• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN VIDEO KLIP MUSIK WANITA KHAYALAN DARI RANDY DENGAN TEKNIK MATCH MOVIE OBJEK 3D NASKAH PUBLIKASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERANCANGAN DAN PEMBUATAN VIDEO KLIP MUSIK WANITA KHAYALAN DARI RANDY DENGAN TEKNIK MATCH MOVIE OBJEK 3D NASKAH PUBLIKASI"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN VIDEO KLIP MUSIK WANITA

KHAYALAN DARI RANDY DENGAN TEKNIK

MATCH MOVIE OBJEK 3D

NASKAH PUBLIKASI

diajukan oleh

Muhammad Aswin Zulkarnain

09.22.1078

kepada

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER

AMIKOM YOGYAKARTA

YOGYAKARTA

2013

(2)
(3)

DESIGN AND MANUFACTURE OF VIDEO CLIP MUSIC WANITA KHAYALAN OF RANDY THE MOVIE TECHNIQUE MATCH MOVIE 3D OBJECTS

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN VIDEO KLIP MUSIK WANITA KHAYALAN DARI RANDY DENGAN TEKNIK MATCH MOVIE OBJEK 3D

Muhammad Aswin Zulkarnain Melwin Syafrizal Jurusan Sistem Informatika STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

ABSTRACT

At first, the music video is the medium for the new album a promotional tool / music group. Along with developments in information technology represent television, music video is also growing rapidly. The ability of computer technology in the manufacture of special effects are now used in almost all movies. Not just movies, and even television advertising also now use computer technology to create 3D animations.

Of course, the purpose of 3D animation to give the impression of realistic effects or scenes that may not be possible to look like a real when on watch. So to solve the problem was a shooting process to create a video clip in which the time of editing the video clip will join with 3D objects and customize 3D objects with video that looks real 3D objects.

At this video clip manufacturing techniques, how to synchronize or merge (matchmoving) results shooting video with a real 3D objects or animations into the video to make it look realistic.

(4)

1

1. Pendahuluan

Video klip musik adalah sebuah media promosi sebuah lagu baru seorang penyanyi, musisi, maupun group musik. Seiring perkembangan teknologi di era sekarang ini yang sangat pesat, multimedia juga mengalami perkembangan yang sangat cepat dan menjadi salah satu cara yang tepat untuk mempermudah penyampaian informasi dalam bentuk audio video.

Secara tidak langsung perkembangan multimedia ini mendorong kreatifitas seseorang musisi atau penyanyi untuk membuat sebuah video klip yang lebih inovatif untuk mempromosikan lagu atau album mereka. Demikian juga halnya dengan Randy yang merupakan seorang musisi yang ingin mempromosikan lagu “ WANITA HAYALAN “ yang merupakan hasil ciptaannya dalam bentuk sebuah video klip musik yang menarik dan inovatif.

Seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat di bidang multimedia Khususnya video clip musik. teknik yang digunakan dalam pembuatan video clip musik juga semakin banyak akan tetapi pembuatan video klip musik dengan menggunakan teknik Match Movie masih sangat jarang digunakan di industri musik global khususnya di industri musik tanah air. Penulis melihat pembuatan video klip musik dengan teknik Match Movie akan menarik perhatian para pencinta musik, dengan demikian penulis mencoba menerapkan teknik match movie dalam pembuatan video klip “ WANITA KHAYALAN ” yang di nyanyikan oleh Randy.

Penulis yang merupakan teman dekat dari Randy mencoba mengangkat harapan Randy dengan membuat video klip musik dan laporan penelitian menjadi sebuah judul skripsi yang berjudul “Perancangan dan pembuatan Video Clip Musik “ WANITA KHAYALAN ” dari Randy, Dengan Teknik Match Movie Objek 3D. Dimana teknik Match Movie merupakan teknik yang lagi trend di dunia Broadcast sekarang ini.

2. Landasan Teori

2.1 Tinjauan Pustaka

Video klip lebih efektif sebagai sarana promosi dibandingkan sebagai sumber pendapatan, karena sebuah video klip yang dikemas dengan baik dan di terapkan dengan Efek-efek yang menarik dapat membantu mendongkrak penjualan di industri musik.

Pembuatan video klip sekarang ini banyak di terapkan dengan Efek-efek diantaranya teknik motion tracking atau Match Movie sebagai contoh salah satu lagu yang di nyanyikan oleh artist Jukebox the Ghost yang berjudul Half Crazy singel andalannya dari album “ Everything Under The Sun “ yang di rilis pada tanggal 7 September tahun 2010 oleh perusahan Yep Roc Records, video klip yang di sutradarai

(5)

2

oleh Marina Gvozdeva ini dalam proses pembuatan video klip dengan lagu tersebut banyak di terapkan dengan teknik Stop Motion atau Match Movie 3D.

Video klip yang berjudul Half Crazy teknik renderingnya memakai teknik render sequence, yaitu dengan hasil render yang berupa format gambar, karena untuk membuat teknik stop motion lebih membutuhkan banyak gambar. Sedangkan teknik yang akan di pakai pada video klip Wanita Khayalan hanya memakai teknik render biasa yang berupa format video.

2.2 Animasi

Animasi berarti penggunaan karakter kartun, boneka, atau demonstrasi karakter yang

bukan animasi ke dalam kehidupan pada multimedia komersial.1 Secara umum ada 2

kategori animasi, yaitu animasi 2 dimensi (2D) dan animasi 3 dimensi (3D) :

¾ Animasi 2D

pada umumnya melibatkan fotografi dari karya seni bidang datar, Animasi 2D hanya memiliki dimensi panjang (X) dan lebar (Y).2

¾ Animasi 3D

Animasi 2D yang hanya memiliki dimensi panjang (X) dan lebar (Y), sedangkan animasi 3D selain memiliki kedua dimensi tersebut juga memiliki dimensi kedalaman (Z) bentuk (volume). Dan dalam pengerjaannya tidak lagi di kerjakan dengan sketsa tangan manual, sehingga keseluruhan proses pembuatan animasi menjadi lebih mudah dan lebih cepat. Computer graphic animation saat ini dikenal juga dengan istilah Computer Generated Imagery (CGI).3 Animasi 3D dapat dibagi dalam tiga kategori.:4

ƒ Animasi 3D Penuh (Full)

Jenis ini menggunakan animasi objek 3D secara penuh (Full). Seluruh tampilan 3D maupun proses pembuatannya menggunakan teknik animasi 3D.

ƒ Animasi 3D dan 2D

Animasi ini merupakan penggabungan antara animasi 3D dengan animasi 2D. Biasanya tokoh atau karakter animasinya berupa animasi 2D dengan latar belakang (background) maupun peralatan, serta propertinya menggunakan animasi 3D.

1 Suyanto, M, 2009, Analisis & Desain Aplikasi Multimedia Untuk Pemasaran, Andi Yogyakarta, hal. 210 2 Aditya, Trik Dahsyat Menjadi Animator 3D Andal, ANDI Offset, Yogyakarta. hal. 14

3

Ibid, hal. 13 4Ibid, hal. 16-18

(6)

3

2.3 Konsep Dasar Motion Tracking

Sesuai dengan namanya, motion tracking terdiri dari 2 kata, yaitu motion yang berarti gerakan, dan tracking yang berarti mengikuti atau menelusuri. Jadi motion tracking dapat diartikan dengan proses penelusuran wilayah dengan mengikuti objek yang bergerak dengan cara memilih sebuah titik yang pantas untuk digunakan sebagai titik awal penelusuran. Dalam hal ini yang ditelusuri adalah sebuah film atau video hasil rekaman dari sebuah kamera. Dengan menggunakan metode motion tracking, maka

seniman special effects dapat menggabungkan antara gerakan kamera yang ada di

dalam film dengan gerakan kamera yang ada di dalam software 2D atau 3D, yang

kemudian elemen CGI dapat sesuai dan terintegrasi dengan shot atau rekaman yang sesungguhnya.5

3. Analisis

3.1 Analisis Masalah

Mengidentifikasi masalah merupakan langkah pertama yang dilakukan dalam tahapan analisis sistem, karena masalah inilah yang sering menyebabkan sasaran dari sistem tidak dapat dicapai. Untuk mengidentifikasi masalah dimulai dengan mengkaji subyek permasalahan yang diutarakan.

Sasaran sistem pembuatan video klip ini antara lain peningkatan kinerja, peningkatan efektifitas informasi, dan peningkatan efisiensi. Berdasarkan sasaran diatas dapat diketahui masalah-masalah yang selama ini terjadi dengan mengemukakan pertanyaan di bawah ini :

a. Apakah sistem multimedia dapat meningkatkan citra Randy sebagai

penyanyi solo?

b. Apakah video klip ini dapat menjadikan promosi lebih efektif ?

Dalam tahap identifikasi masalah terdapat 2 poin yang akan menjadi pokok bahasan, yaitu :

1. Defenisi Masalah

Pada tahap ini, analis mempunyai tugas untuk mendefinisikan masalah yang dihadapi oleh sistem yang sudah ada, melakukan studi kelayakan dan menganalisis kebutuhan sistem yang akan digunakan nantinya, Sedang masalah yang dipelajari oleh seorang analisis adalah masalah yang dihadapi oleh pemakai sistem tersebut. Setelah melakukan analisis pada Randy, maka dapat disimpulkan masalah yang terjadi adalah sebagai berikut kurang maksimalnya pengenalan Randy sebagai penyanyi rapper solo kepada masyarakat sehingga belum banyak masyarakat yang tahu.

5

(7)

4

2. Penyebab Masalah

Media promosi yang ada saat ini kurang lengkap dan kurang menarik disebabkan karena media informasi hanya melalui ajang pertunjukan musik seperti festival dan ajang musik yang lain.

3.2 Analisis SWOT

Dalam merancang sebuah sistem akan nampak ideal jika diketahui terlebih dahulu adanya kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman / hambatan yang dalam hal ini biasa dikenal dengan analisis SWOT. kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman / hambatan ini jika dipahami dan dijadikan dasar pijakan akan didapat solusi yang tepat di dalam mendapatkan sebuah perencanaan yang strategis.

Tabel 3.1 Analisis SWOT

Internal Eksternal Strength ( Kekuatan ) ƒ Randy merupakan

penyanyi rapper solo

yang produktif karena mampu menciptakan dan mengaransemen lagu sendiri.

ƒ Randy memiliki banyak

lagu ciptaan sendiri.

Weaknes ( Kelemahan )

ƒ Randy ada di jalur indie, bukan major label.

ƒ Keterbatasan dana

dalam melakukan promosi.

ƒ Kurang koneksi ( link ) dengan pihak – pihak perusahaan major label.

Opportunities ( Kesempatan )

ƒ Jalur indie dapat

menjadi batu loncatan pada jalur major label.

ƒ Trend musik indie sudah dikenal dan dapat diterima masyarakat umum, sehingga Randy tidak perlu memulai dar awal.

ƒ Banyaknya stasiun

televisi mengadakan acara dan menampilkan video klip penyanyi - penyanyi solo baru sebagai ajang sarana media promosi.

ƒ Banyaknya situs jejaring social yang juga dapat membantu Randy Untuk mempromosikan

videonya ke masyarakat luas.

Strategi SO

ƒ Promosi dalam video klip dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap penyanyi rapper solo tersebut dan kemungkinan dapat dilihat oleh major label

ƒ Lebih banyak

menciptakan lagu – lagu baru untuk membuat album

Strategi WO

ƒ Mencari koneksi dengan

pihak major label dan sponsor agar dapat memaksimalkan promosi

ƒ Mengirimkan cd demo

lagu ke stasiun – stasiun TV atau stasiun – stasiun radio

(8)

5

Threatness ( Ancaman )

ƒ Merupakan video klip

indie dan kurang diketahui masyarakat, sehingga menjadi kekhawatiran video klip dan segala media penunjangnya tidak dapat menjadi alat komunikasi

(komunikator) yang baik kepada masyarakat, terutama remaja.

ƒ Merupakan penyanyi

rapper solo baru yang

belum memiliki kepercayaan yang kuat

dari masyarakat.

Strategi ST

ƒ Tetap exist dengan

menciptakan lagu – lagu baru yang dicintai masyarakat serta tetap mengikuti

perkembangan musik

Strategi WT

ƒ Banyak mengikuti audisi atau kompetisi dan mengikuti live musik untuk promosi scara tidak langsung

(9)

6

3.3 Analisis Kebutuhan Sistem

Tujuan dari fase analisis ini adalah memahami dengan sebenar – benarnya kebutuhan dari sistem baru dan mengembangkan sebuah sistem yang mewadahi kebutuhan tersebut, aspek-aspek ini kemudian yang mempunyai peran dalam membuat serta mengembangkan sistem-sistem tersebut. Aspek-aspek ini meliputi aspek fisik dan non fisik yaitu antara lain :

a. Aspek Hardware

¾ Harddisk 640 GB

¾ RAM 4 GB

¾ Processor AMD FX 4 Core

¾ Monitor 15 inch ¾ Motherboard ¾ Kamera DSLR b. Aspek Software ¾ 3DS Max 9 ¾ Boujou ¾ Adobe Premiere c. Aspek Brainware

Aspek ini meliputi individu atau organisasi yang akan terlibat langsung dalam pembuatan video klip ini. Manusia sebagai pencipta dan pengguna sistem sehingga sistem ini bisa digunakan sesuai fungsi dan berguna, maka tanpa adanya sumber daya manusia yang berkualitas maka ketersediaan software dan hardware tidak akan berarti.

3.4 Solusi

Merancang dan membuat laporan hasil analisa merupakan tahapan akhir dalam pembahasan mengenai analisis masalah yang dihadapi, dan dapat di ambil langkah pembuatan video klip musik dengan teknik Match Movie sesuai dengan tema dan tujuan yang telah di rancang.

3.5 Pra Produksi

3.5.1 Idea

Pembuatan video klip Wanita Khayalan dengan teknik Match Movie, penulis mendapatkan ide untuk membuat video klip tersebut dari sebuah iklan komersil minuman energi.

(10)

7

3.5.2 Tema

Tema adalah makna yang terkandung dalam cerita. Tema pada suatu film atau cerita biasanya mengacuh pada suatu konsep yaitu satu kata. Disini penulis mengambil tema pokok yaitu “ Wanita Khayalan “ sesuai judul video klip musik ini.

3.5.3 Menulis Logline

Logline adalah plot yang di tuangkan dalam sedikit kata-kata yang digunakan dalam menyusun cerita. Cara mudah menyusun logline adalah sangat seringnya cerita dimulai dengan 2 kata “bagaimana jika” dan untuk membangun cerita di tambah 2 kata lagi yaitu “dan kemudian”. Adapun logline dalam pembuatan video klip musik ini adalah “bagaimana seorang anak muda bisa mendapatkan seorang wanita yang ada dalam khayalannya menjadi sebuah kenyataan”.

3.5.4 Sinopsis

Sinopsis merupakan gambaran cerita kasar dari film.

Untuk mengembangkan cerita ada 7 pertanyaan yang harus di jawab, Adapun 7 pertanyaan itu adalah sebagai berikut :

1. Siapakah tokoh utamanya?

Model ini di perankan oleh seorang cowok (Randy)

2. Apa yang diinginkan/didambakan oleh tokoh utama?

Harapan untuk mendapatkan cinta dari wanita khayalannya.

3. Siapa/apa yang menghalangi tokoh utama untuk mendapatkan yang diinginkan?

Kekasih dari wanita khayalan tersebut (pesaing).

4. Apakah pada akhirnya tokoh utama berhasil mendapatkan apa yang

diingikannya?

Tidak, karena wanita yang diinginkannya sudah memiliki pasangan/pacar. 5. Apa yang ingin anda sampaikan dengan mengakhiri cerita seperti ini?

Tidak semua yang kita inginkan dapat kita miliki.

6. Bagaimana anda mengisahkan cerita anda?

Dengan flashback menggunakan lagu untuk menekankan tema, adegan dan pola.

7. Dan bagaimana tokoh utama dan tokoh-tokoh pendukung lain mengalami

perubahan dalam cerita ini?

4. Implementasi Dan Pembahasan

(11)

8

Produksi adalah merupakan tahap lanjutan dari Praproduksi, dimana rancangan-rancangan yang sudah dibuat pada saat praproduksi akan dilaksanakan pada tahap ini.

4.1.1 Shooting

Adapun tahap-tahap kegiatan yang dilakukan pada proses produksi antara lain Shooting atau pengambilan gambar secara keseluruhan, mulai dari awal, tengah dan akhir.

4.1.1.1 Director Of Photography/DOP (Cameraman)

Pada pembuatan video klip ini cameraman bertugas untuk mengambil gambar. Adapun teknik-teknik pengambilan gambar yang di gunakan sebagai berikut :

4.1.1.1.1 Angle Kamera

Angle kamera yang di pakai dalam proses pembuatan video klip

4.1.1.1.2 Gerakan Kamera

Gerakan kamera yang di pakai dalam proses pembuatan video klip

4.1.1.2 Scriptwriter

Pembuatan video klip ini scriptwriter bertugas mengatur shoot list dan breakdown script, adapun shoot list dan breakdown script yang digunakan dalam pembuatan video klip ini

4.1.1.3Check Kualitas Video

Sebelum pengeditan dimulai, ada baiknya semua file video mentah harus di check dahulu. Editor adalah orang yang bertugas menyusun gambar dan suara agar menjadi sebuah film/cerita.

4.1.1.4 Lighting Director

Lighting yang dipakai dalam pembuatan video klip ini, dengan menggunakan cahaya matahari langsung serta lampu jalan dengan memakai Reflector dengan Sterefoam, yakni untuk memantulkan cahaya yang kurang dan meredam cahaya yang berlebihan atau over

4.2 Pasca Produksi

Proses ini lebih dikenal dengan proses Editing. Setelah ditentukan harinya, maka editor mulai dengan proses editing. Tentu dengan bekal shootlist dari scriptwriter dan catatan dari sutradara.

(12)

9

4.2.1 Editing

Proses editing adalah salah satu elemen penting dalam sinematografi yang tidak dapat dipisahkan dalam dunia broadcasting. Namun apa sebenarnya editing itu? Editing yaitu suatu proses memilih atau menyunting gambar dari hasil shooting dengan cara memotong gambar cut to cut, atau dengan menggabungkan gambar dengan menyisihkan sebuah transisi. Pada proses editing, gambar tidak cukup hanya digabung-gabungkan begitu saja. Banyak sekali variabel yang harus diketahui dalam proses editing, misalnya : camera angle, camera works, jenis shoot, motifasi, informasi, komposisi, sound, dan continuity.

4.3 Testing (White box testing)

Tabel 4.1 Ceklist pekerjaan

ASPEK NOTES File mentah OK Scene OK Duration OK Transisi OK Video effect OK File Objek 3D OK

Setelah semuanya telah di ceklist maka akan di lakukan white box testing pada video klip, pilih menu bar kemudian pilih render work area atau tekan tombol enter dan tunggu sampai proses render selesai. Render work area hanya akan merender atau mempreview hasil kerja klip sementara dan tidak merender menjadi output file video.

4.4 Packing (Rendering)

langkah terakhir yaitu penggabungan seluruh hasil file video yang telah di edit menjadi satu output file video yang disebut dengan Rendering, untuk melakukan langkah render dari semua file video pilih menu bar kemudian pilih Export Movie, agar semua file mentah yang di edit bahkan di berikan effect semuanya menjadi satu file video yang menarik.

4.5 Black box testing

Pada tahapan ini dilakukan pemutaran video klip yang telah dibuat untuk mengetahui penilaian masyarakat terhadap video klip yang telah dirancang dan dibuat. Adapun metode pengumpulan data penilaian yang digunakan adalah dengan metode kuesioner. Dengan menggunakan 20 koresponden dan salah satu dari koresponden

(13)

10

tersebut merupakan ahli dalam bidang Multimedia yang merupakan salah satu ahli di WHITE ENTERTAINMENT.

5. Kesimpulan

Dari hasil perancangan dan pembuatan video klip Wanita Khayalan yang dinyanyikan oleh Randy dengan teknik Match Movie, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa :

• Ada tiga proses utama dalam pembuatan video klip Wanita Khayalan oleh Randy

dengan teknik Match Movie yaitu, Praproduksi, Produksi, dan Pasca Produksi. Langkah-langkah dari implementasi Match Movie dalam pembuatan video klip musik Wanita Khayalan oleh Randy adalah merekam gambar, Tracking video rekaman, membuat objek 3D lalu compositing.

• Objek 3D yang digabungkan atau di compose bersama video rekaman dengan

menggunakan metode Match Movie akan menempel atau menyatu pada video rekaman tersebut sehingga terlihat nyata.

5.1 Saran

Penulis menyadari bahwa video klip yang telah dibuat belumlah sempurna. Oleh karena itu penulis berharap dimasa mendatang video klip ini dapat disempurnakan lagi. Adapun saran-saran yang disampaikan penulis untuk penyempurnaan video klip yang telah dibuat adalah sebagai berikut :

1. Color correction yang digunakan belum benar-benar real dan diharapkan color correctionnya dapat disempurnakan lagi agar terlihat lebih riil.

2. Lighting atau pencahayaan yang terdapat pada video klip ini belum sempurna di harapkan kedepannya dapat disempurnakan sehingga video klip yang telah dibuat menjadi lebih menarik untuk ditontonkan.

(14)

11

Daftar Pustaka

Aditya, Trik Dahsyat Menjadi Animator 3D Andal. Yogyakarta : Andi Offset Funez, dkk. 2005. Matchmovie. www.malditochroma.com, 15-12-2012.

Suyanto, M. 2009. Analisis & Desain Aplikasi Multimedia Untuk Pemasaran. Yogyakarta : Andi.

Gambar

Tabel 3.1  Analisis  SWOT               Internal  Eksternal  Strength  ( Kekuatan ) ƒ Randy  merupakan penyanyi rapper solo  yang produktif karena  mampu menciptakan dan mengaransemen lagu sendiri
Tabel 4.1 Ceklist pekerjaan  ASPEK NOTES  File mentah  OK  Scene OK  Duration OK  Transisi OK  Video effect  OK  File Objek 3D  OK

Referensi

Dokumen terkait