlibat banyak tindakan kriminal lainnya. Fakta ini sudah tidak dapat dipungkuri lagi, anda dapat melihat brutalnya remaja jaman sekarang. Dan kami pun pernah menyaksikan dengan mata kepala kami sendiri ketika sebuah anak kelas satu SMA di kompleks ditangkap/ diciduk POLISI akibat menjadi seorang bandar gele, atau yang lebih kita kenal dengan ganja.7

I. Latar belakang masalah

Ada banyak factor yang menyebabkan kenakalan ini terjadi, setidaknya ada tiga factor yang mempegaruhi prilaku seorang anak remaja.:

 Factor lingkungan. Lingkungan adalah factor yang paling mempengaruhi prilaku dan watak anak, jika dia hidup dan berkembang di lingkungan yang buruk maka akhlanyapun akan seperti itu adanya sebaliknya jika dia berada di lingkungan yang baik maka ia akan menjadi baik pula.

 Faktor pedidikan dan pembinaan dari orang tua.

Orang tua adalah orang yang paling bertanggung jawab dengan akhlak dan prilaku anaknya. Yahudi atau Nasrani anaknya tergantung dari orang tuanya, pembinaan dari orang tua adalah factor terpenting dalam memperbaiki dan membentuk generasi yang baik.

 Faktor pemerintahan dalam hal ini yang lebih spesfiknya adalah lembaga pendidikan atau sekolah.

Sekolah yang kita lihat hari ini jarang yang mendidik untuk menjadi orang yang bertaqwa. Mereka hanya mengajarkan ilmu-ilmu dunia dan tidak mengajarkan ilmu-ilmu agama. Maka sangat penting bagi para orang tua untuk memilihkan lingkungan sekolah yang baik untuk anak-anaknya.8

Hal ini semua bisa terjadi karena faktor-faktor kenakalan remaja berikut:

 dasar-dasar agama yang kurang

 kurangnya kasih sayang orang tua.

 kurangnya pengawasan dari orang tua.

6. Soetomo.Masalah Sosial dan Upaya Pencegahannya. Yogyakarta:Pustaka Pelajar.2013. hlm.347-349 7 . Rosyad Shaleh. Management Dakwah Islam. Jakarta: Bulan Bintang. 1977.hlm.117

(6)

 pergaulan dengan teman yang tidak sebaya.

 peran dari perkembangan iptek yang berdampak negatif.

 kebebasan yang berlebihan

 masalah yang dipendam9

d) Kasus pengangguran

Menurut Qardhawi (2005:6-18) pengangguran dapat dibagi menjadi dua kelompokkan, yaitu:

 Pengangguran jabariyah (terpaksa)

suatu pengangguran diamana seseorang tidak mempunyai hak sedikitpun memilih status ini dan terpaksa menerimanya. Pengangguran seperti ini umunya terjadi karena seseorang tidak mempunyai keterampilan sedikitpun, yang sebenarnya bisa dipelajari sejak kecil sebagai modal untuk masa depannnya atau seseorang telah mempunyai suatu keterampilan tetapi keterampilan ini tidak berguna sedikitpun karena adanya perubahan lingkungan dan perkembangan zaman.

 Pengangguran khiyariyah

Seseorang yang memilih untuk menganggur padahal dia pada dasarnya adalah orang yang mampu untuk bekerja, namun pada kenyataanya dia memilih untuk berpangku tangan dan bermalas-malasan hingga menjadi beban bagi orang lain. Dia memilih hancur dengan potensi yang dimilki dibandingkan menggunakannya untuk bekerja . Dia tidak pernah mengusahakan suatu pekerjaan dan mempunyai pribadi yang lemah hingga menjadi “ sampah masyarakat”.10

IV. SOLUSI / PENYELESAIAN

1) Kasus kemiskinan

Kemiskinan adalah salah satu sebab kemunduran dan kehancuran suatu bangsa. Bahkan Islam memandang kemiskinan merupakan suatu ancaman dari setan. Allah SWT berfirman:

رقفلا مكدعي ناطيشلا

....

“Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan.” (Qs. al-Baqarah [2]: 268).

Apabila kemiskinan dilihat sebagai akibat dari cacat dan kelemahan individual, maka stategi yang digunakan untuk pemecahannya akan lebih ditekankan

9 http://almanhaj.or.id/content/3191/slash/0/jihad_mengatasi_kenakalan_remaja/Muhaiman dkk, Diakses

pada tanggal 20 oktober 2013

10 . http://dewimelati.wordpress.com/2012/03/12/pengangguran-dan-kemiskinan-dalam-islam/. Diakses pada

(7)

pada usaha untuk mengubah aspek manusia sebagai individu atau warga masyarakat. Dalam hal ini akan menitikberatkan pada peningkatan kualitas manusia sehingga akan dapat berfungsi lebih efektif dalam upaya peningkatan taraf hidupnya.

Apabila kemiskinan dianggap merupakan akibat dari kelemahan struktur dan sistem, maka strategi penanganan kemiskinan lebih dititik beratkan pada perubahan sistem dan perubahan struktural, seperti;

 Memberikan perluasan kesempatan kepada kelompok miskin dalam pemenuhan

hak-hak dasar dan peningkatan taraf hidup secara berkelanjutan.

 Pemberdayaan kelembagaan masyarakat guna lebih memungkinkan partisipasi kelompok miskin dalam pengambilan keputusan kebijakan publik.

 Peningkatan kapasitas untuk mengembangkan kemampuan dasar dan kemampuan

berusaha kelompok miskin agar dapat memanfaatkan perkembangan lingkungan.11 Islam mengatasi kemiskinan dapat dengan Jaminan Pemenuhan Kebutuhan Primer. Adanya jaminan pemenuhan kebutuhan primer bagi setiap individu, tidak

a. Mewajibkan Laki-laki Memberi Nafkah Kepada Diri dan Keluarganya.

Islam mewajibkan laki-laki yang mampu dan membutuhkan nafkah, untuk bekerja dalam rangka memenuhi kebutuhannya. Allah SWT berfirman:

هقزر نم اولكو اهبك انم يف اوشم اف

....

”Maka berjalanlah ke segala penjuru, serta makanlah sebagian dari rizeki-Nya.” (Qs. al-Mulk[67]: 15).

Serta dalam QS. Albaqarah: 233

فورعملاب نهتوسكو نهقزر هل دولوملا يلعو

...

”Kewajiban ayah memberikan makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf.” (Qs. al-Baqarah [2]: 233).

Ayat dan hadits di atas menunjukan adanya kewajiban bagi laki-laki untuk bekerja mencari nafkah. Bagi para suami, syara’ juga mewajibkan mereka untuk memberi nafkah kepada anak dan istrinya.

b. Mewajibkan Kerabat Dekat untuk Membantu Saudaranya

Realitas menunjukkan bahwa tidak semua laki-laki punya kemampuan untuk bekerja mencari nafkah. Mereka kadang ada yang cacat mental atau fisik,

(8)

sakitan, usianya sudah lanjut, dan lain-lain. Dalam kasus semacam ini, Islam mewajibkan kepada kerabat dekat yang memiliki hubungan darah, untuk membantu mereka.

c. Mewajibkan Negara untuk Membantu Rakyat Miskin

Bila orang miskin tersebut tidak memiliki kerabat, atau memiliki tetapi hidupnya pas-pasan maka kewajiban memberi nafkah beralih ke Baitul Mal (kas negara). Dengan kata lain, negara melalui Baitul Mal, berkewajiban untuk memenuhi kebutuhannya. Rasulullah Saw pernah bersabda:

“Siapa saja yang meninggalkan harta, maka harta itu untuk ahli warisnya, dan siapa saja yang, meninggalkan ‘kalla’, maka dia menjadi kewajiban kami.” [HR. Imam Muslim].

d. Mewajibkan Kaum Muslim untuk Membantu Rakyat Miskin

Apabila di dalam Baitul Mal tidak ada harta sama sekali, maka kewajiban menafkahi orang miskin beralih ke kaum Muslim secara kolektif. Allah SWT berfirman:

مورحملاو لئاسلل قح مهلاوما يفو

....

“Di dalam harta mereka, terdapat hak bagi orang miskin yang meminta-minta yang tidak mendapatkan bahagian.” (Qs. adz-Dzariyat [51]: 19).

2) Kasus penyalahgunaan obat

Penanganan masalah penyalahgunaan obat juga dapat dilakukan dengan mengintensifkan dan menata jaringan komunikasi antar unsur yang terkait dengan masalah ini, seperti lembaga pendidikan, lembaga keagamaan yang berperan langsung terhadap para penyalahgunaan obat terlarang12

3) Kasus kenakalan remaja

Beberapa tips untuk mengatasi dan mencegah kenakalan remaja, yaitu:

- Perlunya pembelajaran agama yang dilakukan sejak dini, seperti pendidikan ibadah, pembinaan akhlak dan rutinitas ibadah.

- Perlunya kasih sayang dan perhatian dari orang tua dalam hal apapun.

- Adanya pengawasan dari orang tua yang tidak mengekang. Contohnya: kita boleh saja membiarkan dia melakukan apa saja yang masih sewajarnya, dan apabila menurut pengawasan kita dia telah melewati batas yang sewajarnya, kita sebagai orangtua perlu memberitahu dia dampak dan akibat yang harus ditanggungnya bila dia terus melakukan hal yang sudah melewati batas tersebut. Namun dalam masalah ibadah, tentu saja perlu ada pemaksaan. - Biarkanlah dia bergaul dengan teman yang sebaya, yang hanya beda umur 2

atau 3 tahun baik lebih tua darinya. Karena apabila kita membiarkan dia

(9)

bergaul dengan teman main yang sangat tidak sebaya dengannya, yang gaya hidupnya sudah pasti berbeda, maka dia pun bisa terbawa gaya hidup yang mungkin seharusnya belum perlu dia jalani.

- Pengawasan yang perlu dan intensif terhadap media komunikasi seperti tv, internet, radio, handphone, jejaring sosial dll.

- Anda sebagai orang tua harus menjadi tempat curhat yang nyaman untuk anak anda, sehingga anda dapat membimbing dia ketika ia sedang menghadapi masalah.

Solusi dalam masalah:

Pertama, membentuk lingkungan yang baik. Sebagaimana di sebutkan diatas lingkungan merupakan factor terpenting yang mempengaruhi prilaku manusia, maka untuk menciptakan generasi yang baik kita harus menciptakan lingkungan yang baik dengan cara lebih banyak berkumpul dan bergaul dengan orang-orang yang sholeh, memilih teman yang dekat dengan sang Khalik dan masih banyak cara lain yang bisa kita lakukan, jika hal ini mampu kita lakuakan, maka peluang bagi remaja atau anak untuk melakuakan hal yang negative akan sedikit berkurang.

Kedua, Pembinaan dalam Keluarga. Sebagaimana disebut diatas bahwa kelurga juga punya andil dalam membentuk pribadi seorang anak, jadi untuk memulai perbaikan, maka kita harus mulai dari diri sendiri dan keluarga. Keluarga adalah sekolah pertama bagi anak. Mulailah perbaikan dari sikap yang paling kecil, seperti selalu berkata jujur meski dalam gurauan. Jangan sampai ada kata-kata bohong, membaca do’a setiap malakukan hal-hal kecil, memberikan bimbingan agama yang baik kepada keluarga dan masih banyak hal lagi yang bisa kita lakukan, memang tidak mudah melakukan dan membentuk keluarga yang baik tetapi kita bisa lakukan itu dengan perlahan dan sabar.

Ketiga, sekolah. Sekolah adalah lembaga pendidikan formal yang memiliki pengaruh kuat terhadap perkembangan remaja, ada banyak hal yang bisa kita lakukan di sekolah untuk memulai perbaikan remaja, diantaranya melakukan program mentoring pembinaan remaja lewat kegiatan keagamaan seperti rohis, sispala, patroli kemanan sekolah dan lain sebagainya,jika kita optimalisasikan komponen organisasi ini maka kemungkinan terjadinya kenakalan remaja ini akan semakin berkurang dan teratasi.13

4) Kasus pengangguran

Adanya pembagian kedua kelompok ini mempunyai kaitan erat dengan solusi yang ditawarkan islam untuk mengatasi suatu pengangguran. Kelompok

(10)

pengangguran jabariyah perlu mendapatkan perhatian dari pemeintah agar mereka dapat bekerja. Sebaliknya, Islam tidak mengalokasikan dana dan bantuan untuk pengangguran khiyariyah karena pada prinsipnya mereka memang tidak memerlukan bantuan karena pada dasarnya mereka mampu untuk bekerja hanya saja mereka malas untuk memanfaatkan potensinya dan lebih memilih menjadi beban bagi orang lain14

V. KESIMPULAN

Berbagai permasalahan sosial yang terjadi dalam masyaraka dituntut untuk segera melakukan adanya penanganan atau penyelesaian yang signifikan sehingga mampu secara efektif dan efisien menyelesaikan masalah yang ada, seperti:

 Kasus kemiskinan  Kasus kenakalan remaja  Kasus penyalahgunaan obat  Kasus pengangguran

Dengan pendekatan islami melalui kegiatan dakwah bil hal sehingga mampu menyentuh kehidupan masyarakat secara langsung baik secara materi maupun immateri, sehingga masyarakat tetap dalam satu koridor ajaran agama yaitu islam, ataupun melalui kebijakan pemerintah, karena peran pemerintah mempunyai peran yang sangat signifikan sebagai aset masyarakat yang mampu memberikan solusi atas masalah yang dihadapi oleh masyarakatnya

Oleh karena itu, dalam segala permasalahan hendaknya disikapi secara koorporatif baik oleh masyarakat sendiri maupun campur tangan pemerintah dalam tujuan bersama penyelesaian masalah, sehingga mampu menciptakan masyarakat yang madani dan sejahtera seiring dengan ajaran agama islam yang dibawakan oleh Nabi Muhammad SAW.

VI. PENUTUP

Demikianlah uraian yang dapat penulis sampaikan dalam makalah ini. Sebagai manusia biasa, tentunya makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran konstruktif dari pembaca sangat diharapkan untuk mewujudkan hasil yang lebih baik. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis dan para pembaca umumnya.

14. http://dewimelati.wordpress.com/2012/03/12/pengangguran-dan-kemiskinan-dalam-islam/. Diakses pada

(11)

DAFTAR PUSTAKA

- Soetomo. Masalah Sosial dan Upaya Pemecahannya. 2013. Yogyakartag: Pustaka Pelajar

- Ahmad, Amrullah. Dakwah Islam dan Perubahan Sosial. 1983. Yogyakarta: Tim Pustaka Firdaus.

- Shaleh, Rosyad. Management Dakwah Islam. 1977. Jakarta: Bulan Bintang.

- http://id.wikipedia.org/wiki/solusi_islam_atas_kemiskinan.html. Diakses pada tanggal 15 oktober 2013

- http://almanhaj.or.id/content/3191/slash/0/kenakalan-remaja/.html Diakses pada tanggal 15 oktober 2013

-

http://dewimelati.wordpress.com/2012/03/12/pengangguran-dan-kemiskinan-dalam-islam/. Diakses pada tanggal 17 oktober 2013

- http://almanhaj.or.id/content/3191/slash/0/jihad_mengatasi_kenakalan_remaja/

Referensi

Dokumen terkait

secara lisan dalam kelompok baru 2.8 70 Tinggi 11.. Dari tabel 6 dapat diketahui rata-rata aktivitas siswa untuk siklus II termasuk dalam kategori tinggi yaitu sebesar 69,2.

Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) adalah suatu konsep organisasi perusahaan memiliki berbagai bentuk tanggung jawab

Hal ini terjadi karena hingga tanggal 11 November masih terdapat udara yang sangat lembab dengan persentase 100%, sehingga berpotensi turunnya hujan berkelanjutan

Banjur Gusti Yésus ngendika marang para sekabaté yèn Panjenengané bakal dikiyanati, lan para murid kabèh bakal mlayu ngadoh.. “Kula mboten badhé késah utawi mlajar,”

Akibatnya, pemain kedua harus meninggalkan 16 atau 21 benda untuk pemain pertama pada langkah ketiga dan seterusnya dimana pemain kedua akan memenangkan permainan jika pemain

Dengan menggunakan checkinstall, kita akan memberikan argumen berupa perintah yang diperlukan untuk melakukan instalasi dari hasil kompilasi (misal: make install), dan

His blessings can never be calculated or measured, so that the researcher can finish this research paper entitled “ GREED FOR MONEY IN SCOTT SMITH’S A SIMPLE PLAN (1811):

Diisi sesuai dengan Rencana Penyerapan Tenaga Kerja Indonesia (tenaga kerja tetap) dalam proyek perusahaan berdasarkan Izin Prinsip serta Izin Prinsip Perubahannya