doni fixx

65 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

RANCANGAN AKTUALISASI DAN HABITUASI

RANCANGAN AKTUALISASI DAN HABITUASI

NILAI-NILAI DASAR PERAN DAN

NILAI-NILAI DASAR PERAN DAN KEDUDUKAN

KEDUDUKAN

APARATUR SIPIL NEGARA (ASN)

APARATUR SIPIL NEGARA (ASN)

HALAMAN JUDUL

HALAMAN JUDUL

OPTIMALISASI

OPTIMALISASI

KEPATUHAN DAN TATA CARA TENAGAKEPATUHAN DAN TATA CARA TENAGA PEMBERI ASUHAN PASIEN DALAM MELAKUKAN PEMBERI ASUHAN PASIEN DALAM MELAKUKAN PROSEDUR CUCI TANGAN

PROSEDUR CUCI TANGAN DI INSTDI INSTALASI RAWALASI RAWAAT INAP RSUDT INAP RSUD LIMPUNG

LIMPUNG

Disusun oleh:

Disusun oleh:

Nama

Nama

:

: dr.

dr. Doni

Doni Ikhsan

Ikhsan Matamari

Matamari

NIP

NIP

:

: 19900602

19900602 201903

201903 1

1 005

005

Golongan/Angkatan

Golongan/Angkatan

:

: III/XXXI

III/XXXI

No.

No. Presensi

Presensi

:

: 40

40

Jabatan

Jabatan

:

: Dokter

Dokter Ahli

Ahli Pertama

Pertama

Unit

Unit Kerja

Kerja

:

: RSUD

RSUD LIMPUNG

LIMPUNG KABUPATEN

KABUPATEN BATANG

BATANG

Coach

Coach

:

: Bp

Bp Imam

Imam Kridarso

Kridarso

Mentor

Mentor

:

: Moh

Moh Fajeri

Fajeri S.Kep

S.Kep

PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN III ANGKATAN XXXI

PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN III ANGKATAN XXXI

PEMERINTAH KABUPATEN BATANG BEKERJASAMA DENGAN BADAN

PEMERINTAH KABUPATEN BATANG BEKERJASAMA DENGAN BADAN

PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAERAH

PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAERAH

PROVINSI JAWA TENGAH

PROVINSI JAWA TENGAH

TAHUN 2019

TAHUN 2019

(2)

HALAMAN PERSETUJUAN

HALAMAN PERSETUJUAN

RANCANGAN AKTUALISASI DAN HABITUASI NILAI-NILAI D

RANCANGAN AKTUALISASI DAN HABITUASI NILAI-NILAI DASAR

ASAR

KEDUDUKAN DAN PERAN APARATUR SIPIL NEGARA (ASN)

KEDUDUKAN DAN PERAN APARATUR SIPIL NEGARA (ASN)

Judul : OPTIMALISASI

Judul : OPTIMALISASI

KEPATUHAN DAN TATA CARA TENAGAKEPATUHAN DAN TATA CARA TENAGA PEMBERI ASUHAN PASIEN DALAM MELAKUKAN

PEMBERI ASUHAN PASIEN DALAM MELAKUKAN

PROSEDUR CUCI TANGAN DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD LIMPUNG PROSEDUR CUCI TANGAN DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD LIMPUNG

Disusun

Disusun oleh

oleh

::

Nama

Nama

:

: dr.

dr. Doni

Doni Ikhsan

Ikhsan Matamari

Matamari

NIP

NIP

:19900602

:19900602 201903

201903 1

1 005

005

Dinyatakan disetujui untuk diseminarkan pada:

Dinyatakan disetujui untuk diseminarkan pada:

Hari,

Hari, tanggal

tanggal

:

: Selasa,

Selasa, 14

14 Mei

Mei 2019

2019

Tempat

Tempat

:

: BALATKOP

BALATKOP Provinsi

Provinsi JAWA

JAWA TENGAH

TENGAH

Semarang, 15 Mei 2019

Semarang, 15 Mei 2019

Menyetujui,

Menyetujui,

Coach,

Coach,

Ir Iman Kridarso,M.Si

Ir Iman Kridarso,M.Si

Widyaiswara Ahli Pertama

Widyaiswara Ahli Pertama

NIP.19600207 198603 1005

NIP.19600207 198603 1005

Mentor,

Mentor,

Ners.Moh Fajeri S.Kep

Ners.Moh Fajeri S.Kep

Kepala Pelayanan Medis

Kepala Pelayanan Medis

NIP. 19710428 199203 1002

NIP. 19710428 199203 1002

(3)

HALAMAN PENGESAHAN

HALAMAN PENGESAHAN

RANCANGAN AKTUALISASI DAN HABITUASI NILAI-NILAI D

RANCANGAN AKTUALISASI DAN HABITUASI NILAI-NILAI DASAR

ASAR

PERAN DAN KEDUDUKAN APARATUR SIPIL NEGARA (ASN)

PERAN DAN KEDUDUKAN APARATUR SIPIL NEGARA (ASN)

Judul

Judul

:

: OPTIMALISASI

OPTIMALISASI

KEPAKEPATUHTUHAN DAN DAN TAAN TATA CARATA CARA TENAGA PEMBERI ASUHAN PASIEN DALAM TENAGA PEMBERI ASUHAN PASIEN DALAM MELAKUKAN PROSEDUR CUCI TANGAN DI MELAKUKAN PROSEDUR CUCI TANGAN DI INSTALASI RAW

INSTALASI RAWAAT INAP T INAP RSUD RSUD LIMPUNGLIMPUNG

Nama

Nama

:

: dr.

dr. Doni

Doni Ikhsan

Ikhsan Matamari

Matamari

NIP

NIP

:

: 19900602

19900602 201903

201903 1

1 005

005

Unit

Unit Kerja

Kerja

:

: RSUD

RSUD LIMPUNG

LIMPUNG Kabupaten

Kabupaten BATANG

BATANG

Telah diseminarkan :

Telah diseminarkan :

Di BALA

Di BALATKOP

TKOP Provinsi

Provinsi JAWA TE

JAWA TENGAH

NGAH

Hari,

Hari, tanggal

tanggal

:

: Selasa

Selasa 14

14 Mei

Mei 2019

2019

Peserta Pelatihan Dasar CPNS

Peserta Pelatihan Dasar CPNS

dr Doni Ikhsan Matamari

dr Doni Ikhsan Matamari

NIP.19900602 201903 1 005

NIP.19900602 201903 1 005

Coach

Mentor

Coach

Mentor

Ir

Ir Imam

Imam Krisdarso,M.Si

Krisdarso,M.Si

Ners

Ners Moh

Moh Fajeri

Fajeri S.Kep

S.Kep

Widyaiswara

Widyaiswara Ahli

Ahli Pertama

Pertama

Kepala

Kepala Pelayanan

Pelayanan Medis

Medis

NIP.19600207

NIP.19600207 198603

198603 1005

1005

NIP.

NIP. 19710428

19710428 199203

199203 1002

1002

Narasumber,

Narasumber,

Widyaiswara Ahli Madya

Widyaiswara Ahli Madya

NIP.

NIP.

(4)

PRAKATA

PRAKATA

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat

rahmat dan karuniaNya, maka penulisan Rancangan Aktualisasi ini dapat

rahmat dan karuniaNya, maka penulisan Rancangan Aktualisasi ini dapat

diselesaikan tepat pada waktunya, sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan

diselesaikan tepat pada waktunya, sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan

Latihan Dasar CPNS Golongan III

Latihan Dasar CPNS Golongan III Angkatan XXXI Tahun 2019 yang diselenggarakan

Angkatan XXXI Tahun 2019 yang diselenggarakan

di Badan Latihan Koprasi dan UMKM (BALATKOP) Provinsi Jawa T

di Badan Latihan Koprasi dan UMKM (BALATKOP) Provinsi Jawa T engah.

engah.

Dalam penyusunan rancangan ini, banyak pihak yang telah memberikan

Dalam penyusunan rancangan ini, banyak pihak yang telah memberikan

dukungan, masukan, kritik, dan saran sehingga dalam kesempatan ini, penulis

dukungan, masukan, kritik, dan saran sehingga dalam kesempatan ini, penulis

menyampaikan rasa terimakasih dan penghargaan kepada :

menyampaikan rasa terimakasih dan penghargaan kepada :

1.

1. Kepala BP

Kepala BPSDMD Prov

SDMD Provinsi Jawa

insi Jawa Tengah

Tengah beserta jajarann

beserta jajarannya.

ya.

2.

2. BKD

BKD Kabupaten Batang

Kabupaten Batang beserta

beserta jajarannya yang

jajarannya yang telah

telah memfasilitasi

memfasilitasi

penyelenggaraan Pelatihan Dasar CPNS Golongan III

penyelenggaraan Pelatihan Dasar CPNS Golongan III

3.

3. Pemerintah

Pemerintah Kabupaten

Kabupaten Batang

Batang

4.

4. Bapak Penguji selaku narasu

Bapak Penguji selaku narasumber atas saran masukan yang diberikan untuk

mber atas saran masukan yang diberikan untuk

perbaikan rancangan aktualisasi ini.

perbaikan rancangan aktualisasi ini.

5. Bapak Ir Imam Kridarso,M.Si,selaku

5. Bapak Ir Imam Kridarso,M.Si,selaku

coach

coach  atas semua inspirasi, dorongan,

  atas semua inspirasi, dorongan,

masukan dan bimbingannya dalam membuat rancangan aktualisasi ini.

masukan dan bimbingannya dalam membuat rancangan aktualisasi ini.

6. Bapak Ners Moh Fajeri S.Kep selaku mentor atas semua arahan, motivasi,

6. Bapak Ners Moh Fajeri S.Kep selaku mentor atas semua arahan, motivasi,

dukungan, masukan dan bimbingan selama perancangan program aktualisasi.

dukungan, masukan dan bimbingan selama perancangan program aktualisasi.

7.

7. Seluruh

Seluruh Widyaiswara yang

Widyaiswara yang telah membimbin

telah membimbing dalam p

g dalam perkuliahan dan

erkuliahan dan memberikan

memberikan

pengarahan terkait materi ANEKA untuk dapat diinternalisasikan dan

pengarahan terkait materi ANEKA untuk dapat diinternalisasikan dan

diaktualisasikan di instansi.

diaktualisasikan di instansi.

8.

8. Seluruh Panitia, dan Binsuh y

Seluruh Panitia, dan Binsuh yang telah membantu dan

ang telah membantu dan menfasilitasi kegiatan

menfasilitasi kegiatan

latsar.

latsar.

9.

9. Segenap

Segenap karyawan

karyawan RSUD

RSUD Limpung

Limpung Kabupaten

Kabupaten Batang

Batang

10.

10. Istri dan

Istri dan putra-putra tercinta

putra-putra tercinta serta keluarga

serta keluarga besar yang

besar yang telah mendukung dan

telah mendukung dan

mendoakan selalu sejak awal mendaftar CPNS

mendoakan selalu sejak awal mendaftar CPNS sampai sekarang,

sampai sekarang,

11.

11. Orang tua yang tiada

Orang tua yang tiada henti memberikan doa dan

henti memberikan doa dan semangat sejak awal mendaftar

semangat sejak awal mendaftar

CPNS, dan

CPNS, dan

12.

12. Teman-teman peserta Latsar Golongan III Angkatan XXXI tahun 2019

Teman-teman peserta Latsar Golongan III Angkatan XXXI tahun 2019

Penulis sadar bahwa rancangan laporan aktualisasi ini masih jauh dari

Penulis sadar bahwa rancangan laporan aktualisasi ini masih jauh dari

kesempurnaan, oleh karenanya penulis berharap masukan dari berbagai pihak

(5)

membuat rancangan laporan menjadi lebih baik. Sehingga rancangan aktualisasi ini

membuat rancangan laporan menjadi lebih baik. Sehingga rancangan aktualisasi ini

dapat dijadikan dasar dalam pelaksanan dan pelaporan aktualisasi nilai dasar ASN,

dapat dijadikan dasar dalam pelaksanan dan pelaporan aktualisasi nilai dasar ASN,

serta memberikan manfaat bagi

serta memberikan manfaat bagi semua pihak yang membutuhkan.

semua pihak yang membutuhkan.

Semarang, 12 Mei 2019

Semarang, 12 Mei 2019

Penulis

Penulis

(6)

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI

HALAMAN

HALAMAN JUDUL ...JUDUL ... i... i HALAMAN PERSETUJUAN

HALAMAN PERSETUJUAN ... ii... ii HALAMAN

HALAMAN PENGESAHAPENGESAHAN ...N ... iii... iii PRAKATA ...

PRAKATA ... ... iviv DAFTAR

DAFTAR ISI ...ISI ... vi... vi DAFTAR TABEL

DAFTAR TABEL ... viii... viii DAFTAR

DAFTAR GAMBAR GAMBAR ... .... ixix BAB

BAB I ...I ... 10... 10 PENDAHUL

PENDAHULUAN UAN ... ... 1010  A.

 A.Latar BelakangLatar Belakang ... ... ... 1010 B.

B. Identifikasi Isu, Dampak Jika Isu Identifikasi Isu, Dampak Jika Isu Tidak Diselesaikan, dan Rumusan MasalahTidak Diselesaikan, dan Rumusan Masalah1313 1.

1. Identifikasi Isu, Dampak jika IIdentifikasi Isu, Dampak jika Isu Tidak Diselesaikansu Tidak Diselesaikan ... 13 ... 13 2.

2. Dampak jika Isu Dampak jika Isu Tidak DiselesaikanTidak Diselesaikan ... 18 ... 18 3.

3. Rumusan MasalahRumusan Masalah... 18... 18 C. C. TujuanTujuan... 19... 19 D. D. ManfaatManfaat... 19... 19 BAB BAB II ...II ... 21... 21 LANDASAN

LANDASAN TEORI ...TEORI ... 21... 21 A.

A. Sikap Perilaku Bela NegaraSikap Perilaku Bela Negara... 21... 21 B.

B. Nilai Dasar PNSNilai Dasar PNS ... ... ... 2626 1.

1.  Akuntabili Akuntabilitastas... 26... 26 2.

2. NasionalismeNasionalisme ... ... ... 2727 3.

3. Etika PublikEtika Publik ... ... ... 3030 4.

4. Komitmen MutuKomitmen Mutu ... ... ... 3131 5.

5.  Anti Korupsi Anti Korupsi... 33... 33 C.

C. Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRIKedudukan dan Peran PNS dalam NKRI ... 36 ... 36 BAB

BAB III ...III ... 39... 39 DESKRIPSI

DESKRIPSI UNIT UNIT ORGANISAORGANISASI ...SI ... 39... 39 A.

A. Profil OrganisasiProfil Organisasi ... ... ... 3939 1.

1. Gambaran UmumGambaran Umum ... 39 ... 39 2.

2. Visi, Misi, Serta Nilai OrganisasiVisi, Misi, Serta Nilai Organisasi... 40... 40 3.

(7)

4.

4. Sarana dan PrasaranaSarana dan Prasarana ... ... ... 4141 B.

B. Tugas Jabatan Peserta DiklatTugas Jabatan Peserta Diklat... 43... 43 C.

C. Role ModelRole Model... 45... 45 BAB

BAB IV ...IV ... 47... 47 RANCANGA

RANCANGAN N KEGIATAN KEGIATAN AKTUALISASAKTUALISASI ...I ... 47... 47 A.

A. Daftar Rancangan Kegiatan Aktualisasi dan Keterkaitan dengan Nilai AnekaDaftar Rancangan Kegiatan Aktualisasi dan Keterkaitan dengan Nilai Aneka4747 B.

B. Jadwal Pelaksanaan Jadwal Pelaksanaan AktualisasAktualisasii ... 59 ... 59 C.

C. Antisipasi dan Strategi Menghadapi KendalaAntisipasi dan Strategi Menghadapi Kendala... 6... 600 BAB BAB V ...V ... 62... 62 PENUTUP ... PENUTUP ... ... 6262 A. A. Kesimpulan ...Kesimpulan ... 62... 62 DAFTAR

DAFTAR PUSTAKA PUSTAKA ... 63... 63 DAFTAR

(8)

DAFTAR TABEL

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Identifikasi Isu dikaitkan dengan Agenda Ketiga Pelatihan Dasar CPNS

Tabel 1.1 Identifikasi Isu dikaitkan dengan Agenda Ketiga Pelatihan Dasar CPNS

(Manajemen ASN, Whole of Government (WOG), dan

(Manajemen ASN, Whole of Government (WOG), dan Pelayanan Publik)

Pelayanan Publik)

  ... 113

  ... 113

Tabel 1.2 APKL dan USG ... 116

Tabel 1.2 APKL dan USG ... 116

Tabel 1.3 Dampak jika Isu T

Tabel 1.3 Dampak jika Isu Tidak Diselesaikan

idak Diselesaikan ...

...

...

...

...

.. 118

118

Tabel 3.1

Tabel 3.1 Data jumlah

Data jumlah pegawai RSUD

pegawai RSUD Limpung…………

Limpung………

………

……….43

.43

Tabel 4.1 Kegiatan dengan Keterkaitan ANEKA

Tabel 4.1 Kegiatan dengan Keterkaitan ANEKA……….

……….

49

49

Tabel 4.2 Jadwal Pelaksanaan Aktualisasi ... 59

Tabel 4.2 Jadwal Pelaksanaan Aktualisasi ... 598

8

Tabel 4.3

(9)

DAFTAR GAMBAR

DAFTAR GAMBAR

Gambar

Gambar 3.1

3.1 Struktur

Struktur RSDU

RSDU LIMPUNG

LIMPUNG ...

...

...

Error! Bookmark not defined.

Error! Bookmark not defined.1

1

Gambar 3.2 Role Model

(10)

BAB I

BAB I

PENDAHULUAN

PENDAHULUAN

 A.

 A. Latar Belakang

Latar Belakang

 Aparatur

 Aparatur Sipil

Sipil Negara

Negara (ASN)

(ASN) adalah

adalah profesi

profesi bagi

bagi pegawai

pegawai negeri

negeri dan

dan

pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja pada instansi

pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja pada instansi

pemerintah. Dalam Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur

pemerintah. Dalam Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur

Sipil Negara (ASN), pegawai ASN memiliki peranan penting dalam

Sipil Negara (ASN), pegawai ASN memiliki peranan penting dalam

penyelenggaraan pemerintahan yang berfungsi sebagai : (1) Pelaksana

penyelenggaraan pemerintahan yang berfungsi sebagai : (1) Pelaksana

Kebijakan Publik; (2) Pelayan Publik; (3) Perekat dan Pemersatu Bangsa. Oleh

Kebijakan Publik; (2) Pelayan Publik; (3) Perekat dan Pemersatu Bangsa. Oleh

karena itu penting agar PNS memiliki profesionalisme dan kompetensi yang

karena itu penting agar PNS memiliki profesionalisme dan kompetensi yang

memadai untuk bisa menjalankan tugas tersebut dengan baik dan penuh

memadai untuk bisa menjalankan tugas tersebut dengan baik dan penuh

tanggung jawab.

tanggung jawab.

Dalam Undang-Undang No.5 Tahun 2014 Pasal 63 ayat (3)

Dalam Undang-Undang No.5 Tahun 2014 Pasal 63 ayat (3) dan ayat (4)

dan ayat (4)

tentang Aparatur Sipil Negara mengamanatkan Instansi Pemerintah untuk

tentang Aparatur Sipil Negara mengamanatkan Instansi Pemerintah untuk

wajib memberikan Pendidikan dan Pelatihan terintegrasi bagi Calon Pegawai

wajib memberikan Pendidikan dan Pelatihan terintegrasi bagi Calon Pegawai

Negeri Sipil (CPNS) selama satu tahun masa percobaan. Merujuk Peraturan

Negeri Sipil (CPNS) selama satu tahun masa percobaan. Merujuk Peraturan

Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS, PNS wajib

Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS, PNS wajib

menjalani masa percobaan yang dilaksanakan untuk membangun moral,

menjalani masa percobaan yang dilaksanakan untuk membangun moral,

kejujuran, semangat nasionalisme dan

kejujuran, semangat nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang

kebangsaan, karakter kepribadian yang

unggul dan bertanggung jawab, dan memperkuat profesionalisme serta

unggul dan bertanggung jawab, dan memperkuat profesionalisme serta

kompetensi bidang.

kompetensi bidang.

Pelatihan yang memadukan pembelajaran klasikal dan non-klasikal di

Pelatihan yang memadukan pembelajaran klasikal dan non-klasikal di

tempat pelatihan dan di tempat

tempat pelatihan dan di tempat tugas sehingga memungkinkan peserta mampu

tugas sehingga memungkinkan peserta mampu

mengaktualisasikan dan membuatnya menjadi kebiasaan (habituasi), dan

mengaktualisasikan dan membuatnya menjadi kebiasaan (habituasi), dan

merasakan manfaatnya. Karakter PNS profesional dibentuk dari sikap dan

merasakan manfaatnya. Karakter PNS profesional dibentuk dari sikap dan

perilaku disiplin PNS, nilai-nilai dasar profesi PNS, dan pengetahuan tentang

perilaku disiplin PNS, nilai-nilai dasar profesi PNS, dan pengetahuan tentang

kedudukan dan peran PNS dalam NKRI serta mengusai tugasnya sehingga

kedudukan dan peran PNS dalam NKRI serta mengusai tugasnya sehingga

mampu melaksanakan tugas dan perannya secara profesional sebagai

mampu melaksanakan tugas dan perannya secara profesional sebagai

pelayan publik.

pelayan publik.

Di Era Globalisasi masyarakat semakin kritis terhadap segala aspek

Di Era Globalisasi masyarakat semakin kritis terhadap segala aspek

termasuk terhadap mutu pelayanan kesehatan yang berkualitas sejalan

termasuk terhadap mutu pelayanan kesehatan yang berkualitas sejalan

(11)

dengan peningkatan pengetahuan dan teknologi, kebutuhan dan tuntutan

dengan peningkatan pengetahuan dan teknologi, kebutuhan dan tuntutan

masyarakat terhadap paradigma pelayanan yang bersifat preventif, promotif,

masyarakat terhadap paradigma pelayanan yang bersifat preventif, promotif,

kuratif dan rehabilitative. Hal ini menunjukkan bahwa pandangan masyarakat

kuratif dan rehabilitative. Hal ini menunjukkan bahwa pandangan masyarakat

terhadap

kesehatan

semakin

kritis,

peduli

dan

meningkat

terhadap

kesehatan

semakin

kritis,

peduli

dan

meningkat

kebutuhannya,terutama pada pelayanan kesehatan umum masyarakat yang

kebutuhannya,terutama pada pelayanan kesehatan umum masyarakat yang

optimal, efektif dan efisiensi di RSUD dengan berdasarkan pada prinsip

optimal, efektif dan efisiensi di RSUD dengan berdasarkan pada prinsip

nilai-nilai yang terkandung pada pasal 3 Undang-undang nomor 5 tahun 2014 dan

nilai yang terkandung pada pasal 3 Undang-undang nomor 5 tahun 2014 dan

berdasarkan serta erat relevansinya dengan nila-nilai dasar ANEKA, yaitu :

berdasarkan serta erat relevansinya dengan nila-nilai dasar ANEKA, yaitu :

 Akuntabilitas, Nasionalisme

 Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti K

, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi.

orupsi.

Dokter, adala

Dokter, adalah Peg

h Pegawai

awai Negeri Sip

Negeri Sipil yang

il yang diberi

diberi tugas, tang

tugas, tanggung

gung

 jawab, wewenang dan hak s

 jawab, wewenang dan hak secara penuh oleh peja

ecara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk

bat yang berwenang untuk

melakukan kegiatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat pada sarana

melakukan kegiatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat pada sarana

pelayanan kesehaan.Pelayanan Kesehatan, adalah bentuk pelayanan

pelayanan kesehaan.Pelayanan Kesehatan, adalah bentuk pelayanan

kesehatan kepada masyarakat dalam

kesehatan kepada masyarakat dalam upaya pencegahan, penyembuhan dan

upaya pencegahan, penyembuhan dan

pemulihan kesehatan akibat penyakit, peningkatan derajat kesehatan

pemulihan kesehatan akibat penyakit, peningkatan derajat kesehatan

masyarakat, serta pembinaan peran serta masyarakat dalam rangka

masyarakat, serta pembinaan peran serta masyarakat dalam rangka

kemandirian di bidang kesehatan. (KPAN, 2003)

kemandirian di bidang kesehatan. (KPAN, 2003)

Sarana pelayanan kesehatan, adalah tempat yang digunakan untuk

Sarana pelayanan kesehatan, adalah tempat yang digunakan untuk

menyelenggarakan upaya kesehatan, yaitu Rumah Sakit, Puskesmas,

menyelenggarakan upaya kesehatan, yaitu Rumah Sakit, Puskesmas,

Polikliknik, dan atau Unit Kesehatan lainnya. Rumah Sakit diselenggarakan

Polikliknik, dan atau Unit Kesehatan lainnya. Rumah Sakit diselenggarakan

berasaskan Pancasila dan didasarkan kepada nilai kemanusiaan, etika dan

berasaskan Pancasila dan didasarkan kepada nilai kemanusiaan, etika dan

profesionalitas, manfaat, keadilan, persamaan hak dan anti diskriminasi,

profesionalitas, manfaat, keadilan, persamaan hak dan anti diskriminasi,

pemerataan, perlindungan dan keselamatan pasien, serta mempunyai fungsi

pemerataan, perlindungan dan keselamatan pasien, serta mempunyai fungsi

sosial. (RI, 2009)

sosial. (RI, 2009)

 Akhir-akhir

 Akhir-akhir ini

ini PNS

PNS di

di bidang

bidang kesehatan

kesehatan sekarang

sekarang menjadi

menjadi sorotan

sorotan

publik dikarenakan beberapa hal yang dilihat oleh masyarakat terutama

publik dikarenakan beberapa hal yang dilihat oleh masyarakat terutama

tentang kualitas pelayanan yang kurang memuaskan. Masyarakat semakin

tentang kualitas pelayanan yang kurang memuaskan. Masyarakat semakin

kritis dalam menilai m

kritis dalam menilai mutu pelayanan kesehatan yang didapatkan. Masyarakat

utu pelayanan kesehatan yang didapatkan. Masyarakat

menuntut pelayanan kesehatan semakin meningkat baik di bidang promotif,

menuntut pelayanan kesehatan semakin meningkat baik di bidang promotif,

preventif, kuratif dan rehabilitatif. Hal tersebut mengimplikasikan semakin

preventif, kuratif dan rehabilitatif. Hal tersebut mengimplikasikan semakin

meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap

meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan.

kesehatan.

RSUD Limpung sebagai salah satu rumah sakit rujukan di Kabupaten

RSUD Limpung sebagai salah satu rumah sakit rujukan di Kabupaten

Batang Provinsi Jawa Tengah, diharapkan menjadi tumpuan dalam

(12)

kesehatan di Kabupaten Batang Provinsi Jawa Tengah,. Masyarakat yang

kesehatan di Kabupaten Batang Provinsi Jawa Tengah,. Masyarakat yang

menerima pelayanan kesehatan, tenaga kesehatan dan pengunjung di r

menerima pelayanan kesehatan, tenaga kesehatan dan pengunjung di r umah

umah

sakit dihadapkan pada risiko terjadinya infeksi atau infeksi nosokomial yaitu

sakit dihadapkan pada risiko terjadinya infeksi atau infeksi nosokomial yaitu

infeksi yang diperoleh di rumah sakit, baik karena perawatan atau datang

infeksi yang diperoleh di rumah sakit, baik karena perawatan atau datang

berkunjung ke rumah sakit. Data menunjukkan tingginya angka infeksi

berkunjung ke rumah sakit. Data menunjukkan tingginya angka infeksi

nosokomial baik di dunia maupun Indonesia. Dari data surveilans WHO

nosokomial baik di dunia maupun Indonesia. Dari data surveilans WHO

dinyatakan bahwa angka kejadiannya sebesar 5% pertahun di

dinyatakan bahwa angka kejadiannya sebesar 5% pertahun di seluruh dunia.

seluruh dunia.

(DEPKES RI, 2008)

(DEPKES RI, 2008)

Mencuci tangan telah dianggap sebagai salah satu tindakan ter

Mencuci tangan telah dianggap sebagai salah satu tindakan ter penting

penting

untuk mengurangi penularan mikroorganisme dan mencegah infeksi selama

untuk mengurangi penularan mikroorganisme dan mencegah infeksi selama

lebih dari 150 tahun, Sebuah penelitian pada 40 rumah sakit melaporkan

lebih dari 150 tahun, Sebuah penelitian pada 40 rumah sakit melaporkan

kepatuhan tenaga kesehatan yang melakukan

kepatuhan tenaga kesehatan yang melakukan

hand hygiene

hand hygiene

sebelum dan

sebelum dan

setelah ke pasien bervariasi antara 24% sampai 89% (rata-rata 56,6%).

setelah ke pasien bervariasi antara 24% sampai 89% (rata-rata 56,6%).

Penelitian ini dilakukan setelah dipromosikannya program WHO dalam

Penelitian ini dilakukan setelah dipromosikannya program WHO dalam

pengendalian infeksi. Menurut data

pengendalian infeksi. Menurut data

Riset Kesehatan Dasar tahun 2007 

Riset Kesehatan Dasar tahun 2007 

,,

prevalensi nasional perilaku benar dalam cuci tangan adalah hanya sebesar

prevalensi nasional perilaku benar dalam cuci tangan adalah hanya sebesar

23,2%.

23,2%.

Dari studi yang dilakukan di salah satu rumah sakit di kota Malang

Dari studi yang dilakukan di salah satu rumah sakit di kota Malang

didapatkan data hasil kultur specimen pasien rawat inap didapatkan

didapatkan data hasil kultur specimen pasien rawat inap didapatkan

mikroorganisme terbanyak adalah

mikroorganisme terbanyak adalah

 Acinobachter

 Acinobachter Baumanii

Baumanii

dan

dan

Escherichia

Escherichia

Coli

Coli

yang merupakan kuman terbanyak terdapat pada tangan manusia.

yang merupakan kuman terbanyak terdapat pada tangan manusia.

Tenaga pemberi asuhan pasien memiliki andil yang sangat besar terhadap

Tenaga pemberi asuhan pasien memiliki andil yang sangat besar terhadap

terjadinya infeksi nosokomial karena kontak secara langsung dengan pasien

terjadinya infeksi nosokomial karena kontak secara langsung dengan pasien

dan berinteraksi secara langsung dengan pasien selama 24 jam. Hasil

dan berinteraksi secara langsung dengan pasien selama 24 jam. Hasil

penelitian tersebut juga menyatakan bahwa kepatuhan petugas di rawat inap

penelitian tersebut juga menyatakan bahwa kepatuhan petugas di rawat inap

lebih rendah dibandingkan dengan bagian lain. (Elies et

lebih rendah dibandingkan dengan bagian lain. (Elies et al, 2014)

al, 2014)

Dengan alasan tersebut diatas maka penulis menyusun laporan

Dengan alasan tersebut diatas maka penulis menyusun laporan

aktualisasi ini dengan judul

aktualisasi ini dengan judul

“Peningkatan Kepatuhan Dan Tata Cara Tenaga

“Peningkatan Kepatuhan Dan Tata Cara Tenaga

Pemberi Asuhan Pasien Dalam

Pemberi Asuhan Pasien Dalam Melakukan Prosedur Cuci T

Melakukan Prosedur Cuci Tangan di

angan di Instalasi

Instalasi

Rawat Inap”

(13)

B.

B. Identifikasi Isu,

Identifikasi Isu, Dampak

Dampak Jika

Jika Isu

Isu Tidak

Tidak Diselesaikan, dan

Diselesaikan, dan

Rumusan Masalah

Rumusan Masalah

1.

1. Identifikasi Isu,

Identifikasi Isu, Dampak

Dampak jika Isu

jika Isu Tidak Diseles

Tidak Diselesaikan

aikan

Rencana kegiatan aktualisasi yang akan dilaksanakan di RSUD

Rencana kegiatan aktualisasi yang akan dilaksanakan di RSUD

Limpung Kabupaten Batang sesuai dengan nilai-nilai dasar Aparatur Sipil

Limpung Kabupaten Batang sesuai dengan nilai-nilai dasar Aparatur Sipil

Negara (ASN) yaitu ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik,

Negara (ASN) yaitu ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik,

Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi) dan sesuai dengan peran dan

Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi) dan sesuai dengan peran dan

kedudukan ASN dalam

kedudukan ASN dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Rancangan

Negara Kesatuan Republik Indonesia. Rancangan

kegiatan aktualisasi dan habituasi dibuat berdasarakan identifikasi isu

kegiatan aktualisasi dan habituasi dibuat berdasarakan identifikasi isu

dengan mempertimbangkan keaktualan, problematik, kekhalayakan dan

dengan mempertimbangkan keaktualan, problematik, kekhalayakan dan

kelayakan isu tersebut (metode APKL). Kemudian prioritas isu ditentukan

kelayakan isu tersebut (metode APKL). Kemudian prioritas isu ditentukan

dengan mengukur tingkat urgensi (

dengan mengukur tingkat urgensi (

urgency 

urgency 

), keseriusan masalah

), keseriusan masalah

((

seriously 

seriously 

), dan perkembangan masalah tersebut jikan tidak dipecahkan

), dan perkembangan masalah tersebut jikan tidak dipecahkan

((

growth

growth

) yang

) yang dikenal d

dikenal dengan m

engan metode USG

etode USG.

. Prioritas isu

Prioritas isu yang

yang telah

telah

ditentukan kemudian diidentifikasi berdasarkan sumber isu, aktor yang

ditentukan kemudian diidentifikasi berdasarkan sumber isu, aktor yang

terlibat, peran masing-masing aktor yang terlibat dan keterkaitan dengan

terlibat, peran masing-masing aktor yang terlibat dan keterkaitan dengan

mata pelatihan, dan kegiatan-kegiatan yang digagas untuk menyelesaikan

mata pelatihan, dan kegiatan-kegiatan yang digagas untuk menyelesaikan

permasalahan yang ada di RSUD Limpung Kabupaten Batang.

permasalahan yang ada di RSUD Limpung Kabupaten Batang.

Daftar isu yang diperoleh dalam lingkungan kerja penulis yang

Daftar isu yang diperoleh dalam lingkungan kerja penulis yang

dikatkan dengan agenda ketiga Pelatihan Dasar CPNS

dikatkan dengan agenda ketiga Pelatihan Dasar CPNS (Manajemen ASN,

(Manajemen ASN,

Whole of Government

Whole of Government

(WOG), dan Pelayanan Publik) dapat ditampilkan

(WOG), dan Pelayanan Publik) dapat ditampilkan

pada tabel berikut:

pada tabel berikut:

Ta

Tabel

bel 1.1 Ident

1.1 Identifik

ifik a

ass i

i Is

Is u dik

u dik a

aitka

itkan deng

n denga

an A

n A gg end

enda

a

K

K et

etig

ig a

a P

Pel

ela

attiha

ihan Dasar C

n Dasar CP

PNS

NS (Ma

(Mana

najem

jemen AS

en AS N,

N,

Whole

Whole

of Government

of Government

(WO

(WOG

G ), da

), dan Pela

n Pelayana

yanan Publik

n Publik))

No

No Identifikasi Identifikasi Isu Isu PrinsipPrinsip ASN ASN Kondisi Saat Kondisi Saat Ini Ini Kondisi yang Kondisi yang Diharapkan Diharapkan 1. kurang 1. kurang optimalny optimalny kepatuhan dan kepatuhan dan tata cara tenaga tata cara tenaga pemberi asuhan pemberi asuhan pasien dalam pasien dalam melakukan melakukan prosedur cuci prosedur cuci Pelayanan Pelayanan public public Belum Belum maksimalnya maksimalnya pelayanan pelayanan kesehatan kesehatan yang patuh yang patuh dan dan mengetahui mengetahui Mengoptimalkan Mengoptimalkan kepatuhan dan tata kepatuhan dan tata

cara tenaga cara tenaga pemberi asuhan pemberi asuhan dalam melakukan dalam melakukan prosedur cuci prosedur cuci tangan tangan

(14)

tangan di tangan di instalasi rawat instalasi rawat inap inap,, prosedur cuci prosedur cuci tangan tangan 2. kurangnya 2. kurangnya optimalnya optimalnya tenaga medis tenaga medis dan paramedic dan paramedic sehingga waktu sehingga waktu untuk untuk memberikan memberikan edukasi edukasi penyakit kurang penyakit kurang maksimal maksimal Pelayanan Pelayanan Publik Publik tenaga medis tenaga medis dan dan paramedic paramedic tidak tidak memberikan memberikan edukasi edukasi tentang tentang tindakan yang tindakan yang dilakukan dilakukan Optimalisasi tenaga Optimalisasi tenaga medis dan medis dan paramedic dalam paramedic dalam memberikan memberikan edukasi ke pasien edukasi ke pasien 3. lambatnya 3. lambatnya penangan penangan pasien

pasien STEMISTEMIdidi Faskes Faskes Kesehatan Kota Kesehatan Kota batang yang batang yang akan dirujuk ke akan dirujuk ke RSUD RSUD Pelayan Pelayan Publik Publik Lambatnya Lambatnya deteksi dini deteksi dini dan dan penanganan penanganan pasien STEMI pasien STEMI di Faskes di Faskes kesehatan kesehatan kota batang kota batang Optimalisasi faskes Optimalisasi faskes tingkat pertama tingkat pertama dalam deteksi dan dalam deteksi dan penangan pertama . penangan pertama . 4. Lambatnya 4. Lambatnya pendaftaran Poli pendaftaran Poli Rsud Limpung Rsud Limpung Pelayanan Pelayanan Publik Publik  Administrasi  Administrasi yang kurang yang kurang efisien dan efisien dan memakan memakan waktu waktu Optimalisasi Optimalisasi pendaftaran poli pendaftaran poli RSUD LIMPUNG RSUD LIMPUNG 5. Lama 5. Lama perpindahan perpindahan pasien IGD pasien IGD Menuju Bangsal Menuju Bangsal RSUD RSUD LIMPUNG LIMPUNG Manajemen Manajemen  ASN  ASN Dibutuhkun Dibutuhkun waktu yang waktu yang lama untuk lama untuk perpindahan perpindahan pasien dari pasien dari IGD menuju IGD menuju Bangsal Bangsal Optimalisasi waktu Optimalisasi waktu perpindahan pasien perpindahan pasien dari IGD menuju dari IGD menuju

Bangsal RSUD

Bangsal RSUD

Limpung Limpung

Penetapan Isu dilakukan melalui analisis isu dengan menggunakan

Penetapan Isu dilakukan melalui analisis isu dengan menggunakan

alat bantu penetapan kriteria kualitas isu. Analisis isu ini bertujuan untuk

alat bantu penetapan kriteria kualitas isu. Analisis isu ini bertujuan untuk

menetapkan kualitas isu dan menentukan prioritas isu yang perlu diangkat

menetapkan kualitas isu dan menentukan prioritas isu yang perlu diangkat

untuk diselesaikan melalui gagasan kegiatan-kegiatan yang akan

untuk diselesaikan melalui gagasan kegiatan-kegiatan yang akan

dilakukan. Analisis isu dilakukan dengan menggunakan alat bantu APKL

dilakukan. Analisis isu dilakukan dengan menggunakan alat bantu APKL

(Aktual, Problematik, Kekhalayakan, Kelayakan) dan USG (

(Aktual, Problematik, Kekhalayakan, Kelayakan) dan USG (

Urgency,

Urgency,

Seriousness,

Seriousness,

dan

dan

Growth

Growth).

).

Dari hasil analisis APKL didapatkan isu yang dinyatakan memenuhi

Dari hasil analisis APKL didapatkan isu yang dinyatakan memenuhi

kriteria, kemudian isu-isu tersebut dianalisis lebih lanjut dengan

kriteria, kemudian isu-isu tersebut dianalisis lebih lanjut dengan

menggunakan analisis USG. Analisis USG merupakan alat analisis yang

menggunakan analisis USG. Analisis USG merupakan alat analisis yang

(15)

dilakukan untuk menentukan prioritas isu melalui tingkat kegawatan,

dilakukan untuk menentukan prioritas isu melalui tingkat kegawatan,

keseriusan, dan tingkat pertumbuhan suatu isu atau masalah.

keseriusan, dan tingkat pertumbuhan suatu isu atau masalah.

Urgency

Urgency

artinya seberapa mendesak suatu isu harus dibahas,

artinya seberapa mendesak suatu isu harus dibahas,

dianalisis dan ditindaklanjuti.

dianalisis dan ditindaklanjuti.

Seriousness

Seriousness

artinya seberapa serius suatu isu

artinya seberapa serius suatu isu

harus dibahas dikaitkan dengan akibat yang ditimbulkan.

harus dibahas dikaitkan dengan akibat yang ditimbulkan.

Growth

Growth

artinya

artinya

seberapa besar kemungkinan memburuknya isu tersebut jika tidak

seberapa besar kemungkinan memburuknya isu tersebut jika tidak

ditangani segera.

ditangani segera.

 Analisis USG dilakukan de

 Analisis USG dilakukan dengan memberikan nilai den

ngan memberikan nilai dengan rentang

gan rentang

antara 1 sampai 5 dengan ketentuan nilai 1

antara 1 sampai 5 dengan ketentuan nilai 1 berarti sangat kecil, nilai 2

berarti sangat kecil, nilai 2

berarti kecil, nilai 3 berarti sedang, nilai 4 berarti besar, dan ni

berarti kecil, nilai 3 berarti sedang, nilai 4 berarti besar, dan ni lai 5 berarti

lai 5 berarti

sangat besar . Isu dengan total

sangat besar . Isu dengan total skor tertinggi merupakan isu prioritas

skor tertinggi merupakan isu prioritas

yang akan ditetapkan untuk diselesaikan dengan kegiatan-kegiatan yang

yang akan ditetapkan untuk diselesaikan dengan kegiatan-kegiatan yang

diusulkan. Hasil analisis USG terkait isu-isu

diusulkan. Hasil analisis USG terkait isu-isu di RSUD Limpung Kabupaten

di RSUD Limpung Kabupaten

Batang disajikan dalam tabel berikut ini:

(16)

Tabel 1.2 APKL dan USG

Tabel 1.2 APKL dan USG

Isu “

Isu “

kurang optimal kurang optimal kepatuhan dan tata kepatuhan dan tata cara tenaga pemberi cara tenaga pemberi asuhan pasien dalamasuhan pasien dalam

Dari kelima isu yang problematik tersebut

Dari kelima isu yang problematik tersebut setelah melalui perhitungan APKL dan

setelah melalui perhitungan APKL dan

USG ditetapka

USG ditetapkan isu

n isu paling prioritas

paling prioritas yaitu

yaitu ““

kurang opkurang optimalnya timalnya kepatuhan kepatuhan dan tata caradan tata cara tenaga pemberi asuhan

tenaga pemberi asuhan pasien dalam melakukan pasien dalam melakukan prosedur cuci tangan prosedur cuci tangan di instalasi rawatdi instalasi rawat inap

inap” dengan skore 14. Judul rancangan yang saya ambil adalah “O” dengan skore 14. Judul rancangan yang saya ambil adalah “Optimalisasi kepatuhanptimalisasi kepatuhan Sumber

Sumber Isu

Isu Identifikasi IsuIdentifikasi Isu

Kriteria A Kriteria A Ket Ket Kriteria B Kriteria B Jumlah Ranking Jumlah Ranking  A  A P P K K L L U U S S GG Pelayana Pelayana n Publik n Publik kurang optimal kurang optimal kepatuhan dan tata cara kepatuhan dan tata cara tenaga pemberi asuhan tenaga pemberi asuhan

pasien dalam

pasien dalam

melakukan prosedur melakukan prosedur cuci

cuci tangan tangan di di instalasiinstalasi rawat inap

rawat inap,,

+

+ + + + + + + Memenuhi Memenuhi Syarat Syarat 4 4 5 5 5 5 14 14 11

Pelayana Pelayana n Publik n Publik kurangnya optimalnya kurangnya optimalnya tenaga medis dan tenaga medis dan paramedic sehingga paramedic sehingga waktu untuk waktu untuk memberikan edukasi memberikan edukasi penyakit kurang penyakit kurang maksimal maksimal + + +

-+ -+ -+ - Tidak MemenuhiTidak Memenuhi Syarat Syarat - - - - - - - - --Manajem Manajem en ASN en ASN lambatnya penangan lambatnya penangan pasien

pasien STEMISTEMI di Faskesdi Faskes Kesehatan Kota batang Kesehatan Kota batang yang akan dirujuk ke yang akan dirujuk ke RSUD

RSUD

+ + +

-+ -+ -+ - Tidak MemenuhiTidak Memenuhi Syarat Syarat - - - - - - - - --Pelayana Pelayana n Pubik n Pubik Lambatnya pendaftaran Lambatnya pendaftaran Poli Rsud Limpung

Poli Rsud Limpung

+

+ + + + + + + Memenuhi Memenuhi Syarat Syarat 3 3 4 4 4 4 11 11 33

Whole of Whole of Governm Governm ent ent Lama perpindahan Lama perpindahan pasien IGD Menuju pasien IGD Menuju Bangsal RSUD Bangsal RSUD LIMPUNG

(17)

dan tata cara tenaga

dan tata cara tenaga pemberi asuhan pasien dalam pemberi asuhan pasien dalam melakukan prosedur cuci tangan melakukan prosedur cuci tangan didi instalasi rawat inap

(18)

2.

2. Dampak

Dampak jika Is

jika Isu Tidak

u Tidak Diselesaikan

Diselesaikan

Dampak dari isu

Dampak dari isu terpilih yang telah dianalisis menggunakan metode

terpilih yang telah dianalisis menggunakan metode

USG jika tidak diselesaikan dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

USG jika tidak diselesaikan dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 1.3 Dampak jika Isu

Tabel 1.3 Dampak jika Isu Tidak Diselesaikan

Tidak Diselesaikan

No

No Sumber Sumber IsuIsu Identifikasi IsuIdentifikasi Isu DampakDampak

1 Pelayanan 1 Pelayanan Publik Publik kurang optimalny kurang optimalny kepatuhan dan tata kepatuhan dan tata cara tenaga pemberi cara tenaga pemberi asuhan pasien dalam asuhan pasien dalam melakukan prosedur melakukan prosedur cuci tangan di cuci tangan di instalasi rawat inap instalasi rawat inap

MeningkatnMeningkatnya ya penularan penularan infeksiinfeksi nosocomial d Rawat Inap baik nosocomial d Rawat Inap baik bagi petugas maupun keluarga bagi petugas maupun keluarga pasien

pasien

  Menurunya perilaku hidup sehat  Menurunya perilaku hidup sehat bagi petugas medis

bagi petugas medis

Rencana Kegiatan untuk menyelesaikan issue, antara lain:

Rencana Kegiatan untuk menyelesaikan issue, antara lain:

a.

a. Memberikan so

Memberikan sosialisasi pad

sialisasi pada tenaga

a tenaga medis lainny

medis lainnya tentang

a tentang cuci tang

cuci tangan saat

an saat

upacara.

upacara.

b.

b. Membuat le

Membuat lembar obse

mbar observasi

rvasi kepatuhan c

kepatuhan cuci tanga

uci tangan

n di Instalas

di Instalasi Rawat

i Rawat Inap

Inap

c.

c. Melakukan evaluas

Melakukan evaluasi dan koreksi sec

i dan koreksi secara acak kepada

ara acak kepada tenaga pemberi as

tenaga pemberi asuhan

uhan

pasien tentang tata cara cuci tangan sesuai standar WHO di Instalasi Rawat

pasien tentang tata cara cuci tangan sesuai standar WHO di Instalasi Rawat

inap

inap

d.

d. Membuat stiker

Membuat stiker mengenai ta

mengenai tata cara

ta cara cuci tang

cuci tangan

an

e.

e. Evaluasi pemas

Evaluasi pemasangan stiker

angan stiker cara cuci

cara cuci tangan yang

tangan yang baik

baik

3.

3. Rumusan

Rumusan Masalah

Masalah

Berdasarkan penjabaran identifikasi isu dan penetapan isu di atas,

Berdasarkan penjabaran identifikasi isu dan penetapan isu di atas,

rumusan masalah dalam rancangan aktualisasi ini adalah sebagai berikut :

rumusan masalah dalam rancangan aktualisasi ini adalah sebagai berikut :

1. Bagaimana

1. Bagaimana

optimalisasi kepatuhan dan optimalisasi kepatuhan dan tata cara tata cara tenaga tenaga pemberi asuhanpemberi asuhan pasien dalam melakukan prosedur cuci tangan di instalasi rawat inap

pasien dalam melakukan prosedur cuci tangan di instalasi rawat inap

?

?

2. Bagaimana cara mengaktualisasikan nilai-nilai dasar PNS yang

2. Bagaimana cara mengaktualisasikan nilai-nilai dasar PNS yang

tekandung dalam akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu

tekandung dalam akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu dan

dan

anti korupsi (ANEKA)?

anti korupsi (ANEKA)?

3. Bagaimana Keterkaitan antara visi misi dan nilai organisasi dari isu yang

3. Bagaimana Keterkaitan antara visi misi dan nilai organisasi dari isu yang

diangkat?

(19)

C. Tujuan

C. Tujuan

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan rancangan

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan rancangan

aktualisasi nilai-nilai dasar PNS ini

aktualisasi nilai-nilai dasar PNS ini adalah sebagai berikut:

adalah sebagai berikut:

1.

1. Optimalisasi

Optimalisasi kepatuhan

kepatuhan dan

dan tata

tata cara

cara tenaga

tenaga pemberi

pemberi asuhan

asuhan pasien

pasien

dalam melakukan prosedur cuci tangan di instalasi rawat

dalam melakukan prosedur cuci tangan di instalasi rawat inap.

inap.

2. Mengaktualisasikan nilai-nilai dasar PNS yang terkandung dalam

2. Mengaktualisasikan nilai-nilai dasar PNS yang terkandung dalam

akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu dan anti korupsi

akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu dan anti korupsi

(ANEKA) dalam

(ANEKA) dalam Optimalisasi

Optimalisasi kepatuhan

kepatuhan dan tata

dan tata cara tenag

cara tenaga pemberi

a pemberi

asuhan pasien dalam melakukan prosedur cuci tangan di instalasi rawat

asuhan pasien dalam melakukan prosedur cuci tangan di instalasi rawat

inap RSUD Limpung.

inap RSUD Limpung.

3.

3. Mengetahui ke

Mengetahui keterkaitan antara

terkaitan antara visi misi

visi misi dan nilai orga

dan nilai organisasi dari

nisasi dari isu yang

isu yang

diangkat

diangkat

D. Manfaat

D. Manfaat

Manfaat rancangan aktualisasi nilai-nilai dasar PNS ini adalah sebagai

Manfaat rancangan aktualisasi nilai-nilai dasar PNS ini adalah sebagai

berikut:

berikut:

1.

1. Bagi Peserta

Bagi Peserta Pelatihan

Pelatihan Dasar CPNS

Dasar CPNS Golongan

Golongan III

III

a.

a. Mampu memahami, dan

Mampu memahami, dan mengaktualisasikan nilai-nilai dasar

mengaktualisasikan nilai-nilai dasar PNS yang

PNS yang

meliputi Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan

meliputi Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan

 Anti Korupsi.

 Anti Korupsi.

b.

b. Menjadi dokter

Menjadi dokter yang dapat

yang dapat menjalankan fungsi sebagai

menjalankan fungsi sebagai pelaksana

pelaksana

kebijakan, pelayan publik dan perekat dan pemersatu bangsa yang

kebijakan, pelayan publik dan perekat dan pemersatu bangsa yang

memiliki integritas dan profesional di lingkungan RSUD Limpung

memiliki integritas dan profesional di lingkungan RSUD Limpung

Kabupaten Batang.

Kabupaten Batang.

2.

2. Bagi

Bagi Instansi

Instansi (RSUD

(RSUD LIMPUNG)

LIMPUNG)

a.

a. Rancangan aktualisasi ini dapat meningkatkan efektivitas

Rancangan aktualisasi ini dapat meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan

, efisiensi, dan

inovasi serta mutu pelayanan di RSUD Limpung Kabupaten Batang

inovasi serta mutu pelayanan di RSUD Limpung Kabupaten Batang

b.

b. Terwujudnya visi dan misi RSUD Limpung Kabupate

Terwujudnya visi dan misi RSUD Limpung Kabupaten Batang.

n Batang.

3. Bagi Masyarakat dan Petugas Yang Berada di

3. Bagi Masyarakat dan Petugas Yang Berada di RSUD Limpung

RSUD Limpung

a. Meningkatkan perilaku hidup sehat

a. Meningkatkan perilaku hidup sehat

b. Mengetahui keutamaan Cici tangan

b. Mengetahui keutamaan Cici tangan

c.Mampu melakukan cuci tangan dengan baik dan benar

c.Mampu melakukan cuci tangan dengan baik dan benar

(20)

d.Mengurangi tingkat penularan infeksi nosocomial yang ada di rumah

d.Mengurangi tingkat penularan infeksi nosocomial yang ada di rumah

sakit

sakit

(21)

BAB II

BAB II

LANDASAN TEORI

LANDASAN TEORI

A.

A. Sikap Perilaku

Sikap Perilaku Bela Nega

Bela Negara

ra

1.

1. Wawasan

Wawasan Kebangsaan

Kebangsaan dan Nilai-Nilai

dan Nilai-Nilai Bela Ne

Bela Negara

gara

Pemahaman

dan

pemaknaan

wawasan

kebangsaan

dalam

Pemahaman

dan

pemaknaan

wawasan

kebangsaan

dalam

penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan bagi aparatur, pada

penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan bagi aparatur, pada

hakikatnya terkait dengan pembangunan kesadaran berbangsa dan bernegara

hakikatnya terkait dengan pembangunan kesadaran berbangsa dan bernegara

yang berarti sikap dan tingkah laku PNS harus sesuai dengan kepribadian

yang berarti sikap dan tingkah laku PNS harus sesuai dengan kepribadian

bangsa dan selalu mengkaitkan dirinya dengan cita-cita dan tujuan hidup bangsa

bangsa dan selalu mengkaitkan dirinya dengan cita-cita dan tujuan hidup bangsa

Indonesia (sesuai amanah yang ada dalam Pembukaan UUD 1945) melalui:

Indonesia (sesuai amanah yang ada dalam Pembukaan UUD 1945) melalui:

a.

a. Menumbuhkan rasa

Menumbuhkan rasa kesatuan dan

kesatuan dan persatuan bangs

persatuan bangsa dan

a dan negara Indonesia

negara Indonesia

yang terdiri dari beberapa suku bangsa yang mendiami banyak pulau yang

yang terdiri dari beberapa suku bangsa yang mendiami banyak pulau yang

membentang dari Sabang sampai Merauke, dengan beragam bahasa dan

membentang dari Sabang sampai Merauke, dengan beragam bahasa dan

adat istiadat kebudayaan yang berbeda-beda. Kemajemukan itu diikat

adat istiadat kebudayaan yang berbeda-beda. Kemajemukan itu diikat

dalam konsep wawasan nusantara yang merupakan

dalam konsep wawasan nusantara yang merupakan cara pandang bangsa

cara pandang bangsa

Indonesia tentang diri dan lingkungannya yang berdasarkan Pancasila dan

Indonesia tentang diri dan lingkungannya yang berdasarkan Pancasila dan

UUD 1945.

UUD 1945.

b.

b. Menumbuhkan rasa memiliki

Menumbuhkan rasa memiliki jiwa besar dan patriotisme u

jiwa besar dan patriotisme untuk menjaga

ntuk menjaga

kelangsungan hidup bangsa dan negara. Sikap dan perilaku yang patriotik

kelangsungan hidup bangsa dan negara. Sikap dan perilaku yang patriotik

dimulai dari hal-hal yang sederhana yaitu dengan saling tolong menolong,

dimulai dari hal-hal yang sederhana yaitu dengan saling tolong menolong,

menciptakan kerukunan beragama dan toleransi dalam menjalankan

menciptakan kerukunan beragama dan toleransi dalam menjalankan

ibadah sesuai agama masing-masing, saling menghormati dengan sesama

ibadah sesuai agama masing-masing, saling menghormati dengan sesama

dan menjaga keamanan lingkungan.

dan menjaga keamanan lingkungan.

c.

c. Memiliki kesadaran

Memiliki kesadaran atas tanggungjawab

atas tanggungjawab sebagai warga

sebagai warga negara Indonesia

negara Indonesia

yang menghormati lambang-lambang negara dan mentaati peraturan

yang menghormati lambang-lambang negara dan mentaati peraturan

perundang-undangan.

perundang-undangan.

Berbagai masalah yang berkaitan dengan kesadaran berbangsa dan

Berbagai masalah yang berkaitan dengan kesadaran berbangsa dan

bernegara perlu mendapat perhatian dan tanggung jawab bersama. Sehingga

bernegara perlu mendapat perhatian dan tanggung jawab bersama. Sehingga

amanat pada UUD 1945 untuk menjaga dan memelihara Negara Kesatuan

amanat pada UUD 1945 untuk menjaga dan memelihara Negara Kesatuan

wilayah Republik Indonesia serta kesejahteraan rakyat dapat diwujudkan. Hal

wilayah Republik Indonesia serta kesejahteraan rakyat dapat diwujudkan. Hal

yang dapat mengganggu kesadaran berbangsa dan bernegara. Bagi PNS yang

yang dapat mengganggu kesadaran berbangsa dan bernegara. Bagi PNS yang

(22)

perlu di cermati secara seksama adalah semakin tipisnya kesadaran dan

perlu di cermati secara seksama adalah semakin tipisnya kesadaran dan

kepekaan sosial, padahal banyak persoalan-persoalan masyarakat yang

kepekaan sosial, padahal banyak persoalan-persoalan masyarakat yang

membutuhkan peranan PNS dalam setiap pelaksanaan tugas jabatannya untuk

membutuhkan peranan PNS dalam setiap pelaksanaan tugas jabatannya untuk

membantu memediasi masyarakat agar keluar dari himpitan masalah, baik itu

membantu memediasi masyarakat agar keluar dari himpitan masalah, baik itu

masalah sosial, ekonomi dan politik, karena dengan terbantunya masyarakat dari

masalah sosial, ekonomi dan politik, karena dengan terbantunya masyarakat dari

semua lapisan keluar dari himpitan persoalan, maka bangsa ini tentunya menjadi

semua lapisan keluar dari himpitan persoalan, maka bangsa ini tentunya menjadi

bangsa yang kuat dan tidak dapat di intervensi oleh negara apapun, karena

bangsa yang kuat dan tidak dapat di intervensi oleh negara apapun, karena

masyarakat itu sendiri yang harus disejahterakan

masyarakat itu sendiri yang harus disejahterakan dan jangan sampai mengalami

dan jangan sampai mengalami

penderitaan. Di situ PNS t

penderitaan. Di situ PNS telah melakukan langkah konkrit dalam melakukan bela

elah melakukan langkah konkrit dalam melakukan bela

negara.

negara.

Kesadaran bela negara adalah dimana kita berupaya untuk

Kesadaran bela negara adalah dimana kita berupaya untuk

mempertahankan negara kita dari ancaman yang dapat mengganggu

mempertahankan negara kita dari ancaman yang dapat mengganggu

kelangsungan hidup bermasyarakat yang berdasarkan atas cinta tanah air.

kelangsungan hidup bermasyarakat yang berdasarkan atas cinta tanah air.

Kesadaran bela negara juga dapat menumbuhkan rasa patriotisme dan

Kesadaran bela negara juga dapat menumbuhkan rasa patriotisme dan

nasionalisme di dalam diri masyarakat. Upaya bela negara selain sebagai

nasionalisme di dalam diri masyarakat. Upaya bela negara selain sebagai

kewajiban dasar juga merupakan kehormatan bagi setiap warga negara yang

kewajiban dasar juga merupakan kehormatan bagi setiap warga negara yang

dilaksanakan dengan penuh kesadaran, penuh tanggung jawab dan rela

dilaksanakan dengan penuh kesadaran, penuh tanggung jawab dan rela

berkorban dalam pengabdian kepada negara dan bangsa. Keikutsertaan kita

berkorban dalam pengabdian kepada negara dan bangsa. Keikutsertaan kita

dalam bela negara merupakan bentuk cinta terhadap tanah air kita.

dalam bela negara merupakan bentuk cinta terhadap tanah air kita.

Nilai-nilai bela negara yang harus lebih dipahami penerapannya dalam

Nilai-nilai bela negara yang harus lebih dipahami penerapannya dalam

kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara antara lain:

kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara antara lain:

a.

a. Cinta

Cinta Tanah

Tanah Air.

Air.

Negeri yang luas dan kaya akan sumber daya ini perlu kita cintai.

Negeri yang luas dan kaya akan sumber daya ini perlu kita cintai.

Kesadaran bela negara yang ada pada setiap masyarakat didasarkan pada

Kesadaran bela negara yang ada pada setiap masyarakat didasarkan pada

kecintaan kita kepada tanah air kita. Kita dapat mewujudkan itu semua

kecintaan kita kepada tanah air kita. Kita dapat mewujudkan itu semua

dengan cara kita mengetahui sejarah negara kita sendiri, melestarikan

dengan cara kita mengetahui sejarah negara kita sendiri, melestarikan

budaya-budaya yang ada, menjaga lingkungan kita dan pastinya menjaga

budaya-budaya yang ada, menjaga lingkungan kita dan pastinya menjaga

nama baik negara kita.

nama baik negara kita.

b.

b. Kesadaran

Kesadaran Berbangsa

Berbangsa dan

dan Bernegara.

Bernegara.

Kesadaran berbangsa dan bernegara merupakan sikap kita yang harus

Kesadaran berbangsa dan bernegara merupakan sikap kita yang harus

sesuai dengan kepribadian bangsa yang selalu dikaitkan dengan cita-cita

sesuai dengan kepribadian bangsa yang selalu dikaitkan dengan cita-cita

dan tujuan hidup bangsanya. Kita dapat mewujudkannya dengan cara

dan tujuan hidup bangsanya. Kita dapat mewujudkannya dengan cara

mencegah perkelahian antar perorangan atau antar kelompok dan menjadi

mencegah perkelahian antar perorangan atau antar kelompok dan menjadi

(23)

anak bangsa yang berprestasi baik di tingkat nasional maupun

anak bangsa yang berprestasi baik di tingkat nasional maupun

internasional.

internasional.

c. Pancasila.

c. Pancasila.

Ideologi kita warisan dan hasil perjuangan para pahlawan sungguh luar

Ideologi kita warisan dan hasil perjuangan para pahlawan sungguh luar

biasa, pancasila bukan hanya sekedar teoritis dan normatif saja tapi juga

biasa, pancasila bukan hanya sekedar teoritis dan normatif saja tapi juga

diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Kita tahu bahwa Pancasila adalah

diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Kita tahu bahwa Pancasila adalah

alat pemersatu keberagaman yang ada di Indonesia yang memiliki

alat pemersatu keberagaman yang ada di Indonesia yang memiliki

beragam budaya, agama, etnis, dan lain-lain. Nilai-nilai pancasila inilah

beragam budaya, agama, etnis, dan lain-lain. Nilai-nilai pancasila inilah

yang dapat mematahkan setiap ancaman, tantangan, dan hambatan.

yang dapat mematahkan setiap ancaman, tantangan, dan hambatan.

d.

d. Rela

Rela berkorban untuk

berkorban untuk Bangsa

Bangsa dan

dan Negara.

Negara.

Dalam wujud bela negara tentu saja kita harus rela berkorban untuk

Dalam wujud bela negara tentu saja kita harus rela berkorban untuk

bangsa dan negara. Contoh nyatanya seperti sekarang ini yaitu perhelatan

bangsa dan negara. Contoh nyatanya seperti sekarang ini yaitu perhelatan

seagames. Para atlet bekerja keras untuk bisa mengharumkan nama

seagames. Para atlet bekerja keras untuk bisa mengharumkan nama

negaranya walaupun mereka harus merelakan untuk mengorbankan

negaranya walaupun mereka harus merelakan untuk mengorbankan

waktunya untuk bekerja sebagaimana kita ketahui bahwa para atlet bukan

waktunya untuk bekerja sebagaimana kita ketahui bahwa para atlet bukan

hanya menjadi seorang atlet saja, mereka juga memiliki pekerjaan lain.

hanya menjadi seorang atlet saja, mereka juga memiliki pekerjaan lain.

Begitupun supporter yang rela berlama-lama menghabiskan waktunya antri

Begitupun supporter yang rela berlama-lama menghabiskan waktunya antri

hanya untuk mendapatkan tiket demi mendukung langsung para atlet yang

hanya untuk mendapatkan tiket demi mendukung langsung para atlet yang

berlaga demi mengharumkan nama bangsa.

berlaga demi mengharumkan nama bangsa.

e.

e. Memiliki

Memiliki Kemampuan

Kemampuan Bela

Bela Negara.

Negara.

Kemampuan bela negara itu sendiri dapat diwujudkan dengan tetap

Kemampuan bela negara itu sendiri dapat diwujudkan dengan tetap

menjaga kedisiplinan, ulet, bekerja keras dalam menjalani profesi

menjaga kedisiplinan, ulet, bekerja keras dalam menjalani profesi

masing-masing.

masing.

Kesadaran bela negara dapat diwujudkan dengan cara ikut dalam

Kesadaran bela negara dapat diwujudkan dengan cara ikut dalam

mengamankan lingkungan sekitar seperti menjadi bagian dari Siskamling,

mengamankan lingkungan sekitar seperti menjadi bagian dari Siskamling,

membantu korban bencana sebagaimana kita ketahui bahwa Indonesia sering

membantu korban bencana sebagaimana kita ketahui bahwa Indonesia sering

sekali mengalami bencana alam, menjaga kebersihan minimal kebersihan

sekali mengalami bencana alam, menjaga kebersihan minimal kebersihan

tempat tinggal kita sendiri, m

tempat tinggal kita sendiri, mencegah bahaya narkoba yang merupakan musuh

encegah bahaya narkoba yang merupakan musuh

besar bagi generasi penerus bangsa, mencegah perkelahian antar perorangan

besar bagi generasi penerus bangsa, mencegah perkelahian antar perorangan

atau antar kelompok karena di Indonesia sering sekali terjadi perkelahian yang

atau antar kelompok karena di Indonesia sering sekali terjadi perkelahian yang

 justru

 justru dilaku

dilakukan

kan oleh

oleh para p

para pemuda,

emuda, cinta

cinta produ

produksi

ksi dalam

dalam neger

negeri agar

i agar Indone

Indonesia

sia

tidak terus menerus mengimpor barang dari luar negeri, melestarikan budaya

tidak terus menerus mengimpor barang dari luar negeri, melestarikan budaya

Indonesia dan tampil sebagai anak bangsa yang berprestasi baik pada tingkat

Indonesia dan tampil sebagai anak bangsa yang berprestasi baik pada tingkat

(24)

nasional maupun internasional.

nasional maupun internasional.

2.

2. Analisis

Analisis Isu

Isu Kontemporer

Kontemporer

Saat ini

Saat ini konsep negara,bangsa dan nasionalis

konsep negara,bangsa dan nasionalisme dalam konteks Indonesia

me dalam konteks Indonesia

sedang berhadapan dengan dilema antara globalisasi dan etnik nasionalisme

sedang berhadapan dengan dilema antara globalisasi dan etnik nasionalisme

yang harus disadari sebagai perubahan lingkungan strategis. Termasuk di

yang harus disadari sebagai perubahan lingkungan strategis. Termasuk di

dalamnya terjadi pergeseran pengertian tentang nasionalisme yang

dalamnya terjadi pergeseran pengertian tentang nasionalisme yang

berorientasi kepada pasar atau ekonomi global. Dengan menggunakanan

berorientasi kepada pasar atau ekonomi global. Dengan menggunakanan

logika sederhana, “pada tahun 2020,

logika sederhana, “pada tahun 2020,

 diperkirakan jumlah penduduk dunia akan

 diperkirakan jumlah penduduk dunia akan

mencapai 10 milyar dan akan terus bertambah, sementara sumber daya alam

mencapai 10 milyar dan akan terus bertambah, sementara sumber daya alam

dan tempat tinggal tetap, maka manusia di dunia akan semakin keras berebut

dan tempat tinggal tetap, maka manusia di dunia akan semakin keras berebut

untuk hidup, agar mereka dapat terus melanjutkan hidup”. Pada perubahan ini

untuk hidup, agar mereka dapat terus melanjutkan hidup”. Pada perubahan ini

perlu disadari bahwa globalisasi dengan pasar bebasnya sebenarnya adalah

perlu disadari bahwa globalisasi dengan pasar bebasnya sebenarnya adalah

sesuatu yang tidak terhindarkan dan bentuk dari konsekuensi logis dari

sesuatu yang tidak terhindarkan dan bentuk dari konsekuensi logis dari

interaksi peradaban dan bangsa.

interaksi peradaban dan bangsa.

Berdasarkan penjelasan di atas, perlu disadari bahwa PNS sebagai

Berdasarkan penjelasan di atas, perlu disadari bahwa PNS sebagai

aparatur Negara dihadapkan pada pengaruh yang datang dari eksternal juga

aparatur Negara dihadapkan pada pengaruh yang datang dari eksternal juga

internal yang kian lama kian menggerus kehidupan

internal yang kian lama kian menggerus kehidupan berbangsa dan bernegara:

berbangsa dan bernegara:

Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai konsensus

Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai konsensus

dasar berbangsa dan bernegara. Fenomena tersebut menjadikan pentingnya

dasar berbangsa dan bernegara. Fenomena tersebut menjadikan pentingnya

setiap PNS mengenal dan memahami secara kritis terkait isu-isu strategis

setiap PNS mengenal dan memahami secara kritis terkait isu-isu strategis

kontemporer diantaranya; korupsi, narkoba, paham radikalisme/ terorisme,

kontemporer diantaranya; korupsi, narkoba, paham radikalisme/ terorisme,

money laundry, proxy war, dan kejahatan komunikasi masal seperti

money laundry, proxy war, dan kejahatan komunikasi masal seperti

cybercrime

cybercrime

,,

Hate Speech

Hate Speech

, dan

, dan

Hoax 

Hoax 

, dan lain

, dan lain sebagainya.

sebagainya.

3.

3. Kesiapsiagaan

Kesiapsiagaan Bela

Bela Negara

Negara

Untuk melatih kesiapsiagaan bela negara bagi CPNS ada beberapa hal yang

Untuk melatih kesiapsiagaan bela negara bagi CPNS ada beberapa hal yang

dapat dilakukan, salah satunya adalah tanggap dan mau tahu terkait dengan

dapat dilakukan, salah satunya adalah tanggap dan mau tahu terkait dengan

kejadian-kejadian permasalahan yang dihadapi bangsa negara Indonesia, tidak

kejadian-kejadian permasalahan yang dihadapi bangsa negara Indonesia, tidak

mudah terprovokasi, tidak mudah percaya dengan barita gosip yang belum jelas

mudah terprovokasi, tidak mudah percaya dengan barita gosip yang belum jelas

asal usulnya, tidak terpengaruh dengan penyalahgunaan obat-obatan terlarang dan

asal usulnya, tidak terpengaruh dengan penyalahgunaan obat-obatan terlarang dan

permasalahan bangsa lainnya, dan yang lebih penting lagi ada mempersiapkan

permasalahan bangsa lainnya, dan yang lebih penting lagi ada mempersiapkan

 jas

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :