KARYA ILMIAH BAHASA INDONESIA
“Pengaruh Bahasa Asing Terhadap Perkembangan Anak Dalam
Berbahasa Indonesia”
Disusun Oleh:
Aminatuz Zuhriyah (1113051000006) Eva Agustina A. (1113051000076) Laras Sekar Seruni (1113051000021)
Zikra Wahyuni P. (1113051000098)
Kelas : Jurnalistik II-A
FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
LEMBARAN PENGESAHAN
Karya tulis yang berjudul
( Pengaruh Bahasa Asing Terhadap Perkembangan Anak Dalam Berbahasa Indonesia )
Telah di baca, di setujui dan di sahkan pada
Jakarta, 2014
Oleh
Dosen Bahasa Indonesia UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk bisa menyelesaikan karya tulis Bahasa Indonesia dengan judul ”Pengaruh Bahasa Asing Terhadap Perkembangan Psikologi Anak Dalam Berbahasa Indonesia”. Dalam penulisan karya tulis ilmiah ini, penulis menemukan kesulitan karena kurangnya pengetahuan, namun berkat bimbingan dari berbagai pihak akhirnya karya tulis ini dapat terselesaikan walaupun masih terdapat kekurangan didalamnya. Karena itu, sepantasnya jika penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak Azwar, guru pembimbing bahasa yang telah membimbing kami dalam menyusun karya tulis ini.
2. Kepada teman-teman yang membantu dalam menyelesaikan karya tulis ini. Akhir kata penulis harapkan semoga penulisan tugas kenaikan kelas ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan segala kritik dan saran membangun akan penulis terima dengan sebaik-baiknya.
Jakarta, 2014
DAFTAR ISI
ABSTRAK... i
KATA PENGANTAR... ... ii
DAFTAR ISI... iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang... B. Perumusan Masalah... C. Tujuan dan Manfaat Penulisan... 1. Tujuan Penulisan... 2. Manfaat Penulisan... E. Metode Penelitian...
BAB II ISI
BAB III KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan... B. Saran...
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dewasa ini banyak orangtua yang sudah mengajarkan anaknya
berbahasa asing sejak anaknya berusia dini. Ada yang beralasan bahwa sekarang sudah zaman globalisasi sehingga diperlukan bahasa asing untuk dikuasai agar tidak tertinggal dalam hal pergaulan maupun ekonomi. Ada juga yang hanya mementingkan gengsi atau prestise agar dipandang sebagai masyarakat yang maju karena berbahasa Inggris.
Dibalik itu semua, mungkin mereka lupa bahwa saat ini mereka masih tinggal di Indonesia. Indonesia tidak memakai bahasa asing seperti bahasa Inggris, bahasa Arab, bahasa Belanda, dan lain-lain sebagai bahasa nasional. Sebagian besar anak-anak Indonesia pun masih menggunakan bahasa Indonesia untuk berkomunikasi. Akibatnya, anak-anak yang sudah ’dicekoki’ bahasa asing oleh orang tua mereka sejak kecil menjadi kesulitan dalam beradaptasi dengan teman sebaya. Terlebih jika mereka benar-benar tidak memahami bahasa Indonesia yang merupakan bahasa ibu mereka sendiri.
Sungguh ironis jika generasi penerus bangsa bahkan tidak paham dengan alat komunikasi sehari-hari yang mereka gunakan untuk berinteraksi, yaitu Bahasa Indonesia.
B. Perumusan Masalah
1. Apa pentingnya Bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa?
2. Apa alasan orangtua harus lebih mengutamakan Bahasa Indonesia daripada Bahasa Inggris kepada anak?
3. Apa pengaruh bagi perkembangan anak dalam berbahasa Indonesia jika diajarkan Bahasa Inggris sejak dini?
4. Apakah pemakaian Bahasa Inggris sejak dini akan mempengaruhi rasa nasionalisme anak sebagai bangsa Indonesia?
a. Mengetahui dampak dari pengajaran Bahasa Inggris kepada anak sejak dini
b. Mendeskripsikan pola perilaku anak yang terbiasa dengan Bahasa Inggris di lingkungan yang berbahasa Indonesia
2. Manfaat Penulisan
a. Mengetahui pengaruh pengajaran Bahasa Inggris terhadap perkembangan psikologi anak
b. Mengethaui pengaruh pengajaran Bahasa Inggris terhadap kebiasaan anak dalam berbahasa Indoneisa
D. Metode Penelitian Studi pustaka
BAB II ISI
A. Pentingnya Bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa
Bahasa Indonesia merupakan bahasa nasional yang disahkan sejak zaman Sumpah Pemuda pada tahun 1928. Sejak itu, Bahasa Indonesia resmi menjadi bahasa yang digunakan sebagai alat komunikasi universal bagi bangsa Indonesia. Maka tidak heran jika Bahasa Indonesia secara tidak langsung menjadi identitas bangsa.
Begitupun dengan keluarga di Indonesia yang menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa sehari-hari. Meskipun terkadang mereka juga menggunakan bahasa daerah masing-masing, namun Bahasa Indonesia tetap menjadi bahasa pemersatu dalam keluarga tesebut.
Generasi muda Indonesia saat ini sudah terpengaruh oleh arus globalisasi yang berdampak pada penggunaan bahasa Inggris secara pesat. Banyak dari mereka yang beranggapan bahwa Bahasa Indonesia tidak lebih populer dari Bahasa Inggris. Dari pihak pemerintah pun, tidak ada larangan atau sanksi dalam penggunaan Bahasa Inggris yang lebih banyak dari Bahasa Indonesia
Sangat disayangkan, bila generasi muda Indonesia tidak memiliki identitas sebagai bangsa– karena bahasa Indonesia tidak dianggap ’keren’ dibandingkan bahasa Inggris.
B. Alasan orangtua harus lebih mengutamakan Bahasa Indonesia daripada Bahasa Inggris kepada anak
bahasa asing atau yang lebih spesifik sebagai Bahasa Inggris kepada anak-mengajarkan anaknya berbahasa Inggris sejak dini. Ia berpendapat bahwa penggunaan Bahasa Inggris saat ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan globalisasi. Ia mengira bahwa Bahasa Indonesia tidak perlu diajarkan kepada anaknya mengingat mereka sudah tinggal di Indonesia. Jadi, anka-anaknya bisa berbahasa Indonesia dengan sendirinya.
Menurut Sri Tiatri, MSi, Psi, psikolog dan dosen Fakultas Psikologi Universitas Tarumanegara, penggunaan bahasa sangatlah penting dalam kehidupan setiap manusia. Hendaknya kita mempertimbangkan tempat dimana kita tinggal dan membesarkan sang anak. Bahasa yang pertama kali diperkenalkan juga seharusnya adalah bahasa utama yang digunakan di lingkungan tersebut. Kita yang hidup di Indonesia, hendaknya mengajarkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama bagi si anak. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa kita dapat mengajarkan bahasa asing kepada anak. Ingatlah bahasa asing adalah bahasa kedua.
Bila masyarakat di lingkungan sehari-hari bicara bahasa Indonesia, bahasa itulah yang semestinya diajarkan pertama kali. Ini penting sebab anak akan berinteraksi dengan lingkungannya. Jika bahasanya tidak cocok, dikhawatirkan ia tak bisa mengemukakan kebutuhannya dengan baik.
pertemanan menggunakan bahasa Indonesia dalam interaksi sehari-hari. Biarkan saja, anak belajar dan berbahasa Inggris di tempat kursus.
C. Pengaruh bagi perkembangan anak dalam berbahasa Indonesia jika diajarkan Bahasa Inggris sejak dini
Sri Tiatri mengingatkan para orang tua untuk tidak gegabah. Bila tidak memiliki kesiapan, hal ini bisa menimbulkan dampak negatif. Anak jadi mencampuradukkan bahasa dan akhirnya cara berpikirnya jadi kacau.
Bila anak telah cukup lancar berbicara dalam bahasa ibu, maka di usia 3-4 tahun ia boleh diajari bahasa asing. Namun, bila anak mengalami gangguan dalam perkembangan bahasa dan bicara, sebaiknya ajarkan satu bahasa secara ajeg, paling tidak sampai ia berusia 4-5 tahun.
Ada baiknya, orangtua secara berkelanjutan memperhatikan perkembangan anak. Pada tahapan perkembangan usia dini, tingkat berbahasa. Kalau bahasa sehari-hari yang digunakan anak dan orangtua adalah bahasa Indonesia, jelas kemampuan bahasa Inggrisnya tak sebagus anak-anak yang lahir di Inggris.
Seharusnya orangtua dapat mengontrol agar anaknya tidak terlalu ditekan untuk fasih berbahasa Inggris. Karena seiring dengan perkembangan anak tersebut, anak bisa memilah pemakaian bahasa mana yang sekiranya perlu ia kuasai.
Ketika anak tumbuh di lingkungan keluarga yang menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa utamanya, sang anak akan merasa kesulitan dalam berkomunikasi dengan teman sebayanya atau lingkungan yang mayoritas menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa utama.
Seringkali anak dibiasakan untuk berbahasa Inggris sejak dini, karena menurut pandangan kebanyakan orangtua anak tersebut, Bahasa Inggris merupakan bahasa yang penting untuk dipelajari. Tapi bukan berarti Bahasa Inggris menjadi bahasa utama dalam berkomunikasi bagi anak Indonesia. Hendaknya kita harus menjaga sikap cinta tanah air dan bangga pada produk anak negeri. Bahasa dan budaya yang ada di Indonesia adalah contoh karya anak bangsa yang harus dilestarikan dan dijaga eksistensinya. Maka dari itu, anak sejak dini sebaiknya sudah diajarkan Bahasa Indonesia agar mempunyai sikap cinta tanah air tersebut. Satu hal yang membedakan kenapa bahasa Inggris mampu menjadi bahasa internasional dan tidak dengan bahasa Indonesia adalah karena mereka mempunyai jati diri dan mampu mempertahankan yang seharusnya mereka pertahankan. Dan inilah yang belum dimiliki oleh bangsa kita.Bangsa kita belum mampu menunjukkan jati diri sebagai bangsa Indonesia sehingga kehilangan identitas dirinya di kancah pergaulan internasional.
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Walaupun penggunaan Bahasa Inggris saat ini dianggap penting, namun seharusnya para orangtua juga sadar bahwa Bahasa Indonesia lebih penting sebagai bahasa untuk digunakan dan diajarkan kepada anak-anak mereka mengingat bahwa saat ini mereka tinggal di Indonesia. Jika anak dipaksakan untuk dapat berkomunikasi dalam Bahasa Inggris sehari-hari tanpa tujuan yang jelas (salah satu orangtua berkewarganegaraan asing atau si anak kelak akan pindah ke luar negeri), maka anak tersebut akan terbebani karena mereka tidak dapat bersosialisasi dengan efektif terhadap lingkungan sebayanya.
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA