• Tidak ada hasil yang ditemukan

SENI RUPA LIMA JENIS TEKNIK MELUKIS YANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "SENI RUPA LIMA JENIS TEKNIK MELUKIS YANG"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)

SENI RUPA LIMA JENIS TEKNIK MELUKIS YANG PALING SERING DIGUNAKAN

Selain memiliki banyak aliran, seni melukis juga memiliki beberapa teknik yang digunakan dalam melukis suatu objek. Para seniman lukis menggunakan teknik yang berbeda dalam menghasilkan sebuah karya. Teknik melukis juga kerapkali menjadi suatu ciri khas seorang pelukis. Untuk menghasilkan sebuah karya lukisan yang maksimal tentulah dibutuhkan teknik yang baik. Teknik melukis juga terdiri dari beberapa jenis berdasarkan sudut pandang tinjauannya.

Pada kesempatan ini akan disajikan jenis-jenis teknik melukis berdasarkan cara penggambaran secara umum dan teknik melukis berdasarkan pengolahan catnya untuk kegiatan melukis yang menggunakan cat minyak.

Secara umum, terdapat lima jenis teknik melukis yang dapat diterapkan secara luas dalam seni lukis sehari-hari. Teknik Melukis Secara Umum

(2)

2) Teknik Plakat Berbeda dengan aquarel, plakat merupakan teknik menggunakan bahan cair yang kemudian disemprotkan dengan alat sprayer. Teknik ini sering digunakan untuk menghasilkan lukisan yang cenderung lebih visual. Salah satu contoh penggunaan teknik ini adalah pada pewarnaan part kendaraan, kasing handphone, produk hias, dan lain sebagainya.

4) Teknik Pointlis merupakan teknik melukis yang cenderung menggunakan titik-titik dan perpaduan warna. Biasanya dilakukan dengan cara membuat gradiasi warna pada gambar untuk mengatur gelap-terangnya gambar. Teknik ini bisa juga dilakukan dengan mencampurkan warna dan membuatnya hanya berupa titik-titik, sehingga hasil gambar jika diteliti akan tampak seperti titik-titik warna. 5) Teknik Tempra merupakan teknik melukis dengan cara melukiskan

sebuah gambar pada tembok dengan sedemikian rupa. Hal ini nantinya akan menghasilkan sebuah karya seni yang menyatu dengan ilmu arsitektur. Teknik-teknik melukis ini merupakan teknik yang paling umum digunakan oleh semua pelukis. Hal ini dapat dipilih sesuai dengan kemampuan dan ketersediaan alat dan bahan sebagai perlengkapan dalam melukis.

Teknik Melukis Dengan Cat Minyak

Salah satu pewarna atau cat yang umum digunakan dalam melukis adalah cat minyak. Secara umum terdapat tiga jenis teknik melukis menggunakan cat minyak, yaitu :

Teknik basah

(3)

dipoleskan diatas permukaan kanvas. Dalam teknik ini biasanya digunakan kuas yang panjang bulunya. Teknik basah ini biasanya digunakan untuk melukis secara rata (flat) atau tanpa kesan volume. Kelebihan dari teknik ini antara lain : Proses memblok warna cenderung lebih cepat. Lukisan terlihat bersih dan cemerlang. Hanya membutuhkan cat minyak yang relatif sedikit. Cat minyak yang menempel di palet masih tetap bisa dipergunakan.

Teknik kering

Teknik kering merupakan kebalikan dari teknik basah. Melukis dengan menggunakan teknik kering berarti melukis tanpa menggunakan minyak cat (linseed oil). Teknik ini menggunakan kuas dalam keadaan kering dan tidak berminyak. Oleh karena itu, sebaiknya menggunakan cat yang baru dikeluarkan dari dalam tube. Teknik kering ini cocok untuk melukis dengan kesan volume dan keruangan, seperti realisme, naturalisme, dan surelisme. Kelebihan teknik kering antara lain : Cenderung lebih mudah membentuk objek dan kesan ruang dan volume. Mudah mengontrol proses pendetailan. Lebih mudah menghapus warna dengan cara menumpuk dengan warna lain. Selama melukis pandangan tidak akan terganggu dengan faktor cat yang mengkilat, serta cat akan lebih cepat kering.

Teknik campuran

(4)

B.Inggris Fisika Kumpulan Rumus Contoh Soal Soal Latihan UN Fisika Komputer Biologi Kumpulan Konsep Contoh Soal Soal Latihan UN Biologi B.Indonesia Kimia Kumpulan Rumus Contoh Soal Soal Latihan UN Kimia SBMPTN IPA Copyright © 2016. BBS | Privacy Policy |

Disclaimer Powered by Blogger

Sumber: http://bahanbelajarsekolah.blogspot.co.id/2015/01/teknik-melukis.html

Content is Courtesy of bahanbelajarsekolah.blogspot.com Contoh teknik dalam seni lukis di antaranya :

1.tempera

Pengertian kolase menurut kamus besar Bahasa Indonesia, komposisi artistik yang dibuat dari berbagai bahan (kain, kertas, kayu) yang

ditempelkan pada permukaan gambar (Depdiknas, 2001). Kolase juga merupakan karya seni rupa dua dimensi yang menggunakan bahan yang bermacam- macam selama bahan dasar tersebut dapat dipadukan dengan bahan dasar lain yang akhirnya dapat menyatu menjadi karya yang utuh dan dapat mewakili ungkapan perasaan estetis orang yang membuatnya,

sehingga menjadi karya seni rupa dua dimensi yang dirangkum, dapat

digolongkan / dijadikan bahan kolase. Kolase memiliki unsur- unsur seni rupa lain, yaitu unsur seni lukis dari bentuk dua dimensi yang datar dan

menggambarkan suatu bentuk tetapi diwakili oleh benda yang bermacam- macam sebagi pengganti garis, warna dan bidangnya . Garis, warna dan bidang sebagai unsur seni lukis yang kedudukannya diganti oleh barang- barang atau material sebagai unsur kolase. Misalnya dalam ungkapan sebuah kendaraan motor, obat nyamuk bakar menggambarkan roda, bollpoint bekas menggambarkan unsur kendaraanpada bagian sepak bor, batu baterai untuk menggambarkan tanki motor, bola lampu senter sebagai gambaran lampu sepeda motor dan lain- lain. Unsur seni kriya, kolase dalam pembuatannya memerlukan kesabaran yang tinggi dan ketrampilan

(5)

Unsur dekorasi kolase sangat sulit menggambarkan dengan gaya naturalis karna materialnya terdiri dari bahan – bahan yang beraneka dan berbentuk benda utuh, sehingga untuk menggambarkan bentuk elastis naturlis sangat sulit.

B. Mozaik

Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, mozaik adalah seni dekorasi bidang dengan kepingan bahan keras berwarna yang disususn dan

ditempelkan dengan perakekat (Depdiknas 2001).

Pengertian Mozaik yaitu pembuatan karya seni rupa dua atau tiga dimensi yang menggunakan material atau bahan dari kepingan – kepingan yang sengaja dibuat dengan cara dipotng- potong atau sudah dibentuk potongan kemudian disusun dengan , ditempelkan pada bidang datar dengan cara dilem. Kepingan benda- benda itu , antara lain : kepingan pecahan keramik, potongan kaca, potongan kertas , potongan daun,

potongan kayu. Untuk membuat garis kontur yang membaasi ruangan atau bidang tidak menggunakan pewarna yang dioleskan, tetapi

menggunakan tempelan- tempelan yang berbeda warna. Mozaik pada umumnya masih dianggap seni lukis karna disanmping siftanya yang dua dimensi, masih dibantu dengan gambar pada proses pembuatan polanya walaupun bahannya digunakan kertas, daun, biji- bijian , kepingan kaca, pecahan keramik dll. Mozaik dibuat dari bahan- bahan yang sifatnya leparan atau kepingan yang kemudian ditempel pada bidang datar sehingga menjadi sebuah gambar. Mozaik dapat diwakili ide dahulu, setelah ditentukan idenya kemudian cari bahannya baru menentukan idena karna harus berfikir

bagaimana caranya memadukan bahan- bahan yang bermacam- macam menjadi karya.

C. Montase

Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, montase adalah komposisi gambr gambar yang dihasilkan dari percampuran unsur beberapa sumber (Depdiknas 2001).

Karya montase dihasilkan dari mengeposisikan beberapa gambar yang sudah jadi dengan gambar yang sudah jadi lainnya. Gambar rumah dari majalah kemudian dipotong yang hanya diambil Gambar rumahnya saja kemudian ditempelkan pada permukaan alas gambar. Ini merupakan salah satu contoh sederhana dari karya montase.

(6)

II. MATERIAL KOLASE, MOZAIK, MONTASE, ALAT DAN BAHAN PEWARNAAN

Dalam pendidikan Seni Rupa material merupakan bahan dasar yang nantinya akan dibentuk, diubah menjadi karya dari salah satu cabang seni rupa yang merupakan buah ekspresi pencipta karya tersebut. Untuk

terjadinya sebuah karya seni rupa dibantu juga oleh alat untuk membantu jalannya proses bahan hingga menjadi sebuah karya.

Anak Tk adalah anak yang selalu aktif. Oleh karena itu, dalam

pembelajaran Kolase, Mozaik dan Montase disarankan mencari bahan dan alat yang tetap merangsang bagi siswa untuk membuat suatu karya dengan tetap memiliki rasa senang, agar anak tersebut beranggapan bahwa apa yang diberikan kepadanya adalah mainan untuk mereka. Untuk bahan dan alat yang dipergunakan pada pembelajaran Kolase, Mozaik, dan Montase pada umumnya adalah sebagai berikut :

A. Material Kolase

Pembahasan mengenai material ini membahas bahan-bahan apa yang cocok untuk digunakan dalam kolase, mozaik, dan montase secara umum dan secara khusus untuk pembelajaran di Taman Kanak-Kanak.

1. Material untuk Pembuatan Karya Kolase secara Umum

Kolase menuntut kreativitas dan ide yang lebih sulit dibandingkan dengan pembuatan karya seni rupa yang lain. Untuk menemukan ide dalam kolase , coba anda bayangkan benda-benda seperti obat nyamuk bakar, batu batry bekas, ball point bekas, bola lampu yang sudah rusak, sendok garpu, tutup gelas, kancing baju, kelereng, komponen elektronik yang rusak, bagaimana cara memadukan benda-benda tersebut agar menjadi sebuag karya seni. Anda dituntut untuk teliti serta dengan kesabaran yang tinggi dalam

menciptakan karya kolase ini, selama anda memiliki keinginan dan kemauan yang tinggi akan mudah anda lakukan.

Benda-benda tersebut dapat anda temple pada sebuah papan, triplek atau bahan datar apa saja baik dengan di lem, dipaku atau diikat sehingga menjadi sebuah kesatuan yang berupa karya seni kolase. Contoh ini hanya sebagian dari material kolase yang disebutkan dan masih banyak lagi,

sehingga dapat kita katakana bahwa material untuk karya seni kolase adalah benda apapun yang dapat dipadukan sehingga menjadi sebuah karya seni rupa kolase. Baik dengan cara ditempelkan pada papan dengan di lem, dipaku, diikat atau dengan cara apapaun, dapat juga dengan cara tidak ditempel pada papab melainkan dengan cara disusun menjadi bentuk tiga dimensi.

(7)

POSTED BY SEPTIANI ASHARI POSTED ON 9:36 PM WITH NO COMMENTS

Seni lukis adalah seni yang mengekspresikan pengalaman artistik seorang seniman melalui bidang dua dimensi. Para seniman lukis memanfaatkan unsur bidang, warna, tekstur, bentuk, nada, komposisi, dan ritme serta ungkapan ide, gagasan, tema, isi, dan perasaan untuk membuat sebuah karya seni. Kreatifitas dalam mengolah bahan dan media dalam melukis melahirkan teknik melukis tertentu yang sudah dipakai dari zaman pertengahan sehingga menambah keragaman karya seni lukis.

Beberapa teknik yang digunakan dalam melukis antara lain;

1. Lukisan Tempera

Teknik melukis ini sudah dikenal sejak jaman ranaissance. Lukisan dengan teknik ini dipakai untuk diterapkan di permukaan tembok atau dinding dan pada jamannya juga sebagai penolak bala seperti lukisan goa-goa. Cat yang dipakai untuk melukis diaduk dengan perekat yang biasanya terbuat dari

putih telur atau sagu.

2. Lukisan al fresco

Teknik lukisan ini diterapkan di dinding yang masih basah dengan ditaburi bahan perekat. Pigmen yang ditimpakan di atas plaster basah akan melekat sangat kuat sehingga hasil karya bisa dinikmati berpuluh tahun. Adonan ini harus dibuat dengan takaran yang tepat, sebab bila terlalu basah akan menyebabkan timbulnya jamur, dan bila terlalu kering akan menyebabkan pigmen tidak bisa tertempel kuat. Desain fresko biasanya dibuat pada bagian atas kertas yang kemudian dilubangi, ditempelkan ke atas plaster basah, dan ditaburi pigmen gelap yang kemudian membuat pola desain yang persis sama dengan rancangan semula. Lukisan harus dibuat secepat mungkin sebelum adonan plester mengering sehingga saat sebagian air diserap oleh dinding, pigmen yang ada juga ikut terserap dengan kuat. Lukisan dengan teknik ini yang terkenal adlukisan di istana Vatikan.

3. Lukisan al secco

Hampir sama dengan teknik al fresco, hanya saja teknik al secco dipakai pada dinding yang sudah kering. Teknik lukisan ini pernah dibuat oleh Leonardo da Vinci berjudul The Last Super di gereja Santa Maria di kota Milan Italia.

4. Mozaik

(8)

objek tertentu. Bahan yang bisa digunakan untuk teknik ini antara lain pecahan keramik, porselen, potongan kertas, atau bisa juga menggunakan batu yang beraneka warna dan kayu. Mozaik yang memakai potongan kayu sebagai bahan lukisannya disebut intersia. Lukisan intarsia sering pula disebut dengan “Intarsian Malerei”. Lukisan intersia adalah bentuk lukisan dekoratif yang menggambarkan karya seni ukiran kayu atau seni tradisional dari kayu yang dijadikan obyek lukisan. Lukisan intersia muncul pada Era Biedermeier, sekitar tahun 1815, masa-masa akhir Perang Napoleon, dan 1848 (akhir masa Revolusi Eropa). Diyakini bahwa lukisan dekoratif selama periode ini digunakan untuk meniru furniture yang menggambarkan kemakmuran yang biasanya bertahtakan ornamen intarsia yang dikerjakan

dengan sangat teliti.

5. Lukisan Kaca

Lukisan Kaca

Lukisan kaca ini pertama kali dikembangkan pada zaman Gothic di Eropa sebagai bagian dari arsitektur. Sesuai dengan namanya, teknik lukisan ini menggunakan kaca. Akan tetapi, tidak hanya kaca, teknik lukisan kaca juga bisa menggunakan timah, kuningan dan tembaga sebagai penyambung sampai membentuk lukisan utuh. Lukisan kaca mencapai masa keemasan pada zaman renaisance sebagai hiasan pintu dan jendela bangunan besar seperti istana atau tempat ibadah. Di Indonesia sendiri teknik lukisan kaca awalnya berkembang sebagai sebuah seni industri rumahan di daerah Cirebon yang merupakan warisan yang dicontohkan oleh seniman asal Belanda.

6. Lukisan cat minyak (plakat)

(9)

mudah digunakan. Lukisan cat minyak menggunakan media kanvas, yaitu kain yang telah diberi cat dasar yang dicampur larutan lem sehingga tidak tembus ke belakang ketika dipakai melukis. Cara melukis di atas kanvas menggunakan cat minyak sebenarnya tidaklah rumit, hanya butuh ketelatenan dan kesabaran supaya hasil yang didapatkan juga optimal. Berikut cara melukis diatas kanvas;

1. Siapkan peralatan melukis seperti; kanvas, cat minyak, kuas, palet, pensil, penghapus, minyak untuk cat minyak dan peralatan lain.

2. Buat sketsa gambar yang ingin kita lukis

3. Mulailah mencampur warna yang akan digunakan dengan beberapa palet agar mudah dalam pencampurannya. Jangan lupa pisahkan juga warna yang cerah dengan warna yang gelap di palet yang berbeda.

4. Pilihlah kuas yang ujungnya runcing untuk gambar yang mendetail, dan pinggiran, kuas dengan ujung kotak untuk mengeblock, atau sesuaikan ukuran kuas sesuai gambar anda. Gunakan kuas yang banyak agar tidak tercampur-campur.

5. Letakkan kanvas ditempat atau posisi yang nyaman untuk melukisnya.

6. Perhatikan pencahayaan di ruangan tempat melukis.

7. Bagi pemula, jangan takut untuk melukis atau menaruh warna, karena cat minyak apabila sudah kering, bisa ditumpuk dengan warna lainnya.

8. Apabila diperlukan, jangan ragu untuk menggunakan benda-benda lain yang ada di sekitar kita untuk gambar yang sangat mendetail misalnya : cotton buds, tusuk gigi dll

9. Gunakan gradasi warna agar gambar yang kita buat menjadi hidup. Misalnya kita ingin membuat lukisan pemandangan dan akan menggambar pohon, pertama gunakan warna hijau muda, lalu tumpuk dengan hijau tua, lalu setelah kering tumpuk dengan warna kuning, lalu warna hitam untuk bayangannya.

(10)

7. Lukisan cat air (Aquarel) Teknik aquarel adalah teknik melukis dengan sapuan tipis sehingga hasilnya transparan. Media yang digunakan untuk bahan cat air adalah kertas, papyrus, kulit, kain, kayu, atau kanvas. Cat air dibuat dari pigmen halus atau serbuk warna (dye) yang dicampur dengan gum arabic sebagai bahan baku, serta gliserin atau madu untuk menambah kekentalan dan daya rekat pigmen warna ke permukaan. Kelebihan cat air adalah tidak berbau, mudah

dibersihkan, dan cepat kering.

8. Lukisan acrylic

Adalah lukisan dengan bahan acrylic yang menghasilkan warna cerah dan menyala. Acrylic terbuat dari plastik berbasis polietilen yang akan mengeras ketika kering. Berbagai macam pigmen kemudian ditambahkan ke dalam emulsi polimer acrylic untuk mendapatkan berbagai warna cat yang berbeda. Dengan kata lain, cat acrylic merupakan cat plastik yang tersedia dalam bentuk pasta dan dikemas dalam kemasan tube. Lukisan dengan teknik ini biasanya digunakan untuk berbagai eksperimen pada media seperti sepatu, tas atau berbagai bahan lainnya.

9. Lukisan batik

Lukisan batik tekniknya hampir sama dengan tata cara membatik yaitu dengan menutupi permukaan kain dengan lilin atau malam batik. Kain yang tertutup lilin inilah yang akan membentuk titik atau garis bidang serta ruang sebelum menjadi sebuah gambar. Hasil akhirnya dicelupkan kedalam larutan pewarna.

Membuat karya seni merupakan wujud ekspresi dari suatu ide atau gagasan. Ide adalah hasil pemikiran yang berasal dari sebuah inspirasi atau imajinasi. Gambaran yang tertangkap melalui ruang imajinasi seseorang dapat diwujudkan dalam bentuk karya seni.

(11)

d. Lukisan azalejo………5 lebar, dan tinggidapat dilihat dari berbagai arah. Contohnya adalah patung, wayang golek,diorama, arsitektur, meja, dan kursi.

Secara umum seni rupa terbagi dua cabang, yaitu seni rupa murni (pure art/fine art) dibuat dengan fungsi keindahan. Contohnya adalah seni patung dan seni lukis.Dan seni murni terapan (appied art),dibuat bukan hanya fungsi keindahan, namun dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya ukiran kursi, vas bunga, tas dan kipas.

1. Seni Lukis

Seni lukis adalah seni yang mengekspresikan pengalaman artistic seorang seniman melaluibidang dua dimensi. Para seniman seni lukis memanfaatkan unsure bidang, warna, tekstur, bentuk, nada, komposisi, dan ritma serta ungkapan ide, gagasan, tema, isi, dan perasaan untuk membuat sebuah karya seni.

(12)

a. LUKISAN AL FRESCO

Fresco oleh Dionisius.

Al Fresco adalah teknik melukis pada dinding dengan menimpakan pigmen pada plaster dinding yang baru dilapisi. Kemudian definisi ini sedikit berubah karena Leonardo da Vinci memperkenalkan teknik baru dengan menimpakan pigmen warna kepada lapisan yang telah kering dengan sedikit modifikasi.

(13)

sehingga hasil karya bisa dinikmati berpuluh tahun. Adonan ini harus dibuat dengan takaran yang tepat, sebab bila terlalu basah akan menyebabkan timbulnya jamur, dan bila terlalu kering akan menyebabkan pigmen tidak bisa tertempel kuat.

Lukisan ini termasuk jenis lukisan dinding(mural). Al-fresco sendiri mengandung arti fresh atau segar. Teknik melukisnya dikerjakan dengan teknik tempera yang dibuat pada saat tembok masih dalam keadaan basah. Kemudian dilapisi dengan “lepa” sehingga catnya mudah meresap dan tahan lama. Lukisan ini berkembang pada zaman Renaissance yang dilukiskan pada dinding gereja.

Desain fresko biasanya dibuat pada bagian atas kertas yang kemudian dilubangi, ditempelkan ke atas plaster basah, dan ditaburi pigmen gelap yang kemudian membuat pola desain yang persis sama dengan rancangan semula. Lukisan harus dibuat secepat mungkin sebelum adonan plester mengering sehingga saat sebagian air diserap oleh dinding, pigmen yang ada juga ikut terserap dengan kuat.

Contoh fresko

 Lukisan di langit-langit Kapel Sistina oleh Michaelangelo  Last Judgement oleh Michaelangelo

 The Last Supper oleh Leonardo da Vinci  Villa Farnesina oleh Raphael

(14)

Pengertian Seni Lukis Al Secco - Al Secco ialah lukisan yang menggunakan lapisan dinding yang sudah kering, warna / cat yang digunakan diramu dengan emulagi telur. Media yang digunakan untuk lukisan Al Secco sama dengan lukisan Al-Fresco, namun lukisan Al Secco dilukis setelah temboknya telah kering. Contohnya lukisan Leonardo Da Vinci berjudul The Last Super menghiasi gereja St. Maria Delle Grazie di Milan trend untuk saat ini. Lukisan ini mempunyai keistimewaan sendiri, walaupun terkesan tidak mempunyai bentuk baku, tetapi emulsi (campuran antara air dan lemak). Ada dua jenis tempera, yaitu tempera kuning telur dan tempera kazein (zat protein pada susu/ bahan pembuat keju). Bahan pengencernya

adalah air, tetapi setelah kering tidak lagi larut dalam air. Penggunaannya pada kain, kertas, panil kayu dan kanvas.

Lukisan tempera telah dijumpai pada hiasan sarcophagi Mesir Purba. Banyak daripada potert mummi Fayum menggunakan tempera, kadang kala bersama dengan lukisan Encaustic.

(15)

pada Gua Bagh antara lewat abad ke-4 dan ke-10 Masihi dan pada abad ke-7 di perlindungan batu Ravan Chhaya, Orissa.[2]

Teknik seni ini dikenali dari dunia klasik, di mana ia nampaknya telah menggantikan lukisan encaustik dan merupakan medium utama yang digunakan untuk lukisan panel dan manuskrip bergambar dalam dunia Byzantine dan zaman pertengahan dan awal kebangkitan Eropah. Lukisan tempera adalah merupakan medium lukisan panel utama bagi hampir setiap pelukis semasa tempoh kebangkitan Eropah Zaman Pertengahan dan awal. Sebagai contoh, setiap panel yang masih ada dari lukisan oleh Michelangelo adalah tempera

d. LUKISAN AZALEJO

(16)

e. LUKISAN MOZAIK pembuatan karya seni rupa dua atau tiga dimensi yang menggunakan material atau bahan dari kepingan – kepingan yang sengaja dibuat dengan cara dipotng- potong atau sudah dibentuk potongan kemudian disusun dengan , ditempelkan pada bidang datar dengan cara dilem. Kepingan benda- benda itu , antara lain : kepingan pecahan keramik, potongan kaca, potongan kertas , potongan daun, potongan kayu. Untuk membuat garis kontur yang membaasi ruangan atau bidang tidak menggunakan pewarna yang dioleskan, tetapi menggunakan tempelan- tempelan yang berbeda warna. Mozaik pada umumnya masih dianggap seni lukis karna disanmping siftanya yang dua dimensi, masih dibantu dengan gambar pada proses pembuatan polanya walaupun bahannya digunakan kertas, daun, biji-bijian , kepingan kaca, pecahan keramik dll. Mozaik dibuat dari bahan- bahan yang sifatnya leparan atau kepingan yang kemudian ditempel pada bidang datar sehingga menjadi sebuah gambar. Mozaik dapat diwakili ide dahulu, setelah ditentukan idenya kemudian cari bahannya baru menentukan idena karna harus berfikir bagaimana caranya memadukan bahan- bahan yang bermacam- macam menjadi karya

(17)

Pengertian Seni Lukis Intersia - Lukisan intersia adalah bentuk lukisan dekoratif yang menggambarkan karya seni ukiran kayu atau seni tradisional dari kayu yang dijadikan obyek lukisan. Lukisan intarsia sering pula disebut dengan “Intarsian Malerei”.

Intersia adalah teknik kerajinan kayu yang berawal dari karya seni Italia. Mungkin lebih tepat jika kita artikan sebagai proses pembuatan karya seni gambar mozaik dengan menambahkan material-material eksotik dari alam ke atas karya seni kayu.

Menurut orang-orang Italia, istilah “Intersia” berasal dari bahasa Latin “interserere” yang artinya “memasukkan atau proses menghias dan mentahtakan kayu”.

Asal Mula Lukisan Intersia

(18)

Lukisan intersia tekniknya sama dengan mozaik, hanya bahan yang ditempelkan berupa kayu tipis atau kulit kayu pada papan yang diberi warnawarni. Lukisan ini banyak ditemukan di Jepang, Tiongkok, dan Swiss.

g. LUKISAN KOLASE

(19)

Pengertian Seni Lukis Kolase - Seni lukis Kolase adalah sebuah cabang dari seni rupa yang meliputi kegiatan menempel bahan bekas / potongan-potongan kecil berbagai macam benda seperti potongan kertas, kain, kaca logam atau kain yang direkatkan pada suatu permukaan sehingga membentuk sebuah desain atau rancangan tertentu.

Ada yang berpendapat bahwa, seni lukis kolase adalah kreasi aplikasi yang di buat dengan menggabungkan teknik melukis dan menempel. Sedangkan pendapat lain mengatakan bahwa Seni lukis kolase adalah melukis dengan cara menempel atau melekat. Dengan kata lain, kolase adalah suatu karya seni rekat-merekat.

Dalam seni lukis kolase bentuk asli dari material yang digunakan harus tetap terlihat, jadi kalau menggunakan kerang-kerangan atau potongan-potongan foto, benda bekas, material tersebut harus masih dapat dikenali bentuk aslinya walau sudah dirakit menjadi satu kesatuan.

Sejarah seni lukis kolase berkembang pesat di Venice, Italia, kira-kira pada abad 17. selanjutnya seni ini kian berkembang di Perancis, Inggris, Jerman dan kota-kota lain di Eropa. Seni lukis Kolase menjadi media yang digemari kalangan seniman disebabkan keunikan tampilannya yang menuntut kreativitas tinggi. Pelukis Pablo Picasso, Georges Braque dan Max Ernst terkenal dengan karya lukis memakai teknik kolase kertas, kain dan berbagai objek lainnya.

Kolase adalah komposisi artistik yang dibuat dari bermacam-macam bahan, seperti kertas, kain, kaca, logam, kayu, dan lainnya yang ditempelkan pada permukaan gambar. Kolase adalah karya seni rupa dua dimensi yang menggunakan bermacam-macam macam paduan bahan. Selama bahan itu dapat dipadukan dengan bahan dasar, akan menjadi karya seni kolase yang dapat mewakili persaan estetis orang yang membuatnya.

(20)

Dalam sejarahnya, seni kolase berkembang pesat di Venice, Italia, kirakira pada abad 17. Selanjutnya seni ini kian berkembang di Perancis, Inggris, Jerman, dan kota-kota lain di Eropa. Kolase menjadi media yang digemari kalangan seniman karna unik dan menuntut kreativitas tinggi. Pelukis Pablo Picasso, Georges Braque dan Max Ernst terkenal dengan karya lukis memakai teknik kolase kertas, kain dan bermacam-macam objek lainnya. Henri Mattise adalah salah satu seniman yang beralih kepada seni kolase saat jari-jari tangannya terserang arthritis sehingga tidak mampu melukis lagi.

Pemanfaatan bahan baku kolase yang bermacam-macam akan menghasilkan karakter bentuk kolase yang unik dan menarik yang dapat dibedakan menjadi : kolase dua dimensi dan kolase tiga dimensi untuk fungsi yang berbeda.

Unsur-unsur rupa yang terdapat pada kolase antara lain :

 Titik dan Bintik: titik adalah unit unsur rupa yang terkecil yang tidak mempunyai ukuran panjang dan lebar, sedang bintik adalah titik yang sedikit lebih besar. Unsur titik pada kolase dapat diwujudkan dari butir-butir pasir laut. Sedang bintik dapat diwujudkan dari lada atau biji-bijian yang berukuran kecil dan sejenisnya.

 Garis: adalah perpanjangan dari titik yang mempunyai ukuran panjang namun relatif tidak mempunyai lebar. Ditinjau dari jenisnya garis dapat dibedakan menjadi: garis lurus, garis lengkung, garis putus-putus dan garis spiral. Unsur garis pada kolase dapat diwujudkan dari potongan kawat, lidi, batang korek, benang dan sebagainya.

 Bidang: adalah unsur rupa yang terjadi sebab pertemuan beberapa garis. Bidang dapat dibedakan menjadi bidang horizontal, vertikal, melintang. Aplikasi unsur bidang pada kolase bisa berupa bidang datar (2D) dan bidang bervolume (3D).

 Warna: adalah unsur rupa yang penting dan salah satu wujud keindahan yang dapat dicerap oleh indera penglihatan manusia. Warna secara nyata dapat dibedakan menjadi warna primer, sekunder dan tertier. Unsur warna pada kolase dapat diwujudkan dari unsur cat, pita/renda, kertas warna, kain warna-warni dan sebagainya.

(21)

Pengertian Lukisan Cat Minyak - Lukisan minyak adalah proses mengecat dengan pigmen yang dicampurkan dengan medium yang terdiri dari minyak pengering. minyak pengering yang biasa digunakan termasuk minyak biji rami, minyak biji popi, minyak walnut dan minyak safflower. Minyak ini boleh direbus dengan resin, seperti resin pain atau kemenyan untuk mewujudkan varnis; yang dihargai untuk kelikatan dan gloss. Minyak yang berbeza memberikan pelbagai sifat kepada cat minyak, seperti kurang kekuningan dan masa pengeringan yang berbeza. Perbezaan tertentu juga dilihat dalam kilauan cat bergantung kepada jenis minyak. Artis mungkin menggunakan beberapa minyak yang berbeza dalam lukisan yang sama bergantung pada pigmen tertentu dan kesan yang diingini. Cat itu sendiri juga membentuk kelikatan tertentu bergantung kepada medium.

Walaupun cat minyak pertama kali digunakan dalam Lukisan Buddha oleh pelukis India danCina di barat Afghanistan sekitar antara abad kelima dan kesepuluh, ia tidak begitu populariti sehingga abad ke-15. Amalan tersebut mungkin telah berhijrah ke arah barat pada Zaman Tengah. Cat minyak akhirnya menjadi medium utama yang digunakan untuk mencipta karya seni apabila kelebihannya menjadi terkenal. Peralihan ini bermula dengan lukisan Awal Netherlandish di utara Eropah, dan dengan kemuncak Renaissance teknik lukisan minyak telah hampir sepenuhnya menggantikan cat tempera di kebanyakan Eropah.

Media yang digunakan untuk melukis adalah kanvas, triplek, atau kertas. Alat yang digunakan untuk melukis adalah kuas atau pisau palet. Cat minyak yang digunakan biasanya dijual dalam bentuk kemasan(tube) salah satu pelukis Indonesia yang menggunakan cat minyak adalah Ivan Sagito.

(22)

Pengertian Lukisan Cat Air - Cat air atau Watercolor dalam bahasa inggris atau watercolour (Commonwealth dan Irlandia), yang biasa juga disebut dengan istilah akuarel adalah sebuah metode dan teknik dalam membuat karya lukisan. Cat air adalah media atau karya seni yang dihasilkan di mana cat terbuat dari pigmen warna yang larut dalam air. Dukungan tradisional dan paling umum untuk lukisan cat air adalah kertas, namun lukisan sat air bisa juga dibuat diatas, kulit kayu papirus, plastik, vellum atau kulit, kain dan kanvas. Cat air biasanya transparan, Teknik transparan ini cenderung lebih sulit dibanding media lain, cat minyak umpamanya. Pelukis cat air harus kosentrasi penuh ketika berkarya, tidak boleh ada kesalahan dalam proses penciptaan. Sekali salah menyapukan warna pada permukaan kertas, lukisan gagal. Cat air yang sudah digoreskan tidak bisa ditimpa lagi dengan warna lain. Teknik melukis seperti ini disebut juga dengan teknik allaprima. namun meskipun transparan lukisan cat air bisa menghasilkan karya lukis yang muncul bercahaya karena pigmen yang ditetapkan dalam bentuk yang relatif murni, meskipun lukisan cat air atau Watercolor juga bisa dibuat buram dengan menambahkan putih Cina.

(23)

dari warna paling terang, hingga warna yang lebih gelap. Jika warna gelap dimulai lebih dahulu, efeknya akan kusam.

Cat Water color terdiri dari empat bahan utama:

 pigmen , alami atau sintetis, mineral atau organik;

 arabic gum sebagai pengikat untuk memegang pigmen dalam suspensi dan memperbaiki pigmen ke permukaan lukisan;

 aditif seperti gliserin , empedu sapi , madu , pengawet: untuk mengubah viskositas, bersembunyi, daya tahan atau warna campuran pigmen dan kendaraan, dan

 pelarut, zat yang digunakan untuk mengencerkan atau mengencerkan cat untuk aplikasi dan yang menguap ketika cat mengeras atau mengering.

j. LUKISAN PASTEL (OIL PASTEL)

(24)

Jika digosokkan ke kertas yang cukup kasar, ikatan tersebut akan lepas dan serbuk warna akan menempel ke kertas.Warna-warna pastel cemerlang, hampir menyamai cat minyak. Hanya saja kelemahannya adalah tidak menempel terlalu kuat. Sedikit getaran bisa merontokkan ikatan dengan kertas. Untuk itu biasanya diberikan fixative.

Pastel memberikan warna yang sangat kuat jika dilapiskan di atas warnakomplementernya. Namun menjadi sangat lemah jika ditimpakan di atas warna analogus. Selain itu warna-warna gelap menjadi tidak kuat jika ditimpakan di atas warna terang.Sangat sulit untuk menghapus warna pastel secara sempurna. Biasanya yang dihasilkan dengan mengesekkan penghapus di atas pastel malah efek smudge.Untuk mengatasi kelemahan pastel kapur konvensional, dikembangkan pula pastel minyak. Pastel ini merekat kuat di berbagai media, seperti kanvas, hardboard, atau tripleks.

k. LUKISAN ARANG (CONTE)

(25)

gelap terang, menggunakan sapuan tangan, kuas, digosok menggunakan kertas ataupun kain.

Kelebihan arang ialah menghasilkan kesan gelap yan maksimum, lembut, lebih tepat dan tajam, lorekan yang tegas dan mampu melukis area yang luas dengan waktu yang singkat.

Kelemahannya, lukisan mudah kotor jika tersentuh sehingga perlu dilapisi menggunakan cat semprot transparan / clear.

l. LUKISAN KACA (GLASS PAINTING)

(26)

Pengertian Lukisan Kaca – lukisan yang dibuat dengan menempelkan bagian kaca yang satu dengan kaca yang lain dengan bantuan timah. Kaca-kaca tesebut dibentuk dan ditempelkan sesuai dengan pola tertentu dengan warna-warna yang beragam. Lukisan kaca berkembang pada zaman Ghotic di Eropa dan digunakan untuk menghiasi gereja-gereja Katolik. Lukisan kaca dapat juga dibuat dengan cara dilukis dengan menggunakan cat minyak. Caranya adalah melukis terbalik sehingga hasilnya berada dibelakang kaca. Di Indonesia lukisan ini berkembang pesat di daerah Trusmi Cirebon ( Jawa Barat).

m. LUKISAN BATIK (BATIK PAINTING)

(27)

Pengertian Lukisan Batik – lukisan batik adalah,Batik merupakan lukisan di atas kain yang digunakan sebagai bahan dasar pembuatan pakaian. Pada awalnya, batik hanya dikenal oleh kalangan keraton.lukisan Batik terdiri dari berbagai motif dan setiap motif merupakan simbol bagi pemakainya, seperti motif-motif parang dan kawung yang hanya boleh dikenakan oleh keluarga kerajaan. Pada perkembangannya, batik menyebar ke kalangan masyarakat umum.

media bahan, pemrosesan dan pewarnaan seperti halnya pada pembuatan batik.Lukisan batik dibuat dengan cara hampir sama dengan membuat batik pada kain. Perbedaannya terletak pada bahan dan alat yang digunakan. Jika membuat batik pada kain diperlukan kain, lilin cair, dan canting, sedangan membuat lukisan batik diperluan kain,dan cat berupa napthol dn indigoso. Hasil lukisan batik itu lebih ekspresif dibandingkan dengan batik yang dibuat menggunakan canting.

2. Seni Patung

Seni patung merupakan suatu bentuk pengungkapan pengalaman artistik seniman yang ditampilkan dalam wujudkarya tiga dimensi (trimatra). Hasil karya ini dapat dilihat dari berbagai sudut pandang.

A. Bahan dan Teknik Pembuatan Patung.

Untuk membuat sebuah patung ada beberapa bahan dan teknik yang di gunakan. Berikut ini diantaranya :

(28)

terbuat dari logam. Semnetara yang terbuat dari bahan keras logam seperti perunggu, kuningan, emas, perak, tembaga, besi bisa dilakukan dengan teknik cor (bivalve dan a cire perdue), tempa, patri, dan las tuang.

2) Bahan palstis : dapat berupa tanah liat, semen, plastisin, lilin, bubur kertas, sabun, dan gips. Patung dari bahan plastis bisa dibuat dengan teknik membentuk, membutsir, mencetak, nodelling, coiling, pijit, dan slabing.

B. Bentuk dan Wujud Seni Patung

Berikut ini beberapa bentuk dan wujud patung :

Bagian kop : pembuatan patung yang hanya menggambarkan bagian kepala saja.

Bagian buste : merupakan pembuatan patung yang menggambarkan bagian dada atau bentuk dada dan kepala.

Bagian torso : merupakan pembuatan patung yang menggambarkan badan.

C. Teknik Membuat Patung

(29)

1) Teknik mengecor : adalah teknik yang dipakai jika media yang digunakan bersifat cairan. Sebelum mengecor seorang pematung harus membuat cetakan terlebih dahulu. Untuk mendapat cetakan, pematungharus membuat model patung jadi atau model positif, setelah itu pematung membuat cetakan negatif. Bahan yang digunakan untuk membuat patung berbeda dengan bahan untuk membuat cetakannya. Contohnya, jika bahan yang digunakan untuk membuat patung adalah logam, maka bahan untuk embuat cetakannya adalah gips atau tanah liat. Hal yang perlu diperhatikan dalam membuat cetakan adalah bagian yang satu dengan yang lain diusahakan tidak terkunci, supaya mudah dilepas. Ada dua jenis cetakan teknik mengecor patung menggunakan teknik, yaitu :

a. Bivalve yaitu teknik mengecor dengan cetakan yang dapat dibongkar pasang. Teknik ini dipakai untuk mendapatkan hasil dalam jumlah banyak dengan model yang sama.

b. A cire perdue dipakai hanya untuk mendapatkan satu hasil, sekali pakai. Cetakan terbuat dari bahan yang mudah dipecahkan seperti tanah liat, gips.

2) Teknik modeling : adalah teknik membuat suatubentukdengan caramemijit, meremas, dan membentuk sesuai yang diinginkan. Bahan yang digunakan adalah bahan yang bersifat plastis seperti, tanah liat, platisin, lilin, dan bubur kertas.

3) Teknik Konstruktif (Menempel) : teknik membuat patung dengan cara menempelkan bagian yang satu dengan yang lain sedikit demi sedikit sehingga menjadi sebuah karya patung. Bahan yang dipergunakan bervariasi, bisa tanah liat, lilin, logam, dan bubur kertas.

B. Sikap Apresiatif terhadap Karya Seni Murni

1 Seni Lukis

Dalam membuat sebuah karya seni lukis, para seniman menentukan tujuan pembuatan karya, antara lain :

a. Tujuan Religius : menjadikan lukisan yang dibuatnya sebagai pengabdian yang ditujukan kepada Tuhan, nenek moyang, atau para Dewa. Contohnya lukisan pada gua Leang-leang di Maros, Sulawesi selatan.

b. Tujuan Magis : menjadikan lukisan yang dibuat mendatangkan magis atau sihir. Lukisan tersebut bersifat primitif.

(30)

d. Tujuan Estetis : kegiatan melukis dengan semata-mata mengutamakan rasa keindahan saja sehingga lukisannya dapat dinikmati sebagai penghias dekorasi. Contohnya lukisan pemandangan.

e. Tujuan komersial : melukis dengan mengutamakan selera pembeli. Contohnya adalah para pelukis dijalan.

f. Tujuan Ekspresi : melukis untuk mengekspresikan perasaannya sendiri, tanpa melihat unsure-unsur lain.

2 Seni Patung

Dalam pembuatan seni patung, para seniman juga menentukan tujuan pembuatan karya-karyanya. Berikut ini beberapa diantaranya :

a. Tujuan Religius : untuk acara keagamaan. Contohnya arca-arca yang terdapat pada candi-candi yang metupakan perwujudan dari dewa.

(31)

http://syihabuddinn.blogspot.com/2013/01/macam-macam-lukisan-lukisan-cat-minyak.html http://sanggarpusara.bl ogspot.com/2010/02/krayon-atau-pastel-kering-pelangi.html

http://ms.wikipedia.org/wiki/Lukisan_minyak http://id.wikipedia.org/wiki/Fresko

Gambar

gambar. Teknik ini dulu banyak dipakai dalam kesenian Islam

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil tindakan tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran melukis still life buah media cat air pada mata pelajaran seni budaya dengan metode drill teknik

siluet. 4) Cat minyak ( acrylic ), untuk menggambar dengan menggunakan bidang gambar berupa kain. Sangat cocok untuk teknik blok, arsir, atau gradasi warna. Peralatan

Materi kuliah meliputi teori dan pengenalan media (bahan dan alat),teknik, pengamatan objek, pembuatan sket, melukis dengan objek bebas, dengan media cat air, cat minyak dan

ALAT : Berus lukisan , palet, dau, jari dan bahan lain yang sesuai. BAHAN : Kertas lukisan dan cat

· Buat karya tulis karyamu sendiri tentang perbandingan teknik berkarya seni rupa dua dimensi (misalnya, lukisan batik dengan lukisan dengan media kanvas) dari salah

Karya Paul Cezanne dengan Judul lukisan “A Lunch on Grass 1873” yang dibuat 1873 Sebuah karya yang dibuat dengan luapan emosi jiwa yang nampak dari karakter goresan cat

Bahan yang digunakan dalam melukis sebagai media dapat digolongkan menjadi dua bahagian: (1) bahan basah yakni: cat minyak, cat air, cat poster, cat akrilik, tinta

Secara perlahan, apabila anak penyandang autism melakukan kegiatan seni visual melalui kegiatan melukis maka bisa menyalurkan emosi positifnya dengan lebih