Human Resources Management Seminar and Call for Paper
Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Semarang Page | 293
ANALISIS PENGGUNAAN WAKTU KERJA DAN BEBAN
KERJA KARYAWAN DENGAN PENDEKATAN
SAMPLING PEKERJAAN DI PT X
Syamsul Anwar1, Jasril2
1,2Laboratorium Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi, Program Studi Sistem Produksi Industri,
Akademi Teknologi Industri Padang
Jalan Bungo Pasang, Tabing, Padang, Sumatera Barat 25171 Email: [email protected]
Abstrak
Reformasi birokrasi telah digulirkan oleh Pemerintah pada beberapa waktu lalu menuntut institusi yang bernaung di bawahnya agar dapat menunjukkan kinerja yang tinggi. Perguruan tinggi (PT) X merupakan salah satu institusi pendidikan negeri yang berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan waktu kerja dan tingkat beban kerja karyawan di PT X. Kriteria tersebut dapat menjadi tolak ukur dari efisiensi dan efektifitas kerja organisasi.Objek penelitian adalah karyawan yang bekerja pada lima unit kerja di PT X. Penelitian ini menggunakan teknik sampling pekerjaan untuk mencapai tujuan tersebut. Pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan langsung terhadap aktivitas karyawan, juga wawancara dengan karyawan dan atasan langsung. Hasil analisis menunjukkan penggunaan waktu kerja karyawan secara rata-rata sudah optimal. Tingkat beban kerja karyawan rata -rata hampir mencapai tingkat yang ideal, akan tetapi masih ada unit kerja yang kelebihan ataupun kekurangan beban kerja. Penelitian ini menyarankan kepada pihak manajemen selaku pengambil kebijakan agar mengalokasikan karyawan sesuai dengan beban kerja unit. Hal ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas kerja organisasi.
Kata kunci : penggunaan waktu kerja, beban kerja karyawan, sampling pekerjaan
Abstract
Birocration reform has promoted by the government a few years ago which the program require institution in order to exhibit high performance. PT X is a state educational institution has commitment to continue to improve its performance. The aims of the research are to find out usage of working time and workload level of employees at PT X. The criterias could be indicator of efficiency and effectifiveness of an organization. The object the research are employees that work on five work units of PT X. The research use work sampling technique to achieve the objectives. The collection of data is conducted with direct observation to employees activity, also interview with employees and their supervisors. The result of analysis indicate the usage of working-time averagely reach optimal. The employees workload averagely reach ideal level but there are the work units have over-workload or under-workload. The research suggests to the management as decision maker in order to allocate employees in accordance with the unit workload. This is one way to improve work efficiency and effectiveness of the organization.
Human Resources Management Seminar and Call for Paper
Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Semarang Page | 294 8. Latar Belakang Masalah
Beberapa tahun yang lalu pemerintah telah
menggulirkan program reformasi birokrasi. Diantara
tujuan penting yang hendak dicapai dari program
tersebut adalah menjadikan negara yang memiliki
birokrasi yang bersih, mampu, dan melayani,
meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat,
meningkatkan mutu dari pelaksanaan
kebijakan/program instansi, meningkatkan efisiensi
(biaya dan waktu) dalam pelaksanaan semua segi
tugas organisasi. Reformasi Birokrasi dimulai dari
penataan kelembagaan dan sumberdaya manusia
(SDM) aparatur.
Konsekuensi yang nyata dari reformasi birokrasi
tersebut adalah institusi atau organisasi harus
menunjukkan kinerja yang baik termasuk persoalan
efisiensi dan efektifitas kerja. Pengelolaan organisasi
yang efektif dan efisien dapat dilakukan di seluruh
bidang termasuk bidang pengembangan sumber daya
manusia (SDM).
Perguruan Tinggi (PT) X adalah salah satu
institusi pendidikan negeri yang berada di kota
Padang, Sumatera Barat. PT X terus berupaya
meningkatkan kinerjanya dan memberikan pelayanan
yang optimal bagi pelanggan internalnya yakni
mahasiswa. Diantara tujuan strategis yang hendak
dicapai oleh PT X adalah menciptakan lulusan yang
berkualitas dan berdaya saing. Output yang baik tentu
saja melewati proses yang baik termasuk
mendapatkan pelayanan yang optimal dari karyawan
dan staf pengajar.
PT X sebagai sebuah organisasi memiliki
unit-unit kerja. Tiap unit-unit kerja memiliki karyawan dalam
jumlah tertentu. Dari pengamatan pendahuluan
ditemukan kondisi dimana intensitas tugas atau
pekerjaan tidak selalu tetap akan tetapi berfluktuasi
(kadang tinggi, kadang rendah). Alokasi jumlah
karyawan pada unit kerja akan terkait dengan beban
kerja unit tersebut. Baik efisiensi kerja maupun
kualitas pelayanan akan terkait dengan beban kerja
yang dipikul oleh karyawan. Kondisi beban kerja
yang berlebih walau dianggap efisien (karena sumber
daya digunakan secara optimal) akan bisa
memperburuk kualitas pelayanan. Sebaliknya beban
kerja yang kurang menunjukkan efisiensi kerja yang
rendah.
Selama ini manajemen PT X di dalam
menempatkan atau mengalokasikan karyawan pada
unit-unit kerja tidak melalui analisis yang mendalam.
Akibat dari hal ini adalah beberapa karyawan pada
satu waktu dalam kondisi santai (beban kerja rendah)
sedangkan karyawan di unit kerja lain pada kondisi
sibuk (beban kerja tinggi). Dari suvey awal terhadap
beberapa karyawan diantaranya mengeluhkan beban
tugas yang banyak. Jika kondisi ini tidak diperbaiki
segera akan memberikan efek sosiologis maupun
psikologis yang tidak baik bagi karyawan dan terdapat
perbedaan kualitas pelayanan antar unit kerja. Secara
keseluruhan sumber daya organisasi tidak
diberdayakan secara optimal.
Untuk itulah penelitian ini dilakukan untuk
mengetahui penggunaan waktu kerja dan beban kerja
karyawan di unit kerja PT X. Melalui pengukuran
beban kerja nantinya karyawan dapat bekerja optimal
sesuai kemampuan atau kapasitasnya. Pada sisi lain
pihak manajemen akan dapat memanfaatkan
informasi dari penelitian ini di dalam menggunakan
dan mengalokasikan sumber daya manusia secara
Human Resources Management Seminar and Call for Paper
Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Semarang Page | 295 Penelitian-penelitian terdahulu yang mengkaji tentang
penggunaan waktu kerja dan beban kerja
antara lain ; (Gustomo, 2006) di perusahaan
transportasi, (Kiayi, 2010) di perusahaan
industri agro, (Hutagalung, 2013) di
perusahaan pertambangan, (Singgih, 2010) di
perusahaan percetakan. (Agustinus, 2007),
(Novera, 2010) dan (Arsi, 2012) di instansi
perguruan tinggi. Setiap organisasi pasti
memiliki karakteristik yang unik sehingga
dari studi empiris yang dilakukan di PT X ini
diharapkan akan menambah kontribusi ilmiah
pada bidang penerapan analisis pekerjaan
khususnya beban kerja.
9. Landasan Teori
2.1 Perencanaan Sumber Daya Manusia
Fokus perhatian dari perencanaan sumber daya
manusia (SDM) ialah langkah-langkah tertentu yang
diambil oleh manajemen guna lebih menjamin bahwa
bagi organisasi tersedia tenaga kerja yang tepat untuk
menduduki berbagai kedudukan, jabatan, dan
pekerjaan yang tepat pada waktu yang tepat.(Siagian,
2009) Perencanaan sumber daya manusia merupakan
proses pengambilan keputusan dalam menyewa dan
menempatkan staf dalam perusahaan.
(Mangkuprawira, 2003). Manfaat perencanaan SDM
antara lain organisasi dapat memanfaatkan SDM
yang sudah ada dalam organisasi secara lebih baik,
melalui perencanaan SDM yang matang maka
produktivitas kerja dari tenaga yang sudah ada dapat
ditingkatkan , perencanaan SDM berkaitan dengan
penentuan kebutuhan akan tenaga kerja di masa
depan, baik dalam arti jumlah dan kualifikasinya
untuk mengisi berbagai jabatan dan
menyelenggarakan berbagai aktivitas baru kelak.
(Siagian, 2009)
2.2 Analisis Pekerjaan
Analisis pekerjaan usaha yang sistematik dalam
mengumpulkan, menilai, dan mengorganisasikan
semua jenis pekerjaan yang terdapat dalam suatu
organisasi. (Siagian, 2009)
Analisis pekerjaan atau jabatan dilakukan sebab
informasi tersebut dapat menjadi landasan untuk
mencocokkan pekerjaan dengan petugas, untuk
mengetahui beban kerja yang dilakukan, untuk
mengetahui kemungkinan berbagai hambatan yang
ditemui para pelaksana, dan menjadi landasan dalam
pelaksanaan keseluruhan kegiatan MSDM dalam
upaya memenuhi fungsinya. (Hariandja, 2002).
2.3 Beban Kerja
Beban kerja menunjukkan intensitas suatu tugas
atau pekerjaan. Perubahan beban kerja akan cendrung
merubah tingkatan tekanan (stress), tepatnya
mempengaruhi kinerja karyawan. (Shah, 2011).
Beban kerja merupakan konsekuensi dari pelaksanaan
aktivitas yang diberikan kepada seseorang/ pekerja.
(Simanjuntak, 2010). Beban kerja merujuk kepada
parameter waktu, artinya adalah persentase
penggunaan waktu kerja efektif yang digunakan
pekerja selama jam kerjanya. Beban kerja merupakan
faktor penting dalam menetapkan kebijakan MSDM
di dalam sistem, misalnya perencanaan kebutuhan
karyawan. (Niebel,2002).Beban kerja tidak hanya
menghitung waktu untuk kerja produktif tetapi juga
termasuk aspek manusia seperti kelelahan, kebutuhan
pribadi, dan hambatan yang tidak bisa dihindari.
Faktor ini dinamakan allowance. (Barnes, 1980).
Beban kerja yang dibebankan kepada karyawan
Human Resources Management Seminar and Call for Paper
Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Semarang Page | 296 sesuai standar. Kedua, beban kerja yang terlalu tinggi
(over capacity). Ketiga, beban kerja yang terlalu
rendah (under capacity). Beban kerja yang terlalu
berat atau ringan akan berdampak terjadinya
inefisiensi kerja. Beban kerja yang terlalu ringan
berarti terjadi kelebihan tenaga kerja. Kelebihan ini
menyebabkan organisasi harus menggaji jumlah
karyawan lebih banyak dengan produktifitas yang
sama sehingga terjadi inefisiensi biaya. Sebaliknya,
jika terjadi kekurangan tenaga kerja atau banyaknya
pekerjaan dengan jumlah karyawan yang dipekerjakan
sedikit, dapat menyebabkan keletihan fisik maupun
psikologis bagi karyawan. Akhirnya karyawan pun
menjadi tidak produktif karena terlalu lelah.
2.4 Sampling Kerja
Samping pekerjaan adalah metode untuk
mengukur dan mencatat aktivitas pekerjaan secara
random dengan interval waktu tertentu terhadap
pekerja. (Gustomo, 2007). Sampling pekerjaan
merupakan pengukuran kerja langsung di tempat kerja
yang diteliti. (Sutalaksana, 2005). Sampling pekerjaan
adalah suatu aktivitas pengukuran kerja untuk melihat
proporsi kegiatan tidak produktif yang terjadi (ratio
delay study). Frekuensi pengamatan tergantung pada
jumlah pengamatan yang diperlukan dan waktu yang
tersedia untuk pengumpulan data yang direncanakan.
(Wignosoebroto, 2003) (Barnes, 1980)
Ada tiga kegunaan utama dari sampling kerja.
Pertama, activity and delay sampling, yaitu untuk
mengukur aktifitas dan penundaan aktifitas dari
seorang pekerja. Contohnya adalah dengan mengukur
persentase seseorang bekerja dan persentase
seseorang tidak bekerja. Kedua, performance
sampling, yaitu untuk mengukur waktu yang
digunakan untuk bekerja, dan waktu yang tidak
digunakan untuk bekerja. Ketiga, Work measurement,
untuk menetapkan waktu standar dari suatu kegiatan.
(Barnes, 1980)
3 Metodologi Penelitian
Penelitian ini berbentuk deskriptif survey dengan
analisis kuantitatif. Penelitian tidak dilakukan terhadap
seluruh objek yang diteliti, hanya mengambil sebagian dari
populasi tersebut (sampel). Penelitian dilakukan di kampus
Perguruan Tinggi X yang berlokasi di Padang, Sumatera
Barat. Objek dari penelitian ini adalah karyawan yang
bekerja di lima unit kerja dengan inisial unit kerja A, B, C,
D, dan E.
Unit-unit tersebut dipilih menjadi objek penelitian
karena intensitas pelayanan terhadap mahasiswa yang
relatif lebih tinggi dibanding unit lain. Waktu penelitian ini
berlangsung dari bulan April s/d September 2013. Variabel
dalam penelitian ini adalah aktivitas (waktu kerja).
Pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan langsung
dan wawancara. Pendekatan yang digunakan yaitu teknik
sampling pekerjaan. Prosedur penerapan sampling
pekerjaan mengikuti langkah-langkah berikut : (Barnes,
1980)
a. Mengidentifikasi pekerjaan (objek) yang akan
diamati
b. Membagi pekerjaan ke dalam beberapa elemen
pekerjaan (aktivitas). Elemen pekerjaan bersifat
mutually exclusive dan exhaustive.
c. Merancang form pengamatan
d. Menetapkan jumlah pengamatan per hari lalu
membuat jadwal pengamatan berdasarkan bilangan
acak.
e. Mencatat data dengan pengamatan langsung
Human Resources Management Seminar and Call for Paper
Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Semarang Page | 297 data dan kecukupan data) terhadap data yang
diperoleh. Untuk uji keseragaman menggunakan
tingkat kepercayaan 99% dan tingkat ketelitian 5%
dengan formula sebagai berikut : (Wigjnosoebroto,
1995) (Gustomo, 2006), (Hutagalung, 2013)
BKB = p - 3.√p (1 – p) /n BKA = p + 3.√p (1 – p) /n
Keterangan :
p = persentase produktif rata-rata
n = rata-rata jumlah pengamatan per hari
BKB = batas kontrol bawah
BKA = batas kontrol atas
Untuk uji kecukupan data menggunakan tingkat
kepercayaan 95% dan tingkat ketelitian 10%
dengan formula sebagai berikut : (Wigjnosoebroto,
1995) (Gustomo, 2006), (Hutagalung, 2013)
N’ = 400 (1 – p) / p
Keterangan :
p = persentase produktif rata-rata N’ = jumlah data yang dibutuhkan.
Selanjutnya hasil sampling kerja digunakan untuk
mengestimasi beban kerja dengan langkah berikut :
(Gustomo, 2006), (Hutagalung, 2013)
a. Menghitung Beban kerja 1 minggu
BKn (1 minggu) = p x r
Keterangan :
BKn = beban kerja normal
p = persentase produktif rata-rata
r = rating factor
b. Menghitung Beban kerja 1 bulan
BKn (1 bulan) = BKn (1 minggu) x {(K1 x a)
+ (K2 x b)+ (K3 x c)}
Keterangan :
k1 = faktor konversi untuk beban kerja tinggi k2 =
faktor konversi untuk beban kerja k3 =
faktor konversi untuk beban kerja rendah,
a = persentase beban tinggi di dalam 1 bulan
b = persentase beban sedang di dalam 1 bulan
c = persentase beban rendah di dalam 1 bulan.
c. Menghitung Beban kerja normal 1 tahun
BKn (1 tahun) = BKn (1 bulan) x {(K4 x q)
+ (K5 x r)+ (K6 x s)}
Keterangan :
k4 = faktor konversi untuk bulan dengan beban
kerja tinggi,
k5 = faktor konversi untuk bulan dengan beban
kerja sedang,
k6 = faktor konversi untuk bulan dengan beban
kerja rendah,
q = persentase beban kerja tinggi dalam 1 tahun,
r = persentase beban kerja sedang dalam 1 tahun ,
s = persentase beban kerja rendah dalam 1 tahun.
d. Menghitung Beban kerja standar 1 tahun
Human Resources Management Seminar and Call for Paper
Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Semarang Page | 298 Keterangan :
Bki = Beban kerja per tahun untuk karyawan, L
= nilai kelonggaran (allowance).
4 Hasil dan Pembahasan
Pada awalnya jumlah karyawan yang menjadi target
untuk objek penelitian ini adalah 10 orang. Namun pada
saat pengumpulan data, 2 orang karyawan diantaranya
sedang berhalangan atau cuti dalam waktu yang lama
sehingga jumlah karyawan yang menjadi objek sebanyak 8
orang. Dimana unit kerja A berjumlah 1 orang, unit kerja B
berjumlah 2 orang, unit kerja C berjumlah 2 orang, unit
kerja D berjumlah 1 orang, dan unit kerja E berjumlah 2
orang. Jumlah dan jadwal pengamatan per hari ditetapkan
mengikuti langkahsebagai berikut. Pertama, jam kerja
adalah 7,5 jam atau 450 menit per hari dibagi dengan
interval waktu 3 menit sehingga didapatkan jumlah
pengamatan maksimum yaitu 150 kali per hari. Kedua,
diambil jumlah sampel sebesar 2/3 dari jumlah pengamatan
maksimum 150 sehingga didapatkan 100 kali pengamatan
per hari. Ketiga, mengambil bilangan secara acak sebanyak
100 buah dengan sistem lot dari 150 bilangan yang
disediakan, dimana hal ini dilakukan secara manual.
Keempat, 100 bilangan acak yang didapat selanjutnya
diurutkan dari yang terkecil hingga yang terbesar. Kelima,
menetapkan jam pengamatan berdasarkan bilangan acak
yang didapat dengan kelipatan minimum sebesar 3 menit.
Sebagai contoh dapat dilihat Tabel 1 berikut.
Tabel 1. Penetapan jadwal pengamatan
No Urutan Jam
1 1 7:33
2 3 7:39
3 4 7:42
4 6 7:48
5 7 7:51
.. .. ..
s.d s.d s.d
.. .. ..
100 150 16:30
Sumber : data yang diolah (2013)
Pengamatan sampling pekerjaan dilakukan untuk
mengamati aktivitas karyawan sehari-hari yang berada di
unit kerja. Untuk tugas pengamatan dibantu oleh
mahasiswa dimana untuk setiap unit kerja diamati oleh satu
orang petugas pada suatu waktu. Form pengamatan
membagi jenis aktivitas karyawan yang mungkin
dilakukan seperti dapat dilihat pada Tabel 2 berikut.
Tabel 2. Pembagian aktivitas karyawan
No Aktivitas
1 Melayani mahasiswa
2
Menggunakan komputer untuk suatu tugas
3 Menangani dokumen/berkas/buku 4 Tugas-tugas lainnya
5 Personal need&unavoidable delay
6
Aktivitas yg tidak terkait dg tugas, idle
Sumber : data yang diolah (2013)
Aktivitas nomor 1 sampai dengan 4 merupakan
aktivitas produktif sedangkan aktivitas 5 dan 6 termasuk
non-produktif. Pengamatan sampling pekerjaan ini
dilakukan terhadap kelima unit kerja dengan jumlah hari
minimum 5 hari dan maksimum 7 hari dan dilakukan
secara berturut-berturut pada bulan September tahun 2013.
Rekapitulasi data hasil pengamatan dapat dilihat pada
Human Resources Management Seminar and Call for Paper
Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Semarang Page | 299 Tabel 3. Rekapitulasi hasil pengamatan
sampling pekerjaan
UK - Aktivitas
∑p ∑np Tot.
Kary. 1 2 3 4 5 6
A-1 86 196 81 54 35 48 417 83 500 B-1 48 57 88 96 76 235 289 311 600 B-2 86 135 151 81 26 88 453 114 567 C-1 239 26 67 80 50 38 412 88 500 C-2 81 166 94 43 38 78 384 116 500 D-1 123 76 150 82 50 19 431 69 500 E-1 88 33 68 91 83 137 280 220 500 E-2 81 29 40 81 76 193 231 269 500
UK = unit kerja, Kary. = karyawan, ∑p = jumlah aktivitas produktif, ∑np = jumlah aktivitas non-produktif, Tot. = total
Sumber : observasi (2013)
Jumlah hari pengamatan untuk unit kerja B
karyawan-1 dan karyawan-2 (atau Bkaryawan-1 dan B2) lebih banyak
dibanding unit kerja lain. Hal ini dilakukan untuk
memenuhi uji statistik ; keseragaman dan kecukupan data.
Rangkuman hasil uji statistik untuk semua unit kerja
dan karyawan dapat dilihat pada Tabel 4 berikut.
Tabel 4. Rekapitulasi hasil uji statistik
UK - Jumlah Uji statistik karyawan observasi I II
A-1 500 seragam cukup
B-1 600 seragam cukup
B-2 567 seragam cukup
C-1 500 seragam cukup
C-2 500 seragam cukup
D-1 500 seragam cukup
E-1 500 seragam cukup
E-2 500 seragam cukup
UK = unit kerja
Sumber : data yang diolah (2013)
Untuk uji keseragaman pada tingkat kepercayaan
99% dan tingkat ketelitian 5 % dapat dicontohkan pada unit
kerja A karyawan-1 (atau A-1) didapat p = 0,83, BKB =
0,72, dan BKA = 0,95, p1 = 0,80 ; p2 = 0,88 ; p3 = 0,93 ; p4 =
0,76 ; dan p5 = 0,80. Kesemua nilai persentase produktif
hari ke-1 (p1) sampai ke-5 (p5) berada dalam batas kontrol
atas (BKA) dan batas kontrol bawah (BKB). Secara
keseluruhan semua data hasil observasi sudah seragam atau
berasal dari sistem sebab yang sama.
Untuk uji kecukupan data pada tingkat kepercayaan
95 % dan tingkat ketelitian 10 % dapat dicontohkan pada
unit kerja A karyawan - 1 (A-1) dimana didapatkan jumlah data yang dibutuhkan (N’ = 80) adalah yang lebih kecil dari jumlah data yang telah diambil (N = 500). Hal ini
berarti jumlah data sudah mencukupi secara statistik. Dari
kedua uji ini dapat disimpulkan bahwa dari data sampel
bisa dianggap mewakili populasi (keadaan yang
sebenarnya).
Nilai persentase produktif yang didapat belum bisa
merepresentasikan penggunaan waktu kerja efektif
karyawan karena belum memperhitungkan perbedaan
beban kerja mingguan maupun bulanan. Untuk itu
selanjutnya dari nilai persentase produktif rata-rata (p)
Human Resources Management Seminar and Call for Paper
Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Semarang Page | 300 Konversi nilai p menjadi nilai beban kerja tersebut dengan
memasukkan nilai rating factor (r). Dari pengamatan
dilapangan ditemukan tingkat kemampuan karyawan relatif
sama sehingga nilai r = 1. Oleh karena itu nilai p sama
dengan nilai BKn (1 minggu).
Hasil wawancara dengan karyawan terkait dan
dengan atasan langsungnya (kepala unit) didapat bahwa
tingkat beban kerja tidak bisa dibedakan setiap minggu
maka nilai BKn (1 minggu) diasumsikan sama dengan
BKn (1 bulan). Akan tetapi intensitas beban kerja
(kesibukan) setiap bulan dalam setahun berbeda-beda. Oleh
karena itu untuk menghitung BKn (1 tahun) maka perlu
dikalikan dengan nilai faktor konversi dan nilai persentase
(bobot). Untuk contoh dapat dilihat pada Tabel 5 berikut.
Tabel 5. Beban kerja bulanan unit kerja A
Bulan Beban Kerja
rendah Sedang tinggi
Januari 1
Februari 1
Maret 1
April 1
Mei 1
Juni 1
Juli 1
Agustus 1
September 1
Oktober 1
Nopember 1
Desember 1
persentase 0,00 0,58 0,42 Sumber : hasil wawancara (2013)
Dari Tabel 5 dapat dilihat bahwa ada 5 bulan dalam 1
tahun yang memiliki intensitas beban kerja relatif tinggi.
Misalnya pada bulan Maret merupakan awal semester
genap dimana tugas-tugas karyawan lebih banyak
dibanding bulan sebelumnya seperti menyiapkan
administasi perkuliahan termasuk ; input Kartu Rencana
Studi (KRS) mahasiswa, membuat jadwal kuliah,
menyiapkan absen dosen dan mahasiswa, dan lain
sebagainya. Dari bulan Maret hingga April juga karyawan
ditugaskan melayani mahasiswa yang mau melaksanakan
Kuliah Kerja Praktek (KKP) ke perusahaan-perusahaan
termasuk ; surat-menyurat dan mendata. Pada bulan Juli
dan Agustus adalah saatnya tugas melayani mahasiswa
yang mau melaksanakan seminar termasuk ;
surat-menyurat dan dokumen kelengkapan seminar. Bulan
September adalah awal perkuliahan semester ganjil.
Sedangkan bulan-bulan lainya relatif normal.
Untuk nilai konversi dan persentase beban kerja untuk
tiap unit kerja dapat dilihat Tabel 6 berikut.
Tabel 6. Nilai Persentase beban kerja dan nilai
konversi tiap unit kerja
Unit Persentase
Kerja rendah sedang Tinggi
A 0,00 0,58 0,42
B 0,00 0,50 0,50
C 0,00 0,67 0,33
D 0,00 0,58 0,42
E 0,25 0,58 0,17
Konversi 0,5 1 1,5
Sumber : hasil wawancara (2013)
Dari hasil wawancara dengan karyawan dan kepala
unit didapatkan nilai konversi untuk beban kerja rendah,
sedang, dan tinggi dengan rasio 0,5 : 1 : 1,5.
Kemudian untuk mencari Beban Kerja standar (BKs
1 tahun) maka perlu memasukkan waktu longgar
(allowance) bagi karyawan untuk melakukan kebutuhan
pribadi (personal needs) dan waktu yang hilang disebabkan
Human Resources Management Seminar and Call for Paper
Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Semarang Page | 301 Pemberian nilai allowance ini berdasarkan panduan
(Sutalaksana, 2005) seperti pada Tabel 7 berikut.
Tabel 7. Kriteria nilai allowance
Faktor kategori nilai
Tenaga dapat diabaikan 0,02
sikap kerja duduk 0,01
temperatur normal 0,02
atmosfer baik 0
lingkungan bersih, sehat 0
kebutuhan pribadi 0,02
hal-hal yang tidak bisa dihindari 0,03
total allowance 0,16
Sumber : Sutalaksana (2005) data yang diolah (2013)
Total nilai allowance diberikan sebesar 0,16 atau 16
% dan diasumsikan sama untuk semua karyawan yang
termasuk objek penelitian. Hal ini didasarkan kepada
aktivitas karyawan dan kondisi lingkungan kerja yang
relatif sama.
Adapun rekapitulasi beban kerja karyawan dengan
sampling kerja dapat dilihat pada Tabel 8 berikut ini.
Tabel 8. Beban kerja normal dan beban kerja
Standar karyawan
Sumber : data yang diolah (2013)
Dari Tabel 8 di atas penggunaan waktu kerja efektif
karyawan direpresentasikan oleh beban kerja normal (1
tahun) dengan rata-rata sebesar 0,81 atau 81%. Nilai ini
termasuk kategori optimal (Novera, 2010). Akan tetapi
dijumpai variasi nilai yang tajam seperti unit kerja E
karyawan-2 (atau E-2) memiliki persentase terendah 44%,
sedangkan unit kerja D karyawan-1 (atau D-1) memiliki
persentase tertinggi 104%. Beban kerja normal ini belum
memasukkan tambahan faktor allowance.
Selanjutnya Tabel 8 juga menampilkan hasil
perhitungan beban kerja standar (1 tahun) yang telah
memasukkan faktor allowance. Dari hasil perhitungan
didapatkan unit kerja A nilai beban kerja standar (BKs)
adalah 1,14. Unit kerja A hanya memiliki 1 orang
karyawan, sehingga diusulkan perlu menambah 1 orang
lagi karyawan terutama pada periode-periode sibuk di unit
kerja A. Untuk unit kerja B nilai BKs adalah (0,68 + 1,13 =
1,81). Unit kerja B memiliki 2 orang karyawan sehingga
rata-rata BKs per karyawan adalah 0,90. Nilai ini hampir
mencapai nilai ideal 1 sehingga tidak perlu menambah
karyawan di unit kerja B. Untuk unit kerja C nilai BKs
adalah (1,09 + 1,01 = 2,1) . Unit kerja C memiliki 2 orang
karyawan sehingga rata-rata BKs per karyawan adalah
1,05. Nilai ini hampir mencapai nilai ideal 1 sehingga tidak
perlu menambah karyawan di unit kerja C. Untuk unit kerja
D nilai BKs adalah 1,18. Unit kerja D memiliki 2 orang
karyawan sehingga rata-rata BKs per karyawan adalah
0,59. Nilai ini belum ideal atau optimal sehingga tidak
perlu menambah karyawan di unit kerja D. Untuk unit
Human Resources Management Seminar and Call for Paper
Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Semarang Page | 302 memiliki 3 orang karyawan sehingga rata-rata BKs per
karyawan adalah 0,37. Nilai ini jauh dari ideal sehingga
diusulkan untuk mengurangi 1 orang karyawan di unit
kerja E.
5 Simpulan
Penelitian ini telah mengukur tingkat penggunaan
waktu kerja dan beban kerja karyawan di PT X. Secara
keseluruhan rata-rata penggunaan waktu kerja karyawan
sebesar 81% yang sudah mencapai nilai optimal. Beban
kerja rata-rata karyawan sebesar 0,92 yang hampir
mencapai nilai ideal 1. Unit kerja A diusulkan untuk
ditambah sebanyak 1 orang karyawan sedangkan unit kerja
E diusulkan untuk dikurangi 1 orang karyawan.
Pemindahan karyawan dari unit E ke unit A akan membuat
tingkat beban kerja antar unit kerja akan menjadi lebih
seimbang. Tingkat beban kerja karyawan dapat berubah
suatu waktu, misalnya terjadi perubahan deskripsi kerja
ataupun terjadi peningkatan dan penurunan jumlah
mahasiswa yang cukup signifikan. Untuk itu tingkat beban
kerja perlu dievaluasi secara periodik.
6 Saran
Hasil penelitian ini memberikan informasi yang
berharga kepada manajemen PT X sebagai landasan
pertimbangan dalam merekrut dan mengalokasikan
karyawan di unit-unit kerja. Penelitian ini bisa
dikembangkan lebih lanjut misalnya dengan menambahkan
metode pengukuran beban kerja lainnya sebagai
perbandingan, dan kemungkinan memasukkan faktor
kompetensi karyawan terhadap bidang tugasnya.
Daftar Pustaka
Agustinus, Roy, dkk. 2007. Work Sampling Comparative
Among Conventional Selft Assessment and
Continuous Monitoring Methods to Measure
Proportion of Non Productive Activities.
International Seminar on Industrial Engineering and Management.
Arsi, Raras M., dkk. 2012. Analisis Beban Kerja untuk
Menentukan Jumlah Optimal Karyawan dan
Pemetaan Kempetensi Karyawan Berdasarkan pada
Job Description (Studi Kasus : Jurusan Teknik
Industri ITS Surabaya). Jurnal Teknik ITSVol. 1, No. 1
Barnes, Ralph M. 1980. Motion and Time Study : Design
and Measurement of Work, New York : John
Wiley & Sons.
Gustomo, Aurik. dkk. 2006. Workload Measurement Using
Diary Sampling Method for Human Resource
Requirement Planning : Case Study at PT Jasa
Marga (Persero). International Conferences on Technology and Operation Management
Hariandja, Marihot Tua Efendi 2002. Manajemen
Sumber Daya Manusia, Jakarta : PT Garisindo
Hutagalung, Renny, dkk. 2012. Workload Analysis for
Planning Needs of Employees in the Corporate
Administration Unit PT Timah (Persero) TBK. The Indonesian Journal of Business AdministrationVol. 2, No. 19, hal 2290-2297. Kiayi, Syamsir Djafar. 2010. Analisis Perancangan Waktu
Kerja dengan Menggunakan Metode Work
Sampling (Studi Kasus di Kawasan Industri Agro
Human Resources Management Seminar and Call for Paper
Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Semarang Page | 303 Mangkuprawira, S. 2003. Manajemen Sumber Daya
Manusia Strategik. Jakarta : PT. Ghalia
Indonesia
Niebel, B, et al. 2002. Methods, Standards, and Work
Design. New York : John-Wiley & Sons.
Novera, Windri. 2010. Analisis Beban Kerja dan
Kebutuhan Karyawan Bagian Administrasi
Akademik dan Kemahasiswaan (Studi Kasus Unit
Tata Usaha Departement Pada Institut Pertanian
Bogor). Skripsi. Departemen Manajemen IPB. Shah, Syed Saad Hussain, et al. 2011. Workload and
Performance of Employees. Interdisciplinary Journal of Contemporary Research in BusinessVol. 3, No. 5.
Siagian, Sondang P. 2009. Manajemen Sumber Daya
Manusia, Jakarta : PT Bumi Aksara
Simanjuntak, Risma Adelina. 2010. Analisis Beban Kerja
Mental dengan Metoda NASA-Task Load Index.
Jurnal Teknologi TechnoscienticaVol. 3, No. 1. Singgih, Moses L. dkk. 2010. Analisis Beban Kerja
Karyawan pada Departemen Umum dan Logistik
dengan Metode Work Load Analysis di Perusahaan
Percetakan. Available :
http://www.its.ac.id/personal/file/pub/3829-moses-ie.2010/. diakses pada 28 April 2013
Sutalaksana, Iftikar Z.. 2005. Teknik Perancangan Sistem
Kerja, Bandung : Departemen Teknik Industri ITB.
Wignosoebroto, Sritomo. 1995. Ergonomi Studi Gerak
dan Waktu, Surabaya : Penerbit Gunawidya.
Acknowledgement
Penulis mengucapkan terimakasih kepada ; (1)
Lembaga Penelitian ATIP atas pemberian dana Hibah
Penelitian tahun 2013, (2) Para responden yang
berpartisipasi dalam penelitian ini, (3) mahasiswa/i yang
membantu dalam pengumpulan data melalui pengamatan.
BIOGRAFI PENULIS
Syamsul Anwar adalah staf pengajar di Akademi Teknologi Industri Padang (ATIP) pada Program Studi Sistem Produksi Industri dan Manajemen Industri. Gelar Sarjana Teknik didapatkan dari Sekolah Tinggi Teknologi Industri (STTIND) Padang pada tahun 2008, sedangkan gelar Magister Sains Ekonomi didapatkan dari Universitas Indonesia pada tahun 2012. Fokus pengajaran dan penelitian pada bidang ergonomi dan perancangan sistem kerja, riset operasional, ekonomi dan kebijakan industri. Informasi lebih lanjut penulis dapat dihubungi di nomor hp. 0813-74096777 dan 0838-95370919, email
: [email protected] dan