Seni Budaya Seni Rupa SMP KK C Prof

318  10 

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

Mata Pelajaran Seni Budaya/Seni Rupa

Sekolah Menengah Pertama (SMP)

GURU PEMBELAJAR

MODUL PELATIHAN GURU

KELOMPOK KOPETENSI C

Profesional :

Menggambar Benda Alam

Geometris dan Organis

Pedagogik :

Pengembangan Kurikulum

U PEMBELAJ

AR

MA

TA PELAJ

ARAN SENI R

UP

A SMP

KEL

OMPOK K

(2)

MENGGAMBAR BENDA ALAM

GEOMETRIS DAN ORGANIS

MATA PELAJARAN SENI RUPA

SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP)

Dwi Retno Sri Ambarwati, M.Sn.

(3)
(4)

Copyright 2016

Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan

c

Penulis : Dwi Retno Sri Ambarwati, M.Sn.

Editor Substansi : Drs. Banu Arsana, 081578896452, banu_arsana@yahoo.com Editor Bahasa : Drs. Sumarsono, M.M.

MENGGAMBAR BENDA ALAM

GEOMETRIS DAN ORGANIS

MATA PELAJARAN SENI RUPA

SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP)

(5)
(6)
(7)
(8)
(9)
(10)

SAMBUTAN DIRJEN GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ... iii

F. Saran Cara Penggunaan Modul ... 4

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGANTAR MENGGAMBAR BENTUK ... 7

A. Tujuan...7

B. Indikator Pencapaian Kompetensi ... 7

C. Uraian Materi ... 7

D. Aktivitas Pembelajaran ... 8

E. Rangkuman... 9

F. Latihan/ Tugas/ Kasus ... 9

G. Tindak Lanjut ... 10

KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 MENGGAMBAR PERSPEKTIF ... 11

A. Tujuan...11

B. Indikator Pencapaian Kompetensi ... 11

C. Uraian Materi ... 11

D. Aktivitas Pembelajaran ... 12

E. Latihan/ Tugas/ Kasus ... 13

F. Rangkuman... 13

(11)

F. Rangkuman... 21

G. Umpan Balik/ Tindak Lanjut ... 21

KEGIATAN PEMBELAJARAN 4 MENGGAMBAR BENDA ALAM GEOMETRIS SESUAI KARAKTER OBJEK ... 23

A. Tujuan...23

B. Indikator Pencapaian Kompetensi ... 23

C. Uraian Materi ... 24

D. Aktivitas Pembelajaran ... 24

E. Latihan/ Tugas/ Kasus ... 25

F. Rangkuman... 25

G. Umpan Balik/ Tindak Lanjut ... 26

KEGIATAN PEMBELAJARAN 5 MENGGAMBAR BENDA ALAM ORGANIS SESUAI KARAKTER OBJEK ... 27

A. Tujuan...27

B. Indikator Pencapaian Kompetensi ... 27

C. Uraian Materi ... 27

D. Aktivitas Pembelajaran ... 27

E. Latihan/ Tugas ... 28

F. Umpan balik/ Tindak Lanjut ... 29

G. Rangkuman... 29

GLOSARIUM 31 DAFTAR PUSTAKA ... 33

Lampiran 1. Uraian Materi Kegiatan Pembelajaran 1. ... 37

Lampiran 2.Uraian Materi Kegiatan Pembelajaran 2. ... 77

Lampiran 3.Uraian Materi Kegiatan Pembelajaran 3. ... 121

Lampiran 4.Uraian Materi Kegiatan Pembelajaran 4. ... 163

Lampiran 5.Uraian Materi Kegiatan Pembelajaran 5. ... 188

Lampiran 6.Kunci Jawaban Latihan/Kasus/Tugas Kegiatan Pembelajaran 1. . 207

Lampiran 7.Kunci Jawaban Latihan/Kasus/Tugas Kegiatan Pembelajaran 2. . 208

(12)

Gambar 1. Bagan Peta Kompetensi ... 3

Gambar 2. Teknik dusel bahan charcoal ... 16

Gambar 3. Teknik arsir pensil grafit ... 16

Gambar 4. Teknik arsir pensil warna ... 17

Gambar 5. Teknik arsir pastel ... 17

Gambar 6. Luksian di Gua Chauvet Grotte (Perancis) ... 37

Gambar 7. Lukisan di Gua, di Taman Nasional Kalkadu Australia Utara... 38

Gambar 8. Lukisan di Gua Altamira ... 39

Gambar 9. Lukisan di Gua Lascaux Prancis ... 39

Gambar 10. Lukisan dengan gaya Impresionistik ... 41

Gambar 11. Gambar ruang tidur ... 42

Gambar 12. Perbedaan antara form dan shape ... 43

Gambar 14. Almari dan meja merupakan contoh bentuk kubistis ... 47

Gambar 15. Caping da atap rumah (contoh bentuk kerucut dan piramid) ... 48

Gambar 16. Bentuk dasar bentuk kerucut dan piramid ... 48

Gambar 17. Bentuk-bentuk silindris di sekitar kita ... 48

Gambar 18. Bentuk-bentuk bulat di sekitar kita ... 49

Gambar 19. Bentuk-bentuk benda alam organis ... 49

Gambar 20. Gambar dengan model susunan buah dan tas ... 50

Gambar 21. Gambar dengan model buah ... 50

Gambar 22. Stilasi bentuk hewan dan tumbuhan ... 51

Gambar 23. Objek bawang merah ... 52

Gambar 24. Perspektif Ruang. ... 53

Gambar 25. Half Tone dalam lukisan Starry Night (Van Gogh) ... 54

Gambar 26. Beberapa karakter benda yang berbeda ... 55

Gambar 27. Berbagai teknik arsir dengah pensil sesuai sifat bahan ... 56

(13)

Gambar 35. Komposisi objek gambar ... 60

Gambar 36. Komposisi objek yang selaras antara tinggi dan rendah dan bentuk objek ... 61

Gambar 37. Komposisi layout meruncing di atas ... 62

Gambar 38. Komposisi layout arah diagonal ... 62

Gambar 39. Komposisi layout mengarah ke kanan ... 63

Gambar 40. Pembagian proporsi objek dengan garis bantu proporsi ... 64

Gambar 41. Pemandangan... 65

Gambar 42. Golden Section pada bangunan Parthenon ... 65

Gambar 43. Golden Section pada wajah dan jari manusia ... 66

Gambar 44. Keseimbangan simetris ... 67

Gambar 45. Gambar bunga dengan keseimbangan simetris ... 68

Gambar 46. Balance pada lukisan pemandangan ... 69

Gambar 47. Komposisi yang mempertimbangkan unity ... 70

Gambar 48. Komposisi yang ritmis ... 72

Gambar 49. Komposisi yang tidak ritmis ... 72

Gambar 50. Dua ekor burung sebagai Point of interest ... 73

Gambar 51. Kupu jadi point of interest ... 73

Gambar 52. Komposisi gambar peralatan minum ... 75

Gambar 53. Lukisan Kamasan (Lukisan Tradisional Bali) yang tidak ... 78

Gambar 54. Pembagian gambar pada lukisan tradisional ... 78

Gambar 56. Relief Panel di Candi Borobudur ... 79

Gambar 57. Prinsip perspektif ... 80

Gambar 58. Rel Kereta api untuk menggambarkan perspektif ... 81

Gambar 59. Contoh Diminution ... 84

Gambar 60. Contoh Diminution ... 84

Gambar 61. Banda sejajar dengan mata pengamat ... 86

Gambar 62. Benda miring dari mata pengamat ... 86

Gambar 63. Banda sejajar dengan mata pengamat ... 86

(14)

Gambar 68. Peti dari berbagai sudut pandang ... 92

Gambar 69. Kursi dari berbagai sudut pandang ... 93

Gambar 71. Perpektif dengan satu titik lenyap... 96

Gambar 72. Perspektif tas dan Power Clock ... 97

Gambar 73. Perspektif satu titik lenyap di atas garis cakrawala dan di bawah garis cakrawala ... 97

Gambar 74. Perspektif balok dan prisma dengan satu titik lenyap ... 98

Gambar 75. Perspektif almari dengan satu titik lenyap ... 99

Gambar 76. Perspektif satu titik lenyap dilihat dari tinggi rendahnya garis cakrawala ... 100

Gambar 77. Gedung dilihat dari atas (mata burung) ... 100

Gambar 78. Gedung bertingkat dilihat dari atas (mata burung) ... 101

Gambar 80. Perspektif dengan sudut pandang mata katak ... 103

Gambar 81. Kursi dan meja dengan sudut pandang mata katak ... 103

Gambar 83. Perspektif balok dua titik lenyap dalam berbagai posisi letak .... 106

Gambar 84. Perspektif dua kotak korek api ... 106

Gambar 85. Perspektif dua titik lenyap ... 107

Gambar 86. Urutan mengambar perspektif 2 titik lenyap ... 110

Gambar 87. Perspektif dengan titik lenyap terlalu dekat ... 110

Gambar 88. Perspektif dengan titik lenyap yang sudah dijauhkan ... 111

Gambar 89. Urutan penggambaran perspektif dua titik lenyap ... 113

Gambar 90. Kerangka perspektif bangunan ... 113

Gambar 91. Kerangka perspektif bangunan ... 114

Gambar 92. Perspektif gedung bertingkat digambar dengan perspektif dua titik hilang ... 115

(15)

Gambar 99. Perspektif ruang keluarga ... 119

Gambar 100. Perspektif ruang tamu ... 119

Gambar 101. Kertas merang ... 122

Gambar 102. Kertas Padalarang, warna putih kecoklatan ... 123

Gambar 103. Kertas manila ... 123

Gambar 104. Kertas Karton Duplex ... 124

Gambar 105. Kanvas ... 125

Gambar 106. Pensil mekanik ... 127

Gambar 107. Pensil grafit ... 127

Gambar 108. Contoh ketebalan pensil grafit ... 129

Gambar 109. Gambar mobil dengan menggunakan pensil grafit. ... 130

Gambar 110. Gambar sepatu dengan menggunakan pensil grafit ... 130

Gambar 111. Pensil Conte ... 131

Gambar 112. Charcoal dalam bentuk pensil ... 132

Gambar 113. Alat Dusel (Tortilon) ... 132

Gambar 104. Susunan benda dengan teknik dusel ...133

Gambar 115. Pensil Dermatograph . ... 133

Gambar 116. Pensil Warna ... 134

Gambar 117. Pensil Crayon ... 135

Gambar 118. Gambar bunga mawar dengan teknik linier dengan pensil ... 135

Gambar 119. Teknik Arsir dengan Pensil ... 136

Gambar 120. Pastel Minyak/ oil pastel ... 139

Gambar 121. Gambar jeruk menggunakan pastel ... 139

Gambar 122. Still life menggunakan pastel ... 140

Gambar 123. Warna-warna oil pastel ... 141

Gambar 124. Tekstur Oil Pastel ... 142

Gambar 125. Teknik Blending ... 142

Gambar 126. Teknik Layering ... 143

Gambar 127.Teknik Short Stroke ... 143

(16)

4.Fountain pen ... 146

Gambar 134. Peralatan gambar padamedia basah. ... 147

Gambar 135. Cat Minyak ... 148

Gambar 136. Lukisan dengan Teknik Block ... 149

Gambar 137. Lukisan cat minyak ... 150

Gambar 138. Teknik Aquarel dengan Cat Air ... 152

Gambar 139. Teknik pointilis menggunakan cat air ... 152

Gambar 141. Tinta Indian Ink/Oi ... 154

Gambar 142. Suzuri, kuas dan batangan tinta cina ... 154

Gambar 143. Tingkat gradasi warna dari tinta bak/China ... 156

Gambar 146. Teknik Blok menggunakan Tinta China/ Tinta Oi ... 157

Gambar 147. Teknik Pointilis menggunakan Tinta China/Tinta Oi ... 158

Gambar 148. Gambar Benda dengan Tinta China ... 159

Gambar 149. Cat Akrilik ... 159

Gambar 150. Proporsi gambar benda ... 165

Gambar 151. Tahapan menggambar benda ... 166

Gambar 152. Tahapan menggambar objek cangkir ... 167

Gambar 153. Macam-macam teknik arsir dengan pensil ... 169

Gambar 154. Tahapan menggambar susunan benda geometris dengan teknik arsir searah (hatchinga) dengan pena ... 170

Gambar 155. Tahapan menggambar cangkir dan mangkuk dengan pensil ... 171

Gambar 156. Tahapan menggambar botol munuman dengan pensil ... 171

Gambar 157. Gambar botol menggunakan pensil ... 172

Gambar 159. Gelas dengan pensil ... 173

Gambar 160. Gambar Botol menggunakan pensil ... 174

Gambar 161. Pohon dengan teknik Scribbling dengan pensil ... 175

Gambar 162. Gambar acuan: teko, cangkir ... 176

(17)

Gambar 169. Mangga menggunakan arsir dan blok warna. ... 179

Gambar 170. Menggambar komposisi benda geometris dengan pastel ... 181

Gambar 171. Langkah menggambar dengan pastel minyak dan charchoal ... 182

Gambar 172. Kuas khusus cat air ... 184

Gambar 173.Tahapan menggambar benda alam geometris dengan teknik Aquarel/transparan ... 184

Gambar 174. Palet cat minyak ... 185

Gambar 175. Tahapan menggambar komposisi botol dan buah ... 186

Gambar 176. Gambar acuan bintang laut dan kerang ... 188

Gambar 177. Sketsa struktur objek. ... 189

Gambar 178. Sketsa bentuk objek ... 189

Gambar 179. Mengarsir objek... 189

Gambar 180. Mengarsir area latar belakang ... 190

Gambar 181. Mempertegas bentuk objek dan latar belakang ... 190

Gambar 182. Model sepatu yang akan digambar... 191

Gambar 183. Tahapan menggambar objek sepatu ... 192

Gambar 184. Tahapan menggambar objek tanaman ... 194

Gambar 185. Tahapan menggambar bentuk buah-buahan ... 196

Gambar 186. Tahapan menggambar benda organis dengan pensil ... 197

Gambar 187. Teknik arsir Hatching ... 198

Gambar 188. Tahapan menggambar objek bebatuan ... 199

Gambar 189. Tahapan menggambar menggunakan teknik pointilis dengan pena (graphic pen) ... 200

Gambar 190. Tahapan menggambar susunan benda organis ... 201

Gambar 191. Teknik Aquarel dengan cat air ... 202

Gambar 192. Tahapan menggambar dengan cat air teknik pointilis ... 203

Gambar 193. Tahapan menggambar objek mengkilat dengan cat minyak ... 204

(18)

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Modul ini disusun untuk membantu guru dan tenaga kependidikan meningkatkan kompetensinya, terutama kompetensi profesional dan kompetensi pedagogik di bidang seni Budaya, khususnya seni rupa.. Modul tersebut digunakan sebagai sumber belajar (learning resources) dalam kegiatan pembelajaran tatap muka dan/atau pembelajaran jarak jauh.

Modul diperuntukkan bagi peningkatan kompetensi profesional dan pedagogik guru pada mata pelajaran Seni Budaya Bidang seni Rupa di SMP. Modul ini juga memuat contoh-contoh dan latihan-latihan yang relevan sehingga peserta diklat dapat menerapkan di lingkungan kerjanya; Dalam modul ini

peserta diklat

akan mempelajari tentang teknik menggambar benda alam geometris dan organis , serta cara penggambaran sesuai dengan karakter objek dalam teknik kering maupun basah.

Modul ini mempunyai keterkaitan erat dengan modul lain, seperti teori tentang menggambar benda alam geometris dan organis, menggambar ragam hias, menggambar model manusia, ilustrasi, dan sebagainya.

(19)

B. Tujuan

Setelah mempelajari modul ini diharapkan peserta Diklat dapat: 1. Menguraikan Pengertian menggambar

2. Menjelaskan Sejarah menggambar

3. Menjelaskan perbedaan menggambar dan melukis 4. Menguraikan prinsip-prinsip menggambar

5. Menjelaskan prinsip perspektif dalam menggambar

6. Menguraikan jenis-jenis perspektif sesuai dengan sudut pandang pengamat

7. Menguraikan keteknikan dalam menggambar benda alam geometris 8. Menguraikan keteknikan dalam menggambar benda alam organis 9. Menggambar beragam bentuk benda alam geometris dengan teknik

basah sesuai karakter objek

10. Menggambar beragam bentuk benda alam geometris dengan teknik kering sesuai karakter objek

Kompetensi Guru Mata pelajaran Seni Budaya SMP adalah sebagai berikut: 1. Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan (mencakup

materi yang bersifat konsepsi, apresiasi dan kreasi/ rekreasi) yang mendukung pelaksanaan pembelajaran seni budaya.

2. Menganalisis materi, struktur, konsep, dan pola pikir ilmu-ilmu yng relevan dengan pembelajaran seni budaya .

(20)

tahapan-D. Peta Kompetensi

Menggambar Benda Alam Geometris dan Organis

Pengantar Menggambar Bentuk

Menggambar Perspektif

Teknik Menggambar Benda Alam Geometris dan Organis

Sejarah Menggambar dan Pengertian Menggambar

Prinsip-prinsip Menggambar Bentuk

Prinsip-prinsip Menggambar Perspektif Jenis-jenis Perspektif

Menggambar Benda Alam Geometris Sesuai Karakter Objek

Menggambar Benda Alam Organis Sesuai Karakter Objek

Teknik Kering Teknik Basah

Teknik Kering Teknik Basah

(21)

E. Ruang Lingkup

Materi modul ini terdiri atas:

1. Materi kegiatan pembelajaran 1. Keteknikan dalam menggambar benda alam geometris dan organis Materi kegiatan pembelajaran 2 Menggambar beragam bentuk benda alam geometris dan organis sesuai dengan karakter objek.

2. Materi Kegiatan 2. Prinsip-prinsip perspektif.

3. Materi Kegiatan 3. Keteknikan dalam menggambar fauna .

4. Materi Kegiatan 4 Menggambar beragam bentuk benda alam geometris sesuai dengan karakter objek.

5. Materi Kegiatan 5 Menggambar beragam bentuk benda alam organis sesuai dengan karakter objek.

F. Saran Cara Penggunaan Modul

1. Pelajari daftar isi serta skema kedudukan modul dengan cermat dan teliti.karena dalam skema modul akan nampak kedudukan modul yang sedang Anda pelajari dengan modul-modul yang lain.

2. Kerjakan soal-soal dalam cek kemampuan untuk mengukur sampai sejauh mana pengetahuan yang telah Anda miliki.

3. Modul ini dibagi menjadi empat kegiatan belajar sebagai berikut : a. Kegiatan belajar 1

Menguraikan tentang pengantar menggambar benda alam geometris dan organis.

b. Kegiatan Belajar 2

Menguraikan tentang prinsip-prinsip perspektif. c. Kegiatan belajar 3

Menguraikan keteknikan dalam menggambar benda alam geometris dan organis.

d. Kegiatan belajar 4

(22)

e. Kegiatan belajar 5:

Menguraikan prosedur menggambar benda alam organis sesuai karakter objek

4. Anda dapat mempelajari keseluruhan modul ini dengan cara yang berurutan. Jangan memaksakan diri sebelum benar-benar menguasai bagian demi bagian dalam modul ini, karena masing-masing saling berkaitan.

5. Setiap kegiatan belajar dilengkapi dengan uji kepahaman dan uji kompetensi. Uji kepahaman dan uji kompetensi menjadi alat ukur tingkat penguasaan anda setelah mempelajari materi dalam modul ini. Jika anda belum menguasai 75% dari setiap kegiatan, maka anda dapat mengulangi untuk mempelajari materi yang tersedia dalam modul ini. 6. Apabila anda masih mengalami kesulitan memahami materi yang ada

dalam modul ini, silahkan diskusikan dengan teman atau guru anda. 7. Perhatikan langkah-langkah dalam melakukan pekerjaan dengan benar

untuk mempermudah dalam memahami suatu proses pekerjaan.

8. Pahami setiap materi teori dasar yang akan menunjang dalam penguasaan suatu pekerjaan dengan membaca secara teliti. Kemudian kerjakan soal-soal evaluasi sebagai sarana latihan.

9. Untuk menjawab tes formatif usahakan memberi jawaban yang singkat, jelas dan kerjakan sesuai dengan kemampuan Anda setelah mempelajari modul ini.

10. Bila terdapat penugasan, kerjakan tugas tersebut dengan baik dan bilamana perlu konsultasikan hasil tersebut pada pembimbing.

11. Catatlah kesulitan yang Anda dapatkan dalam modul ini untuk ditanyakan pada guru/pembimbing pada saat kegiatan tatap muka. 12. Bacalah referensi lainnya yang berhubungan dengan materi modul agar

(23)
(24)

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1

PENGANTAR MENGGAMBAR BENTUK

A. Tujuan

Setelah mengikuti kegiatan belajar 1 ini diharapkan peserta diklat dapat : 1. Memahami sejarah menggambar.

2. Memahami pengertian menggambar bentuk. 3. Memahami perbedaan menggambar dan melukis. 4. Memahami berbagai macam bentuk benda.

5. Memahami perbedaan bentuk benda alam organis dan geometris. 6. memahami prinsip-prinsip komposisi dalam menggambar.

B. Indikator Pencapaian Kompetensi

1. Peserta diklat dapat menjelaskan Sejarah Menggambar.

2. Peserta diklat dapat menyebutkan perbedaan menggambar dan melukis.

3. Peserta diklat dapat menyebutkan macam-macam bentuk benda. 4. Peserta diklat dapat menyebutkan perbedaan bentuk benda alam

organis dan geometris.

5. Peserta diklat dapat memahami perbedaan bentuk benda alam organis dan geometris.

6. Peserta diklat dapat memahami prinsip-prinsip komposisi dalam menggambar.

C. Uraian Materi

(25)

D. Aktivitas Pembelajaran

Setelah mempelajari materi tentang gambar bentuk, peserta dillatih melakukan kegiatan sebagai berikut:

1. Mengamati

a. Pengamatan berbagai ragam bentuk benda alam geometris dan organis.

b. Pengamatan ini perlu untuk dilakukan oleh peserta diklat agar dapat melatih kepekaan indra mata serta kepekaan rasa untuk dapat membuat karya gambar yang mencerminkan kreativitas. c. Berikut adalah kegiatan mengamati yang harus dilakukan.

d. Mengamati berbagai jenis dan ragam benda alam geometris dan organis.di lingkungan sekitar.

e. Mengamati karakteristik masing-masing bentuk benda alam geometris dan organis.di lingkungan sekitar

f. Mengamati karya gambar bentuk dengan objek benda alam geometris dan organis.dengan teknik kering

g. Mengamati karya gambar benda alam geometris dan organis.dengan teknik basah.

2. Mengidentifikasi

a. Mengidentifikasi berbagai bahan dan alat dalam menggambar benda alam geometris dan organis.dengan teknik kering

b. Mengidentifikasi berbagai bahan dan alat dalam menggambar benda alam geometris dan organis.dengan teknik basah.

c. Mencatat hasil pengamatan.

3. Mengeksplorasi/Eksperimen

a. Melakukan eksplorasi/eksperimen pembuatan gambar benda alam geometris dan organis. dengan teknik kering

(26)

c. Mencatat hasil eksplorasi/eksperimen pembuatan gambar

benda

alam geometris dan organis.

E. Rangkuman

1. Menggambar bentuk adalah cara mengambar dengan meniru

obyek dan mengutamakan kemiripan rupa.

2. Obyek gambar bentuk dapat berupa benda-benda mati, flora,

fauna, manusia atau alam benda.

3. Di dalam seni rupa terdapat bentuk geometris , organis (non

geometris), dan stilasi.

4. Prinsip-prinsip komposisi dalam menggambar bentuk meliputi:

kesatuan (unity), keseimbangan (

balance

), keselarasan

(

balance

), Penekanan, irama (

rhytm

), proporsi (

proportion

).

F. Latihan/ Tugas/ Kasus

Dalam test ini setiap peserta didik membaca dengan cermat dan teliti setiap butir soal dibawah ini. Kemudian berdasarkan uraian materi diatas tulislah jawabannya pada lembar jawaban test formatif yang telah disediakan. a. Jelaskan macam-macam bentuk benda!

b. Jelaskan perbedaan antara menggambar dan melukis! c. Jelaskan perbedaan antara benda geometris dan organis!

Tugas:

(27)

G. Tindak Lanjut

Setelah mempelajari isi modul ini didapat wawasan mengenai berbagai teknik dan prosedur dalam menggambar objek flora sesaui dengan karakter objke,,baik dengan teknik kering maupun basah, serta berbagai alat dan media yang bisa digunakan untuk mewujudkan gambar sesuai dengasn kesan yang diinginkan

Rencana pengembangan ke depannya, wawasan tentang teknik menggambar flora dengan teknik basah dan kering ini akan diimplementasikan dalam pembelajaran di kelas, khususnya bagi siswa Sekolah Menengah Pertama untuk meningkatkan wawasan peserta didik tentang menggambar.

Setelah mengerjakan soal latihan di akhir bab ini, Anda melakukan koreksi jawaban dengan menggunakan kunci jawaban yang tersedia untuk setiap bab dalam modul ini. Jika Anda dapat menjawab 100 % benar,maka Anda dianggap memenuhi ketuntasan dalam menguasai materi modul ini. Jika Anda menjawab kurang dari 100% benar,berarti Anda perlu mempelajari kembali modul ini dengan lebih baik.

Kasus:

Guru mengalami kesulitan dalam menjelaskan materi teori, alat, bahan, medium dan teknik menggambar bentu fauna yang mengharuskan memberikan contoh-contoh yang dapat menjadi acuan siswa dalam belajar. Untuk itu diperlukan Media presentasi untuk menjelaskan materi beserta tampilan visualnya.

Coba buatlah media power point yang berisi materi gambar

(28)

KEGIATAN PEMBELAJARAN 2

MENGGAMBAR PERSPEKTIF

A. Tujuan

Setelah mengikuti kegiatan belajar 1 ini diharapkan peserta diklat dapat : 1. Memahami pengertian Perspektif

2. Memahami berbagai macam bentuk benda dilihat dari sudut pandang yang berbeda.

3. Memahami prinsip-prinsip perspektif 4. Memahami jenis-jenis perspektif

5. Memahami kegunaan perspektif dalam menggambar bentuk

B. Indikator Pencapaian Kompetensi

1. Peserta Diklat dapat menyebutkan pengertian Perspektif.

2. Peserta Diklat dapat memahami berbagai macam bentuk benda dilihat dari sudut pandang yang berbeda.

3. Memahami prinsip-prinsip perspektif.

4. Peserta Diklat dapat menyebutkan dan memahami jenis-jenis perspektif.

5. Peserta Diklat dapat menyebutkan dan memahami kegunaan perspektif dalam menggambar bentuk.

C. Uraian Materi

(29)

D. Aktivitas Pembelajaran

Setelah mempelajari materi tentang Prinsip menggambar Perspektif, peserta dillat melakukan kegiatan sebagai berikut:

1. Mengamati

a. Pengamatan berbagai ragam bentuk benda alam geometris dan organis dari berbagai posisi.

b. Pengamatan ini perlu untuk dilakukan oleh peserta diklat agar dapat melatih kepekaan indra mata serta kepekaan rasa untuk untuk mengetahui perubahan bentuk secara perspektifis.

Berikut adalah kegiatan mengamati yang harus dilakukan.

a. Mengamati perubahan bentuk benda sesuai konsep perspektif

diminution, konvergensi, dan foreshortening dalam perspektif. b. Mengamati objek benda alam geometris dan organis.dengan dari

sudut pandang perspektif satu titik lenyap

c. Mengamati karya gambar bentuk dengan objek benda alam geometris dan organis.dengan sudut pandang perspektif dua titik lenyap.

2. Mengidentifikasi

a. Mengidentifikasi perubahan bentuk benda sesuai pronsip perspektif

diminution, konvergensi, dan foreshortening dalam perspektif

b. Mengidentifikasi objek benda alam geometris dan organis. dari sudut pandang perspektif satu titik lenyap

c. Mengidentifikasi objek benda alam geometris dan organis. dari sudut pandang perspektif dua titik lenyap

d. Mencatat hasil pengamatan.

3. Mengeksplorasi/Eksperimen

(30)

b. Mencatat hasil eksplorasi/eksperimen pembuatan gambar benda alam geometris dan organis secara perspektif

E. Latihan/ Tugas/ Kasus

Dalam test ini setiap peserta didik membaca dengan cermat dan teliti setiap butir soal dibawah ini. Kemudian berdasarkan uraian materi diatas tulislah jawabannya pada lembar jawaban test formatif yang telah disediakan. 1. Jelaskan perbedaan antara forshortening, diminution dan konvergensi? 2. Jelaskan perbedaan antara perpektif satu titik lenyap dan dua titiki lenyap!

F. Rangkuman

1. Kata “perspektif” berasal dari bahasa Italia “prospettiva” yang berarti

“gambar pandangan. Maka dari itu perspektif berarti cara melihat suatu

Kasus :

Guru mengalami kesulitan dalam menjelaskan materi teori, alat, bahan, medium dan teknik menggambar perspektif yang mengharuskan memberikan contoh-contoh yang dapat menjadi acuan siswa dalam belajar. Untuk itu diperlukan Media presentasi untuk menjelaskan materi beserta tampilan visualnya.

Buatlah perangkat media pembelajaran untuk memperjelas

pengertian peserta didik mengenai prinsip perspektif. Tugas :

(31)

2. Untuk memahami dasar-dasar perspektif terlebih dahulu harus diawali dengan pemahaman tentang konsep diminution, konvergensi, dan

foreshortening

3. Dilihat dari tinggi redahnya sudut pandang, ada beberapa jenis sudut pandang, yakni Sudut pandang normal, mata burung (Bird Eye View), mata katak (Frog Eye View)

4. Dilihat dari sisi pengambilan sudut pandang, perspektif terbagi menjadiperspektif satu titik lenyap, dua titik lenyap,

G. Umpan Balik/ Tindak Lanjut

Setelah mempelajari isi modul ini didapat wawasan mengenai berbagai teknik dan prosedur dalam menggambar perspektif untuk mewujudkan gambar sesuai dengan kesan yang diinginkan

Rencana pengembangan ke depannya, wawasan tentang teknik menggambar perspektif ini akan diimplementasikan dalam pembelajaran di kelas, khususnya bagi siswa Sekolah Menengah Pertama untuk meningkatkan wawasan peserta didik tentang menggambar.

(32)

KEGIATAN PEMBELAJARAN 3

TEKNIK MENGGAMBAR BENTUK

A. Tujuan

Setelah mengikuti kegiatan belajar 2 ini diharapkan peserta diklat dapat : 1. Memahami berbagai teknik dalam menggambar bentuk.

2. Memahami bahan dan alat dalam menggambar dengan teknik kering dan basah.

3. Memahami karakteristik teknik basah dan teknik kering.

4. Memahami bahan dan alat menggambar dengan teknik kering dan basah

B. Indikator Pencapaian Kompetensi

1. Peserta diklat dapat menjelaskan berbagai teknik dalam menggambar bentuk .

2. Peserta diklat dapat menjelaskan bahan dan alat dalam menggambar dengan teknik kering dan basah.

3. Peserta diklat dapat menjelaskan karakteristik teknik basah dan teknik kering.

4. Peserta diklat dapat menjelaskan berbagai bahan dan alat menggambar dengan teknik kering dan basah.

C. Uraian Materi

(Uraian materi kegiatan pembelajaran ini terdapat pada Lampiran 3. Hal 121)

D. Aktivitas Pembelajaran

(33)

1. Mengamati

Kegiatan mengamati untuk peserta diklat pada bagian ini difokuskan pada pengamatan karya-karya gambar bentuk, yang dibuat dengan teknik basah, kering, dan campuran.

Pengamatan ini perlu untuk dilakukan oleh peserta diklat agar dapat melatih kepekaan indra mata serta kepekaan rasa untuk dapat membuat karya gambar benda yang mencerminkan kreativitas. Berikut adalah kegiatan mengamati yang harus dilakukan.

a. Mengamati teknik kering gambar alam benda 1) Mengamati teknik kering charcoal

Gambar 2. Teknik dusel bahan charcoal

Sumber: http://jesus-fishboy. deviantart.com/ art/Charcoal-Still-LifeDrawing-I-339367885

2) Mengamati teknik kering pensil grafit

Gambar 3.

Teknik arsir pensil grafit Sumber:

http://www.artdesign.co.in/sk etching/

(34)

Gambar 4.

Teknik arsir pensil warna Sumber: Koleksi studio lukis PPPPTK-SB Yogyakarta

b. Mengamati teknik kering pastel

Gambar 5.

Teknik arsir pastel Sumber:

http://www.artyfactory.com/st ill-life/still_life_oil_pastel.htm

2. Menuliskan hasil pengamatan mengenai perbedaan, kelebihan dan

kekurangan masing-masing teknik.

3. Mengeksplorasi keteknikan

a. Melakukan eksplorasi teknik dengan teknik kering:  charcoal

(35)

 Cat akrilik  Tinta China

c. Menelaah perbedaan media yang digunakan dalam teknik kering dan basah

d. Menelaah kelebihan dan kelemahan alat dan bahan yang digunakan untuk membuat karya gambar benda dengan teknik kering dan basah

4. Mencatat semua hasil yang telah diperoleh

E. Latihan/ Tugas/ Kasus

1. Latihan

1) Apa yang dimaksud dengan menggambar dengan menggunakan teknik kering?

a. Menggambar tanpa menggunakan bahan pengencer minyak cat air.

b. Menggambar dengan cat minyak dan cat air.

c. Menggambar dengan menggunakan teknik opaque dan plakat d. Menggambar dengan menggunakan pengencer minyak dan air.

2) Jenis pastel di bawah ini yang campurannya berupa pigmen, minyak dan wax adalah:

a. Pastel lunak b. Pastel keras c. Pastel minyak’ d. Pensil pastel

3) Di bawah ini adalah kelebihan pastel minyak dibandingkan dengan pastel lilin, kecuali....

a. Pastel minyak relatif lebih lunak dibandingkan pastel lilin b. bahan ini tidak mempengaruhi kecerahan warna pigmen

(36)

a. warna tidak mudah memudar (tahan lama/ awet)

b. memililki warna yang lebih cerah/cemerlang pada lukisan. c. Cepat kering sehingga proses pengerjaan cepat

d. Warna dapat ditumpuk dengan warna lain 5) Apakah kelebihan dari cat akrilik?

a. Cepat kering dan warna cemerlang

b. Warna dapat ditumpuk dengan warna lain. c. Tahan lama (awet)

d. Tidak mudah luntur oleh air.

6) Menumpuk dua warna yang berbeda, misalnya warna kuning terlebih dahulu dan diatasnya digoreskan warna hijau, atau sebaliknya sehingga menghasilkan warna baru disebut teknik....

a. Layering b. Blending c. Pointilis d. Gradasi

e. Pallete mess digunakan untuk...

7) Untuk tempat mencampur warna tertentu dalam menggambar dengan teknik basah menggunakan ....

a. Kuas cat minyak b. Pallet mess c. botol d. gelas

8) Teknik membaurkan dua warna yang berbeda., dapat dilakukan dengan tangan yang ditekankan dengan kuat agar warna membaur menghasilkan warna baru, misalnya warna merah dan kuning menghasilkan warna oranye adalah teknik...

(37)

a. Teknik Pointilis b. Teknik scribbling c. Tenik Layering d. Teknik hatching

10) Perbedaan drafting pen dan graphic pen?

a. Drafting pen tidak dapat diisi ulang dengan mengisi kembali atau mengganti tabung tinta, sedangkan graphic pena dapat dipakai beberapa kali

b. Drafting pen dapat diisi ulang dengan mengisi kembali atau

mengganti tabung tinta, sedangkan graphic pena hanya dapat dipakai sekali saja.

c. Graphic pen dapat diisi ulang dengan mengisi kembali atau

mengganti tabung tinta, sedangkandrafting pen hanya dapat dipakai sekali saja.

d. Graphic pen dapat diganti ujung penanya apabila tintanya macet

2. Tugas

Dalam tugas ini setiap peserta diklat membaca dengan cermat dan teliti setiap butir soal dibawah ini. Kemudian berdasarkan uraian materi diatas tulislah jawabannya pada lembar jawaban test formatif yang telah disediakan.

(38)

F. Rangkuman

a. Teknik Menggambar bentuk dapat dilakukan dengan teknik kering dan basah

b. Teknik basah menggunakan media dengan pengencer minyak atau air c. Teknik kering tidak menggunakan pengencer terlebih dahulu sebelum

digunakan

d. Media yang biasa digunakan untuk mengggambar dengan teknik kering adalah: pensil, pensil warna, pastel, pena dan sebagainya.

e. Media yang biasa digunakan untuk menggambar dengan teknik basah adalah cat air, cat minyak, tinta china/bak, akrilik dan sebagainya.

G. Umpan Balik/ Tindak Lanjut

Setelah mempelajari isi modul ini didapat wawasan mengenai berbagai teknik dalam menggambar objek benda alam geometris dan organis sesuai dengan karakter objek, baik dengan teknik kering maupun basah, serta berbagai alat dan media yang bisa digunakan untuk mewujudkan gambar sesuai dengan kesan yang diinginkan

Rencana pengembangan ke depannya, wawasan tentang teknik menggambar benda alam geometris dan organis sesuai dengan karakter objek dengan teknik basah dan kering ini akan diimplementasikan dalam pembelajaran di kelas, khususnya bagi siswa Sekolah Menengah Pertama untuk meningkatkan wawasan peserta didik tentang menggambar.

(39)
(40)

KEGIATAN PEMBELAJARAN 4

MENGGAMBAR BENDA ALAM GEOMETRIS

SESUAI KARAKTER OBJEK

A. Tujuan

1. Memberi kemampuan bagi Peserta Diklat dalam menguraikan prosedur menggambar benda alam geometris dengan teknik kering .

2. Memberi kemampuan bagi Peserta Diklat dalam menguraikan prosedur menggambar benda alam geometris dengan teknik kering .

3. Memberi kemampuan bagi Peserta Diklat dalam menggambar benda alam geometris dengan teknik kering sesuai karakter objek.

4. Memberi kemampuan bagi Peserta Diklat dalam menggambar benda alam geometris dengan teknik basah sesuai. karakter objek.

B. Indikator Pencapaian Kompetensi

1. Peserta Diklat mampu menguraikan prosedur menggambar benda alam geometris dengan teknik kering .

2. Peserta Diklat mampu menguraikan prosedur menggambar benda alam geometris dengan teknik kering .

3. Peserta Diklat mampu menggambar benda alam geometris dengan teknik kering .sesuai karakter objek.

(41)

C. Uraian Materi

(Uraian materi kegiatan pembelajaran ini terdapat pada Lampiran 4. Hal 163)

D. Aktivitas Pembelajaran

1. Mengamati

Pengamatan berbagai ragam benda alam geometris. Pengamatan ini perlu untuk dilakukan oleh peserta diklat agar dapat melatih kepekaan indra mata serta kepekaan rasa untuk dapat membuat karya gambar yang mencerminkan kreativitas. Berikut adalah kegiatan mengamati yang harus dilakukan.

a. Mengamati berbagai jenis dan ragam benda alam geometris di lingkungan sekitar.

b. Mengamati karakteristik masing-masing bentuk benda alam geometris .

c. Mengamati karya gambar benda alam geometris dengan teknik kering

d. Mengamati karya gambar benda alam geometris dengan teknik basah

e. Mengidentifikasi berbagai bahan dan alat dalam menggambar benda alam geometris dengan teknik kering

f. Mengidentifikasi berbagai bahan dan alat dalam menggambar benda alam geometris dengan teknik basah.

g. Mencatat hasil pengamatan

2. Mengeksplorasi/Eksperimen

a. Melakukan eksplorasi/eksperimen pembuatan gambar benda alam geometris dengan teknik kering .

b. Melakukan eksplorasi/eksperimen pembuatan gambar benda alam geometris dengan teknik basah

(42)

3. Mencatat hasil eksplorasi/eksperimen pembuatan gambar benda

alam geometris

E. Latihan/ Tugas/ Kasus

1. Latihan

a. Uraikan langkah-langkah menggambar .benda alam geometris dengan pensil warna!

b. Uraikan langka-langkah menggambar objek benda alam geometris dengancat minyak !

c. Uraikan langka-langkah menggambar objek benda alam geometris dengan cat air teknik pointilis!

d. Uraikan langka-langkah menggambar objek benda alam geometris pensil dengan arsir teknik scribbling!

2. Tugas

Buatlah gambar salah satu tema benda alam geometris dengan salah satu media dalam teknik kering dan basah ketentuan sebagai berikut: a. Dibuat pada kertas gambar A3

b. Dibuat berdasarkan pengamatan langsung terhadap obyek yang dipilih

c. Gambar diwarnai dengan salah satu media dalam teknik kering dan basah.

F. Rangkuman

1. Kegiatan menggambar merupakan induk atau dasar dari karya seni rupa. Menggambar merupakan aktivitas mental dan fisik yang dituangkan dalam bentuk goresan tangan, menggunakan media dua dan tiga dimensi.

(43)

akan digambar, mengatur komposisi gambar, sampai dengan mewarnai hasil gambar.

3. Prosedur yang harus dilakukan dalam menggambar harus mengikuti kaidah seni rupa yang lugas, imajinatif, kreatif, dan menyenangkan dengan memperhatikan unsur-unsur seni rupa seperti titik, garis, warna, dan bidang. Selain itu menggambar juga harus memperhatikan prinsip-prinsip seni rupa seperti proporsi,komposisi, keseimbangan, tekstur, dan gelap terang.

G. Umpan Balik/ Tindak Lanjut

Setelah mempelajari isi modul ini didapat wawasan mengenai berbagai teknik dan prosedur dalam menggambar objek benda alam geometris dan organissesaui dengan karakter objke,,baik dengan teknik kering maupun basah, serta berbagai alat dan media yang bisa digunakan untuk mewujudkan gambar sesuai dengasn kesan yang diinginkan

Rencana pengembangan ke depannya, wawasan tentang teknik menggambar flora dengan teknik basah dan kering ini akan diimplementasikan dalam pembelajaran di kelas, khususnya bagi siswa Sekolah Menengah Pertama untuk meningkatkan wawasan peserta didik tentang menggambar.

(44)

KEGIATAN PEMBELAJARAN 5

MENGGAMBAR BENDA ALAM ORGANIS

SESUAI KARAKTER OBJEK

A. Tujuan

Setelah mengikuti kegiatan belajar 2 ini diharapkan peserta diklat dapat : 1. Memahami prosedur menggambar benda organis sesuai karakter

objek dengan teknik kering

2. Memahami prosedur menggambar benda organis sesuai karakter objek dengan teknik basah.

B. Indikator Pencapaian Kompetensi

1. Peserta diklat dapat menjelaskan prosedur menggambar benda organis sesuai karakter objek dengan teknik kering

2. Peserta diklat dapat menggambar benda alam organis sesuai karakter objek dengan teknik kering dan basah.

C. Uraian Materi

(Uraian materi kegiatan pembelajaran ini terdapat pada Lampiran 5. Hal 188)

D. Aktivitas Pembelajaran

Setelah mempelajari materi tentang Gambar bentuk, peserta dillat melakukan kegiatan sebagai berikut:

1. Peserta diklat mempelajari uraian materi,

2. Peserta diklat mengamati berbagai contoh yang diberikan,

(45)

a. Peserta Diklat melakukan eksplorasi keteknikan dalam menggambar benda alam organis dengan teknik basah dan kering b. Melakukan eksplorasi/eksperimen pembuatan gambar benda alam

organis dengan teknik kering .

c. Melakukan eksplorasi/eksperimen pembuatan gambar benda alam organis dengan teknik basah

d. Melakukan eksplorasi/eksperimen pembuatan gambar benda alam organis dengan teknik campuran.

5. Peserta diklat membuat laporan hasil pengamatan dan hasil eksplorasi teknik.

E. Latihan/ Tugas

1. Latihan

a. Uraikan langkah-langkah menggambar .benda alam organis dengan pensil warna!

b. Uraikan langka-langkah menggambar objek benda alam organis dengan cat minyak !

c. Uraikan langka-langkah menggambar objek benda alam organis dengan cat air teknik pointilis!

d. Uraikan langka-langkah menggambar objek benda alam organis pensil!

2. Tugas

Dalam latihan ini setiap peserta diklat membaca dengan cermat dan teliti setiap butir soal dibawah ini. Kemudian berdasarkan uraian materi diatas tulislah jawabannya pada lembar jawaban test formatif yang telah disediakan.

Buatlah gambar salah satu tema benda alam organis dengan teknik kering dan basah ketentuan sebagai berikut:

(46)

b. Dibuat berdasarkan pengamatan langsung terhadap obyek yang dipilih

c. Gambar diwarnai dengan salah satu media dalam teknik kering dan basah .

F. Umpan balik/ Tindak Lanjut

Setelah mempelajari isi modul ini didapat wawasan mengenai berbagai prosedur dalam menggambar objek benda alam organis sesuai dengan karakter objek, baik dengan teknik kering maupun basah, serta berbagai alat dan media yang bisa digunakan untuk mewujudkan gambar sesuai dengasn kesan yang diinginkan, rencana pengembangan ke depannya, wawasan tentang teknik menggambar flora dengan teknik basah dan kering ini akan diimplementasikan dalam pembelajaran di kelas, khususnya bagi siswa Sekolah Menengah Pertama untuk meningkatkan wawasan peserta didik tentang menggambar.

Setelah mengerjakan soal latihan di akhir bab ini, Anda melakukan koreksi jawaban dengan menggunakan kunci jawaban yang tersedia untuk setiap bab dalam modul ini. Jika Anda dapat menjawab 100 % benar,maka Anda dianggap memenuhi ketuntasan dalam menguasai materi modul ini. Jika Anda menjawab kurang dari 100% benar, berarti Anda perlu mempelajari kembali modul ini dengan lebih baik.

G. Rangkuman

1. Menggambar benda organis sesuai karakter objek adalah cara mengambar dengan meniru objek organis dan mengutamakan kemiripan rupa.

2. Obyek gambar bentuk dapat berupa benda-benda mati, flora, fauna, manusia atau alam benda.

(47)
(48)

GLOSARIUM

Splatter Teknik melukis dengan memercikkan cat di atas kertas

Fat over Lean Perpaduan antara penerapan cat minyak dengan teknik plakat yang tebal dan sapuan cat minyak yang tipis .

Teknik kering Menggambar tanpa menggunakan bahan pengencer minyak cat (linseed oil) atau air

Teknik basah Menggambar dengan menggunakan bahan pengencer minyak cat (linseed oil) atau air

Hatching Teknik arsir dengan arah yang sama Cross-Hatching Teknik arsir silang

Allaprima Cara melukis dengan goresan cat, sekali gores langsung jadi. Proses melukis dalam satu kali kerja Glazing Teknik mewarna selapis demi selapis untuk

menimbulkan kesan lembut,licin, bersinar dan berkilau

Pointilis Teknik menggambar dengan menggunakan serangkaian titik-titik untuk membuat gambar.

Opaque

Outline

melukis dengan cara menempelkan cat pada permukaan kanvas lukis. Seluruh permukaan bidang kanvas ditutup

Garis tepi objek

Aquarel Tenik menggambar secara transparan

(49)

Scribbling Teknik mengarsir dengan cara membuat bulatan bulatan kecil yang tidak beraturan

Stippling cara mengarsir dengan memberikan titik titik, dan untuk memberikan value warna yang berbeda yaitu bisa dengan merapatkan atau merenggangkan (jarang) pengisian titik nya.

Teknik Gradasi teknik menggambar atau melukis untuk mendapatkan kesan ruang (terang-gelap) dengan cara menumpuk garis ke arah kesan terang gelap yang diinginkan

Kontur Garis tepi bidang

Frottage Teknik lukis yang zat-pewarnanya bermedium menyatu, bersubstrat bebas, dan dilakukan dnegan teknik gosok

(50)

DAFTAR PUSTAKA

Berrill, Philip. 2008. Panduan MelukisDengan Pastel. Jakarta: Akademia.

Banu Arsana. 2013. Gambar dan Sketsa I untuk Sekolah Kejuruan. Kemdikbud Dikmenjur

Bambang S.S. 2015. Step by Step Jago Gambar dengan Pensil. Yogyakarta: cemerlang Publishing.

Buku Guru Seni Budaya. 2014. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Harrison, Hazel. 1991. An Introduction to Paintimh in Oils. London: Quintet Publishing Limited

Seni Budaya SMP Kelas VIII. 2014. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.-- Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Sugeng Santoso. 2014. Metode Asyik Menggambar dengan Pensil dari Pemula Jadi Mahir. Kata Pena

Wartono, Teguh. 1987. Pengantar Pendiklatan Seni Rupa. Yogyakarta : Kanisius.

Pearshall, Ronald. 1994. Interoduction to watercolor, Gouache and tempera: Grange Books

Gray, Peter. 2009. Panduan Lengkap Menggambar & Ilustrasi Objek & Observasi Terjemahan Sara C. Simanjuntak. Jakarta: Karisma.

Jim Harmon & Hannah Reid. 2015. Painting and Drawing In service and Resource Guide. Cleveland Heights - University Heights Schools

http://bahanbelajarsekolah.blogspot.co.id/2015/01/teknik-melukis.html Content is Courtesy of bahan belajar sekolah.blogspot.com

(51)

wisnujadmika.wordpress.com

My Oil Painting Medic blog: http://rachel-shirley.blogspot.co.uk/ http://setohandoko.blogspot.co.id/p/menggambar-bentuk.html http://miniaturetim.blogspot.com/2012/08/when-to-buy-betterbrush. Html

(52)

http://www.fotoblur.com/i/316856 http://es.wikipedia.org/wiki/Tinta_china http://belajarmenggambar.com

https://www.youtube.com/watch?v=At8VR3fRxkU www.robians.com

http://jesus-fishboy.deviantart.com/art/Charcoal-Still-LifeDrawing-I-339367885 http://www.artdesign.co.in/sketching/

Koleksi studio lukis PPPPTK-SB Yogyakarta

http://www.artyfactory.com/still-life/still_life_oil_pastel.htm

http://www.mediakreasi.ga/2015/07/teknik-menggambar-model-alam-benda.html#sthash.RAFc7FAy.dpuf

https://www.youtube.com/watch?v=bKKff0TXJR0

(53)
(54)
(55)
(56)

Lampiran 1. Uraian Materi Kegiatan Pembelajaran 1.

PENGANTAR MENGGAMBAR BENTUK

1. Sejarah Menggambar

Manusia diketahui telah berusaha membuat karya gambar sejak jaman prasejarah. Kegiatan ini menyebar di eropa sejak tahun 1400 an. Seiring berkembangnya penggunaan kertas, sejak saat itu setiap abad telah menghasilkan karya-karya lukis yang hebat.

Gambar 6. Luksian di Gua Chauvet Grotte (Perancis) Sumber: https://id.wikipedia.org

(57)

beberapa jenis hewan seperti kuda, badak, singa, kerbau, selain itu juga memperlihatkan sosok raksasa, desain abstrak dan sejenis sosok manusia mungkin bersifat parsial.

Berdasarkan analisis perhitungan radio karbon, artefak-artefak tulang tersebut berasal dari 30.000 SM. Lukisan-lukisan dinding yang terlukis di dinding gua menggambarkan hewan-hewan seperti badak, singa, kucing liar besar dan mammoth Terdapat 34 gambar lukisan mammoth yang dari kesemuanya 22 diukir di batu dan 13 buah dilukis di permukaan dinding. Salah satu bagian serambi dinamakan Panel Singa, yang memiliki gambar berbagai macam hewan yang memenuhi dinding lorong. Lukisan-lukisan ini diperkirakan dilukis antara 25.000 SM-17.000 SM.

Namun bukti paling awal penciptaan lukisan telah ditemukan di dua tempat penampungan batu di Arnhem Land, di Australia Utara. Pada lapisan terendah material pada situs ini tidak digunakan potongan oker diperkirakan 60.000 tahun.

Gambar 7. Lukisan di Gua, di Taman Nasional Kalkadu Australia Utara Sumber: http://nationalgeographic.co.id

(58)

e. Lukisan di Gua Altamira

Ditemukan pada akhir abad 19, di Gua Altamira di Spanyol utara ditemukan ukisan prasejarah pertams. Lukisan arang dan oker dari kuda, bison dan cetakan tangan di Gua Altamira adalah salah satu lukisan gua terbaik yang terawetkan di dunia.

Gambar 8. Lukisan di Gua Altamira

Sumber: http://nationalgeographic.co.id

(59)

2. Perbedaan Menggambar dan Melukis

Banyak orang yang menganggap bahwa menggambar dan melukis adalah sama, sehingga kadang penyebutannya menjadi saling tumpang tindih, padahal keduanya merupakan hal yang berbeda, bila dilihat dari ekspresi, garis, maupun media serta tekniknya.

Perbedaan paling jelas antara dua media ini terletak bahan tradisional yang digunakan. Menggambar biasanya dilakukan dengan pensil, pena, arang, pastel dan tinta sementara melukis memerlukan cat.

Dari sudut pandang konseptual, gambar memberikan dasar untuk pekerjaan representasional seni. Pada tingkat yang paling dasar, membangun hubungan proporsional dan mengukur seberapa jauh benda yang satu sama lain sementara disisi lain lukisan menggunakan gambar sebagai dasarnya, dan membangun dimensi, cahaya dan transisi warna menggunakan cat.

Abstrak Ekspresionisme dan Impresionisme cenderung untuk menghilangkan kesan gambar dari lukisan dengan mengutamakan bidang warna daripada kontur, tetapi dalam banyak kasus lainnya seniman melukis dengan cat atau lukisan dengan menggambar.

Berikut ini akan dijelaskan mengenai perbedaan yang mendasar antara melukis dan menggambar.

a. Melukis

Melukis biasanya menggunakan media cat air, minyak, akrilik dan lain-lain, serta menggunakan kuas sebagai alat untuk menggambar.

(60)

2) Bentuk atau bidang terbentuk dari sapuan warna

3) Garisnya semu dari batas pertemuan dua warna berbeda

4) Ekspresi merupakan hal utama

5) Cenderung menjadi karya seni murni atau bebas (pure art/fine art)

6) Tidak mengutamakan kemiripan dengan objek

Jadi, lukisan adalah bentuk karya seni yang proses pembuatannya dilakukan dengan cara memoleskan cat dengan berbagai macam warna atau gradasi menggunakan alat khusus lukis seperti kuas lukis, pisau palet dan peralatan lainnya. Karya yang dihasilkan merupakan ekspresi pribadi sang seniman yang dalam pembuatannya melibatkan emosi, konsep, filosofi , muatan karya dan lain-lain dari sang seniman.

Gambar 10. Lukisan dengan gaya Impresionistik Sumber: www.digaleri.com

(61)

b. Menggambar

Media yang digunakan biasanya pensil, pensil warna, pena warna dan juga krayon. Dari segi pengertian, menggambar (drawing) merupakan kegiatan membentuk sebuah imajinasi, dengan membuat tanda-tanda tertentu di atas permukaan kertas atau benda lainnya dengan cara mengolah goresan dari alat yang digunakan. Jadi secara umum menggambar memiliki karakter sebagai berikut:

1) Unsur garis lebih dominan

2) Bentuk atau bidang terbentuk dari garis linear 3) Garisnya tegas hasil goresan alat gambar

4) Kemiripan dengan objek yang digambar merupakan hal utama 5) Media yang dipakai cenderung kering seperti pensil warna, pena

warna dan krayon.

Menggambar pada intinya adalah memindahkan suatu objek kedalam sebuah bidang atau media. Dalam menggambar unsur ekspresi bisa saja tidak berperan. Misal jika kita menggambar sebuah meja atau kursi maka akan menjadi sebuah gambar meja kursi

,

begitu juga gambar sebuah ruangan di bawah ini dimana unsur garis sangat dominan dalam membentuk struktur bentuk.

(62)

3. Pengertian Menggambar Bentuk

Menggambar (Inggris: drawing) adalah kegiatan membentuk imaji dengan menggunakan banyak pilihan teknik dan alat. Bisa pula berarti membuat tanda-tanda tertentu di atas permukaan dengan mengolah goresan dari alat gambar.Pelakunya populer dengan sebutan penggambar/juru gambar (inggris:draftsman) yang merupakan salah satu bagian pekerjaan dari perupa.

Menggambar bentuk adalah kegiatan menggambar yang dilakukan dengan melihat objek yang ditempatkan secara langsung di hadapan penggambar. Objek yang digambar adalah benda-benda diam, seperti vas bunga, ember, kotak alat-alat, dan sejenisnya. Jika yang digambar adalah manusia, tidak dikatakan sebagai menggambar bentuk, tetapi menggambar model. Jadi, dapat dikatakan bahwa tidak semua kegiatan menggambar objek atau benda alam dan makhluk hidup dapat disebut sebagai menggambar bentuk.

Kata ‘bentuk’ dalam bahasa Inggris,dapat diartikan sebagai ‘shape’ dan

form’. Dua kata tersebut memang berbeda pengertiannya. Pada

(63)

Bentuk merupakan keseluruhan rupa sebuah rancangan walaupun raut merupakan unsur pengenal yang utama (Wong, 1989:14). Kita juga mengenal bentuk dari unsur garis, bidang, ukuran, warna, dsb. Dengan kata lain, semua unsur elemen rupa sekaligus disebut bentuk.

Sedangkan racana menentukan cara sebuah bentuk dibangun, atau cara menghadirkan beberapa bentuk tersusun. Racana adalah keseluruhan organisasi dalam ruang, yakni sebuah kerangka yang menopang keseluruhan susunan raut, garis, bidang, dan warna. Dengan kata lain racana merupakan wujud untuk melahirkan sebuah bentuk yang dapat dipahami dan dinikmati dengan lebih sempurna (Wong, 1989:14). Pemahaman ini untuk lebih jelasnya tidak terlepas dari proses gambar-menggambar, yang diawali dengan coret-mencoret atau sketsa-sketsa yang melahirkan gambar dari suatu bentuk objek yang diamati, kemudian disebut dengan menggambar bentuk.

Menggambar bentuk merupakan peniruan bentuk benda-benda yang diletakkan di depan si penggambar dengan proses mencoret-coret atau menggoreskan pada bidang gambar. Gambar yang dihasilkan mirip dengan objek yang ditiru (realis representatif). Pemahaman lain dari gambar bentuk yaitu peniruan objek secara kasat mata tanpa menambah ataupun mengurangi dengan tampilan realis.

Sebuah karya gambar bentuk dapat dikatakan sebagai jiplakan atau tiruan dari benda atau objek model aslinya sehingga ketepatan bentuk sangat diutamakan. Namun, hal itu bukan berarti dalam kegiatan menggambar bentuk sama sekali tidak melibatkan ide, gagasan, dan ekspresi. Justru ketiganya menjadi unsur penunjang terutama pada teknik mengarsir, pengaturan komposisi benda, kesan gelap terang, dan terjemahan atau penggambaran kesan sifat bahan dasar suatu benda atau model. Misalnya, benda terbuat dari kayu akan berbeda dengan benda yang terbuat dari keramik, batu, atau kaca.

(64)

rancangan bagian-bagian rumah, ilustrasi gambar pada buku-buku pelajaran, dan buku ilmiah.

4. Objek Gambar Bentuk

Gambar yang digunakan untuk merepresentasikan suatu objek, khususnya benda-benda yang tidak bergerak (benda mati) disebut gambar alam benda (still life). Pada gambar alam benda ini dapat digambar objek seperti gelas, botol, sepatu, tas, kendi, bunga, buah-buahan dan sebagainya yang diatur secara artistik. Pada dunia pendidikan, menggambar alam benda ini lebih dikenal dengan kegiatan menggambar bentuk.

Gambar bentuk sebagaimana alam benda berusaha menampilkan objek yang digambar dengan setepat-tepatnya. Mengambar bentuk memberi penekanan kepada teknis, yaitu dalam kegiatan menggambar disyaratkan adanya model atau objek yang digambar, sedangkan dalam gambar alam benda bisa saja bertolak dari objek yang ada dalam ingatan atau imajinasi.

Untuk dapat menggambar bentuk dengan baik, terlebih dahulu perlu dipahami apa yang dimaksud dengan bentuk, bagaimana macam-macamnya, serta bagaimana mewujudkan bentuk objek ke dalam bidang datar. Bentuk dapat diartikan sebagai wujud, bangun atau rupa. Bentuk-bentuk yang terdapat di sekitar kita berasal dari bentuk atau pola dasar geometris {lingkaran bola, kubus, dan sebagainya), tetapi karena telah mengalami proses perubahan (secara alamiah maupun secara sengaja diubah oleh manusia), maka terjadilah aneka macam bentuk. Secara garis besar, dalam kajian seni rupa kita dapat menggolongkan bentuk atas dua macam, yaitu berikut.

a. Bentuk Geometris

(65)

dan bola. Bentuk geometris sering juga dikatakan sebagai bentuk mutlak atau murni.

Sebuah kotak sepatu misalnya, mempunyai permukaan yang memiliki panjang dan lebar yang mudah diukur, demikian juga almari dan lembaran kertas. Kelompok benda tadi mempunyai garis lurus/ garis lengkung yang teratur dan biasanya memiliki ciri simetris. Sedangkan sebuah bola juga memiliki ukuran lingkaran yang dapat diukur dengan perhitungan tertentu. Kelompok bentuk yang memiliki permukaan/bidang yang mudah diukur panjang dan lebarnya, isi atau volumenya, dapat kita kelompokkan menjadi bentuk geometris.

Gambar 13. Penampang dasar Bentuk Geometris

(66)

penelitian/eksperimen menunjukkan bahwa bentuk lingkaran dan persegi menjadi bentuk yang paling mudah untuk dipahami dan paling mudah dikenal secara visual.

Bentuk Kubistik

Benda Kubistis adalah benda geometrik yang dibatasi oleh bidang-bidang datar, misalnya bentuk kubus, balok.

Bentuk kubistis merupakan bentuk-bentuk yang menyerupai kubus atau balok.

Benda-benda yang memiliki bentuk kubistis, antara lain televisi, almari, meja, kulkas, dan mesin cuci, meja merupakan contoh benda berbentuk kubistis.

Gambar 14. Almari dan meja merupakan contoh bentuk kubistis Sumber. wisnujadmika.wordpress.com

Bentuk Piramid dan Kerucut

(67)

Gambar 15. Caping da atap rumah (contoh bentuk kerucut dan piramid)

Sumber: ambarkusuma89.wordpress.com

Gambar 16. Bentuk dasar bentuk kerucut dan piramid

Bentuk Silindris

Bentuk benda beraneka macam, ada yang murni silindris atau bentuk silindris yang terdiri dari bidang lingkaran dan bidang datar. Ada pula bentuk silindris campuran/ganda (bentuk silindris digabungkan dengan luas penampang lingkaran yang berbeda). Contohnya kipas listrik, botol, kendi, topi, pensil, panci, ember dan sebagainya.

(68)

Bentuk Bola atau Bulat

Bentuk bola atau bulat merupakan bentuk benda yang menyerupai bola yaitu bundar dan bagian dalamnya terkesan berisi (pejal). Benda yang memiliki bentuk seperti ini antara lain bola, semangka, dan globe.

Semangka merupakan contoh benda berbentuk bola.Obyek yang mempunyai bentuk dasar bola.

Contohnya bola lampu, buah kelapa, buah jeruk dan sebagainya.

Gambar 18. Bentuk-bentuk bulat di sekitar kita

b. Bentuk Organis / Non Geometris/ bentuk Bebas

Bentuk organis, yaitu bentuk alamiah yang sudah mengalami perkembangan, tidak lagi terukur dan sukar didefinisikan, misalnya bentuk pohon, burung, atau kuda.Jadi Bentuk Organis/Non Geometris berupa obyek-obyek yang bentuknya tidak beraturan (bukan kubistik, silindris dan bola).

(69)

Bentuk bebas adalah benda yang bentuknya tidak beraturan atau yang tidak termasuk kubistis dan silindris. Contohnya : kain, buah-buahan, bunga, busana, dan sebagainya, seperti gambar di bawah ini.

Gambar 20. Gambar dengan model susunan buah dan tas Sumber: Bambang SS: 2002

(70)

c. Bentuk Stilasi

Bentuk Stilasi yaitu bentuk yang dihasilkan dari hasil modifikasi bentuk hewan maupun tumbuhan. Contohnya pada batik.

Gambar 22. Stilasi bentuk hewan dan tumbuhan

Sumber : http://sen1budaya.blogspot.co.id/2012/09/menggambar-stilasi-atau-deformasi-ragam.html

Jadi menggambar bentuk adalah cara mengambar dengan meniru obyek dan mengutamakan kemiripan rupa. Semakin mendekati kemiripan rupa, berarti gambar bentuk yang dibuat semakin sempurna. Obyek gambar bentuk dapat berupa benda-benda mati, flora, fauna, manusia atau alam benda.

5. Aspek yang perlu diperhatikan dalam Menggambar Bentuk

Dalam menggambar bentuk ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan. Tujuannya agar gambar yang dibuatnya lebih mirip/tepat dengan objek yang digambar. Menggambar bentuk memerlukan pengamatan yang baik pada objek yang digambar. Pengamatan ini sangat penting supaya gambar dapat terlihat baik, menarik, dan memiliki keindahan. Beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam menggambar bentuk.

(71)

a. Perbandingan ukuran antara bagian-bagian) benda harus proporsional.

Setiap benda memiliki bentuk dan proporsi yang khas. Bentuk silindris atau kerucut terpancung dari sebuah poci dengan bagian pegangan dan bagian mulutnya memiliki ciri khas, bahkan ada asas rasional fisika yang perlu diperhatikan. Salah satu cara untuk mengecek kewajaran proporsi adalah dengan menggunakan pensil yang diukurkan pada objek.

b. Presisi/Ketepatan Bentuk

Dalam menggambar, ketepatan bentuk merupakan hal yang utama sehingga hasil gambar harus diupayakan semirip mungkin dengan objek aslinya. Untuk itu diperlukan kemampuan dalam mengamati objek dan menggambarkannya sesuai desuai dengan karakternya.

Gambar 23. Objek bawang merah

Sumber: http://richo-docs.blogspot.co.id/2011/08/gambar-bentuk.html

c. Perspektif

(72)

Gambar 24. Perspektif Ruang. Sumber: newssciencesecrets.blogspot.com

Walaupun kajian perspektif dilakukan dalam pokok bahasan tersendiri, dalam menggambar bentuk kesan perspektif tak bisa diabaikan. Perlu ada kewajaran kesan pandangan mata. Pada umumnya, kesan perspektif di sini tidak dibesar-besarkan, karena benda yang digambar berukuran relatif kecil. Mengenai perspektif ini akan dibahas lebih lanjut dalam subbab berikutnya.

d. Pemanfaatan alat sesuai dengan karakteristiknya

Pensil lunak (soft) jenis 2B atau 4B memiliki karakter berbeda dengan pensii keras (hard) jenis H. Pensii yang dimiringkan memberi bekas berbeda dengan yang digunakan secara agak tegak. Karakter goresan pena dan oil pastel berbeda. Jadi, masing-masing alat memiliki kemungkinan yang khas dan bervariasi. Alat-alat tersebut harus dimanfaatkan seoptimal mungkin.

e. Gelap terang (Half-Tone)

(73)

bidang yang dibedakan dengan warna tua untuk gelap dan warna muda untuk terang yang disebabkan oleh pengaruh cahaya.

Lukisan dengan judul Malam Penuh Bintang karya Van Gogh dilukis tahun 1889. Anda akan dapat mengetahui suatu nilai karya seni yang kuat memperjelas gelap terang kontras lukisan Van Gogh.

Gambar 25. Half Tone dalam lukisan Starry Night (Van Gogh) Sumber: www.wikiart.org

f. Karakter.

(74)

Gambar 26. Beberapa karakter benda yang berbeda Sumber: Buku Drawing In Pencil dalam Banu Arsana

Beberapa karakter benda yang berbeda, bisa dilihat dari perbedaan cerah-suram, halus-kasar, warna, bentuk, dansebagainya. Karakter dalam menggambar adalah ciri khas yangada pada fisik benda yang meliputi keras, lunak, kurang basah,transparan dan tidak transparan, dan lain sebagainya.

Karakter bahan dapat dibedakan dengan arsiran yang diterapkan Untuk mempertegas karakter bahan lunak dan keras harus diterapkan arsir yang tepat agar persepsi terhadap sifat bahan dapat ditangkap dengan tepat.

(75)

Kesan Keras Untuk Kayu

Kesan Keras Untuk Batu

Gambar 27. Berbagai teknik arsir dengah pensil sesuai sifat bahan Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=smAJFoedfvE

(76)

Gambar 29. Berbagai teknik arsir pada benda bundar dan kerucut

Gambar 30. Arsir dengan kesan bening (transparan)

‘’

Gambar batu bata, batu dan kayu dengan arsiran teknik hatching (searah).

Gambar 31. Arsiran sesuai karakter bahan batu bata, batu, dan kayu Sumber.

(77)

g. Bayangan (Shadow)

Dalam mengamati benda tiga dimensi, akan selalu nampak ada bagian yang terlihat gelap dan bagian yang terlihat terang. Hal ini dikarenakan adanya cahaya, baik cahaya yang sifatnya alami seperti matahari dan bulan atau cahaya buatan misalnya lampu atau lilin. Bayangan dalam menggambar berfungsi untuk memberi kesan objek menjadi nyata dan berdimensi/volume dan sangat menentukan untuk terciptanya kesan tiga dimensi.

Meskipun agak samar – samar, bayang – bayang harus ada. Pada bagian yang banyak mendapatkan sinar akan terlihat lebih terang bila dibandingkan dengan bagian yang kurang mendapatkan sinar. Kemudian akibat dari cahaya yang mengenai benda tersebut akan muncul bagian gelap yang menyerupai benda tersebut yang disebut dengan bayangan.

Kesan cahaya bayangan, yang dibuat dengan teknik arsir atau pulasan bukan saja untuk menggambarkan benda sesuai dengan yang tampak secara wajar, tetapi juga dalam teknik arsir itu sendiri terdapat nilai keindahan. Gaya goresan bisa ekspresif atau rapi (teratur), sesuai dengan pilihan anda sendiri, tetapi memerlukan ketelitian dan perlu dilatih dengan saksama.

Perlu dicermati bagaimana bayangan dan cahaya pada bidang datar; silinder atau bulat pada benda kasar atau halus. Bayang–bayang itu sendiri dapat dibedakan menjadi 3 ( tiga ) bagian yaitu:

(78)

Gambar 32. Bayangan awak

2) Bayangan langkah adalah bayangan yang menimpa benda lain.

Gambar 33. Bayangan langkah Sumber: sandiprima.blogspot.com

(79)

h. Komposisi dalam Menggambar Bentuk

Komposisi dalam menggambar bentuk dapat di artikan sebagai sesuatu susunan atau letak objek gambar. Penyatuan komposisi objek gambar akan lebih memperindah dan lebih menampakan maksud gambar itu sendiri.

Penciptaan suatu karya seni selain menggunakan unsur-unsur seni juga menggunakan pertimbangan yang sangat mendasar yaitu penggunaan dan pengaturan kaidah-kaidah seni rupa yang disebut dengan prinsip-prinsip seni yang sering disebut dengan komposisi. Komposisi adalah tata susunan yang menyangkut keseimbangan, kesatuan, irama, dan keselarasan dalam suatu karya seni rupa. Gambar bentuk yang baik harus memperhatikan komposisi sehingga gambar yang dibuat dapat menghasilkan kesan yang seimbang, menyatu, berirama, dan selaras.

Gambar 35. Komposisi objek gambar Sumber: http://3.bp.blogspot.com

Figur

Gambar 2. Teknik dusel bahan
Gambar 2 Teknik dusel bahan . View in document p.33
Gambar 4. Teknik arsir pensil warna Sumber: Koleksi studio lukis PPPPTK-SB Yogyakarta
Gambar 4 Teknik arsir pensil warna Sumber Koleksi studio lukis PPPPTK SB Yogyakarta . View in document p.34
Gambar 5. Teknik arsir pastel
Gambar 5 Teknik arsir pastel . View in document p.34
Gambar 6. Luksian di Gua Chauvet Grotte (Perancis)
Gambar 6 Luksian di Gua Chauvet Grotte Perancis . View in document p.56
Gambar 9. Lukisan di Gua  Lascaux Prancis Sumber: http://nationalgeographic.co.id
Gambar 9 Lukisan di Gua Lascaux Prancis Sumber http nationalgeographic co id . View in document p.58
Gambar 10. Lukisan dengan gaya Impresionistik
Gambar 10 Lukisan dengan gaya Impresionistik . View in document p.60
Gambar 13. Penampang dasar Bentuk Geometris
Gambar 13 Penampang dasar Bentuk Geometris . View in document p.65
Gambar 16. Bentuk dasar bentuk kerucut dan piramid
Gambar 16 Bentuk dasar bentuk kerucut dan piramid . View in document p.67
Gambar 20. Gambar dengan model susunan buah dan tas Sumber: Bambang SS: 2002
Gambar 20 Gambar dengan model susunan buah dan tas Sumber Bambang SS 2002 . View in document p.69
Gambar 21. Gambar dengan model buah Sumber: http://bizisartstudio.com
Gambar 21 Gambar dengan model buah Sumber http bizisartstudio com . View in document p.69
Gambar 28. Berbagai teknik arsir pada benda balok dan silinder
Gambar 28 Berbagai teknik arsir pada benda balok dan silinder . View in document p.75
Gambar 33. Bayangan langkah
Gambar 33 Bayangan langkah . View in document p.78
Gambar 37. Komposisi layout meruncing di atas Sumber: Buku Drawing in Pencil dalam Banu Arsana
Gambar 37 Komposisi layout meruncing di atas Sumber Buku Drawing in Pencil dalam Banu Arsana . View in document p.81
Gambar 38. Komposisi layout arah diagonal Sumber: Sumber: Buku Drawing in Pencil dalam Banu Arsana
Gambar 38 Komposisi layout arah diagonal Sumber Sumber Buku Drawing in Pencil dalam Banu Arsana . View in document p.81
Gambar 42. Golden Section pada bangunan Parthenon Sumber: emptyeasel.com
Gambar 42 Golden Section pada bangunan Parthenon Sumber emptyeasel com . View in document p.84
Gambar 41. Pemandangan Sumber:wisnudjadmika.com
Gambar 41 Pemandangan Sumber wisnudjadmika com . View in document p.84
Gambar 45. Gambar bunga dengan keseimbangan simetris Sumber: id.aliexpress.com
Gambar 45 Gambar bunga dengan keseimbangan simetris Sumber id aliexpress com . View in document p.87
Gambar 46. Balance pada lukisan pemandangan Sumber: www.wisnujadmika.wordpress .com
Gambar 46 Balance pada lukisan pemandangan Sumber www wisnujadmika wordpress com . View in document p.88
Gambar 50. Dua ekor burung sebagai Point of interest https://wisnujadmika.wordpress.com
Gambar 50 Dua ekor burung sebagai Point of interest https wisnujadmika wordpress com . View in document p.92
Gambar 51. Kupu jadi point of interest Sumber: https://wisnujadmika.wordpress.com
Gambar 51 Kupu jadi point of interest Sumber https wisnujadmika wordpress com . View in document p.92
Gambar 52. Komposisi gambar peralatan minum Sumber: Kemdikbud, 2013
Gambar 52 Komposisi gambar peralatan minum Sumber Kemdikbud 2013 . View in document p.94
Gambar 54. Pembagian gambar pada lukisan tradisional
Gambar 54 Pembagian gambar pada lukisan tradisional . View in document p.96
Gambar 53. Lukisan Kamasan
Gambar 53 Lukisan Kamasan . View in document p.96
Gambar 55. Relief candi Prambanan
Gambar 55 Relief candi Prambanan . View in document p.97
Gambar 60. Contoh Diminution
Gambar 60 Contoh Diminution . View in document p.102
Gambar 59. Contoh Diminution
Gambar 59 Contoh Diminution . View in document p.102
Gambar 66. Pagar dilihat secara tegak lurus dan miring Semua akan
Gambar 66 Pagar dilihat secara tegak lurus dan miring Semua akan . View in document p.106
Gambar 65.  Konvergensi
Gambar 65 Konvergensi . View in document p.106
Gambar di bawah ini menunjukkan gambar peti dilihat dari bebagai sudut pandang
Gambar di bawah ini menunjukkan gambar peti dilihat dari bebagai sudut pandang . View in document p.111
gambar ini  sudut-sudut bagian
gambar ini sudut-sudut bagian . View in document p.112

Referensi

Memperbarui...