SILABUS MATA PELAJARAN
SEKOLAH MENENGAH ATAS/ MADRASAH ALIYAH/SEKOLAH
MENENGAH KEJURUAN/MADRASAH ALIYAH KEJURUAN
(SMA/MA/SMK/MAK)
REVISI TAHUN 2016
MATA PELAJARAN
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI
i
I. PENDAHULUAN
1
A. Rasional
1
B. Kompetensi Setelah Mempelajari Pendidikan Agama Islam
dan Budi Pekerti di Pendidikan Dasar dan Menengah
3
C. Kompetensi Setelah Mempelajari Pendidikan Agama Islam
dan Budi Pekerti di Sekolah Menengah Atas/Madrasah
Aliyah/Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah
Kejuruan
3
D
.
Kerangka Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama
Islam dan Budi Pekerti Sekolah Menengah Atas/Madrasah
Aliyah/Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah
Kejuruan
4
E. Pembelajaran dan Penilaian
6
F. Kontekstualisasi Pembelajaran Sesuai dengan Kondisi
Lingkungan dan Peserta Didik
8
II. KOMPETENSI DASAR, MATERI PEMBELAJARAN, DAN
KEGIATAN PEMBELAJARAN
10
A. Kelas X
10
B. Kelas XI
19
I. PENDAHULUAN
A. Rasional
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti merupakan pendidikan
yang secara mendasar menumbuhkembangkan akhlak peserta didik
melalui pembiasaan dan pengamalan ajaran Islam secara menyeluruh
(kaffah). Oleh karena itu,
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
sebagai suatu mata pelajaran diberikan pada jenjang SD/MI,
SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK,baik yang bersifat kokurikuler
maupun ekstrakurikuler.
Kompetensi, materi, dan pembelajaran Pendidikan Agama dan Budi
Pekerti dikembangkan melalui pertimbangan kepentingan hidup
bersama secara damai dan harmonis (
to live together in peace and
harmony
). Pembelajaran dilaksanakan berbasis aktivitas pada
kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.
Penumbuhan dan pengembangan sikap dilakukan sepanjang proses
pembelajaran, pembiasaan, keteladanan, dan pembudayaan untuk
mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut. Sekolah sebagai
taman yang menyenangkan untuk tumbuh berkembangnya
pengetahuan, keterampilan, dan sikap siswa yang menempatkan
pengetahuan sebagai perilaku (
behavior
),
tidak hanya berupa hafalan
atau
verbal
.
PAI dan Budi Pekerti berlandaskan pada aqidah Islam yang berisi
tentang keesaan Allah Swt. sebagai sumber utama nilai-nilai
kehidupan bagi manusia dan alam semesta. Sumber lainnya adalah
akhlak yang merupakan manifestasi dari aqidah, yang sekaligus
merupakan landasan pengembangan nilai-nilai karakter bangsa
Indonesia. Dengan demikian, Pendidikan Agama Islam dan Budi
Pekerti merupakan pendidikan yang ditujukan untuk dapat
menserasikan, menselaraskan dan menyeimbangkan antara iman,
Islam, dan ihsan yang diwujudkan dalam:
1. membentuk manusia Indonesia yang beriman dan bertakwa
kepada Allah Swt. serta berakhlak mulia dan berbudi pekerti
luhur (Hubungan manusia dengan Allah Swt.);
budi pekerti luhur (Hubungan manusia dengan sesama); dan
4. penyesuaian mental keislaman terhadap lingkungan fsik dan
social (Hubungan manusia dengan lingkungan alam).
Berdasarkan penjelasan di atas,
Pendidikan Agama Islam dan Budi
Pekerti dikembangkan dengan memperhatikan nilai-nilai Islam
rahmatan lilalamin yang mengedepankan prinsip-prinsipIslam yang
humanis, toleran, demokratis, dan multikultural.
Islam yang humanis berarti memandang kesatuan manusia sebagai
mahluk ciptaan Allah, memiliki asal-usul yang sama, menghidupkan
rasa perikemanusiaan, dan mencita-citakan pergaulan hidup yang
lebih baik. Nilai-nilai Islam humanis yang dapat diimplementasikan
dalam kehidupan sehari-hari bagi peserta didik SMA/MA/SMK/MAK
di antaranya adalah: berprasangka baik, disiplin, jujur, berbuat baik
kepada sesama manusia, dan berlaku adil.
Islam yang toleran mengandung arti bersikap menghargai pendapat,
pandangan, kepercayaan, atau kebiasaan yang berbeda dengan
pendirian seseorang, juga tidak memaksa, tetap berlaku baik, lemah
PAI & BP PAI
& BP
Humanis
me
Humanis
me
Tolerans
i
Tolerans
i
Demokr
asi
Demokr
asi
Multikultu
ral
lembut, dan saling memaafkan. Nilai-nilai Islam toleran yang dapat
diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari bagi peserta didik
SMA/ MA/SMK/MAK di antaranya adalah: berprasangka baik, hidup
rukun, dan menjaga persatuan.
Demokratis berarti yang mengutamakan persamaan hak dan
kewajiban serta perlakuan yang sama bagi sesama dengan
mengutamakan
kebebasan berekspresi, berkumpul,
dan
mengemukakan pendapat sesuai dengan norma dan hukum yang
berlaku. Nilai-nilai Islam demokratis yang dapat diimplementasikan
dalam kehidupan sehari-hari bagi peserta didik SMA/MA/SMK/MAK
di antaranya adalah: kontrol diri, disiplin, bertanggung jawab,
berkompetisi dalam kebaikan, berpikir kritis, dan menjaga persatuan.
Multikultural berarti bersikap mengakui, akomodatif, dan
menghormati perbedaan dan keragamaan budaya, untuk mencari dan
memudahkan hubungan sosial, serta gotong royong demi mencapai
kebaikan bersama. Nilai-nilai multikultural dalam Islam yang dapat
diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari bagi peserta didik
SMA/MA/SMK/MAK di antaranya adalah: berprasangka baik,
persaudaraan, hidup rukun, menghindari tindak kekerasan, saling
menasehati, menjaga persatuan, dan hidup damai dalam
keberagaman.
Kompetensi, materi, dan pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan
Budi Pekerti dikembangkan melalui pertimbangan kepentingan hidup
bersama secara damai dan harmonis (
to live together in peace and
harmony
). Pembelajaran dilaksanakan berbasis aktivitas pada
kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.
Penumbuhan dan pengembangan sikap dilakukan sepanjang proses
pembelajaran, pembiasaan, keteladanan, dan pembudayaan untuk
mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut. Sekolah sebagai
taman yang menyenangkan untuk tumbuh berkembangnya sikap,
pengetahuan, dan keterampilan peserta didik yang menempatkan
pengetahuan sebagai perilaku (
behavior
), tidak hanya berupa hafalan
atau verbal.
didik (
learnable
); terukur pencapainnya
(measurabl
e), dan bermakna
untuk dipelajari (
worth to learn
) sebagai bekal untuk kehidupan dan
kelanjutan pendidikan peserta didik.
Silabus ini bersifat feksibel, kontekstual, dan memberikan
kesempatan kepada guru untuk mengembangkan dan melaksanakan
pembelajaran, serta mengakomodasi keungulan-keunggulan lokal.
Atas dasar prinsip tersebut, komponen silabus mencakup kompetensi
dasar, materi pembelajaran, dan kegiatan pembelajaran. Uraian
pembelajaran yang terdapat dalam silabus merupakan alternatif
kegiatan yang dirancang berbasis aktivitas. Pembelajaran tersebut
merupakan alternatif dan inspiratif sehingga guru dapat
mengembangkan berbagai model yang sesuai dengan karakteristik
masing-masing mata pelajaran. Dalam melaksanakan silabus ini guru
diharapkan kreatif dalam pengembangan materi, pengelolaan proses
pembelajaran, penggunaan metode dan model pembelajaran, yang
disesuaikan dengan situasi dan kondisi masyarakat serta tingkat
perkembangan kemampuan kemampuan peserta didik.
B. Kompetensi Setelah Mempelajari Pendidikan Agama Islam dan Budi
Pekerti di Pendidikan Dasar dan Menengah
PAI dan Budi Pekerti dikembangkan dengan tujuan untuk
meningkatkan kemampuan peserta didik dalam hal keimanan dan
ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam kehidupan
sehari-hari. Tujuan pendidikan ini kemudian dirumuskan secara khusus
dalam
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti sebagai berikut;
1. menumbuhkembangkan aqidah melalui pemberian, pembinaan,
dan pengembangan pengetahuan, penghayatan, pengamalan,
pembiasaan, serta pengalaman peserta didik tentang Agama Islam
sehingga menjadi muslim yang terus berkembang keimanan dan
ketakwaannya kepada Allah Swt; dan
C. Kompetensi Setelah Mempelajari Pendidikan Agama Islam dan Budi
Pekerti di Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah/Sekolah
Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan
Kelas X-XII
Al-Qu’an
Meyakini, membaca, menghafal, dan menganalisis ayat-ayat pilihan, menyajikan hubungan ayat-ayat tersebut dengan
kehidupan sehari-hari dan dapat berperilaku sesuai kandungan ayat.
Aqidah
Meyakini, mengamalkan, menganalisis makna Iman kepada Allah, dan Malaikat Allah Swt. Serta dapat menyajikan hubunganya dengan kehidupan sehari-hari.
Akhlak
Meyakini, menganalisis ketentuan berpakaian sesuai syariat Islam, manfaat kejujuran dan semangat keilmuan dan menyajikan
keutamaannya, serta mengamalkan dlam kehidupan sehari-hari.
Fiqh
Meyakini, menganalisis, mendiskripsikan kedudukan al-Qur’an, hadis, dan ijtihad sebagai sumber hukum Islam dan hikmah ibadah haji, zakat, wakaf serta mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam hukum Islam tersebut.
Sejarah Peradaban Islam
Meyakini, menganalisis substansi, strategi, dan penyebab keberhasilan dakwah Nabi Muhammad saw di Makkah dan Madinah, serta meneladaninya.
D. Kerangka Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam dan
Budi Pekerti Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah/Sekolah
Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti diberikan sejak SD sampai
SMA/MA/SMK/MAK sebagai mata pelajaran, dan nilai-nilainya
terintegrasi dalam proses pembelajaran di sekolah.
Pengembangan kurikulum
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
diperkuat melalui pengkondisian aktivitas berupainteraksi peserta
didik baik di lingkungan sekolah, keluarga, masyarakat, dan
pergaulan dunia yang terintegrasi dalam proses pembelajaran di
kelas.
K
I Kelas X Kelas XI Kelas XII
1
Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
2
Menunjukkan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (gotong royong,
kerjasama, toleran, damai), santun,
responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas
berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
Menunjukkan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (gotong royong,
kerjasama, toleran, damai), santun,
responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas
berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
Menunjukkan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (gotong royong,
kerjasama, toleran, damai), santun,
responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas
berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
3
Memahami, menerapkan, dan menganalisispengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan
pengetahuan
prosedural pada bidang
Memahami, menerapkan, dan menganalisis
pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan
pengetahuan
prosedural pada bidang
Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi
pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan
K
I Kelas X Kelas XI Kelas XII kajian yang spesifk
sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
kajian yang spesifk sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
prosedural pada bidang kajian yang spesifk sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
4
Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai dengan kaidah keilmuan
Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai dengan kaidah keilmuan
Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai dengan kaidah keilmuan
Ruang Lingkup Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMA/MA/
SMK/MAK meliputi:
1.
Al-Qur’an
dan Hadis
2. Keimanan
3. Akhlak
4. Fiqh
5. Sejarah Peradaban Islam
Peta Materi
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMA/MA/
SMK/MAK meliputi:
Kelas X Kelas XI Kelas XII
Q.S. al-Hujurat/49: 10 dan 12Q.S. al-Isra’/17: 32, serta hadis tentang kontrol diri (mujahadah an-nafs), prasangka baik (husnuzzan), dan persaudaraan (ukhuwah).
Q.S. al-Maidah/5 :
48; Q.S. an-Nisa/4: 59, dan Q.S. at-Taubah/9 : 105 serta hadis tentang taat pada aturan, kompetisi dalam kebaikan, dan etos kerja,
Q.S. Yunus/10 :
40-Q.S. Ali Imran/3: 190-191, dan Q.S. Ali Imran/3: 159serta hadis tentang berpikir kritis dan bersikap demokratis
serta hadis tentang larangan pergaulan bebas dan
perbuatan zina
Maidah/5 : 32 serta hadis tentang
toleransi, rukun, dan menghindarkan diri dari tindak
kekerasan.
tentang
kewajibanberibada h dan bersyukur kepada Allah sertaberbuat baik kepada sesama manusia
Iman kepada Allah
(penghayatan al-Asma’u al-Husna Karim, Mu’min, Wakil, Matin, al-Jami’, al-‘Adl, dan
al-Akhir), dan Iman kepada Malaikat Allah Swt.
Iman kepada Kitab
Allah, dan Rasul Allah Swt.
Iman kepada hari
akhir, qada dan qadar.
Berpakaian sesuai
syariat Islam, jujur dan semangat keilmuan.
Syaja’ah, kejujuran,
hormat dan patuh kepada orangtua dan guru.
Bekerja keras dan
bertanggung jawab.
Kedudukan
al-Qur’an, Hadis, dan ijtihad sebagai sumber hukum Islam, haji, zakat, dan wakaf.
Pengurusan jenazah,
khutbah, dakwah, tabligh, dan prinsip-prinsip ekonomi Islam.
Pernikahan dalam
Ilam dan
pembagian waris.
Substansi dan
strategi keberhasilan dakwah Nabi Muhammad saw di Makkah dan
Madinah.
Substansi dan
perkembangan peradaban Islam pada masa kejayaan dan perkembangan Islam pada masa modern.
Substansi dan
perkembangan peradaban Islam di Indonesia dan peradaban Islam dunia
E. Pembelajaran dan Penilaian
1. Pembelajaran
dengan karakteristik materi yang dibelajarkan dan kompetensi
yang akan dicapai.
Berikut ini dikemukakan beberapa contoh model pembelajaran
dalam
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Dalam
pembelajaran a
l-Qur’an
dapat digunakan metode Mencari
Pasangan (
Make a Match
) dalam menentukan ayat dan
terjemahannya. Dalam pembelajaran aqidah dapat digunakan
metode Penemuan (
Inquiry
) dalam mencari bukti-bukti kekuasaan
Allah Swt. Dalam pembelajaran akhlak dapat digunakan metode
Bermain Peran (
role playing)
dalam mencontohkan perilaku
terpuji. Dalam pembelajaran fqh dapat digunakan metode
Pembelajaran Berbasis Proyek (
Project Based Learning)
dalam
menentukan dampak zakat terhadap peningkatan ekonomi kaum
dhuafa. Dalam pembelajaran Sejarah Peradaban Islam dapat
digunakan metode Pembelajaran Berbasisi Masalah (
Problem
Based Learning
) dalam meminimalisir dampak radikalisme.
Contoh penggunaan model-model pembelajaran tersebut tidak
baku, tetapi harus disesuaikan dengan karakteristik materi
pembelajaran.
Untuk mencapai tujuan tersebut, pembelajaran
Pendidikan Agama
Islam dan Budi Pekerti dapat dilaksanakan dengan menggunakan
berbagai metode dan strategi yang tepat dengan tetap
memperhatikan nilai-nilai agama. Dalam metode
problem based
learning
misalnya, pendidik dapat menanamkan nilai-nilai
kerjasama, gotong-royong, kerukunan dan demokrasi yang dapat
diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam
Small group
discussion
(diskusi kelompok kecil), pendidik dapat menanamkan
nilai percaya diri dalam berpendapat, bertanggung jawab, dan
menghargai pendapat orang lain, tetapi tetap menjaga nilai
multikulturalisme dengan toleransi yang tinggi dalam hidup
bermasyarakat yang lebih luas. Dengan metode
role playing
(bermain peran) sebagai
muzakki
(pemberi zakat) dan
mustahiq
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebagai contoh:
al-Qur’an, aqidah, akhlak, fqih dan sejarah peradaban Islam
dapat dikemas sedemikian rupa dalam web secara terpadu.
Bahan-bahan materinya dapat berupa berbagai macam media
seperti bahan teks, gambar, suara, video, animasi, simulasi dan
sebagainya. Materi-materi tersebut dapat dipadukan ke dalam
satu-dua media atau semua media (multimedia).
Pengembangan materi
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
dapat juga dikemas secara interaktif dan menarik. Salah satu
caranya adalah dengan menintegrasikan berbagai macam media
sehingga siswa dapat memilih apa yang akan dikerjakan
selanjutnya, bertanya, dan mendapatkan jawaban melalui
pemanfaatan komputer. Dengan demikian siswa memiliki
kebebasan belajar sesuai dengan keinginanya. Hal ini
dimaksudkan agar belajar menjadi tidak monoton, mengekang dan
menegangkan.
Kebutuhan peserta didik harus juga menjadi pertimbangan dalam
pembelajaran. Pada umumnya ada tiga tipe pembelajar, yaitu
auditory, visual, dan kinestetik. Dalam pembelajaran
Pendidikan
Agama Islam dan Budi Pekerti, pendidik dituntut untuk dapat
mengakomodasi kebutuhan peserta didik yang
karakteristiknyaberagam. Dengan demikian, pendidik
Pendidikan
Agama Islam dan Budi Pekerti telah mengimplementasikan ajaran
Islam tentang keadilan, berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial, renponsif, dan nilai-nilai lain dalam ajaran
Islam yang humanis.
2. Penilaian
Aspek yang dinilai pada mata pelajaran
Pendidikan Agama Islam
dan Budi Pekerti meliputi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
Penilaian sikap dilakukan melalui observasi, penilaian diri,
penilaian antar teman, dan jurnal catatan guru. Penilaian aspek
pengetahuan dilakukan melalaui tes tertulis, tes lisan, observasi
terhadap diskusi, tanya jawab dan percakapan, serta penugasan.
Penilaian aspek keterampilan dilakukan melalui unjuk
kerja/praktik, projek, produk, dan portofolio.
penilaian praktik membaca
al-Qur’ān
, komponen yang dinilai
meliputi: cara membaca (pengucapan huruf, panjang pendek
bacaan) dan adab membaca. Dalam penilaian aqidah
dapatdigunakan teknik penilaian diri terhadap pengamalan
keyakinan. Dalam penilaian akhlak dapat digunakan teknik
penilaian observasi. Dalam penilaian fqh dapatdigunakan teknik
penilaian praktik ibadah. Dalam penilaian sejarah peradaban
Islam dapatdigunakan teknik penilaian proyek.
F. Kontekstualisasi Pembelajaran Sesuai dengan Kondisi Lingkungan
dan Peserta Didik
Indonesia sebagai negara kesatuan yang terdiri atas berbagai suku
bangsa, agama, budaya, ras, dan kelas sosial merupakan kekayaan
yang patut disyukuri dan dipelihara agar tetap menjadi sumber
kekuatan. Jika tidak disikapi dengan bijak, keberagaman itu dapat
menjadi sumber konfik. Oleh karena itu, berbagai kearifan lokal yang
telah mengakar di masyarakat harus dipelihara dan dikembangkan
sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dengan tetap
memperhatikan nilai-nilai Islam yang humanis, toleran, demokratis,
multikultural, dan berwawasan kebangsaan.
Sejalan dengan karakteristik pendidikan abad 21 yang memanfaatkan
teknologi informasi dan komunikasi, pembelajaran Pendidikan Agama
Islam dan Budi Pekerti dalam Kurikulum 2013 juga memanfaatkan
teknologi informasi dan komunikasi sebagai media dan sumber
belajar. Pemanfaatan TIK mendorong peserta didik dalam
mengembangkan kreativitas dan berinovasi serta meningkatkan
pemahaman dan pengetahuan Pendidikan Agama Islam dan Budi
Pekerti.
II. KOMPETENSI DASAR, MATERI PEMBELAJARAN,
DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN
A. Kelas X
Alokasi waktu: 3 jam pelajaran/minggu
Kompetensi
Dasar PembelajaranMateri Kegiatan Pembelajaran 1.1 Terbiasa
membaca al-Qur’an
dengan meyakini bahwa kontrol diri
(mujahadah an-nafs),
2.1 Menunjukkan perilaku kontrol diri (mujahadah an-nafs), prasangka baik ( husnuz-zan), dan
serta Hadis terkait
3.1 Menganalisis
Q.S.
al- Q.S. al-Hujurat (49): 10 dan 12 serta hadits terkait perilaku kontrol diri (mujahadah
Menyimak bacaan Q.S. al-Hujurat/49: 10 dan 12 serta hadits terkait.
Membaca Q.S. al-Hujurat/49:
10 dan 12 serta hadits terkait.
Mencermati makna Q.S. al-Hujurat/49: 10 dan 12 serta hadits terkait.
Menanyakan cara membaca,
hukum tajwid, asbabun nuzul, makna, dan pesan-pesan utama dalam Q.S.
al-Hujurat/49: 10 dan 12 serta hadits terkait.
Mengidentifkasi hukum
bacaan (tajwid) Q.S. al-Hujurat/ 49: 10 dan 12.
Menterjemahkan dalam Q.S. al-Hujurat/49: 10 dan 12 serta hadits terkait.
Menganalisis asbabun nuzul Q.S. al-Hujurat/49: 10 dan 12.
Menganalisis makna Q.S. al-Hujurat/49: 10 dan 12 serta hadits terkait.
Mengidentifkasi manfaat
kontrol diri (mujahadah an-nafs), prasangka baik (husnuzzhan) dan
persaudaraan (ukhuwah).
Menyimpulkan hukum bacaan
yang terdapat dalam Q.S. al-Hujurat/49: 10 dan 12.
Menyimpulkan makna Q.S. al-Hujurat/49: 10 dan 12 serta hadits terkait.
Menyimpulkan pesan-pesan
al-Hujurat/ 49: 10 dan 12; serta hadis tentang kontrol diri
(mujahadah an-nafs),
prasangka baik
(husnuzan),
dan
persaudaraan
(ukhuwah)
4.1.1Membaca
Q.S. al-Hujurat/49: 10 dan 12, sesuai dengan kaidah tajwid dan
makharijul huruf
4.1.2 Mendemons-trasikan hafalan Q.S. al-Hujurat/4 9: 10 dan 12 dengan fasih dan lancar 4.1.3 Menyajikan
hubungan antara kualitas keimanan dengan kontrol diri
(mujahadah an-nafs),
prasangka baik
(husnuzzan),
dan
persaudaraa
Hujurat/49: 10 dan 12 serta hadits terkait.
Mengaitkan antara kualitas
keimanan dengan kontrol diri (mujahadah an-nafs),
prasangka baik (husnuzzan), dan persaudaraan (ukhuwah) sesuai dengan pesan Q.S. al-Hujurat/49: 10 dan 12, serta hadis terkait.
Mendemonstrasikan bacaan Q.S. al-Hujurat/49: 10 dan 12, sesuai dengan kaidah tajwid dan makharijul huruf.
Mendemonstrasikan hafalan Q.S. al-Hujurat/49: 10 dan 12 dengan fasih dan lancar.
Menjelaskan hukum bacaan
yang terdapat pada Q.S. al-Hujurat/49: 10 dan 12.
Menjelaskan makna Q.S. al-Hujurat/49: 10 dan 12 serta hadits terkait.
Menjelaskan pesan-pesan
utama dalam Q.S.
al-Hujurat/49: 10 dan 12 serta hadits terkait
Menjelaskan keterkaitan antara
kualitas keimanan dengan kontrol diri (mujahadah an-nafs), prasangka baik
Kompetensi
Dasar PembelajaranMateri Kegiatan Pembelajaran n (ukhuwah) zina adalah dilarang agama 2.2
Menghindar-kan diri dari pergaulan serta hadis terkait serta hadis tentang
4.2.1 Membaca
Q.S.
Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2, serta hadis tentang larangan pergaulan bebas dan perbuatan zina
Menyimak bacaan Q.S. al-Isra’/
17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2, serta hadis tentang larangan pergaulan bebas dan perbuatan zina.
Membaca Q.S. al-Isra’/17: 32,
dan Q.S. an-Nur/24: 2, serta hadis tentang larangan
pergaulan bebas dan perbuatan zina.
Mencermati makna Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2, serta hadis tentang larangan pergaulan bebas dan perbuatan zina.
Menanyakan cara membaca,
hukum tajwid, asbabun nuzul, makna, dan pesan-pesan utama dalam Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2. serta hadits terkait.
Mendiskusikan cara membaca Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2sesuai dengan kaidah tajwid;
Mengidentifkasi hukum
bacaan (tajwid) Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2.
Menterjemahkan dalam Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2serta hadits terkait.
Menganalisis asbabun nuzul Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2.
Isra’/17: tajwid dan
makharijul 4.2.3 Menyajikan
keterkaitan yang buruk (saa-a
Mengidentifkasi manfaat
larangan pergaulan bebas dan perbuatan zina.
Menyimpulkan hukum bacaan
yang terdapat dalam Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2.
Menyimpulkan makna Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2serta hadits terkait.
Menyimpulkan pesan-pesan
utama dalam Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2serta hadits terkait.
Menganalisis keterkaitan
antara larangan berzina dengan berbagai kekejian (fahisyah) yang ditimbulkannya dan perangai yang buruk (saa-a sabila) sesuai pesan Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2 serta hadis terkait.
Mendemonstrasikan bacaan Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2, sesuai dengan kaidah tajwid dan makharijul huruf.
Mendemonstrasikan hafalan Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2dengan fasih dan lancar.
Menjelaskan hukum bacaan
yang terdapat pada Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2.
Menjelaskan makna Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2 serta hadits terkait.
Menjelaskan pesan-pesan
utama dalam Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2 serta hadits terkait
Menyajikan keterkaitan antara
Kompetensi
Dasar PembelajaranMateri Kegiatan Pembelajaran yang ditimbulkannya dan perangai yang buruk (saa-a sabila) sesuai pesan Q.S. al-Isra’/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2 serta hadis terkait 1.3 Meyakini
bahwa Allah Maha Mulia, Maha Maha Adil dan Maha Akhir 2.3 Memiliki
sikap keluhuran budi; kokoh pendirian, pemberi rasa aman,
tawakal dan adil sebagai implementasi Jami’, al-‘Adl,
dan al-Akhir
3.3 Menganalisis makna Asma’u Husna: Karim, Mu’min,
al-Iman kepada Allah SWT (Asmaul Husn:
Kariim,
al-Membaca teks al-Asma al-
Husna (Kariim, Mu’min, al-Wakiil, al-Matiin, al-Jaami’, al-‘Adl, dan al-Akhiir).
Memberi stimulus agar peserta
didik bertanya) :
Mengapa Allah memiliki nama
yang begitu banyak?
Bagaimana kaitan antara
nama-nama tersebut dengan sifat-sifat Allah.
Apa yang harus dilakukan oleh
umat Islam terkait nama-nama Allah yang indah itu?
Meyimak penjelasan materi di
atas melalui tayangan vidio atau media lainnya.
Menganalisis makna al-Kariim, al-Mu’min, al-Wakiil, al-Matiin, al-Jaami’, al-‘Adl, dan al-Akhiir bagi Allah.
Mendiskusikan makna dan
contoh perilaku keluhuran budi, kokoh pendirian, pemberi rasa aman, tawakal dan
perilaku adil sebagai
implementasi dari pemahaman makna Asmaul Husna ( Kariim, Mu’min, Wakiil, al-Matiin, al-Jaami’, al-‘Adl, dan al-Akhiir)
Mengaitkan makna Asma
al-Husna Kariim, Mu’min, al-Wakiil, al-Matiin, al-Jaami’, al-‘Adl, dan al-Akhiir dengan sifat-sifat Allah.
Wakil, Matin, al-Jami’, al-‘Adl,
dan al-Akhir
4.3 Menyajikan hubungan makna- makna Asma’u Husna: Karim, Mu’min, Wakil, Matin, al-Jami’, al-‘Adl,
dan al-Akhir
dengan perilaku keluhuran budi, kokoh pendirian, rasa aman, tawakal dan perilaku adil
Mempresentasikan makna Kariim, Mu’min, Wakiil, al-Matiin, al-Jaami’, al-‘Adl, dan al-Akhiir.
Mempresentasikan keterkaitan
makna al-Asma al-Husna: Kariim, Mu’min, Wakiil, al-Matiin, al-Jaami’, al-‘Adl, dan al-Akhiir dengan perilaku keluhuran budi, kokoh
pendirian, rasa aman, tawakal dan perilaku adil.
1.4 Meyakini keberadaan malaikat-malaikat Allah Swt. 2.4
Menunjukka n sikap disiplin, jujur dan bertanggung jawab, sebagai implementas i beriman kepada malaikat-malaikat Allah Swt. 3.4 Menganalisis
Iman kepada
Malaikat Mencermati bacaan teks tentang makna dan contoh perilaku beriman kepada malaikat-malaikat Allah Swt.
Menyimak penjelasan materi di
atas melalui tutorial, tayangan vidio atau media lainnya.
Memberi stimulus agar peserta
didik bertanya:
Mengapa kita harus beriman
kepada malaikat?
Mengapa malaikat yang wajib
diketahui ada sepuluh?
Apa yang harus dilakukan oleh
orang yang beriman kepada malaikat?
Peserta didik mengidentifkasi
ayat-ayat al-Quran yang mengungkapkan nama-nama dan tugas malaikat.
Kompetensi
Dasar PembelajaranMateri Kegiatan Pembelajaran makna 4.4 Menyajikan
hubungan
disiplin, dan waspada
makna dan contoh perilaku beriman kepada Malaikat sebagaimana disebutkan dalam
al-Quran.
Membuat kesimpulan tentang
makna beriman kepada malaikat-malaikat Allah Swt.
Mengaitkan antara beriman
kepada malaikat Allah Swt. dengan perilaku teliti, disiplin, dan waspada.
Menyebutkan ayat-ayat al-Quran yang mengungkapkan nama-nama malaikat.
Membacakan kesimpulan
tentang makna beriman kepada malaikat-malaikat Allah Swt.
Menjelaskan keterkaitan antara
beriman kepada malaikat Allah Swt. dengan perilaku teliti, disiplin, dan waspada. 1.5 Terbiasa n perilaku berpakaian sesuai dengan syariat Islam 3.5 Menganalisis
ketentuan
secara Islami Mencermati bacaan teks tentang berpakaian secara islami
Mencermati model-model
berpakain secara islami melalui tutorial, tayangan vidio atau media lainnya.
Mengemukakan pertanyaan
tentang:
Bagaimana berpakaian secara
islami?
Mengapa kita harus berpakaian
secara islami?
Mengidentifkasi tata cara
berpakaian sesuai syariat Islam.
Mengidentifkasi tujuan
berpakaian menurut syariat Islam
Mengidentifkasi manfaat
berpakaian menurut syariat Islam
Mengidentifkasi landasan
syariat Islam syariat Islam.
Mengaitkan antara kesesuaian
model berpakaian dengan ketentuan syariat Islam.
Mengaitkan ketentuan
berpakaian menurut syariat islam dengan hikmah yang diperoleh individu, keluarga, dan masyarakat.
Mempresentasikan
/menyampaikan hasil diskusi tentang berpakaian menurut syariat Islam.
1.6 Meyakini bahwa jujur adalah ajaran pokok agama
2.6
Menunjukka n perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari 3.6 Menganalisis
manfaat kejujuran dalam kehidupan sehari-hari 4.6 Menyajikan
kaitan antara contoh perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari dengan keimanan
Perilaku jujur Mengamati tayangan video
tentang perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari yang berkembang di masyarakat.
Menyimak dan membaca
penjelasan mengenai perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari yang berkembang di masyarakat.
Mengajukan pertanyaan
tentang perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari yang berkembang di masyarakat.
Menelaah perilaku jujur dalam
kehidupan sehari-hari yang berkembang di
masyarakatMenyimpulkan hikmah perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari yang berkembang di masyarakat.
Mengaitkan perilaku jujur
dalam kehidupan sehari-hari yang berkembang di
masyarakat dengan keimanan.
Membuat rumusan perilaku
jujur berdasarkan al-Quran dan Hadis
Mengidentifkasi perilaku jujur
dengan kehidupan sehari-hari.
Menyajikan/melaporkan hasil
Kompetensi
Dasar PembelajaranMateri Kegiatan Pembelajaran yang berkembang di masyarakat.
Menjelaskan keterkaitan
perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari yang berkembang di masyarakat dengan keimanan.
Menanggapi hasil presentasi
(melengkapi, mengkonformasi, dan menyanggah).
Membuat resume pembelajaran
di bawah bimbingan guru. 1.7 Meyakini
bahwa menuntut ilmu adalah perintah 4.7 Menyajikan
kaitan antara kewajiban
Semangat menuntut ilmu dan
menyampai-kannya kepada sesama
Mencermati bacaan teks
tentang Q.S. at-Taubah (9) : 122 dan hadits terkait tentang semangat menuntut ilmu, menerapkan dan
menyampaikan nya kepada sesama
Meyimak penjelasan materi di
atas melalui tayangan vidio atau media lainnya.
Memberi stimulus agar peserta
didik bertanya):
Mengapa harus menuntut
ilmu?
Bagaimana cara
menyampaikan ilmu kepada sesama?
Peserta didik mendiskusikan
makna dan contoh semangat menuntut ilmu, menerapkan dan menyampaikannya kepada sesama sebagai implementasi pemahaman kandungan Q.S. at-Taubah (9): 122 dan hadits terkait.
Guru mengamati perilaku
contoh semangat menuntut ilmu, menerapkan dan menyaampaikannya kepada sesama melalui lembar pengamatan di sekolah.
Guru berkolaborasi dengan
menuntut
ilmu, menerapkan dan menyaampaikannya kepada sesama di rumah.
Membuat kesimpulan tentang
semangat menuntut ilmu dan menyampaikannya kepada sesama.
Mempresentasikan
/menyampaikan hasil diskusi tentang semangat menuntut ilmu dan menyampaikannya kepada sesama. n perilaku ikhlas dan taat
beribadah sebagai
Sumber Hukum Islam
Mencermati bacaan teks
tentangkedudukan al-Quran, al-Hadits, dan Ijtihad sebagai sumber hukum Islam
Meyimak penjelasan materi
tersebut di atas melalui tayangan vidio atau media lainnya.
memberi stimulus agar peserta
didik bertanya):
Mengapa al-Qur’an, Hadits,
dan Ijtihad sebagai sumber hukum Islam ?
Apa yang anda pahami tenang al-Qur’an, Hadits, dan Ijtihad ?
Peserta didik mendiskusikan
makna al-Qur’an, Hadits, dan Ijtihad sebagai sumber hukum Islam
Guru mengamati perilaku
berpegang teguh kepada al-Qur’an, Hadits, dan Ijtihad sebagai sumber hukum Islam
Guru berkolaborasi dengan
orang tua untuk mengamati perilaku berpegang teguh kepada al-Qur’an, Hadits, dan Ijtihad di rumah.
Menalar/Mengasosiasi
Membuat kesimpulan tentang
sumber hukum Islam.
Mempresentasikan/
Kompetensi
Dasar PembelajaranMateri Kegiatan Pembelajaran ijtihad
sebagai sumber hukum Islam
4.8 Mendeskrip-sikan
macam-macam sumber hukum Islam.
tentang sumber hukum Islam.
1.9 Meyakini bahwa haji, zakat dan wakaf adalah perintah Allah dapat memberi kemaslahata n bagi individu dan masyarakat 2.9
Menunjukka n kepedulian sosial
sebagai hikmah dari perintah haji, zakat, dan wakaf 3.9 Menganalisis
hikmah ibadah haji, zakat, dan wakaf bagi individu dan masyarakat 4.9
Menyimulasi-kan ibadah haji, zakat,
Pengelolaan haji, zakat dan waka
Mencermati bacaan teks
tentang pengertian, ketentuan dan hal-hal yang berkaitan dengan pengelolaan haji, zakat dan wakaf.
Meyimak penjelasan materi di
atas melalui tayangan vidio atau media lainnya.
Memberi stimulus agar peserta
didik bertanya:
Mengapa haji, zakat dan wakaf
harus dikelola?
Bagaimana cara mengelola haji,
zakat dan wakaf?
Peserta didik mendiskusikan
makna dan ketentuan haji, zakat dan wakaf serta pengeloalaannya.
Membuat kesimpulan materi
pengelolaan haji, zakat dan wakaf.
Mempresentasikan/
dan wakaf 1.10 Meyakini
kebenaran ’ibrah dari sejarah strategi, dan penyebab 4.10 Menyajikan
keterkaitan antara substansi dan strategi dengan Rasulullah saw. di Mekah
Mencermati bacaan teks
tentang substansi dan strategi dakwah Rasullullah saw.
Meyimak penjelasan materi
tersebut di atas melalui tayangan vidio atau media lainnya.
Memberi stimulus agar peserta
didik bertanya)
Apa substansi dakwah
Rasulullah di Mekah?
Apa strategi dakwah Rasulullah
di Mekah?
Peserta didik mendiskusikan
substansi dan strategi dakwah Rasullullah saw. di Mekah.
Guru mengamati perilaku
tangguh dan semangat
menegakkan kebenaran dalam kehidupan sehari-hari.
Guru berkolaborasi dengan
orang tua untuk mengamati perilaku tangguh dan semangat menegakkan kebenaran dalam kehidupan sehari-haridi
rumah.
Membuat kesimpulan tentang
substansi dan strategi dakwah Rasullullah saw. di Mekah.
Mempresentasikan
/menyampaikan hasil diskusi tentang substansi dan strategi dakwah Rasullullah saw. di Mekah.
1.11 Meyakini kebenaran Rasulullah saw. di Madinah
Mencermati bacaan teks
tentang substansi dan strategi dakwah Rasullullah saw. di Madinah
Kompetensi
Dasar PembelajaranMateri Kegiatan Pembelajaran Madinah
2.11
Menunjukka n sikap semangat ukhuwah dan
kerukunan sebagai ibrah dari sejarah strategi dakwah Nabi di Madinah 3.11 Menganalisis
substansi, strategi, dan keberhasilan dakwah Nabi Muhammad saw. di Madinah 4.11 Menyajikan
keterkaitan antara substansi dan strategi dengan keberhasilan dakwah Nabi Muhammad saw. di Madinah
tersebut di atas melalui tayangan vidio atau media lainnya.
Memberi stimulus agar peserta
didik bertanya)
Apa substansi dakwah
Rasulullah di Madinah?
Apa strategi dakwah Rasulullah
di Madinah?
Peserta didik mendiskusikan
substansi dan strategi dakwah Rasullullah saw. di Madinah.
Guru mengamati perilaku
semangat ukhuwah sebagai implementasi dari pemahaman strategi dakwah Rasulullah saw. di Madinah.
Guru berkolaborasi dengan
orang tua untuk mengamati perilaku semangat ukhuwah sebagai implementasi dari pemahaman strategi dakwah Rasulullah saw. di Madinah.
Membuat kesimpulan materi
substansi dan strategi dakwah Rasullullah saw. di Madinah.
Mempresentasikan
/menyampaikan hasil diskusi tentang materi substansi dan strategi dakwah Rasullullah saw. di Madinah.
B. Kelas : XI
Alokasi waktu: 3 jam pelajaran/minggu
Kompetensi Dasar PembelajaranMateri Kegiatan Pembelajaran 1.1 Terbiasa
membaca al-Qur’an
dengan
Q.S. al Maidah/5: 48;Q.S. an-Nisa/4: 59;
meyakini bahwa taat pada aturan, kompetisi dalam
kebaikan, dan etos kerja sebagai perintah agama
2.1 Bersikap taat aturan, tanggung jawab, kompetitif dalam
kebaikan dan kerja keras sebagai Hadis yang terkait
3.1 Menganalisis makna Q.S. al hadis tentang taat pada
at Taubah /9: 105serta hadis terkait.
Mencermati makna,
asbabunnuzul, hikmah dan manfaat yang terkandung pada
Q.S. al Maidah/5: 48;Q.S. an-Nisa/4: 59; dan Q.S. at Taubah
/9: 105serta hadis terkait.
Menanyakan cara membaca Q.S. al Maidah/5: 48;Q.S. an-Nisa/4: 59; dan Q.S. at Taubah
/9: 105serta hadis terkait.
Mengajukan pertanyaan
tentang hukum tajwid, asbabun nuzul, Q.S. al 105serta hadis terkait.
Menanyakan pesan-pesan
utama yang terdapat dalam
Q.S. al Maidah/5: 48;Q.S. an-Nisa/4: 59; dan Q.S. at Taubah
/9: 105serta hadis terkait.
Mendiskusikan cara membaca Q.S. al Maidah/5: 48;Q.S. an-Nisa/4: 59; dan Q.S. at Taubah
/9: 105sesuai dengan kaidah tajwid.
Mengidentifkasi hukum
bacaan (tajwid) Q.S. al Maidah/ 5: 48;Q.S. an-Nisa/4: 59; dan Q.S. at Taubah /9: 105.
Menterjemahkan Q.S. al Maidah/5: 48;Q.S. an-Nisa/4: 59; dan Q.S. at Taubah /9: 105 serta hadis terkait.
Kompetensi Dasar PembelajaranMateri Kegiatan Pembelajaran kebaikan, dan
etos kerja 4.1.1Membaca Q.S.
al Maidah/5: 48;Q.S. an-Nisa/4: 59; dan Q.S. at Taubah /9: 105 sesuai dengan
kaidah tajwid dan 105 dengan fasih dan lancar
4.1.3 Menyajikan keterkaitan Allah sesuai dengan pesan
Q.S. al
Maidah/5: 48;
Q.S. an-Nisa/ 4: 59; dan Q.S. at Taubah /9:
/9: 105.
Mengidentifkasi makna Q.S. al Maidah/5: 48;Q.S. an-Nisa/4: 59; dan Q.S. at Taubah /9: 105 serta hadis terkait.
Mendiskusikan pesan-pesan
yang terkandung paqda Q.S. al Maidah/5: 48;Q.S. an-Nisa/4: 59; dan Q.S. at Taubah /9: 105serta hadis terkait
Mendiskusikan manfat
berkompetisi dalam kebaikan dengan kepatuhan terhadap ketentuan Allah sesuai dengan kandungan Q.S. al Maidah/5: 48;Q.S. an-Nisa/4: 59; dan Q.S.
at Taubah /9: 105.
Menganalisis hukum bacaan,
makna, pesan-pesan yang terdapat pada Q.S. al
Maidah/5: 48;Q.S. an-Nisa/4: 59; dan Q.S. at Taubah /9: 105.
Mengaitkan sikap berkompetisi
dalam kebaikan dengan
kepatuhan terhadap ketentuan Allah dengan Q.S. al Maidah/ 5: 48;Q.S. an-Nisa/4: 59; dan Q.S. at Taubah /9: 105.
Menyimpulkan hukum bacaan,
makna, pesan-pesan, hikmah dan manfaat yang terdapat pada Q.S. al Maidah/5: 48;Q.S. an-Nisa/4: 59; dan Q.S. at Taubah /9: 105.
Mendemonstrasikan bacaan Q.S. al Maidah/5: 48;Q.S. an-Nisa/4: 59; dan Q.S. at Taubah
/9: 105sesuai dengan kaidah tajwid dan makharijul huruf.
Mendemonstrasikan hafalan Q.S. al Maidah/5: 48;Q.S. an-Nisa/4: 59; dan Q.S. at Taubah
105 Menyajikan hukum bacaan
yang terdapat pada Q.S. al Maidah/5: 48;Q.S. an-Nisa/4: 59; dan Q.S. at Taubah /9: 105.
Menyajikan makna Q.S. al Maidah/5: 48;Q.S. an-Nisa/4: 59; dan Q.S. at Taubah /9: 105 serta hadis terkait.
Menyajikan pesan-pesan,
hikmah dan manfaat yang terkandung dalam Q.S. al Maidah/5: 48;Q.S. an-Nisa/4: 59; dan Q.S. at Taubah /9: 105 serta hadis terkait
Menyajikan paparan
keterkaitan antara sikap berkompetisi dalam kebaikan dengan kepatuhan terhadap ketentuan Allah dengan Q.S. al Maidah/5: 48;Q.S. an-Nisa/4: 59; dan Q.S. at Taubah /9: 105serta hadis terkait. 1.2 Meyakini
bahwa agama mengajarka n toleransi, kerukunan, dan
menghinda rkan diri dari tindak kekerasan 2.2 Bersikap
toleran, rukun dan menghinda rkan diri dari tindak kekerasan sebagai implementa si
pemahama
Q.S.
Yunus/10 : 40-41 dan
Q.S. al-Maidah/5: 32
Menyimak bacaan Q.S. Yunus/
10 : 40-41 dan Q.S. al-Maidah/ 5: 32 serta hadis terkait.
Membaca Q.S. Yunus/10 :
40-41 dan Q.S. al-Maidah/5: 32serta hadis terkait.
Mencermati makna,
asbabunnuzul, hikmah dan manfaat yang terkandung pada
Q.S. Yunus/10 : 40-41 dan
Q.S. al-Maidah/5: 32serta hadis terkait.
Menanya
Menanyakan cara membaca Q.S. Yunus/10 : 40-41 dan
Q.S. al-Maidah/5: 32serta hadis terkait.
Mengajukan pertanyaan
Kompetensi Dasar PembelajaranMateri Kegiatan Pembelajaran dari tindak kekerasan 4.2.1 Membaca
Q.S. Yunus/ tajwid dan
makharijul
Menanyakan pesan-pesan
utama yang terdapat dalam
Q.S. Yunus/10 : 40-41 dan
Q.S. al-Maidah/5: 32serta hadis terkait.
Mengumpulkan Informasi Mendiskusikan cara Q.S.
Yunus/10 : 40-41 dan Q.S. al-Maidah/5: 32sesuai dengan kaidah tajwid.
Mengidentifkasi hukum
bacaan (tajwid) Q.S. Yunus/10 : 40-41 dan Q.S. al-Maidah/5: 32.
Menterjemahkan Q.S.
Yunus/10 : 40-41 dan Q.S. al-Maidah/5: 32serta hadis terkait.
Mendiskusikan asbabun nuzul Q.S. Yunus/10 : 40-41 dan
Q.S. al-Maidah/5: 32.
Mengidentifkasi makna Q.S. Yunus/10 : 40-41 dan Q.S. al-Maidah/5: 32serta hadis terkait.
Mendiskusikan pesan-pesan
yang terkandung paqda Q.S. Yunus/10 : 40-41 dan Q.S. al-Maidah/5: 32serta hadis terkait.
Mendiskusikan manfat
kerukunan dan toleransi sesuai pesan Q.S. Yunus/10 : 40-41.
Mendiskusikan manfat
menghindari tindak kekerasan sesuai pesan Q.S. al-Maidah/5: 32.
Mengasosiasi
Menganalisis hukum bacaan,
32 dengan fasih dan lancar 4.2.3 Menyajikan
keterkaitan antara kerukunan dan
toleransi sesuai pesan Q.S. Yunus/10: 40-41 dengan menghindar i tindak kekerasan sesuai pesan Q.S. al-Maidah/ 5: 32
Mengaitkan antara kerukunan
dan toleransi sesuai pesan Q.S. Yunus/10: 40-41 dengan menghindari tindak kekerasan sesuai pesan Q.S. al-Maidah/5: 32.
Menyimpulkan hukum bacaan,
makna, pesan-pesan, hikmah dan manfaat yang terdapat pada Q.S. Yunus/10 : 40-41 dan Q.S. al-Maidah/5: 32.
Mengomunikasikan
Mendemonstrasikan bacaan Q.S. Yunus/10 : 40-41 dan
Q.S. al-Maidah/5: 32sesuai dengan kaidah tajwid dan makharijul huruf.
Mendemonstrasikan hafalan Q.S. Yunus/10 : 40-41 dan
Q.S. al-Maidah/5: 32dengan fasih dan lancar.
Menyajikan hukum bacaan
yang terdapat pada Q.S. Yunus/10 : 40-41 dan Q.S. al-Maidah/5: 32.
Menyajikan makna Q.S. Yunus/10 : 40-41 dan Q.S. al-Maidah/5: 32serta hadis terkait.
Menyajikan pesan-pesan,
hikmah dan manfaat yang terkandung dalam Q.S. Yunus/ 10 : 40-41 dan Q.S. al-Maidah/ 5: 32 serta hadis terkait.
Menyajikan paparan
keterkaitan antara kerukunan dan toleransi sesuai pesan Q.S. Yunus/10: 40-41 dengan menghindari tindak kekerasan sesuai pesan Q.S. al-Maidah/5: 32 serta hadis terkait.
1.3 Meyakini adanya kitab-kitab suci Allah
Iman kepada
Kitab-kitab Allah Swt.
Membaca teks bacaan tentang
iman kepada kitab-kitab Allah Swt.
Kompetensi Dasar PembelajaranMateri Kegiatan Pembelajaran Swt
2.3 Peduli kepada orang lain dengan saling menasihati sebagai cerminan beriman kepada kitab-kitab Allah Swt. 3.3 Menganalisis
makna iman kepada kitab-kitab Allah Swt. 4.3 Menyajikan
keterkaitan antara beriman kepada kitab-kitab suci Allah Swt., dengan perilaku sehari-hari
atau penomena alam terkait dengan keimanan kepada kitab-kitab Allah Swt.
Menyimak tayangan atau
penjelasan tentang Iman kepada kitab-kitab Allah Swt.
Mencermati dalil-dalil tentang
Iman kepada kitab-kitab Allah Swt.
Mencermati hikmah dan
manfaat dari beriman kepada kitab-kitab Allah Swt.
Menanyakan makna iman
kepada kitab-kitab Allah Swt.
Menanyakan ciri-ciri orang
beriman kepada kitab-kitab Allah Swt.
Menanyakan keterkaitan
beriman kepada kitab-kitab Allah Swt dengan perilaku peduli kepada orang lain dengan saling menasihati.
Menanyakan hikmah dan
manfaat dari beriman kepada kitab-kitab Allah Swt.
Mendiskusikan makna beriman
kepada kitab-kitab suci Allah Swt.
Mengidentifkasi tanda-tanda
orang yang beriman kepada kitab-kitab suci Allah Swt.
Mengidentifkasi dalil-dali yang
berkaitan dengan kitab-kitab suci Allah Swt.
Mendiskusikan dalil-dali yang
berkaitan dengan kitab-kitab suci Allah Swt.
Mengidentifkasi hikmah dan
manfaat beriman kepada kitab-kitab suci Allah Swt.
Mendiskusikan hikmah dan
manfaat beriman kepada kitab-kitab suci Allah Swt.
Menganalisis makna beriman
Swt.
Menganalisis tanda-tanda
orang yang beriman kepada kitab-kitab suci Allah Swt.
Mengaitkan sikap kaitan
antara beriman kepada kitab-kitab suci Allah Swt. dengan perilaku peduli kepada orang lain dan saling menasihati.
Menganalisis hikmah dan
manfaat beriman kepada kitab-kitab suci Allah Swt.
Menyimpulkan keterkaitan
antara beriman kepada kitab-kitab suci Allah Swt. dengan perilaku peduli kepada orang lain dan saling menasihati.
Menyajikan paparan tentang
makna, tanda-tanda, hikmah, dan manfaat beriman kepada kitab-kitab suci Allah Swt.
Menyajikan paparan
keterkaitan antara beriman kepada kitab-kitab suci Allah Swt. dengan perilaku peduli kepada orang lain dan saling menasihati.
1.4 Meyakini adanya rasul-rasul Allah Swt. 2.4
Menunjukka n perilaku saling menolong sebagai cerminan beriman kepada rasul-rasul Allah Swt. 3.4 Menganalisis
makna iman kepada
Iman kepada
Rasul-rasul Allah Swt.
Membaca teks bacaan tentang
iman kepada Rasul-rasul Allah Swt.
Mengamati gambar, peristiwa,
atau penomena alam terkait dengan keimanan kepada Rasul-rasul Allah Swt.
Menyimak tayangan atau
penjelasan tentang iman kepada Rasul-rasul Allah Swt.
Mencermati dalil-dalil tentang
iman kepada Rasul-rasul Allah Swt.
Mencermati hikmah dan
manfaat iman kepada Rasul-rasul Allah Swt.
Menanyakan iman kepada
Kompetensi Dasar PembelajaranMateri Kegiatan Pembelajaran rasul-rasul
Allah Swt. 4.4 Menyajikan
kaitan antara iman kepada rasul-rasul Allah Swt. dengan keteguhan dalam bertauhid, toleransi, ketaatan, dan kecintaan kepada Allah
Menanyakan ciri-ciri orang
beriman kepada Rasul-rasul Allah Swt.
Menanyakan hikmah dan
manfaat iman kepada Rasul-rasul Allah Swt.
Menanyakan keterkaitan
beriman kepada Rasul-rasul Allah Swt. dengan perilaku saling menolong.
Mendiskusikan makna beriman
kepada Rasul-rasul Allah Swt.
Mengidentifkasi tanda-tanda
orang yang beriman kepada Rasul-rasul Allah Swt.
Mengidentifkasi dalil-dali yang
berkaitan dengan Rasul-rasul Allah Swt.
Mendiskusikan dalil-dali yang
berkaitan dengan Rasul-rasul Allah Swt.
Mengidentifkasi hikmah dan
manfaat beriman kepada Rasul-rasul Allah Swt.
Mendiskusikan hikmah dan
manfaat beriman kepada Rasul-rasul Allah Swt.
Menganalisis makna iman
kepada Rasul-rasul Allah Swt.
Menganalisis tanda-tanda
orang yang beriman kepada Rasul-rasul Allah Swt.
Mengaitkan sikap kaitan
antara beriman kepada Rasul-rasul Allah Swt. dengan perilaku saling tolong menolong.
Menganalisis hikmah dan
manfaat beriman kepada Rasul-rasul Allah Swt.
Menyimpulkan keterkaitan
Menyajikan paparan tentang
makna, tanda-tanda, hikmah, dan manfaat beriman kepada Rasul-rasul Allah Swt.
Menyajikan paparan
keterkaitan antara beriman kepada Rasul-rasul Allah Swt. dengan perilaku saling tolong menolong.
1.5 Meyakini bahwa Islam mengharus-kan umatnya untuk
memiliki sifat Syaja’ah 2.5 Menunjukkan
sikap 3.5 Menganalisis
makna 4.5 Menyajikan
kaitan antara
syaja’ah
Membaca teks bacaan tentang Syaja’ah (berani membela kebenaran).
Mengamati gambar, peristiwa,
atau penomena alam terkait dengan Syaja’ah (berani membela kebenaran).
Menyimak tayangan atau
penjelasan tentang Syaja’ah
(berani membela kebenaran).
Mencermati dalil-dalil tentang
Syaja’ah (berani membela kebenaran).
Mencermati hikmah dan
manfaat dari sifat Syaja’ah (berani membela kebenaran).
Menanyakan makna Syaja’ah
(berani membela kebenaran).
Menanyakan ciri-ciri orang
yang memiliki sifat Syaja’ah (berani membela kebenaran).
Menanyakan dalil-dalil yang
berkaitan dengan Syaja’ah
(berani membela kebenaran).
Menanyakan hikmah dan
manfaat dari sifat Syaja’ah
(berani membela kebenaran).
Mendiskusikan makna Syaja’ah (berani membela kebenaran).
Mengidentifkasi tanda-tanda
orang yang memiliki sifat
Syaja’ah (berani membela kebenaran).
Mengidentifkasi dalil-dali yang
Kompetensi Dasar PembelajaranMateri Kegiatan Pembelajaran membela
kebenaran) dengan upaya mewujudkan kejujuran dalam kehidupan sehari-hari
(berani membela kebenaran)..
Mendiskusikan dalil-dali yang
berkaitan dengan Syaja’ah
(berani membela kebenaran).
Mengidentifkasi hikmah dan
manfaat Syaja’ah (berani membela kebenaran).
Mendiskusikan hikmah dan
manfaat Syaja’ah (berani membela kebenaran).
Menganalisis makna Syaja’ah
(berani membela kebenaran).
Menganalisis tanda-tanda
orang yang memiliki sifat
Syaja’ah (berani membela kebenaran).
Menganalisis hikmah dan
manfaat sifat Syaja’ah (berani membela kebenaran).
Menyimpulkan hikmah dan
manfaat sifat Syaja’ah (berani membela kebenaran).
Menyajikan paparan tentang
makna, dalil, dan contoh sifat
Syaja’ah (berani membela kebenaran).
Menyajikan paparan tentang
hikmah dan manfaat dari sifat hikmah dan manfaat sifat
Syaja’ah (berani membela kebenaran).
1.6 Meyakini bahwa hormat dan patuh kepada orangtua dan guru sebagai kewajiban agama 2.6
Menunjukka n perilaku hormat dan
Hormat dan
patuh kepada orangtua dan guru
Membaca teks bacaan tentang
hormat dan patuh kepada orangtua dan guru.
Mengamati gambar, peristiwa,
atau penomena alam terkait dengan hormat dan patuh kepada orangtua dan guru.
Menyimak tayangan atau
penjelasan tentang hormat dan patuh kepada orangtua dan guru.
Mencermati dalil-dalil tentang
patuh kepada orangtua dan guru sebagai implementas i dari
pemahaman
Q.S. al-Isra’/ 17: 23 dan hadis terkait 3.6 Menganalisis
perilaku hormat dan patuh kepada orangtua dan guru
4.6 Menyajikan kaitan antara ketauhidan dalam beribadah dengan hormat dan patuh kepada orangtua dan guru sesuai dengan Q.S. Al-Isra’/17: 23 dan hadis terkait
Mencermati hikmah dan
manfaat hormat dan patuh kepada orangtua dan guru.
Menanyakan makna hormat
dan patuh kepada orangtua dan guru.
Menanyakan dalil-dalil yang
berkaitan dengan hormat dan patuh kepada orangtua dan guru.
Menanyakan hikmah dan
manfaat hormat dan patuh kepada orangtua dan guru.
Mendiskusikan makna hormat
dan patuh kepada orangtua dan guru.
Mengidentifkasi dalil-dali yang
berkaitan dengan hormat dan patuh kepada orangtua dan guru.
Mendiskusikan dalil-dali yang
berkaitan dengan hormat dan patuh kepada orangtua dan guru.
Mengidentifkasi hikmah dan
manfaat hormat dan patuh kepada orangtua dan guru.
Mendiskusikan hikmah dan
manfaat hormat dan patuh kepada orangtua dan guru.
Menganalisis makna hormat
dan patuh kepada orangtua dan guru.
Menganalisis dalil-dalil tentang
hormat dan patuh kepada orangtua dan guru.
Menganalisis hikmah dan
manfaat hormat dan patuh kepada orangtua dan guru.
Menyimpulkan hikmah dan
manfaat hormat dan patuh kepada orangtua dan guru.
Menyajikan paparan tentang
Kompetensi Dasar PembelajaranMateri Kegiatan Pembelajaran orangtua dan guru.
Menyajikan paparan tentang
hikmah dan manfaat hormat dan patuh kepada orangtua dan guru.
1.7 Menerapkan penyelenggar aan jenazah sesuai dengan ketentuan syariat Islam 2.7
Menunjukka n sikap tanggung jawab dan kerja sama dalam
penyelenggar aan jenazah di
masyarakat 3.7 Menganalisis
pelaksanaan penyelengga-raan jenazah 4.7 Menyajikan
prosedur penyelengga-raan jenazah
Pelaksanaan
tatacara penyelenggar aan jenazah
Membaca teks tentang tatacara
penyelenggaraan jenazah.
Mengamati gambar, peristiwa,
atau penomena alam yang terkait dengan tatacara penyelenggaraan jenazah.
Menyimak tayangan atau
penjelasan tentang tatacara penyelenggaraan jenazah.
Mencermati dalil-dalil tentang
tatacara penyelenggaraan jenazah.
Mencermati tahapan
penyelenggaran jenazah.
Mencermati hikmah dan
manfaat tatacara
penyelenggaraan jenazah.
Menanyakan makna tatacara
penyelenggaraan jenazah.
Menanyakan dalil-dalil yang
berkaitan dengan tatacara penyelenggaraan jenazah.
Menanyakan tahapan-tahapan
dalam penyelenggaraan jenazah.
Menanyakan hikmah dan
manfaat tatacara
penyelenggaraan jenazah.
Mendiskusikan makna tatacara
penyelenggaraan jenazah.
Mengidentifkasi dalil-dalil yang
berkaitan dengan tatacara penyelenggaraan jenazah
Mendiskusikan dalil-dalil yang
berkaitan dengan tatacara penyelenggaraan jenazah.
Mengidentifkasi hikmah dan
manfaat tatacara
penyelenggaraan jenazah.
manfaat tatacara
penyelenggaraan jenazah.
Menganalisis makna tatacara
penyelenggaraan jenazah.
Menganalisis hikmah dan
manfaat tatacara
penyelenggaraan jenazah.
Menyimpulkan hikmah dan
manfaat tatacara
penyelenggaraan jenazah.
Menyajikan paparan tentang
makna, dalil, dan contoh tatacara penyelenggaraan jenazah.
Menyajikan paparan tentang
hikmah dan manfaat tatacara penyelenggaraan jenazah. 1.8 Menerapkan
ketentuan khutbah, tablig, dan dakwah di masyarakat sesuai dengan syariat Islam 2.8 Menjaga
kebersamaa n dengan orang lain dengan saling menasihati melalui khutbah, tablig, dan dakwah 3.8 Menganalisis
pelaksanaan khutbah, tablig, dan dakwah. 4.8 Menyajikan
Pelaksanaan
khutbah, tabligh dan dakwah di masyarakat
Membaca teks tentang
ketentuan khutbah, tablig dan dakwah.
Mengamati gambar, peristiwa,
atau penomena alam yang terkait dengan ketentuan khutbah, tablig dan dakwah.
Menyimak tayangan atau
penjelasan tentang ketentuan khutbah, tablig dan dakwah.
Mencermati dalil-dalil tentang
ketentuan khutbah, tablig dan dakwah.
Mencermati hikmah dan
manfaat ketentuan khutbah, tablig dan dakwah.
Menanyakan makna khutbah,
tablig dan dakwah.
Menanyakan ketentuan
khutbah, tablig dan dakwah.
Menanyakan dalil-dalil yang
berkaitan dengan ketentuan khutbah, tablig dan dakwah.
Menanyakan hikmah dan
manfaat ketentuan khutbah, tablig dan dakwah.
Mendiskusikan makna
Kompetensi Dasar PembelajaranMateri Kegiatan Pembelajaran ketentuan
khutbah, tablig, dan dakwah
Mengidentifkasi dalil-dalil yang
berkaitan dengan ketentuan khutbah, tablig dan dakwah.
Mendiskusikan dalil-dalil yang
berkaitan dengan ketentuan khutbah, tablig dan dakwah.
Mengidentifkasi hikmah dan
manfaat ketentuan khutbah, tablig dan dakwah.
Mendiskusikan hikmah dan
manfaat ketentuan khutbah, tablig dan dakwah.
Menganalisis makna dan
dalil-dalil khutbah, tablig dan dakwah.
Menganalisis ketentuan
khutbah, tablig dan dakwah.
Menganalisis hikmah dan
manfaat ketentuan khutbah, tablig dan dakwah.
Menyimpulkan hikmah dan
manfaat ketentuan khutbah, tablig dan dakwah.
Menyajikan paparan tentang
makna dan dalil tentang
ketentuan khutbah, tablig dan dakwah.
Menyajikan paparan tentang
hikmah dan manfaat ketentuan khutbah, tablig dan dakwah. 1.9 Menerapkan
prinsip ekonomi dan muamalah sesuai dengan ketentuan syariat Islam 2.9 Bekerjasama
dalam menegakkan prinsip-prinsip dan praktik
Prinsip-prinsip dan praktik ekonomi dalam Islam
Membaca teks tentang
prinsip-prinsip dan praktik ekonomi dalam Islam.
Mengamati gambar, peristiwa,
atau penomena alam yang terkait dengan prinsip-prinsip dan praktik ekonomi dalam Islam.
Menyimak tayangan atau
penjelasan tentang prinsip-prinsip dan praktik ekonomi dalam Islam.
Mencermati dalil-dalil tentang
ekonomi sesuai syariat Islam 3.9 Menelaah
prinsip-prinsip dan praktik ekonomi dalam Islam 4.9
Mempresent asikan prinsip-prinsip dan praktik ekonomi dalam Islam
Mencermati hikmah dan
manfaat prinsip-prinsip dan praktik ekonomi dalam Islam.
Menanyakan makna
prinsip-prinsip dan praktik ekonomi dalam Islam.
Menanyakan ketentuan
prinsip-prinsip dan praktik ekonomi dalam Islam.
Menanyakan dalil-dalil yang
berkaitan dengan prinsip-prinsip dan praktik ekonomi dalam Islam.
Menanyakan hikmah dan
manfaat prinsip-prinsip dan praktik ekonomi dalam Islam.
Mendiskusikan makna
prinsip-prinsip dan praktik ekonomi dalam Islam.
Mengidentifkasi dalil-dalil yang
berkaitan dengan prinsip-prinsip dan praktik ekonomi dalam Islam.
Mendiskusikan dalil-dalil yang
berkaitan dengan prinsip-prinsip dan praktik ekonomi dalam Islam.
Mengidentifkasi hikmah dan
manfaat prinsip-prinsip dan praktik ekonomi dalam Islam.
Mendiskusikan hikmah dan
manfaat prinsip-prinsip dan praktik ekonomi dalam Islam.
Menganalisis makna
prinsip-prinsip dan praktik ekonomi dalam Islam.
Menganalisis prinsip-prinsip
dan praktik ekonomi dalam Islam.
Menganalisis hikmah dan
manfaat prinsip-prinsip dan praktik ekonomi dalam Islam.
Menyimpulkan hikmah dan
Kompetensi Dasar PembelajaranMateri Kegiatan Pembelajaran
Menyajikan paparan tentang
makna dan dalil tentang prinsip-prinsip dan praktik ekonomi dalam Islam.
Menyajikan paparan tentang
hikmah dan manfaat prinsip-prinsip dan praktik ekonomi dalam Islam.
1.10 Mengakui bahwa nilai-nilai islam dapat mendorong kemajuan perkembanga n Islam pada masa
kejayaan 2.10 Bersikap
rukun dan n peradaban Islam pada masa kejayaan 3.10 Menelaah
perkembanga n peradaban Islam pada masa kejayaan 4.10 Menyajikan
kaitan antara perkembanga n Islam pada masa Islam pada masa kejayaan
Membaca teks tentang
perkembangan peradaban Islam pada masa kejayaan.
Mengamati gambar, peristiwa,
atau penomena alam yang terkait dengan perkembangan peradaban Islam pada masa kejayaan.
Menyimak tayangan atau
penjelasan tentang
perkembangan peradaban Islam pada masa kejayaan.
Mencermati hikmah dan
manfaat perkembangan peradaban Islam pada masa kejayaan.
Menanyakan perkembangan
peradaban Islam pada masa kejayaan.
Menanyakan contoh
perkembangan peradaban Islam pada masa kejayaan.
Menanyakan hikmah dan
manfaat perkembangan peradaban Islam pada masa kejayaan.
Mendiskusikan perkembangan
peradaban Islam pada masa kejayaan.
Mengidentifkasi contoh-contoh
kemajuan perkembangan peradaban Islam pada masa kejayaan.
Mendiskusikan contoh-contoh