57 BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
Dengan tujuan agar pembahasan lebih terarah dan sistimatis sesuai dengan tujuan penelitian, maka diperlukan semaksimal mungkin untuk menguraikan hal-hal yang berkaitan dengan operasional penelitian ini. 3.1. Peubah Penelitian
Dalam penelitian ini, adapun peubah penelitian ialah sebagai berikut: 1. Peubah gayut yaitu Identitas Diri
2. Peubah Tak Gayut yaitu Kualitas Pertemanan, Iklim Sosial dan Jenis Kelamin
3.2. Definisi Operasional
Adapun definisi operasinal yang digunakan dalam penelitian ini ialah sesuai sistematika sebagai berikut:
a. Identitas Diri Remaja
Proses memulihkan dan memperkuat rasa harga diri, dan identitas pribadi ada dalam kompetensi melalui berbagai kegiatan serta interaksi dengan lingkungan alam dan sosial, dan jauh melampaui hal itu adalah juga untuk tingkat spiritual.
b. Kualitas Pertemanan
Kualitas pertemanan sebagai hubungan akrab dalam kebersamaaan antar individu, yang mana meskipun ada ruang untuk berkonflik namun memiliki pengaruh positif secara keseluruhan pada psikologis kesejahteraan individu tersebut.
c. Iklim sosial
Kepribadian dari sebuah setting atau lingkungan, dimana berkaitan dengan persepsi individu terhadapnya.
58 3.3. Dimensi-dimensi Peubah Penelitian
Adapun dimensi-dimensi dari masing-masing peubah penelitian adalah sebagai berikut:
a. Identitas Diri Remaja
Dimensi-dimensi yang dikembangkan oleh Ishiyama (1989) berdasarkan teori Erikson, yang meliputi beberapa dimensi yaitu antara lain social identity, physical identity, personal identity, familial identity,
dan ethical-moral identity. b. Kualitas Pertemanan
Dimensi yang dikemukakan oleh Parker & Asher (1993) dengan merujuk pada pendekatan yang dikembangkan berdasarkan teori Bukowskiet al. (1983) dengan enam dimensi untuk menilai persepsi remaja dari dimensi kualitas pertemanan mereka yaitu antara lain pertukaran keakraban, resolusi konflik, persahabatan dan rekreasi, membantu dan memberi bimbingan, keterbukaan dan kepedulian, serta konflik dan pengkhianatan.
c. Iklim Sosial
Dimensi menurut Moos (1987, dalam Salter et al., 2004) yaitu antara lain relasionship (hubungan), personal growth or goal orientation
(pertumbuhan pribadi atau orientasi tujuan) dan systems maintenance and systems change (sistem pemeliharaan dan perubahan sistem).
3.4. Alat Ukur Pengumpulan Data
Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala psikologi. Skala psikologi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu berdasarkan skala sikap model likert dengan 5 alternatif jawaban, yaitu: Sangat Sesuai (SS), Sesuai (S), Netral (N), Tidak Sesuai (TS), dan Sangat Tidak Sesuai (STS).
59 3.4.1. Identitas Diri Remaja
Untuk mengkur Identitas Diri Remaja digunakan dimensi-dimensi yang dikembangkan oleh Ishiyama (1989) berdasarkan teori Erikson khususnya mengenai perkembangan identitas diri remaja, yang meliputi beberapa dimensi yaitu antara lain identitas sosial (social identity),
identitas fisik(physical identity), identitas pribadi (personal identity),
identitas keluarga (familial identity), dan identitas moral-etis ( ethical-moral identity). Skala ini telah digunakan oleh Kaha (2012) dan Nawa (2014)dengan tingkat validitas bergerak dari 0, 483-0,615 dengan tingkat reliabilitas 0,71. Skala ini telah dimodifikasi oleh penulis untuk memenuhi tujuan penelitian.Berikut daftar sebaran aitem skala Identitas Diri disajikan dalam Tabel 3.1.
Tabel. 3.1. Daftar Sebaran Aitem Skala IdentitasDiri
Dimensi Indikator Aitem Jumla
h
F U
1. Identitas Sosial (Social Identity) Pemenuhan peran di rumah, sekolah dan masyarakat umum
Memiliki hubungan dengan lingkungan sekitar
1,2,3,4, 5,6
- 6
Mempromosikan pilihan untuk mengetahui tujuan yang hendak dicapai
7,8 - 2
2. Identitas Fisik (Physical Identity) Penerimaan terhadap diri
Memiliki pandangan positif terhadap dirinya
9,10,15 - 3
Adanya sikap penerimaan diri 11,12,
13, 14 - 4 3. Identitas Pribadi (Personal Identity) Pencapaian dalam membangun keakraban dengan orang lain,
Pencapaian dalam hubungan
dengan orang lain 16 17 2 Kedewasaan dalam mengambil
keputusan
19, 20 - 2
Optimis untuk menghadapi
60 meningkatnya
kedewasaan dalam diri remaja, serta memiliki keyakinan pengendalian diri yang kuat.
4. Identitas Keluarga (Familial Identity) Komunikasi yang baik dalam keluarga yang ditunjukkan melalui rasa saling menghargai antara orang tua-remaja
Melakukan nilai-nilai yang
diajarkan oleh orang tua 24,25, 27 26 4 Memiliki Komunikasi dalam
keluarga yang terjalin baik
28,29 - 2
5. Identitas Etis-Moral (Moral Ethical-Identity)
Kemampuan remaja untuk peduli dengan kebutuhan orang lain, pemahaman politik, serta nilai-nilai agama yang dianut
Memahami tentang dasar-dasar kepercayaan yang dianut
30,31 32 3
Peduli terhadap kebutuhan orang lain serta berusaha untuk menolongnya
33,34 3 5
3
Pemahaman remaja tentang politik
36,37 - 2
Jumlah 33 4 37
3.4.2. Kualitas Pertemanan
Untuk mengukur kualitas pertemanan maka digunakan Skala
Friendship Quality Questionnaire (FQQ) oleh Parker & Asher (1993) dengan merujuk pada pendekatan yang dikembangkan berdasarkan teori Bukowskiet al.(1983)yang kemudian dimodifikasi oleh penulis untuk kebutuhan penelitian. Alat ukur ini memiliki 32 aitem yang terbagi dalam enam komponen yaitu Pertukaran keakraban (Intimate exchange), Resolusi konflik (Conflik resolution), Persahabatan dan rekreasi (Companisionship and recreation), Menolong dan membimbing (Help and
61
guidance), Keterbukaan dan kepedulian (Validation and caring), dan Konflik dan kemarahan (Conflict and betrayal). Berikut daftar sebaran aitem skala Kualitas Pertemanan disajikan dalam Tabel 3.2.
Tabel 3.2.Daftar Sebaran Aitem Skala Kualitas Pertemanan
Dimensi Indikator Aitem Jumlah
F U
1. Pertukaran keakraban (Intimate exchange)
Adanya pengakuan secara
sosial oleh teman 1,2,3 4 4 Adanya perilaku saling
menjaga 5,6,7,8 - 4
Saling mendukung dan memberi perhatian
9,10,12 11 4 2. Resolusi konflik
(Conflict resolution)
Munculnya perdebatan dan perselisihan
13,14, 15
- 3
Adanya jalan keluar pemecahan masalah
16 - 1
3. Persahabatan dan rekreasi(Companision ship and recreation)
Menghabiskan waktu bersama
di mana pun 17,18 19 3
4. Saling menolong dan memberi
bimbingan(Help and guidance)
Saling memberi pertolongan
dan ada usaha membantu 20,21, 22 - 3 Memberi petunjuk bagi
kebaikan bersama 23 - 1 5. Keterbukaan dan kepedulian (Validation and caring)
Adanya keterbukaan akan perasaan pribadi dan saling berbagi pengalaman
24,25, 26
- 3
Adanya rasa peduli satu dengan lainnya
27 - 1
6. Konflik dan kemarahan
(Conflict and betrayal)
Munculnya konflik atau hal-hal yangmenimbulkan kemarahan dan ketidakpercayaan 28,29, 30 31, 32 5 Jumlah 27 5 32 3.4.3. Iklim Sosial
Untuk mengukur Iklim sosial tentang penilaian iklim sosial hunian mahasiswa atau asrama disusun oleh penulis berdasarkan skala asli iklim
62
sosial menurut Moos yang dikembangkan oleh Salter, et.al. (2004) yaitu
University Residence Environment Scale (URES) yang memiliki tingkat reliabilitas antara 0,59 – 0,74, kemudian dimodifikasi oleh penulis dan disesuaikan dengan tujuan penelitian, subjek dan tempat penelitian. Adapun dimensi-dimensi iklim sosial Moos antara lain relationship
(hubungan), personal growth / goal orientation (pertumbuhan pribadi atau orientasi tujuan), dan systems maintenance and systems change (sistem pemeliharaan dan perubahan sistem). Berikut daftar sebaran aitem skala Iklim Sosial disajikan dalam Tabel 3.3.
Tabel 3.3.Daftar Sebaran Aitem Skala Iklim Sosial
Dimensi Indikator Aitem Jumlah
F U 1. Hubungan antar pribadi (Interpersonal relationship) Keterlibatan (Involvement) 1,2,3 - 3 Dukungan emosional (Emotional support) 4,5,6 - 3 2. Perkembangan pribadi (Personal growth) Kebebasan (Independence) 7,9 8 3 Orientasi sosial tradisional
(Traditional social orientation)
11 10 2 Kompetisi (Competition) 12,14 13,15 4 3. Perkembangan intelektual (Intellectual growth) Kompetisi (Competition) 16 - 1 Prestasi akademik (Academic
achievement) 17,18, 19 20 4 Intelektualitas (Intellectuality) 23 21,22 3 4. Perubahan dan pemeliharaan sistem (System change and maintenance)
Perarturan dan organisasi
(Order and organization) 24,25, 26 27 4
Invovasi (Innovation) 28 29 2 Pengaruh mahasiswa (Student
influence)
31 30,32 3
63 3.5. Populasi dan Sampel
3.5.1. Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Teologi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang yang tinggal di asrama Teologi. Jumlah mahasiswa tahun pertama dan kedua serta beberapa mahasiswa tingkat akhir yang tinggal di asrama Teologi yang berjumlah 139 orang.
3.5.2. Sampel
Sampel yang digunakan dalam penelitian yang memenuhi syarat yaitu mahasiswa Teologi yangberusia antara 18-21 tahun dan tinggal di asrama. Jumlah mahasiswa tersebut adalah 104 orang, dengan demografi sebagai berikut (Tabel 3.4.)
Tabel 3.4. Demografi Subjek Penelitian
Angkatan Jenis Kelamin
Kategori Usia (tahun)
Jumlah 18 19 20 21 I (2016/2017) Laki-laki Perempuan 4 28 5 13 2 5 2 3 13 49 II (2015/2016) Laki-laki Perempuan 2 5 7 15 1 4 1 2 11 26 III (2014/2015) Laki-laki Perempuan - - 1 1 - 2 1 - 2 3 Total 39 42 14 9 104
3.6.Teknik Pengambilan Sampel
Teknik pengambilan sampel yang dipakai ialah purposive samplingdi mana sampel yang diambil adalah sesuai dengan kriteria tujuan penelitian. Maka sampel yang diambil ialah mahasiswa Fakultas Teologi Universitas Kristen Artha Wacana – Kupangyang berdomisili di
64
asrama yaitu mahasiswa tahun akademik 2014/2015, 2015/2016, dan 2016/2017 yang berusia antara 18-21 tahun.
3.7. Teknik Analisis Data 3.7.1. Uji Asumsi Klasik 3.7.1.1.Uji Normalitas
Untuk mengetahui normalitas data digunakan uji stastistik nonparametrik one sample Kolmogrov-Smirnov (1-K-S) dengan ketentuan bila signifikansi < 0,05 , maka distribusi data adalah tidak normal, dan sebaliknya apabila angka signifikansi >0,05 , maka distribusi data adalah normal (Sufren dan Natanael, 2013).
3.7.1.2.Uji Multikolinieritas
Uji multikolineritas bertujuan untuk menguji ditemukan korelasi antar peubah bebas (independen) atau peubah tak gayut. Dalam pengertian sederhana, setiap peubah tak gayut menjadi peubah gayut dan diregresi terhadap peubah lain. Pengujian akan dilakukan dengan melihat nilai Toleransi (Tolerance) dan Varians Inflation Factor (VIF). Nilai yang umumnya menunjukan multikolinearitas adalah nilai Tolerance ≤ 0,10
dengan nilai VIF ≥ 10 (Ghozali, 2009). 3.7.1.3.Uji Heterokedastisitas
Uji heterokedasitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan ragam (variance) dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika ragamtetap maka disebut homoskedastisitas. Model regresi yang baik yaitu homoskedastisitas atau tidak terjadi heterokedasitas. Salah satucara mendeteksinya ialah melihat diagram pencar (scatter plot) yaitu nilai prediksi dependen ZPRED dengan residual SRESID. Apabila titik-titik pada grafis diagram pencar
65
(scatter plot)menyebar secara acak di atas dan di bawah nol pada sumbu Y maka tidak terjadi masalah heterokedasitas (Santoso, 2002).
3.7.3.4. Uji Linearitas
Untuk dapat mengetahui peeubah-peubah yang ada memiliki hubungan linier atau tidak secara signifikan maka dilakukan pengujian dengan menggunakan uji linieritas (Test for Linearity)pada taraf signifikansi 0,05. Dua variabel dikatakan mempunyai hubungan linier apabila signifikansi linearitasnya kurang dari 0,05.
3.7.4. UjiHipotesis
Untuk menguji hipotesis penelitian di atas, maka teknik analisis regresi berganda dipakai untuk menentukan pengaruh antara keduapeubah tak gayut terhadap peubah gayut. Dalam uji hipotesis juga meliputi uji signifikansi nilai F untuk mengetahui pengaruh simultan peubah tak gayut terhadap peubah gayut, uji t untuk pengaruh parsial masing-masing peubah tak gayut, dan uji beda dengan uji t untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan rataan antar jenis kelamin responden penelitian.