• Tidak ada hasil yang ditemukan

Crowfunding Lembaga Sosial idd. docx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Crowfunding Lembaga Sosial idd. docx"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

CROWFUNDING LEMBAGA SOSIAL

MAKALAH

Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Teknik Fundraising

Oleh:

Pipit Puji N Fazri 141002156

PROGRAM STUDI EKONOMI SYARIAH

FAKULTAS AGAMA ISLAM

(2)

penyusunan makalah yang berjudul Crowfunding Lembaga Sosial.

Makalah ini diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Studi Lembaga Amil Zakat dan Wakaf.

Penulis menyadari bahwa selama penulisan makalah ini penulis banyak mendapat bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada:

1. Bapak Ali Nurdin Anwar., Lc., M.E.I., selaku dosen pengampu mata kuliah Teknik Fundraising;

2. Rekan-rekan seangkatan yang telah memotivasi penulis untuk menyelesaikan penyusunan makalah ini;

3. Serta semua pihak yang tidak bisa penulis sebutkan satu per satu.

Semoga bantuan baik berupa moril maupun materil yang telah diberikan, oleh Allah SWT. dapat diberikan balasan yang berlipat ganda.

Makalah ini juga masih jauh dari kata sempurna karena memiliki banyak kekurangan, baik dalam hal isi dan sistematika maupun dalam teknik penulisannya. Oleh sebab itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat khususnya bagi penulis dan umumnya bagi para pembaca.

Tasikmalaya, Nopember 2017

Penulis

(3)

DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR...i

DAFTAR ISI...ii

BAB IPENDAHULUAN...1

A. Latar Belakang Masalah...1

B. Rumusan Masalah...2

C. Tujuan Penulisan...3

D. Manfaat Penulisan...3

BAB IIPEMBAHASAN...4

A. Pengertian Crowfunding...4

B. Kategori Crowfunding...6

C. Contoh situs Crowfunding di Indonesia...11

D. Kelebihan dan Kekurangan Crowfunding Secara Umum...13

E. Mekanisme Crowfunding Secara Umum...15

BAB IIISIMPULAN DAN SARAN...17

A. Simpulan...17

B. Saran...17

DAFTAR PUSTAKA

(4)

A. Latar Belakang Masalah

Gotong royong diyakini oleh masyarakat Indonesia sebagai nilai utama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Nilai gotong royong diterima sebagai kepribadian bangsa karena telah mengakar pada nilai-nilai budaya sebagian besar masyarakat. Kegotongroyongan dalam kehidupan masyarakat Indonesia diyakini sebagai pranata asli dan merupakan salah satu bentuk solidaritas khas masyarakat agraris. Sebagai bentuk solidaritas sosial, gotong royong terbentuk karena adanya bantuan dari pihak lain, baik untuk kepentingan pribadi maupun untuk kepentingan umum. Sehingga, didalamnya terdapat sikap loyal dari setiap masyarakat sebagai satu kesatuan. Bantuan yang diberikan dilakukan secara sukarela tanpa adanya imbalan.

Dalam kehidupan bermsyarakat khususnya masyarakat agraris, gotong royong sangat berperan dalam memperlancar pembangunan yang berguna bagi kesejahteraan masyarakat. Baik pembangunan dalam bentuk fisik maupun nonfisik atau menurut bidang-bidang kehidupan yang terdapat di lingkungan masyarakat setempat. Dengan gotong royong pekerjaan menjadi mudah dan ringan jika dibandingkan dengan bekerja secaraindividu. Selain itu, gotong royong juga bisa mempererat dan memperkuat hubungan antar masyarakat dalam komunitas dimana mereka berada dan menyatukan seluruh masyarakat dalam komunitas yang terlibat di dalamnya.

Ketika nilai kegotongroyongan untuk memberi pertolongan bagi yang membutuhkan mulai memudar dalam kehidupan sehari-hari, melalui media baru terbuka ruang dan kesempatan untuk menghidupkan kembali nilai-nilai yang dimaksud. Interaktifitas yang terjadi dalam dunia maya dimanfaatkan untuk menggagas ide untuk saling berbagi terhada sesama yang beralaskan ketertarikan atau simpati yang ditandai oleh persamaan kepentingan. Peluang itu pun ditindak lanjuti oleh para penggiat internet di Indonesia dengan

(5)

2

membuat website sebagai wadah atau saluran untuk mengumpulkan berbagai gagasan membantu sesama dari berbagai kalangan masyarakat. Kemudian gagasan itu dikomunikasikan kepada setiap orang melalui media baru, untuk selanjutnya ditindaklanjuti dengan aktifitas dukungan, baik dalam bentuk dukungan dana atau urun dana (crowfunding), terlibat langsung dalam kegiatan menjadi relawan atau bentuk dukungan lainnya. Maka atas dasar itulah kini banyak bermunculan website yang mengadakan penggalangan dana untuk berbagai aksi sosial seperti www.kitabisa.com, dan lain sebagainya.

Crowfunding atau urun dana merupakan sebuah bentuk aksi lembaga sosial yang diprakarsai oleh individu atau organisasi untuk mengumpulkan dana bagi kepentingan sosial masyarakat. Karena perkembangan teknologi dan informasi yang berkembang sagat cepat maka penggalangan dana pun kini menggunakan fasilitas onlline yang memungkinkan seluruh penggunanya ikut brpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Dana yang terkumpulpun akan jauh lebih banyak, serta dalam prosesnya pun akan lebih efektif dan efisien.

Berdasarkan latar belakang inilah penulis berkeinginan untuk mengetahui lebih dalam mengenai berbegai hal ihwal mengenai crowfunding, yang kemudian akan disajikan dalam makalah berjudul “Crowfunding Lembaga Sosial”.

B. Rumusan Masalah

Dalam makalah ini penulis akan membahas mengenai: 1. Apa yang dimaksud dengan crowfunding?

2. Apa saja kategori crowfunding?

3. Contoh situs crowfunding di Indonesia?

(6)

C. Tujuan Penulisan

Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah:

1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan crowfunding; 2. Untuk mengetahui apa saja kategori crowfunding;

3. Untuk mengetahui contoh situs crowfunding;

4. Untuk mengetahui bagaimana tantangan dalam menjalankan crowfunding; 5. Untuk mengetahui bagaimana mekanisme crowfunding secara umum.

D. Manfaat Penulisan

Manfaat dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:

1. Manfaat bagi penulis dalam penulisan makalah ini adalah untuk menambah ilmu pengetahuan dan wawasan mengenai crowfunding lembaga sosial;

(7)

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Crowfunding

Terminologi crowfunding belum secara baku diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia ditandai dengan belum dimilikinya padanan kata ini dalam Bahasa Indonesia. Dalam portal crowfunding Patungan.net, Crowfunding diterjemahkan sebagai “pendanaan oleh khalayak” sedangkan situs Patungan.net memilih untuk menerjemahkan crowfunding sebagai “urun daya”.

Crowfunding involves an open call, essentially through the internet, for the provision of financial resources either in from of donations (without rewards) or in exchange for some form of reward and/or voting rights in order to support initiatives for specific purpose. Definisi ini menyatakan bahwa crowfunding itu melibatkan penawaran terbuka melalui internet untuk penyediaan sumber daya keuangan baik dalam bentuk sumbangan atau pertukaran untuk aset (pembelian inden) atau bentuk penghargaan tertentu dan/atau hak untuk memberikan suara untuk mendukung berbagai inisiatif untuk tujuan-tujuan khusus.

Konsep ini menyiratkan bahwa dana yang dihasilkan dari proyek crowfunding dapat digunakan untuk berbagai kepeerluan. Setidaknya dari dua definisi di atas, secara umum crowfunding dapat diartikan sebagai mekanisme penggalangan dana untuk mendukung sebuah program atau proyek dimana usaha dimaksud dilakukan melalui aktifitas secara online, dengan mengandalkan kepercayaan, motivasi dan sikaap mental sebuah komunitas atau masyarakat dalam sebuah jaringan sosial yang ditandai oleh kepentingan, ide, gagasan, dan hasrat yang sama dengan menunjukan potensi sumber daya melalui kumpulan dana dari jumlah yang kecil sampai menengah, sehingga mengahasilkan jumlah yang memadai yang diinisiasi oleh individu, kelompok, maupun organisasi dengan mengoptimalkan sumber daya, aset, pengetahuan, dan keahlian yang

(8)

mereka miliki. Istilah Crowfunding juga sering digolongkan sebagai sub kategori crowdsourcing.

Crowfunding juga dapat diartikan sebagai, penggalangan dana dari para pendukung untuk menandai sebuah inisitif yang diprakarsai oleh seorang individu atau organisasi.

Dalam literatur lain, salah satunya oleh Hemer (2011), terminologi Crowfunding dikatakan sebagai “derivatif” dari tren yang terlebih dahulu muncul yaitu crowdsourcing. Andriansyah, et al. (2009) meyatakan bahwa crowdsourcing sendiri merupakan terminologi yang berasal dari singkatan “crowd” (masyarakat) dan “outsourcing” (alih daya). Dengan demikian, untuk mendapatkan pengertian menyeluruh akan Crowfunding, maka akan dibahas mulai dari outsourcing, crowdsourcing dan kemudian Crowfunding.

Sehingga dapat diketahui bahwa yang dimaksud dengan Urun dana (Crowfunding) adalah praktik penggalangan dana dari sejumlah besar orang untuk memodali suatu proyek atau usaha yang umumnya dilakukan melalui internet. Istilah bahasa Inggris Crowfunding dipakai pertama kali sebagai judul suatu artikel pada tahun 2006. Istilah ini diturunkan dari istilah crowdsourcing (urun daya) yang telah lebih dulu populer (Hemer, 2011) dan merupakan suatu bentuk pengembangan dari kredit mikro (Clark, 2011).

(9)

6

B. Kategori Crowfunding

Meskipun media dan literatur ilmiah banyak berfokus pada peran Crowfunding sebagai alternatif dari lembaga pembiayaan (venture capital) tradisional, terdapat lebih banyak konsep mengenai Crowfunding yang perlu ditelusuri. Faktanya, terdapat empat kategori khas (distinct categories) dari Crowfunding, dilihat dari tipe portal dan dana yang dikumpulkan. Penelitian Massolution (2013) dan Deloitte (2013) membagi kategori Crowfunding sesuai dengan karakteristik bisnisnya sebagai berikut: Equity-based Crowfunding, donatur sebagai penyandang dana mengharapkan kompensasi dalam bentuk ekuitas atau pendapatan atau pengatran saham dari hasil proyek penggalangan dana tersebut.

1. Basis Pinjaman (Consumer Lending atau Lending-based)

Crowfunding berbasis pinjaman sangatlah mirip dengan mekanisme pinjaman pada umumnya, dimana individu dapat meminjam uang kepada suatu proyek dengan ekspektasi pengembalian. Bentuk-bentuk Crowfunding basis pinjaman yang umum adalah:

a. Traditional Lending Agreement

Pada Crowfunding jenis ini terdapat termin standar dan tingkat bunga. Mekanisme Crowfunding ini dapat dikatakan sangat mirip dengan mekanisme institusi keuangan dimana perusahaan meminjamkan sejumlah uang (bernominal kecil) dengan tingkat bunga yang cukup tinggi bagi debiturnya.

Beberapa situs Crowfunding jenis ini juga serupa dengan payday lending companies yang memberikan pinjaman kepada pelanggan dengan sejarah kredit yang buruk. Di Indonesia sendiri, praktik ini mirip dengan praktik rentenir (dikelola oleh individual dan dalam sektor informal) sedangkan bila dikelola oleh sektor keuangan formal, praktik ini mirip dengan personal loan.

(10)

Dana dikembalikan kepada lender (pemberi pinjaman) hanya bila satu dari dua kondisi telah terpenuhi: (a) jika dan ketika proyek mulai menghasilkan pendapatan atau (b) jika dan ketika proyek mulai memperoleh laba.

c. Pre-Sales (Pre-Selling atau Pre-Ordering)

Dalam model ini, pencari dana meminta dana sebagai modal untuk memproduksi sesuatu. Dana dikembalikan kepada donor dalam bentuk produk akhir yang dijanjikan sesuai dengan nominal dana yang diberikan. Umumnya, semakin besar dana yang diberikan, maka semakin banyak atau semakin berkualitas produk akhir yang diberikan.

Menurut Massolution (2013), consumer lending atau lending-based Crowfunding global berhasil menjaring dana sebesar USD 522 Juta pada tahun 2011. Penelitian tersebut juga menyatakan bahwa kampanye proyek-proyek Crowfunding basis pinjaman memperoleh kesuksesan dua kali lebih cepat dibandingkan dengan Crowfunding basis ekuitas (lebih cepat memperoleh target dana). Pada tahun 2013, Deloitte memprediksi pinjaman melalui Crowfunding meningkat menjadi 1.4 Milyar USD, atau meningkat sebesar 20 50% dibandingkan tahun 2012.

2. Basis Donasi (Donation-based)

Sebagaimana tersirat pada namanya, Crowfunding basis donasi adalah jenis Crowfunding yang dilandaskan oleh donasi, filantropi, dan sponsorship dimana tujuan utamanya adalah mencari sumbangan. Jenis ini sering disebut sebagai micro-patronage. Dalam Crowfunding jenis ini, para donatur berkontribusi dalam suatu proyek tanpa memiliki ekspektasi pengembalian dana yang telah dikontribusikannya. Portal Crowfunding yang menjalankan model donasi umumnya memberikan penghargaan (reward), hadiah (gift), atau cinderamata (token) untuk menstimulasi individu agar menyumbang pada suatu proyek.

(11)

8

Dari segi nominal, program-program Crowfunding basis donasi meminta kontribusi yang sangat kecil dari para donaturnya (kurang dari USD 10 pada portal Crowfunding internasional atau minimal Rp. 10.000,- pada portal Crowfunding Indonesia). Karena jumlahnya yang kecil, maka donatur biasanya tidak mengharapkan pengembalian atas donasinya tersebut. Meskipun tidak diwajibkan memberikan imbalan, umumnya portal Crowfunding basis donasi memberikan ucapan terimakasih kepada para donatur secara langsung. Sebagai contoh adalah kartu ucapan terimakasih, plakat berisi nama-nama para penyumbang, lukisan karya pasien rumah sakit, dan sebagainya. Crowfunding basis donasi adalah bentuk paling umum ditemui di Indonesia, bahkan di seluruh dunia, terutama dikarenakan oleh peraturan pemerintah dan peraturan pasar modal yang tidak melegalkan kegiatan keuangan melalui internet. Deloitte (2013) memprediksi bahwa pasar ini dapat mengumpulkan USD 500 Juta pada tahun 2013.

3. Basis Hadiah (Reward-based)

Jenis Crowfunding basis hadiah sering dioperasikan bersamaan dengan Crowfunding basis donasi. Pada jenis ini, jumlah kontribusi yang akan diberikan individu telah dipaketkan sesuai dengan hadiah yang akan diberikan. Hadiah dapat berupa pencantuman nama pada kredit proyek, penamaan (acknowledgements) pada merchandise, kesempatan untuk bertemu dengan creator proyek, undangan untuk menghadiri acara khusus yang berkaitan dengan proyek, misalnya pesta peluncuran atau penayangan premier film, dan sebagainya.

(12)

kategori ini dapat mengumpulkan lebih dari 700 juta USD pada tahun 2013.

4. Basis Ekuitas (Equity-based)

Kegiatan Crowfunding basis ekuitas menyerupai aktivitas investasi ekuitas umum, dimana seorang individu memperoleh kepemilikan (ekuitas) pada sebuah entitas sebagai imbalan atas dana yang diberikannya. Meskipun memiliki market-share yang paling kecil, baik dari segi dana terkumpul maupun penetrasi pasarnya, kategori inilah yang paling banyak mendapatkan perhatian media (Lee, et al., 2013). Canada Media Fund (2012) menyimpulkan terdapat dua sub-kategori standar dari Crowfunding basis ekuitas: Pertama, Model Investasi Surat Berharga (Securities Investment Model) Sebagaimana saham perusahaan dibeli oleh investor, maka pada model ini kontributor membeli kepemilikan pada perusahaan induk atau hak pada suatu proyek. Kedua, Model Bagi Hasil (Profit or Revenue-sharing Model) Berbeda dengan model sebelumnya, pada model ini kontributor memperoleh “share” (perolehan bagi-hasil) dari pendapatan atau laba proyek dan bukannya “share” (saham) pada perusahaan persangkutan.

(13)

10

Apabila dibutuhkan dana yang lebih besar, start-up 23 akan mencari modal awal (seed capital) tambahan kepada investor individu (biasa diistilahkan sebagai angel investors) atau perusahaan pembiayaan yang telah berdiri (established venture capitalist). Umumnya dana tambahan ini adalah sebesar 500.000 USD ke atas. Hingga penelititan ini dilakukan, Crowfunding basis ekuitas adalah illegal dilakukan di Indonesia dikarenakan perundang-undangan pasar modal (Bapepam-LK). Banyak negara juga belum memberikan lampu hijau bagi aktivitas Crowfunding basis ekuitas, misalnya Kanada. Ilegalnya Crowfunding basis ekuitas diakibatkan oleh beberapa isu utama menyangkut keamanan dan keterandalan. Pertama, Crowfunding memiliki faktor risiko yang tinggi, dimana penyelenggara Crowfunding tidak dapat menjamin kepastian pengembalian modal (tergantung dari terkumpulnya dana yang ditargetkan atau tidak). Dengan demikian, mekanisme atas kepastian pengembalian investasi dianggap tidak andal. Kedua, portal Crowfunding tidak mengeluarkan laporan keuangan yang teraudit (audited financial statements).

Amerika Serikat menjadi pelopor legalisasi Crowfunding basis ekuitas dengan disahkannya Jumpstart Our Business Start-Ups (JOBS Act) oleh pengadilan tinggi Amerika Seikat dan ditandatangani oleh Presiden Amerika Serikat Barrack Obama pada tanggal 5 April 2012. United States’ Securities and Exchange Commission (US SEC) selaku otoritas pengawasan pelaksanaan dari peraturan perdagangan efek dan ekuitas Amerika Serikat diberi kesempatan untuk mengevaluasi undang-undang ini hingga bulan Desember 2012 dan per Januari 2013, undang-undang ini diberlakukan secara umum. Hingga saat ini, SEC terus mengawasi perkembangan kebijakan ini di pasar.

(14)

companies” (perusahaan yang baru didirikan dan bertumbuh) diperkenankan mengumpulkan dana secara online hingga satu juta dolar Amerika Serikat (USD 1.000.000) dari maksimal dua ribu (2.000) investor tanpa memenuhi peraturan keuangan tradisional (misalnya menerbitkan laporan keuangan teraudit, dan sebagainya). Contoh dari Crowfunding basis ekuitas adalah: www.fundable.com, www.sellaband.com, www.appbackr.com, www.equitycircle.com, www.seedups.com, dan www.motaavi.com.

C. Contoh situs Crowfunding di Indonesia

Ketika banyak yang menyebut itu adalah website yang sangat aneh dan mungkin tidak akan bertahan lama. Banyak yang masih ragu akan bagaimana sistem dari Crowfunding atau investasi secara bersama-sama ini. Tetapi Kickstarter mendapatkan perhatian yang cukup baik, bahkan lebih dari cukup. Pada tahun 2009 majalah Time menobatkan Kickstarter sebagai “Best Invention 2010” dan kemudian “Best Website 2011” setahun berikutnya. Setelah itu Kickstarter sangat berjasa dalam mengorbitkan Pebble Smartwatch, game Star Citizen, permainan kartu Exploding Kittens, game Ouya dan Pono media player.

Sebenarnya jika dilihat, sistem Crowfunding adalah sistem yang sangat umum diterapkan di Indonesia. Jika Anda bingung dengan istilah Crowfunding, kami akan mengganti kata-kata Crowfunding dengan gotong royong. Sistem gotong royong tentu akrab di telinga Anda. Sistem Crowfunding ini akan membantu Anda yang mempunyai bisnis untuk dibantu agar mendapatkan dana. Entah itu bisnis Anda baru ataupun bisnis lama. Sekarang kami akan sedikit bahas 5 situs “gotong royong” yang paling terkenal di Indonesia.

1. KitaBisa.com

(15)

12

UKM. KitaBisa juga akan mengirimkan laporan menyeluruh mulai dari financial sampai perkembangan proyek yang telah didanai.

Proyek paling berpengaruh dari KitaBisa adalah Momentum Pergerakan SaveMaster. Proyek tersebut digunakan untuk membangun masjid di sekolah di Depok. Proyek ini mendapatkan pendanaan sampai 130 juta rupiah.

2. Wujudkan.com

Ini adalah salah satu Crowfunding yang tertua bersama KitaBisa.com. Wujudkan adalah perusahaan Crowfunding yang dibuat oleh perusahaan telekomunikasi XL. Pembayaran dari Wujudkan.com ada bermacam-macam, seperti ATM Transfer, Credit Card sampai mobile payment. Proyek paling besar adalah film Atambua 39 Derajat Celcius dari Mira Lesmana. Proyek film ini telah terkumpul sampai 312 juta dari 300 juta yang ditargetkan. 3. Ayopeduli.com

Ini adalah Crowfunding khusus sosial. Jadi Anda bisa menemukan proyek seperti bidang pendidikan, kesehatan sampai masalah lingkungan. Untuk sektor pendidikan, biasanya Anda akan melihat banyak proyek beasiswa. Proyek paling banyak adalah Rumah Harapan yaitu proyek untuk anak-anak yang sedang sakit. Mereka mendapatkan donasi sebesar 20 juta rupiah.

4. Crowdtivate.com

Ini adalah website Crowfunding dari Singapura dan telah masuk pasar Indonesia pada tahun lalu Crowdtivate adalah lebih tertarik ke proyek teknologi. Beberapa proyek yang masuk adalah teknologi, komik, games sampai film. Proyek yang sukses adalah iBam, alat musik dari bamboo yang mendapatkan pendanaan sampai 13 ribu dolar Singapura atau sekitar 130 juta rupiah.

5. Gandengtangan.org

(16)

menyumbangkan 100 ribu misalnya ke salah satu proyek di GandengTangan, uang Anda akan kembali ketika proyek telah mendapatkan keuntungan. Baru diluncurkan awal tahun ini, masih banyak masalah yang perlu dibenahi dan masih belum tahu apakah crowdlending adalah sistem yang baik dibandingkan dengan Crowfunding.

Dengan 5 situs Crowfunding dan crowdlending terbaik di Indonesia tersebut. Diharapkan menjadi penyemangat agar masyarakat Indonesia lebih dapat kreatif dalam berbisnis. Bagaimana menurut Anda? Tertarik untuk mencoba? Silakan tulis komentar Anda melalui kolom di bawah ini. Anda juga bisa mendapatkan informasi bisnis anak muda kreatif melalui Facebook atau mengikuti kelas-kelas online gratis di Studentpreneur.

D. Kelebihan dan Kekurangan Crowfunding Secara Umum

Alan (2013) menyatakan bahwa Crowfunding dapat memecahkan masalah utama yang dimiliki usaha kecil, wirausaha start-up, inventor, dan pekerja kreatif untuk membiayai operasinya, yaitu dengan:

1. Menempatkan investor atau donatur yang potensial dan yang aktual dalam mekanisme yang cost-effective. Banyak orang mengalami kesulitan mencari dana untuk bisnis dan/atau proyek yang dijalaninya, terutama para wirausahawan muda yang belum memiliki banyak relasi dengan entitas bisnis atau kepada para angel investor. Dengan adanya Crowfunding, maka baik kreator/wirausahawan maupun investor/donatur secara mudah dapat dipertemukan melalui portal Crowfunding. mengakibatkan penempatan investor atau donatur lebih efisien dari segi waktu dan biaya.

(17)

14

Crowfunding dapat menjadi outlet for capital baru, dimana para donatur, funder, atau investornya adalah masyarakat yang menghabiskan banyak waktunya pada jaringan internet. Dengan demikian, portal Crowfunding sekaligus menjadi “toko” dan agen pemasaran yang baik. 25 Dimana dengan kapabilitas Web 2.0 yang melekat pada Crowfunding, dimungkinkan interaksi langsung antara kreator dengan donatur. Selain itu, pemasaran melalui jejaring sosial juga dimungkinkan.

3. Crowfunding memungkinkan wirausahawan atau kreator proyek mengidentifikasi investor atau donatur. Crowfunding dapat menjadi sarana “proposal terbuka” dan tidak jarang suatu proyek mendapatkan perhatian dari investor yang tertarik dengan proyek yang diajukan. Dengan demikian, kreator atau wirausahawan tidak harus selalu menjual ide mereka kepada pelaku venture capital. 4. Crowfunding memiliki potensi untuk menstimulasi ekonomi.

Crowfunding menyediakan mekanisme pendanaan yang efisien kepada bisnis kecil (small businesses). Pasca krisis ekonomi, bisnis kecil ditengarai memiliki kapasitas sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi (engine of economic growth). Di Amerika Serikat, misalnya, portal Crowfunding IndieGoGo.com diundang sebagai partisipan program Startup America, yakni suatu inisiatif yang dilakukan White House untuk menghadirkan bisnis kecil sebagai penggerak dari pemulihan ekonomi (driver of economic recovery) Amerika Serikat pasca krisis tahun 2008.

Hadir sebagai fenomena baru, Crowfunding juga memiliki beberapa kelemahan, antara lain:

(18)

kebenaran identitasnya tidak dapat dijamin, baik dari segi kreator maupun donatur atau investor.

2. Potensi akan adanya kecurangan (concern for fraud) Internet adalah media (common vehicle) yang sangat rentan akan terjadinya kecurangan. Meskipun sejauh ini praktik Crowfunding memiliki tingkat kecurangan yang sangat kecil, beberapa kasus telah terjadi, dimana pencari dana menciptakan proposal proyek palsu dan kemudian “menjualnya” melalui 26 Crowfunding. Setelah target dana tercapai, si kreator tidak dapat mempertanggungjawabkan dana yang telah terkumpul tersebut.

E. Mekanisme Crowfunding Secara Umum

Aktor utama dalam mekanisme Crowfunding adalah individu pencari dana, portal Crowfunding sebagai penghubung (intermediary), dan masyarakat sebagai donatur. Proses Crowfunding dimulai dengan individu pencari dana melakukan registrasi pada portal Crowfunding secara online. Setelah melakukan registrasi, pencari dana mengajukan proposal kepada portal Crowfunding.

(19)

16

(20)

A. Simpulan

Dari berbagai penjelasan yang telah penulis paparkan di bab sebelumnya, penulis dapat menyimpulkan bahwa: keberadaan crowdfunding sudah tidak dapat dilepaskan dalam kehidupan kita, seiring dengan berkembangnya teknologi informasi saat ini. Crowfunding dapat diartikan sebagai, penggalangan dana dari para pendukung untuk menandai sebuah inisitif yang diprakarsai oleh seorang individu atau organisasi. Beberapa situs crowfunding di Indonesia yang terkenal seperti KitaBisa.com, Wujudkan.com, Ayopeduli.com, dan sebagainya.

Kategori crowdfunding terbagi menjadi 4 kategori yaitu basis pinjaman, basis donasi, basis hadiah, dan basis ekuitas. Adapun crowdfunding sendiri memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Dengan mekanisme crowfunding adalah individu pencari dana, portal crowfunding sebagai penghubung (intermediary), dan masyarakat sebagai donatur. Proses crowfunding dimulai dengan individu pencari dana melakukan registrasi pada portal crowfunding secara online. Setelah melakukan registrasi, pencari dana mengajukan proposal kepada portal crowfunding.

B. Saran

Sejalan dengan simpulan di atas, penulis merumuskan saran sebagai berikut: crowfunding di lembaga sosial sangat efektif dilaksanakan akan tetapi dalam prakteknya lembaga yang bersangkutan juga harus membangun kepercayaan dengan masyarakat, karena transaksi yang dilakukan secara online. Dan kemungkinan terjadi penipuan sangat tinggi, sehingga hal tersebut harus diminimalisir.

(21)

DAFTAR PUSTAKA

http://www.sisiusaha.com/news/172/5-situs-crowdfunding-terkenal-di-indonesia (diakses pada 27 Nopember 2017)

http://www.marketing.co.id/trust-jadi-tantangan-utama-situs-crowdfunding/ (diakses pada 27 Nopember 2017)

http://library.binus.ac.id/ (diakses pada 28 Nopember 2017)

Referensi

Dokumen terkait

Pendahuluan Ketidaktahuan ibu akan pentingnya pemeriksaan kehamilan membuat ibu tidak teratur memeriksakan kehamilannya yang bisa membuat tidak dapat diketahuinya

Maka permasalahan yang menjadi pembahasan dalam penelitian ini adalah Kriteria apakah yang dipakai pihak bank untuk menentukan debiturnya telah melakukan wanprestasi dan

Pada penelitian ini dapat kami simpulkan bahwa Karakteristik nilai fungsi penghidu pada hampir seluruh subyek rinosinusitis kronis di RSUP Wahidin Sudirohusodo berdasarkan

Data tingkat konsumsi oksigen ikan ban- deng yang dipelihara pada media yang terpapar merkuri dengan perlakuan salinitas berbeda se- lama percobaan dapat dilihat

Dalam kasus sektor publik, studi ini menunjukkan bahwa normative commitment memiliki kedudukan paling penting bila dibandingkan dengan affective commitment maupun

Menurut saya, pemerintah telah melakukan banyak tindakan dan kebijaksanaan yang keliru terhadap kesusastraan. Siapa yang mesti memberitahukan itu

3.000.000,- dan memiliki sepeda motor dan mobil dalam melakukan perjalanan sehari-hari menggunakan mobil dengan nilai korelasi r = 0,500 yang berarti jumlah

INTI KREASINDO akan menanggapi keluhan pelanggan dengan wajar sebagaimana seharusnya , seperti melakukan penggantian produk atau barang yang rusak pada saat produksi