10
Evino Sugriarta
(Politeknik Kesehatan Kemenkes Padang)
ABSTRACT
The aim of this study was to find out the level on student problem solving, role and functions of state-level faculty academic advisors, as well as the relationship between the role and function of the faculty academic advisor. The amount of sample was 96 person. The data were analyzed using univariate and bivariat. The result of the study was 41.7% no problem solving the students, 60.4% the role and function of the lecturers as resource persons still low, 38.5% the role and function of the academic faculty advisors as mentors still Low, 42.7% the role and functions of an advisory faculty academic advisor is still low, 34.4% the role and function of the academic faculty advisor as a motivator is still low, 43.8% the role and function as a model of academic faculty advisor is still low. There is a relationship between the roles and functions of faculty academic adviser with the students in problem solving.
Keyword: Problem solving student - academic advisor. ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuii tingkat pemecahan masalah pada mahasiswa, kondisi tingkat peran dan fungsi dosen penasehat akademik, serta hubungan antara peran dan fungsi dosen penasehat akademik dengan pemecahan masalah mahasiswa pada Poltekkes Kemenkes Padang.Penelitian ini bersifat cross sectional study, dengan populasi mahasiswa Poltekkes Kemenkes Padang Prodi D 3 Kesehatan Lingkungan, Gizi, dan Keperawatan Padang. Jumlah sampel 96 orang. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat..Hasil penelitian adalah 41,7 % tidak ada pemecahan masalah pada mahasiswa, 60,4 % peran dan fungsi dosen sebagai nara sumber masih rendah, 38,5 % peran dan fungsi dosen penasehat akademik sebagai pembimbing masih rendah, 42,7 % peran dan fungsi dosen penasehat akademik sebagai penasehat masih rendah, 34,4 % peran dan fungsi dosen penasehat akademik sebagai motivator masih rendah, 43,8 % peran dan fungsi dosen penasehat akademik sebagai model masih rendah. Ada hubungan antara peran dan fungsi dosen penasehat akademik dengan pemecahan masalah pada mahasiswa di Poltekkes
11
PENDAHULUANPoltekkes Kemenkes Padang sebagai institusi pendidikan tinggi di bidang kesehatan mempunyai tujuan tertentu dalam pembinaan mahasiswanya. Dalam proses pembelajaran, orang yang dianggap paling dekat dengan mahasiswa adalah dosen. Karena dosen setiap hari, selalu kontak, berhubungan, dan berinteraksi dengan mahasiswa, baik dalam proses pembelajaran maupun kegiatan lain yang menunjang pembelajaran. Untuk lebih terarahnya peran dan fungsi dosen tersebut dalam melayani akademik pada mahasiswa maka ditunjuklah dosen-dosen tersebut sebagai Penasehat Akademik.
Mahasiswa ditinjau dari segi fisik sudah mencapai kedewasaan dan perkembangan pikirannya sudah mencapai tingkat kematangan, maka ia dipandang telah memiliki kesadaran untuk menentukan sikap, perilaku, dan bertanggung jawab dalam pembelajaran yang diikutinya. Menurut Ganda (1997), mahasiswa dalam kegiatan perkuliahan harus tidak membolos dikampus, berupaya menyukai terhadap semua mata kuliah, belajar secara rutin, terarah dan terencana, disiplin dalam belajar, rajin, menghindari kegiatan yang mubazir, memanfaatkan waktu dengan baik untuk belajar, bersikap dan bertindak
tidak asal-asalan yang penting selesai, menghargai pendapat orang lain, menghargai sesama manusia. Namun kenyataannya, mahasiswa selama mengikuti perkuliahan sering pula menghadapi berbagai masalah seperti masalah yang berhubungan dengan pendidikan (pengajaran, kosentrasi, daya tahan kelangsungan studi, suka dan tidak suka dengan mata kuliah atau dosen tertentu), masalah penyesuaian diri dan hubungan sosial (penyesuaian diri terhadap kehidupan kampus), pribadi (konflik dengan teman, pacar, keluarga), masalah ekonomi (kiriman uang terlambat, uang yang diperlukan tidak cukup untuk membayar), masalah pemilihan bidang studi yang tidak sesuai (Soewondo, 1982). Masalah ini kalau tidak diatasi dengan segera, dan dengan baik akan dapat menimbulkan masalah yang lebih besar, yang berakibat pada keberhasilan mahasiswa tersebut dalam perkuliahan. Oleh sebab itu, kehadiran dosen penasehat akademik menjadi sangat vital untuk membantu mahasiswa dalam memecahkan berbagai masalah yang dihadapi, untuk memajukan prestasinya dalam belajar. Peran dan fungsi dosen penasehat akademik sangat diperlukan.
Hasil wawancara terhadap 30 orang mahasiswa Poltekkes Kemenkes Padang, 63,3 % mahasiswa
12
menyatakan ada masalah dalam mengikuti perkuliahan seperti belum bisa mengatur waktu dengan baik, malas dalam membuat tugas, tidak serius dalam mengikuti perkuliahan, jarang mengulang kuliah yang telah diberikan oleh dosen, kurang aktif dalam berdiskusi. Dengan adanya masalah ini mengakibatkan prestasi mahasiswa menjadi rendah.
Disamping itu berdasarkan pengamatan peneliti sebagai dosen penasehat akademik di Poltekkes Kemenkes Padang, tampaknya peran dan fungsi dari dosen penasehat akademik belum maksimal dalam menjalankan tugasnya, seperti 67,3 % mahasiswa menyatakan dosen belum mendorong mahasiswa untuk belajar dengan baik sesuai dengan kemampuan dan potensinya, 23,6 %
dosen tidak pernah memberikan saran dan anjuran agar mahasiswa belajar dengan baik, 51 % mahasiswa menyatakan dosen penasehat akademik tidak pernah menunjukkan jalan pada mahasiswa untuk pemecahan masalah yang sedang dihadapi mahasiswa, 59,7 % dosen selalu menyalahkan mahasiswa kalau ada masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor peran dan fungsi dosen penasehat akademik sebagai nara sumber, pembimbing, penasehat, motivator, dan model bagi mahasiswa, serta pemecahan masalah dalam pembelajaran pada mahasiswa. Mengetahui hubungan antara peran dan fungsi dosen penasehat akademik dengan pemecahan masalah pada mahasiswa.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini bersifat deskriptif dengan desain secara cross sectional study. Lokasi penelitian di kampus I Poltekkes Kemenkes Padang. Populasi dari penelitian ini adalah mahasiswa prodi D III Kesling, Keperawatan dan
Gizi tahun akademik 2014/2015. Berdasarkan rumus didapatkan besar sampel sebanyak 96 orang. Teknik sampling dilakukan secara random block. Analisa data secara univariat dan bivariat.
13
HASIL PENELITIANTingkat Pemecahan Masalah Pada Mahasiswa
Tabel 1. Distribusi Responden Berdasarkan Tingkat Pemecahan Masalah pada Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Padang Tahun 2015
Tingkat Pemecahan Masalah f %
Tidak ada 40 41,7
Ada 56 58,3
Total 96 100,0
Berdasarkan tabel 1 tampak bahwa 41,7 % mahasiswa menyatakan tingkat
pemecahan masalah tidak ada.
Peran dan Fungsi Dosen Penasehat sebagai Nara Sumber
Tabel 2. Distribusi Responden Berdasarkan Peran dan Fungsi Dosen Penasehat Akademik sebagai Nara Sumber pada Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Padang Tahun 2015
Tingkat Peran dan Fungsi sebagai Nara Sumber
f %
Rendah 58 60,4
Tinggi 38 39,6
Total 96 100,0
Berdasarkan tabel 2 tampak bahwa 60,4 % responden menyatakan tingkat peran dan fungsi dosen Penasehat
Akademik sebagai nara sumber masih rendah di Poltekkes Kemenkes Padang.
Peran dan Fungsi Dosen Penasehat sebagai Pembimbing
Tabel 3. Distribusi Responden Berdasarkan Peran dan Fungsi Dosen Penasehat Akademik sebagai Pembimbing pada Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Padang Tahun 2015
Tingkat Peran dan Fungsi sebagai Pembimbing
f %
Rendah 37 38,5
Tinggi 59 61,5
14
Berdasakan tabel 3 tampak bahwa, responden yang menyatakan peran dan fungsi dosen penasehat akademik
sebagai pembimbing di Poltekkes Kemenkes Padang masih rendah adalah sebanyak 38,5 %.
Peran dan Fungsi Dosen Penasehat sebagai Penasehat
Tabel 4. Distribusi Responden Berdasarkan Peran dan Fungsi Dosen Penasehat Akademik sebagai Penasehat pada Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Padang Tahun 2015
Tingkat Peran dan Fungsi sebagai Penasehat
Jumlah Persentase
Rendah 41 42,7
Tinggi 55 57,3
Total 96 100,0
Berdasarkan tabel 4 tampak bahwa responden yang menyatakan bahwa peran dan fungsi dosen penasehat
akademik sebagai penasehat bagi mahasiswa yang masih rendah adalah 42,7 %.
Peran dan Fungsi Dosen Penasehat sebagai Motivator
Tabel 5. Distribusi Responden Berdasarkan Peran dan Fungsi Dosen Penasehat Akademik sebagai Motivator pada Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Padang Tahun 2015
Tingkat Peran dan Fungsi sebagai Motivator
Jumlah Persentase
Rendah 33 34,4
Tinggi 63 65,6
Total 96 100,0
Berdasarkan tabel 5, tampak bahwa responden yang menyatakan peran dan fungsi dosen penasehat akademik
sebagai motivator bagi mahasiswa masih rendah sebanyak 34,4 %.
15
Peran dan Fungsi Dosen Penasehat sebagai ModelTabel 6. Distribusi Responden Berdasarkan Peran dan Fungsi Dosen Penasehat Akademik sebagai Model pada Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Padang Tahun 2015
Tingkat Peran dan Fungsi sebagai Model
Jumlah Persentase
Rendah 42 43,8
Tinggi 54 56,2
Total 96 100,0
Berdasarkan tabel 6 tampak bahwa responden yang menyatakan tingkat peran dan fungsi dosen sebagai model
bagi mahasiswa yang masih rendah adalah sebanyak 43,8 %.
Hubungan antara Peran dan Fungsi sebagai Nara Sumber dengan Pemecahan Masalah mahasiswa
Tabel 7. Distribusi Responden Berdasarkan Peran dan Fungsi Dosen Penasehat Akademik sebagai Nara Sumber dan Pemecahan Masalah Mahasiswa pada Poltekkes Kemenkes Padang
Tingkat Peran dan Fungsi Dosen PA sebagai Nara
Sumber
Pemecahan Masalah Mahasiswa
Total
Tidak Ada Ada
Jml % Jml %
Rendah 27 67,5 13 32,5 40
Tinggi 13 23,2 43 76,8 56
Total 40 56 96
Berdasarkan tabel 7 bisa dilihat bahwa, responden dengan tingkat peran dan fungsi dosen penasehat akademik sebagai nara sumber rendah, dengan tidak ada pemecahan masalah mahasiswa terdapat 67,5 %. Responden dengan tingkat peran dan fungsi dosen penasehat akademik
sebagai nara sumber tinggi, terdapat 76,8 % yang ada pemecahan masalah pada mahasiswa. Hasil uji statistik diperoleh p < α, berarti ada hubungan antara tingkat peran dan fungsi dosen penasehat akademik sebagai nara sumber dengan tingkat pemecahan masalah pada mahasiswa.
16
Hubungan antara Peran dan Fungsi sebagai Pembimbing dengan Pemecahan Masalah mahasiswa
Tabel 8. Distribusi Responden Berdasarkan Peran dan Fungsi Dosen Penasehat Akademik sebagai Pembimbing dan Pemecahan Masalah Mahasiswa pada Poltekkes Kemenkes Padang Tahun 2015
Tingkat Peran dan Fungsi Dosen PA sebagai Pembimbing
Pemecahan Masalah Mahasiswa
Total
Tidak Ada Ada
Jml % Jml %
Rendah 23 62,2 14 37,8 37
Tinggi 27 45,8 42 54,2 59
Total 40 56 96
Berdasarkan tabel 8 bisa dilihat bahwa, responden dengan tingkat peran dan fungsi dosen penasehat akademik sebagai pembimbing rendah, dengan tidak ada pemecahan masalah mahasiswa terdapat 62,2 %. Sedangkan responden dengan tingkat peran dan fungsi dosen penasehat
akademik sebagai pembimbing tinggi, terdapat 54,2 % yang ada pemecahan masalah pada mahasiswa. Hasil uji statistik diperoleh p < α, berarti ada hubungan antara tingkat peran dan fungsi dosen penasehat akademik sebagai pembimbing dengan tingkat pemecahan masalah pada mahasiswa.
Hubungan antara Peran dan Fungsi sebagai Penasehat dengan Pemecahan Masalah mahasiswa
Tabel 9. Distribusi Responden Berdasarkan Peran dan Fungsi Dosen Penasehat Akademik sebagai Penasehat dan Pemecahan Masalah Mahasiswa pada Poltekkes Kemenkes Padang Tahun 2015
Tingkat Peran dan Fungsi Dosen PA sebagai Penasehat
Pemecahan Masalah Mahasiswa
Total
Tidak Ada Ada
Jml % Jml %
Rendah 25 60,9 16 39,1 41
Tinggi 15 27,3 40 72,7 55
17
Berdasarkan tabel 9 bisa dilihatbahwa, responden dengan tingkat peran dan fungsi dosen penasehat akademik sebagai penasehat rendah, dengan tidak ada pemecahan masalah mahasiswa terdapat 60,9 %. Sedangkan responden dengan tingkat peran dan fungsi dosen penasehat
akademik sebagai penasehat tinggi, terdapat 72,7 % yang ada pemecahan masalah pada mahasiswa. Hasil uji statistik diperoleh p < α, berarti ada hubungan antara tingkat peran dan fungsi dosen penasehat akademik sebagai penasehat dengan tingkat pemecahan masalah pada mahasiswa.
Hubungan antara Peran dan Fungsi sebagai Motivator dengan Pemecahan Masalah mahasiswa
Tabel 10. Distribusi Responden Berdasarkan Peran dan Fungsi Dosen Penasehat Akademik sebagai Motivator dan Pemecahan Masalah Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Padang Tahun 2015
No Tingkat Peran dan Fungsi Dosen PA sebagai Motivator
Pemecahan Masalah Mahasiswa
Total
Tidak Ada Ada
Jml % Jml %
1 Rendah 24 72,3 9 27,7 33
2 Tinggi 16 25,4 47 74,6 63
Total 40 56 96
Berdasarkan tabel 10 bisa dilihat bahwa, responden dengan tingkat peran dan fungsi dosen penasehat akademik sebagai motivator rendah, dengan tidak ada pemecahan masalah mahasiswa terdapat 72,3 %. Sedangkan responden dengan tingkat peran dan fungsi dosen penasehat
akademik sebagai motivator tinggi, terdapat 74,6 % yang ada pemecahan masalah pada mahasiswa. Hasil uji statistik diperoleh p < α, berarti ada hubungan antara tingkat peran dan fungsi dosen penasehat akademik sebagai motivator dengan tingkat pemecahan masalah pada mahasiswa.
18
Hubungan antara Peran dan Fungsi sebagai Model dengan Pemecahan Masalah mahasiswa
Tabel 11. Distribusi Responden Berdasarkan Peran dan Fungsi Dosen Penasehat Akademik sebagai Model dan Pemecahan Masalah Mahasiswa pada Poltekkes Kemenkes Padang Tahun 2015
No Tingkat Peran dan Fungsi Dosen PA
sebagai Model
Pemecahan Masalah Mahasiswa
Total
Tidak Ada Ada
Jml % Jml %
1 Rendah 27 64,3 15 35,7 42
2 Tinggi 13 24,1 41 75,9 54
Total 40 56 96
Berdasarkan tabel 11 bisa dilihat bahwa, responden dengan tingkat peran dan fungsi dosen penasehat akademik sebagaimodel rendah, dengan tidak ada pemecahan masalah mahasiswa terdapat 64,3 %. Sedangkan responden dengan tingkat peran dan fungsi dosen penasehat
akademik sebagai model tinggi, terdapat 75,9 % yang ada pemecahan masalah pada mahasiswa. Hasil uji statistik diperoleh p < α, berarti ada hubungan antara tingkat peran dan fungsi dosen penasehat akademik sebagai model dengan tingkat pemecahan masalah pada mahasiswa.
PEMBAHASAN
Pemecahan Masalah pada
Mahasiswa
Hasil penelitian 41,7 % tidak ada pemecahan masalah pada mahasiswa. Rendahnya pemecahan masalah pada mahasiswa terutama menyangkut buku sumber berbahasa Ingris, konflik dengan pacar, pertentangan dalam keluarga, kegiatan ekstra kurikuler, pergaulan di kampus, konflik dengan teman. Sedangkan masalah yang sering dapat dipecahkan oleh mahasiswa dengan bimbingan dosen penasehat akademik meliputi
kelangsungan studi, ketidaksesuaian pada mata kuliah yang dihadapi dalm pembelajaran, konflik pribadi, pemanfaatan sarana belajar di kampus.
Peran dan Fungsi Dosen Penasehat Akademik sebagai Nara Sumber
Dari hasil penelitian didapatkan 60,4 % responden menyatakan peran dan fungsi dosen penasehat akademik sebagai nara sumber dalam melakukan bimbingan masih rendah. Dalam hal ini dosen penasehat akademik jarang bahkan tidak pernah memberikan informasi tentang adanya fasilitas
19
belajar yang dapat dimanfaatkan olehmahasiswa. Sedangkan yang sering dan selalu dikerjakan oleh dosen penasehat akademik sebagai nara sumber pada mahasiswa adalah memberikan informasi bagaimana cara pemecahan masalah kalau ada
kendala belajar pada
mahasiswa.Sebagai nara sumber, yaitu terutama sebagai sumber informasi yang berkaitan dengan proses belajar. Peran dan fungsinya adalah :Memberikan informasi tentang tata budaya kehidupan dan kebiasaan belajar di lingkungan kampus Memberikan informasi tentang sarana dan prasarana belajar yang dapat dimanfaatkan Memberikan informasi tentang pengalaman-pengalaman belajar kepada mahasiswa, baik yang positif maupun yang negatif agar mereka dapat mengantisipasi jika hal tersebut menimpa diri mereka.
Peran dan Fungsi Dosen Penasehat Akademik sebagai Pembimbing
Responden yang menyatakan peran dan fungsi dosen penasehat yang masih rendah sebagai pembimbing dalam pembelajaran adalah sebanyak 37 %. Peran sebagai pembimbing dari penasehat akademik yang jarang dilakukan masukan dalam penulisan KTI, membantu mahasiswa apabila ada konflik dengan dosen,
penetapan beban studi waktu register, mengarahkan mahasiswa dalam menghadapi ujian semester. Sedangkan yang sering dilakukan dosen sebagai pembimbing adalah mengisi KRS, kemampuan mahasiswa dalam belajar, persetujuan KRS, pemecahan masalah dalam pengisian KRS, membimbing mahasiswa apabila ada masalah dalam mengikuti pembelajaran.
Sebagai pembimbing, yakni memberikan bimbingan kepada mahasiswa dalam perencanaan studinya dan dalam melaksanakan program studi tersebut. Aktifitasnya meliputi
Membantu mahasiswa dalam menyusun program studinya, baik yang menyeluruh maupun per semester sesuai dengan minat, kemampuan, dan tata aturan yang berlaku.Menetapkan tingkat keberhasilan belajar mahasiswa pada setiap akhir semester dan pada masa akhir studinya.Menetapkan beban studi semester mahasiswa, sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam buku pedoman pendidikan.
Meneliti dan memberikan persetujuan terhadap rencana program studi mahasiswa pada KRS yang bersangkutan.Meneliti dan memberikan persetujuan terhadap kebenaran isi daftar yudisium mahasiswa
20
bimbingan.Bertanggung jawab atas kebenaran KRS dan yudisium mahasiswa bimbingannya.
Peran dan Fungsi Dosen Penasehat Akademik sebagai Penasehat
Hasil penelitian menunjukkan ada dosen yang masih rendah peran dan fungsi sebagai penasehat yaitu 42,7 %. Diantara fungsi sebagai penasehat tersebut, yang paling banyak belum dilakukan adalah menyangkut pengembangan kepribadian, dan memberikan rekomendasi tentang keberhasilan mahasiswa. Sedangkan peran dan fungsi lainnya dalam hal kepenasehatan telah dilakukan dengan sakala sering dan selalu.
Sebagai penasehat, telah memberikan pengarahan dan saran-saran atau nasehat kepada mahasiswa dalam menanggulangi problem belajar dan problem pribadi. Sebagai dosen PA dapat berperan sebagai berikut :Membantu mahasiswa dalam menghadapi masalah-masalah belajar yang dihadapi.Membantu mahasiswa mengembangkan sikap dan perilaku belajar yang baik. Membina mahasiswa dalam mengembangkan sikap profesional pendidik, sesuai dengan kode etik dosen. Membina mahasiswa dalam mengembangkan kepribadian-nya sesuai dengan falsafah bangsa Indonesia (bermoral Pancasila).
Memberi rekomendasi tentang perkembangan dan tingkat keberhasilan belajar mahasiswa apabila diperlukan.
Peran dan Fungsi Dosen Penasehat Akademik sebagai Motivator
Masih terdapat 34,4 % dosen yang masih rendah fungsi dan perannya sebagai motivator bagi mahasiswa. Berdasarkan informasi dari responden jarang dosen memberikan penghargaan kepada mahasiswa dalam berbagai hal, menghadiri acara/kegiatan yang dibuat oleh mahasiswa, dan semangat pada mahasiswa untuk mengembangkan minat/potensi di Poltekkes Kemenkes Padang.
Sebagai motivator, dosen harus mampu memberikan dorongan dan membangkitkan semangat dalam rangka mengembangkan potensi-potensi pribadi mahasiswa. Sebagai motivator yang dapat dilakukan seorang dosen PA adalah :Mendorong mahasiswa untuk belajar sesuai dengan kemampuan dan potensi internal yang dimiliki.Memberi saran dan anjuran kepada mahasiswa bimbingan untuk memanfaatkan sarana dan prasarana belajar yang tersedia.Menunjukkan jalan bagi upaya pengembangan minat dan potensi diri mahasiswa.
21
Peran dan Fungsi Dosen PenasehatAkademik sebagai Model
Dosen penasehat akademik sebagai model juga peran dan fungsinya masih rendah menurut mahasiswa yaitu sekitar 43,8 %. Rendahnya peran model ini dilihat mahasiswa terutama dalam hal menyediakan waktu yang cukup
dengan mahasiswa dalam
memecahkan masalah-masalah mahasiswa, belum mandahulukan kepentingan pribadi dari pada kepentingan mahasiswa. Kemudian yang paling baiknya adalah dosen PA dalam menjalan peran dan fungsi sebagai model tidak pernah menggunakan kata-kata yang kasar terhadap mahasiswa.
Sebagai model, yakni memberikan keteladanan sebagai seorang pendidik yang profesional dan bermoral Pancasila. Fungsi dosen PA adalah :Melaksanakan fungsi dan tugas kepenasehatan serta fungsi dan tugas dosen sebaik-baiknya.Mengutamakan kepentingan mahasiswa dari pada kepentingan pribadinya.Mematuhi norma dan kode etik dosen dalam mengambil keputusan dan dalam bertindak
Hubungan peran dan fungsi dosen penasehat akademik dengan
pemecahan masalah pada
mahasiswa di Poltekkes Kemenkes Padang
Berdasarkan hasil analisis bivariat secara statistik diperoleh hasil p < alpha, artinya ada hubungan antara peran dan fungsi dosen penasehat akademik dengan pemecahan masalah pada mahasiswa di Politeknik Kesehatan Kemenkes Padang. Hal ini menunjukkan bahwa, responden yang menyatakan peran dan fungsi dosen penasehat yang rendah, akan mengakibatkan pemecahan masalah pada mahasiswa juga rendah (tidak ada). Sedangkan responden yang menyatakan peran dan fungsi dosen penasehat akademik tinggi, terjadi pemecahan masalah yang dihadapi mahasiswa selama mengikuti pembelajaran.
Masalah yang tertinggi dihadapi oleh mahasiswa di Poltekkes Kemenkes Padang adalah kesulitan mata kuliah yang dihadapi mahasiswa, ketegangan semosional, konflik dengan teman sekampus, kuliah tidak sesuai dengan minat, belum tahu cara belajar yang baik, pemahaman tentang sarana belajar yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa.
22
Agar masalah-masalah tadi terpecahkan oleh mahasiswa, maka dianggap perlu adanya campur tangan dari dosen penasehat akademiknya. Salah satu peran dan fungsi dari dosen penasehat akademik adalah memecahkan berbagai persoalan yang dialami oleh mahasiswa selama mengikuti pembelajaran. Misalnya saja, ada mahasiswa yang bermasalah yaitu tidak berminat kuliah di Poltekkes Kemenkes Padang. Kuliah disini karena tidak lulus pada perguruan tinggi lain yang jadi minatnya. Atau karena dipaksa oleh orang tuanya. Kondisi yang dihadapi oleh mahasiswa
ini, dapat diatasi kalau dosen penasehat akademik dapat menjalankan peran dan fungsinya sebagai nara sumber, pembimbing, penasehat, dan motivator. Sehingga mahasiswa tersebut dapat menyadari bahwa kuliah di Poltekkes Padang juga tidak kalah hebatnya dibandingkan dengan perguruan tinggi yang selama ini jadi minatnya. Dosen penasehat akademik bisa menjelaskan pada mahasiswa tersebut berbagai pengalaman dalam bekerja sebagai tenaga kesehatan, serta karir dari lulusan Poltekkes Kemenkes Padang.
KESIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan hasil dan pembahasan dari penelitian ini, maka kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah masih ada mahasiswa yang memiliki masalah di Poltekkes Kemenkes Padang, peran dan fungsi dosen penasehat akademik di Poltekkes Kemenkes Padang dalam proses pembelajaran masih ada yang kurang. Baik dari segi peran dan fungsi sebagai nara sumber, pembimbing, penasehat, motivator, dan model. Ada hubungan antara peran dan fungsi dosen penasehat akademik dengan pemecahan masalah mahasiswa pada Poltekkes Kemenkes Padang. Saran yang dapat disampaikan sesuai dengan
hasil dan pembahasan adalah agar Poltekkes Kemenkes Padang dapat melakukan pengawasan yang ketat terhadap seluruh dosen yang sudah menjadi penasehat akademik, melakukan refreshing course terhadap peran dan fungsi dosen penasehat akademik, membuat buku kontrol terhadap kinerja dosen penasehat akademik. Sedangkan untuk seluruh dosen penasehat akademik agar mendahulukan kepentingan mahasiswa dari pada kepentingan pribadi, lebih meningkatkan frekuensi bimbingan terhadap mahasiswa, peran dan fungsi motivator agar lebih ditingkatkan lagi, sehingga mahasiswa merasa lebih dihargai
23
DAFTAR PUSTAKADjuwarijah. 2003. Sikap Mahasiswa UII Terhadap Pelayanan Dosen Pembimbing Akademik dalam Pemecahan Masalah. Yogyakarta : UII, Fenomena, Vol 1.
Ganda, Y. 1997. Petunjuk Praktis Cara Mahasiswa Belajar di Perguruan Tinggi. Jakarta : Direktorat Kemahasiswaan Dirjen Dikti, CV. Rizky Grafis
Mulyadi, 190. Peranan Dosen Penasehat Akademik dalam
Memecahkan Masalah
Mahasiswa, Majalah Tarbiyah hal. 48. STAIN Malang.
Surachmad, W. 1999. Metodologi Pengajaran Nasional. Bandung, Jemmars
Undang-Undang Nomor 2 tahun 1989. Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta, Grafika, 1995