FENOMENA KARS PANGANDARAN UNTUK PENGEMBANGAN
GEOWISATA JAWABARAT
Chikal Jati Purnama1
1Program Sarjana Fakultas Teknik Geologi, Universitas Padjajaran
2Laboratorium Hidrogeologi dan Geologi Lingkungan, Fakultas Teknik Geologi, Universitas Padjajaran
kontak e-mail : [email protected]
Kabupaten pangandaran memiliki kawasan kars yang telah ditetapkan sebelumnya menjadi kawasan lindung geologi berdasrakan Pemprov Jabar dalam Pasal 35 Perda RTRWP Jabar 2009-2029. Salah satu kawasan potensial yang kemungkinan akan dikembangkan menjadi potensi geowisata kars yaitu di kecamatan parigi. Daerah ini tersusun oleh litologi batugamping klastika dan batupasir karbonatan. Di daerah ini ditemukan morfologi khas bukit-bukit kecil terpisah, gua mengalir, serta stalaktit dan stalagmit. Fenomena kars yang di kembangkan menjadi potensi geowisata yaitu bodyrafting atau wisata air. Geowisata bodyrafting terdapat di 3 lokasi yaitu Santirah, Jojogan dan Citumang (news.mypangandaran.com), dimana bodyrafting tersebut mengikuti arus sungai cimanggu. Potensi geowisata yang akan terus dikembangkan di daerah ini, tepatnya di desa selasari akan dibuka wisata gua sutrareregan. Dengan potensi geowisata kars yang akan terus dikembangkan sementara kelestarian kawasan kars harus tetap dijaga, maka konsep geopark perlu dilakukan. konsep manajemen pengembangan kawasan secara berkelanjutan, yang memadu-serasikan tiga keragaman alam, yaitu keragaman geologi (geodiversity), keragaman hayati (biodiversity), dan keragaman budaya (cultural diversity). sehingga tujuan untuk pembangunan serta pengembangan ekonomi kerakyatan yang berbasis pada asas perlindungan (konservasi) bisa di manfaatkan secara optimal. Berdasarkan observasi lapangan ditemukan 11 rongga gua. Terdapat 2 jenis gua bersifat kering dan 9 gua bersifat sebagai aliran menerus. gua yang bersifat aliran menerus dialiri oleh sungai permukaan, seperti gua santirah dan gua citumang dimana keduanya dialiri oleh aliran permukaan sungai cimanggu. 9 gua yang tergolong jenis gua mengalir memiliki potensi pembukaan geowisata baru sebagai aset pendapatan pariwista.