• Tidak ada hasil yang ditemukan

30 Silabus Pendidikan Agama Islam dan Bu

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "30 Silabus Pendidikan Agama Islam dan Bu"

Copied!
68
0
0

Teks penuh

(1)

SILABUS MATA PELAJARAN

SEKOLAH MENENGAH ATAS/ MADRASAH ALIYAH/SEKOLAH

MENENGAH KEJURUAN/MADRASAH ALIYAH KEJURUAN

(SMA/MA/SMK/MAK)

REVISI TAHUN 2016

MATA PELAJARAN

(2)
(3)

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI

i

I. PENDAHULUAN

1

A. Rasional

1

B. Kompetensi Setelah Mempelajari Pendidikan Agama Islam

dan Budi Pekerti di Pendidikan Dasar dan Menengah

3

C. Kompetensi Setelah Mempelajari Pendidikan Agama Islam

dan Budi Pekerti di Sekolah Menengah Atas/Madrasah

Aliyah/Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah

Kejuruan

3

D

.

Kerangka Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama

Islam dan Budi Pekerti Sekolah Menengah Atas/Madrasah

Aliyah/Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah

Kejuruan

4

E. Pembelajaran dan Penilaian

6

F. Kontekstualisasi Pembelajaran Sesuai dengan Kondisi

Lingkungan dan Peserta Didik

8

II. KOMPETENSI DASAR, MATERI PEMBELAJARAN, DAN

KEGIATAN PEMBELAJARAN

10

A. Kelas X

10

B. Kelas XI

19

(4)
(5)

I. PENDAHULUAN

A. Rasional

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti merupakan pendidikan

yang secara mendasar menumbuhkembangkan akhlak peserta didik

melalui pembiasaan dan pengamalan ajaran Islam secara menyeluruh

(kaffah). Oleh karena itu,

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

sebagai suatu mata pelajaran diberikan pada jenjang SD/MI,

SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK,baik yang bersifat kokurikuler

maupun ekstrakurikuler.

Kompetensi, materi, dan pembelajaran Pendidikan Agama dan Budi

Pekerti dikembangkan melalui pertimbangan kepentingan hidup

bersama secara damai dan harmonis (

to live together in peace and

harmony

). Pembelajaran dilaksanakan berbasis aktivitas pada

kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.

Penumbuhan dan pengembangan sikap dilakukan sepanjang proses

pembelajaran, pembiasaan, keteladanan, dan pembudayaan untuk

mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut. Sekolah sebagai

taman yang menyenangkan untuk tumbuh berkembangnya

pengetahuan, keterampilan, dan sikap siswa yang menempatkan

pengetahuan sebagai perilaku (

behavior

),

tidak hanya berupa hafalan

atau

verbal

.

PAI dan Budi Pekerti berlandaskan pada aqidah Islam yang berisi

tentang keesaan Allah Swt. sebagai sumber utama nilai-nilai

kehidupan bagi manusia dan alam semesta. Sumber lainnya adalah

akhlak yang merupakan manifestasi dari aqidah, yang sekaligus

merupakan landasan pengembangan nilai-nilai karakter bangsa

Indonesia. Dengan demikian, Pendidikan Agama Islam dan Budi

Pekerti merupakan pendidikan yang ditujukan untuk dapat

menserasikan, menselaraskan dan menyeimbangkan antara iman,

Islam, dan ihsan yang diwujudkan dalam:

1. membentuk manusia Indonesia yang beriman dan bertakwa

kepada Allah Swt. serta berakhlak mulia dan berbudi pekerti

luhur (Hubungan manusia dengan Allah Swt.);

(6)

budi pekerti luhur (Hubungan manusia dengan sesama); dan

4. penyesuaian mental keislaman terhadap lingkungan fsik dan

social (Hubungan manusia dengan lingkungan alam).

Berdasarkan penjelasan di atas,

Pendidikan Agama Islam dan Budi

Pekerti dikembangkan dengan memperhatikan nilai-nilai Islam

rahmatan lilalamin yang mengedepankan prinsip-prinsipIslam yang

humanis, toleran, demokratis, dan multikultural.

Islam yang humanis berarti memandang kesatuan manusia sebagai

mahluk ciptaan Allah, memiliki asal-usul yang sama, menghidupkan

rasa perikemanusiaan, dan mencita-citakan pergaulan hidup yang

lebih baik. Nilai-nilai Islam humanis yang dapat diimplementasikan

dalam kehidupan sehari-hari bagi peserta didik SMA/MA/SMK/MAK

di antaranya adalah: berprasangka baik, disiplin, jujur, berbuat baik

kepada sesama manusia, dan berlaku adil.

Islam yang toleran mengandung arti bersikap menghargai pendapat,

pandangan, kepercayaan, atau kebiasaan yang berbeda dengan

pendirian seseorang, juga tidak memaksa, tetap berlaku baik, lemah

PAI & BP PAI

& BP

Humanis

me

Humanis

me

Tolerans

i

Tolerans

i

Demokr

asi

Demokr

asi

Multikultu

ral

(7)

lembut, dan saling memaafkan. Nilai-nilai Islam toleran yang dapat

diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari bagi peserta didik

SMA/ MA/SMK/MAK di antaranya adalah: berprasangka baik, hidup

rukun, dan menjaga persatuan.

Demokratis berarti yang mengutamakan persamaan hak dan

kewajiban serta perlakuan yang sama bagi sesama dengan

mengutamakan

kebebasan berekspresi, berkumpul,

dan

mengemukakan pendapat sesuai dengan norma dan hukum yang

berlaku. Nilai-nilai Islam demokratis yang dapat diimplementasikan

dalam kehidupan sehari-hari bagi peserta didik SMA/MA/SMK/MAK

di antaranya adalah: kontrol diri, disiplin, bertanggung jawab,

berkompetisi dalam kebaikan, berpikir kritis, dan menjaga persatuan.

Multikultural berarti bersikap mengakui, akomodatif, dan

menghormati perbedaan dan keragamaan budaya, untuk mencari dan

memudahkan hubungan sosial, serta gotong royong demi mencapai

kebaikan bersama. Nilai-nilai multikultural dalam Islam yang dapat

diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari bagi peserta didik

SMA/MA/SMK/MAK di antaranya adalah: berprasangka baik,

persaudaraan, hidup rukun, menghindari tindak kekerasan, saling

menasehati, menjaga persatuan, dan hidup damai dalam

keberagaman.

Kompetensi, materi, dan pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan

Budi Pekerti dikembangkan melalui pertimbangan kepentingan hidup

bersama secara damai dan harmonis (

to live together in peace and

harmony

). Pembelajaran dilaksanakan berbasis aktivitas pada

kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.

Penumbuhan dan pengembangan sikap dilakukan sepanjang proses

pembelajaran, pembiasaan, keteladanan, dan pembudayaan untuk

mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut. Sekolah sebagai

taman yang menyenangkan untuk tumbuh berkembangnya sikap,

pengetahuan, dan keterampilan peserta didik yang menempatkan

pengetahuan sebagai perilaku (

behavior

), tidak hanya berupa hafalan

atau verbal.

(8)

didik (

learnable

); terukur pencapainnya

(measurabl

e), dan bermakna

untuk dipelajari (

worth to learn

) sebagai bekal untuk kehidupan dan

kelanjutan pendidikan peserta didik.

Silabus ini bersifat feksibel, kontekstual, dan memberikan

kesempatan kepada guru untuk mengembangkan dan melaksanakan

pembelajaran, serta mengakomodasi keungulan-keunggulan lokal.

Atas dasar prinsip tersebut, komponen silabus mencakup kompetensi

dasar, materi pembelajaran, dan kegiatan pembelajaran. Uraian

pembelajaran yang terdapat dalam silabus merupakan alternatif

kegiatan yang dirancang berbasis aktivitas. Pembelajaran tersebut

merupakan alternatif dan inspiratif sehingga guru dapat

mengembangkan berbagai model yang sesuai dengan karakteristik

masing-masing mata pelajaran. Dalam melaksanakan silabus ini guru

diharapkan kreatif dalam pengembangan materi, pengelolaan proses

pembelajaran, penggunaan metode dan model pembelajaran, yang

disesuaikan dengan situasi dan kondisi masyarakat serta tingkat

perkembangan kemampuan kemampuan peserta didik.

B. Kompetensi Setelah Mempelajari Pendidikan Agama Islam dan Budi

Pekerti di Pendidikan Dasar dan Menengah

PAI dan Budi Pekerti dikembangkan dengan tujuan untuk

meningkatkan kemampuan peserta didik dalam hal keimanan dan

ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam kehidupan

sehari-hari. Tujuan pendidikan ini kemudian dirumuskan secara khusus

dalam

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti sebagai berikut;

1. menumbuhkembangkan aqidah melalui pemberian, pembinaan,

dan pengembangan pengetahuan, penghayatan, pengamalan,

pembiasaan, serta pengalaman peserta didik tentang Agama Islam

sehingga menjadi muslim yang terus berkembang keimanan dan

ketakwaannya kepada Allah Swt; dan

(9)

C. Kompetensi Setelah Mempelajari Pendidikan Agama Islam dan Budi

Pekerti di Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah/Sekolah

Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan

Kelas X-XII

Al-Qu’an

Meyakini, membaca, menghafal, dan menganalisis ayat-ayat pilihan, menyajikan hubungan ayat-ayat tersebut dengan

kehidupan sehari-hari dan dapat berperilaku sesuai kandungan ayat.

Aqidah

Meyakini, mengamalkan, menganalisis makna Iman kepada Allah, dan Malaikat Allah Swt. Serta dapat menyajikan hubunganya dengan kehidupan sehari-hari.

Akhlak

Meyakini, menganalisis ketentuan berpakaian sesuai syariat Islam, manfaat kejujuran dan semangat keilmuan dan menyajikan

keutamaannya, serta mengamalkan dlam kehidupan sehari-hari.

Fiqh

Meyakini, menganalisis, mendiskripsikan kedudukan al-Qur’an, hadis, dan ijtihad sebagai sumber hukum Islam dan hikmah ibadah haji, zakat, wakaf serta mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam hukum Islam tersebut.

Sejarah Peradaban Islam

Meyakini, menganalisis substansi, strategi, dan penyebab keberhasilan dakwah Nabi Muhammad saw di Makkah dan Madinah, serta meneladaninya.

D. Kerangka Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam dan

Budi Pekerti Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah/Sekolah

Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti diberikan sejak SD sampai

SMA/MA/SMK/MAK sebagai mata pelajaran, dan nilai-nilainya

terintegrasi dalam proses pembelajaran di sekolah.

Pengembangan kurikulum

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

diperkuat melalui pengkondisian aktivitas berupainteraksi peserta

didik baik di lingkungan sekolah, keluarga, masyarakat, dan

pergaulan dunia yang terintegrasi dalam proses pembelajaran di

kelas.

(10)

K

I Kelas X Kelas XI Kelas XII

1

Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya

Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya

Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya

2

Menunjukkan perilaku jujur, disiplin,

tanggung jawab, peduli (gotong royong,

kerjasama, toleran, damai), santun,

responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas

berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia

Menunjukkan perilaku jujur, disiplin,

tanggung jawab, peduli (gotong royong,

kerjasama, toleran, damai), santun,

responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas

berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia

Menunjukkan perilaku jujur, disiplin,

tanggung jawab, peduli (gotong royong,

kerjasama, toleran, damai), santun,

responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas

berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia

3

Memahami, menerapkan, dan menganalisis

pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif

berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,

kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan

pengetahuan

prosedural pada bidang

Memahami, menerapkan, dan menganalisis

pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif

berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,

kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan

pengetahuan

prosedural pada bidang

Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi

pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif

berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,

kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan

(11)

K

I Kelas X Kelas XI Kelas XII kajian yang spesifk

sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah

kajian yang spesifk sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah

prosedural pada bidang kajian yang spesifk sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah

4

Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai dengan kaidah keilmuan

Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai dengan kaidah keilmuan

Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai dengan kaidah keilmuan

Ruang Lingkup Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMA/MA/

SMK/MAK meliputi:

1.

Al-Qur’an

dan Hadis

2. Keimanan

3. Akhlak

4. Fiqh

5. Sejarah Peradaban Islam

Peta Materi

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMA/MA/

SMK/MAK meliputi:

Kelas X Kelas XI Kelas XII

Q.S. al-Hujurat/49: 10 dan 12Q.S. al-Isra’/17: 32, serta hadis tentang kontrol diri (mujahadah an-nafs), prasangka baik (husnuzzan), dan persaudaraan (ukhuwah).

Q.S. al-Maidah/5 :

48; Q.S. an-Nisa/4: 59, dan Q.S. at-Taubah/9 : 105 serta hadis tentang taat pada aturan, kompetisi dalam kebaikan, dan etos kerja,

Q.S. Yunus/10 :

40-Q.S. Ali Imran/3: 190-191, dan Q.S. Ali Imran/3: 159serta hadis tentang berpikir kritis dan bersikap demokratis

(12)

serta hadis tentang larangan pergaulan bebas dan

perbuatan zina

Maidah/5 : 32 serta hadis tentang

toleransi, rukun, dan menghindarkan diri dari tindak

kekerasan.

tentang

kewajibanberibada h dan bersyukur kepada Allah sertaberbuat baik kepada sesama manusia

Iman kepada Allah

(penghayatan al-Asma’u al-Husna Karim, Mu’min, Wakil, Matin, al-Jami’, al-‘Adl, dan

al-Akhir), dan Iman kepada Malaikat Allah Swt.

Iman kepada Kitab

Allah, dan Rasul Allah Swt.

Iman kepada hari

akhir, qada dan qadar.

Berpakaian sesuai

syariat Islam, jujur dan semangat keilmuan.

Syaja’ah, kejujuran,

hormat dan patuh kepada orangtua dan guru.

Bekerja keras dan

bertanggung jawab.

Kedudukan

al-Qur’an, Hadis, dan ijtihad sebagai sumber hukum Islam, haji, zakat, dan wakaf.

Pengurusan jenazah,

khutbah, dakwah, tabligh, dan prinsip-prinsip ekonomi Islam.

Pernikahan dalam

Ilam dan

pembagian waris.

Substansi dan

strategi keberhasilan dakwah Nabi Muhammad saw di Makkah dan

Madinah.

Substansi dan

perkembangan peradaban Islam pada masa kejayaan dan perkembangan Islam pada masa modern.

Substansi dan

perkembangan peradaban Islam di Indonesia dan peradaban Islam dunia

E. Pembelajaran dan Penilaian

1. Pembelajaran

(13)

dengan karakteristik materi yang dibelajarkan dan kompetensi

yang akan dicapai.

Berikut ini dikemukakan beberapa contoh model pembelajaran

dalam

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Dalam

pembelajaran a

l-Qur’an

dapat digunakan metode Mencari

Pasangan (

Make a Match

) dalam menentukan ayat dan

terjemahannya. Dalam pembelajaran aqidah dapat digunakan

metode Penemuan (

Inquiry

) dalam mencari bukti-bukti kekuasaan

Allah Swt. Dalam pembelajaran akhlak dapat digunakan metode

Bermain Peran (

role playing)

dalam mencontohkan perilaku

terpuji. Dalam pembelajaran fqh dapat digunakan metode

Pembelajaran Berbasis Proyek (

Project Based Learning)

dalam

menentukan dampak zakat terhadap peningkatan ekonomi kaum

dhuafa. Dalam pembelajaran Sejarah Peradaban Islam dapat

digunakan metode Pembelajaran Berbasisi Masalah (

Problem

Based Learning

) dalam meminimalisir dampak radikalisme.

Contoh penggunaan model-model pembelajaran tersebut tidak

baku, tetapi harus disesuaikan dengan karakteristik materi

pembelajaran.

Untuk mencapai tujuan tersebut, pembelajaran

Pendidikan Agama

Islam dan Budi Pekerti dapat dilaksanakan dengan menggunakan

berbagai metode dan strategi yang tepat dengan tetap

memperhatikan nilai-nilai agama. Dalam metode

problem based

learning

misalnya, pendidik dapat menanamkan nilai-nilai

kerjasama, gotong-royong, kerukunan dan demokrasi yang dapat

diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam

Small group

discussion

(diskusi kelompok kecil), pendidik dapat menanamkan

nilai percaya diri dalam berpendapat, bertanggung jawab, dan

menghargai pendapat orang lain, tetapi tetap menjaga nilai

multikulturalisme dengan toleransi yang tinggi dalam hidup

bermasyarakat yang lebih luas. Dengan metode

role playing

(bermain peran) sebagai

muzakki

(pemberi zakat) dan

mustahiq

(14)

perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebagai contoh:

al-Qur’an, aqidah, akhlak, fqih dan sejarah peradaban Islam

dapat dikemas sedemikian rupa dalam web secara terpadu.

Bahan-bahan materinya dapat berupa berbagai macam media

seperti bahan teks, gambar, suara, video, animasi, simulasi dan

sebagainya. Materi-materi tersebut dapat dipadukan ke dalam

satu-dua media atau semua media (multimedia).

Pengembangan materi

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

dapat juga dikemas secara interaktif dan menarik. Salah satu

caranya adalah dengan menintegrasikan berbagai macam media

sehingga siswa dapat memilih apa yang akan dikerjakan

selanjutnya, bertanya, dan mendapatkan jawaban melalui

pemanfaatan komputer. Dengan demikian siswa memiliki

kebebasan belajar sesuai dengan keinginanya. Hal ini

dimaksudkan agar belajar menjadi tidak monoton, mengekang dan

menegangkan.

Kebutuhan peserta didik harus juga menjadi pertimbangan dalam

pembelajaran. Pada umumnya ada tiga tipe pembelajar, yaitu

auditory, visual, dan kinestetik. Dalam pembelajaran

Pendidikan

Agama Islam dan Budi Pekerti, pendidik dituntut untuk dapat

mengakomodasi kebutuhan peserta didik yang

karakteristiknyaberagam. Dengan demikian, pendidik

Pendidikan

Agama Islam dan Budi Pekerti telah mengimplementasikan ajaran

Islam tentang keadilan, berinteraksi secara efektif dengan

lingkungan sosial, renponsif, dan nilai-nilai lain dalam ajaran

Islam yang humanis.

2. Penilaian

Aspek yang dinilai pada mata pelajaran

Pendidikan Agama Islam

dan Budi Pekerti meliputi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Penilaian sikap dilakukan melalui observasi, penilaian diri,

penilaian antar teman, dan jurnal catatan guru. Penilaian aspek

pengetahuan dilakukan melalaui tes tertulis, tes lisan, observasi

terhadap diskusi, tanya jawab dan percakapan, serta penugasan.

Penilaian aspek keterampilan dilakukan melalui unjuk

kerja/praktik, projek, produk, dan portofolio.

(15)

penilaian praktik membaca

al-Qur’ān

, komponen yang dinilai

meliputi: cara membaca (pengucapan huruf, panjang pendek

bacaan) dan adab membaca. Dalam penilaian aqidah

dapatdigunakan teknik penilaian diri terhadap pengamalan

keyakinan. Dalam penilaian akhlak dapat digunakan teknik

penilaian observasi. Dalam penilaian fqh dapatdigunakan teknik

penilaian praktik ibadah. Dalam penilaian sejarah peradaban

Islam dapatdigunakan teknik penilaian proyek.

F. Kontekstualisasi Pembelajaran Sesuai dengan Kondisi Lingkungan

dan Peserta Didik

Indonesia sebagai negara kesatuan yang terdiri atas berbagai suku

bangsa, agama, budaya, ras, dan kelas sosial merupakan kekayaan

yang patut disyukuri dan dipelihara agar tetap menjadi sumber

kekuatan. Jika tidak disikapi dengan bijak, keberagaman itu dapat

menjadi sumber konfik. Oleh karena itu, berbagai kearifan lokal yang

telah mengakar di masyarakat harus dipelihara dan dikembangkan

sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dengan tetap

memperhatikan nilai-nilai Islam yang humanis, toleran, demokratis,

multikultural, dan berwawasan kebangsaan.

Sejalan dengan karakteristik pendidikan abad 21 yang memanfaatkan

teknologi informasi dan komunikasi, pembelajaran Pendidikan Agama

Islam dan Budi Pekerti dalam Kurikulum 2013 juga memanfaatkan

teknologi informasi dan komunikasi sebagai media dan sumber

belajar. Pemanfaatan TIK mendorong peserta didik dalam

mengembangkan kreativitas dan berinovasi serta meningkatkan

pemahaman dan pengetahuan Pendidikan Agama Islam dan Budi

Pekerti.

(16)
(17)

II. KOMPETENSI DASAR, MATERI PEMBELAJARAN,

DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN

A. Kelas X

Alokasi waktu: 3 jam pelajaran/minggu

Kompetensi

Dasar PembelajaranMateri Kegiatan Pembelajaran 1.1 Terbiasa

membaca al-Qur’an

dengan meyakini bahwa kontrol diri

(mujahadah an-nafs),

2.1 Menunjukkan perilaku kontrol diri (mujahadah an-nafs), prasangka baik ( husnuz-zan), dan

serta Hadis terkait

3.1 Menganalisis

Q.S.

al- Q.S. al-Hujurat (49): 10 dan 12 serta hadits terkait perilaku kontrol diri (mujahadah

Menyimak bacaan Q.S. al-Hujurat/49: 10 dan 12 serta hadits terkait.

Membaca Q.S. al-Hujurat/49:

10 dan 12 serta hadits terkait.

Mencermati makna Q.S. al-Hujurat/49: 10 dan 12 serta hadits terkait.

Menanyakan cara membaca,

hukum tajwid, asbabun nuzul, makna, dan pesan-pesan utama dalam Q.S.

al-Hujurat/49: 10 dan 12 serta hadits terkait.

Mengidentifkasi hukum

bacaan (tajwid) Q.S. al-Hujurat/ 49: 10 dan 12.

Menterjemahkan dalam Q.S. al-Hujurat/49: 10 dan 12 serta hadits terkait.

Menganalisis asbabun nuzul Q.S. al-Hujurat/49: 10 dan 12.

Menganalisis makna Q.S. al-Hujurat/49: 10 dan 12 serta hadits terkait.

Mengidentifkasi manfaat

kontrol diri (mujahadah an-nafs), prasangka baik (husnuzzhan) dan

persaudaraan (ukhuwah).

Menyimpulkan hukum bacaan

yang terdapat dalam Q.S. al-Hujurat/49: 10 dan 12.

Menyimpulkan makna Q.S. al-Hujurat/49: 10 dan 12 serta hadits terkait.

Menyimpulkan pesan-pesan

(18)

al-Hujurat/ 49: 10 dan 12; serta hadis tentang kontrol diri

(mujahadah an-nafs),

prasangka baik

(husnuzan),

dan

persaudaraan

(ukhuwah)

4.1.1Membaca

Q.S. al-Hujurat/49: 10 dan 12, sesuai dengan kaidah tajwid dan

makharijul huruf

4.1.2 Mendemons-trasikan hafalan Q.S. al-Hujurat/4 9: 10 dan 12 dengan fasih dan lancar 4.1.3 Menyajikan

hubungan antara kualitas keimanan dengan kontrol diri

(mujahadah an-nafs),

prasangka baik

(husnuzzan),

dan

persaudaraa

Hujurat/49: 10 dan 12 serta hadits terkait.

Mengaitkan antara kualitas

keimanan dengan kontrol diri (mujahadah an-nafs),

prasangka baik (husnuzzan), dan persaudaraan (ukhuwah) sesuai dengan pesan Q.S. al-Hujurat/49: 10 dan 12, serta hadis terkait.

Mendemonstrasikan bacaan Q.S. al-Hujurat/49: 10 dan 12, sesuai dengan kaidah tajwid dan makharijul huruf.

Mendemonstrasikan hafalan Q.S. al-Hujurat/49: 10 dan 12 dengan fasih dan lancar.

Menjelaskan hukum bacaan

yang terdapat pada Q.S. al-Hujurat/49: 10 dan 12.

Menjelaskan makna Q.S. al-Hujurat/49: 10 dan 12 serta hadits terkait.

Menjelaskan pesan-pesan

utama dalam Q.S.

al-Hujurat/49: 10 dan 12 serta hadits terkait

Menjelaskan keterkaitan antara

kualitas keimanan dengan kontrol diri (mujahadah an-nafs), prasangka baik

(19)

Kompetensi

Dasar PembelajaranMateri Kegiatan Pembelajaran n (ukhuwah) zina adalah dilarang agama 2.2

Menghindar-kan diri dari pergaulan serta hadis terkait serta hadis tentang

4.2.1 Membaca

Q.S.

Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2, serta hadis tentang larangan pergaulan bebas dan perbuatan zina

Menyimak bacaan Q.S. al-Isra’/

17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2, serta hadis tentang larangan pergaulan bebas dan perbuatan zina.

Membaca Q.S. al-Isra’/17: 32,

dan Q.S. an-Nur/24: 2, serta hadis tentang larangan

pergaulan bebas dan perbuatan zina.

Mencermati makna Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2, serta hadis tentang larangan pergaulan bebas dan perbuatan zina.

Menanyakan cara membaca,

hukum tajwid, asbabun nuzul, makna, dan pesan-pesan utama dalam Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2. serta hadits terkait.

Mendiskusikan cara membaca Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2sesuai dengan kaidah tajwid;

Mengidentifkasi hukum

bacaan (tajwid) Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2.

Menterjemahkan dalam Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2serta hadits terkait.

Menganalisis asbabun nuzul Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2.

(20)

Isra’/17: tajwid dan

makharijul 4.2.3 Menyajikan

keterkaitan yang buruk (saa-a

Mengidentifkasi manfaat

larangan pergaulan bebas dan perbuatan zina.

Menyimpulkan hukum bacaan

yang terdapat dalam Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2.

Menyimpulkan makna Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2serta hadits terkait.

Menyimpulkan pesan-pesan

utama dalam Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2serta hadits terkait.

Menganalisis keterkaitan

antara larangan berzina dengan berbagai kekejian (fahisyah) yang ditimbulkannya dan perangai yang buruk (saa-a sabila) sesuai pesan Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2 serta hadis terkait.

Mendemonstrasikan bacaan Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2, sesuai dengan kaidah tajwid dan makharijul huruf.

Mendemonstrasikan hafalan Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2dengan fasih dan lancar.

Menjelaskan hukum bacaan

yang terdapat pada Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2.

Menjelaskan makna Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2 serta hadits terkait.

Menjelaskan pesan-pesan

utama dalam Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2 serta hadits terkait

Menyajikan keterkaitan antara

(21)

Kompetensi

Dasar PembelajaranMateri Kegiatan Pembelajaran yang ditimbulkannya dan perangai yang buruk (saa-a sabila) sesuai pesan Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2 serta hadis terkait 1.3 Meyakini

bahwa Allah Maha Mulia, Maha Maha Adil dan Maha Akhir 2.3 Memiliki

sikap keluhuran budi; kokoh pendirian, pemberi rasa aman,

tawakal dan adil sebagai implementasi Jami’, al-‘Adl,

dan al-Akhir

3.3 Menganalisis makna Asma’u Husna: Karim, Mu’min,

al-Iman kepada Allah SWT (Asmaul Husn:

Kariim,

al-Membaca teks al-Asma al-

Husna (Kariim, Mu’min, al-Wakiil, al-Matiin, al-Jaami’, al-‘Adl, dan al-Akhiir).

Memberi stimulus agar peserta

didik bertanya) :

Mengapa Allah memiliki nama

yang begitu banyak?

Bagaimana kaitan antara

nama-nama tersebut dengan sifat-sifat Allah.

Apa yang harus dilakukan oleh

umat Islam terkait nama-nama Allah yang indah itu?

Meyimak penjelasan materi di

atas melalui tayangan vidio atau media lainnya.

Menganalisis makna al-Kariim, al-Mu’min, al-Wakiil, al-Matiin, al-Jaami’, al-‘Adl, dan al-Akhiir bagi Allah.

Mendiskusikan makna dan

contoh perilaku keluhuran budi, kokoh pendirian, pemberi rasa aman, tawakal dan

perilaku adil sebagai

implementasi dari pemahaman makna Asmaul Husna ( Kariim, Mu’min, Wakiil, al-Matiin, al-Jaami’, al-‘Adl, dan al-Akhiir)

Mengaitkan makna Asma

al-Husna Kariim, Mu’min, al-Wakiil, al-Matiin, al-Jaami’, al-‘Adl, dan al-Akhiir dengan sifat-sifat Allah.

(22)

Wakil, Matin, al-Jami’, al-‘Adl,

dan al-Akhir

4.3 Menyajikan hubungan makna- makna Asma’u Husna: Karim, Mu’min, Wakil, Matin, al-Jami’, al-‘Adl,

dan al-Akhir

dengan perilaku keluhuran budi, kokoh pendirian, rasa aman, tawakal dan perilaku adil

Mempresentasikan makna Kariim, Mu’min, Wakiil, al-Matiin, al-Jaami’, al-‘Adl, dan al-Akhiir.

Mempresentasikan keterkaitan

makna al-Asma al-Husna: Kariim, Mu’min, Wakiil, al-Matiin, al-Jaami’, al-‘Adl, dan al-Akhiir dengan perilaku keluhuran budi, kokoh

pendirian, rasa aman, tawakal dan perilaku adil.

1.4 Meyakini keberadaan malaikat-malaikat Allah Swt. 2.4

Menunjukka n sikap disiplin, jujur dan bertanggung jawab, sebagai implementas i beriman kepada malaikat-malaikat Allah Swt. 3.4 Menganalisis

Iman kepada

Malaikat Mencermati bacaan teks tentang makna dan contoh perilaku beriman kepada malaikat-malaikat Allah Swt.

Menyimak penjelasan materi di

atas melalui tutorial, tayangan vidio atau media lainnya.

Memberi stimulus agar peserta

didik bertanya:

Mengapa kita harus beriman

kepada malaikat?

Mengapa malaikat yang wajib

diketahui ada sepuluh?

Apa yang harus dilakukan oleh

orang yang beriman kepada malaikat?

Peserta didik mengidentifkasi

ayat-ayat al-Quran yang mengungkapkan nama-nama dan tugas malaikat.

(23)

Kompetensi

Dasar PembelajaranMateri Kegiatan Pembelajaran makna 4.4 Menyajikan

hubungan

disiplin, dan waspada

makna dan contoh perilaku beriman kepada Malaikat sebagaimana disebutkan dalam

al-Quran.

Membuat kesimpulan tentang

makna beriman kepada malaikat-malaikat Allah Swt.

Mengaitkan antara beriman

kepada malaikat Allah Swt. dengan perilaku teliti, disiplin, dan waspada.

Menyebutkan ayat-ayat al-Quran yang mengungkapkan nama-nama malaikat.

Membacakan kesimpulan

tentang makna beriman kepada malaikat-malaikat Allah Swt.

Menjelaskan keterkaitan antara

beriman kepada malaikat Allah Swt. dengan perilaku teliti, disiplin, dan waspada. 1.5 Terbiasa n perilaku berpakaian sesuai dengan syariat Islam 3.5 Menganalisis

ketentuan

secara Islami Mencermati bacaan teks tentang berpakaian secara islami

Mencermati model-model

berpakain secara islami melalui tutorial, tayangan vidio atau media lainnya.

Mengemukakan pertanyaan

tentang:

Bagaimana berpakaian secara

islami?

Mengapa kita harus berpakaian

secara islami?

Mengidentifkasi tata cara

berpakaian sesuai syariat Islam.

Mengidentifkasi tujuan

berpakaian menurut syariat Islam

Mengidentifkasi manfaat

berpakaian menurut syariat Islam

Mengidentifkasi landasan

(24)

syariat Islam syariat Islam.

Mengaitkan antara kesesuaian

model berpakaian dengan ketentuan syariat Islam.

Mengaitkan ketentuan

berpakaian menurut syariat islam dengan hikmah yang diperoleh individu, keluarga, dan masyarakat.

Mempresentasikan

/menyampaikan hasil diskusi tentang berpakaian menurut syariat Islam.

1.6 Meyakini bahwa jujur adalah ajaran pokok agama

2.6

Menunjukka n perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari 3.6 Menganalisis

manfaat kejujuran dalam kehidupan sehari-hari 4.6 Menyajikan

kaitan antara contoh perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari dengan keimanan

Perilaku jujur Mengamati tayangan video

tentang perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari yang berkembang di masyarakat.

Menyimak dan membaca

penjelasan mengenai perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari yang berkembang di masyarakat.

Mengajukan pertanyaan

tentang perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari yang berkembang di masyarakat.

Menelaah perilaku jujur dalam

kehidupan sehari-hari yang berkembang di

masyarakatMenyimpulkan hikmah perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari yang berkembang di masyarakat.

Mengaitkan perilaku jujur

dalam kehidupan sehari-hari yang berkembang di

masyarakat dengan keimanan.

Membuat rumusan perilaku

jujur berdasarkan al-Quran dan Hadis

Mengidentifkasi perilaku jujur

dengan kehidupan sehari-hari.

Menyajikan/melaporkan hasil

(25)

Kompetensi

Dasar PembelajaranMateri Kegiatan Pembelajaran yang berkembang di masyarakat.

Menjelaskan keterkaitan

perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari yang berkembang di masyarakat dengan keimanan.

Menanggapi hasil presentasi

(melengkapi, mengkonformasi, dan menyanggah).

Membuat resume pembelajaran

di bawah bimbingan guru. 1.7 Meyakini

bahwa menuntut ilmu adalah perintah 4.7 Menyajikan

kaitan antara kewajiban

Semangat menuntut ilmu dan

menyampai-kannya kepada sesama

Mencermati bacaan teks

tentang Q.S. at-Taubah (9) : 122 dan hadits terkait tentang semangat menuntut ilmu, menerapkan dan

menyampaikan nya kepada sesama

Meyimak penjelasan materi di

atas melalui tayangan vidio atau media lainnya.

Memberi stimulus agar peserta

didik bertanya):

Mengapa harus menuntut

ilmu?

Bagaimana cara

menyampaikan ilmu kepada sesama?

Peserta didik mendiskusikan

makna dan contoh semangat menuntut ilmu, menerapkan dan menyampaikannya kepada sesama sebagai implementasi pemahaman kandungan Q.S. at-Taubah (9): 122 dan hadits terkait.

Guru mengamati perilaku

contoh semangat menuntut ilmu, menerapkan dan menyaampaikannya kepada sesama melalui lembar pengamatan di sekolah.

Guru berkolaborasi dengan

(26)

menuntut

ilmu, menerapkan dan menyaampaikannya kepada sesama di rumah.

Membuat kesimpulan tentang

semangat menuntut ilmu dan menyampaikannya kepada sesama.

Mempresentasikan

/menyampaikan hasil diskusi tentang semangat menuntut ilmu dan menyampaikannya kepada sesama. n perilaku ikhlas dan taat

beribadah sebagai

Sumber Hukum Islam

Mencermati bacaan teks

tentangkedudukan al-Quran, al-Hadits, dan Ijtihad sebagai sumber hukum Islam

Meyimak penjelasan materi

tersebut di atas melalui tayangan vidio atau media lainnya.

memberi stimulus agar peserta

didik bertanya):

Mengapa al-Qur’an, Hadits,

dan Ijtihad sebagai sumber hukum Islam ?

Apa yang anda pahami tenang al-Qur’an, Hadits, dan Ijtihad ?

Peserta didik mendiskusikan

makna al-Qur’an, Hadits, dan Ijtihad sebagai sumber hukum Islam

Guru mengamati perilaku

berpegang teguh kepada al-Qur’an, Hadits, dan Ijtihad sebagai sumber hukum Islam

Guru berkolaborasi dengan

orang tua untuk mengamati perilaku berpegang teguh kepada al-Qur’an, Hadits, dan Ijtihad di rumah.

Menalar/Mengasosiasi

Membuat kesimpulan tentang

sumber hukum Islam.

Mempresentasikan/

(27)

Kompetensi

Dasar PembelajaranMateri Kegiatan Pembelajaran ijtihad

sebagai sumber hukum Islam

4.8 Mendeskrip-sikan

macam-macam sumber hukum Islam.

tentang sumber hukum Islam.

1.9 Meyakini bahwa haji, zakat dan wakaf adalah perintah Allah dapat memberi kemaslahata n bagi individu dan masyarakat 2.9

Menunjukka n kepedulian sosial

sebagai hikmah dari perintah haji, zakat, dan wakaf 3.9 Menganalisis

hikmah ibadah haji, zakat, dan wakaf bagi individu dan masyarakat 4.9

Menyimulasi-kan ibadah haji, zakat,

Pengelolaan haji, zakat dan waka

Mencermati bacaan teks

tentang pengertian, ketentuan dan hal-hal yang berkaitan dengan pengelolaan haji, zakat dan wakaf.

Meyimak penjelasan materi di

atas melalui tayangan vidio atau media lainnya.

Memberi stimulus agar peserta

didik bertanya:

Mengapa haji, zakat dan wakaf

harus dikelola?

Bagaimana cara mengelola haji,

zakat dan wakaf?

Peserta didik mendiskusikan

makna dan ketentuan haji, zakat dan wakaf serta pengeloalaannya.

Membuat kesimpulan materi

pengelolaan haji, zakat dan wakaf.

Mempresentasikan/

(28)

dan wakaf 1.10 Meyakini

kebenaran ’ibrah dari sejarah strategi, dan penyebab 4.10 Menyajikan

keterkaitan antara substansi dan strategi dengan Rasulullah saw. di Mekah

Mencermati bacaan teks

tentang substansi dan strategi dakwah Rasullullah saw.

Meyimak penjelasan materi

tersebut di atas melalui tayangan vidio atau media lainnya.

Memberi stimulus agar peserta

didik bertanya)

Apa substansi dakwah

Rasulullah di Mekah?

Apa strategi dakwah Rasulullah

di Mekah?

Peserta didik mendiskusikan

substansi dan strategi dakwah Rasullullah saw. di Mekah.

Guru mengamati perilaku

tangguh dan semangat

menegakkan kebenaran dalam kehidupan sehari-hari.

Guru berkolaborasi dengan

orang tua untuk mengamati perilaku tangguh dan semangat menegakkan kebenaran dalam kehidupan sehari-haridi

rumah.

Membuat kesimpulan tentang

substansi dan strategi dakwah Rasullullah saw. di Mekah.

Mempresentasikan

/menyampaikan hasil diskusi tentang substansi dan strategi dakwah Rasullullah saw. di Mekah.

1.11 Meyakini kebenaran Rasulullah saw. di Madinah

Mencermati bacaan teks

tentang substansi dan strategi dakwah Rasullullah saw. di Madinah

(29)

Kompetensi

Dasar PembelajaranMateri Kegiatan Pembelajaran Madinah

2.11

Menunjukka n sikap semangat ukhuwah dan

kerukunan sebagai ibrah dari sejarah strategi dakwah Nabi di Madinah 3.11 Menganalisis

substansi, strategi, dan keberhasilan dakwah Nabi Muhammad saw. di Madinah 4.11 Menyajikan

keterkaitan antara substansi dan strategi dengan keberhasilan dakwah Nabi Muhammad saw. di Madinah

tersebut di atas melalui tayangan vidio atau media lainnya.

Memberi stimulus agar peserta

didik bertanya)

Apa substansi dakwah

Rasulullah di Madinah?

Apa strategi dakwah Rasulullah

di Madinah?

Peserta didik mendiskusikan

substansi dan strategi dakwah Rasullullah saw. di Madinah.

Guru mengamati perilaku

semangat ukhuwah sebagai implementasi dari pemahaman strategi dakwah Rasulullah saw. di Madinah.

Guru berkolaborasi dengan

orang tua untuk mengamati perilaku semangat ukhuwah sebagai implementasi dari pemahaman strategi dakwah Rasulullah saw. di Madinah.

Membuat kesimpulan materi

substansi dan strategi dakwah Rasullullah saw. di Madinah.

Mempresentasikan

/menyampaikan hasil diskusi tentang materi substansi dan strategi dakwah Rasullullah saw. di Madinah.

B. Kelas : XI

Alokasi waktu: 3 jam pelajaran/minggu

Kompetensi Dasar PembelajaranMateri Kegiatan Pembelajaran 1.1 Terbiasa

membaca al-Qur’an

dengan

Q.S. al Maidah/5: 48;Q.S. an-Nisa/4: 59;

(30)

meyakini bahwa taat pada aturan, kompetisi dalam

kebaikan, dan etos kerja sebagai perintah agama

2.1 Bersikap taat aturan, tanggung jawab, kompetitif dalam

kebaikan dan kerja keras sebagai Hadis yang terkait

3.1 Menganalisis makna Q.S. al hadis tentang taat pada

at Taubah /9: 105serta hadis terkait.

Mencermati makna,

asbabunnuzul, hikmah dan manfaat yang terkandung pada

Q.S. al Maidah/5: 48;Q.S. an-Nisa/4: 59; dan Q.S. at Taubah

/9: 105serta hadis terkait.

Menanyakan cara membaca Q.S. al Maidah/5: 48;Q.S. an-Nisa/4: 59; dan Q.S. at Taubah

/9: 105serta hadis terkait.

Mengajukan pertanyaan

tentang hukum tajwid, asbabun nuzul, Q.S. al 105serta hadis terkait.

Menanyakan pesan-pesan

utama yang terdapat dalam

Q.S. al Maidah/5: 48;Q.S. an-Nisa/4: 59; dan Q.S. at Taubah

/9: 105serta hadis terkait.

Mendiskusikan cara membaca Q.S. al Maidah/5: 48;Q.S. an-Nisa/4: 59; dan Q.S. at Taubah

/9: 105sesuai dengan kaidah tajwid.

Mengidentifkasi hukum

bacaan (tajwid) Q.S. al Maidah/ 5: 48;Q.S. an-Nisa/4: 59; dan Q.S. at Taubah /9: 105.

Menterjemahkan Q.S. al Maidah/5: 48;Q.S. an-Nisa/4: 59; dan Q.S. at Taubah /9: 105 serta hadis terkait.

(31)

Kompetensi Dasar PembelajaranMateri Kegiatan Pembelajaran kebaikan, dan

etos kerja 4.1.1Membaca Q.S.

al Maidah/5: 48;Q.S. an-Nisa/4: 59; dan Q.S. at Taubah /9: 105 sesuai dengan

kaidah tajwid dan 105 dengan fasih dan lancar

4.1.3 Menyajikan keterkaitan Allah sesuai dengan pesan

Q.S. al

Maidah/5: 48;

Q.S. an-Nisa/ 4: 59; dan Q.S. at Taubah /9:

/9: 105.

Mengidentifkasi makna Q.S. al Maidah/5: 48;Q.S. an-Nisa/4: 59; dan Q.S. at Taubah /9: 105 serta hadis terkait.

Mendiskusikan pesan-pesan

yang terkandung paqda Q.S. al Maidah/5: 48;Q.S. an-Nisa/4: 59; dan Q.S. at Taubah /9: 105serta hadis terkait

Mendiskusikan manfat

berkompetisi dalam kebaikan dengan kepatuhan terhadap ketentuan Allah sesuai dengan kandungan Q.S. al Maidah/5: 48;Q.S. an-Nisa/4: 59; dan Q.S.

at Taubah /9: 105.

Menganalisis hukum bacaan,

makna, pesan-pesan yang terdapat pada Q.S. al

Maidah/5: 48;Q.S. an-Nisa/4: 59; dan Q.S. at Taubah /9: 105.

Mengaitkan sikap berkompetisi

dalam kebaikan dengan

kepatuhan terhadap ketentuan Allah dengan Q.S. al Maidah/ 5: 48;Q.S. an-Nisa/4: 59; dan Q.S. at Taubah /9: 105.

Menyimpulkan hukum bacaan,

makna, pesan-pesan, hikmah dan manfaat yang terdapat pada Q.S. al Maidah/5: 48;Q.S. an-Nisa/4: 59; dan Q.S. at Taubah /9: 105.

Mendemonstrasikan bacaan Q.S. al Maidah/5: 48;Q.S. an-Nisa/4: 59; dan Q.S. at Taubah

/9: 105sesuai dengan kaidah tajwid dan makharijul huruf.

Mendemonstrasikan hafalan Q.S. al Maidah/5: 48;Q.S. an-Nisa/4: 59; dan Q.S. at Taubah

(32)

105 Menyajikan hukum bacaan

yang terdapat pada Q.S. al Maidah/5: 48;Q.S. an-Nisa/4: 59; dan Q.S. at Taubah /9: 105.

Menyajikan makna Q.S. al Maidah/5: 48;Q.S. an-Nisa/4: 59; dan Q.S. at Taubah /9: 105 serta hadis terkait.

Menyajikan pesan-pesan,

hikmah dan manfaat yang terkandung dalam Q.S. al Maidah/5: 48;Q.S. an-Nisa/4: 59; dan Q.S. at Taubah /9: 105 serta hadis terkait

Menyajikan paparan

keterkaitan antara sikap berkompetisi dalam kebaikan dengan kepatuhan terhadap ketentuan Allah dengan Q.S. al Maidah/5: 48;Q.S. an-Nisa/4: 59; dan Q.S. at Taubah /9: 105serta hadis terkait. 1.2 Meyakini

bahwa agama mengajarka n toleransi, kerukunan, dan

menghinda rkan diri dari tindak kekerasan 2.2 Bersikap

toleran, rukun dan menghinda rkan diri dari tindak kekerasan sebagai implementa si

pemahama

Q.S.

Yunus/10 : 40-41 dan

Q.S. al-Maidah/5: 32

Menyimak bacaan Q.S. Yunus/

10 : 40-41 dan Q.S. al-Maidah/ 5: 32 serta hadis terkait.

Membaca Q.S. Yunus/10 :

40-41 dan Q.S. al-Maidah/5: 32serta hadis terkait.

Mencermati makna,

asbabunnuzul, hikmah dan manfaat yang terkandung pada

Q.S. Yunus/10 : 40-41 dan

Q.S. al-Maidah/5: 32serta hadis terkait.

Menanya

Menanyakan cara membaca Q.S. Yunus/10 : 40-41 dan

Q.S. al-Maidah/5: 32serta hadis terkait.

Mengajukan pertanyaan

(33)

Kompetensi Dasar PembelajaranMateri Kegiatan Pembelajaran dari tindak kekerasan 4.2.1 Membaca

Q.S. Yunus/ tajwid dan

makharijul

Menanyakan pesan-pesan

utama yang terdapat dalam

Q.S. Yunus/10 : 40-41 dan

Q.S. al-Maidah/5: 32serta hadis terkait.

Mengumpulkan Informasi Mendiskusikan cara Q.S.

Yunus/10 : 40-41 dan Q.S. al-Maidah/5: 32sesuai dengan kaidah tajwid.

Mengidentifkasi hukum

bacaan (tajwid) Q.S. Yunus/10 : 40-41 dan Q.S. al-Maidah/5: 32.

Menterjemahkan Q.S.

Yunus/10 : 40-41 dan Q.S. al-Maidah/5: 32serta hadis terkait.

Mendiskusikan asbabun nuzul Q.S. Yunus/10 : 40-41 dan

Q.S. al-Maidah/5: 32.

Mengidentifkasi makna Q.S. Yunus/10 : 40-41 dan Q.S. al-Maidah/5: 32serta hadis terkait.

Mendiskusikan pesan-pesan

yang terkandung paqda Q.S. Yunus/10 : 40-41 dan Q.S. al-Maidah/5: 32serta hadis terkait.

Mendiskusikan manfat

kerukunan dan toleransi sesuai pesan Q.S. Yunus/10 : 40-41.

Mendiskusikan manfat

menghindari tindak kekerasan sesuai pesan Q.S. al-Maidah/5: 32.

Mengasosiasi

Menganalisis hukum bacaan,

(34)

32 dengan fasih dan lancar 4.2.3 Menyajikan

keterkaitan antara kerukunan dan

toleransi sesuai pesan Q.S. Yunus/10: 40-41 dengan menghindar i tindak kekerasan sesuai pesan Q.S. al-Maidah/ 5: 32

Mengaitkan antara kerukunan

dan toleransi sesuai pesan Q.S. Yunus/10: 40-41 dengan menghindari tindak kekerasan sesuai pesan Q.S. al-Maidah/5: 32.

Menyimpulkan hukum bacaan,

makna, pesan-pesan, hikmah dan manfaat yang terdapat pada Q.S. Yunus/10 : 40-41 dan Q.S. al-Maidah/5: 32.

Mengomunikasikan

Mendemonstrasikan bacaan Q.S. Yunus/10 : 40-41 dan

Q.S. al-Maidah/5: 32sesuai dengan kaidah tajwid dan makharijul huruf.

Mendemonstrasikan hafalan Q.S. Yunus/10 : 40-41 dan

Q.S. al-Maidah/5: 32dengan fasih dan lancar.

Menyajikan hukum bacaan

yang terdapat pada Q.S. Yunus/10 : 40-41 dan Q.S. al-Maidah/5: 32.

Menyajikan makna Q.S. Yunus/10 : 40-41 dan Q.S. al-Maidah/5: 32serta hadis terkait.

Menyajikan pesan-pesan,

hikmah dan manfaat yang terkandung dalam Q.S. Yunus/ 10 : 40-41 dan Q.S. al-Maidah/ 5: 32 serta hadis terkait.

Menyajikan paparan

keterkaitan antara kerukunan dan toleransi sesuai pesan Q.S. Yunus/10: 40-41 dengan menghindari tindak kekerasan sesuai pesan Q.S. al-Maidah/5: 32 serta hadis terkait.

1.3 Meyakini adanya kitab-kitab suci Allah

Iman kepada

Kitab-kitab Allah Swt.

Membaca teks bacaan tentang

iman kepada kitab-kitab Allah Swt.

(35)

Kompetensi Dasar PembelajaranMateri Kegiatan Pembelajaran Swt

2.3 Peduli kepada orang lain dengan saling menasihati sebagai cerminan beriman kepada kitab-kitab Allah Swt. 3.3 Menganalisis

makna iman kepada kitab-kitab Allah Swt. 4.3 Menyajikan

keterkaitan antara beriman kepada kitab-kitab suci Allah Swt., dengan perilaku sehari-hari

atau penomena alam terkait dengan keimanan kepada kitab-kitab Allah Swt.

Menyimak tayangan atau

penjelasan tentang Iman kepada kitab-kitab Allah Swt.

Mencermati dalil-dalil tentang

Iman kepada kitab-kitab Allah Swt.

Mencermati hikmah dan

manfaat dari beriman kepada kitab-kitab Allah Swt.

Menanyakan makna iman

kepada kitab-kitab Allah Swt.

Menanyakan ciri-ciri orang

beriman kepada kitab-kitab Allah Swt.

Menanyakan keterkaitan

beriman kepada kitab-kitab Allah Swt dengan perilaku peduli kepada orang lain dengan saling menasihati.

Menanyakan hikmah dan

manfaat dari beriman kepada kitab-kitab Allah Swt.

Mendiskusikan makna beriman

kepada kitab-kitab suci Allah Swt.

Mengidentifkasi tanda-tanda

orang yang beriman kepada kitab-kitab suci Allah Swt.

Mengidentifkasi dalil-dali yang

berkaitan dengan kitab-kitab suci Allah Swt.

Mendiskusikan dalil-dali yang

berkaitan dengan kitab-kitab suci Allah Swt.

Mengidentifkasi hikmah dan

manfaat beriman kepada kitab-kitab suci Allah Swt.

Mendiskusikan hikmah dan

manfaat beriman kepada kitab-kitab suci Allah Swt.

Menganalisis makna beriman

(36)

Swt.

Menganalisis tanda-tanda

orang yang beriman kepada kitab-kitab suci Allah Swt.

Mengaitkan sikap kaitan

antara beriman kepada kitab-kitab suci Allah Swt. dengan perilaku peduli kepada orang lain dan saling menasihati.

Menganalisis hikmah dan

manfaat beriman kepada kitab-kitab suci Allah Swt.

Menyimpulkan keterkaitan

antara beriman kepada kitab-kitab suci Allah Swt. dengan perilaku peduli kepada orang lain dan saling menasihati.

Menyajikan paparan tentang

makna, tanda-tanda, hikmah, dan manfaat beriman kepada kitab-kitab suci Allah Swt.

Menyajikan paparan

keterkaitan antara beriman kepada kitab-kitab suci Allah Swt. dengan perilaku peduli kepada orang lain dan saling menasihati.

1.4 Meyakini adanya rasul-rasul Allah Swt. 2.4

Menunjukka n perilaku saling menolong sebagai cerminan beriman kepada rasul-rasul Allah Swt. 3.4 Menganalisis

makna iman kepada

Iman kepada

Rasul-rasul Allah Swt.

Membaca teks bacaan tentang

iman kepada Rasul-rasul Allah Swt.

Mengamati gambar, peristiwa,

atau penomena alam terkait dengan keimanan kepada Rasul-rasul Allah Swt.

Menyimak tayangan atau

penjelasan tentang iman kepada Rasul-rasul Allah Swt.

Mencermati dalil-dalil tentang

iman kepada Rasul-rasul Allah Swt.

Mencermati hikmah dan

manfaat iman kepada Rasul-rasul Allah Swt.

Menanyakan iman kepada

(37)

Kompetensi Dasar PembelajaranMateri Kegiatan Pembelajaran rasul-rasul

Allah Swt. 4.4 Menyajikan

kaitan antara iman kepada rasul-rasul Allah Swt. dengan keteguhan dalam bertauhid, toleransi, ketaatan, dan kecintaan kepada Allah

Menanyakan ciri-ciri orang

beriman kepada Rasul-rasul Allah Swt.

Menanyakan hikmah dan

manfaat iman kepada Rasul-rasul Allah Swt.

Menanyakan keterkaitan

beriman kepada Rasul-rasul Allah Swt. dengan perilaku saling menolong.

Mendiskusikan makna beriman

kepada Rasul-rasul Allah Swt.

Mengidentifkasi tanda-tanda

orang yang beriman kepada Rasul-rasul Allah Swt.

Mengidentifkasi dalil-dali yang

berkaitan dengan Rasul-rasul Allah Swt.

Mendiskusikan dalil-dali yang

berkaitan dengan Rasul-rasul Allah Swt.

Mengidentifkasi hikmah dan

manfaat beriman kepada Rasul-rasul Allah Swt.

Mendiskusikan hikmah dan

manfaat beriman kepada Rasul-rasul Allah Swt.

Menganalisis makna iman

kepada Rasul-rasul Allah Swt.

Menganalisis tanda-tanda

orang yang beriman kepada Rasul-rasul Allah Swt.

Mengaitkan sikap kaitan

antara beriman kepada Rasul-rasul Allah Swt. dengan perilaku saling tolong menolong.

Menganalisis hikmah dan

manfaat beriman kepada Rasul-rasul Allah Swt.

Menyimpulkan keterkaitan

(38)

Menyajikan paparan tentang

makna, tanda-tanda, hikmah, dan manfaat beriman kepada Rasul-rasul Allah Swt.

Menyajikan paparan

keterkaitan antara beriman kepada Rasul-rasul Allah Swt. dengan perilaku saling tolong menolong.

1.5 Meyakini bahwa Islam mengharus-kan umatnya untuk

memiliki sifat Syaja’ah 2.5 Menunjukkan

sikap 3.5 Menganalisis

makna 4.5 Menyajikan

kaitan antara

syaja’ah

Membaca teks bacaan tentang Syaja’ah (berani membela kebenaran).

Mengamati gambar, peristiwa,

atau penomena alam terkait dengan Syaja’ah (berani membela kebenaran).

Menyimak tayangan atau

penjelasan tentang Syaja’ah

(berani membela kebenaran).

Mencermati dalil-dalil tentang

Syaja’ah (berani membela kebenaran).

Mencermati hikmah dan

manfaat dari sifat Syaja’ah (berani membela kebenaran).

Menanyakan makna Syaja’ah

(berani membela kebenaran).

Menanyakan ciri-ciri orang

yang memiliki sifat Syaja’ah (berani membela kebenaran).

Menanyakan dalil-dalil yang

berkaitan dengan Syaja’ah

(berani membela kebenaran).

Menanyakan hikmah dan

manfaat dari sifat Syaja’ah

(berani membela kebenaran).

Mendiskusikan makna Syaja’ah (berani membela kebenaran).

Mengidentifkasi tanda-tanda

orang yang memiliki sifat

Syaja’ah (berani membela kebenaran).

Mengidentifkasi dalil-dali yang

(39)

Kompetensi Dasar PembelajaranMateri Kegiatan Pembelajaran membela

kebenaran) dengan upaya mewujudkan kejujuran dalam kehidupan sehari-hari

(berani membela kebenaran)..

Mendiskusikan dalil-dali yang

berkaitan dengan Syaja’ah

(berani membela kebenaran).

Mengidentifkasi hikmah dan

manfaat Syaja’ah (berani membela kebenaran).

Mendiskusikan hikmah dan

manfaat Syaja’ah (berani membela kebenaran).

Menganalisis makna Syaja’ah

(berani membela kebenaran).

Menganalisis tanda-tanda

orang yang memiliki sifat

Syaja’ah (berani membela kebenaran).

Menganalisis hikmah dan

manfaat sifat Syaja’ah (berani membela kebenaran).

Menyimpulkan hikmah dan

manfaat sifat Syaja’ah (berani membela kebenaran).

Menyajikan paparan tentang

makna, dalil, dan contoh sifat

Syaja’ah (berani membela kebenaran).

Menyajikan paparan tentang

hikmah dan manfaat dari sifat hikmah dan manfaat sifat

Syaja’ah (berani membela kebenaran).

1.6 Meyakini bahwa hormat dan patuh kepada orangtua dan guru sebagai kewajiban agama 2.6

Menunjukka n perilaku hormat dan

Hormat dan

patuh kepada orangtua dan guru

Membaca teks bacaan tentang

hormat dan patuh kepada orangtua dan guru.

Mengamati gambar, peristiwa,

atau penomena alam terkait dengan hormat dan patuh kepada orangtua dan guru.

Menyimak tayangan atau

penjelasan tentang hormat dan patuh kepada orangtua dan guru.

Mencermati dalil-dalil tentang

(40)

patuh kepada orangtua dan guru sebagai implementas i dari

pemahaman

Q.S. al-Isra’/ 17: 23 dan hadis terkait 3.6 Menganalisis

perilaku hormat dan patuh kepada orangtua dan guru

4.6 Menyajikan kaitan antara ketauhidan dalam beribadah dengan hormat dan patuh kepada orangtua dan guru sesuai dengan Q.S. Al-Isra’/17: 23 dan hadis terkait

Mencermati hikmah dan

manfaat hormat dan patuh kepada orangtua dan guru.

Menanyakan makna hormat

dan patuh kepada orangtua dan guru.

Menanyakan dalil-dalil yang

berkaitan dengan hormat dan patuh kepada orangtua dan guru.

Menanyakan hikmah dan

manfaat hormat dan patuh kepada orangtua dan guru.

Mendiskusikan makna hormat

dan patuh kepada orangtua dan guru.

Mengidentifkasi dalil-dali yang

berkaitan dengan hormat dan patuh kepada orangtua dan guru.

Mendiskusikan dalil-dali yang

berkaitan dengan hormat dan patuh kepada orangtua dan guru.

Mengidentifkasi hikmah dan

manfaat hormat dan patuh kepada orangtua dan guru.

Mendiskusikan hikmah dan

manfaat hormat dan patuh kepada orangtua dan guru.

Menganalisis makna hormat

dan patuh kepada orangtua dan guru.

Menganalisis dalil-dalil tentang

hormat dan patuh kepada orangtua dan guru.

Menganalisis hikmah dan

manfaat hormat dan patuh kepada orangtua dan guru.

Menyimpulkan hikmah dan

manfaat hormat dan patuh kepada orangtua dan guru.

Menyajikan paparan tentang

(41)

Kompetensi Dasar PembelajaranMateri Kegiatan Pembelajaran orangtua dan guru.

Menyajikan paparan tentang

hikmah dan manfaat hormat dan patuh kepada orangtua dan guru.

1.7 Menerapkan penyelenggar aan jenazah sesuai dengan ketentuan syariat Islam 2.7

Menunjukka n sikap tanggung jawab dan kerja sama dalam

penyelenggar aan jenazah di

masyarakat 3.7 Menganalisis

pelaksanaan penyelengga-raan jenazah 4.7 Menyajikan

prosedur penyelengga-raan jenazah

Pelaksanaan

tatacara penyelenggar aan jenazah

Membaca teks tentang tatacara

penyelenggaraan jenazah.

Mengamati gambar, peristiwa,

atau penomena alam yang terkait dengan tatacara penyelenggaraan jenazah.

Menyimak tayangan atau

penjelasan tentang tatacara penyelenggaraan jenazah.

Mencermati dalil-dalil tentang

tatacara penyelenggaraan jenazah.

Mencermati tahapan

penyelenggaran jenazah.

Mencermati hikmah dan

manfaat tatacara

penyelenggaraan jenazah.

Menanyakan makna tatacara

penyelenggaraan jenazah.

Menanyakan dalil-dalil yang

berkaitan dengan tatacara penyelenggaraan jenazah.

Menanyakan tahapan-tahapan

dalam penyelenggaraan jenazah.

Menanyakan hikmah dan

manfaat tatacara

penyelenggaraan jenazah.

Mendiskusikan makna tatacara

penyelenggaraan jenazah.

Mengidentifkasi dalil-dalil yang

berkaitan dengan tatacara penyelenggaraan jenazah

Mendiskusikan dalil-dalil yang

berkaitan dengan tatacara penyelenggaraan jenazah.

Mengidentifkasi hikmah dan

manfaat tatacara

penyelenggaraan jenazah.

(42)

manfaat tatacara

penyelenggaraan jenazah.

Menganalisis makna tatacara

penyelenggaraan jenazah.

Menganalisis hikmah dan

manfaat tatacara

penyelenggaraan jenazah.

Menyimpulkan hikmah dan

manfaat tatacara

penyelenggaraan jenazah.

Menyajikan paparan tentang

makna, dalil, dan contoh tatacara penyelenggaraan jenazah.

Menyajikan paparan tentang

hikmah dan manfaat tatacara penyelenggaraan jenazah. 1.8 Menerapkan

ketentuan khutbah, tablig, dan dakwah di masyarakat sesuai dengan syariat Islam 2.8 Menjaga

kebersamaa n dengan orang lain dengan saling menasihati melalui khutbah, tablig, dan dakwah 3.8 Menganalisis

pelaksanaan khutbah, tablig, dan dakwah. 4.8 Menyajikan

Pelaksanaan

khutbah, tabligh dan dakwah di masyarakat

Membaca teks tentang

ketentuan khutbah, tablig dan dakwah.

Mengamati gambar, peristiwa,

atau penomena alam yang terkait dengan ketentuan khutbah, tablig dan dakwah.

Menyimak tayangan atau

penjelasan tentang ketentuan khutbah, tablig dan dakwah.

Mencermati dalil-dalil tentang

ketentuan khutbah, tablig dan dakwah.

Mencermati hikmah dan

manfaat ketentuan khutbah, tablig dan dakwah.

Menanyakan makna khutbah,

tablig dan dakwah.

Menanyakan ketentuan

khutbah, tablig dan dakwah.

Menanyakan dalil-dalil yang

berkaitan dengan ketentuan khutbah, tablig dan dakwah.

Menanyakan hikmah dan

manfaat ketentuan khutbah, tablig dan dakwah.

Mendiskusikan makna

(43)

Kompetensi Dasar PembelajaranMateri Kegiatan Pembelajaran ketentuan

khutbah, tablig, dan dakwah

Mengidentifkasi dalil-dalil yang

berkaitan dengan ketentuan khutbah, tablig dan dakwah.

Mendiskusikan dalil-dalil yang

berkaitan dengan ketentuan khutbah, tablig dan dakwah.

Mengidentifkasi hikmah dan

manfaat ketentuan khutbah, tablig dan dakwah.

Mendiskusikan hikmah dan

manfaat ketentuan khutbah, tablig dan dakwah.

Menganalisis makna dan

dalil-dalil khutbah, tablig dan dakwah.

Menganalisis ketentuan

khutbah, tablig dan dakwah.

Menganalisis hikmah dan

manfaat ketentuan khutbah, tablig dan dakwah.

Menyimpulkan hikmah dan

manfaat ketentuan khutbah, tablig dan dakwah.

Menyajikan paparan tentang

makna dan dalil tentang

ketentuan khutbah, tablig dan dakwah.

Menyajikan paparan tentang

hikmah dan manfaat ketentuan khutbah, tablig dan dakwah. 1.9 Menerapkan

prinsip ekonomi dan muamalah sesuai dengan ketentuan syariat Islam 2.9 Bekerjasama

dalam menegakkan prinsip-prinsip dan praktik

Prinsip-prinsip dan praktik ekonomi dalam Islam

Membaca teks tentang

prinsip-prinsip dan praktik ekonomi dalam Islam.

Mengamati gambar, peristiwa,

atau penomena alam yang terkait dengan prinsip-prinsip dan praktik ekonomi dalam Islam.

Menyimak tayangan atau

penjelasan tentang prinsip-prinsip dan praktik ekonomi dalam Islam.

Mencermati dalil-dalil tentang

(44)

ekonomi sesuai syariat Islam 3.9 Menelaah

prinsip-prinsip dan praktik ekonomi dalam Islam 4.9

Mempresent asikan prinsip-prinsip dan praktik ekonomi dalam Islam

Mencermati hikmah dan

manfaat prinsip-prinsip dan praktik ekonomi dalam Islam.

Menanyakan makna

prinsip-prinsip dan praktik ekonomi dalam Islam.

Menanyakan ketentuan

prinsip-prinsip dan praktik ekonomi dalam Islam.

Menanyakan dalil-dalil yang

berkaitan dengan prinsip-prinsip dan praktik ekonomi dalam Islam.

Menanyakan hikmah dan

manfaat prinsip-prinsip dan praktik ekonomi dalam Islam.

Mendiskusikan makna

prinsip-prinsip dan praktik ekonomi dalam Islam.

Mengidentifkasi dalil-dalil yang

berkaitan dengan prinsip-prinsip dan praktik ekonomi dalam Islam.

Mendiskusikan dalil-dalil yang

berkaitan dengan prinsip-prinsip dan praktik ekonomi dalam Islam.

Mengidentifkasi hikmah dan

manfaat prinsip-prinsip dan praktik ekonomi dalam Islam.

Mendiskusikan hikmah dan

manfaat prinsip-prinsip dan praktik ekonomi dalam Islam.

Menganalisis makna

prinsip-prinsip dan praktik ekonomi dalam Islam.

Menganalisis prinsip-prinsip

dan praktik ekonomi dalam Islam.

Menganalisis hikmah dan

manfaat prinsip-prinsip dan praktik ekonomi dalam Islam.

Menyimpulkan hikmah dan

(45)

Kompetensi Dasar PembelajaranMateri Kegiatan Pembelajaran

Menyajikan paparan tentang

makna dan dalil tentang prinsip-prinsip dan praktik ekonomi dalam Islam.

Menyajikan paparan tentang

hikmah dan manfaat prinsip-prinsip dan praktik ekonomi dalam Islam.

1.10 Mengakui bahwa nilai-nilai islam dapat mendorong kemajuan perkembanga n Islam pada masa

kejayaan 2.10 Bersikap

rukun dan n peradaban Islam pada masa kejayaan 3.10 Menelaah

perkembanga n peradaban Islam pada masa kejayaan 4.10 Menyajikan

kaitan antara perkembanga n Islam pada masa Islam pada masa kejayaan

Membaca teks tentang

perkembangan peradaban Islam pada masa kejayaan.

Mengamati gambar, peristiwa,

atau penomena alam yang terkait dengan perkembangan peradaban Islam pada masa kejayaan.

Menyimak tayangan atau

penjelasan tentang

perkembangan peradaban Islam pada masa kejayaan.

Mencermati hikmah dan

manfaat perkembangan peradaban Islam pada masa kejayaan.

Menanyakan perkembangan

peradaban Islam pada masa kejayaan.

Menanyakan contoh

perkembangan peradaban Islam pada masa kejayaan.

Menanyakan hikmah dan

manfaat perkembangan peradaban Islam pada masa kejayaan.

Mendiskusikan perkembangan

peradaban Islam pada masa kejayaan.

Mengidentifkasi contoh-contoh

kemajuan perkembangan peradaban Islam pada masa kejayaan.

Mendiskusikan contoh-contoh

Referensi

Dokumen terkait

Data dictionary Query facility 10/19/2015 spk/nts/fti/uajm 37 Basis pengetahuan terorganisasi Sumber data eksternal Sumber data internal Data pribadi, private Data warehouse

Poznavanje pogajalskih taktik je torej pomembno že pred začetkom pogajanj, saj si v pripravah nanje poskušamo odgovoriti na vprašanje, na kakšen način bomo dosegli zastavljene

adalah suatu analisis yang bertujuan untuk menemukan satu titik dalam unit atau rupiah, yang menunjukkan biaya sama dengan pendapatan. Sedangkan menurut Herjanto

mengancam keberadaan mamalia dan habitatnya di Kampus IPB Dramaga. Oleh karena itu, diperlukan suatu langkah yang tepat dalam mengelola satwaliar di areal kampus agar

Melihat hasil penghitungan nilai penafsiran indikator penelitian pada variabel kualitas layanan nasabah (tandamata) pada Bank bjb Cabang Rangkasbitung terdapat nilai

 Badan Usaha Jasa Konstruksi yang dibentuk dalam rangka kerja sama modal harus memenuhi persyaratan kualifikasi besar dan wajib memiliki Izin Usaha1.  Wajib memiliki IZIN USAHA

PKL yang memindahtangankan TDU tanpa izin, memperjualbelikan atau menyewakan tempat usaha atau lokasi PKL kepada pedagang lainnya, dikenakan sanksi sesuai pasal 31 ayat