• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kali Brasi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Kali Brasi"

Copied!
62
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS

TUGAS

TEORI KALIBRASI I

TEORI KALIBRASI I

N

Na

am

ma

a

:

: P

Ph

hiilliip

p E

Effrru

ua

an

n

NPM: P2313811!"#

NPM: P2313811!"#

T

T$%ni%

$%ni% El$%&r'm

El$%&r'm$(i% 

$(i% 

P'l&$%%$) K$m$n%$) *a%ar&a II

P'l&$%%$) K$m$n%$) *a%ar&a II

2!1+

2!1+

BAB I BAB I PEN,A-ULUAN PEN,A-ULUAN 1 1

(2)
(3)

1

1..11 LLaa&&aar Br B$$llaa%%aann// Has

Hasil il penpengukgukurauran n yanyang g dibdiberikerikan an oleoleh h bebbeberaperapa a alaalat t sejsejenienis s tidtidak ak selselalualu men

menunjunjukkukkan an hashasil il yanyang g samsama, a, mesmeskipukipun n alaalat t tertersebsebut ut mempmempunyunyai ai tiptipe e yanyangg sa

samama. . PPerberbededaaaan n inini i didipeperbrbesesar ar lalagi gi dendengagan n adadananya ya pepengngararuh uh lilingngkkunungagan,n, op

opereratatoror, , sesertrta a memetotode de pepengngukukururanan. . PPadadahahal al dadalalam m memengnghahasisilklkan an hahasisill pengukuran tersebut sangat diharapkan bahwa setiap alat ukur yang digunakan pengukuran tersebut sangat diharapkan bahwa setiap alat ukur yang digunakan dimanapun memberikan hasil ukur yang sama dalam kaitannya dengan keperluan dimanapun memberikan hasil ukur yang sama dalam kaitannya dengan keperluan keamanan, kesehatan, transaksi, dan keselamatan.

keamanan, kesehatan, transaksi, dan keselamatan. Aga

Agar r setsetiap iap alaalat t dapdapat at memmemberiberikan kan hashasil il ukukur ur dendengan gan kekeabsabsahaahan n yanyangg sama, alat ukur tersebut perlu mempunyai ketelusuran kepada standar nasional sama, alat ukur tersebut perlu mempunyai ketelusuran kepada standar nasional ata

atau u stastandandar r intinternernasioasionalnal. . Cara Cara untuntuk uk membmemberierikan kan jamjaminainan n bahbahwa wa alaalat t yanyangg dig

digunaunakan kan mempmempunyunyai ai keketeltelusuusuran ran kekepadpada a stastandandar r nasnasionaional l adaadalah lah dendengangan mela

melakukukan kan kakalibrlibrasi asi terterhadahadap p alaalat t tertersebsebut. ut. LeLebih bih dardari i itu itu untuntuk uk memmemeliheliharaara ke

keteltelusuusuran ran terstersebuebut t perperlu lu dildilakakukaukan n peraperawatwatan an alaalat t daldalam am selselang ang kalkalibribrasiasi tertentu.

tertentu.

Dalam penerapan standar I!"I#C 1$%&' ( &%%',

Dalam penerapan standar I!"I#C 1$%&' ( &%%', kiranya upaya)upaya untukkiranya upaya)upaya untuk menyamakan persepsi bagi semua pihak terkait perlu dilaksanakan. *etelusuran menyamakan persepsi bagi semua pihak terkait perlu dilaksanakan. *etelusuran pengu

pengukurakuran n tidak hanya tidak hanya seksekedar edar menjadmenjadi i persypersyarataaratan n adminadministratistrati+, i+, melainmelainkankan telah menjadi kebutuhan teknis yang mendasar terutama dengan diwajibkannya telah menjadi kebutuhan teknis yang mendasar terutama dengan diwajibkannya menantumkan estimasi ketidakpastian dalam hasil uji.

menantumkan estimasi ketidakpastian dalam hasil uji.11

-agi dunia industri perusahaan/, layanan kesehatan, dan pendidikan yang -agi dunia industri perusahaan/, layanan kesehatan, dan pendidikan yang menerapkan sistem manajemen mutu I! misalnya I! 0%%%(&%%/, kalibrasi alat menerapkan sistem manajemen mutu I! misalnya I! 0%%%(&%%/, kalibrasi alat uk

ukur ur merumerupakpakan an syasyarat rat mutmutlak lak daldalam am usausaha ha menmenjamjamin in mutmutu u dan dan daydaya a saisaingng produk sesuai standar nasional maupun internasional.

produk sesuai standar nasional maupun internasional.

Dalam bidang layanan medis, 2ndang 3 2ndang 4o. 55 Pasal 16 tentang Dalam bidang layanan medis, 2ndang 3 2ndang 4o. 55 Pasal 16 tentang 7

7umah umah akakit it 88ahuahun n &%%&%%0 0 teltelah ah mewamewajibjibkan kan bahbahwa wa setsetiap iap perperalaalatan tan medmedis is didi ru

rumamah h ssakakit it dadan n labolaboraratotoririum um haharurus s ddililakakukukan an pepenngugujijiaan n dadan n kkalalibibrarassi.i. P

Pelaelaksksananaaaan n pepengngujujian ian dadan n kakaliblibrarasi si alaalat t kkesesehaehatatan n bubukakan n hahanynya a sesekkedaedarr mengik

mengikuti uti PeraPeraturan turan 9ente9enteri ri **esehatesehatan an atau atau mematumematuhi hi 2ndan2ndang)2ndag)2ndang, ng, tetapitetapi yang lebih penting lagi adalah dalam rangka menjamin kualitas pelayanan dan yang lebih penting lagi adalah dalam rangka menjamin kualitas pelayanan dan keamanan pasien.

keamanan pasien.&&

1.

1. Morris, Alan S., "Measurement and Instrumentation Principles", 2001, Butterworth Heinemann,Morris, Alan S., "Measurement and Instrumentation Principles", 2001, Butterworth Heinemann, ISBNISBN 0!0#0$1$

0!0#0$1$

& &

(4)
(5)

1

1..11 LLaa&&aar Br B$$llaa%%aann// Has

Hasil il penpengukgukurauran n yanyang g dibdiberikerikan an oleoleh h bebbeberaperapa a alaalat t sejsejenienis s tidtidak ak selselalualu men

menunjunjukkukkan an hashasil il yanyang g samsama, a, mesmeskipukipun n alaalat t tertersebsebut ut mempmempunyunyai ai tiptipe e yanyangg sa

samama. . PPerberbededaaaan n inini i didipeperbrbesesar ar lalagi gi dendengagan n adadananya ya pepengngararuh uh lilingngkkunungagan,n, op

opereratatoror, , sesertrta a memetotode de pepengngukukururanan. . PPadadahahal al dadalalam m memengnghahasisilklkan an hahasisill pengukuran tersebut sangat diharapkan bahwa setiap alat ukur yang digunakan pengukuran tersebut sangat diharapkan bahwa setiap alat ukur yang digunakan dimanapun memberikan hasil ukur yang sama dalam kaitannya dengan keperluan dimanapun memberikan hasil ukur yang sama dalam kaitannya dengan keperluan keamanan, kesehatan, transaksi, dan keselamatan.

keamanan, kesehatan, transaksi, dan keselamatan. Aga

Agar r setsetiap iap alaalat t dapdapat at memmemberiberikan kan hashasil il ukukur ur dendengan gan kekeabsabsahaahan n yanyangg sama, alat ukur tersebut perlu mempunyai ketelusuran kepada standar nasional sama, alat ukur tersebut perlu mempunyai ketelusuran kepada standar nasional ata

atau u stastandandar r intinternernasioasionalnal. . Cara Cara untuntuk uk membmemberierikan kan jamjaminainan n bahbahwa wa alaalat t yanyangg dig

digunaunakan kan mempmempunyunyai ai keketeltelusuusuran ran kekepadpada a stastandandar r nasnasionaional l adaadalah lah dendengangan mela

melakukukan kan kakalibrlibrasi asi terterhadahadap p alaalat t tertersebsebut. ut. LeLebih bih dardari i itu itu untuntuk uk memmemeliheliharaara ke

keteltelusuusuran ran terstersebuebut t perperlu lu dildilakakukaukan n peraperawatwatan an alaalat t daldalam am selselang ang kalkalibribrasiasi tertentu.

tertentu.

Dalam penerapan standar I!"I#C 1$%&' ( &%%',

Dalam penerapan standar I!"I#C 1$%&' ( &%%', kiranya upaya)upaya untukkiranya upaya)upaya untuk menyamakan persepsi bagi semua pihak terkait perlu dilaksanakan. *etelusuran menyamakan persepsi bagi semua pihak terkait perlu dilaksanakan. *etelusuran pengu

pengukurakuran n tidak hanya tidak hanya seksekedar edar menjadmenjadi i persypersyarataaratan n adminadministratistrati+, i+, melainmelainkankan telah menjadi kebutuhan teknis yang mendasar terutama dengan diwajibkannya telah menjadi kebutuhan teknis yang mendasar terutama dengan diwajibkannya menantumkan estimasi ketidakpastian dalam hasil uji.

menantumkan estimasi ketidakpastian dalam hasil uji.11

-agi dunia industri perusahaan/, layanan kesehatan, dan pendidikan yang -agi dunia industri perusahaan/, layanan kesehatan, dan pendidikan yang menerapkan sistem manajemen mutu I! misalnya I! 0%%%(&%%/, kalibrasi alat menerapkan sistem manajemen mutu I! misalnya I! 0%%%(&%%/, kalibrasi alat uk

ukur ur merumerupakpakan an syasyarat rat mutmutlak lak daldalam am usausaha ha menmenjamjamin in mutmutu u dan dan daydaya a saisaingng produk sesuai standar nasional maupun internasional.

produk sesuai standar nasional maupun internasional.

Dalam bidang layanan medis, 2ndang 3 2ndang 4o. 55 Pasal 16 tentang Dalam bidang layanan medis, 2ndang 3 2ndang 4o. 55 Pasal 16 tentang 7

7umah umah akakit it 88ahuahun n &%%&%%0 0 teltelah ah mewamewajibjibkan kan bahbahwa wa setsetiap iap perperalaalatan tan medmedis is didi ru

rumamah h ssakakit it dadan n labolaboraratotoririum um haharurus s ddililakakukukan an pepenngugujijiaan n dadan n kkalalibibrarassi.i. P

Pelaelaksksananaaaan n pepengngujujian ian dadan n kakaliblibrarasi si alaalat t kkesesehaehatatan n bubukakan n hahanynya a sesekkedaedarr mengik

mengikuti uti PeraPeraturan turan 9ente9enteri ri **esehatesehatan an atau atau mematumematuhi hi 2ndan2ndang)2ndag)2ndang, ng, tetapitetapi yang lebih penting lagi adalah dalam rangka menjamin kualitas pelayanan dan yang lebih penting lagi adalah dalam rangka menjamin kualitas pelayanan dan keamanan pasien.

keamanan pasien.&&

1.

1. Morris, Alan S., "Measurement and Instrumentation Principles", 2001, Butterworth Heinemann,Morris, Alan S., "Measurement and Instrumentation Principles", 2001, Butterworth Heinemann, ISBNISBN 0!0#0$1$

0!0#0$1$

& &

(6)
(7)

2 2.h&&p:00.($p%$)./'.i(0r$)'ur$)0('nl'a(0p$ra&uran0UU2!N'..h&&p:00.($p%$)./'.i(0r$)'ur$)0('nl'a(0p$ra&uran0UU2!N'. 2!2!Th2!2!!42!&&/2!Rumah2!Sa%i&.P,5 2!2!Th2!2!!42!&&/2!Rumah2!Sa%i&.P,5 BAB II BAB II PEMBA-ASAN PEMBA-ASAN 2.1

2.1 P$n/$r&ian P$n/$r&ian Kali6ra)i.Kali6ra)i. eara umum

eara umum kalibkalibrasi rasi mempunmempunyai yai pengerpengertian tian sebagasebagai i rangkrangkaian aian kegkegiataniatan memban

membandingkdingkan an hasihasil l pengukpengukuran suatu uran suatu alat dengan alat dengan alat standar alat standar yang sesuaiyang sesuai untu

untuk k menentmenentukan ukan besarbesarnya nya korkoreksi eksi pengukpengukuran uran alat alat serta serta ketketidakpaidakpastianstiannya.nya. Da

Dalalam m pepengngerertitian an inini i alalat at ststanandadar r yayang ng didigugunanakakan n jujuga ga haharurus s teterkrkalialibrbrasasii dibuktikan dengan serti:kat kalibrasi. Dengan demikian maka besarnya koreksi dibuktikan dengan serti:kat kalibrasi. Dengan demikian maka besarnya koreksi pengukuran alat dapat ditelusurkan ke standar nasional atau standar internasional pengukuran alat dapat ditelusurkan ke standar nasional atau standar internasional dengan suatu mata rantai kegiatan kalibrasi yang tidak terputus.

dengan suatu mata rantai kegiatan kalibrasi yang tidak terputus.

Alat ukur yang telah dikalibrasi tidak akan seara terus menerus berlaku Alat ukur yang telah dikalibrasi tidak akan seara terus menerus berlaku masa kalibrasinya, karena peralatan tersebut selama masa penggunaanya pasti masa kalibrasinya, karena peralatan tersebut selama masa penggunaanya pasti me

mengngalalamami i peperurubabahahan n spspesesi:i:kakasi si akakibibat at pepengngararuh uh +r+rekekueuensnsi i pepemamakakaiaian,n, lingk

lingkungan ungan penypenyim)panaim)panan, n, ara ara pemakpemakaian, aian, dan dan sebagsebagainyaainya. . etiap instrumenetiap instrumen ukur harus dianggap tidak ukup baik sampai terbukti melalui kalibrasi dan atau ukur harus dianggap tidak ukup baik sampai terbukti melalui kalibrasi dan atau pe

pengngujujiaian n babahwhwa a ininststrurumemen n ukukur ur tetersrsebuebut t mememamang ng babaik. ik. *a*aliblibrarasi si adadalalahah memastikan kebenaran nilai)nilai yang ditunjukan oleh instrumen ukur atau sistem memastikan kebenaran nilai)nilai yang ditunjukan oleh instrumen ukur atau sistem pengukuran atau nilai)nilai yang diabadikan pada suatu bahan ukur dengan ara pengukuran atau nilai)nilai yang diabadikan pada suatu bahan ukur dengan ara membandingkan dengan nilai kon;ensional yang diwakili oleh standar ukur yang membandingkan dengan nilai kon;ensional yang diwakili oleh standar ukur yang memiliki kemampuan telusur ke standar 4asional atau Internasional. Dengan kata memiliki kemampuan telusur ke standar 4asional atau Internasional. Dengan kata lain( *alibrasi adalah suatu kegiatan untuk menentukan kebenaran kon;ensional lain( *alibrasi adalah suatu kegiatan untuk menentukan kebenaran kon;ensional nilai penunjukan alat inspeksi, alat pengukuran dan alat pengujian.

nilai penunjukan alat inspeksi, alat pengukuran dan alat pengujian.

*alibrasi adalah kegiatan untuk menentukan kebenaran kon;ensional nilai *alibrasi adalah kegiatan untuk menentukan kebenaran kon;ensional nilai penunjukkan alat ukur dan bahan ukur dengan ara membandingkan terhadap penunjukkan alat ukur dan bahan ukur dengan ara membandingkan terhadap st

stanandadar r ukukur ur yayang ng mamampmpu u teteluslusur ur ttraraeaeablble/ e/ kke e ststanandadar r nanasisiononal al mamaupupunun internasional untuk satuan ukuran dan"atau internasional dan bahan)bahan auan internasional untuk satuan ukuran dan"atau internasional dan bahan)bahan auan terserti:kasi.

terserti:kasi.<< 9e

9enunururut t II!"!"I#I#C C =u=uidide e 1$1$%&%&'('(&%&%%' %' dadan n >>ooababulularary y o+ o+ InInteternrnatatioionanall 9et

9etrorologlogy y >I>I9/, 9/, kalkalibraibrasi si adaadalah lah kekegiagiatan tan yanyang g mengmenghubhubungungkan kan nilnilai ai yanyangg ditunjukkan oleh instrumen ukur atau nilai yang diwakili oleh bahan ukur dengan ditunjukkan oleh instrumen ukur atau nilai yang diwakili oleh bahan ukur dengan nilai)

nilai)nilai nilai yang yang sudah diketahusudah diketahui i tingktingkat at kebkebenaranenarannya nya yanyang g berkaberkaitan itan dengadengann besaran yang diukur/. 4ilai yang sudah diketahui ini biasanya merujuk ke suatu besaran yang diukur/. 4ilai yang sudah diketahui ini biasanya merujuk ke suatu nilai dari kalibrator atau standar, yang tentunya harus memiliki akurasi yang lebih nilai dari kalibrator atau standar, yang tentunya harus memiliki akurasi yang lebih tinggi daripada alat ukur yang di)tes biasa disebut unit under test atau 228/ tinggi daripada alat ukur yang di)tes biasa disebut unit under test atau 228/ Ibnu, &%%5/.

Ibnu, &%%5/.55

< <

(8)
(9)

<.P%&de', (, ")ualit% *n+ineerin+ Handoo'", 200-, ISBN 0$2!#1! 5. Ibnu, 9. hodi?, dkk. &%%5, 9alang ( 2ni;ersitas 4egeri 9alang

Dengan kata lain( *alibrasi adalah kegiatan untuk menentukan kebenaran kon;ensional nilai penunjukkan alat ukur dan bahan ukur dengan ara membandingkan terhadap standar ukur yang mampu telusur traeable/ ke standar nasional maupun internasional untuk satuan ukuran dan"atau internasional dan bahan)bahan auan terserti:kasi.

2.2 Pr')$) Kali6ra)i S$ara Umum.17#

7angkaian kegiatan kalibrasi seara sederhana dapat digambarkan sebagai kegiatan persiapan kalibrasi, pelaksanaan kalibrasi, perhitungan data kalibrasi, penentuan ketidakpastian dan penerbitan laporan kalibrasi.

a P$r)iapan Kali6ra)i

• P$r)iapan ala& )&an(ar (an ala& 9an/ (i%ali6ra)i

Alat yang akan dikalibrasi dan alat standar dikondisikan pada kondisi yang sama sesuai metode kalibrasi, hal ini diperlukan untuk menghindarkan perbedaan hasil ukur akibat pengaruh lingkungan.

• P$la%)ana %ali6ra)i

Pelaksana kalibrasi harus dipilih orang yang mengerti tentang kalibrasi yang akan dilaksanakan, misalnya telah pernah mengikuti kursus kalibrasi, telah berpengalaman dibidangnya, dan dalam hal tertentu memerlukan persyaratan latar belakang pendidikan atau persyaratan :sik tertentu misalnya tidak boleh buta warna/. Hal ini diperlukan untuk menghindari kesalahan pengambilan data ukur.

• K'n(i)i lin/%un/an %ali6ra)i

*ondisi lingkungan kalibrasi harus diatur sedemikian sesuai persyaratan metode kalibrasi umpama suhu dan kelembaban. 8idak selamanya kalibrasi harus dilakukan pada ruang yang terkondisi dengan ketat. Pengkondisian lingkungan kalibrasi biasanya dilakukan untuk kalibrasi peralatan yang mudah berubah akibat pengaruh suhu, kelembaban, getaran, ahaya, dan sebagainya.

• M$&'($ %ali6ra)i

9etode kalibrasi dapat mengau kepada metode standar internasional maupun metode standar lainnya semisal te@t book, jurnal, buletin, dan manual peralatan, namun perlu diperhatikan bahwa auan tersebut harus merupakan publikasi yang diakui masyarakat luas. elain itu dari beberapa pilihan metode kalibrasi dapat 5

(10)
(11)

dipilih metode yang mudah dilaksanakan, karena sulitnya mengikuti metode kalibrasi dapat berakibat kesalahan dalam pengambilan data kalibrasi.

1. Morris, Alan S., "Measurement and Instrumentation Principles", 2001, Butterworth Heinemann, ISBN 0!0#0$1$

'.7ole o+ 9easurment and Calibration, &%%6. 24ID!, >ienna terjemahan/ 6 P$la%)anaan Kali6ra)i

• P$n/ama&an aal

 ika alat yang dikalibrasi berupa instrumen, pastikan bahwa alat tersebut dapat beroperasi normal. ika alat berupa objek ukur pastikan bahwa alat mempunyai bentuk sempurna. Pada prinsipnya pelaksanaan kalibrasi tidak bertujuan untuk memperbaiki alat, karenanya alat yang tidak normal seyogyanya tidak boleh dikalibrasi. Alat demikian harus diperbaiki dulu oleh petugas yang khusus menangani perbaikan alat hingga alat tersebut diyakini beroperasi normal.

• P$n9$&$lan

Penyetelan alat yang akan dikalibrasi biasanya diperlukan untuk menghindari kesalahan titik nol. Penyetelan dapat berupa menyetel kedataran, pembersihan alat dari kotoran, menyetel titik nol, dalam hal misalnya kalibrasi neraa elektronik penyetelan dapat berupa kalibrasi internal sesuai prosedur dalam manual.

• P$n/ama&an %$aaran ha)il u%ur

Pengamatan ini dimaksudkan untuk memastikan kewajaran penunjukan alat. ika alat menunjukan hasil ukur yang tidak wajar mungkin perlu penyetelan kembali atau perlu diari penyebab ketidakwajaran penunjukan alat tersebut.

• P$n/u%uran

Pengukuran dilakukan pada titik ukur tertentu seperti dinyatakan dalam dokumen auan kalibrasi sesuai kapasitas alat atau rentang ukur tertentu yang biasa digunakan oleh pengguna alat. ika dokumen auan kalibrasi tidak menyatakan titik ukur, biasanya pengukuran dilakukan dalam selang 1%B dari kapasitas ukur alat. 8itik ukur harus dibuat mudah dibaa oleh pengguna alat. Pada waktu pengukuran hanyalah melakukan pengambilan data dan tidak boleh melakukan kegiatan lainnya yang mungkin menyebabkan pembaaan atau penatatan menjadi salah.

• P$na&a&an

Penatatan hasil ukur harus berdasar kepada apa yang dilihat bukan kepada apa yang dirasakan. Penatatan dilakukan seobjekti+ mungkin menggunakan '

(12)
(13)

+ormat yang telah diranang dengan teliti sesuai dengan ketentuan metode kalibrasi. elain data ukur hal yang perlu diatat adalah identitas alat selengkapnya serta +aktor yang mempengaruhi kalibrasi seperti suhu ruangan, kelembaban, tekanan udara dan sebagainya.

1. Morris, Alan S., "Measurement and Instrumentation Principles", 2001, Butterworth Heinemann, ISBN 0!0#0$1$

'.7ole o+ 9easurment and Calibration, &%%6. 24ID!, >ienna terjemahan/

 P$rhi&un/an

Data kalibrasi yang diperoleh dihitung sesuai metode kalibrasi. Perhitungan biasanya melibatkan pekerjaan mengkon;ersi satuan, menghitung nilai maksimum)minimum, nilai rata)rata, standar de;iasi, atau menentukan persamaan regresi. Hasil perhitungan akan menjadi dasar dalam penarikan kesimpulan dan penentuan ketidakpastian kalibrasi.

( P$n$n&uan K$&i(a%pa)&ian

Penentuan ketidakpastian kalibrasi diperlukan karena ternyata bahwa hasil kalibrasi yang diperoleh dipengaruhi oleh berbagai +aktor antara lain operator, alat kalibrasi, alat bersangkutan, lingkungan, metode kalibrasi. -esarnya pengaruh +aktor)+aktor tersebut ada yang dominan dan ada pula yang dapat diabaikan tergantung jenis kalibrasi yang dilakukan. Dengan demikian nilai telusur atau kesalahan sistematik yang diperoleh dari kalibrasi tidak berada di satu titik tertentu melainkan dalam suatu rentang nilai sebesar nilai ketidakpastian kalibrasi.

$ Lap'ran %ali6ra)i

ormat laporan kalibrasi hendaknya mengau kepada pedoman 4I 10) 1$%&'. Proses penerbitan laporan kalibrasi seara sederhana meliputi tahap(

• P$n/%'n)$pan

Pengkonsepan laporan berdasarkan hasil pengukuran, perhitungan data, dan perhitungan ketidakpastian

• P$m$ri%)aan %'n)$p

Pemeriksaan konsep oleh petugas yang berwenang untuk mengeek kesalahan identitas alat, pengambilan data, kesalahan perhitungan data dan perhitungan ketidakpastian

(14)
(15)

• P$n/$&i%an %'n)$p

Pengetikan konsep laporan dan pemeriksaan kebenaran pengetikan dengan ara membandingkan antara konsep laporan dengan konsep net laporan. • P$n/$)ahan lap'ran

Pengesahan laporan. -iasanya yang mengesahkan laporan kalibrasi adalah kepala laboratorium kalibrasi atau seseorang yang ditunjuk atas dasar pengetahuannya di bidang kalibrasi.

1. Morris, Alan S., "Measurement and Instrumentation Principles", 2001, Butterworth Heinemann, ISBN 0!0#0$1$

'.7ole o+ 9easurment and Calibration, &%%6. 24ID!, >ienna terjemahan/ 2.3 Tuuan (an Manfaa& (ari Kali6ra)i.

2.3.1 Tuuan Kali6ra)i

• 9enentukan de;iasi penyimpangan/ kebenaran nilai kon;ensional penunjukan suatu instrumen ukur.

• 9enjamin hasil)hasil pengukuran sesuai dengan standar 4asional maupun Internasional.

• 9enapai ketertelusuran pengukuran. Hasil pengukuran dapat dikaitkan"ditelusur sampai ke standar yang lebih tinggi"teliti standar primer nasional dan " internasional/, melalui rangkaian perbandingan yang tak terputus.

• 9enentukan de;iasi penyimpangan/ kebenaran nilai kon;ensional penunjukan suatu instrument ukur.

• 9enjamin hasil)hasil pengukuran sesuai dengan standar 4asional maupun Internasional.

9an+aat *alibrasi (

• 9enjaga kondisi instrument ukur dan bahan ukur agar tetap sesuai dengan

spesi:kasinya.

• 2ntuk mendukung sistem mutu yang diterapkan di berbagai industri pada

peralatan laboratorium dan produksi yang dimiliki.

• -isa mengetahui perbedaan penyimpangan/ antara nilai benar dengan nilai

yang ditunjukkan oleh alat ukur. 2.3.2 Manfaa& Kali6ra)i

9an+aat dasar kalibrasi adalah (

• 9endukung sistem mutu yang diterapkan di industri. Ini yang pada awalnya paling populer menjadi pendorong orang atau industri mau mengkalibrasi alatnya. I! 0%%% mensyaratkan semua alat ukur yang terkait dalam produksi

(16)
(17)

harus dijamin mutu keakuratannya. Dan salah satu tool utama untuk ini adalah dengan melakukan kalibrasi. 7e?uirement ini pada tahun)tahun terakhir semakin terasa tidak populer seiring dengan semakin longgarnya penerapan I! 0%%%. Apalagi saat ini banyak perusahaan pemberi serti:kat yang saling bersaing mendapatkan kastamer, yang akhirnya memunulkan dampak negati+ juga yaitu dengan makin melonggarkan aturan sehingga misalnya/ dengan melakukan kalibrasi 1% alat ukurnya saja, dari 1%% alat ukur yang harusnya dikalibrasi, selesai sudah masalahnya. Apalagi jika orang yang ditunjuk sebagai perwakilan auditee memiliki kemampuan komunikasi yang sangat baik alias pandai bersilat lidah/, makin mudah saja mendapatkan serti:kat ini tanpa apek)apek keluar biaya untuk kalibrasi.atu hal lagi bahwa sering terjadi kastamer tidak merasakan man+aat langsung bahkan man+aat teknis di lapangan/ dari kegiatan kalibrasi ini, sehingga ini bisa dijadikan alibi untuk e@use tidak melakukan kalibrasi. Dan alibi ini bisa meyakinkan auditor I!.6

6.*eenan, Charles E. dkk., 1001, #rlangga, akarta

• Dapat mengetahui penyimpangan harga benar dengan harga yang ditunjukkan alat ukur. *alau ini memang menjadi alasan yang teknis si+atnya, dan teknisi saja yang biasanya merasakan riil man+aatnya$

2. El$m$n ; El$m$n (alam Pr')$) Kali6ra)i. • Adanya obyek ukur 2nit 2nder 8est/

• Adanya alibrator standard/

• Adanya prosedur kalibrasi, yang mengau ke standar kalibrasi internasional, nasional atau prosedur yg dikembangkan sendiri oleh laboratorium yg sudah teruji dengan terlebih dulu dilakukan ;eri:kasi.

• Adanya teknisi yang telah memenuhi persyaratan mempunyai kemampuan teknis kalibrasi sebaiknya berserti:kat/.

• Lingkungan terkondisi, baik suhu maupun kelembabannya. Andaipun tidak bisa dikondisikan, misalnya terjadi saat kalibrasi dilakukan di lapangan terbuka, maka +aktor lingkungan harus diakomodasi dalam proses pengukuran dan perhitungan ketidakpastian.

• Hasil kalibrasi itu sendiri, yaitu ?uality reord berupa serti:kat kalibrasi. Di dalamnya teratat measured ;alue, orretion ;alue, dan akhirnya nilai unertainty. erti:kat ini tidak baku bentuknya, minimal harus dapat memberikan in+ormasi tentang seberapa sehat alat ukur milik kastamer yang dikalibrasi. Artinya, kita bisa menambahkan banyak keterangan yang diperlukan, bahkan bisa saja ditambahkan +oto, gambar, hasil analisa khusus,

(18)
(19)

nilau 827 8est 2nertainty 7atio/, bahkan bisa saja melampirkan laporan kinerja alibrator yang digunakan dalam proses ini.

Catatan ( 827 adalah perbandingan antara ketidakpastian karakteristik instrumen yang dikalibrasi terhadap ketidakpastian instrumen kalibratornya spesi:kasi alat bisa dianggap sebagai ketidakpastian terbesar/

2.# Prin)ip K$ra Kali6ra)i.

*alibrasi biasa dilakukan dengan membandingkan suatu standar yang terhubung dengan standar nasional maupun internasional dan bahan)bahan auan terserti:kasi. Prinsip kalibrasi alat ukur ;olume dilakukan dengan mengukur bobot suatu ;olume air destilata yang dikeluarkan oleh alat ukur ;olume. -obot ini kemudian dibandingkan dengan bobot jenis air pada suhu pengukuran ;olume tersebut dilakukan, sehingga dapat ditentukan nilai ketepatannya. *alibrasi alat ukur ;olume dilakukan untuk menyesuaikan keluaran atau indikasi dari suatu perangkat pengukuran ;olume agar sesuai dengan besaran dari standar yang digunakan dalam akurasi tertentu 6

6.*eenan, Charles E. dkk., 1001, #rlangga, akarta $.Day, 7A dan A.L 2nderwood, 101,#rlangga, akarta.

&.'.1 Prinsip dasar kalibrasi(

• !byek 2kur 2nit 2nder 8est/

• tandar 2kurAlat standar kalibrasi, Prosedur"9etrode standar 9engau ke

standar kalibrasi internasional atau prosedur yg dikembangkan sendiri oleh laboratorium yg sudah teruji di;eri:kasi/

• !perator " 8eknisi  Dipersyaratkan operator"teknisi yg mempunyai

kemampuan teknis kalibrasi berserti:kat//

• Lingkungan yg dikondisikan uhu dan kelembaban selalu dikontrol,

=angguan +aktor lingkungan luar selalu diminimalkan F sumber ketidakpastian pengukuran/6

&.'.& Kali6ra)i (ip$rlu%an un&u%:

• Perangkat baru

• uatu perangkat setiap waktu tertentu

• uatu perangkat setiap waktu penggunaan tertentu jam operasi/

• uatu perangkat mengalami tumbukan atau getaran yang berpotensi

mengubah kalibrasi

(20)
(21)

• *etika hasil pengamatan dipertanyakan

*alibrasi, pada umumnya, merupakan proses untuk menyesuaikan keluaran atau indikasi dari suatu perangkat pengukuran agar sesuai dengan besaran dari standar yang digunakan dalam akurasi tertentu. Contohnya, termometer dapat dikalibrasi sehingga kesalahan indikasi atau koreksi dapat ditentukan dan disesuaikan melalui konstanta kalibrasi/, sehingga termometer tersebut menunjukan temperatur yang sebenarnya dalam elius pada titik)titik tertentu di skala.

Di beberapa negara, termasuk Indonesia, memiliki lembaga metrologi nasional 4ational metrology institute/. Di Indonesia terdapat Pusat Penelitian *alibrasi Instrumentasi dan 9etrologi Puslit *I9 LIPI/ yang memiliki standar pengukuran tertinggi dalam I dan satuan)satuan turunannya/ yang akan digunakan sebagai auan bagi perangkat yang dikalibrasi. Puslit *I9 LIPI juga mendukung in+rastuktur metrologi di suatu negara dan, seringkali, negara lain/ dengan membangun rantai pengukuran dari standar tingkat tinggi"internasional dengan perangkat yang digunakan. ',$

'.7ole o+ 9easurment and Calibration, &%%6. 24ID!, >ienna terjemahan/ 6.*eenan, Charles E. dkk., 1001, #rlangga, akarta

$.Day, 7A dan A.L 2nderwood, 101,#rlangga, akarta.

Hasil kalibrasi harus disertai pernyataan Gtraeable unertainityG untuk menentukan tingkat keperayaan yang di e;aluasi dengan saksama dengan analisis ketidakpastian

2.#.3 -a)il Kali6ra)i an&ara lain : • 4ilai !byek 2kur

• 4ilai *oreksi"Penyimpangan

• 4ilai *etidakpastian Pengukuran-esarnya kesalahan yang mungkin terjadi dalam pengukuran, die;aluasi setelah ada hasil pekerjaan yang diukur F analisis ketidakpastian yang benar dengan memperhitungkan semua sumber ketidakpastian yang ada di dalam metode perbandingan yang 1%

(22)
(23)

digunakan serta besarnya kesalahan yang mungkin terjadi dalam pengukuran/

• i+at metrologi lain seperti +aktor kalibrasi, kur;a kalibrasi.

 827 8est 2nertainty 7atio/ adalah perbandingan antara ketidakpastian karakteristik spei:ed/ dari instrumen yang dikalibrasi terhadap ketidakpastian instrumen kalibratornya pesi:kasi alat bisa dianggap sebagai ketidakpastian terbesar/.

2.#. In&$r<al %ali6ra)i:

• *alibrasi harus dilakukan seara periodik

• elang waktu kalibrasi dipengaruhi oleh jenis alat ukur, +rekuensi pemakaian, dan pemeliharaan.

-isa dinyatakan dalam beberapa ara (

o Dengan waktu kalender 1 tahun sekali, dst/ o Dengan waktu pemakaian 1.%%% jam pakai, dst/

o *ombinasi ara pertama dan kedua, tgt mana yg lebih dulu terapai

*alibrasi di Indonesia terdiri dari (

a. *alibrasi 8eknis, adalah kalibrasi peralatan ukur yang tidak berhubungan langsung dengan dunia perdagangan dan dilakukan oleh laboratorium kalibrasi terakreditasi *A4 diakui seara nasional/.

b. *alibrasi Legal, adalah kalibrasi peralatan ukur untuk keperluan perdagangan dan dilakukan oleh Direktorat 9etrologi)Deperindag.

. Howarth, P & Redgrave, F (2008). Mmetrologi – In Short. rd  !dition, !"ramet, S#h"lt$ 

%ra', l*ert'l"nd, +. 0.

2.#.#. E<alua)i K$&i(a%pa)&ian Kali6ra)i 174

#;aluasi ketidakpastian kalibrasi seara umum mengau ke I! " 8A=)5 1005 %"ideline' to !-+re''ion n#ertaint/ in Mea'"rement . 8ampaknya auan ini masih digunakan hingga saat ini. Dasar e;aluasi ketidakpastian adalah penerapan hukum propagasi terhadap model matematika /  1(- , - 2, .. , -  n ) sehingga( *etidakpastian dihitung pada tingkat keperayaan 0'B, oleh karenanya biasa diberi simbol 20'. 4ilai tersebut dihitung dari(

4ilai k adalah nilai yang diperoleh dari tabel t)student seperti dapat dilihat 11

(24)
(25)

dalam lampiran. -anyak diantara badan kalibrasi yang seara mudah mengambil nilai k J & karena kenyataannya pada derajat bebas yang besar k K &. 4amun bila derajat bebas dihitung maka digunakan rumus Eelh)atterthwaite(

4ilai ni disebut derajat bebas tergantung bentuk distribusi kesalahan, jika

berdistribusi normal maka n J n)1 untuk distribusi t)student n tergantung nilai   dan untuk distribusi lainnya diestimasi dengan( 7 disebut +aktor reliabilitas yang besarnya J 1%% 3 besarnya tingkat keperayaan terhadap kebenaran taksiran kesalahan.

a. K$la9a%an ala& u%ur

*alibrasi selalu dilakukan terhadap alat yang tidak rusak, namun alat ukur yang telah dikalibrasi tidak selalu berarti layak pakai. *elayakan harus selalu dibandingkan dengan suatu auan tertentu. Adalah kewajiban pengguna alat untuk melakukan e;aluasi lanjutan terhadap alat ukur yang telah dikalibrasi untuk memastikan kelayakan alat.

6. S$lan/ a%&u %ali6ra)i

eperti telah dikemukakan diatas bahwa selang waktu kalibrasi untuk peralatan ditentukan oleh pengguna jasa. ampai saat ini belum ada ketentuan baku kapan suatu alat harus dikalibrasi ulang. ebagai gambaran berikut ini adalah inter;al kalibrasi untuk beberapa alat(

a. o;en ( 6 bulan untuk uktuasi, & tahun untuk ;ariasi b. muMe +urnae dan baths ( < tahun

. Psyhrometer ( 1% tahun untuk kalibrasi lengkap, ek setiap 6 bulan dengan termometer standar

d. -rook:eld ;isometer ( 1 tahun e. =lassware ( 1% tahun

+. =auge blok (  tahun re+erene/ 5 tahun working/ g. 4eraa ( 1 tahun

1. Morris, Alan S., "Measurement and Instrumentation Principles", 2001, Butterworth Heinemann, ISBN 0!0#0$1$

0. Persyaratan tambahan akreditasi.SR 0 – SR 0(200) Per'/aratan 3am*ahan 4a*oratori"m. 567S6

2.+ Sum6$r ; Sum6$r 9an/ M$mp$n/aruhi -a)il Kali6ra)i.37#

Pr')$(ur

*alibrasi harus dilakukan sesuai dengan prosedur standar yang telah diakui. *esalahan pemahaman prosedur akan membuahkan hasil yang kurang benar 1&

(26)
(27)

dan tidak dapat diperaya. Pengesetan sistem harus teliti sesuai dengan aturan pemakaian alat, agar kesalahan dapat dihindari.

Kali6ra&'r

*alibrator harus mampu telusur kestandar 4asional dan atau Internasional.  8anpa memiliki ketelusuran, hasil kalibrasi tidak akan diakui oleh pihak lain. Demikian pulaketelitian, keermatan dan kestabilan kalibrator harus setingkat lebih baik dari pada alat yang dikalibrasi

T$na/a p$n/%ali6ra)i

 8enaga pengkalibrasi harus memiliki keahlian dan ketrampilan yang memadai, karena hasil kalibrasi sangat tergantung kepadanya. *emampuan mengoperasikan alat dan kemampuan ;isualnya, umumnya sangat diperlukan, terutama untuk menghindari kesalahan yang disebabkan oleh peralak maupun penalaran posisi skala.

P$ri'($ %ali6ra)i

Periode kalibrasi adalah selang waktu antara satu kalibrasi suatu alat ukur dengan kalibrasi berikutnya. Periode kalibrasi tergantung pada beberapa +aktor antara lain pada kualitas metrologis alat ukur tersebut, +rekuensi pemakaian, pemeliharaan atau penyimpanan dan tingkat ketelitianya. Periode kalibrasi dapat ditetapkan berdasarkan lamanya pemakaian alat, waktu kalender atau gabungan dari keduanya.

Lin/%un/an

Lingkungan dapat menyebabkan pengaruh yang sangat besar terhadap kalibrasi terutama untuk mengkalibrasi kalibrator. 9isalnya kondisi suhu, kelembabab, getaran mekanik medan listrik, medan magnetik, medan elektro magnetik, tingkat penerangan dan sebagainya.

Ala& 9an/ (i%ali6ra)i

Alat yang dikalibrasi harus dalam keadaan maksimal, artinya dalam kondisi  jalan dengan baik, stabil dan tidak terdapat kerusakan yang menggangu.

<.PyNdek, 8, GOuality #ngineering HandbookG, &%%<, I-4 %)&5$)5615)$ '.7ole o+ 9easurment and Calibration, &%%6. 24ID!, >ienna terjemahan/

&.$ B$6$rap p$rala&an la6'ra&'rium 9an/ p$rlu (i%ali6ra)i a(alah :

(28)
(29)

a. Diluter 9akro  Diluter maro /

*alibrasi dapat dilakukan dengan beberapa ara, antara lain dengan perbandingan pengeeran.

Cara (

• #nerkan larutan Nat warna e;ans blue, -P atau bathophenanthroline/

dengan a?uades menggunakan diluter yang akan dikalibrasi. Lakukan hal yang sama dengan menggunakan pipet atau labu ukur yang berserti:kat kelas A dari 4ational -ureau tadar  4- /.

• -aa absorbans larutan warna hasil pengeeran dengan diluter

menggunakan spektro+otometer yang telah dikalibrasi. Lakukan hal yang sama pada larutan warna hasil pengeneran dengan pipet"labu ukur.

• Catat kedua hasil tersebut dan bandingkan.

• Diluter dalam keadaan baik bila pembaaan hasil keduanya sama atau

hampir sama  berbeda %,' 3 1 B /.

b. Diluter 9ikro  diluter miro /

Hal hal yang perlu diperhatikan adalah (

• etiap kali sebelum alat dipakai harus direndam atau dibasahi dengan

a?uades atau bahan pelarut yang sesuai selama  1 menit untuk menghindari timbulnya gelembung pada waktu logam diluter menyentuh airan, sehingga ;olume di dalam akram mikrodiluter berkurang.

• etelah direndam, segera tiriskan di atas kertas tissue"kertas penghisap untuk menghilangkan kelebihan airan yang menempel pada logam.

2ntuk kalibrasi ;olume mikro diluter digunakan  ,ilu&$r ,$li&$r9 &$)&$r  yaitu karton penghisap dengan gambaran lingkaran 3 lingkaran dengan diameter tertentu yang menunjukkan ;olume tertentu pula. 9isalnya diameter %,0 m menunjukkan ;olume %,%&'6,$

6.*eenan, Charles E. dkk., 1001, #rlangga, akarta

$.Day, 7A dan A.L 2nderwood, 101,#rlangga, akarta.

Cara (

•  8egakkan mikrodiluter yang telah berisi airan di atas karton dengan diameter lingkaran yang sesuai dengan ;olume mikrodiluter yang akan dikalibrasi.

•  8empelkan akram diluter tepat pada tengah lingkaran.

• Apabila airan membasahi lingkaran sampai batas tepinya, berarti

;olume airan di dalam akram sesuai atau tepat.

(30)
(31)

• Apabila airan tidak menapai tepi, berarti ;olume kurang dari yang seharusnya, dan sebaliknya bila airan melebar keluar lingkaran berarti ;olumenya melebihi dari yang seharusnya.

. Inkubator  inubator / Cara (

• Catat suhu inkubator pada kartu setiap hari sebelum mulai bekerja.

• Penyimpangan suhu yang melebihi & oC, pengatur suhu perlu disetel kembali.

d. Lemari es  7e+rigerator"+reeNer /

• Catat suhu setiap hari dengan termometer atau suhu yang terlihat pada digital display pada +reeNer. 8ermometer yang digunakan harus sesuai dengan suhu alat yang dikalibrasi, misalnya & 3  oC, ) &% oC atau 3 $6 oC.

• eara berkala periksa dengan menggunakan termometer standar.

• Cookkan hasil yang didapat antara suu yang ditunjukkan oleh termometer digital display dengan termometer standar.

e. !;en Cara (

• eara berkala lakukan pemeriksaan suhu dengan menggunakan termometer.

• Cookkan hasil yang di dapat antara suhu yang terantum dalam o;en dengan suhu yang di tunjukkan oleh termometer standar.6,1%

6.*eenan, Charles E. dkk., 1001, #rlangga, akarta

1%. Cooper, ED, Instrumentasi #lektronik dan 8eknik Pengukuran, edisi ke 3 &, #rlangga.

 akarta

+. !tokla+  Autola;e /

Digunakan untuk menguji apakah +ungsi alat, suhu, waktu dan tekanannya sudah benar.

Pengujian dapat dilakukan dengan menggunakan (

(32)
(33)

1. Autola;e indiator tape. Cara (

• 7ekatkan indiator tape seara melingkar pada kemasan yang aikan

disterilisasi. Pada otokla+ yang besar, kemasan diletakkan pada bagian atas dan bagian bawah otokla+.

• Atur suhu, waktu dan tekanan • Hidupkan otokla+ 

• etelah selesai baa indiator tape dengan melihat perubahan warna ang

terjadi pada garis 3 garis diagonal. -ila proses sterilisasi berjalan dengan baik, garis 3 garis diagonal berubah warna dari putih menjadi oklat kehitam 3 hitaman.

&. -aillus stearothermophilus Cara (

• 9asukkan baillus stearothermophilus dalam bentuk lio:lisasi dalam otokla+. • Atur suhu, waktu dan tekanan

• Hidupkan otokla+.

• etelah selesai, ambil -aillus stearothermophilus dan taman pada agar darah blood agar/ dan inkubasi pada suhu 5% 3 6% oC selama &5 3 5 jam. • Proses sterilisasi berjalan baik bila tidak ada pertumbuhan -aillus

stearothermophilus.

g. Peralatan #lisa !li'a, a++arat"'/ Peralatan #lisa terdiri dari ( 1. #lisa 7eader

 Qang perlu dikalibrasi adalah ( ) Liniaritas alat

) tabilitas pembaaan ) *etepatan pembaaan6,1%

6.*eenan, Charles E. dkk., 1001, #rlangga, akarta

1%. Cooper, ED, Instrumentasi #lektronik dan 8eknik Pengukuran, edisi ke 3 &, #rlangga.

 akarta

*alibrasi harus diakukan (

) Pertama kali alat tersebut dipakai ) etelah penggantian lampu

) eara berkala untuk ketepatan pembaaan

(34)
(35)

Cara kalibrasi sangat ber;ariasi, tergantung merek dari alat, untuk itu perlu mengikuti petunjuk yang terdapat pada masing 3 masing alat.

&. #lisa Easher

 Qang perlu dikalibrasi pada alat ini adalah (

) >olume dispenser. Eaktu dispensing, ;olume di dalam washer harus sesuai dengan serti:kasi masing 3 masing alat. Apabila ;olume tidak tepat, di kalibrasi sesuai dengan petunjuk yang ada pada alat.

) isa yang tertinggal dalam sumur rest ;olume/. isa yang tertinggal tidak boleh melebihi ;olume yang ditentukan untuk masing 3 masing alat. Apabila ;olume melebihi ;olume yang ditentukan maka alat perlu di kalibrasi.

) Posisi sumur. Hal 3 hal yang perlu diperhatikan yaitu pada waktu dispensing atau asperasi, bagian head tidak boleh menyentuh tepi atau dasar sumur.

<. Inkubator In#"*ator/.

uhu yang dipakai harus sesuai dengan serti:kasi masing 3 masing alat dan dipantau setiap kali digunakan.

5. Heating blok

uhu haeting blok harus dikalibrasi dengan ara ( ) Letakkan alat 48C pada ruangan inkubasi. ) Pasang digital nilai !hm.

) Amati perubahan nilai !hm.

) Hasil yang diperoleh adalah sebesar $%& !hm untuk suhu <$ oC dan

''$,' !hm untuk suhu '% oC.

) -ila hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan nilai di atas, harus dilakukan penyesuian dengan ara memutar potensio P< dan P5 yang terdapat di dalam haeting blok.1%

1%. Cooper, ED, Instrumentasi #lektronik dan 8eknik Pengukuran, edisi ke 3 &, #rlangga.  akarta

h. pH meter

Hal 3 hal yang perlu diperhatikan adalah (

(36)
(37)

• Letakkan konektor pada pH meter untuk tepat elektroda harus

diperhatikan dengan baik, jangan sampai salah menghubungkan ke konektor lain.

• Pada saat menuang airan kimia harus hati 3 hati jangan sampai tumpah

ke pH meter, karena akan merusak komponen di dalamnya.

elain dari pada hal 3 hal tersebut di atas, perlu dilakukan kitaan khusus terhadap elektroda, yaitu (

• Penggunaan elektroda harus hati 3 hati jangan sampai terbentur benda 3

benda keras, karena elektroda terbuat dari bahan gelas yang dapat peah.

• Cui elektroda sebelum dan sesudah digunakan

*alibrasi perlu dilakukan setiap kali akan digunakan. Dilakukan dengan menggunakan (

1. pH imulator Cara (

 iapkan alat pH meter yang akan diperiksa dan pH simulator.

 Hubungkan pH simulator ke tombol yang digunakan untuk

menghubungkan dengan elektroda pada pH meter.

 Hubungkan masing 3 masing alat yang telah disambungkan tersebut ke

listrik.

 -erikan input pH $ dari pH simulator dan atur Nero.

 2langi tindakan tersebut sampai penunjukan pH meter konstan dan

menunjuk $ atau % m>.

 *emudian berikan input pH 5 pada pH simulator, amati dan tepatkan penunjuk pada pH meter sampai menunjuk angka 5 dengan mengatur kompensasi temperatur.

 Lakukan hal yang sama untuk input pH 0 dari pH simulator ke pH meter

sampai penunjukkan konstan.

 pH meter siap untuk digunakan.

(38)
(39)

1%. Cooper, ED, Instrumentasi #lektronik dan 8eknik Pengukuran, edisi ke 3 &, #rlangga.  akarta

&. Larutan buRer standar Cara (

 iapkan larutan 3 larutan buRer standar pH 5,$ dan 0 , a?uadest serta tissue halus.

 Hubungkan pH meter dengan elektroda gelas.

 4yalakan pH meter.

 -ilas elektroda dengan a?uades yang baru dan keringkan dengan kertas tissue, masukkan ke dalam beaker glass berisi larutan buRer pH $.

 Periksa penunjukkan pH, tepatkan sampai menunjukkan pH $ dengan mengatur Nero. 2langi sampai konstan.

 -ila elektroda dengan a?uadest dan keringkan dengan kertas tissue, lakukan hal yang sama ke dalam larutan buRer pH 5. periksa penunjuk pH, tepetkan sampai menunjukkan pH 5 dengan mengatur kompensasi. 2langi sampai meter menunjukkan angka konstan.

 Lakukan hal yang sama untuk buRer pH 0.

  pH buRer siap untuk digunakan.11

i. Pipet Cara (

  8imbang botol timbangan dengan timbang analitik, kemudian atat hasilnya, misalnya A mg.

 Isap a?uadest yang sudah diukur suhunya dengan pipet yang sudah dikalibrasi, masukkan dalam botol timbang. 9isalnya suhu a?uadest &', 1 %C, tentukan berat jenisnya -/ dengan melihat pada tabel - a?uadest yaitu %,00$%1$. da+tar berat jenis a?uadest dapat dilihat pada tabel 11 di bawah ini/.

  8imbang botol timbangan yang sudah berisi a?uadest dan atat hasilnya, misalnya - mg.

 Hitung berat a?uadest yaitu -)A/ mg.

 9aka ;olume a?uadest adalah ( -erat a?uadest -)A/

>olume J - a?uadest %,00$%1$

(40)
(41)

11. -rady, ames #. 1001. akarta ( -ina 7upa Aksara

 Hitung perbedaan antara ;olume hasil perhitungan di atas dengan ;olume yang dipipet.

 -atas penyimpangan yang masih diperbolehkan sesuai dengan jenis pipet dapat dilihat pada tabel 1& di bawah.

Cara kalibrasi ini juga dapat dilakukan pula untuk labu ;olumetrik dan gelas ukur dan lain 3 lain.11

 j. Penangas air 9ater*ath)

 Qang perlu dipantau adalah suhu. Cara pemantauan pengatur suhu sama saperti pemantauan suhu pada re+rigerator atau o;en.1%

k. 7otator haker/

*alibrasi dapat dilakukan dengan ara sebagai berikut ( 1. 9enggunakan tahometer.

-ila keepatan antara tahometer dengan alat pengukur keepatan pada rotator menunjukkan angka yang sama, berarti alat dalam keadaan baik. &. menggunakan ara sederhana sebagai berikut (

a. pegang pensil seara tegak disamping plate. b. alankan rotator sambil memilih jam

. Hitung sentuhan plate pada pinsil dalam waktu 1 menit.

d. -ila jumlah hitungan sesuai dengan alat pengukur keepatan, berarti alat dalam keadaan baik.1%

l. entri+us entri+uge/

*alibrasi sentri+us dilakukan dengan mengukur keepatan permenit dan waktu. Pada re+rigerated entru+uge selain kalibrasi rpm dan waktu juga perlu kalibrasi suhu.

1. *alibrasi rpm

Dapat dilakukan dengan menggunakan (

a. 8ahometer mekanik yaitu dengan kabel yang lentur.

(42)
(43)

1%. Cooper, ED, Instrumentasi #lektronik dan 8eknik Pengukuran, edisi ke 3 &, #rlangga.  akarta

Cara (

 2jung kabel yang satu kaitkan pada kumparan motor di dalam,

sedangkan ujung yang lain dihubungkan dengan alat meter.

 et sentri+us pada rpm tertentu, kemudian jalankan.

 Catat rpm yang ditunjukkan oleh meter pada tahometer.

 2langi beberapa kali, hitung rata 3 rata.

b. 8ahometer elektrik

 Letakkan bagian magnit di keliling oil, sehingga menimbulkan aliran

listrik bila alat dijalankan.

 et sentri+us pada rpm tertentu.

 Aliran listrik yang timbul akan menggerakkan bagian meter.

 Catat rpm yang di tunjukkan oleh meter pada tahometer.

 2langi beberapa kali, hitung rata 3 rata.1%

. trobe light

Alat ini digunakan bila tahometer tidak dapat menjangkau motor. *eepatan putar"rpm masih dapat diterima bila penyimpangan nilai rata 3 rata tidak lebih dari ' B.

&. *alibrasi alat penatat waktu timer/

Dapat dilakukan dengan menggunakan stopwath. Cara (

 et sentri+us pada waktu yang sering dipakai, misalnya ' menit.

  alankan alat dan bersamaan dengan itu jalankan stopwath

 Pada waktu sentri+us berhenti, matikan stopwath, atat waktu yang

ditunjukkan stopwath.

 2langi beberapa kali, hitung rata 3 rata.

Alat penatat waktu timer/ masih dapat diterima bila penyimpangan nilai rata 3 rata tidak lebih dari 1% B.1%

(44)
(45)

1%. Cooper, ED, Instrumentasi #lektronik dan 8eknik Pengukuran, edisi ke 3 &, #rlangga.  akarta

m. pektro+otometer spetrophotometer/11

*alibrasi meliputi (

1. *etepatan pengukuran absorban

*alibrasi dilakukan tiap minggu, kalibrasi dulakukan dengan memakai larutan '% mg atau 1%% mg"l potasium bihromat *&Cr&!$/ %, 4 asam sul+at H&!5/. ormat larutan tersebut dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Larutan tersebut mempunyai nilai absorban pada setiap panjang gelombang.

&. *etepatan panjang gelombang

Lakukan kalibrasi ini setiap 6 bulan, kalibrasi dapat menggunakan beberapa ara (

a. Dengan warna sinar

*alibrasi berdasarkan pengamatan warna, hasilnya kurang teliti.

Cara, Pada arah jalannya sinar diberi kertas putih dan amati warna yang timbul pada panjang gelombang tertentu (

 Hijau kebiruan ( pada panjang gelombang '%% nm

 Hijau terang ( pada panjang gelombang '&' nm

 *uning hijau ( pada panjang gelombang '' nm

 8oleransi yang masih dianggap baik adalah  ' nm.

b/. Dengan lampu Deuterium

Hanya dapat dilakukan pada spektro+otometer 2> 3 >is, ara ( apakah B 8 maksimum ada pada panjang gelombang 6'6  %,5nm.

/. Dengan :lter Didynium atau Holmium !@ide

Cara (

Periksa B 8 min"Abs maks dari :lter Didynium atau Holmium !@ide. B 8 dari Didynium :lter ada pada panjang gelombang '6  < nm, sedangkan B 8 min dari Holmium !@ide pada panjang gelombang <6%,0  %,$' nm.

d/. Dengan standar :lter berserti:kat

(46)
(47)

-eberapa spektro+otometer dapat menggunakan :lter standar berserti:kat yang mempunyai B 8 maks untuk panjang gelombang tertentu seperti yang terantum pada labelnya.

11. -rady, ames #. 1001. akarta ( -ina 7upa Aksara

Cara (

 -ila spektro+otometer yang akan dikalibrasi mempunyai lebih dari satu sumber, gunakan lampu 8ungsten.

 9asukkan standar panjang gelombang 1% nm di bawah standar

panjang gelombang.

 Atur B 8 sehingga menunjukkan % 3 0% B 8.

 Panjang gelombang dimasukkan perlahan 3 lahan sambil mengamati

B 8, B 8 harus naik, bila tidak naik ulangi langkah 3 langkah tersebut di atas.

Carilah panjang gelombang dimana terdapat B 8 maksimum dan atat panjang gelombang tersebut. -atas yang dapat ditoleransi adalah panjang gelombang standar seperti pada label  ' nm.

<. Linearitas alat

Lakukan kalibrasi setiap 6 bulan. *alibrasi linearitas dapat dilakukan dengan mengukur absorban pada panjang gelombang tertentu terhadap konsentrasi tertentu terhadap konsentrasi larutan yang berbeda 3 beda yang telah diketahui nilainya.

Pemeriksaan dilakukan dengan (

a. Larutan *alium bikromat * &Cr&!$/ untuk daerah 2> S 5%% nm/, dengan serial konsentrasi.

Cara (

 -uat stok * &Cr&!$yaitu dengan melarutkan '% mg *alium bikromat dalam 1 liter asam sul+at %,%1 4.

 -uat serial pengeneran stok kalium bikromat dengan larutan asam

stok dienerkan hingga menjadi &' ml 1% ml sul+at %,%1 4 sebagai berikut (

1% ml stok dienerkan hingga menjadi '% ml ' stok dienerkan menjadi '% ml

(48)
(49)

 2kur absorban dari masing 3 masing pengeneran dengan menggunakan blanko asam sul+at %,%1 4 pada panjang gelombang <'% nm.

 Hasil disebut linier bila nilai absorban dari masing 3 masing pengeneran seperti terlihat pada tabel.6

6.*eenan, Charles E. dkk., 1001, #rlangga, akarta

Nilai a6)'r6an pa(a 6$r6a/ai p$n/$n$ran laru&an K 2=r2O"

 elain itu dapat pula dengan menatat hubungan antara konsentrasi

dan absorban dengan menggunakan kertas gra:k dan amati apakah gra:k menunjukkan garis lurus atau tidak.

b. Larutan obalt ammonium

sul+at untuk daerah

panjang gelombang lebih dari 5%% nm.

Cara (

 -uat larutan

stok obalt

ammonium sul+at yaitu dengan melarutkan ,% gr obalt ammonium dalam 1%% ml asam sul+at 1 B ;";.

 -uat pengeneran yang tepat dengan perbandingan 1(&, 1(< dan 1(5.  2kur absorban dari masing 3 masing pengeneran dengan blanko

asam sul+at 1 B pada panjang gelombang '1& nm. Plot hubungan antara konsentrasi dan absorban yang dibaa pada kertas gra:k dan amati apakah gra:knya menunjukkan garis lurus.

. ilter standar berserti:kat yang telah diketahui B 8 pada panjang gelombang tertentu.

Cara (

 9asukkan standar 1%% B 8.

 et panjang gelombang sesuai dengan yang terantum pada tabel.

&5 S&'%  K 2=r2O" >'l )$&$lah p$n/$n$ra n Nilai a6)'r6an ?3#! 1% ml 1% ml ' ml &' ml '% ml '% ml %,&15 %, 1%$ %, %'5

(50)
(51)

 Atur B 8 hingga menunjuk 1%% B 8.

 =anti standar 1%% B 8 dengan standar % B 8.

 2langi langkah 3 langkah diatas hingga menunjukkan % B 8 dan atat nilai B 8 nya.

 -atas toleransi yang masih dapat diterima sesuai dengan petunjuk produk tersebut.1&

5. tray light stay energy/

tay light adalah ahaya lain diluar panjang gelombang tertentu yang diinginkan. umbernya dapat berasal dari sinar yang boor dari luar, sinar dari panjang gelombang lain atau dari alat itu sendiri. 9isalnya kerusakan monokromator dan pembiasan sinar yang jatuh pada ku;et.

12. Ba))$&&, *. (%% . 1441. *imia Analisis *uantitati+ Anorganik. *a%ar&a  ( Penerbit -uku

*edokteran EG=

Lakukan kalibrasi setiap 6 bulan. *alibrasi dapat dilakukan dengan beberapa ara ( a. Larutan sodium iodida

Larutan sodium iodida dalam air mempunyai B 8 lebih keil dari 1 pada panjang gelombang &6% nm.

b. =elas orning ;ior

=elas tidak akan men transmisikan ahaya pada panjang gelombang &%' nm.

. tandar :lter berserti:kat

ada standar tersebut terdapat < buah :lter 7# dengan panjang gelombang &&% nm, <5% nm dan 5%% nm.

ilter akan menyerap ahaya di atas panjang gelombang tersebut dan akan melewatkan ahaya di bawah panjang gelombang tersebut. Cara

 9asukkan standar 1%% B 8

 et panjang gelombang 5%% nm.

 Atur B 8 hingga menunjukkan 1%% B 8

 =anti standar 1%% B 8 dengan standar 7# 5%% nm dan atat pembaaan B 8.

 2langi langkah 3 langkah tersebut di atas untuk :lter 7# <5% nm dan &&% nm.

 Hasil yang masih dapat diterima adalah % ) %,6 B 8.1&

n. 8imbangan analitik  nal/ti#al alan#e/

(52)
(53)

*alibrasi anak timbangan dilakukan dengan anak timbangan standar yang berserti:kat kelas 9, yang memperhatikan nilai nominal setiap anak timbangan, de;iasi sistematik dari nilai nominal, kelas ketelitian, ketidakpastian, nilai massa dan massa jenis bahan atau ;olume.

Cara kalibrasi anak timbangan (

 Periksalah titik nol, jarum penunjuk angka harus menunjukkan angka

nol.

 Letakkan anak timbangan standar yang teringan.

  8imbang anak timbangan yang di pakai sehari 3 hari, -aa dan atat

hasil.

 2langi penimbangan dengan anak timbangan standar yang lebih

berat.

 Anak timbangan dianggap masih tepat bila berat yang ditunjukkan

oleh anak timbangan tidak menyimpang lebih besar dari %,1 B dari

berat masing 3 masing anak timbangan standar. 1%

1%. Cooper, ED, Instrumentasi #lektronik dan 8eknik Pengukuran, edisi ke 3 &,

#rlangga. akarta

12.Ba))$&&, *. (%% . 1441. *imia Analisis *uantitati+ Anorganik. *a%ar&a ( Penerbit

-uku *edokteran EG=

o. 8imbangan elektrik  #letrial -alane/

*alibrasi timbangan dilakukan setiap hari dengan memakai anak timbangan standar yang berserti:kat kelas . Cara (

 Lakukan penimbangan anak timbangan standar

 Catat hasil timbangan

 2langi sampai ' kali hitung nilai rata 3 rata toleransi perbedaan berat

yang masih dapat diterima adalah (

 2ntuk berat 1 3 '% mg J  %,%15 mg

 2ntuk berat 1%% 3 '%% mg J  %,%&' mg

 2ntuk berat 1 3 ' mg J  %,%'5 mg

p. 8ermometer

*alibrasi dilakukan setiap 6 bulan sekali dengan ara sebagai berikut (

 Letakkan thermometer yang dikalibrasi dan thermometer standar

berserti:kat berdekatan dalam ruang ber AC suhu &%o 3 &'oC/ dan

diamkan selama 1 jam.

(54)
(55)

 Catat suhu yang ditunjukkan oleh kedua alat thermometer.

  8hermometer memenuhi syarat bila perbedaan pembaaan suhu antara kedua thermometer adalah  %,' oC.

 2langi pemeriksaan di atas dengan menggunakan suhu <% oC 3 5% oC

dalam o;en/.1%

&. P$m$liharaan p$rala&an

&..1. Ala& )&an(ar

Alat standar sedapat mungkin disimpan dalam kondisi yang menegah perubahan si+at :sik alat standar seperti karat misalnya. 2ntuk alat)alat yang perlu disimpan dalam kelembaban rendah agar disimpan dalam desikator atau lemari yang dapat diatur kelembabannya. Anak timbangan perlu disimpan dalam kotak kayu yang dindingnya dilapisi beludru untuk menghindarkan goresan karena gesekan logam dengan kayu. *otak anak timbangan disimpan dalam lemari yang kering. ika ukup banyak desikator, dapat juga disimpan dalam desikator untuk menghindarkan karat.

Catatan penggunaan alat dapat ditempatkan di tempat penyimpanan alat untuk memudahkan penatatan jika akan digunakan untuk kalibrasi. etiap pengeluaran alat standar selalu diatat mengenai nama alat standar, tanggal pengeluaran, nama pengguna, dan tanda tangan pengguna alat. Catatan akan diberi keterangan Ttelah kembaliU jika alat bersangkutan telah dikembalikan.1,<

1.Morris, Alan S., "Measurement and Instrumentation Principles", 2001, Butterworth Heinemann, ISBN 0!0#0$1$

<PyNdek, 8, GOuality #ngineering HandbookG, &%%<, I-4 %)&5$)5615)$

1%.Cooper, ED, Instrumentasi #lektronik dan 8eknik Pengukuran, edisi ke 3 &,

#rlangga. akarta &..&. Ala& u%ur

Alat ukur umumnya digunakan jauh lebih sering daripada alat standar. Hal ini mengakibatkan alat ukur tersebut mudah menjadi tidak normal. adi pemeliharaan haruslah kegiatan yang ditujukan agar alat bersangkutan dapat dipertahankan beroperasi normal. 8entu ara pemeliharaan masing)masing jenis alat berbeda tetapi dalam bab ini hanya akan dibahas alat umum saja. -eberapa peralatan yang umum digunakan di laboratorium adalah(

&..&.a 4eraa analitik

4eraa analitik adalah neraa yang mempunyai ketelitian atau daya baa terkeil sebesar %,1 mg disebut juga neraa semimikro. 4eraa analitik ada dua  jenis yaitu neraa analitik mekanik dan neraa analitik elektronik. Pemeliharaan &$

(56)
(57)

yang perlu dilakukan antara lain(

1. Ditempatkan diatas meja yang paling stabil di laboratorium, *arena itu dipilih

tempat dekat dinding atau dipojok ruangan

&. 9enggunakan 'ta*ili$er  yang sesuai

<. Dihindarkan dari sinar matahari langsung

5. Dihindarkan dari gerakan udara

'. Dihindarkan dari radiasi panas dan elektromagnetik

6. Didatarkan posisinya dengan mengatur mata kuing

$. Ditutup pintu neraa pada saat tidak digunakan

. Dihidupkan setiap hari meskipun tidak digunakan.

&..&.b !;en

1. -ersihkan bagian dalam o;en dari sisa ontoh atau kotoran lain

&. -ersihkan dinding bagian luar dari debu menggunakan lap bersih, jika perlu

dapat digunakan sedikit deterjen

<. ika mungkin penggunaan o;en hanya di satu titik ukur

5. Hidupkan o;en setiap hari meskipun tidak digunakan. ika tidak digunakan

hidupkan 1 3 & jam

'. Pastikan ;oltase input stabil sesuai dengan spesi:kasi alat

6. Periksalah suhu o;en melalui termometer indikator dan pastikan suhu

menapai titik yang diinginkan. ika tidak, segera matikan o;en.

'.7ole o+ 9easurment and Calibration, &%%6. 24ID!, >ienna terjemahan/

0. Persyaratan tambahan akreditasi.SR0 – SR 0(200) Per'/aratan 3am*ahan

4a*oratori"m. 567S6

1%. Cooper, ED, Instrumentasi #lektronik dan 8eknik Pengukuran, edisi ke 3 &,

#rlangga. akarta

1&..&. Alat gelas ;olumetrik/

1. Cui alat gelas menggunakan ampuran asam sul+at dan kalium dikhromat,

hati)hati bahan ini berbahaya

&. *eringkan pada rak pengering tetapi tidak boleh dipanaskan dalam o;en

<. impan alat ;olumetrik yang tidak dipakai dalam lemari tertutup untuk

menghindari debu

&..&.d. pektro+otometer 2>)>I

1. Dioperasikan menggunakan 'ta*ili$er  yang sesuai

1. Dihidupkan tiap hari meskipun tidak dipakai. ika tidak dipakai ukup 1)& jam

(58)
(59)

&. Hindarkan sedapat mungkin tumpahnya airan kedalam wadah #"vet . ika ini terjadi segera bersihkan kembali dan keringkan seperti sediakala

<. 9atikan lampu deuterium dan lampu wol+ram bila tidak dipakai

5. Ikuti manual alat dalam pemeliharaan alat.

&..&.e pH meter

1. Dioperasikan sesuai manual alat

&. Dihidupkan tiap hari meskipun tidak dipakai. ika tidak dipakai ukup 1 jam

atau sampai mati sendiri jika dilengkapi a"to o: 

<. -ersihkan badan pH meter dari debu atau airan yang mungkin menetes

keatasnya

5. #lektroda selalu terendam dalam air suling pH J $/ atau larutan yang

disediakan pabrik

'. Larutan didalam elektroda tidak boleh kering, selalu diisi kembali dengan

larutan yang dipersyaratkan pabrik pembuat alat 1. P$la9anan %ali6ra)i

Pelayanan kalibrasi dapat ditujukan untuk keperluan internal maupun eksternal sebagai pelayanan kalibrasi kepada masyarakat luas. Pada prinsipnya agar kalibrasi dapat dilaksanakan harus disediakan ( alat standar yang terkalibrasi, metode kalibrasi yang diakui, pelaksana kalibrasi yang berkuali:kasi, rekaman yang memadai serta lingkungan kalibrasi yang memenuhi persyaratan metode kalibrasi.

*alibrasi internal dapat dilaksanakan dengan memperhatikan kelengkapan +asilitas tersebut. Instansi bersangkutan hanya terbatas melayani kebutuhan kalibrasi internal untuk jenis kalibrasi tertentu, namun instansi yang bersangkutan tidak dibenarkan memberikan pelayanan kepada masyarakat luas.

Pelayanan kalibrasi eksternal dimungkinkan setelah instansi bersangkutan memperoleh akreditasi misalnya dari *omite Akreditasi 4asional *A4/ atau dari

badan akreditasi lain yang diakui *A4 seperti 4A8A, 4A9A, 74#. 0

0.Persyaratan tambahan akreditasi.SR 0 – SR 0(200) Per'/aratan 3am*ahan

4a*oratori"m. 567S6 BAB III

PENUTUP

3.1 K$)impulan

(60)
(61)

eara umum kalibrasi mempunyai pengertian sebagai rangkaian kegiatan membandingkan hasil pengukuran suatu alat dengan alat standar yang sesuai untuk menentukan besarnya koreksi pengukuran alat serta ketidakpastiannya.

• 7angkaian kegiatan kalibrasi seara sederhana dapat digambarkan sebagai

kegiatan persiapan kalibrasi, pelaksanaan kalibrasi, perhitungan data kalibrasi, penentuan ketidakpastian dan penerbitan laporan kalibrasi.

• *alibrasi mempunyai beberapa tujuan dan man+aat dasar yang sangat penting

demi menjamin akurasi dan presisi suatu alat ukur.

• Proses kalibrasi sangat dipengaruhi oleh prinsip, elemen dasar kalibrasi serta

+aktor yang dapat mempengaruhi hasil dari kalibrasi tersebut.

3.2 Saran

*alibrasi adalah proses yang sangat penting untuk menentukan akurasi dan presisi suatu alat ukur. !leh karena itu, diharapkan pada saat proses kalibrasi petugan harus benar 3 benar teliti dan memperhatikan setiap elemen " +aktor yang dapat mempengaruhi hasil dari proses kalibrasi tersebut.

,A5TAR PUSTAKA

1. 9orris, Alan ., G9easurement and Instrumentation PriniplesG, &%%1, -utterworth Heinemann, I-4 %)$'%6)'%1)

(62)

Referensi

Dokumen terkait

Dengan terbentuknya Kabupaten Bombana, Kabupaten Wakatobi, dan Kabupaten Kolaka Utara sebagai daerah otonom, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, Pemerintah Kabupaten Buton

Seperti yang sudah disyaratkan melalui Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, NOMOR 907/MENKES/SK /VII/2002 TENTANG: Syarat- Syarat Dan Pengawasan Kualitas

Skripsi ini membahas tentang pola komunikasi guru Pendidikan Agama Islam dalam pembinaan akhlak peserta didik di SD Negeri 93 Parandean Kecamatan Masalle

 Melaksanakan penilaian dan refleksi dengan mengajukan pertanyaan atau tanggapan peserta didik dari kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bahan masukan untuk perbaikan

&#34;eserta pertemuan membuat angket 0an me angket i0entiikasi ambatan kepa0a petuga 0iisi lalu mengumpulkan angket tersebut... Kepala puskesmas menerima laporan asil

Hasil penilaian organoleptik menunjukkan bahwa rasa daging bagian dada dan paha ayam buras, itik dan entok sama disukai dengan ayam ras, sedangkan penampakan dan warna karkas ayam

Analisa desain link berupa perhitungan jari-jari Fresnel zone (FZ) untuk mengetahui ketinggian minimum antena dengan menggunakan rumus pada persamaan (2),