Dinas Penanaman Modal dan
Pelayanan Terpadu Satu Pintu
Kabupaten Muara Enim
PROFIL PENANAMAN MODAL
KABUPATEN MUARA ENIM
Kata Sambutan
“Profil Penanaman Modal Kabupaten Muara Enim” menyajikan informasi terkait Penanaman Modal di Kabupaten Muara Enim dalam bentuk Buku. Buku ini menyajikan informasi Penyelenggaraan Penanaman Modal di Kabupaten Muara Enim berupa Gambaran Umum Penyelenggaraan Penanaman Modal, Prosedur Penanaman Modal, Insentif Penanaman modal, Iklim Penanaman Modal, Peluang Penanaman Modal, Biaya Melakukan Usaha di Kabupaten Muara. Buku ini mendukung penyelenggaraan informasi penanaman modal yang luas kepada publik.
Terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusi terhadap penyusunan buku ini. Kami berharap semoga memberi manfaat bagi kita semua. KEPALA DPMPTSP KABUPATEN MUARA ENIM
Daftar Isi
I.
Kata Sambutan
II.
Daftar Isi
III.
Gambaran Penyelenggaraan Penanaman Modal di Kabupaten
Muara Enim
a. Dasar Hukum Penyelenggaraan Penanaman Modal di Kabupaten
Muara Enim
b. Pengertian Penanaman Modal
c. Sistem Perizinan Berusaha
d. Kewenangan Penerbitan Perizinan dan Pelaksanaan Penanaman
Modal
e. Pendaftaran, Jenis, Pemohon, Masa Berlaku, Penerbit Perizinan
Berusaha
f. Prosedur Perizinan Berusaha
IV.
Prosedur Perizinan Penanaman Modal
a)
Memulai usaha
b)
Prosedur Pengurusan Perizinan Penanaman Modal di DPMPTSP
c)
Pelaku Perseorangan
d)
Pelaku Usaha Non Perseorangan
V. Insentif Penanaman Modal di Kabupaten Muara Enim
a)
Jenis Usaha yang dapat diberikan Insentif
b)
Bentuk Insentif
c)
Kriteria
d)
Tata Cara, Dasar Penilaian, Tim Verifikasi dan Penilaian serta
Penetapan Penanaman Modal yang memperoleh Insentif
e)
Kewajiban dan Hak
f)
Pelaporan dan evaluasi
g)
Pembinaan dan Pengawasan
VI. Iklim Penanaman Modal di Kabupaten Muara Enim
a)
Kemudahan Perizinan
b)
Kemudahan Mendapatkan Informasi Penanaman Modal
c)
Fasilitas Penanaman Modal
d)
Potret Penanaman Modal Kabupaten Muara Enim (Realisasi Investasi)
e)
Infrastruktur
VII. Peluang Penanaman Modal di Kabupaten Muara Enim
a) Peluang Investasi Sektor Unggulan Perkebunan
b) Peluang Investasi Sektor Tananaman Pangan, Hortikultura
c)
Peluang Investasi Sektor Peternakan
d) Peluang Investasi Sektor Perikanan
VIII. Biaya Melakukan Usaha
a) Biaya UMR
b) Jenis Perizinan dengan Retribusi
c)
Biaya Investasi untuk Peluang Investasi
IX. Kegiatan Promosi di Kabupaten Muara Enim
X. Pesona Pariwisata di Kabupaten Muara Enim
Jarak Tempuh Jakarta
–
Palembang
–
Kota Muara Enim
Melalui Jalan Darat, Udara dan Alternatif Bandara Menuju
Kota Muara Enim
• Letak Geografis : 103º 18’ 57” – 104º 40’ 37” Bujur Timur
3º 0’ 40” – 4º 22’ 39” Lintang Selatan.
• Luas Wilayah : 7.383,90 km2,
• Penduduk : 618.762 jiwa
• Pertumbuhan Penduduk : 1,60% (2017-2018)
• Kepadatan Penduduk : 85 Jiwa Per Km2
• Kecamatan : 22 Kecamatan
DINAS PENANAMAN MODAL & PTSP
KABUPATEN MUARA ENIM
1. Dasar Hukum Penyelenggaraan Penanaman Modal
di Kabupaten Muara Enim
2. Pengertian Penanaman Modal
3. Sistem Perizinan Berusaha
4. Kewenangan Penerbitan Perizinan dan Pelaksanaan
Penanaman Modal
5. Pendaftaran, Jenis, Pemohon, Masa Berlaku, Penerbit
Perizinan Berusaha
GAMBARAN PENYELENGGARAAN PENANAMAN MODAL
DI KABUPATEN MUARA ENIM
1.
DASAR HUKUM PENYELENGGARAAN PENANAMAN MODAL
DI KABUPATEN MUARA ENIM
1)
Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal;
2)
Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;
3)
Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2018 tentang Perizinan Berusaha
Terintegrasi Secara Elektronik;
4)
Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2018 tentang Percepatan Pelaksanaan
Berusaha ;
5)
Permendagri Nomor 138 tahun 2017 tentang Pelayanan Terpadu Satu Pintu;
6)
Peraturan Badan Koordinasi penanaman Modal Nomor 3 Tahun 2019 tentang
Pedoman Tata Cara Promosi Penanaman Modal;
7)
Peraturan Daerah Kabupaten Muara Enim Nomor 1 Tahun 2015 tentang
Penanaman Modal di Daerah;
8)
Peraturan Daerah Kabupaten Muara Enim Nomor 5 Tahun 2016 tentang
Pemberian Insentif dan Pemberian Kemudahan Penanaman Modal;
9)
Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2018 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah
Kabupaten Muara Enim Tahun 2018-2032;
2. PENGERTIAN PENANAMAN MODAL
• Penanaman Modal adalah segala bentuk kegiatan menanam modal, baik oleh penanam modal dalam negeri maupun penanam modal asing untuk melakukan usaha di wilayah negara Republik Indonesia.
• Penanaman Modal Dalam Negeri adalah kegiatan menanam modal untuk melakukan usaha di wilayah negara Republik Indonesia yang dilakukan oleh penanam modal dalam negeri dengan menggunakan modal dalam negeri.
• Penanaman Modal Asing adalah kegiatan menanam modal untuk melakukan usaha di wilayah negara Republik Indonesia yang dilakukan oleh penanam modal asing, baik yang menggunakan modal asing sepenuhnya maupun yang berpatungan dengan penanam modal dalam negeri.
• Penanam Modal adalah perseorangan atau badan usaha yang melakukan penanaman modal yang dapat berupa Penanam Modal Dalam Negeri dan Penanam Modal Asing.
• Penanam Modal Dalam Negeri adalah perseorangan warga negara Indonesia, badan usaha Indonesia, negara Republik Indonesia, atau daerah yang melakukan penanaman modal di wilayah negara Republik Indonesia.
• Penanam Modal Asing adalah perseorangan warga negara asing, badan usaha asing, dan/atau pemerintah asing yang melakukan penanaman modal di wilayah negara Republik Indonesia.
• Modal adalah aset dalam bentuk uang atau bentuk lain yang bukan uang yang dimiliki oleh penanam modal yang mempunyai nilai ekonomis.
• Modal Asing adalah modal yang dimiliki oleh negara asing, perseorangan warga negara asing, badan usaha asing, badan hukum asing, dan/atau badan hukum Indonesia yang sebagian atau seluruh modalnya dimiliki oleh pihak asing.
• Modal Dalam Negeri adalah modal yang dimiliki oleh negara Republik Indonesia, perseorangan warga negara Indonesia, atau badan usaha yang berbentuk badan hukum atau tidak berbadan hukum.
• Pelayanan Terpadu Satu Pintu adalah kegiatan penyelenggaraan suatu perizinan dan nonperizinan yang mendapat pendelegasian atau pelimpahan wewenang dari lembaga atau instansi yang memiliki kewenangan perizinan dan nonperizinan yang proses pengelolaannya dimulai dari tahap permohonan sampai dengan tahap terbitnya dokumen yang dilakukan dalam satu tempat
Sumber Data : UU Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal
3. SISTEM PERIZINAN BERUSAHA DI KABUPATEN MUARA ENIM
Penyelenggaraan Perizinan Berusaha di Kabupaten Muara Enim dilaksanakan melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).
SistemPerizinanBerusaha
Pelaksanaan Pelayanan Perizinan Berusaha di Kabupaten Muara Enim oleh DPMPTSP Kabupaten Muara Enim diselenggarakan menggunakan system aplikasi yang terintegrasi secara elektronik dari Pusat / Kementerian sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku yaitu :
OSS (OnlineSingleSubmission)
Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik atau Online Single Submission yang selanjutnya disingkat OSS adalah Perizinan Berusaha yang diterbitkan oleh Lembaga OSS untuk dan atas nama menteri, pimpinan lembaga, gubernur, atau Bupati/Walikota kepada Pelaku Usaha melalui sistem elektronik yang terintegrasi. Alamat website :http://oss.go.id
SistemInformasidi DPMPTSP
Untuk mendukung pelaksanaan berusaha di Kabupaten Muara Enim, selain system perizinan berusaha melalui OSS, DPMPTSP Kabupaten Muara Enim juga menyelenggarakan sistem informasi dan sistem pelayanan publik yang terintegrasi di tingkat daerah dalam satu laman Website. Melalui Sistem yang berbentuk“Single Window”
ada banyak informasi dan pelayanan yang diselenggarakan di DPMPTSP melalui alamat website : http://dpm-ptsp.muaraenimkab.go.id. Adapun pelayanan yang diberikan melalui sistem ini :
• WebgisBedahInvestasi
Pelayanan Informasi Potensi dan Peluang Investasi di Kabupaten Muara Enim
• WebsiteDPMPTSP
Pelayanan Informasi penyelenggaraan penanaman modal dan perizinan di Kabupaten Muara Enim oleh DPMPTSP
• GISPerizinan
Pelayanan informasi perizinan yang telah diterbitkan Pemerintah Daerah berbasis GIS
• KSWP
Informasi mengenai Konfirmasi Status Wajib Pajak
• LKPM Online
Website untuk Laporan Kegiatan Penanaman Modal untuk perusahaan atas progres proyek investasi yang sedang berjalan ataupun yang sudah komersil secara bertahap kepada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu
Pelaksanaan Administrasi Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan di Kabupaten Muara Enim dilaksanakan oleh
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Muara Enim berdasarkan pada
Peraturan Bupati Muara Enim Nomor 4 Tahun 2019 tentang Pendelegasian Kewenangan Pelayanan Perizinan Dan
Nonperizinan Kepada Kepala Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Camat
Di Kabupaten Muara Enim.
Jenis Pelaksanaan Administrasi Pelayanan Perizinan dan Nonperizinan yang di Kabupaten Muara Enim
didelegasikan dan dilimpahkan kewenangan penandatanganan kepada Kepala DPMPTSP terdiri dari 181 jenis
terdiri dari 124 Perizinan dan 56 Non Perizinan
1) Di Bidang Kesehatan (59 jenis)
Jumlah Perizinan
: 58 Jenis
Jumlah Non Perizinan
: 1 Jenis
2) Di Bidang Perhubungan (13 Jenis)
Jumlah Perizinan
: 8 Jenis
Jumlah Non Perizinan
: 5 Jenis
3) Di Bidang Tananaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (34 Jenis)
Jumlah Perizinan
: 20 Jenis
Jumlah Non Perizinan
: 14 Jenis
4) Di Bidang Perikanan (2 Jenis)
Jumlah Perizinan
: 2 Jenis
5) Di Bidang Perindustrian dan Perdagangan (18 Jenis)
Jumlah Perizinan
: 9 Jenis
Jumlah Non Perizinan
: 9 Jenis
a) Kewenangan Penerbitan Perizinan Di Kabupaten Muara Enim
4. KEWENANGAN PENERBITAN PERIZINAN DAN PENYELENGGARAAN
URUSAN PENANAMAN MODAL
6)
Di Bidang Perkebunan (6 Jenis)
Jumlah Perizinan
: 3 Jenis
Jumlah Non Perizinan
: 3 Jenis
7)
Di Bidang Pendidikan (8 Jenis)
Jumlah Perizinan
: 5 Jenis
Jumlah Non Perizinan
: 3 Jenis
8)
Di Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (7 Jenis)
Jumlah Perizinan
: 5 Jenis
Jumlah Non Perizinan
: 2 Jenis
9)
Di Bidang Perumahan dan Kawasan Pemukiman (7 Jenis)
Jumlah Perizinan
: 5 Jenis
Jumlah Non Perizinan
: 2 Jenis
10) Di Bidang Kepariwisataan (15 Jenis)
Jumlah Non Perizinan
: 15 Jenis
11) Di Bidang Lingkungan Hidup (5 Jenis)
Jumlah Perizinan
: 4 Jenis
Jumlah Non Perizinan
: 1 Jenis
12) Di Bidang Koperasi dan UKM (5 Jenis)
Jumlah Perizinan
: 5 Jenis
13) Di Bidang Ketenagakerjaan (2 Jenis)
Jumlah Perizinan
: 2 Jenis
Jenis Pelaksanaan Administrasi Pelayanan Perizinan dan Nonperizinan yang didelegasikan dan
dilimpahkan kewenangan penandatanganan kepada Camat terdiri dari 6 Jenis terdiri dari 4
Jenis Perizinan dan 2 Jenis Non Perizinan.
b) Penyelenggaraan Urusan Penanaman Modal
Mengacu pada UU Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal
1) Penyelenggaraan Penanaman Modal oleh Pemerintah (Pemerintah Pusat)
Penyelenggaraan penanaman modal yang ruang lingkupnya lintas provinsi menjadi
urusan Pemerintah. Dalam urusan pemerintahan di bidang penanaman modal,
yang menjadi kewenangan Pemerintah adalah :
a.
Penanaman Modal Terkait Dengan Sumber Daya Alam Yang Tidak Terbarukan
dengan Tingkat Risiko Kerusakan Lingkungan Yang Tinggi;
b.
Penanaman Modal Pada Bidang Industri yang Merupakan Prioritas Tinggi pada
Skala Nasional;
c.
Penanaman Modal yang Terkait Pada Fungsi Pemersatu Dan Penghubung
Antarwilayah atau Ruang Lingkupnya Lintas Provinsi;
d.
Penanaman Modal yang terkait pada Pelaksanaan Strategi Pertahanan dan
Keamanan Nasional;
e.
Penanaman Modal Asing dan Penanam Modal yang Menggunakan Modal Asing,
Yang Berasal dari Pemerintah Negara Lain, Yang didasarkan Perjanjian Yang
Dibuat Oleh Pemerintah dan Pemerintah Negara Lain;
f.
Bidang Penanaman Modal Lain yang menjadi urusan Pemerintah menurut
Undang-Undang.
2) Penyelenggaraan Penanaman Modal oleh pemerintah Provinsi
Penyelenggaraan
penanaman
modal
yang
ruang
lingkupnya
lintas
Kabupaten/Kota menjadi urusan pemerintah provinsi.
3) Penyelenggaraan Penanaman Modal oleh pemerintah Daerah
Penyelenggaraan penanaman modal yang ruang lingkupnya berada dalam
satu kabupaten/kota menjadi urusan pemerintah kabupaten/kota.
Penyelenggaraan urusan pemerintahan di bidang penanaman modal yang
merupakan urusan wajib Pemerintah Daerah didasarkan pada kriteria
eksternalitas, akuntabilitas, dan efisiensi pelaksanaan kegiatan penanaman
modal.
5) PENDAFTARAN PERIZINAN BERUSAHA, JENIS, MASA BERLAKU, PEMOHON, DAN PENERBIT PERIZINAN BERUSAHA
a. PENDAFTARAN PERIZINAN BERUSAHA
NIB (Nomor Induk Berusaha)
• Sebelum memulai Usaha Pelaku Usaha Wajib mendaftarkan perizinan berusaha melalui Sistem OSS untuk mendapatkan NIB
• Nomor Induk Berusaha yang selanjutnya disingkat NIB adalah identitas Pelaku Usaha yang diterbitkan oleh Lembaga OSS setelah Pelaku Usaha melakukan Pendaftaran
• NIB merupakan identitas berusaha dan digunakan oleh Pelaku Usaha untuk mendapatkan Izin Usaha dan Izin Komersial atau Operasional termasuk untuk pemenuhan persyaratan Izin Usaha dan Izin Komersial atau Operasional.
• NIB sekaligus berlaku sebagai: - Tanda Daftar Perusahaan (TDP)
- Angka Pengenal Impor (API), jika pelaku usaha akan melakukan kegiatan impor - Akses Kepabeanan, jika pelaku usaha akan melakukan kegiatan ekspor dan/atau
impor
Mengenai Pendaftaran Perizinan Berusaha, Jenis, Masa Berlaku, Pemohon dan Penerbit Perizinan berusaha mengacu pada Peraturan pemerintah Nomor 24 Tahun 2018 tentang Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2018 tentang Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik
b) JENIS PERIZINAN BERUSAHA
Jenis Perizinan berusaha berdasarkan PP 24 Tahun 2018 tentang Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik terdiri dari 2 Jenis
1) Izin Usaha;
2) Izin Komersial atau Operasional
c) MASA BERLAKU PERIZINAN BERUSAHA
- Izin Usaha berlaku selama Pelaku Usaha menjalankan usaha dan/atau kegiatannya, kecuali diatur lain dalam undang-undang.
- Izin Komersial atau Operasionalberlaku sesuai dengan jangka waktu yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan yang mengatur masing-masing izin.
d) PEMOHON PERIZINAN BERUSAHA 1) Pelaku Usaha Perseorangan; 2) Pelaku Usaha Non Perseorangan
• Perseroan Terbatas; • Perusahaan Umum;
• Perusahaan Umum Daerah;
• Badan Hukum Lainnya Yang Dimiliki Oleh Negara; • Badan Layanan Umum;
• Lembaga Penyiaran;
• Badan Usaha Yang Didirikan Oleh Yayasan; • Koperasi;
• Persekutuan Komanditer (Commanditaire Vennootschap); • Persekutuan Firma (Venootschap Onder Firma);
Pemohon Perizinan Berusaha 1) Pelaku Usaha Perseorangan;
Pelaku Usaha perseorangan sebagaimana dimaksud merupakan orang perorangan penduduk Indonesia yang cakap untuk bertindak dan melakukan perbuatan hukum.
2) Pelaku Usaha Non Perseorangan a) Perseroan Terbatas;
Perseroan terbatas sebagaimana dimaksud merupakan perseroan terbatas sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang tentang Perseroan Terbatas, yang telah disahkan oleh Kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang hokum.
b) Perusahaan Umum;
Perusahaan umum sebagaimana dimaksud merupakan perusahaan umum sebagaimana dimaksud dalam undang-undang tentang badan usaha milik negara.
c) Perusahaan Umum Daerah;
Perusahaan umum daerah sebagaimana dimaksud merupakan perusahaan umum milik daerah sebagaimana dimaksud dalam undang-undang tentang pemerintahan daerah.
d) Badan Hukum Lainnya Yang Dimiliki Oleh Negara;
Badan hukum lainnya yang dimiliki oleh negara sebagaimana dimaksud merupakan badan hukum yang didirikan oleh negara dengan undang-undang.
e) Badan Layanan Umum;
Badan layanan umum sebagaimana dimaksud merupakan satuan kerja Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah yang menyelenggarakan usaha dan/atau kegiatan sebagaimana dimaksud dalam undangundang tentang perbendaharaan negara.
f) Lembaga Penyiaran;
Lembaga penyiaran sebagaimana dimaksud merupakan lembaga penyiaran sebagaimana dimaksud dalam undang-undang tentang penyiaran.
g) Badan Usaha Yang Didirikan Oleh Yayasan;
a. Badan usaha yang didirikan oleh yayasan sebagaimana dimaksud merupakan badan usaha yang didirikan oleh yayasan sebagaimana dimaksud dalam undang-undang tentang yayasan yang telah disahkan oleh kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang hukum. b. Dalam hal Perizinan Berusaha diterbitkan kepada yayasan, yayasan dimaksud harus dimaknai
sebagai badan usaha;
h) Koperasi;
▪ Koperasi sebagaimana dimaksud merupakan koperasi sebagaimana dimaksud dalam undang-undang tentang perkoperasian yang telah disahkan oleh Pemerintah Pusat.
▪ Pengesahan koperasi oleh Pemerintah Pusat sebagaimana dimaksud meliputi pengesahan akta pendirian koperasi, perubahan anggaran dasar koperasi, serta pembubaran koperasi oleh kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang hokum.
▪ Ketentuan mengenai pengesahan koperasi sebagaimana dimaksud diatur dalam peraturan menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang hokum
i) Persekutuan Komanditer (Commanditaire Vennootschap);
▪ Persekutuan Komanditer (Commanditaire Vennootschap) sebagaimana dimaksud merupakan Persekutuan Komanditer (Commanditaire Vennootschap) yang telah didaftarkan kepada Pemerintah Pusat.
▪ Pendaftaran Persekutuan Komanditer (Commanditaire Vennootschap) kepada Pemerintah Pusat sebagaimana dimaksud meliputi pendaftaran akta pendirian Persekutuan Komanditer (Commanditaire Vennootschap), perubahan anggaran dasar Persekutuan Komanditer (Commanditaire Vennootschap) serta pembubaran Persekutuan Komanditer (Commanditaire Vennootschap) oleh Kementerian yang menyelenggarakan Urusan Pemerintahan di Bidang Hukum.
▪ Ketentuan lebih lanjut mengenai pendaftaran persekutuan komanditer (Commanditaire Vennootschap) sebagaimana dimaksud diatur dalam Peraturan Menteri yang menyelenggarakan Urusan Pemerintahan di Bidang Hukum.
j) Persekutuan Firma (Venootschap Onder Firma);
▪ Persekutuan Firma (Venootschap Onder Firma) sebagaimana dimaksud merupakan Persekutuan Firma (Venootschap Onder Firma) yang telah didaftarkan kepada Pemerintah Pusat.
▪ Pendaftaran Persekutuan Firma (Venootschap Onder Firma) kepada Pemerintah Pusat sebagaimana dimaksud meliputi pendaftaran akta pendirian Persekutuan Firma (Venootschap Onder Firma), perubahan anggaran dasar Persekutuan Firma (Venootschap Onder Firma) serta pembubaran Persekutuan Firma (Venootschap Onder Firma) oleh kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang hukum.
▪ Ketentuan lebih lanjut mengenai pendaftaran Persekutuan Firma (Venootschap Onder Firma) sebagaimana dimaksud diatur dalam Peraturan Menteri yang menyelenggarakan urusan Pemerintahan di Bidang Hukum.
k)Persekutuan Perdata.
▪ Persekutuan perdata sebagaimana dimaksud merupakan Persekutuan Perdata yang telah didaftarkan kepada Pemerintah Pusat.
▪ Pendaftaran Persekutuan Perdata kepada Pemerintah Pusat sebagaimana dimaksud meliputi Pendaftaran Akta Pendirian Persekutuan Perdata, Perubahan Anggaran Dasar Persekutuan Perdata, serta Pembubaran Persekutuan Perdata oleh Kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di Bidang Hukum.
▪ Ketentuan lebih lanjut mengenai Pendaftaran Persekutuan Perdata sebagaimana dimaksud diatur dalam Peraturan Menteri yang menyelenggarakan urusan Pemerintahan di Bidang Hukum.
PROSEDUR PERIZINAN PENANAMAN MODAL
DI KABUPATEN MUARA ENIM
a)
Memulai usaha
b)
Pelaku Usaha Perseorangan
c)
Pelaku Usaha Non Perseorangan
d)
Prosedur Pengurusan Perizinan Penanaman
Penyelenggaraan Perizinan Penanaman Modal di Kabupaten Muara Enim menggunakan Sistem Online Single Submission (OSS) sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2014 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik.
PROSEDUR PERIZINAN PENANAMAN MODAL
DI KABUPATEN MUARA ENIM
Pelayanan administrasi perizinan di Kabupaten Muara Enim di selenggarakan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu sebagaimana amanat Peraturan Bupati Kabupaten Muara Enim Nomor 4 Tahun 2019 tentang Pendelegasian Kewenangan Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan Kepada Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Muara Enim dan Camat di Kabupaten Muara Enim.
Pelayanan Perizinan Penanaman Modal di DPMPTSP Kabupaten Muara Enim dimaksudkan disini adalah perizinan penanaman modal yaitu perizinan untuk melaksanakan usaha. Perizinan Berusaha di Kabupaten Muara Enim dilaksanakan melalui :
1) Sistem OSS : yaitu perizinan yang diterbitkan melalui Sistem OSS, NIB dan Izin Usaha sesuai denganPP 24 Tahun 2018.
2) Sistem Lainnya / Sistem di luar OSS : yaitu perizinan yang diterbitkan melalui sistem pelayanan perizinan di DPMPTSP selain sistem OSS.
•
Memulai Usaha :
Untuk memulai usaha, pelaku usaha harus melakukan pendaftaran NIB (Nomor Induk Berusaha)
Sebelum melakukan pendaftaran NIB pelaku usaha mengetahui hal terkait:
1) Bidang Usaha yang dijalankan
2) KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia) 2 Digit sampai 5 Digit
3) Daftar Negatif Investasi (DNI)
Untuk mengurus perizinan • Pelaku Usaha perseorangan
mengisi data paling sedikit: a) Nama dan NIK;
b) Alamat Tempat Tinggal; c) Bidang Usaha;
d) Lokasi Penanaman Modal;
e) Besaran Rencana Penanaman Modal; f) Rencana Penggunaan Tenaga Kerja; g) Nomor Kontak Usaha dan/atau Kegiatan;
h) Rencana Permintaan Fasilitas Fiskal, Kepabeanan, dan/atau Fasilitas Lainnya; dan
i) NPWP Pelaku Usaha Perseorangan.
•
Pelaku Usaha Non Perseorangan
mengisi data paling sedikit:
a. Nama dan/atau Nomor Pengesahan Akta Pendirian
atau Nomor Pendaftaran;
b. Bidang usaha;
c. Jenis Penanaman Modal;
d. Negara
Asal
Penanaman
Modal,
Dalam
Hal
Terdapat Penanaman Modal Asing;
e. Lokasi Penanaman Modal;
f. Besaran Rencana Penanaman Modal;
g. Rencana Penggunaan Tenaga Kerja;
h. Nomor Kontak Badan Usaha;
i. Rencana
Permintaan
Fasilitas
Perpajakan,
Kepabeanan, Dan/Atau Fasilitas Lainnya
j. NPWP Pelaku Usaha Non Perseorangan; dan
k. NIK Penanggung Jawab Usaha dan/atau Kegiatan.
1) Pengurusan Perizinan Mandiri
Pelaku Usaha melakukan pengurusan perizinan melalui Sistem OSS secara mandiri dengan mendaftarkan Usahanya melalui website :
http://www.oss.go.id yaitu untuk mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Izin Usaha baik dengan Komitmen ataupun Tanpa Komitmen. Jenis Usaha apa saja yang dapat terbit melalui OSS Usaha yaitu sesuai PP Nomor PP 24 Tahun 2018.
2) Pengurusan Perizinan Perbantuan
DPMPTSP melakukan pendampingan penerbitan perizinan melalui Sistem OSS kepada Pelaku Usaha yang kesulitan mendaftarkan NIB dan menerbitkan Izin Usaha melalui Sistem OSS secara mandiri atau terkendala dalam pengurusan perizinan melalui system OSS.
3) Pengurusan Perizinan di DPMPTSP
DPMPTSP melakukan penerbitan perizinan yang mana jenis perizinan, prosedur perizinan, waktu dan biaya berdasarkan Standar Pelayanan untuk masing-masing jenis izin sesuai dengan Peraturan Bupati Muara Enim tentang Standar Pelayanan yang berlaku.
17
•
Prosedur Pengurusan Perizinan Penanaman Modal
INSENTIF PENANAMAN MODAL
DI KABUPATEN MUARA ENIM
a) Jenis Usaha yang dapat diberikan Insentif
b) Bentuk Insentif
c) Kriteria
d) Tata Cara, Dasar Penilaian, Tim Verifikasi dan Penilaian
serta Penetapan Penanaman Modal yang memperoleh
Insentif
e) Kewajiban dan Hak
f) Pelaporan dan evaluasi
g) Pembinaan dan Pengawasan
Insentif Penanaman Modal di Kabupaten Muara Enim di berikan kepada Penanaman Modal yang penerbitan perizinannya menjadi kewenangan Kabupaten yaitu Penanaman Modal Dalan Negeri yang berusaha di Wilayah Kabupaten Muara Enim.
Informasi tentang Pemberian Insentif dan Pemberian Kemudahan Penanaman Modal yang diselenggarakan di Kabupaten Muara Enim ini mengacu pada Peraturan Daerah Kabupaten Muara Enim Nomor 5 Tahun 2016 tentang Pemberian Insentif dan Pemberian Kemudahan Penanaman Modal
a) Jenis Usaha yang dapat diberikan insentif
Adapun Jenis usaha atau kegiatan penanaman modal yang dapat memperoleh insentif dan/atau kemudahan sebagaimana Perda dimaksud adalah :
a. Usaha Mikro, kecil, Menengah dan Koperasi; b. Usaha yang dipersyaratkan dengan kemitraan; c. Usaha yang dipersyaratkan kepemilikan modalnya; d. Usaha yang dipersyaratkan dengan lokasi tertentu; e. Usaha yang dipersyaratkan dengan perizinan khusus
INSENTIF PENANAMAN MODAL
DI KABUPATEN MUARA ENIM
Sektor Usaha yang dapat diberikan insentif meliputi :
a. Sektor Pariwisata dan Kebudayaan termasuk sektor pendukungnya
b. Sektor Pendidikan, diprioritaskan pada usaha yang mendukung pengembangan fasilitas Pendidikan;
c. Sektor Pertanian, diprioritaskan pada pengolahan hasil pertanian;
d. Sektor Peternakan, diprioritaskan pada usaha budidaya dan pengolahan hasil peternakan yang melakukan kemitraan dengan usaha mikro kecil;
e. Sektor Perikanan dan Kelautan, diprioritaskan pada usaha budidaya dan pengolahan hasil perikanan dan kelautan yang melakukan kemitraan dengan usaha mikro dan kecil;
f. Sektor Perdagangan dan Jasa, diprioritaskan pada usaha yang mendukung ekspor;
g. Sektor Energi,diprioritaskan untuk energi terbarukan;
h. Sektor Industri kreatif;
i. Sektor Perkebunan, diprioritaskan pada pengolahan hasil perkebunan.
b) Bentuk Insentif
• Pemberian Insentif dapat berbentuk :
a. Pengurangan atau Keringanan Retribusi Daerah; b. Pemberian Dana Stimulan;
▪ Pemberian Dana Stimulan di tujukan kepada Pelaku Usaha Mikro, Usaha Kecil, Usaha Menengah dan Koperasi;
▪ Pemberian Dana Stimulan dimaksud untuk perkuatan modal dalam keberlangsungan dan pengembangan usaha mikro, usaha kecil, usaha menengah dan koperasi.
▪ Pemberian Dana Stimulan dimaksud disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah c. Pemberian Bantuan Modal
▪ Pemberian Insentif dalam bentuk Pemberian Bantuan Modal dapat berupa penyertaan modal dan asset.
▪ Pemberian modal dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
• Pemberian Kemudahan dapat berbentuk :
a) Penyediaan Data dan Informasi Penanaman Modal;
Pemberian kemudahan dalam bentuk penyediaan data dan informasi penanaman modal antara lain : Peta Potensi Ekonomi Kabupaten; Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten; Rencana Strategis dan Skala Prioritas Kabupaten Kemudahan Akses dalam memperoleh data dan informasi melalui saran dan prasarana sesuai kemampuan Kabupaten b) Penyediaan Sarana dan Prasarana;
Pemberian Kemudahan dalam bentuk penyediaan sarana dan prasarana antara lain : Jaringan Listrik; Jalan; Transportasi; Jaringan Telekomunikasi; dan Jaringan Air Bersih;
c) Penyediaan Lahan atau Lokasi;
Diarahkan pada : Kawasan yang menjadi prioritas pengembangan ekonomi Kabupaten; Sesuai dengan peruntukannya Berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan
d) Pemberian Bantuan teknis;
Diberikan kepada : Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Koperasi dapat berupa Bimbingan teknis, Pelatihan, Tenaga Ahli, Kajian dan atau Studi Kelayakan.
e) Percepatan Pemberian Perizinan;
Berbentuk : Percepatan pemberian perizinan melalui PTSP
c) Kriteria
Pemberian insentif dan / atau pemberian kemudahan diberikan kepada Penanaman Modal yang sekurang-kurangnya memenuhi salah satu kriteria :
a. Memberikan kontribusi bagi peningkatan pendapatan masyarakat;
b. Menyerap banyak tenaga kerja lokal;
c. Menggunakan sebagian besar sumberdaya lokal; d. Memberikan kontribusi bagi peningkatan pelayanan
publik;
e. Meningkatkan kontribusi dalam peningkatan Produk Domestik Regional Bruto;
f. Berwawasan Lingkungan dan berkelanjutan; g. Termasuk Skala Prioritas Tinggi;
h. Termasuk Pembangunan Infrastruktur; i. Melakukan alih teknologi;
j. Melakukan Industri Pionir;
k. Berada di daerah terpencil, daerah tertinggal atau daerah perbatasan;
l. Melaksanakan kegiatan penelitian, pengembangan dan inovasi;
m. Bermitra dengan Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi;
n. Industri yang menggunakan barang modal, mesin atau peralatan yang diproduski di dalam negeri.
d) Tata Cara, Dasar Penilaian, Tim Verifikasi dan
Penilaian serta Penetapan Penanaman Modal
yang memperoleh Insentif
Diatur lebih lanjut dengan Peraturan Bupati
e) Kewajiban dan Hak
Setiap Penanam Modal yang Mendapatkan Insentif dan/atau Kemudahan Penanaman Modal Wajib :
a. Mematuhi segala ketentuan yang ditetapkan mengenai pemberian insentif dan/atau kemudahan penanaman modal;
b. Menciptakan iklim usaha yang kondusif dengan persaingan sehat dan mencegah hal-hal yang merugikan Kabupaten;
c. Menciptakan Keselamatan, Kesehatan, kenyamanan dan Kesejahteraan Pekerja. d. Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup
e. Mematuhi Segala Ketentuan Perundangan yang Belaku Bagi Penanam Modal
f. Menyampaikan Laporan Perkembangan Usaha dan Laporan Terhadap Insentif dan/atau kemudahan penanaman modal yang diterima; dna
g. Menerima/Melaksanakan Sanksi sesuai ketentuan yang belaku.
Setiap Penanam Modal yang mendapatkan insentif dan / atau kemudahan penanaman modal
Berhak;
a. Mendapatkan informasi pelayanan pemberian insentif dan/atau kemudahan penanaman modal;
b. Mendapatkan insenstif dan/atau kemudahan penanaman modal sesuai mekanisme yang ditetapkan;
c. Mendapatkan layanan terkait proses pemberian, pelaksanaan, pengawasan dan pembinaan terhadap penanaman modal
Pelaporan dan Evaluasi
• Penanam modal yang menerima insentif harus menyampaikan laporan
kepada Bupati atau pejabat yang ditunjuk paling sedikit 1 (satu) tahun sekali
yang pelaksanaannya akan diatur lebih lanjut dengan Peraturan Bupati.
• Laporan sebagaimana dimaksud paling sedikit memuat :
a. laporan penggunaan insentif dari/atau kemudahan;
b. pengelolaan usaha; dan
c. rencana kegiatan usaha.
• Bupati atau pejabat yang ditunjuk melakukan evaluasi terhadap kegiatan
penanaman modal yang memperoleh insentif.
• Evaluasi sebagaimana dimaksud dilakukan paling sedikit 1 (satu) tahun
sekali.
• Tata cara evaluasi diatur lebih lanjut dengan Peraturan Bupati.
• Pemberian insentif dan/atau kemudahan dapat ditinjau Kembali apabila
berdasarkan hasil evaluasi penanarn modal tidak lagi memenuhi kriteria
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 atau bertentangan dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan.
PEMBINAAN DAN PENGAWASAN
• Pembinaan
dan
pengawasan
terhadap
pemberian
insentif
dan
pemberian
kemudahan
penanaman
modal
dikoordinasikan oleh Bupati atau pejabat
yang ditunjuk.
• Pembinaan dan pengawasan sebagaimana
dimaksud
meliputi
pengawasan
atas
pemanfaatan pemberian insentif dan/atau
pemberian kemudahan penanaman modal
serta kendala yang dihadapi.
IKLIM PENANAMAN MODAL
DI KABUPATEN MUARA ENIM
a) Kemudahan Perizinan
b) Kemudahan Mendapatkan Informasi
Penanaman Modal
c) Fasilitas Penanaman Modal
d) Potret Penanaman Modal Kabupaten
Muara Enim (Realisasi Investasi)
e) Infrastruktur
•
Kemudahan Perizinan
Kemudahan perizinan di Kabupaten Muara Enim berupa
1) Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu
2) Pelayanan Perizinan Online melalui Sistem OSS
3) Pelayanan Informasi Perizinan dan Penanaman Modal
•
Kemudahan mendapatkan Informasi Penanaman Modal
1) Pelayanan Informasi Penanaman Modal dan Perizinan secara Online melalui
Dashboard
“Single Window” di alamat Website :
www.dpm-ptsp.muaraenimkab.go.id
2) Pelayanan Infrormasi Potensi dan Peluang Investasi secara Online di Kabupaten
Muara Enim melalui WebGis Bedah Investasi
•
Fasilitas Penanaman Modal
Fasilitas Penanaman Modal yang diselenggarakan di Kabupaten Muara Enim
sebagaimana Peraturan Daerah Kabupaten Muara Enim Nomor 5 Tahun 2016 tentang
Pemberian Insentif dan Pemberian Kemudahan Penanaman Modal
Top 10 Destinasi PMA dan PMDN
Berdasarkan Realisasi Investasi di Sumsel Tahun 2019
NO KABUPATEN / KOTA Jumlah LKPM / Proyek
1. Muara Enim 124
2. Ogan Komering Ilir 164
3. Palembang 522
4. Ogan Ilir 45
5. Musi Banyuasin 223 6. Musi Rawas Utara 48
7. Banyuasin 214
8. Lahat 75
9. Musi Rawas 93
10. Lubuk Linggau 44
Kabupaten Muara Enim menduduki Peringat 1
Pencapaian Realisasi Investasi Tahun 2019
▪ 9 Unit Stasiun Kereta Api
▪ 3 Unit Terminal
•
Fasilitas / Infrastruktur di Kabupaten
Muara Enim
Sumber data : Kabupaten Muara Enim Dalam Angka Tahun 2019 Profil Kabupaten Muara Enim Tahun 2019
29
▪ Prasarana Kesehatan yang memadai (5 Rumah Sakit Umum, 22 Puskesmas, 89 Puskesmas Pembantu, 246 Poskesdes, 20 Klinik/Balai Pengobatan, 405 Posyandu, 3 Optik, 19 Apotik dan 13 Toko Obat)
▪ Daya Listrik (didukung 9 Perusahaan sektor Listik dengan Sumber Energi Gas, Panas Bumi dan Air)
▪ Air Bersih (berasal dari air sumur terlindungi dan mata air terlindungi)
▪ Jalan (Jalan Nasional, Jalan Propinsi dan Jalan Kabupaten) sepanjang 1.782,87 Km
▪ Tol Muara Enim - Indralaya sepanjang 119 Km
▪ Tol Muara Enim– Lahat – Lubuk Linggau sepanjang 114,5 Km
▪
Tempat Peribadatan (566 masjid, 285
mushola, 6 Gereja Protestan, 10 Gereja
Katolik, 2 Pura, 6 Vihara)
▪
22 Hotel & Penginapan, 192 Restoran dan
Rumah Makan, 77 Obyek Wisata
▪ 28 Bank Negeri dan Swasta
Sumber data : Kabupaten Muara Enim Dalam Angka Tahun 2019 Profil Kabupaten Muara Enim Tahun 2019
INVESTASI PROYEK
SEKTOR USAHA (Milyar)
TOTAL REALISASI TKI (orang) TKA (orang)
PRIMER SEKUNDER TERSIER
PMA 9 2.538 1.764 3.880 8.183 761 201
PMDN 36 402 46 398 847 2.281
-TOTAL 45 2.941 1.810 4.278 9.030 3.042 201
Total Realisasi Investasi sebesar Rp. 9.030 Milyar
mengalami percepatan sebesar 36,8% dibanding Tahun
2018 (6.601 Milyar)
36,8%
Realisasi Investasi
PMA & PMDN Tahun 2019
Sumber Data : lkpmonline.bkpm.go.id diolah DPMPTSP
Sumber Data : lkpmonline.bkpm.go.id diolah DPMPTSP
Data Perkembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah
Kabupaten Muara Enim
0 2000 4000 6000 8000 10000 2015 2016 2017 2018 2019
Pengusaha Mikro Penyerapan Tenaga Kerja Mikro Pengusaha Kecil Penyerapan Tenaga Kerja Kecil Pengusaha Menengah Penyerapan Tenaga Kerja Menengah
Sumber Data : Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Muara Enim, 2020
No Uraian Satuan Tahun
2015 2016 2017 2018 2019
1 Jumlah UMKM
Pengusaha Mikro Unit 3.520 3.973 4.657 5.242 6.878 Pengusaha Kecil Unit 535 535 538 538 619 Pengusaha Menengah Unit 38 38 38 38 38 Jumlah 4.093 4.546 5.233 5.818 7.535 2 Penyerapan Tenaga Kerja
Pengusaha Mikro Unit 3.520 3.973 4.645 5.055 8.160 Pengusaha Kecil Unit 605 605 605 605 726 Pengusaha Menengah Unit 760 760 760 760 760 Jumlah 4.885 5.338 6.010 6.420 9.646
PELUANG PENANAMAN MODAL
DI KABUPATEN MUARA ENIM
a)
Peluang Investasi Sektor Unggulan
Perkebunan
b)
Peluang Investasi Sektor Tananaman
Pangan, Hortikultura
c)
Peluang Investasi Sektor Peternakan
d)
Peluang Investasi Sektor Perikanan
Peluang Penanaman Modal di Kabupaten Muara Enim adalah
• Potensi Penanaman Modal yang sudah siap untuk ditawarkankepada calon penanam modal.
• Kesempatan yang dimiliki daerah untuk mencapai tujuan (kemajuan, kesejahteraan, dll) dengan cara melakukan usaha yang memanfaatkan berbagai sumber daya (potensi) yang dimiliki
Informasi Peluang Investasi di Kabupaten Muara Enim, telah melalui analisis kelayakan investasi dan telah melalui kajian awal yang bekerjasama dengan akademisi, melalui kajian awal ini peluang investasi yang ditawarkan di Kabupaten Muara Enim telah layak untuk ditawarkan sebagai peluang investasi, peruntukan lahan Peluang Investasi telah sesuai dengan peraturan Perundang-Undangan yang berlaku dan diketahui perkiraan biaya investasi di masing-masing komoditi yang ditawarkan,
Dengan adanya Peluang Penanaman Modal di Kabupaten Muara Enim memberikan kemudahan bagi publik khususnya calon investor dalam menentukan pilihan dari berbagai alternatif peluang usaha di Kabupaten Muara Enim dengan berbagai keunggulannya
▪
Tujuan Investasi :-
Meningkatkan Nilai Tambah Produk-
Meningkatkan lapangan kerja lokal-
Menghemat devisa-
Mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah-
Meningkatkan lapangan kerja local-
Menghemat devisaPeluang Investasi di Kabupaten Muara Enim terdiri dari :
1.
Peluang Investasi Sektor Unggulan Perkebunan
a) Peluang Investasi
Budidaya
Sektor Perkebunan
•
Budidaya Kopi
•
Budidaya Karet
•
Budidaya Kelapa Sawit
b) Peluang Investasi
Industri Hilir
Sektor Pekebunan
•
Industri Hilir Kopi
-
Pengolahan Kopi Bubuk
•
Industri Hilir Budidaya Karet
-
Industri Crumb Rubber
-
Industri Aspal Karet
•
Industri Hilir Budidaya Kelapa Sawit
-
Industri Minyak Goreng Kelapa Sawit
2.
Peluang Investasi Sektor Tanaman Pangan dan Hortikultura
a) Peluang Investasi
Budidaya
Sektor Tanaman Pangan dan
Hortikultura
•
Budidaya Padi
•
Budidaya Jagung
•
Budidaya Cabai
•
Budidaya Nanas
37b) Peluang Investasi
Industri Hilir
Sektor Tanaman Pangan dan
Hortikultura
•
Penggilingan Padi
•
Pengolahan Jagung
•
Pengolahan Cabai
•
Pengolahan Nanas
3)
Peluang Investasi Sektor Peternakan
a) Peluang Investasi
Budidaya
Sektor Peternakan
•
Budidaya Penggemukan Sapi
b)
Peluang Investasi
Industri Hilir
Sektor Peternakan
•
Rumah Potong Hewan
4)
Peluang Investasi Sektor Perikanan
a)
Peluang Investasi
Budidaya
Sektor Perikanan
•
Budidaya Ikan Air Tawar
•
Budidaya Ikan Patin
•
Budidaya Ikan Nila
•
Budidaya Ikan Lele
b) Peluang Investasi
Industri Hilir
Sektor Perikanan
•
Pengolahan Ikan Asin
Peluang Investasi Budidaya Kopi dan Hilirisasi Kopi
Terdapat di Kecamatan Semende Darat Ulu, Semende Darat
Tengah, Semende Darat Laut dan Tanjung Agung
❑ Statistik Tahun 2019 mencatat Tanaman Kopi Tersebar di 12 kecamatan, dan wilayah kecamatan yang paling luas tanaman kopinya terdapat pada lokasi kecamatan yang sama dengan hasil analisis Citra Landsat yaitu 4 kecamatan.
❑ Secara geografis, perkebunan kopi yang diusahakan petani di Kabupaten Muara Enim terletak pada wilayah-wilayah yang memang memiliki faktor-faktor geografis yang sesuai dengan syarat tumbuh ideal pada tanaman kopi.Wilayah sentra kopi di Kabupaten
Muara Enim berada di Kecamatan Semende Darat Laut, Tanjung Agung, Semende Darat Ulu, dan Semende Darat Tengah.
39
▪ Budidaya Kopi,Nilai Investasi Rp. 32.698.512,- / Ha selama 3 Tahun
▪ Pengolahan Kopi Bubuk,Nilai Investasi Industri: Rp. 1.548.031.000,- / Kapasitas 75 ton per bulan (900 ton per Tahun)
▪ Sudah melalui Kajian awal Potensi Unggulan Perkebunan Kabupaten Muara Enim kerjasama DPMPTSP Kab Muara Enim dengan Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya Palembang Tahun 2016
▪ Analisis Kelayakan Investasi Budidaya Kopi Tahun 2017
▪ Analisis Kelayakan Investasi Hilirisasi Kopi Tahun 2017
▪ Sesuai dengan RTRW Kabupaten
▪ Download Pdf File Analisis Kelayakan Investasi melalui http://dpm-ptsp.muaraenimkab.go.id danhttp://invest.muaraenimkab.go.id
No Kecamatan Luas Areal (Ha) Produksi (Ton) *** Produktivitas (kg/Ha) *** Jumlah Petani (KK) TBM TM TR/TTM Jumlah
1 Semende Darat Laut 0 0 0 0 0 0 0 2 Semende Darat Tengah 0 120 0 120 125 1.000 30 3 Semende Darat Ulu 100 405 0 505 468 1.000 126
4 Tanjung Agung 0 0 0 0 0 0 0 5 Lawang Kidul 0 0 0 0 0 0 0 6 Muara Enim 0 0 0 0 0 0 0 7 Ujan Mas 0 0 0 0 0 0 0 8 Benakat 0 0 0 0 0 0 0 9 Gunung Megang 0 0 0 0 0 0 0 10 Rambang Dangku 0 0 0 0 0 0 0 11 Lubai 0 0 0 0 0 0 0 12 Rambang 0 0 0 0 0 0 0 13 Lembak 0 0 0 0 0 0 0 14 Gelumbang 0 0 0 0 0 0 0 15 Sungai Rotan 0 0 0 0 0 0 0 16 Muara Belida 0 0 0 0 0 0 0 17 Kelekar 0 0 0 0 0 0 0 18 Belide Darat 0 0 0 0 0 0 0 19 Lubai ulu 0 0 0 0 0 0 0 20 Belimbing 0 0 0 0 0 0 0 Jumlah Seluruh 100 525 0 625 593 156
Luas Areal dan Produksi Perkebunan Menurut Kecamatan dan Keadaan Tanaman
Kabupaten : Muara Enim
Jenis Tanaman Tahunan : Kopi Arabika Tahun / Semester : 2019 / I
Keterangan
*** = Produksi dalam bentuk Biji Kering
Sumber Data : Dinas Perkebunan Kab. Muara Enim Tahun 2020
No Kecamatan Luas Areal (Ha) Produksi (Ton)
*** Produktivitas (kg/Ha) *** Jumlah Petani (KK) TBM TM TR/TTM Jumlah
1 Semende Darat Laut 1.772 8.551 181,0 10.504,0 11.732 700 5.448 2 Semende Darat Tengah 85 2.022 143 2.250 2.726 700 1.886 3 Semende Darat Ulu 478 1.948 10 2.436 2.625 700 1.502 4 Tanjung Agung 868 6.068 250 7.186 8.501 700 6.153 5 Lawang Kidul 24 152 9 185 198 700 89 6 Muara Enim 30 189 11 230 246 700 91 7 Ujan Mas 1 8 1 10 10 700 10 8 Benakat 0 0 0 0 0 0 0 9 Gunung Megang 6 40 2 48 52 700 28 10 Rambang Dangku 12 68 4 84 88 700 52 11 Lubai 6 42 3 51 55 700 35 12 Rambang 0 0 0 0 0 0 0 13 Lembak 0 0 0 0 0 0 0 14 Gelumbang 3 21 1 25 27 700 22 15 Sungai Rotan 0 0 0 0 0 0 0 16 Muara Belida 0 3 0 3 4 700 2 17 Kelekar 0 0 0 0 0 0 0 18 Belide Darat 0 0 0 0 0 0 0 19 Lubai ulu 7 42 2 51 55 700 35 20 Belimbing 5 31 2 38 40 700 23 Jumlah Seluruh 3.297 19.185 619,0 23.101,0 26.359 15.376
Luas Areal dan Produksi Perkebunan Menurut Kecamatan dan Keadaan Tanaman
Kabupaten : Muara Enim
Jenis Tanaman Tahunan : Kopi Robusta Tahun / Semester : 2019 / I
Keterangan
*** = Produksi dalam bentuk Beras Kopi
Peluang Investasi Budidaya Karet dan Hilirisasi Karet
Terdapat di Kecamatan Gelumbang, Rambang, Rambang Niru /
Empat Petulai Dangku, Lubai dan Tanjung Agung
❑ Statistik Tahun 2019 mencatat Tanaman Karet Tersebar di 19 kecamatan, dan wilayah kecamatan yang paling luas tanaman kopinya terdapat pada lokasi kecamatan yang sama dengan hasil analisis Citra Landsat yaitu 5 kecamatan. ❑ Secara geografis, perkebunan karet yang diusahakan petani di Kabupaten Muara Enim terletak pada wilayah-wilayah
yang memang memiliki faktor-faktor geografis yang sesuai dengan syarat tumbuh ideal pada tanaman karet. Hampir semua wilayah di Kabupaten Muara Enim cenderung cocok untuk diusahakan tanaman karet, namun wilayah yang menjadi sentra karet di Kabupaten Muara Enim berada di Kecamatan Rambang Dangku, Rambang, Gelumbang, Tanjung Agung, dan Lubai
• Budidaya Karet,Nilai Investasi : Rp. 46.327.505,- / Ha selama 5 Tahun
• Industri Crumb Rubber,Nilai Investasi Industri: Rp. 206.284.933.274,- / Kapasitas 2000 ton per bulan (Per 24.000 ton Per Tahun)
• Industri Aspal Berkaret, Nilai Investasi Industri: Rp. 5.350.000.000,- / Per masa umur pakai 6 Tahun
• Luas Tanaman Karet di Kabupaten Muara Enim : 148.377 Ha (2019) • Jumlah Produksi Karet di Kabupaten Muara Enim : 169.668,08 Ton (2019)
• Sudah melalui Kajian awal Potensi Unggulan Perkebunan Kabupaten Muara Enim kerjasama DPMPTSP Kab Muara Enim dengan Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya Palembang Tahun 2016
• Analisis Kelayakan Investasi Budidaya Karet Tahun 2017 • Analisis Kelayakan Investasi Industri Hilir Karet Tahun 2017 • Sesuai dengan RTRW Kabupaten
• Download Pdf File Analisis Kelayakan Investasi melaluihttp://dpm-ptsp.muaraenimkab.go.id
No Kecamatan Luas Areal (Ha) Produksi (Ton) *** Produktivitas (kg/Ha) Jumlah Petani (KK) TBM TM TR/TTM Jumlah
1 Semende Darat Laut 330 525 19 874 956,34 1.500 437 2 Semende Darat Tengah 0 0 0 0 0,00 1.500 0 3 Semende Darat Ulu 0 0 0 0 0,00 1.500 0 4 Tanjung Agung 2.760 6.364 666 9.790 12.052,81 1.500 7.368 5 Lawang Kidul 634 1.737 355 2.726 1.480,56 1.500 1.167 6 Muara Enim 631 1.774 212 2.617 1.591,88 1.500 908 7 Ujan Mas 3.000 5.400 972 9.372 10.711,29 1.500 6.288 8 Benakat 1.106 3.259 396 4.761 4.296,95 1.500 1.840 9 Gunung Megang 2.260 6.466 753 9.479 9.025,02 1.500 4.958 10 Rambang Dangku 4.190 9.560 1.203 14.953 18.246,51 1.500 8.173 11 Lubai 3.215 6.274 807 10.296 11.763,03 1.500 5.532 12 Rambang 5.065 12.157 1.672 18.894 22.997,59 1.500 10.397 13 Lembak 3.073 5.286 849 9.208 10.974,21 1.500 3.624 14 Gelumbang 3.146 8.425 1.096 12.667 16.403,95 1.500 5.960 15 Sungai Rotan 2.420 5.288 660 8.368 8.807,15 1.500 3.686 16 Muara Belida 449 1.853 210 2.512 1.662,72 1.500 762 17 Kelekar 1.815 2.518 675 5.008 5.497,18 1.500 2.488 18 Belide Darat 2.549 5.809 844 9.202 11.345,73 1.500 3.619 19 Lubai ulu 2.550 6.582 732 9.864 12.725,13 1.500 6.109 20 Belimbing 2.279 4.566 941 7.786 9.130,03 1.500 6.348 Jumlah Seluruh 41.472 93.843 13.062 148.377 169.668,08 79.664
Luas Areal dan Produksi Perkebunan Menurut Kecamatan dan Keadaan Tanaman
Kabupaten : Muara Enim
Jenis Tanaman Tahunan : Karet Tahun / Semester : 2019 / II
Keterangan
*** = Produksi di Konversi dalam bentuk CUPS LUMP (Bekuan Mangkok) dengan kadar karet kering (KKK) 60%
Sumber Data : Dinas Perkebunan Kab. Muara Enim Tahun 2020
Peluang Investasi Budidaya Sawit dan Hilirisasi Sawit
Terdapat di Kecamatan Gunung Megang, Rambang Niru/Empat
Petulai Dangku, Lubai dan Muara Enim
• Budidaya Kelapa Sawit,Nilai Investasi : Rp. 31.676.130,- / Ha • Industri Minyak Goreng, Nilai Investasi Industri:
Rp. 4.238.726.220,- / Kapasitas Produksi 100 Ton
• Luas Tanaman Kelapa Sawit di Kabupaten Muara Enim : 22.810 Ha (2019)
• Jumlah Produksi Kelapa Sawit di Kabupaten Muara Enim : 45.144,33 Ton (2019) Ton
• Sudah melalui Kajian awal Potensi Unggulan Perkebunan Kabupaten Muara Enim kerjasama DPMPTSP Kab Muara Enim dengan Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya Palembang Tahun 2016
• Analisis Kelayakan Investasi Budidaya Kelapa Sawit Tahun 2017
• Analisis Kelayakan Investasi Industri Minyak Goreng Tahun 2017
• Download Pdf File Analisis Kelayakan Investasi melalui
http://dpm-ptsp.muaraenimkab.go.id dan
No Kecamatan Luas Areal (Ha) Produksi (Ton) *** Produktivitas (kg/Ha) Jumlah Petani (KK) TBM TM TR/TTM Jumlah
1 Semende Darat Laut 5 0 0 5 - 360 5 2 Semende Darat Tengah 0 0 0 0 - 360 0 3 Semende Darat Ulu 0 0 0 0 - 360 0 4 Tanjung Agung 14 57 0 71 12 360 38 5 Lawang Kidul 38 212 2 252 166 360 120 6 Muara Enim 462 971 1.496 2.929 3.500 360 2.689 7 Ujan Mas 43 248 5 296 228 360 135 8 Benakat 12 75 2 89 21 360 52 9 Gunung Megang 1.507 270 1.728 3.505 271 360 1.785 10 Rambang Dangku 776 1.735 3.027 5.538 11.174 360 2.011 11 Lubai 176 1.070 472 1.718 4.240 360 866 12 Rambang 1.124 1.418 487 3.029 7.464 360 1.773 13 Lembak 2 14 1 17 1 360 10 14 Gelumbang 100 884 294 1.278 2.901 360 934 15 Sungai Rotan 8 27 18 53 3 360 124 16 Muara Belida 153 1.100 84 1.337 4.491 360 541 17 Kelekar 19 120 9 148 53 360 148 18 Belide Darat 2 14 0 16 1 360 8 19 Lubai ulu 145 1.574 168 1.887 9.196 360 952 20 Belimbing 23 619 0 642 1.422,33 360 293 Jumlah Seluruh 4.609 10.408 7.793 22.810 45.144,33 12.484
Luas Areal dan Produksi Perkebunan Menurut Kecamatan dan Keadaan Tanaman
Kabupaten : Muara Enim
Jenis Tanaman Tahunan : Kelapa Sawit Tahun / Semester : 2019 / II
Sumber Data : Dinas Perkebunan Kab. Muara Enim Tahun 2020
Keterangan
*** = Produksi dalam bentuk Crude Palm Oil (CPO) Rendemen 25% dari TBS
Peluang Investasi Budidaya Padi dan Hilirisasi Padi
Terdapat di Kecamatan Tanjung Agung, Muara Belida, Sungai Rotan
• Budidaya Padi,Nilai Investasi : Rp. 247.500.000,- / Ha
• Penggilingan Padi,Nilai Investasi Industri: Rp. 21.308.868.800,-/ Untuk 549 RMU selama 10 Tahun (Rp. 2 Milyar per Tahun) • Luas Area Sawah di Kabupaten Muara Enim : 23.407,2 Ha • Jumlah Produksi Padi di Kabupaten Muara Enim : 173,900.07
Ton (MDA, 2019)
• Produktivitas Padi Padi di Kabupaten Muara Enim : 45,28 Kw/ha (MDA, 2019)
• Sudah melalui Kajian awal Potensi Unggulan Sektor Tanaman Pangan dan Hortikultura, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Muara Enim kerjasama DPMPTSP Kab Muara Enim dengan Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya Palembang Tahun 2017 • Analisis Kelayakan Investasi Budidaya Padi Tahun 2017
• Analisis Kelayakan Investasi Industri Penggilingan Padi Tahun 2017
• Download Pdf File Analisis Kelayakan Investasi melalui
http://dpm-ptsp.muaraenimkab.go.id dan
Luas Panen, Produksi dan Rata-Rata Produksi Padi Sawah, Ladang
dan Lebak di Kabupaten Muara Enim Tahun 2019
No Kecamatan/District
Padi Sawah (Rendengan) Padi Sawah (Gadu) Padi Ladang Luas Panen/Ha Produksi/ Ton Produktivitas / (kw/Ha) Luas Panen/Ha Produksi/ Ton Produktivitas/ (kw/Ha) Luas Panen/Ha Produksi/ Ton Produktivitas/ (kw/Ha)
1 Semende Darat Laut 709 3.757,70 53 771 4.086,30 53 0 0,00 0 2 Semende Darat Ulu 0 0 0 1.828 8.226 45 0 0,00 0 3 Semende Darat Tengah 7 35 50 1.212 6.060 50 0 0,00 0 4 Tanjung Agung 3.736 19.800,80 53 1.759 9.322,70 53 150 435,00 29 5 Rambang 0 0 0 0 0 0 144 417,60 29 6 Lubai 20 91,2 45,6 0 0 0 361 1.046,90 29 7 Lawang Kidul 21 98,7 47 3 14,1 47 15 43,50 29 8 Muara Enim 1.913 9.631,96 50,35 1.529 7.698,52 50,35 0 0,00 29 9 Ujan Mas 1.772 8.753,68 49,4 433 2.139,02 49,4 385 1.116,50 29 10 Gunung Megang 210 1.037,40 49,4 409 2.020,46 49,4 843 2.444,70 29 11 Benakat 0 0 0 70 345,8 49,4 332 962,80 29 12 Rambang Dangku 67 314,9 47 581 2.704,56 46,55 953 2.763,70 29 13 Gelumbang 144 670,32 46,55 76 353,78 46,55 971 2.815,90 29 14 Lembak 0 0 0 192 893,76 46,55 244 707,60 29 15 Sungai Rotan 0 0 0 4.740 22.064,70 46,55 1.781 5.164,90 29 16 Muara Belida 0 0 0 5.874 27.901,50 47,5 1.691 4.903,90 29 17 Kelekar 0 0 0 0 0 0 1.145 3.320,50 29 18 Belimbing 323 1.503,57 46,55 445 2.071,48 46,55 576 1.670,40 29 19 Lubai ulu 2 9,31 46,55 0 0 0 294 852,60 29 20 Belide Darat 0 0 0 0 0 0 166 481,40 29 Jumlah 8.924 45.705 584 19.922 95.903 727 10.051 29.148 493
Sumber Data : Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kab Muara Enim, 2020
Peluang Investasi Budidaya Jagung dan Hilirisasi Jagung
Terdapat di Kecamatan Gelumbang, Rambang, Rambang Niru /
Empat Petuali Dangku
• Budidaya Jagung,Nilai Investasi : Rp. 231.700.000,- / 90.000 Kg per Tahun
• Pengolahan Jagung,Nilai Investasi Industri: Rp. 2.576.285.364,- / Produksi 130.000 Kg / Tahun
• Luas Panen : 2.373 Ha (MDA, 2019)
• Jumlah Produksi Jagung di Kabupaten Muara Enim : 16.182,47 Ton (MDA, 2019)
• Produktivitas Jagung di Kabupaten Muara Enim : 68,19 (kw/ha) (MDA, 2019)
• Sudah melalui Kajian awal Potensi Unggulan Sektor Tanaman Pangan dan Hortikultura, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Muara Enim kerjasama DPMPTSP Kab Muara Enim dengan Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya Palembang Tahun 2017 • Analisis Kelayakan Investasi Budidaya Tahun 2017
• Analisis Kelayakan Investasi Industri Pengolahan Jagung Tahun 2017
• Download Pdf File Analisis Kelayakan Investasi melalui http://dpm-ptsp.muaraenimkab.go.id danhttp://invest.muaraenimkab.go.id
No Kecamatan/District Jagung
Luas Panen/Ha Produksi/Ton Produktivitas/(kw/Ha)
1 Semende Darat Laut 0 0,00 0,00 2 Semende Darat Ulu 4 17 43,00 3 Semende Darat Tengah 3 12,90 43,00 4 Tanjung Agung 11 47,30 43,00 5 Rambang 57 245 43,00 6 Lubai 19 81,70 43,00 7 Lawang Kidul 284 1.221,20 43,00 8 Muara Enim 15 64,50 43,00 9 Ujan Mas 69 296,70 43,00 10 Gunung Megang 138 593,40 43,00 11 Benakat 69 297 43,00 12 Rambang Dangku 290 1.247,00 43,00 13 Gelumbang 778 3.345,40 43,00 14 Lembak 73 314 43,00 15 Sungai Rotan 155 667 43,00 16 Muara Belida 0 0 0,00 17 Kelekar 46 198 43,00 18 Belimbing 127 546,10 43,00 19 Lubai ulu 284 1.221,20 43,00 20 Belide Darat 42 181 43,00 Jumlah 2.464 10.596 774
Luas Panen, Produksi dan Rata-Rata Produksi Jagung
di Kabupaten Muara Enim Tahun 2019
Sumber Data : Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kab Muara Enim, 2020
Peluang Investasi Budidaya Cabai dan Hilirisasi Cabai
Terdapat di Kecamatan Semende Darat Tengah dan Gelumbang
▪ Budidaya Cabai,Nilai Investasi : Rp. 159.748.200,- per Ha
▪ Pengolahan Saus Cabai, Nilai Investasi Industri: Rp. 176.152.952,- / Per Tahun Pertama Investasi / 30.000 botol saus
▪ Luas Panen : 553 Ha (MDA, 2019)
▪ Jumlah Produksi Cabai di Kabupaten Muara Enim : 4,685.90 Ton (MDA, 2019)
▪ Sudah melalui Kajian awal Potensi Unggulan Sektor Tanaman Pangan dan Hortikultura, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Muara Enim kerjasama DPMPTSP Kab Muara Enim dengan Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya Palembang Tahun 2017
▪ Analisis Kelayakan Investasi Budidaya Cabai Tahun 2017
▪ Analisis Kelayakan Investasi Industri Pengolahan Cabai Tahun 2017
▪ Download Pdf File Analisis Kelayakan Investasi melalui http://dpm-ptsp.muaraenimkab.go.iddanhttp://invest.muaraenimkab.go.id
Peluang Investasi Budidaya Nanas dan Hilirisasi Nanas
Terdapat di Kecamatan Kelekar, Belide Darat dan Gelumbang
51
▪ Budidaya Nanas,Nilai Investasi : Rp. 243.200.000,- per 10 Ha
▪ Industri Pengolahan Nanas, Nilai Investasi Industri: Rp. 5.982.500.000,- / Per Produksi
▪ Luas Panen : 189,40 Ha (2019)
▪ Jumlah Produksi Nanas di Kabupaten Muara Enim : 22.001,70 Ton/ Tahun (2019)
▪ Produktivitas : 1.161,65 (kw/ha)
▪ Sudah melalui Kajian awal Potensi Unggulan Sektor Tanaman Pangan dan Hortikultura, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Muara Enim kerjasama DPMPTSP Kab Muara Enim dengan Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya Palembang Tahun 2017
▪ Analisis Kelayakan Investasi Budidaya Nanas Tahun 2017
▪ Analisis Kelayakan Investasi Industri Pengolahan Nanas Tahun 2017
▪ Download Pdf File Analisis Kelayakan Investasi melalui
http://dpm-ptsp.muaraenimkab.go.id http://invest.muaraenimkab.go.id
Peluang Investasi Penggemukan Sapi dan
Rumah Potong Hewan
Terdapat di Kecamatan Rambang Niru/Empat Petulai Dangku, Gelumbang dan Muara Enim
❑ Subsektor peternakan khususnya penggemukkan sapi potongmemiliki potensi dan peluang yang cukup besar untuk dikembangkan di Kabupaten Muara Enim. Hal inidisebabkan karena permintaan produk sapi potong terhadappeningkatan pendapatan bersifat sangat elastis
❑ Rumah Potong Hewan (RPH) Sapi merupakan jenis usaha industri hilir dari ternak sapi yang direkomendasikan untuk diusahakan dibanding pilihan jenis industri hilir lainnya pada ternak sapi. Hal ini dikernakan titik awal industri hilir untuk komoditas unggulan peternakan adalah rumah/tempat pemotongan hewan. Dari RPH ini, nantinya akan menghasilkan selain produk utama karkas/daging, juga akan diperoleh hasil ikutan lainnya seperti darah, jeroan, kulit, biogas dan pupuk organik. Selain itu rumah potong hewan dapat juga berfungsi sebagai pasar ternak dan titik kontrol penyebaran penyakit zoonosis.
• Penggemukan Sapi, Nilai Investasi : Rp. 4.174.600.000,- / 300 ekor untuk 3x produksi dalam 1 tahun
• Rumah Potong Hewan, Nilai Investasi : Rp. 1.186.000.000,- / 120 ekor per bulan
• Luas Lahan yang dibutuhkan dengan Kapasitas Kandang terpasang 100 ekor • Jumlah Populasi Sapi di Kabupaten Muara Enim : 14.925 Ekor (MDA, 2019) • Luas Potensi Peternakan : 1.003 ha (0,13 % dari luas Kabupaten)
• Sudah melalui Kajian awal Potensi Unggulan Sektor Tanaman Pangan dan Hortikultura, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Muara Enim kerjasama DPMPTSP Kab Muara Enim dengan Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya Palembang Tahun 2017
• Analisis Kelayakan Investasi Penggemukan Sapi Tahun 2017 • Analisis Kelayakan Investasi Rumah Potong Hewan Tahun 2017
• Download Pdf File Analisis Kelayakan Investasi melalui http://dpm-ptsp.muaraenimkab.go.id danhttp://invest.muaraenimkab.go.id
Peluang Investasi Budidaya dan Hilirisasi Ikan Air Tawar
Terdapat di Kecamatan Lawang Kidul, Gelumbang dan Lembak
53 • Budidaya Ikan Lele dan Ikan Patin, Nilai Investasi : Rp. 69.400.000,- /
150.000 ekor / bulan
• Industri Pengolahan Ikan Asin, Nilai Investasi : Rp. 112.210.000,- / Produksi 3000 Kg / bulan (umur produksi 5 Tahun)
• Industri Pengolahan Ikan Asap, Nilai Investasi : Rp. 179.934.384,- / Produksi 3000 Kg / bulan (umur produksi 5 Tahun)
• Jumlah Produksi Perikanan Darat di Kabupaten : 10 286,66 Ton (MDA, 2019)
• Jumlah Produksi ikan Asin di Kabupaten : 130,64 Ton (2019) • Jumlah Produksi Ikan Asap di Kabupaten : 205,65 Ton (2019)
• Sudah melalui Kajian awal Potensi Unggulan Sektor Tanaman Pangan dan Hortikultura, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Muara Enim kerjasama DPMPTSP Kab Muara Enim dengan Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya Palembang Tahun 2017
• Analisis Kelayakan Investasi Budidaya Ikan Lele dan Ikan Patin Tahun 2017
• Analisis Kelayakan Investasi Industri Pengolahan Ikan Asin dan Ikan Asap Tahun 2017
• Download Pdf File Analisis Kelayakan Investasi melalui
• http://dpm-ptsp.muaraenimkab.go.id dan
Data Surplus Minus Kebutuhan Ikan di Kab.Muara Enim Tahun 2019
Sumber Data : Dinas Perikanan Kab Muara Enim, 2020
No Kecamatan Produksi (Ton) Konsumsi (Ton) Surplus / Minus (ton)
1. Semende Darat Ulu 405,16 737,87 -347,77 2. Semende Darat tengah 426,27 753,1 -342,2 3. Semende Darat Laut 416,33 784,08 -385,17 4. Tanjung Agung 519,04 1.738,40 -1.263,93 5. Lawang Kidul 739,89 1.945,64 -1.255,64 6. Muara Enim 400,13 1.347,47 -947,84 7. Ujan Mas 302,82 697,77 -409,19 8. Benakat 354,54 567,16 -224,19 9. Gunung Megang 410,53 1.026,96 -637,39 10. Belimbing 447,48 586,78 -151,27 11. Rambang Dangku 539,87 1.548,14 -1.039,86 12. Rambang 692,59 845,75 -170,42 13. Lubai 574,33 675,92 -115,38 14. Lubai Ulu 296,34 608,84 -324,93 15. Gelumbang 699,6 970,44 -290,64 16. Kelekar 571,15 643,82 -85,81 17. Lembak 721,83 637,67 71,15 18. Seungai Rotan 722,41 745,83 -38,64 19. Belida Darat 302,46 478,04 -185,34 20. Muara Belida 1.113,52 902,83 192,26 Jumlah… 10.656,29 18.242,50 -7.979,20
Data Produksi Produk Olahan Ikan di Kab.Muara Enim Tahun 2019
Sumber Data : Dinas Perikanan Kab Muara Enim, 2020
No Kecamatan Produksi Produk Olahan Perikanan (Ton) Jumlah Ikan Asin Ikan Asap Pempek Lainnya
1. Semende Darat Ulu 0 0 10,65 0 10,65 2. Semende Darat tengah 0 0 8,93 0 8,93 3. Semende Darat Laut 0 0 6,41 0 6,41 4. Tanjung Agung 0 0 17,99 0 17,99 5. Lawang Kidul 0 0 49,95 15,35 65,3 6. Muara Enim 0 0 72,13 14,98 87,11 7. Ujan Mas 0 0 14,98 9,71 24,69 8. Benakat 0 0 10,31 0 10,31 9. Gunung Megang 0 0 14,52 0 14,52 10. Belimbing 0 0 8,77 0 14,55 11. Rambang Dangku 26,23 46,3 7,26 5,78 90,86 12. Rambang 24,52 40,9 10,75 11,07 73,17 13. Lubai 0 0 11,28 0 11,28 14. Lubai Ulu 0 0 7,87 0 7,87 15. Gelumbang 0 0 19,27 12,49 31,76 16. Kelekar 0 0 8,15 0 8,15 17. Lembak 0 0 9,46 0 9,46 18. Sungai Rotan 49,07 59.50 8,83 0 117,4 19. Belida Darat 0 0 8,2 0 9,2 20. Muara Belida 33,82 58,95 8,31 21,66 122,74 Jumlah… 133,64 146,15 314,02 91,04 742,35 55