• Tidak ada hasil yang ditemukan

Suku madura di kota situbondo

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Suku madura di kota situbondo"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Suku madura

Suku Madura merupakan etnis dengan populasi besar di Indonesia, jumlahnya sekitar 7.179.356 juta jiwa (sensus 2010). Mereka berasal dari Pulau Madura dan pulau-pulau sekitarnya

Sejarah

Seperti Gili Raja, Sapudi, Raas, dan Kangean. Selain itu, orang Madura tinggal di bagian timur Jawa Timur biasa disebut wilayah Tapal Kuda, dari Pasuruan sampai utara Banyuwangi. Orang Madura yang berada di Situbondo, Bondowoso,

Probolinggo, Lumajang

Kabupaten Lumajang Seal.JPG, Jember, jumlahnya paling banyak dan jarang yang bisa berbahasa Jawa, juga termasuk Surabaya Utara, serta sebagian Malang. ada juga yang meneap di Bawean, di negeri jiran Malaysia misalnya juga ada, bahkan mereka ada yang menjadi penduduk tetap (sudah dapat AiC/ surat tinggal

selamanya.

Sebaran Tinggal

Di samping suku Jawa dan Sunda, orang Madura juga banyak yang bertransmigrasi ke wilayah lain terutama ke Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, serta ke Jakarta, Tangerang, Depok, Bogor, Bekasi, dan sekitarnya, juga Negara Timur Tengah khususnya Saudi Arabia. Beberapa kota di Kalimantan seperti Sampit dan Sambas, pernah terjadi kerusuhan etnis yang melibatkan orang Madura disebabkan oleh kesenjangan sosial, namun sekarang kesenjangan itu sudah mereda dan etnis Madura dan penduduk setempat sudah rukun kembali. Orang Madura pada

(2)

Agama dan Kepercayaan

Mayoritas masyarakat hampir 100 % suku Madura adalah penganut Islam bahkan suku Madura yang tinggal di Madura bisa dikatakan 100 % muslim. suku Madura terkenal sangat taat dalam beragama islam. Salah satu sebabnya dengan adanya Pondok Pesantren yang tersebar di seluruh pulau madura. Misalnya Pondok

Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar di Kabupaten Pamekasan, Pondok pesantren AnnuqayahPondok Pesantren Annuqayah disingkat PPA pesantren yang terletak di desa Guluk-Guluk, Pondok Pesantren Al-Amin di Sumenep dan Pondok Pesantren lainnya yang tersebar di Pulau Madura.

Bahasa

Suku Madura terkenal karena gaya bicaranya yang blak-blakan. Juga dikenal hemat, disiplin, dan rajin bekerja. Untuk naik haji, orang Madura sekalipun miskin pasti menyisihkan sedikit penghasilannya untuk simpanan naik haji. Selain itu orang Madura dikenal mempunyai tradisi Islam yang kuat, sekalipun kadang melakukan ritual Pethik Laut atau Rokat Tasse (sama dengan larung sesaji).

Tulisan di atas hanya streotipe saja yang hanya dilakukan oleh segelintir orang. Suku Madura memiliki aturan dan tatakrama yang sangat kuat. Orang Madura sangat menghormati orang tua, guru, dan sebagainya. Apalagi Madura Timur (Pamekasan dan Sumenep)yang dikenal halus gaya bicaranya dan sangat sopan santun.

Karakter Sosial Budaya

Harga diri, juga paling penting dalam kehidupan orang Madura, mereka memiliki sebuah peribahasa lebbi bagus pote tollang, atembang pote mata. Artinya, lebih baik mati (putih tulang) daripada malu (putih mata). Sifat yang seperti ini

melahirkan tradisi carok pada masyarakat Madura.

Ada perbedaan antara Madura Timur (Sumenep dan Pamekasan)dengan Madura Barat (Sampang dan Bangkalan). Orang Madura Timur dikenal lebih halus baik dari sikap, bahasa, dan tatakrama dari pada orang Madura Barat. Orang Madura Barat lebih banyak merantau dari pada Madura Timur. Hal ini, dikarenakan Madura Barat lebih gersang dari pada Madura Timur yang dikenal lebih subur.

Pakaian adat

Pakaian adat Jawa Timur jika dibandingkan dengan pakaian adat Jawa Tengah memiliki perbedaan dalam corak dan potongan busana. Pakaian ada Jawa Tengah lebih terkesan halus dan santun dengan potongan busana yang lebih detail.

(3)

Selain pakaian adat Mantenan, pakaian adat Madura pun termasuk dalam pakaian adat Jawa Timuran. Pakaian adat Madura disebut Pesa’an. Pakaian ini terkesan sederhana karena hanya berupa kaos bergaris merah putih dan celana longgar. Sedangkan untuk wanita biasanya menggunakan kebaya dengan dengan ciri khas penggunaan kutang polos dengan warna cerah yang mencolok. Warna – warna yang mencolok dan kuat dipakai pada busana Madura yang menunjukkan karakter orang Madura yang tidak pernah ragu – ragu, berani, terbuka dan terus terang. Sedangkan untuk para bangsawan menggunakan jas tutup polos dengan kain panjang, lengkap dengan odheng yang menunjukkan derajat kebangsawanan seseorang.

Rumah Adat

Rumah Adat yang dimiliki oleh masyarakat Madura adalah halaman panjang

yang biasa disebut Tanian Lanjang yang membuktikan kekerabatan

masyarakat madura. Rumah adat madura ini memiliki satu pintu didepan

rumah, agar pemilik rumah dapat mengontrol aktifitas keluar masuk

keluarga. Pintu yang dihiasi ukir - ukiran asli madura. dengan warna hijau

dan merah yang memiliki lambang kesetiaan dan perjuangan.

Bahasa Madura

Bahasa Madura yang mempunyai bahasa yang unik. Begitu uniknya

sehingga orang luar Madura yang ingin mempelajarinya mengalami

kesulitan, khususnya dari segi pelafalannya. Bahasa Madura sama seperti

bahasa - bahasa di kawasan Jawa dan Bali, kemudian mengenal Tingkat -

tingkatan, namun agak berbeda karena hanya terbagi atas tingkatan yakni :

Ja’ - iya (sama dengan ngoko)

Engghi - Enthen (sama dengan Madya)

Engghi - Bunthen (sama dengan Krama)

Senjata Tradisional Madura

Senjata yang dimiliki oleh masyarakat Madura bernama Clurit, bentuknya

melengkung seperti arit, mata clurit sangat runcing dan tajam. Gagangnya

terbuat dari kayu atau logam.

Pakaian Adat Madura

Pakaian adat masyarakat Madura untuk Pria identik dengan motif garis

horizontal yang biasanya berwarna merah putih dan memakai ikat kepala.

Lebih terlihat gagah lagi bila mereka membawa senjata tradisional yang

berupa clurit. Dan untuk wanita, biasanya hanya menggunakan bawahan

batik khas Madura dan mengenakan kebaya yang lebih simple.

(4)

Musik Saronen ini berasal dari Masyarakat Sumenep. Jika di Madura

mengadakan kesenian, musik saronen inilah yang akan mengiringinya. Musik

saronen merupakan perpaduan dari beberapa alat musik, tetapi yang paling

dominan adalah alat musik tiup berupa kerucut. Nah ini lah alat musik tiup

yang disebut dengan saronen

.

Karapan Sapi

Karapan Sapi inilah budaya Madura yang sangat terkenal. Kesenian ini

diperkenalkan pada abad ke-15 (1561 M) pada masa pemerintahan Pangeran

Katandur di daerah Keratin Sumenep. Kerapan sapi ini merupakan lomba

memacu sapi paling cepat sampai tujuan. Bertujuan untuk memberikan

motivasi kepada para petani agar tetap semangat untuk bekerja dan

meningkatkan produksi ternak sapinya

.

Upacara Sandhur Pantel

Upacara Sandhur Pantel merupakan sebuah ritual untuk masyarakat Madura

yang berprofesi sebagai petani ataupun nelayan. Upacara ritual ini

meruapkan upacara yang menghubungkan manusia dengan makhluk ghaib

atau sebagai sarana komunikasi manusia dengan Tuhan Pecipta Alam

Semesta. Upacara ini berupa tarian dan nyanyian yang diiringi musik.

Madura juga memiliki Tarian Khas diantaranya :

Tarian Sholawat Badar atau rampak jidor

Tarian yang dimiliki oleh masyarakat madura ini meruapakan tarian yang

menggambarkan karakter orang Madura yang sangat relegius. Seluruh gerak

dan alunan irama nyanyian yang mengiringi tari iini mengungkapkan sikap

dan ekspresi sebuah puji - pujian, do’a dan zikir kepada Allah SWT.

Tarian Topeng Gethak

Tarian Topeng Gethak mengandung nilai fisolofis perjuangan warga

Pamekasan saat berupaya memperjuangkan kemerdekaan bangsa, Gerakan

Tarian Topeng Gethak ini mengandung makna mengumpulkan masa

dimainkan oleh satu hingga tiga orang penari. Asal muasal sebelumnya

nama tarian ini bernama Tari Klonoan kata klonoan ini berasal dari kata

kelana atau berkelana, bermakna Bolodewo berkelana, dan pada akhirnya

Tari Klonoan ini Berubah nama menjadi Tari Topeng Gethak.

Tarian Rondhing

(5)

Referensi

Dokumen terkait

orang Bayan terkait dengan adat istiadat dan sistem keyakinannya yang disebut Islam. Wetu Telu ("Islam Waktu Tiga"), berbeda dengan ajaran Islam murni

Dengan menyatukan visual yang menggunakan suasana perdesaan asli desa Cikiwul dan kostum pakaian adat yang dipakai kepala adat maupun masyarakat yang digunakan dalam

Pada tampilan pembelajaran ini yang ditunjukan pada Gambar 4.12 menampilkan pembelajaran 1 menampilkan tentang pakaian adat, senjata tradisonal jawa timur dan di

Jadi pewarisan yang dianut Suku Adat Melayu Jambi, Suku Adat Batak, dan Suku Adat Jawa sesuai dengan sistem kekerabatan yang dianut suku – suku tersebut yang

Sebagai landasan teoritis dalam menganalisa pokok permasalahan yang berkaitan dengan Pelaksanaan Hukum Waris Adat Jawa Tengah Beberapa definisi yang

Berdasarkan hasil wawancara dan penyebaran kuesioner pada tujuh kabupaten yang merupakan sentra produksi padi di Jawa Timur, sistem rantai pasokan perberasan Jawa Timur

Rumah Adat Jawa Barat Rumah adat yang terdapat di Provinsi Jawa Barat sangatlah beragam.Hal tersebut terlihat dari atapnya yang beragam dimana dalam bahasa sunda disebut

Sedangkan ditinjau dari pelaksanaan perkawinan endogami yang dilaksanakan di Desa Adat Tenganan Pegringsingan, memiliki kesamaan syarat mendasar yang dipakai sebagai