Seni Budaya Seni Rupa SMP KK D Prof

235 

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

Mata Pelajaran Seni Budaya Seni Rupa

Sekolah Menengah Pertama (SMP)

GURU PEMBELAJAR

MODUL PELATIHAN GURU

KELOMPOK KOPETENSI D

Profesional :

Menggambar Flora dan Fauna

Pedagogik :

Pembelajaran Yang Mendidik

DIREKTORAT JENDERAL GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

U PEMBELAJ

AR

MA

TA PELAJ

ARAN SENI R

UP

A SMP

KEL

OMPOK K

(2)

Menggambar Bentuk

Flora & Fauna

Dwi Retno Sri Ambarwati, M.Sn.

GURU PEMBELAJAR

MODUL PELATIHAN GURU

MATA PELAJARAN SENI RUPA

SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP)

DIREKTORAT JENDERAL GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

(3)
(4)

Copyright 2016

Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan

Pendidik dan Tenaga Kependidikan Seni dan Budaya,

Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang

Dilarang mengcopy sebagian atau keseluruhan isi buku ini untuk kepentingan

c

Penulis : Dwi Retno Sri Ambarwati, M.Sn.

Editor Substansi : Drs. Banu Arsana, 081578896452, banu_arsana@yahoo.com Editor Bahasa : Drs. Sumarsono, M.M.

Menggambar Bentuk

Flora & Fauna

GURU PEMBELAJAR

MODUL PELATIHAN GURU

MATA PELAJARAN SENI RUPA

SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP)

(5)
(6)
(7)
(8)
(9)
(10)

DAFTAR ISI

SAMBUTAN DIREKTUR JENDERALGURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN .... iii

KATA PENGANTAR ... v

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 ... 7

PRINSIP MENGGAMBAR ... 7

FLORA DAN FAUNA ... 7

A. Tujuan ... 7

B. Indikator Pencapaian Kompetensi ... 7

C. Uraian Materi ... 7

D. Aktivitas Pembelajaran ... 38

E. Rangkuman... 39

F. Latihan/ Kasus/ Tugas ... 40

G. Umpan Balik/ Tindak Lanjut ... 40

KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 ... 43

TEKNIK MENGGAMBAR FLORA ... 43

A. Tujuan ... 43

B. Indikator Pencapaian Kompetensi ... 43

C. Uraian Materi ... 43

D. Aktivitas Pembelajaran ... 78

E. Rangkuman... 79

F. Latihan/ Kasus/ Tugas ... 79

(11)

B. Indikator Pencapaian Kompetensi ... 85

C. Uraian Materi ... 85

c. Persiapan media dan alat ... 86

d. Tahapan menggambar Flora ... 87

D. Aktivitas Pembelajaran ... 112

E. Latihan/ Kasus /Tugas ... 112

F. Rangkuman... 113

G. Umpan Balik/ Tindak Lanjut ... 113

KEGIATAN PEMBELAJARAN 4 ... 115

GAMBAR BENTUK OBJEK FAUNA (MEDIA DAN TEKNIK)... 115

A. Tujuan ... 115

B. Indikator Pencapaian Kompetensi ... 115

C. Uraian Materi ... 116

D. Aktivitas Pembelajaran ... 133

E. Latihan/Kasus/Tugas ... 133

F. Rangkuman... 135

G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut... 136

KEGIATAN PEMBELAJARAN 5 ... 137

LANGKAH-LANGKAH MENGGAMBAR BENTUK OBJEK FAUNA ... 137

A. Tujuan ... 137

B. Indikator Pencapaian Kompetensi ... 137

C. Uraian Materi ... 137

D. Aktivitas Pembelajaran ... 150

E. Latihan/Kasus/Tugas ... 150

F. Rangkuman... 151

G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut... 151

GLOSARIUM ... 153

DAFTAR PUSTAKA ... 155

LAMPIRAN : Lampiran 1. Kunci Jawaban Latihan/Kasus/Tugas ... 157

(12)

Lampiran 3. Kunci Jawaban Latihan/Kasus/Tugas ... 159

(13)
(14)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Peta Kompetensi ... 3

Gambar 2. Tanaman hias berbunga indah di taman bunga ... 8

Gambar 3. Tanaman hias berdaun indah ... 9

Gambar 4. Pepohonan berbatang keras dan berdaun rindang... 9

Gambar 5. Aneka jenis fauna... 10

Gambar 6. Beberapa Bentuk Dasar Tajuk Tanaman ... 11

Gambar 7. Ruang Taman ... 11

Gambar 8. Tiga Tipe Tekstur Tanaman ... 12

Gambar 9. Pengamatan objek dengan metode Pencil and Thumb Method... 13

Gambar 10. Menggambar Model kuda ... 14

Gambar 11. Teknik memegang pensil untuk menulis ... 15

Gambar 12. Teknik memegang pensil untuk yang tepat menggambar ... 15

Gambar 13. Posisi Pensil ... 16

Gambar 14. Cara memegang pensil dan goresan yang dihasilkan ... 16

Gambar 15. Tekan – tarik pensil ... 17

Gambar 16. Cara memegang pensil warna dan goresan yang dihasilkan ... 17

Gambar 17. Half Tone dalam lukisan dengan objek sekumpulan angsa ... 18

Gambar 18. Ikan dengan karakter tubuh bersisik ... 18

Gambar 19. Badak dengan karakter kulit yang keras ... 19

Gambar 20. Bayangan mmeberi kesan gelap terang pada objek ... 20

Gambar 22. Komposisi objek gambar bunga sepatu ... 21

Gambar 23. Komposisi objek yang selaras antara tinggi dan rendah dan bentuk objek ... 22

Gambar 24. Komposisi layout meruncing di atas ... 23

Gambar 25. Komposisi layout arah diagonal ... 23

Gambar 26. Komposisi layout mengarah ke kanan ... 24

Gambar 27. Proporsi gambar kuda ... 25

Gambar 28. Keseimbangan simetris ... 28

Gambar 29. Komposisi asimetris ... 29

(15)

Gambar 34. Pohon berbunga merah muda sebagai Point of interest ... 33

Gambar 35. Bunga kamboja merah muda yang susunannya harmonis ... 33

Gambar 36. Susunan gambar bunga yang selaras warna, ukuran dan bentuknya ... 34

Gambar 37. Komposisi gambar bunga, vas dan mangkuk ... 35

Gambar 38 .Pensil Graphit ... 45

Gambar 39. Contoh ketebalan pensil grapith ... 45

Gambar 40. Bunga dan Daun dengan pensil ... 47

Gambar 41. Pohon dengan arsir silang (Cross-hatching) ... 47

Gambar 42. Pensil Warna ... 48

Gambar 43. Goresan arsir dan blok dengan pensil warna ... 48

Gambar 44. Gambar bunga dengan pensil warna ... 49

Gambar 45. Oil Pastel ... 49

Gambar 46. Goresan blok pastel ... 50

Gambar 47. Goresan blok dengan teknik pastel ... 50

Gambar 49. Teknik Pointilisme dengan pastel ... 51

Gambar 50. Lukisan pastel dengan teknik Pointilis ... 52

Gambar 51. Berbagai jenis pena: 1.Graphic pen.2. Ballpoint. 3.Drafting pen. 4.Fountain pen ... 52

Gambar 52. Gambar pohon dengan pena ... 53

Gambar 53. Teknik arsir dengan goresan pena satu arah ... 53

Gambar 54. Arsiran miring searah (diagonal) ... 54

Gambar 55. Teknik arsir garis bersilang ... 54

Gambar 56. Teknik arsir garis mengikuti kontur ... 55

Gambar 57. Teknik Coretan bebas (scumbling) ... 55

Gambar 58. Teknik arsiran memnggunakan gabungan titik-titik ... 56

Gambar 59. Palet dan kuas cat minyak ... 57

Gambar 60.Cat Minyak kategori artist ... 57

Gambar 61. Painting Oil Medium ... 58

Gambar 62: Windsor Solvent oil ... 58

(16)

Gambar 64. Draying Oil ... 59

Gambar 65. Varnish Oil ... 60

Gambar 66. Karya lukisan flora dengan cat minyak ... 60

Gambar 67. Lukisan cat minyak dengan teknik allaprima ... 61

Gambar 68. Gambar Bunga di dalam vas dengan teknik Opaque ... 62

Gambar 69. Teknik Scumbling menggunakan cat minyak ... 63

Gambar 70. Komposisi tanaman di dalam vas, buah dan botol di atas meja denganTeknik Impasto. ... 65

Gambar 71. Daun dengan Teknik Sgraffito ... 66

Gambar 72. Lapisan warnaTeknik Glazing ... 66

Gambar 73. Gambar buah apel dengan Teknik Glazing ... 67

Gambar 74. Teknik Pointilis ... 67

Gambar 75. Cat air ... 68

Gambar 76. Gambar dengan Teknik Aquarel ... 70

Gambar 77. Tipe-tipe Kertas Aquarel ... 72

Gambar 77. Gambar pohon dengan teknik Splatter ... 72

Gambar 79. Tinta Bak/ Tinta China ... 73

Gambar 80. Tingkat gradasi warna dari tinta bak/China... 74

Gambar 81. Gradasi tinta gambar ... 74

Gambar 82. Gambar Pohon dengan Tinta China ... 75

Gambar 83. Teknik Aquarel dengan tinta China ... 75

Gambar 84. Teknik pointilis dengan Tinta China ... 76

Gambar 85. Cat Akrilik ... 76

Gambar 87. Tahapan menggambar Flora ... 88

Gambar 88. Tahapan menggambar Flora ... 88

Gambar 90. Gambar tanaman hias dengan teknik arsir hatching menggunakan pensil ... 91

Gambar 91. Pohon dengan teknik Scribbling dengan pensil ... 95

Gambar 92. Langkah-langkah menggambar pohon dengan pena menggunakan teknik Pointilis ... 97

Gambar 93. Teknik arsir searah sejajar (hatching). ... 98

Gambar 92. Langkah-langkah pembuatan gambar bunga mawar menggunakan pensil dengan teknik blok ... 100

(17)

Gambar 100. Palet cat minyak ... 108

Gambar 101. Gambar pohon dengan teknik plakat cat minyak ... 108

Gambar 102. Daun dan buah dengan teknik pointilis ... 109

Gambar 103. Metode Fat Over Lean ... 110

Gambar 104. Bunga dengan teknik transparan ... 111

Gambar 105. Posisi objek berada pada atas mata ... 116

Gambar 106. Posisi objek berada sejajar dengan mata ... 117

Gambar 107. Posisi objek berada pada bawah mata ... 117

Gambar 108. Pensil Grapith ... 120

Gambar 109. Pensil mekanik ... 121

Gambar 110. Pensil Konte ... 121

Gambar 111. Pensil Charcoal ... 122

Gambar 112. Pensil warna ... 123

Gambar 113. Berbagai macam teknik arsir ... 124

Gambar 114. Gajah dengan teknik arsir pensil ... 124

Gambar 115 . Aplikasi teknik arsir dengan ballpoint/drawing pen ... 125

Gambar 116. Alat yang dapat digunakan untuk menghasilkan teknik dussel ... 125

Gambar 117. Teknik pointilisme ... 126

Gambar 118. Teknik linier ... 126

Gambar 119. Crayon dengan minyak yang tinggi ... 128

Gambar 120. Oil Pastels dengan kandungan minyak yang sedang ... 128

Gambar 121. Kemampuan medium pastel yang mampu menghadirkan teknik gradasi ... 129

Gambar 122. Goresan warna yang dihasilkan dari cat air ... 129

Gambar 123. Teknik Silhouette ... 131

Gambar 124. Teknik aquarel ... 132

Gambar 125. Teknik plakat ... 132

Gambar 126. Sketsa kuda dengan menggunakan grid untuk membantu membuat proporsi ... 138

Gambar 127. Arsiran awal yang tipis ... 139

(18)

Gambar 129. Arsiran yang lebih detail dan lebih hitam ... 141

Gambar 130: Finishing bagian bulu dan ekor dan detail keseluruhan objek ... 142

Gambar 131. Sketsa kupu-kupu dengan pensil digoreskan tipis-tipis ... 143

Gambar 132. Menggoreskan pensil warna pada bagian-bagian tertentu ... 143

Gambar 133. Detail pada bagian-bagian tertentu... 144

Gambar 134. Finishing drngan sentuhan objek pendukung lain ... 144

Gambar 131. Kertas dibasahi terlebih dahulu dengan air ... 145

Gambar 132. Sketsa menggunakan pensil secara tipis... 145

Gambar 138. Menggoreskan cat air secara tipis ... 146

Gambar 139. Detail pada objek ... 146

Gambar 140. Finishing pada objek dapat menggunakan drawing pen untuk mempertajam bentuk ... 147

Gambar 141. Sketsa dengan pensil atau langsung dengan cat minyak ... 148

Gambar 142. Blocking pada area-area tertentu ... 148

Gambar 143. Detail pada area terttentu ... 149

(19)
(20)

Pendahuluan

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Modul diklat ini disusun untuk membantu guru dan tenaga kependiklat an

meningkatkan kompetensinya, terutama kompetensi profesional dan

kompetensi pedagogik di bidang seni Budaya, khususnya seni rupa.. Modul

tersebut digunakan sebagai sumber belajar (learning resources) dalam

kegiatan pembelajaran tatap muka dan/atau pembelajaran jarak jauh.

Modul diklat diperuntukkan bagi peningkatan kompetensi profesional dan

pedagogik guru pada mata pelajaran Seni Budaya Bidang seni Rupa di

SMP. Modul ini juga memuat contoh-contoh dan latihan-latihan yang relevan

sehingga peserta diklat dapat menerapkan di lingkungan kerjanya; Dalam

modul ini peserta diklat akan mempelajari tentang teknik menggambar flora

dan fauna, serta cara penggambaran sesuai dengan karakter objek dalam

teknik kering maupun basah.

Modul ini mempunyai keterkaitan erat dengan modul lain, seperti teori

tentang menggambar benda alam geometris dan organis, menggambar

ragam hias, menggambar model manusia, ilustrasi, dan sebagainya.

Adapun hasil belajar yang akan dicapai setelah menguasai modul ini,

peserta diklat diharapkan dapat memahami keteknikan dalam menggambar

flora dan fauna serta dapat menggambarkannya sesuai dengan karakter

objek.

Modul ini terdiri dari empat kegiatan belajar. Kegiatan belajar pertama akan

menguraikan tentang teknik menggambar flora meliputi teknik kering dan

basah. Kegiatan belajar kedua akan menguraikan tentang menggambar flora

sesuai dengan karakter objek dalam teknik kering dan basah. Kegiatan

belajar ketiga akan menjelaskan teknik menggambar fauna meliputi teknik

(21)

menggambar fauna sesuai dengan karakter objek dengan teknik kering dan

basah.

B. Tujuan

Setelah mempelajari modul ini diharapkan peserta Diklat dapat:

1. Menguraikan prinsip-prinsip menggambar Flora dan Fauna

2. Menguraikan keteknikan dalam menggambar Flora dan Fauna

3. Menguraikan keteknikan dalam menggambar Flora

4. Menggambar beragam bentuk flora dengan teknik basah sesuai karakter

objek

5. Menggambar beragam bentuk flora dengan teknik kering sesuai karakter

objek

6. Menggambar beragam jenis fauna dengan teknik basah sesuai karakter

objek.

7. Menggambar beragam jenis fauna dengan teknik kering sesuai karakter

objek.

C. Peta Kompetensi

Kompetensi Guru Mata pelajaran Seni Budaya SMP adalah sebagai berikut:

1. Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan (mencakup

materi yang bersifat konsepsi, apresiasi dan kreasi/ rekreasi) yang

mendukung pelaksanaan pembelajaran seni budaya.

2. Menganalisis materi, struktur, konsep, dan pola pikir ilmu-ilmu yng

relevan dengan pembelajaran seni budaya .

Modul ini secara khusus mempelajari tentang seni rupa, khususnya

mengenai pengetahuan tentang teknik menggambar benda alam geometris

dan organis serta prosedur menggambar benda geometris sesuai karakter

objek menggunakan teknik kering maupun basah dengan disertsai

tahapan-tahapan menggambar yang berurutan agar mudah diikuti oleh peserta diklat.

Adapun peta kompetensi materi menggambar benda alam geometris dan

(22)

Pendahuluan

Gambar 1. Peta Kompetensi

D. Ruang Lingkup

Materi modul ini terdiri atas:

1. Materi kegiatan pembelajaran 1.Prinsip-prinsip menggambar Flora dan

fauna

2. Materi kegiatan pembelajaran 2: Keteknikan dalam menggambar flora

3. Materi kegiatan pembelajaran 3. Menggambar beragam bentuk flora

sesuai dengan karakter objek Menggambar Flora dan Fauna

Konsep Dasar Menggambar

Prinsip-prinsip Menggambar Flora dan Fauna

Teknik Menggambar

Teknik Kering

Flora

Fauna

Teknik Basa

Flora

(23)

4. Materi Kegiatan 4. Keteknikan dalam menggambar fauna

5. Materi Kegiatan 5. Menggambar beragam bentuk fauna sesuai dengan

karakter objek

E. Saran Cara Penggunaan Modul

1. Pelajari daftar isi serta skema kedudukan modul dengan cermat dan

teliti.karena dalam skema modul akan nampak kedudukan modul yang

sedang Anda pelajari dengan modul-modul yang lain.

2. Kerjakan soal-soal dalam tes kemampuan untuk mengukur sampai

sejauh mana pengetahuan yang telah Anda miliki.

Modul ini dibagi menjadi empat kegiatan belajar sebagai berikut :

a. Kegiatan belajar 1.

Menguraikan prinsip-prinsip dalam menggambar flora dan fauna

b. Kegiatan belajar 2:

Menguraikan keteknikan dalam menggambar flora

c. Kegiatan belajar 3:

Menggambar beragam flora sesuai dengan karakter objek

d. Kegiatan belajar 4:

Menguraikan keteknikan dalam menggambar fauna

e. Kegiatan belajar 5:

Menggambar beragam bentuk fauna sesuai dengan karakter objek

3. Anda dapat mempelajari keseluruhan modul ini dengan cara yang

berurutan. Jangan memaksakan diri sebelum benar-benar menguasai

bagian demi bagian dalam modul ini, karena masing-masing saling

berkaitan.

4. Setiap kegiatan belajar dilengkapi dengan uji kepahaman dan uji

kompetensi. Uji kepahaman dan uji kompetensi menjadi alat ukur tingkat

penguasaan anda setelah mempelajari materi dalam modul ini. Jika

anda belum menguasai 75% dari setiap kegiatan, maka anda dapat

mengulangi untuk mempelajari materi yang tersedia dalam modul ini.

5. Apabila anda masih mengalami kesulitan memahami materi yang ada

(24)

Pendahuluan

6. Perhatikan langkah-langkah dalam melakukan pekerjaan dengan benar

untuk mempermudah dalam memahami suatu proses pekerjaan.

7. Pahami setiap materi teori dasar yang akan menunjang dalam

penguasaan suatu pekerjaan dengan membaca secara teliti. Kemudian

kerjakan soal-soal evaluasi sebagai sarana latihan.

8. Untuk menjawab tes formatif usahakan memberi jawaban yang singkat,

jelas dan kerjakan sesuai dengan kemampuan Anda setelah

mempelajari modul ini.

9. Bila terdapat penugasan, kerjakan tugas tersebut dengan baik dan

bilamana perlu konsultasikan hasil tersebut pada guru/pembimbing.

10. Catatlah kesulitan yang Anda dapatkan dalam modul ini untuk

ditanyakan pada guru/pembimbing pada saat kegiatan tatap muka.

11. Bacalah referensi lainnya yang berhubungan dengan materi modul agar

(25)
(26)

Prinsip Menggambar Flora dan Fauna

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1

PRINSIP MENGGAMBAR

FLORA DAN FAUNA

A. Tujuan

Setelah mengikuti kegiatan belajar 1 ini diharapkan peserta diklat dapat :

1. Memahami berbagai macam bentuk flora dan fauna

2. Memahami kartakteristik bentuk flora dan fauna

3. Memahami prinsip-prinsip komposisi dalam menggambar

B. Indikator Pencapaian Kompetensi

1. Peserta Diklat memahami berbagai macam bentuk flora dan fauna

2. Peserta Diklat memahami kartakteristik bentuk flora dan fauna

3. Peserta Diklat memahami prinsip-prinsip komposisi dalam

menggambar flora dan fauna

C. Uraian Materi

Prinsip Menggambar Flora dan Fauna

Menggambar merupakan kegiatan yang diawali dengan menentukan objek

model yang akan digambar. Objek gambar model dapat berupa hewan,

tumbuh-tumbuhan, manusia,dan kumpulan benda-benda yang disusun

sesuai dengan komposisi, proporsi, keseimbangan, dan irama yang baik

sehingga gambar memiliki satu kesatuan yang utuh. Kita akan mempelajari

gambar dengan objek flora dan fauna, dilakukan dengan cara mengamati

langsung objek gambar sehingga dapat diketahui struktur bentuk

gambarnya.Objek gambar. .Struktur bentuk objek gambar tersebut memiliki

kesan yang tidak sama apabila terkena sinar. Model gambar yang terkena

sinar akan menghasilkan bayangan dengan intensitas cahaya yang

berbeda-beda. Efek bayangan yang ditimbulkan dari pencahayaan memberikan

kesan ruang pada model sehingga gambar tampak seperti gambar tiga

(27)

Menggambar menuntut ketepatan bentukdan karakter objek yang akan

digambar. Model gambar sebaiknya berada sesuai dengan jarak

pengamatan mata kita agar kita bisa mengamati detail dari setiap objek yang

digambar. Dalam menggambar,dapat menggunakan bidang gambar berupa

kertas atau kanvas. Alat dan bahan yang digunakan adalah pensil, charcoal

(arang), pensil warna, krayon, cat air, cat akrilik, dan cat minyak.

1. Objek Menggambar Flora dan Fauna

Aneka jenis fauna dan flora merupakan kekayaan alam yang tidak

pernah habis untuk digambar dan masing-masing memiliki keunikan

yang bisa dijadikan inspirasi dalam menciptakan suatu gambar atau

lukisan.

Aneka jenis dan warna bunga, pepohonan dengan aneka bentuk batang

dan daunnya sangat menarik untuk dilukis, begitu juga aneka jenis

fauna yang ada di sekitar kita dari yang berukuran kecil seperti

serangga, kupu, hingga yang berukuran besar seperti kuda, jerapah,

gajah dan sebagainya merupakan objek gambar yang menarik.

a. Objek Flora

Objek flora sangat beragam, ada yang berupa tanaman hias di

sebuah taman bunga, bunga di dalam vas bunga, tanaman hias

berbunga indah maupun yang tidak berbunga akan tetapi berdaun

indah, pepohonan berdaun rindang, pohon kelapa, cemara, dan

sebagainya.

(28)

Prinsip Menggambar Flora dan Fauna

Gambar 3. Tanaman hias berdaun indah Sumber. brendil-community.blogspot.co.id

Selain tanaman hias, objek pepohonan juga tidak kalah menriknya

untuk dijadikan sebagai objek gambar, baik yang berdaun rindang

atau yang

(29)

b. Objek Fauna

Gambar 5. Aneka jenis fauna Sumber: www.dorsetlife.co.uk

2. Aspek Yang Perlu Diperhatikan Dalam Menggambar Flora Dan

Fauna

Dalam menggambar flora dan fauna ada beberapa prinsip yang harus

diperhatikan. Tujuannya agar gambar yang dibuatnya lebih mirip/tepat

dengan objek yang digambar. Menggambar memerlukan pengamatan

yang baik pada objek yang digambar. Pengamatan ini sangat penting

supaya gambar dapat terlihat baik, proporsional dan memiliki keindahan.

a. Unsur Rupa

1) Titik, Garis (Line), dan Bentuk (form)

Titik merupakan unsur paling sederhana pada perancangan,

garis merupakan unsur dasar untuk membangun bentuk.

Sebuah garis adalah unsur perancangan yang

menghubungkan antara satu titik poin dengan titik poin yang

lain sehingga bisa berbentuk gambar garis lengkung (curve)

(30)

Prinsip Menggambar Flora dan Fauna

lembut, bergerak dan alami, sedangkan garis lurus member

kesan stabil, kaku, dan langsung menuju sasaran. Pada objek

flora, unsur garis biasanya diwujudkan dalam bentuk batang,

daun, dan bunga. Sedangkan pada objek fauna, garis

diujudkan dalam bentuk tubuh fauna secara garis besar.

Bentuk adalah segala hal yang memiliki diameter tinggi dan

lebar. Bentuk pada objek flora dapat diwujudkan pada bentuk

dan struktur elemen flora misalnya bentuk dan struktur tanaman

baik secara individual maupun kelompok.

Gambar 6. Beberapa Bentuk Dasar Tajuk Tanaman Sumber: Ingram, 2003

2) Ruang (Space)

Ruang dibentuk oleh dinding, alas dan atap. Dalam

taman,ruang dapat bersifat nyata maupun maya. Ruang nyata

dapat dibentuk dengan menggunakan pembatas berupa

dinding, pagar, maupun tanaman .

Ruang maya dapat dibentuk dengan menggunakan perbedaan

warna, perbedaan bahan maupun perbedaan ketinggian.

(31)

3) Tekstur (Texture)

Tekstur adalah tampilan permukaan (corak) dari suatu benda

yang dapat dinilai dengan cara dilihat atau diraba. Dalam

taman, tekstur juga menunjukkan ukuran daun dan tipe

percabangan. Tanaman dengan ukuran daun besar dan

percabangan jarang disebut memiliki tekstur kasar, begitu pula

sebaliknya.

Gambar 8. Tiga Tipe Tekstur Tanaman Sumber: Ingram, 2003

4) Warna (Color)

Warna merupakan unsur penting dalam menggambar. Warna

dapat menampilkan identitas, menyampaikan pesan atau

membedakan sifat dari bentuk-bentuk visual secara jelas.

b. Aspek yang mendapat perhatian dalam kegiatan menggambar

adalah berikut:

1) Perbandingan ukuran antara bagian-bagian objek harus

proporsional

Setiap objek flora dan fauna memiliki bentuk dan proporsi yang

khas. Objek fauna masing-masing memiliki bentuk badan, kaki,

dan kepala yang memiliki karakter yang berbda satu sama lain,

dengan proporsi yang telah diciptakan seimbang satu sama

lain., sehingb dalam penggambarannya juga harus

mempertimbangkan keseimbangan dari masing-masing bgian

(32)

Prinsip Menggambar Flora dan Fauna

Begitu juga untuk objek flora, tiap-tiap bagian tanaman memiliki

proporsi yang telah diciptakan secara proporsional, sehingga

dalam penggambarannya pun harus semirop mungkin dengan

aslinya.

Salah satu cara untuk mengecek kewajaran proporsi adalah

dengan menggunakan pensil dan ibu jari yang diukurkan pada

objek atau yang disebut “Pencil & Thumb Method” Metode ini

sangat penting karena menjadi dasar untuk memiliki kesadaran

proporsi. Satu-satunya cara untuk mengembangkan

kemampuan untuk melihat dan mendapatkan proporsi yang benar adalah dengan memiliki “kesadaranproporsi” ini melalui pengamatan dan praktek membuat gambar.

Gambar 9. Pengamatan objek dengan metode Pencil and Thumb Method

Sumber: www.carrotacademy.com

Cara menggunakan “Pencil & Thumb Method” :

 Tempatkan badan dalam posisi kokoh dan stabil (bisa

duduk atau bersandar). Rentangkan lengan sejauh

mungkin ke depan (biasanya lengan kanan) dengan pensil

(33)

 Tempatkan ibu jari di pensil sebagai pengukur.

 Bawa pensil pada garis mata dan objek yang akan

kita ukur.

 Cobalah untuk menemukan satu bagian sebagian objek panduan untuk mengukur sisa objek. Bagian ini bisa

digunakan sebagai patokan ukuran ketika kita tidak

sengaja bergeser atau tangan kita berubah posisi.

 Setelah menemukan bagian ini, lanjutkan dengan

keseluruhan bagian objek, masih menggunakan skala yang

sama dari pengukuran awal.

2) Presisi/Ketepatan Bentuk

Dalam menggambar, ketepatan bentuk merupakan hal yang

utama sehingga hasil gambar harus diupayakan semirip

mungkin dengan objek aslinya. Untuk itu diperlukan

kemampuan dalam mengamati objek dan menggambarkannya

sesuai desuai dengan karakternya.

(34)

Prinsip Menggambar Flora dan Fauna

3) Pemanfaatan alat sesuai dengan karakteristiknya

Pensil lunak (soft) jenis 2B atau 4B memiliki karakter berbeda

dengan pensii keras (hard) jenis H. Pensii yang dimiringkan

memberi bekas berbeda dengan yang digunakan secara agak

tegak. Karakter goresan pena dan oil pastel berbeda. Jadi,

masing-masing alat memiliki kemungkinan yang khas dan

bervariasi. Alat-alat tersebut harus dimanfaatkan seoptimal

mungkin dengan cara yang tepat.

Dengan pensil seorang akan didapatkan gambar dengan

perbedaan nada (tone) sehingga mucul kesan tiga dimensi

pada sketsa tersebut. Berikut ini adalah beberapa teknik cara

memegang pensil :

a) Posisi seperti ini kurang baik untuk menggambar, hanya

cocok untuk menulis dan membuat detail.

Gambar 11. Teknik memegang pensil untuk menulis

Sumber. Mauro (1982)

b) Posisi seperti ini sesuai untuk menggambar, dan posisi yang hampir mendatar dengan bidang kertas lebih baik.

Gambar 12. Teknik memegang pensil untuk yang tepat menggambar

(35)

c) Dalam memegang pensil, jarak ujung pensil dan ujung jari

berkisar 2 inci (4 cm -5 cm)

Gambar 13. Posisi Pensil Sumber. Mauro (1982)

d) Beberapa posisi pensil akan menghasilkan ketebalan garis

yang berbeda.

Gambar 14. Cara memegang pensil dan goresan yang dihasilkan

(36)

Prinsip Menggambar Flora dan Fauna

e) Pensil yang ditekan akan menghasilkan garis yang gelap,

sedang pensil yang ditarik akan menghasilkan terang.

Gambar 15. Tekan – tarik pensil Sumber. Mauro (1983)

Gambar 16 . Cara memegang pensil warna dan goresan yang dihasilkan Sumber: kelasnyajuju.wordpress.com

4) Gelap terang (Half-Tone)

Gelap terang merupakan hal yang sangat penting dalam

menggambar. Gelap terang merupakan keadaan bidang yang

dibedakan dengan warna tua untuk gelap dan warna muda

(37)

Gambar 17. Half Tone dalam lukisan dengan objek sekumpulan angsa

Sumber: brainly.co.id

5) Karakter.

Karakter permukaan pohon yang berbatang keras berlainan

dengan pohon berbatang lunak (pohon pisang, misalnya),

begitu juga ciri khas fauna juga berbeda-beda, ada yang

berbulu lebat, dan ada pula yang tidak memiliki bulu.

Masing-masing memiliki kualitas permukaan yang berbeda-beda mulai

dari sangat keras, lembut, dan sebagainya. Cara

menggambarkannya dibutuhkan ketelitian, kecermatan, dan

penguasaan teknik.

(38)

Prinsip Menggambar Flora dan Fauna

Gambar 19. Badak dengan karakter kulit yang keras Sumber. blogmhariyanto.blogspot.com

Beberapa karakter benda yang berbeda, bisa dilihat dari

perbedaan cerah-suram, halus-kasar, warna, bentuk, dan

sebagainya. Karakter dalam menggambar adalah ciri khas yang

ada pada fisik benda yang meliputi keras, lunak, kurang

basah,transparan dan tidak transparan, dan lain sebagainya.

Karakter bahan dapat dibedakan dengan arsiran yang

diterapkan Untuk mempertegas karakter lunak dan keras harus

diterapkan arsir yang tepat agar persepsi terhadap sifat

permukaan dapat ditangkap dengan tepat.

6) Bayangan (Shadow)

Dalam mengamati objek, akan selalu nampak ada bagian yang

terlihat gelap dan bagian yang terlihat terang. Hal ini

dikarenakan adanya cahaya, baik cahaya yang sifatnya alami

seperti matahari dan bulan atau cahaya buatan misalnya lampu

atau lilin. Bayangan dalam menggambar berfungsi untuk

memberi kesan objek menjadi nyata dan berdimensi/volume

dan sangat menentukan untuk terciptanya kesan tiga dimensi.

Meskipun agak samar – samar, bayang – bayang harus ada.

(39)

lebih terang bila dibandingkan dengan bagian yang kurang

mendapatkan sinar. Kemudian akibat dari cahaya yang

mengenai benda tersebut akan muncul bagian gelap yang

menyerupai benda tersebut yang disebut dengan bayangan.

Kesan cahaya bayangan, yang dibuat dengan teknik arsir atau

pulasan bukan saja untuk menggambarkan benda sesuai

dengan yang tampak secara wajar, tetapi juga dalam teknik

arsir itu sendiri terdapat nilai keindahan. Gaya goresan bisa

ekspresif atau rapi (teratur), sesuai dengan pilihan anda sendiri,

tetapi memerlukan ketelitian dan perlu dilatih dengan saksama.

Gambar 20. Bayangan mmeberi kesan gelap terang pada objek Sumber. www.milieart.com

7) Komposisi dalam Menggambar Bentuk

Komposisi dalam menggambar bentuk dapat di artikan sebagai

sesuatu susunan atau letak objek gambar. Penyatuan

komposisi objek gambar akan lebih memperindah dan lebih

(40)

Prinsip Menggambar Flora dan Fauna

Penciptaan suatu karya seni selain menggunakan unsur-unsur

seni juga menggunakan pertimbangan yang sangat mendasar

yaitu penggunaan dan pengaturan kaidah-kaidah seni rupa

yang disebut dengan prinsip-prinsip seni yang sering disebut

dengan komposisi. Komposisi adalah tata susunan yang

menyangkut keseimbangan, kesatuan, irama, dan keselarasan

dalam suatu karya seni rupa. Gambar bentuk yang baik harus

memperhatikan komposisi sehingga gambar yang dibuat dapat

menghasilkan kesan yang seimbang, menyatu, berirama, dan

selaras.

Gambar 22. Komposisi objek gambar bunga sepatu

Sumber: http://3.bp.blogspot.com

Komposisi dalam menggambar bentuk dibedakan menjadi dua,

yang pertama adalah komposisi penataan objek, dan yang

(41)

a) Komposisi penataan objek

Tata letak objek pada bidang gambar penting agar posisi

gambar pada bidang kertas tidak terlalu kecil, terlalu besar,

terlalu ke samping atau ke atas.

Gambar 23. Komposisi objek yang selaras antara tinggi dan rendah dan bentuk objek

Sumber: ni2konline.blogspot.com

b) Komposisi Bidang gambar/ layout

Komposisi layout, terkait dengan pengaturan bidang gamba

diatur sedemikian rupa sehingga menghasilkan komposisi

layout bidang gambar yang menarik, proporsional, dan

artistik. Penguasaan komposisi merupakan hal penting

sebelum melakukan aktivitas menggambar. Penguasaan ini

akan membimbing dan mengarahkan susunan objek dalam

menggambar Berikut ada beberapa jenis komposisi layout

pada gambar berikut.

c) Komposisi layout meruncing di atas

Perletakan Objek gambar berada di tengah bidang gambar,

bagian bawah dibuat detail yang berat semakin ke atas

(42)

Prinsip Menggambar Flora dan Fauna

Gambar. 24. Komposisi layout meruncing di atas Sumber: fjb.kaskus.co.id

d) Komposisi layout arah diagonal

Bobot detail objek terletak di sisi kanan bawah, semakin

naik ke arah diagonal semakin ringan

(43)

e) Komposisi layout mengarah ke kanan

Bobot detail objek mengarah ke bagian kanan bidang

gambar

Gambar 26. Komposisi layout mengarah ke kanan Sumber: blog-senirupa.blogspot.com

8) Proporsi

Proporsi (perbandingan) yaitu unsur kesebandingan ideal yang

dapat dicerap oleh persepsi pengamat sehingga terjadi

keseimbangan harmonis objek gambar. Suatu objek tersusun

dari satu kesatuan berdasarkan ukuran antara bagian satu

dengan bagian lainnya. Kesebandingan, keseimbangan, atau

kesesuaian bentuk dan ukuran suatu benda antara bagian yang

satu dengan bagian yang lain itulah yang dinamakan proporsi.

Dengan menggunakan proporsi yang tepat, maka gambar objek

yang dihasilkan akan tampak wajar. Jika gambar yang dibuat

tidak sesuai dengan proporsi maka akan terkesan janggal. Jadi

(44)

Prinsip Menggambar Flora dan Fauna

bagian-bagian benda yang menjadi objek model gambar yang

dapat diamati .

Perhatikan gambar kuda di bawah ini. Proporsi bagian tubuh

kuda harus digambarkan secara proporsional agar tidak terlihat

terlalu besar atau terlalu kecil, terlalum panjang atau terlalu

pendek.

Gambar 27. Proporsi gambar kuda Sumber . dedengrup.blogspot.com

Pendekatan ini untuk menggambar Kuda yang sederhana tapi

proporsinya benar.

Langkah-langkahnya sebagai berikut :

a) Buatlah garis besar sebuah persegi panjang dengan garis

(45)

b) Kira-kira ditengah pertemuan segitiga depan temukan dan

cari titik bahunya (a). dua garis vertikal atas akan menjadi

tonjolan pundak (b) dan tonjolan pinggul atas (c).

c) Tambahkan garis dada (a), garis perut (b) dan garis

bokongnya (c).

d) Buatlah sketsa leher dan kepala (a-e). Pada sebagian kuda

leher tidak terlalu jauh lebih panjang dari kepala (lihat

gambar kanan atas).

e) Bentuklah siku ujung kaki depan (f). dan siku ujung kaki

belakangnya (g).

f) Buatlah sketsa dua jalur melengkung (depan A dan

belakang A).jalur Belakang harus lebih melengkung dari

(46)

Prinsip Menggambar Flora dan Fauna

g) Tambahkan garis batas pada ujung kaki bawah (a).

Sekarang, Kita mulai menggambar bentuk kaki dari A

sampai D.

h) Perhatikan telapak kaki kuda (c) dalam setiap gambar

Kuda, harus selalu berada didepan garis melengkung (gbr.

C).

i) Pada depan, temukan titik lutut depan (d), dan

D-belakang, temukan titik lutut belakang (d belakang).

Hubungkan garis kaki bawah dengan dua garis sejajar

pendek sampai ketelapak kaki Kuda paling bawah (e).

j) Pelajarilah proses perubahan gambar kaki Kuda paling

bawah dari (gbr.E dan F).

k) Tambahkan sedikit sentuhan akhir.

9) Keseimbangan (Balance)

Balance (keseimbangan) yaitu pengaturan unsur-unsur seni

yang dapat menciptakan suatu perbandingan dan intensitas

sebanding yang bertitik pusat pada suatu tempat sehingga

terdapat keseimbangan dari unsur-unsur yang digunakan.

Keseimbangan ada dua macam yaitu keseimbangan formal

(simetris) dan keseimbangan informal (asimetris).

a) Keseimbangan Formal (Simetris )

Komposisi simetris menunjukkan bahwa objek dibagian

kanan sama atau mirip dengan objek di bagian kiri bidang

gambar. Komposisi yang simetris memiliki karakter formal,

adanya kesamaan antara kanan dan kiri, terdapat garis

sumbu dan tiap elemen diulang sepasang-sepasang di kiri

dan di kanan, atau di atas dan di bawah. Desain yang

simetris disukai manusia karena: manusia sendiri sudah

simetris dan senang akan kesamaan itu, komposisi mudah

(47)

keseimbangan, irama yang stabil, kejernihan dan kesatuan,

yang kesemuanya bersifat positif.

Gambar 28. Keseimbangan simetris Sumber: pastelanne.wordpress.com

Kekurangan keseimbangan simetris cenderung memiliki

keterbatasan serta tidak imajinatif dalam pelaksanaan,

terlalu banyak kesamaan pada tiap komposisinya,

sehingga terkesan monoton dan statis .

b) Keseimbangan Informal (Asimetris)

Komposisi asimetris menunjukkan bahwa objek di bagian

kanan tidak sama atau mirip dengan objek di kiri bidang

gambar tetapi terkesan menunjukkan keseimbangan. Objek

yang berwarna gelap memiliki kesan lebih berat daripada

objek lain yang besarnya sama dengan benda tersebut

tetapi berwarna terang.

Keseimbangan asimetris disebut juga keseimbangan aktif

yang memiliki komponen yang berbeda, baik dalam bentuk

dan warna, tetapi sama berat. Disini gambar menjadi lebih

bebas, karena aturannya tidak kaku dan menarik karena

(48)

Prinsip Menggambar Flora dan Fauna

Keseimbangan pada objek pohon pada gambar di bawah

ini memberikan adanya kesan keseimbangan antar

bagian-bagiannya, artinya tidak terkesan berat di salah satu sisi

dan ringan di sisi yang lain.

Perhatikan Gambar berikut.

Gambar 29. Komposisi asimetris Sumber: www.pinterest.com

Pohon yang berada di sisi kanan lebih besar di banding

pohon yang berada di sisi kiri. Akan tetapi karena pohon di

sisi kiri jumlahnya lebih banyak maka kesan keseimbangan

dapat terwujud.

Lukisan di bawah ini menerapkan keseimbangan

asimetris, dimana objek kiri dan kanan tidak sama akan

tetapi terlihat seimbang. Ini disebabkan karena bentuk

pohon di sebelah kanan ukurannya besar akan tetapi

jumlahnya hanya satu dan bentuknya sederhana,

sementara di sebelah kiri terdapat pepohonan yang

ukurannya lebih rendah akan tetapi jumlahnya lebih banyak

(49)

Gambar 30. Balance pada lukisan pemandangan Sumber: www.wisnujadmika.wordpress .com

Gambar 31. Keseimbangan asimetris Sumber: paisajesybodegonesaloleo.blogspot.com

Gambar kucing dan burung di atas meskipun tidak simetris

tapi terlihat seimbang karena kucing yang berwarna terang

dan besar di sebelang kanan diimbangi dengan burung di

sebelah kiri yang meskipun kecil tapi posisinya lebih tinggi.

c. Unity

Kesatuan adalah suatu penggambaran objek yang memberikan

(50)

Prinsip Menggambar Flora dan Fauna

artinya keterpaduan dari bagian-bagian gambar, tidak terkesan

terbelah atau terpisah.

Unity (kesatuan) merupakan unsur-unsur seni yang dimanfaatkan

dalam suatu karya, terkait dalam kaidah-kaidah yang menimbulkan

suatu ketergantungan.

Gambar 32. Komposisi yang mempertimbangkan unity Sumber: gcps.desire2learn.com773 × 600Telusuri pakai gambar

Apabila kaidah-kaidah tersebut ada yang lemah atau hilang maka

akan tercipta karya yang tidak serasi. Untuk itu hubungan yang kuat

dan erat dari kaidah-kaidah seni tersebut akan menciptakan karya

seni yang sempurna.

d. Irama

Irama adalah merupakan pengulangan unsur-unsur secara konstan

(teratur, kontinyu, rutinitas). Irama adalah suatu penggambaran

objek yang memberikan kesan pergerakan dengan alur yang

(51)

Gambar 33. Komposisi yang ritmis Sumber. paisajesybodegonesaloleo.blogspot.com

Gambar yang terkesan ritmisnya akan terasa enak dipandang mata,

lain dengan gambar yang acak-acakan dan tidak jelas pengaturan

objeknya.

e. Pusat perhatian (Point of Interest)

Pusat perhatian (Point of Interest) adalah dimana terdapat unsur

seni yang sengaja diperkuat intensitasnya dan memberikan suatu

unsur pusat perhatian yang dapat mendominasi dari unsur

keseluruhan dan tidak mengganggu kesempurnaan.

Point of interest pada lukisan di samping adalah pohon yang berada

di latar depan yang terlihat menonjol dengan warna bunga merah

di antara warna gunung yang biru di latar belakang.

Point of interest akan muncul ketika bentuk dan warna di sekitar

objek utama tidak saling berebut dominasi sehingga objek utama

(52)

Prinsip Menggambar Flora dan Fauna

Gambar 34. Pohon berbunga merah muda sebagai Point of interest Sumber. olx.co.id

f. Harmoni (Keselarasan)

Timbulnya suatu keselarasan unsur-unsurnya dan tidak saling

tenggelam dan menonjol sehingga dalam karya tersebut unsurnya

saling mendukung juga terkait satu dengan yang lain.

Gambar 35. Bunga kamboja merah muda yang susunannya harmonis Sumber. olx.co.id

Keselarasan adalah suatu penggambaran objek yang memberikan

(53)

dalam suatu benda, atau benda yang satu dengan benda yang lain

dipadukan.

Jadi harmoni dapat diperoleh dari dua sumber, yaitu harmoni

langsung dan harmoni tidak langsung.

1) Harmoni langsung

Harmoni yang langsung terlihat dari unsur seni yang telah

serasi, misalnya harmoni yang diperoleh keselarasan

garis-garis, keserasian warna, keseimbangan bentuk.

Gambar 36. Susunan gambar bunga yang selaras warna, ukuran dan bentuknya

Sumber. javadesindo-artgallery.blogspot.com

2) Harmoni tidak langsung

Harmoni yang dicapai lewat pertimbangan pikir terhadap

(54)

Prinsip Menggambar Flora dan Fauna

yang berupa peralatan minum, maka akan serasi apabila terdiri

dari barang-barang yang digunakan untuk minum, seperti

gelas/ cangkir, teko, piring, serbet, dan sebagainya.

Gambar 37. Komposisi gambar bunga, vas dan mangkuk Sumber: www.milieart.com

3. Persiapan Menggambar Flora dan Fauna

Dalam menggambar bentuk ada dua pendekatan yang dapat digunakan

yaitu:

a. Pendekatan dengan model

Yang dimaksud dengan model adalah benda atau objek yang akan

digambar, misalnya: kendi, gelas, buah-buahan, kursi, keramik dan

sebagainya.

Menggambar pendekatan dengan model maksudnya, dalam

kegiatan menggambar harus ada objek sesungguhnya. Dengan

adanya model, penggambar lebih banyak memperoleh kemudahan

antara lain:

1) objek gambar lebih jelas tidak perlu mencari-cari objek gambar

2) penggambar dapat mengontrol gambar dan model sesering

(55)

b. Pendekatan tanpa model

Pendekatan ini bertolak belakang dari pendekatan dengan model.

Menggambar bentuk tanpa model banyak kekurangannya, terutama

bagi siswa yang masih belajar menggambar. Bagi yang belum

mahir, model digunakan untuk menghasilkan gambar yang baik,

sebab tutntutan keberhasilan dalam menggambar bentuk adalah

ketepatan gambar dengan objek yang digambar.

Sebelum mulai menggambar, persiapkan terlebih dahulu objek yang

akan digambar kemudian siapkan juga papan atau meja gambar.

Aturlah sudut pandang kita, jangan terlalu jauh agar kita dapat

mengamati model yang akan kita gambar dengan lebih jelas. Biasakan

selalu menggambar di atas permukaan yang miring, bukan permukaan

yang datar. Permukaan yang datar mengakibatkan gambar yang dibuat

tidak proporsional (distorsi). Gunakan pensil 2H atau H untuk membuat

garis bantu. Jenis pensil ini sangat membantu kita dalam menggambar

modelkarena menghasilkan garis yang cukup tipis sehingga kita tidak

terganggu dengan garis maupun coretan tebal dan kita tidak perlu

membuang waktu untuk menghapus berulang-ulang coretan garis yang

salah.

Biasakan memulai menggambar dengan membuat proporsi, bentuk dan

gesture secara global menggunakan pensil 2H atau H. Apabila sudah

sesuai dengan model yang digambar, lanjutkan dengan menggambar

bagian-bagian yang lebih detil untuk kemudian diperjelas dengan pensil

Hb, B, atau 2B dan dapat juga menggunakan baik pensil warna, cat,

maupun spidol.

Adapun langkah-langkah dalam menggambar bentuk dengan

pendekatan model adalah sebagai berikut:

1) Mempersiapkan objek gambar model alam benda yang akan

digambar.

(56)

Prinsip Menggambar Flora dan Fauna

Pengamatan adalah kegiatan untuk mengenali objek yang akan

digambar. Benda atau objek hendaknya diamati seksama dan

berulang-ulang. Ada baiknya kegiatan pengamatan dilakukan dengan

bingkai (frame).

3) Pindahkan hasil pengamatan diatas bidang gambar dengan cara

mensketsa objek gambar satu per satu secara tipis.

4) Saat membuat sketsa, yaitu menggambar bentuk global dengan

memperhatikan proporsi,bentuk, objek yang digambar.

5) Menentukan teknik

Penggunaan teknik tergantung pada alat dan bahan yang akan kita

gunakan.

Bila akan menggunakan pensil gambar atau pensil berwarna, teknik

arsir atau dusel lebih tepat. Sedangkan bila menggunakan bahan cat

air, teknik yang tepat adalah aquarel.

6) Gunakan warna muda terlebih dahulu baru kemudian warna tua.

Hindarkan pemakaian cat air warna putih atau pensil warna putih.

Biarkan warna kertas gambar sebagai mana aslinya. Dan bila

menghendaki warna gelap, tidak harus menggunakan warna hitam.

7) Berikan kesan gelap terang pada setiap bagian objek dengan

menggunakan arsiran sampai terlihat perbedaannya. Berilah tanda

batas yang tipis antara bagian benda yang terang dan gelap dengan

memperhatikan arah cahaya.

8) Buatlah detail pada setiap objek.Perjelas setiap bagian objek dengan

warna yang sesuai model.

9) Penyelesaian akhir gambar atau sentuhan akhir yaitu proses

pemberian tekanan pada karya gambar bentuk, dengan tujuan yang

bersifat memantapkan goresan sehingga gambar tersebut

mempunyai greget atau warna

.

Proses ini dilakukan dengan penjelasan gambar sesuai dengan karakter objek masing-masing

(57)

D. Aktivitas Pembelajaran

1. Aspek Sikap

a. Mendiskusikan aspek kejujuran dan kesantunan dalam

mengidentifikasi teori, alat dan medium menggambar bentuk flora

dan fauna.

b. Memberikan contoh beberapa teknik menggambar bentuk flora dan

fauna secara jujur dan santun.

2. Aspek Pengetahuan

a. Mengamati

Kegiatan mengamati untuk peserta diklat pada bagian ini difokuskan

pada pengamatan karya-karya gambar-gambar flora. Pengamatan

ini perlu untuk dilakukan oleh peserta diklat agar dapat melatih

kepekaan indra mata serta kepekaan rasa untuk dapat membuat

karya gambar flora dan fauna yang mencerminkan kreativitas.

Berikut adalah kegiatan mengamati yang harus dilakukan.

1) Mengamati komposisi gambar flora

2) Mengamati komposisi gambar fauna

3) Mengamati unsur-unsur dalam gambar flora dan fauna.

4) Mengamati penerapan prinsip-prinsip menggambar dalam

gambar flora dan fauna.

b. Menganalisis

1) menganalisis alat dan medium menggambar bentuk flora..

2) menganalisis ruang lingkup pengelompokan teknik

menggambar baik teknik kering maupun teknik basah.

3) Menganalisis karakteristik medium dan aplikasinya tyerhadap

teknik yang sesuai.

(58)

Prinsip Menggambar Flora dan Fauna

c. Menanya

1) Menanyakan tentang penerapan komposisi pada gambar flora

dan fauna.

2) Menanyakan tentang unsur-unsur seni rupa pada gambar flora

dan fauna

3) Menanyakan tentang penerapan prinsip-prinsip seni rupa pada

gambar flora dan fauna

4) Mencatat semua hasil yang telah diperoleh.

d. Mengeksplorasi

1) Mengeksporasi berbagai komposisi gambar flora dan fauna.

2) Mengeksplorasi unsur-unsur seni rupa pada gambar fora dan

fauna

3) Mengeksplorasi penerapan prinsip-prinsip seni rupa pada

gambar flora dan fauna

3. Aspek Keterampilan

a. Memanfaatkan dan mengaplikasikan teknik menggambar bentuk

fauna.

b. Mendiskusikan permasalahan yang berkaitan dengan alat, medium,

teknik menggambar bentuk fauna secara analitis.

c. Membuat media pembelajaran yang berhubungan dengan materi

menggambar bentuk fauna.

E. Rangkuman

Menggambar model adalah kegiatan menggambar yang menggunakan

model sebagai objek gambarnya. Objek gambar model dapat berupa

tumbuh-tumbuhan, hewan, manusia, dan benda-benda. Setiap model

gambar memiliki bentuk dan karakter yang berbeda-beda. Proses

menggambar model sebaiknya dimulai dengan bentuk-bentuk global untuk

mempermudah penyelesaian gambar terutama dalam menentukan

(59)

Prinsip-prinsip menggambar model, seperti: komposisi, proporsi,

keseimbangan, dan kesatuan harus tetap diperhatikan agar gambar yang

dihasilkan memiliki nilai estetik, menarik, dan berkesan wajar.

Gambar model yang baik sangat berkaitan dengan prinsip-prinsip

menggambar tersebut.Untuk mengasah keterampilan kita dalam

menggambar model lakukan latihan terus menerus dengan menggunakan

pensil dan kertas buram sebagai media dan alatnya sampai kita memahami

bentuk yang sebenarnya. Latihan yang dilakukan sekaligus melatih imajinasi

dan kepekaan rasa serta merekam bentuk-bentuk objek sebagai referensi

visual kita dalam menggambar model.

F. Latihan/ Kasus/ Tugas

Dalam test ini setiap peserta diklat membaca dengan cermat dan teliti setiap

butir soal dibawah ini. Kemudian berdasarkan uraian materi di atas tulislah

jawabannya pada lembar jawaban test formatif yang telah disediakan.

1. Jelaskan prinsip-prinsip menggambar!

2. Jelaskan langkah-langkah menggambar flora dan fauna.

G. Umpan Balik/ Tindak Lanjut

Setelah mempelajari isi modul ini didapat wawasan mengenai berbagai

unsur dan prinsip dalam menggambar objek flora sesuai dengan karakter

objek , baik dengan teknik kering maupun basah, serta berbagai alat dan

media yang bisa digunakan untuk mewujudkan gambar sesuai dengasn

kesan yang diinginkan

Rencana pengembangan ke depannya, wawasan tentang teknik

menggambar flora dengan teknik basah dan kering ini akan

diimplementasikan dalam pembelajaran di kelas, khususnya bagi siswa

Sekolah Menengah Pertama untuk meningkatkan wawasan peserta didik

tentang menggambar.

Setelah mengerjakan soal latihan di akhir bab ini, Anda melakukan koreksi

(60)

Prinsip Menggambar Flora dan Fauna

bab dalam modul ini. Jika Anda dapat menjawab 100 % benar,maka Anda

dianggap memenuhi ketuntasan dalam menguasai materi modul ini. Jika

Anda menjawab kurang dari 100% benar, berarti Anda perlu mempelajari

(61)
(62)

Teknik Menggambar Flora

KEGIATAN PEMBELAJARAN 2

TEKNIK MENGGAMBAR FLORA

A. Tujuan

1. Memberi kemampuan bagi Peserta Diklat dalam mengidentifikasi

karakteristik bentuk berbagai ragam flora

2. Memberi kemampuan bagi Peserta Diklat dalam menjelaskan

perbedaan teknik kering, teknik basah, dan teknik campuran dalam

menggambar objek flora.

3. Memberi kemampuan bagi Peserta Diklat dalam menjelaskan alat dan

bahan dalam menggambar flora dengan teknik kering, teknik basah, dan

teknik campuran.

4. Memberi kemampuan bagi Peserta Diklat dalam menguraikan prosedur

menggambar flora dengan teknik kering dan teknik basah.

B. Indikator Pencapaian Kompetensi

1. Peserta Diklat mempu menjelaskan perbedaan teknik kering, teknik

basah, dan teknik campuran dalam menggambar flora dan fauna.

2. Peserta mampu menjelaskan alat dan bahan dalam menggambar flora

dan fauna dengan teknik kering, teknik basah, dan teknik campuran.

3. Peserta Diklat dapat menguraikan prosedur menggambar flora dan

fauna dalam teknik kering, teknik basah, dan teknik campuran.

C. Uraian Materi

Teknik Menggambar Flora

Menggambar Flora merupakan kegiatan menggambar Still Life, yaitu

menggambar benda dengan mengamati objek secara langsung.

(63)

tidak boleh mengabaikan bentuk gambar yang proporsional sehingga benda

yang dibuat tidak boleh mengalami distorsi.

Teknik menggambar juga terdiri dari beberapa jenis berdasarkan sudut

pandang tinjauannya. Pada kesempatan ini akan disajikan jenis-jenis teknik

menggambar berdasarkan cara penggambaran.

1. Teknik Kering

Menggambar dengan menggunakan teknik kering berarti menggambar

tanpa menggunakan bahan pengencer minyak cat (linseed oil) atau air.

Teknik ini menggunakan alat dan media gambar dalam keadaan kering,

tidak berminyak dan tidak basah.

a. Alat Menggambar Teknik Kering

Beberapa alat yang dapat digunakan dalam menggambar model

dapat di jumpai dalam berbagai ukuran dan jenis barang seperti

pensil, penghapus, kertas dan sebuah papan

gambar.Barang-barang ini memiliki fungsi dan kegunaannya masing-masing. Peran

alat dan bahan sangat menentukan untuk menghasilkan gambar

bentuk yang baik.

Alat dan bahan untuk menggambar bentuk dengan media kering

dibedakan berdasarkan penggunaan medianya, yaitu sebagai

berikut.

1) Pensil

Menggambar dengan menggunakan alat pensil akan

menghasilkan gambar hitam putih. Ada beberapa macam pensil

(64)

Teknik Menggambar Flora “H” dan “B”. Pensil H memiliki sifat keras dan cocok digunakan untuk membuat garis yang tipis. Pensil B memiliki sifat lunak dan

cocok digunakan untuk membuat garis tebal atau hitam pekat.

Pensil H dan pensil B dibedakan dari segi tingkat kekerasan dan

kepekatan hasilnya.Pensil H dan pensil B diberi tanda angka

untuk membedakan jenisnya. Untuk pensil B, makin besar

angkanya makin lunak sifatnya dan makin pekat hasil

goresannya. Untuk pensil H, makin besar angkanya, makin keras

sifatnya dan makin tipis hasil goresannya.

Untuk merancang sebuah gambar bentuk dapat digunakan pensil

keras (hard), misalnya pensil HB. Coretan yang dihasilkan pensil

HB tidak terlalu terang sehingga sangat cocok untuk merancang

sket awal sebelum tahap penyempurnaan gambar

(finishing).Tahap berikutnya menggunakan pensil lunak (2B,3B,

4B, 5B, dan 6B). Pensil jenis B ini memiliki sifat lunak dan

hasilnya lebih pekat sehingga cocok untuk teknik blok, arsir, atau

dussel. Contoh ketebalan pensil grapith kamu bisa lihat gambar

di bawah ini.

Gambar 39. Contoh ketebalan pensil grapith

(65)

Mengarsir merupakan bagian terpenting dalam menggambar

secara realistis. Arsiran yang bagus dapat memberikan berbagai

texture dalam gambar. Berikut beberapa teknik arsir

menggunakan pensil:

a) Hatching (searah)

Cara mengarsir dengan goresan satu arah

b) Scribbling (Bulatan- bulatan kecil)

Teknik mengarsir

dengan cara

membuat bulatan

bulatan kecil yang

tidak beraturan.

c) Cross-Hatching (arsir silang)

Cara mengarsir

dengan goresan

dua arah yang

saling berlawanan

(66)

Teknik Menggambar Flora

d) Stippling (titik-titik/pointilis)

Cara mengarsir dengan

memberikan titik titik, dan

untuk memberikan value

warna yang berbeda yaitu

bisa dengan merapatkan

atau merenggangkan

pengisian titik nya.

Contoh gambar flora menggunakan pensil. Dengan teknik

arsir hatching (searah)

Gambar 40. Bunga dan Daun dengan pensil

Sumber. belajar-menggambar.blogspot.com

Contoh gambar flora menggunakan pensil dengan teknik

arsir silang (cross-hatching)

(67)

2) Pensil Warna

Pensil warna mempunyai jenis warna yang berbeda-beda

setiap set/kotaknya ada 12 warna, 24 warna, 48 warna bahkan

lebih, tergantung produsen yang memproduksi pensil warna

tersebut.

Gambar 42. Pensil Warna

Sumber:

http://www.kreatifb erkarya.com/2014/ 05/mengenal- jenis-jenis-pensil.html

Bentuk dan tekstur sama seperti pensil grapith, tapi memiliki bermacam-macam warna . Pensil warna memiliki variasi warna yang cukup banyak dapat menghasilkan warna yang lembut.

Pensil warna dapat digunakan untuk mewarnai gambar dengan

cara gradasi, yaitu pemberian warna dari arah yang gelap

berlanjut kearah yang lebih terang atau sebaliknya.

Penggunaan pensil warna dapat dilakukan dengan cara

mengarsir atau memblok warna. Tekanan pada penggunaan

pensil sangat memengaruhi ketajaman warna.

(68)

Teknik Menggambar Flora

Contoh gambar flora dengan pensil warna.

Gambar 44. Gambar bunga dengan pensil warna Sumber: ophiejolumut. blogspot.com

3) Oil Pastel (Pastel Minyak)

Pastel merupakan media menggambar yang berupa batangan

padat seperti kapur dalam berbagai macam warna,mengandung

bahan lilin/minyak. Karena mengandung minyak, pastel memiliki

sifat menolak air yang disapukan di atasnya.

Gambar 45. Oil Pastel

Sumber: www.belajarmenggambar.com

Oil Pastel adalah media menggambar yang kandungannya

merupakan campuran pigmen, minyak dan wax. Pastel minyak

dengan bahan campuran penguat lemak padat relatif lebih lunak

(69)

kecerahan warna pigmen. Hal tersebut termasuk kelebihan

pastel minyak disamping kelunakannya yang memudahkan

pengguna mencampur warna.

Penyelesaian warna dengan pastel dapat dilakukan dengan

beberapa teknik di antaranya:

a) Teknik blok

Teknik Blok, yaitu teknik menggambar untuk mendapatkan

kesan ruang dengan cara menutup secara merata

bagian-bagian yang gelap dan membentuk bidang-bidang yang

membentuk benda yang berkesan siluet.

Gambar 46. Goresan blok pastel Sumber: belajarmenggambar.com

Pastel harus digoreskan secara merata pada bidang dan

meniadakan kesan gelap terang karena seluruh permukaan

benda intensitas warnanya sama.

Gambar 47. .

Goresan blok dengan teknik pastel

(70)

Teknik Menggambar Flora

b) Teknik Gradasi

Teknik Gradasi, yaitu teknik menggambar atau melukis

untuk mendapatkan kesan ruang (terang-gelap) dengan cara

menumpuk garis ke arah kesan terang gelap yang diinginkan

Gambar 48. Teknik arsir dengan pastel Sumber: www.pinterest.com

c) Teknik Pointilis

Teknik menggambar dengan menggunakan serangkaian

titik-titik untuk membuat gambar.

(71)

Gambar 50. Lukisan pastel dengan teknik Pointilis

4) Pena

Terdapat bermacam jenis pena seperti ball point, fountain pen,

graphic pen, drafting pen dan lain-lain. Jenis pena yang paling

umum digunakan adalah drafting pen dan graphic pen, karena

tersedia dalam ukuran ujung pena yang berbeda-beda sesuai

dengan kebutuhan yaitu 0.1, 0.2, 0.3, 0.5, 0.6, 0.8.

Gambar 51. Berbagai jenis pena: 1.Graphic pen.2. Ballpoint. 3.Drafting pen. 4.Fountain pen

Sumber: http://dkv.binus.ac.id/2014/10/22/

Drafting pen dapat diisi ulang dengan mengisi kembali atau

mengganti tabung tinta, maka graphic pena dapat dipakai sekali

(72)

Teknik Menggambar Flora

Gambar 52. Gambar pohon dengan pena

Sumber. http://rifqirasyad.blogspot.co.id/2012/01/gambar-bentuk.html

Untuk membentuk karakter objek dilakukan proses arsir

menggunakan pena. Adapun beberapa teknik arsir yang dapat

diterapkan adalah sebagai berikut.

a) Arsiran satu arah sejajar (hatching)

Pada teknik ini pena digoreskan dalam arah yang sama.

Sehingga terlihat barisan garis sejajar dan searah.

Semakin sering kita menggores maka akan timbul efek

lebih gelap karena semakin padat dan menumpuknya garis

akan menambah massa garis menjadi lebih tebal sehingga

terbentuk efek ilusi volume terang bayang.

(73)

b) Arsiran Miring (Diagonal)

Teknik arsiran miring searah dengan kemiringan 45 derajat.

Pada area yang gelap dilakukan pengulangan arsiran

dengan arah yang sama hingga mencapai kepekatan yang

diinginkan.

Gambar 54. Arsiran miring searah (diagonal)

c) Arsiran silang (cross hatching)

Teknik ini mirip dengan arsiran satu arah, namun terjadi

persilangan arah dari goresan pena tersebut. Pada bagian

yang ingin diarsir lebih gelap dapat juga goresan ditumpuk

dengan menggunakan arah garis yang berbeda. Biasanya

perbedaan arah dari garis awal ke garis berikutnya adalah

45 derajat.

(74)

Teknik Menggambar Flora

d) Arsir mengikuti Kontur bidang

Pada teknik ini goresan arsir pada pena mengikuti bentuk

kontur bidang yang ingin diarsir, maka akan terlihat volume

pada benda tersebut.

Gambar 56: Teknik arsir garis mengikuti kontur

e) Arsiran coretan bebas (scumbling)

Pada teknik ini arsiran berbentuk corat-coret bebas.

Biasanya goresan tidak berupa garis namun seperti

coretan bebas. Coretan bebas ini akan lebih menarik bila

arah goresan dapat dirubah secara acak membentuk ilusi

volume yang diinginkan.

Gambar 57. Teknik Coretan bebas (scumbling)

f) Arsiran titik (Pointilis)

Adalah teknik arsiran dengan membuat titik-titik seperti

teknik pointilisme. Semakin dekat dan rapat titik-titik yang

(75)

Gambar 58. Teknik arsiran memnggunakan gabungan titik-titik

Goresan tinta goresan lebih bebas bergerak di atas kertas

tapi goresan tidak akan bisa dihapus. Teknik menggambar

dengan pena ini biasanya dilakukan secara spontan.

Seorang illustrator yang memilih menggunakan media

pena, memerlukan proses pengenalan media pena yang

digunakan dalam rangka pencarian garis spontan,

melakukan latihan menggores yang monoton dan konsisten

untuk menghasilkan karakter gambar yang diinginkan.

2. Teknik Basah

Menggambar dengan Teknik Basah adalah enggunakan bahan-bahan

yang menggunakan pelarut air atau minyak. Cat yang dapat digunakan

di antaranya:

a. Cat Minyak

Cat minyak digunakan dengan cara mengencerkan cat dengan

minyak cat terlebih dahulu. Setelah diencerkan dengan tingkat

kekentalan tertentu, baru kemudian dipoleskan diatas permukaan

kanvas. Dalam teknik ini biasanya digunakan kuas khusus untuk cat

(76)

Teknik Menggambar Flora

digunakan bisa berbentuk kuas, pisau pallet, atau langsung dari

tube). Kelebihan dari teknik ini antara lain proses memblok warna

cenderung lebih cepat dan warna dapat ditumpuk dengan warna

lain dengan menutup warna sebelumnya.

Gambar 59. Palet dan kuas cat minyak Sumber: Harrison, 1991

Cat minyak dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu cat minyak “artist” dan “students”. Cat minyak kategori artist harganya mahal karena mengandung lebih banyak pigmen warna warna dan tidak

banyak campuran. Akan tetapi hasil gambar yang dihasilkan

memiliki intensitas warna yang lebih bagus.

Gambar 60.

Cat Minyak kategori artist

(77)

1) Jenis Minyak Cat

Minyak cat adalah minyak yang digunakan untuk menggambar

atau melukis menggunakan bahan cat minyak di atas kanvas. Ada

beberapa jenis minyak cat yang dikemas dalam botol, mulai dari

minyak cat jenis medium, Vernish, Solvent, Primer, Draying, dan

Semi-Draying. Masing-masing jenis minyak ini memiliki fungsi dan

kegunaan sendiri-sendiri, antara lain sebagai berikut:

a) Medium Oil,

Fungsi antara lain mengubah kecepatan kekeringan,

memperhalus permukaan, membuat/ memodifikasi tekstur,

mencairkan atau mengencerkan kekentalan cat minyak.

Gambar 61. Painting

Minyak ini digunakan untuk membersihkan peralatan seperti

kuas dan palet dari sisa-sisa cat seusai proses menggambar.

Figur

Gambar 6. Beberapa Bentuk Dasar Tajuk Tanaman
Gambar 6 Beberapa Bentuk Dasar Tajuk Tanaman . View in document p.30
Gambar 9. Pengamatan objek dengan metode Pencil and Thumb Method
Gambar 9 Pengamatan objek dengan metode Pencil and Thumb Method . View in document p.32
Gambar 10. Menggambar Model kuda
Gambar 10 Menggambar Model kuda . View in document p.33
Gambar 11. Teknik memegang
Gambar 11 Teknik memegang . View in document p.34
Gambar 13. Posisi Pensil
Gambar 13 Posisi Pensil . View in document p.35
Gambar 18. Ikan dengan karakter tubuh bersisik Sumber. fjb.kaskus.co.id
Gambar 18 Ikan dengan karakter tubuh bersisik Sumber fjb kaskus co id . View in document p.37
Gambar 25. Komposisi layout arah diagonal Sumber: blog-senirupa.tumblr.com
Gambar 25 Komposisi layout arah diagonal Sumber blog senirupa tumblr com . View in document p.42
Gambar. 24. Komposisi layout meruncing di atas Sumber: fjb.kaskus.co.id
Gambar 24 Komposisi layout meruncing di atas Sumber fjb kaskus co id . View in document p.42
gambar
gambar . View in document p.43
gambar kanan atas).
gambar kanan atas). . View in document p.45
Gambar 28. Keseimbangan simetris Sumber: pastelanne.wordpress.com
Gambar 28 Keseimbangan simetris Sumber pastelanne wordpress com . View in document p.47
Gambar 30. Balance pada lukisan pemandangan Sumber: www.wisnujadmika.wordpress .com
Gambar 30 Balance pada lukisan pemandangan Sumber www wisnujadmika wordpress com . View in document p.49
Gambar 32.  Komposisi yang mempertimbangkan unity Sumber: gcps.desire2learn.com773 × 600Telusuri pakai gambar
Gambar 32 Komposisi yang mempertimbangkan unity Sumber gcps desire2learn com773 600Telusuri pakai gambar . View in document p.50
Gambar 35. Bunga kamboja merah muda yang susunannya harmonis Sumber. olx.co.id Keselarasan adalah suatu penggambaran objek yang memberikan kesan kesesuaian antara bagian yang satu dengan bagian yang lain
Gambar 35 Bunga kamboja merah muda yang susunannya harmonis Sumber olx co id Keselarasan adalah suatu penggambaran objek yang memberikan kesan kesesuaian antara bagian yang satu dengan bagian yang lain . View in document p.52
Gambar 36. Susunan gambar bunga yang selaras warna, ukuran dan bentuknya
Gambar 36 Susunan gambar bunga yang selaras warna ukuran dan bentuknya . View in document p.53
gambar. Berikut
Berikut . View in document p.65
Gambar 40. Bunga dan Daun dengan pensil Sumber. belajar-menggambar.blogspot.com
Gambar 40 Bunga dan Daun dengan pensil Sumber belajar menggambar blogspot com . View in document p.66
Gambar 45. Oil Pastel Sumber: www.belajarmenggambar.com
Gambar 45 Oil Pastel Sumber www belajarmenggambar com . View in document p.68
Gambar 48. Teknik arsir dengan pastel
Gambar 48 Teknik arsir dengan pastel . View in document p.70
Gambar 53. Teknik arsir dengan goresan pena satu arah
Gambar 53 Teknik arsir dengan goresan pena satu arah . View in document p.72
Gambar 63.  Primer Oil Paint Sumber: http://www.dickblick.com/products/winsor-and-newton-oil-painting-primer/#photos
Gambar 63 Primer Oil Paint Sumber http www dickblick com products winsor and newton oil painting primer photos . View in document p.78
Gambar 66. Karya lukisan flora dengan cat minyak Sumber: Harrison  (1991).
Gambar 66 Karya lukisan flora dengan cat minyak Sumber Harrison 1991 . View in document p.79
Gambar 67. Lukisan cat minyak dengan teknik allaprima Sumber: fineartamerica.com
Gambar 67 Lukisan cat minyak dengan teknik allaprima Sumber fineartamerica com . View in document p.80
Gambar 68. Gambar Bunga di dalam vas dengan teknik Opaque Sumber. www.rumahrupa.com
Gambar 68 Gambar Bunga di dalam vas dengan teknik Opaque Sumber www rumahrupa com . View in document p.81
Gambar 69. Teknik Scumbling menggunakan cat minyak Sumber: www.youtube.com
Gambar 69 Teknik Scumbling menggunakan cat minyak Sumber www youtube com . View in document p.82
Gambar 70. Komposisi tanaman di dalam vas, buah dan botol di atas meja denganTeknik Impasto
Gambar 70 Komposisi tanaman di dalam vas buah dan botol di atas meja denganTeknik Impasto. View in document p.84
Gambar 72. Lapisan warnaTeknik Glazing Sumber: Harrison: 1991
Gambar 72 Lapisan warnaTeknik Glazing Sumber Harrison 1991 . View in document p.85
Gambar 74. Teknik Pointilis
Gambar 74 Teknik Pointilis . View in document p.86
Gambar 73. Gambar buah apel dengan Teknik Glazing
Gambar 73 Gambar buah apel dengan Teknik Glazing . View in document p.86
Gambar 75. Cat air
Gambar 75 Cat air . View in document p.87

Referensi

Memperbarui...