25 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN
A. Hasil Penelitian
1. Sejarah Singkat Perusahaan
Cikal Bakal Rifa Bakery adalah sebuah tempat produksi roti, yang didirikan pada tanggal 15 Juli 2003 yang berlokasi di Ds.Sei Jaranih RT 11 No.32 Kec.LAS Kab.Hulu Sungai Tengah. Tujuan didirikannya usaha ini adalah merupakan tempat/wadah untuk menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar, juga merupakan usaha keluarga turun menurun.
Pada awal berdirinya usaha ini tidak memiliki tenaga kerja, Rifa Bakery hanya terdiri dari pemiliktersebut dan dibantu sanak keluarga lain. Dalam hal pemasarannya pun Rifa Bakery masih terbatas sekedar memenuhi permintaan masyarakat sekitar saja. Pada saat itu Rifa Bakery merupakan jenis usaha roti yang mendapat sambutan baik dari masyarakat sekitar. Hal ini menyebabkan kepercayaan masyarakat Hulu Sungai Tengah terhadap produk Rifa Bakery. Sehingga produk roti ini banyak diminati oleh masyarakat. Selain produk roti Rifa Bakery juga menerima pesanan seperti berbagai macam snack untuk acara keluarga.
Seiring berjalannya waktu usaha Rifa Bakery semakin maju, maka perusahaan menambah tenaga kerja dan dalam hal pemasarannya
26
Rifa Bakery semakin luas dan semakin besar yaitu tidak hanya di Hulu Sungai Tengah saja tetapi juga di daerah HSS, Tanjung, dan Amuntai.
Letak sebuah perusahaan sangat penting, karena hal ini berhubungan dengan sistem produksi yang ekonomis, baik yang menyangkut hubungan masyarakat, trasportasi, serta kualitas dan kuantitas kerja. Selain mempengaruhi biaya-biaya yang akan dikeluarkan, lokasi perusahaan yang salah akan mengakibatkan biaya perusahaan yang tinggi sehingga produksi tidak akan mampu bersaing dan akhirnya menimbulkan kerugian perusahaan yang bersangkutan.
Rifa Bakery terletak di Ds.Sei Jaranih RT 11 No.32 Kec.LAS Kab.Hulu Sungai Tengah, dimana tempat ini merupakan lokasi yang baik karena berdekatan dengan tempat wisata Tegur Menanti, Pagat, dan Loklaga yang banyak dikunjungi oleh masyarakat Hulu Sungai Tengah dan dari luar kota.
2. Struktur Organisasi
Organisasi merupakan suatu bentuk kerjasama antara dua orang atau lebih dalam rangka merealisasikan tujuan yang telah ditetapkan.
Besar kecilnya suatu organisasi memerlukan suatu struktur organisasi.
Struktur organisasi merupakan suatu kerangka yang disusun sesuai dengan hubungan susunan organisasi berdasarkan sumber-sumber kemampuannya. Struktur organisasi juga dapat diartikan sebagai suatu kerangka hubungan satuan-satuan organisasi yang dilakukan oleh
pimpinan dan bawahannya, tugas serta wewenang yang masing mempunyai peran yang dapat menunjang perusahaan.
Secara sederhana bentuk struktur organisasi yang digunakan Rifa Bakery adalah organisasi garis (
datang dari atas ke bawah, sedangkan tanggung jawab datang dari bawah ke atas.
Adapun susunan struktur organisasi Rifa Bakery tergambar dibawah ini :
Sumber : Rifa Bakery
pimpinan dan bawahannya, tugas serta wewenang yang masing mempunyai peran yang dapat menunjang perusahaan.
Secara sederhana bentuk struktur organisasi yang digunakan Rifa Bakery adalah organisasi garis (line), dimana dalam sistem ini otoritas datang dari atas ke bawah, sedangkan tanggung jawab datang dari bawah ke atas.
Adapun susunan struktur organisasi Rifa Bakery tergambar dibawah ini :
Bagan 1 Struktur Organisasi
Rifa Bakery Hulu Sungai Tengah
Bakery
27
pimpinan dan bawahannya, tugas serta wewenang yang masing-masing
Secara sederhana bentuk struktur organisasi yang digunakan Rifa sistem ini otoritas datang dari atas ke bawah, sedangkan tanggung jawab datang dari
Adapun susunan struktur organisasi Rifa Bakery tergambar
28
Adapun tugas dan tanggung jawab masing-masing bagian didalam Rifa Bakery sebagai berikut :
a. Pimpinan
Sebagai pemegang kekuasaan yang bertugas mengambil keputusan serta menetapkan kebijakan perusahaan.
b. Bagian Administrasi dan Keuangan
Bertanggung jawab dalam pengolahan dokumen-dokumen perusahaan dan keuangan baik itu pengeluaran untuk biaya produksi maupun penerimaan dari hasil penjualan.
c. Bagian Produksi
Bertugas melaksanakan proses produksi mulai dari pengadonan, pemanggangan, pencentakan, dan pengemasan kedalam plastik.
d. Bagian Penjualan
Bertanggung jawab dalam hal penjualan produk, yaitu pembuatan laporan penjualan secara harian, mencatat jumlah produk yang diproduksi dan jumlah produk yang dijual.
Dalam organisasi suatu perusahaan sudah tentu menggunakan tenaga kerja untuk menggerakkan dan mendukung kelancaran usaha.
Tenaga kerja bagi suatu perusahaan merupakan suatu faktor produksi yang sangat penting dalam usaha untuk mencapai tujuan perusahaan, walaupun faktor produksi lainnya seperti bahan baku, modal kerja dan manajemen yang dimiliki oleh perusahaan tidak kalah pentingnya.
29
Namun apabila tidak ada tenaga kerja tidak mungkin perusahaan menjalankan perusahaannya dengan lancar.
Untuk lebih jelasnya mengenai jumlah tenaga kerja jika dipandang dari segi tenaga kerja, berdasarkan jenis dan jabatan terdapat pada tabel berikut ini :
Tabel 4
Daftar Jumlah Tenaga Kerja Rifa Bakery Berdasarkan Jabatan
No. Jabatan Jumlah Tenaga Kerja
1 Bagian Administrasi dan Keuangan 1 orang
2
Bagian Produksi a. Pengadonan b. Pencetakan c. Pemanggangan d. Pengemasan
3 orang 3 orang 3 orang 3 orang
3 Penjualan 2 orang
4 Jumlah 15 orang
Sumber : Rifa Bakery Hulu Sungai Tengah
Gaji atau upah yang mereka dapatkan adalah Rp.800.000 per bulan dengan biaya makan merupakan tanggungan dari perusahaan. Tenaga kerja pada Rifa Bakery ini seluruhnya Warga Negara Indonesia (WNI) dengan tingkat pendidikan mulai dari SMP, SMA, SMK dan Sarjana.
3. Bahan dan Peralatan yang digunakan dalam Proses Produksi
Didalam proses produksi, sarana dan prasarana memegang peranan penting, sebab tanpa itu semua maka tidaklah mungkin suatu perusahaan dapat memproduksi dalam setiap kegiatannya.
30
Adapun bahan-bahan yang diperlukan dalam proses produksi roti, yaitu sebagai berikut :
a. Bahan bakunya adalah tepung terigu, gula, telur, mentega, fermifan, susu bubuk, dan garam.
b. Bahan penolongnya adalah coklat, berbagai selai buah, keju, susu cair, kacang, kismis, seresplastik kemasan (pembungkus) roti dan lain-lain.
Dalam melakukan proses produksi, perusahaan menggunakan peralatan –peralatan (mesin), yaitu sebagai berikut:
a. Mesin Pengaduk Adonan b. Oven
c. Loyang Aluminium d. Kulkas
e. Tabung Gas Elpiji f. Rak roti
g. Cetakan Kue h. Sarung Tangan 4. Proses Produksi
Proses produksi dapat diartikan sebagai cara, metode dan teknik untuk menciptakan atau menambah kegunaan suatu barang dengan menggunakan sumber-sumber (tenaga kerja, mesin, bahan baku, dan dana) yang ada.
31
Tahapan proses produksi yang dilakukan Rifa Bakery adalah sebagai berikut :
a. Pengadonan
Pengadonan merupakan tahapan paling awal dalam memproduksi roti yang akan dijual. Dalam mengadon adonan ini bahan-bahan yang diperlukan adalah tepung terigu, air putih, telur, margarin, fermifan, gula pasir, semua bahan itu diaduk menjadi satu dan disinilah proses produksi dilakukan.
b. Pencetakan
Adonan yang telah didiamkan selama beberapa jam untuk proses pengembangan kemudiaan dicetak menggunakan berbagai jenis cetakan kue dan diisikan tambahan didalam roti. Cetakan dan isi adonan tersebut berbeda-beda untuk setiap jenis roti yang akan diproduksi.
c. Pemanggangan
Setelah adonan dicetak kemudiaan dipanggang didalam oven yang telah dipanaskan.
d. Pengemasan
Roti yang telah selesai di panggang beberapa menit didalam oven didinginkan, kemudian dikemas kedalam plastik transparan dan kemudian diberi label merek produk dan nama jenis roti.
32
5. Pemasaran Hasil Produksi
Hasil Produksi dari Perusahaan Roti “Rifa Bakery” Hulu Sungai Tengah adalah roti. Roti merupakan makanan yang di gemari masyarakat umum karena mempunyai rasa yang enak dan harganya pun terjangkau oleh masyarakat. Produk yang dihasilkan oleh perusahaan Roti “Rifa Bakery” Hulu Sungai Tengah diantaranya Roti Tawar, Roti Cokelat, Roti Cokelat Susu, Roti Kismis, Roti Keju Susu, Roti Isi Kacang, Roti Selai dan lain- lain.
Pihak Perusahaan menjual dengan memasarkan ke toko- toko, pasar, dan ada juga konsumen yang langsung datang keperusahaan Roti “Rifa Bakery” Hulu Sungai Tengah agar dapat memilih berbagai macam hasil produk (roti) yang telah di produksi.
6. Perhitungan menurut Rifa Bakery Hulu Sungai Tengah
a. Data temuan yang berhubungan dengan Variabel Penelitian
1) Biaya simpan terdiri dari pendingin seperti kulkas, penerangan seperti lampu, pemeliharaan peralatan seperti mesin-mesin ± diperkirakan 25 % dari nilai rata – rata harga bahan baku pertahunnya.
2) Biaya pesan terdiri dari biaya telpon diperkirakan ± Rp. 5000 @ kali pesan.
3) Lead time (waktu tunggu) antara pemesanan sampai kedatangan adalah 1 hari.
33
4) Frekuensi pemesanan bahan baku perusahaan roti Rifa Bakery yaitu:
a) Tepung Terigu : 5 Hari b) Mentega : 8 Hari c) Telur : 4 Hari
5) Data – Data pemesanan bahan baku, pemakaian bahan baku dan harga bahan baku untuk tahun 2012, 2013, dan 2014 Perusahaan Roti Rifa Bakery Hulu Sungai Tengah :
Tabel 5
Data Pemesanan Bahan Baku Tahun 2012-2014 Perusahaan Roti “Rifa Bakery” Hulu Sungai Tengah
No Tahun Tepung Terigu (Kg)
Mentega (Kg)
Telur (Kg)
1 2012 74.120 4.081 6.950
2 2013 79.992 5.000 7.977
3 2014 84.891 5.873 8.909
Jumlah 239.003 14.954 23.836
Rata –rata 79.668 4.985 7.945
Sumber: Perusahaan Roti Rifa Bakery Hulu Sungai Tengah .
Tebel 6
Data Pemakaian Bahan Baku Tahun 2012-2014 Perusahaan Roti “Rifa Bakery” Hulu Sungai Tengah No Tahun Tepung Terigu
(Kg)
Mentega (Kg)
Telur (Kg)
1 2012 74.090 4.056 6.825
2 2013 79.835 4.918 7.930
3 2014 84.818 5.848 8.808
Jumlah 238.743 14.822 23.563
Rata -rata 79.581 4.941 7.854
Sumber: Perusahaan Roti Rifa Bakery Hulu Sungai Tengah.
.
34
Tebel 7
Data Harga Bahan Baku Tahun 2012-2014 Perusahaan Roti “Rifa Bakery” Hulu Sungai Tengah No Tahun Tepung Terigu
(Kg)
Mentega (Kg)
Telur (Kg)
1 2012 8.900 36.500 14.500
2 2013 9.500 42.500 16.500
3 2014 10.500 47.500 18.000
Jumlah 28.900 126.500 49.000
Rata -rata 9.633 42.167 16.333
Sumber: Perusahaan Roti Rifa Bakery Hulu Sungai Tengah & Hasil Olahan Penulis.
B. Pembahasan Hasil Penelitian
Langkah yang sebaiknya dilakukan perusahaan untuk menghindari kelebihan bahan baku yaitu :
1. Melakukan perencanaan jumlah kebutuhan bahan baku selama satu tahun (periode).
Kebutuhan bahan baku dapat ditentukan dengan cara menentukan/menghitung jumlah pembelian bahan baku yang ekonomis, yaitu dengan cara optimalisasi pembelian, dimana perusahaan memang menggunakan berbagai jenis bahan baku.
Dengan Metode Least Square (metode kuadrat terkecil) maka perlu dilakukan peramalan terhadap produksi barang jadi untuk tahun 2015, dengan menggunakan rumus :
Y = a + b X ...(1) a = ∑ ... (2) b =∑
∑ ² ... (3)
35
Syarat ∑ X = 0
Tabel 8
Ramalan Kebutuhan Bahan Baku Perusahaan Roti “Rifa Bakery”
Tahun 2015 untuk jenis Bahan Baku Tepung Terigu (Kg)
Tahun Kebutuhan (Y) X XY X²
2012 74090 -1 -74090 1
2013 79835 0 0 0
2014 84818 1 84818 1
∑ 238743 0 10728 2
Sumber : Perusahaan Roti Rifa Bakery Hulu Sungai Tengah & Hasil Olahan Sendiri
Dengan Menggunakan Metode Least Square:Y = + bX
= ∑ b = ∑
∑ ²
= b =
= 79.581 = 5.364
Y = a + bX
= 79.581 + 5.364 (X) = 79.581 + 5.364 (2) = 90.309 Kg
Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan metode Least Square (Metode kuadrat terkecil), maka ramalan kebutuhan untuk jenis Bahan Baku Tepung Terigu pada tahun 2015 adalah 90.309 Kg
36
Tabel 9
Ramalan Kebutuhan Bahan Baku Perusahaan Roti “Rifa Bakery”
Tahun 2015 untuk jenis Bahan Baku Mentega (Kg)
Tahun Kebutuhan (Y) X XY X²
2012 4056 -1 -4056 1
2013 4918 0 0 0
2014 5848 1 5848 1
∑ 14822 0 1792 2
Sumber : Perusahaan Roti Rifa Bakery Hulu Sungai Tengah & Hasil Olahan Sendiri
Dengan Menggunakan Metode Least Square: Y = + bX
= ∑ b = ∑
∑ ²
= b =
= 4.941 = 896
Y = a + bX
= 4.941 + 896 (X) = 4.941 + 896 (2) = 6.733 Kg
Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan metode Least Square (Metode kuadrat terkecil), maka ramalan kebutuhan untuk jenis Bahan Baku Mentega pada tahun 2015 adalah 6.733 Kg.
37
Tabel 10
Ramalan Kebutuhan Bahan Baku Perusahaan Roti “Rifa Bakery”
Tahun 2015 untuk jenis Bahan Baku Telur (Kg)
Tahun Kebutuhan (Y) X XY X²
2012 6825 -1 -6825 1
2013 7930 0 0 0
2014 8808 1 8808 1
∑ 23563 0 1983 2
Sumber : Perusahaan Roti Rifa Bakery Hulu Sungai Tengah & Hasil Olahan Sendiri
Dengan Menggunakan Metode Least Square: Y = + bX
= ∑ = ∑
∑ ²
= =
= 7.854 = 992
= +
= 7.854 + 992 (X) = 7.854 + 992 (2) = 9.8378 Kg
Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan metode Least Square (Metode kuadrat terkecil), maka ramalan kebutuhan untuk jenis Bahan Baku Telur pada tahun 2015 adalah 9.838Kg.
38
Tabel 11
Jenis dan Kebutuhan Bahan Baku
Perusahaan Roti Rifa Bakery Hulu Sungai Tengah Untuk Tahun 2015
No Jenis
Bahan Baku
Kebutuhan Bahan Baku Tahun 2015
1 Tepung Terigu 90.309 Kg
2 Mentega 6.733 Kg
3 Telur 9.837 Kg
Sumber : Hasil Olahan Penulis (2015)
2. Menentukan Jumlah Pembelian yang Ekonomis
Berdasarkan data yang telah didapatkan yaitu ramalan jumlah produksi, maka dapat ditentukan besarnya Kuantitas Pesanan Ekonomis (Economic Order Quantity).
Dimana :
KSt = kuantitas standar bahan baku dipakai selama periode tertentu
S = biaya pemesanan setiapa kali pesan (ordering cost) HSt = harga standar bahan baku perunit
I = biaya penyimpanan bahan digudang yang
dinyatakan dalam persentase dari nilai persediaan rata rata dalam satuan unit yang disebut carrying cost HSt x I = biaya penyimpanan perunit. Narafin (2007:256).
Berikut adalah perhitungan KPE untuk ketiga Bahan Baku :
Bahan Baku Tepung Terigu Diketahui :
Kst = Kuantitas standar bahan baku dipakai selama periode tertentu sebesar 90.309 Kg.
KPE = × ×
×
39
S = Biaya pesanan sebesar Rp. 5000 setiap kali pesan yang dikeluarkan oleh perusahaan.
I = Biaya penyimpanan bahan digudang yang ditetapkan oleh perusahaan sebesar 25%
Hst = Harga rata – rata bahan baku per Kg sebesar Rp.9.633 Perhitungan :
KPE =
KPE = 2 x 90.309 x 5.000 9.633 x 0,25
KPE = 903.090.000 2.408,25 KPE = √374.998 KPE = 612,37 Kg
Menurut hasil analisis banyaknya bahan baku tiap kali pemesanan yang ekonimis untuk Bahan Baku Tepung Terigu pada Tahun 2015 adalah sebanyak 612,37 Kg.
Bahan Baku Mentega Diketahui :
Kst = Kuantitas standar bahan baku dipakai selama periode tertentu sebesar 6.733 Kg.
S = Biaya pesanan sebesar Rp. 5000 setiap kali pesan yang dikeluarkan oleh perusahaan.
40
I = Biaya penyimpanan bahan digudang yang ditetapkan oleh perusahaan sebesar 25%
Hst = Harga rata – rata bahan baku per Kg sebesar Rp. 42.167 Perhitungan :
KPE = 2 X KSt x S HSt x I
KPE = 2 x 6.733 x 5.000 42.167 x 0,25
KPE = 67.330.000 10.541,75 KPE = 6. 386,98 KPE = 79,92 Kg
Menurut hasil analisis banyaknya bahan baku tiap kali pemesanan yang ekonimis untuk Bahan Baku Mentega pada Tahun 2015 adalah sebanyak 79,92 Kg.
Bahan Baku Telur Diketahui :
Kst = Kuantitas standar bahan baku dipakai selama periode tertentu sebesar 9.837 Kg.
S = Biaya pesanan sebesar Rp. 5000 setiap kali pesan yang dikeluarkan oleh perusahaan.
I = Biaya penyimpanan bahan digudang yang ditetapkan oleh perusahaan sebesar 25%
41
Hst = Harga rata – rata bahan baku per Kg sebesar Rp.16.333 Perhitungan :
KPE = 2 X KSt x S HSt x I
KPE = 2 x 9.837 x 5.000 16.333 x 0.25
KPE = 98.370.000 4.083,25 KPE = 24.091,10 KPE = 155,2 Kg
Menurut hasil analisis banyaknya bahan baku tiap kali pemesanan yang ekonimis untuk Bahan Baku Telur pada Tahun 2015 adalah sebanyak 155,21Kg.
Tabel 12
Hasil Perhitungan Pemesanan Bahan Baku yang Ekonomis Perusahaan Roti Rifa Bakery Hulu Sungai Tengah
Untuk Tahun 2015
No Jenis
Bahan Baku
Pemesanan yang Ekonomis (KPE) tiap
kali pesan
1 Tepung Terigu 612,37 Kg
2 Mentega 79,92 Kg
3 Telur 155,21 Kg
Sumber : Hasil Olahan Penulis (2015)
42
Tabel 13
Hasil Perhitungan Pemesanan Bahan Baku menurut data Perusahaan Roti Rifa Bakery Banjarmasin
Untuk Tahun 2015
No Jenis
Bahan Baku Perhitungan
Pemesanan menurut data perusahaan tiap
kali pesan 1 Tepung Terigu 79.581 Kg/ 72 Kali 1.105,29 Kg 2 Mentega 4.941 Kg/ 45 Kali 109,8Kg
3 Telur 7.854 Kg/ 90 Kali 87.27 Kg
Sumber : Hasil Olahan Penulis (2015)
3. Menentukan Frekuensi Pemesanan Pemesanan Pertahun
Perusahaan Roti Rifa Bakery Hulu Sungai Tengah kurang memperhatikan berapa jumlah pemesanan bahan baku yang dilakukan untuk setiap kali pemesanannya, karena pihak perusahaan membelinya secara untung-untungan.
Perusahaan dalam melakukan sekali pemesanan jumlahnya tidak pernah stabil terkadang lebih dari analisa tersebut diatas dan terkadang kurang sehingga mengakibatkan kelebihan/kekurangan bahan baku.
Adapun Frekuensi Pemesanan Ekonomis Pertahun dapat dihitung dengan cara :
Dimana :
Frekuensi Pemesanan : Frekuensi pemesanan dalam satu periode
= Jumlah bahan baku yang diperlukan KPE
43
Jumlah bahan baku yang
diperlukan : Kebutuhan selama satu tahun (Kg) KPE : Jumlah/kuantitas pemesanan yang
ekonomis.
Bahan Baku Tepung Terigu:
Diketahui :
Jumlah Bahan Baku Tepung Terigu yang diperlukan untuk tahun 2015 adalah 90.309 Kg.
KPE yang ekonomis untuk Bahan Baku Tepung Terigu pada Tahun 2015 adalah 612,37 Kg.
Perhitungan :
Frekuensi Pemesanan = 90.309 Kg 612,37 Kg
= 147 Kali
Menurut hasil analisis frekuensi pemesanan bahan baku yang ekonomis untuk Bahan Baku Tepung Terigu pada Tahun 2015 sebanyak 147 Kali.
Bahan Baku Mentega:
Diketahui :
Jumlah Bahan Baku Mentega yang diperlukan untuk tahun 2015 adalah 6.733 Kg.
KPE yang ekonomis untuk Bahan Baku Mentega pada Tahun 2015 adalah 79,92 Kg.
44
Perhitungan :
Frekuensi Pemesanan = 6.733 Kg 79,92 Kg
= 84 Kali
Menurut hasil analisis frekuensi pemesanan bahan baku yang ekonomis untuk Bahan Baku Mentega pada Tahun 2015 sebanyak 84 Kali.
Bahan Baku Telur:
Diketahui :
Jumlah Bahan Baku Telur yang diperlukan untuk tahun 2015 adalah 9.837 Kg.
KPE yang ekonomis untuk
Bahan Baku Telur pada Tahun 2015 adalah 155,21 Kg.
Perhitungan :
Frekuensi Pemesanan = 9.837 Kg 155,21 Kg
= 63 Kali
Menurut hasil analisis frekuensi pemesanan bahan baku yang ekonomis untuk Bahan Baku Telur pada Tahun 2015 sebanyak 63 Kali.
Perhitungan Sesuai Data dari Perusahaan :
Frekuensi pemesanan bahan baku perusahaan roti Rifa Bakery Hulu Sungai Tengah yaitu :
a. Tepung Terigu : 5 hari sekali
45
b. Mentega : 8 hari sekali c. Telur : 4 hari sekali Bahan Baku Tepung Terigu :
Diketahui :
Jumlah hari kerja perusahaan Roti Rifa Bakery Hulu Sungai Tengah adalah 360 Hari
Frekuensi Pemesanan Bahan Baku Baku Tepung Terigu Perusahaan Roti Rifa Bakery Hulu Sungai Tengah adalah 5hari sekali.
Perhitungan :
Frekuensi Pemesanan = 360 Hari 5 Hari
= 72 Kali
Menurut hasil analisis frekuensi pemesanan bahan baku sesuai data perusahaan untuk Bahan Baku Tepung Terigu pada tahun 2015 sebanyak 72Kali.
Bahan Baku Mentega : Diketahui :
Jumlah hari kerja perusahaan Roti Rifa Bakery Hulu Sungai Tengah adalah 360 Hari
Frekuensi Pemesanan Bahan Baku Baku Mentega Perusahaan Roti Rifa Bakery Hulu Sungai Tengah adalah 8 hari sekali.
46
Perhitungan :
Frekuensi Pemesanan = 360 Hari 8 Hari
= 45 Kali
Menurut hasil analisis frekuensi pemesanan bahan baku sesuai data perusahaan untuk Bahan Baku Mentega pada tahun 2015 sebanyak 45 Kali.
Bahan Baku Telur : Diketahui :
Jumlah hari kerja perusahaan Roti Rifa Bakery Hulu Sungai Tengah adalah 360 Hari
Frekuensi Pemesanan Bahan Baku Baku Telur Perusahaan Roti Rifa Bakery Hulu Sungai Tengah adalah 4 hari sekali.
Perhitungan :
Frekuensi Pemesanan = 360 Hari 4 Hari = 90 Kali
Menurut hasil analisis frekuensi pemesanan bahan baku sesuai data perusahaan untuk Bahan Baku Telur pada tahun 2015 sebanyak 90 Kali.
Dari perhitungan di atas, didapat perbedaan frekuensi pemesanan yang ekonomis dan frekuensi pemesanan sesuai data perusahaan adalah :
47
Tabel 14
Hasil Perhitungan Frekuensi Pemesanan Perusahaan Roti Rifa Bakery Hulu Sungai Tengah
Untuk Tahun 2015
No Jenis
Bahan Baku
Frekuensi Pemesanan Ekonomis (kali)
Frekuensi Pemesanan sesuai data dari
perusahaan (kali)
1 Tepung Terigu 147 Kali 72 Kali
2 Mentega 84 Kali 45 Kali
3 Telur 63 Kali 90 Kali
Sumber : Hasil Olahan Penulis (2015)
Diketahui jumlah frekuensi pemesanan dalam satu tahun tersebut dapat ditentukan pula jarak antar satu pesanan dengan pesanan berikutnya, yaitu dengan cara :
Dimana :
Frekuensi Pemesanan :Frekuensi pemesanan dalam satu periode
Jumlah hari kerja dalam satu tahun : Jumlah hari kerja untuk satu tahun
Frekuensi Pemesanan :Jumlah Frekuensi Pemesanan dalam satu tahun
Bahan Baku Tepung Terigu : Diketahui :
Jumlah hari kerja perusahaan Roti Rifa Bakery Hulu Sungai Tengah adalah 360 Hari.
Frekuensi Pemesanan Bahan Baku Tepung Terigu yang ekonomis untuk tahun 2015 adalah 147 Kali.
=
48
Perhitungan :
Frekuensi Pemesanan = 360 hari
147 kali x 1 hari
= 2 Hari
Menurut hasil analisis jarak antara satu pesanan dengan pesanan berikutnya yang ekonomis untuk pemesanan bahan baku Tepung Terigu pada tahun 2015 adalah 2 Hari
Bahan Baku Mentega : Diketahui :
Jumlah hari kerja perusahaan Roti Rifa Bakery Hulu Sungai Tengah adalah 360 Hari.
Frekuensi Pemesanan Bahan Baku Mentega yang ekonomis untuk tahun 2015 adalah 84 Kali.
Perhitungan :
Frekuensi Pemesanan = 360 hari
84 kali x 1 hari
= 4 Hari
Menurut hasil analisis jarak antara satu pesanan dengan pesanan berikutnya yang ekonomis untuk pemesanan bahan baku Mentega pada tahun 2015 adalah 4 Hari.
Bahan Baku Telur : Diketahui :
Jumlah hari kerja perusahaan Roti Rifa Bakery Hulu Sungai Tengah adalah 360 Hari.
49
Frekuensi Pemesanan Bahan Baku Telur yang ekonomis untuk tahun 2015 adalah 63 Kali.
Perhitungan :
Frekuensi Pemesanan = 360 hari
63 kali x 1 hari
= 5 Hari
Menurut hasil analisis jarak antara satu pesanan dengan pesanan berikutnya yang ekonomis untuk pemesanan bahan baku Telur pada tahun 2015 adalah 5 Hari.
Tabel 15
Hasil Perhitungan Jarak Pesanan
Perusahaan Roti Rifa Bakery Hulu Sungai Tengah Untuk Tahun 2015
No Jenis
Bahan Baku
Frekuensi Pemesanan
Ekonomis (kali)
Frekuensi Pemesanan sesuai data dari
Perusahaan (hari)
1 Tepung Terigu 2 Hari 5 Hari
2 Mentega 4 Hari 8 Hari
3 Telur 5 Hari 4 Hari
Sumber : Hasil Olahan Penulis (2015)
4. Menentukan Tingkat Persediaan Pengaman (Safety Stock) Safety Stock ini berguna untuk menentukan besarnya persediaan pengaman sebagai antisipasi terhadap kemungkinan kekosongan bahan baku yang dibeli dan antisipasi terhadap pesanan mendadak.
50
Cara menghitung Safety Stock dengan menggunakan rumus :
Dimana :
Safety Stock : Persediaan Pengaman Jumlah perkiraan kebutuhan
untuk periode selanjutnya : Jumlah hari kerja untuk satu tahun
Bahan Baku Tepung Terigu :
Diketahui Jumlah perkiraan kebutuhan untuk Bahan Baku Tepung Terigu pada tahun 2015 adalah 90.309 Kg.
Perhitungan :
= 1
12 x 90.309 Kg = 7.526 Kg
Sebaiknya perusahaan mengadakan persediaan pengaman (safety stock) pada tahun 2015 untuk Bahan Baku Tepung Terigu adalah 7.526 Kg
Bahan Baku Mentega :
Diketahui Jumlah perkiraan kebutuhan untuk Bahan Baku Mentega pada tahun 2015 adalah 6.733 Kg.
Perhitungan :
= 1
12 x 6.733 Kg = 561 Kg
= 1
12 Jumlah perkiraan kebutuhan untuk periode selanjutnya
51
Sebaiknya perusahaan mengadakan persediaan pengaman (safety stock) pada tahun 2015 untuk Bahan Baku Mentega adalah 561 Kg
Bahan Baku Telur :
Diketahui Jumlah perkiraan kebutuhan untuk Bahan Baku Telur pada tahun 2015 adalah 9.837 Kg.
Perhitungan :
= 1
12 x 9.837 Kg = 820 Kg
Sebaiknya perusahaan mengadakan persediaan pengaman (safety stock) pada tahun 2015 untuk Bahan Baku Telur adalah 820 Kg
Tabel 16
Hasil Perhitungan Safety Stock yang Ekonomis Perusahaan Roti Rifa Bakery Hulu Sungai Tengah
Untuk Tahun 2015
No Jenis
Bahan Baku Safety Stock
1 Tepung Terigu 7.526 Kg
2 Mentega 561 Kg
3 Telur 820 Kg
Sumber : Hasil Olahan Penulis (2015)
5. Menentukan Tingkat Pemesanan Kembali (Reorder point)
Dalam menentukan Tingkat Pemesanan Kembali (Reorder point), perusahaan harus menentukan waktu tunggu (Lead time) yang optimal terlebih dahulu.
52
Cara menghitung Reorder point dengan menggunakan rumus:
Dimana :
ROP (Reorder Point) : menunjukkan tingkat persediaan dimana perusahaan harus memesan.
Lead time : tenggang waktu antara
pemesanan sampai kedatangan.
Safety Stock : persediaan pengaman.
Tabel 17
Hasil Perhitungan Kebutuhan Bahan Baku Perhari Perusahaan Roti Rifa Bakery Hulu Sungai Tengah
Untuk Tahun 2015
No Bahan Baku Perhitungan
Kebutuhan Bahan Baku
Perhari 1 Tepung Terigu 90.309 Kg / 360 Hari 250,86 Kg 2 Mentega 6.733 Kg / 360 Hari 18,7 Kg 3 Telur 9.837 Kg / 360 Hari 27,32 Kg Sumber : Data diolah kembali (2015)
Bahan Baku Tepung Terigu : Diketahui :
Lead time untuk kebutuhan Bahan Baku Tepung Terigu pada tahun
2015 adalah 1 hari
Kebutuhan bahan baku per hari untuk jenis Tepung Terigu adalah 250,86 Kg
Safety stock untuk jenis Bahan Baku Tepung Terigu adalah sebanyak 7.526 Kg
ROP= ( Lead time x jumlah penggunaan rata-rata perhari ) + Safety stock
53
Perhitungan :
ROP = 1 x 250,86 Kg + 7.526 Kg
= 7.777 Kg
Sebaiknya perusahaan menetapkan tingkat pemesanan (reorder point) kembali jika persediaan Bahan Baku Tepung Terigu untuk tahun 2015 yang ada di gudang sebanyak 7.777 Kg.
Untuk Bahan Baku Mentega:
Diketahui :
Lead time untuk kebutuhan Bahan Baku Mentega pada tahun 2015
adalah 1 hari
Kebutuhan bahan baku per hari untuk jenis Mentega adalah 18,7 Kg
Safety stock untuk jenis Bahan Baku Mentega adalah sebanyak 561 Kg
Perhitungan :
ROP = 1 x 18,7 Kg + 561 Kg
= 579,7Kg
Sebaiknya perusahaan menetapkan tingkat pemesanan (reorder point) kembali jika persediaan Bahan Baku Mentega untuk tahun 2015 yang ada di gudang sebanyak 580 Kg.
Untuk Bahan Baku Telur : Diketahui :
54
Lead time untuk kebutuhan Bahan Baku Telur pada tahun 2015
adalah 1 hari
Kebutuhan bahan baku per hari untuk jenis Telur adalah 27,32 Kg Safety stock untuk jenis Bahan Baku Telur adalah sebanyak 820 Kg
Perhitungan :
ROP = 1 x 27,32 Kg + 820 Kg
= 847 Kg
Sebaiknya perusahaan menetapkan tingkat pemesanan (reorder point) kembali jika persediaan Bahan Baku Telur untuk tahun 2015 yang ada di gudang sebanyak 847 Kg.
Tabel 18
Hasil Perhitungan Tingkat Pemesanan Kembali (Reorder Point) Perusahaan Roti Rifa Bakery Hulu Sungai Tengah
Untuk Tahun 2015
No Bahan Baku Reorder Point
1 Tepung Terigu 7.777 Kg
2 Mentega 579,7 Kg
3 Telur 847 Kg
Sumber : Hasil Olahan Penulis (2015)
6. Analisa Perbandingan Pengendalian Persediaan Bahan Baku
Perusahaan Rifa Bakery Hulu Sungai Tengah dalam pengadaan bahan baku belum melakukan perhitungan yang pasti terhadap kebutuhan bahan baku yang dapat digunakan sebagai pedoman kerja. Pemesanan bahan baku perusahaan tidak didasarkan pada perencanaan terlebih dahulu dengan melihat kebutuhan tahun
55
sebelumnya tetapi ditentukan secara untung – untungan. Oleh karena itu sering terjadi salah perkiraan terhadap pemesanan bahan baku yang mengakibatkan kurang terkendali persediaan untuk bahan baku.
Pengendalian dengan menggunakan metode EOQ (Economical Order Quantity) aitu perusahaan dapat melakukan pengendalian bahan
baku dengan cara menentukan, meramalkan kebutuhan jumlah bahan baku selama satu tahun (periode), Perusahaan dapat menentukan jumlah pemesanan bahan baku yang optimal serta dapat menentukan persediaan pengaman (safety stock) dan perusahaan dapat menentukan kapan harus melakukan pemesanan bahan baku kembali (reorder point) sehingga resiko kelebihan dan kekurangan bahan baku diperusahaan dapat teratasi dengan baik.
Tabel 19
Hasil Perbandingan Anggaran Kebutuhan Bahan Baku Perusahaan RotiRifa Bakery Hulu Sungai Tengah
untuk Tahun 2015
No Jenis Bahan Baku
Anggaran kebutuhan bahan baku
yang Ekonomis
Anggaran kebutuhan
bahan menurut data
perusahaan
Selisih Lebih/Kurang
1 Tepung
Terigu 90.309 Kg 79.581 Kg 10.728 Kg 2 Mentega 6.733 Kg 4.941 Kg 1.792 Kg
3 Telur 9.837 Kg 7.854 Kg 1.983 Kg
Sumber :Hasil Olahan Penulis (2015)
Anggaran kebutuhan bahan baku yang ekonomis dihitung menggunakan Least Square (metode kuadrat terkecil) dengan
56
menggunakan data pemakaian bahan baku 3 tahun sebelumnya yaitu tahun 2012,2013,dan 2014 ( lihat tabel 10).
Anggaran kebutuhan bahan baku menurut data perusahaan diperoleh dari data pemakaian rata- rata tahun 2012,2013, dan tahun 2014.(lihat tabel 6)
Saran penulis :
Untuk memesan bahan baku sebaiknya perusahaan terlebih dahulu menghitung anggaran bahan baku yang ekonomis agar lebih memudahkan peramalan anggaran yang dibutuhkan untuk pemesanan bahan baku tahun berikutnya yang bertujuan untuk mengantisipasi kelebihan atau kekurangan bahan baku.
Tabel 20
Hasil Perbandingan Pemesanan Bahan Baku (KPE) Perusahaan Roti Rifa Bakery Hulu Sungai Tengah
untuk Tahun 2015
No Jenis Bahan Baku
Pemesanan yang Ekonomis ( KPE) tiap kali
pesan
Perusahaan menurut data
perusahaan
Selisih Lebih/Kurang 1 Tepung
Terigu 612,37 Kg 1.105,29 Kg 493
2 Mentega 79,92 Kg 109,8 Kg 30 3 Telur 155,21 Kg 87.27 Kg 68 Sumber :Hasil Olahan Penulis (2015)
Pemesanan yang Ekonomis (KPE) tiap kali pesan diperoleh dari perhitungan menggunakan rumus KPE (Kuantitas Pemesanan Ekonomis). ( lihat tabel 12)
57
Pemesanan menurut data dari perusahaandihitung dari data pemakaian bahan baku dibagi frekuensi pemesanan yang ada diperusahaan yang diperkirakan secara untung – untungan. ( lihat tabel 13)
Saran penulis:
Setelah menghitung anggaran bahan baku untuk satu periode sebaiknya perusahaan juga menghitung pemesanan bahan baku yang ekonomis (KPE) per tiap kali pesan bertujuan supaya perusahaan mempunyai persediaan bahan baku dengan waktu yang tepat sehingga proses produksi berjalan efektif dan efisien.
Tabel 21
Hasil Perbandingan Frekuensi Pemesanan PerusahaanRoti Rifa Bakery Hulu Sungai Tengah
Untuk Tahun 2015 No Bahan Baku Frekuensi
Pemesanan Ekonomis
(kali)
Frekuensi Pemesanan sesuai data perusahaan
(kali)
Selisih Lebih/Kurang
1 Tepung Terigu 147 Kali 72 Kali 75 Kali
2 Mentega 84 Kali 45 Kali 39 Kali
3 Telur 63 Kali 90 Kali 27 Kali
Sumber :Hasil Olahan Sendiri (2015)
Frekuensi pemesanan ekonomis diperoleh dari perhitungan anggaran kebutuhan bahan baku untuk tahun 2015 dibagi dengan KPE (Kuantitas Pemesanan Ekonomis) untuk tahun 2015.(lihat tabel 14)
58
Frekuensi pemesanan sesuai data perusahaan dihitung dari jumlah hari dalam satu tahun yaitu 360 hari dibagi beberapa hari sekali perusahaan memesan bahan baku .(lihat tabel 14)
Saran Penulis :
Setelah mengetahui berapa jumlah pemesanan bahan baku yang ekonomis (KPE) per tiap kali pesan sebaliknya perusahaan juga menghitung berapa kali dalam satu periode untuk pemesanan bahan baku supaya lebih terstruktur dalam perencanaan dan pengendaliaan bahan baku.
Tabel 22
Hasil Perbandingan Jarak Pesanan
Perusahaan Roti Rifa Bakery Hulu Sungai Tengah Untuk Tahun 2015
No Bahan Baku Frekuensi Pemesanan
Ekonomis (hari)
Frekuensi Pemesanan sesuai data perusahaan
(hari)
Selisih Lebih/Kurang
1 Tepung Terigu 2 Hari 5 Hari 3 Hari
2 Mentega 4 Hari 8 Hari 4 Hari
3 Telur 5 Hari 4 Hari 1 Hari
Sumber : Hasil Olahan Penulis (2015)
Frekuensi pemesanan yang ekonomis (hari) diperoleh dari perhitungan jumlah hari dalam satu tahun yaitu 360 hari dibagi dengan frekuensi pemesanan ekonomis.(lihat tabel 15)
Frekuensi pemesanan menurut data perusahaan (hari) diperoleh dari perhitungan jumlah hari dalam satu tahun yaitu 360 hari
59
dibagi dengan frekuensi pemesanan yang di tentukan oleh perusahaan, (lihat tabel 15)
Saran penulis :
Setelah mengetahui berapa kali frekuensi pemesanan bahan baku dalam satu tahun, berikutnya menghitung berapa jarak pemesanan bahan baku dalam perhari nya agar dapat memperkirakan waktu pemesanan bahan baku lebih jelas dan rinci.