• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADA PT. ASTRA INTERNASIONAL TBK PERIODE

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADA PT. ASTRA INTERNASIONAL TBK PERIODE"

Copied!
108
0
0

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

ANDI BATARA TUNGKE 105721121618

PROGRAM STUDI MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

MAKASSAR 2022

(2)

ii

KARYA TUGAS AKHIR MAHASISWA

JUDUL PENELITIAN:

ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADA PT. ASTRA INTERNASIONAL TBK

PERIODE 2016-2020

SKRIPSI

Disusun dan Diajukan Oleh:

ANDI BATARA TUNGKE 105721121618

Untuk Memenuhi Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi pada Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Universitas Muhammadiyah Makassar

PROGRAM STUDI MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR MAKASSAR 2022

(3)

iii

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

MOTTO

“But Allah is your protector, and He is the best of helpers”

(Tetapi hanya Allah-lah pelindungmu, dan Dia penolong terbaik) (Ali Imran 3:150)

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”

(Q.S Al Insyirah 94:5)

PERSEMBAHAN

Puji syukur kepada Allah SWT atas Ridho-Nya serta karunia-Nya sehingga skripsi ini telah terselesaikan dengan baik.

Alhamdulilah Rabbilalamin

Skripsi ini kupersembahkan untuk Kedua orang tuaku tercinta Saudara-saudara ku tersayang Orang-orang yang saya sayang

Dan Almamater ku

(4)

iv

(5)

v

(6)

vi

(7)

vii

KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan ke hadirat AllahSWT atas segala rahmat dan hidayah yang tiada henti diberikan kepada hamba-Nya.

Shalawat dan salam tak lupa penulis kirimkan kepada Rasulullah Muhammad SAW beserta para keluarga, sahabat dan para pengikutnya. Merupakan nikmat yang tiada ternilai manakala penulisan skripsi yang berjudul “Analisis Kinerja Keuangan pada PT. Astra Internasional Tbk Periode 2016-2020”.

Skripsi yang penulis buat ini bertujuan untuk memenuhi syarat dalam menyelesaikan program Sarjana (S1) pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.

Teristimewa dan terutama penulis sampaikan ucapan terima kasih kepada kedua orang tua penulis Bapak Andi Alimase dan Ibu HJ. Chandra Herawati yang senantiasa memberi harapan, semangat, perhatian, kasih sayang dan doa tulus. Dan saudara-saudaraku tercinta yang senantiasa mendukung dan memberikan semangat hingga akhir studi ini. Dan seluruh keluarga besar atas segala pengorbanan, serta dukungan baik materi maupun moral, dan doa restu yang telah diberikan demi keberhasilan penulis dalam menuntut ilmu. Semoga apa yang telah mereka berikan kepada penulis menjadi ibadah dan cahaya penerang kehidupan di dunia dan di akhirat.

Penulis menyadari bahwa penyusunan skripsi ini tidak akan terwujud tanpa adanya bantuan dan dorongan dari berbagai pihak. Begitu pula penghargaan yang setinggi-tingginya dan terima kasih banyak disampaikan dengan hormat kepada:

(8)

viii

1. Bapak Prof. Dr. H. Ambo Asse, M.Ag, Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar.

2. Dr. H. Andi Jam’an, S.E., M.Si, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Makassar.

3. Bapak Muh. Nur Rasyid, S.E., M.M, selaku Ketua Program Studi Manajemen Universitas Muhammadiyah Makassar.

4. Bapak Dr. H. Andi Rustam, S.E.,M.M.,M.Ak.,CA.,CPAI.,CPA.,Asean CPA, selaku Pembimbing I yang senantiasa meluangkan waktunya membimbing dan mengarahkan penulis, sehingga skripsi selesai dengan baik.

5. Bapak Nasrullah, S.E.,M.M, selaku Pembimbing II yang telah berkenan membantu selama dalam penyusunan skripsi hingga ujian skripsi.

6. Bapak/Ibu dan Asisten Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar yang tak kenal lelah banyak menuangkan ilmunya kepada penulis selama mengikuti kuliah.

7. Segenap Staf dan Karyawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.

8. Rekan-rekan Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Manajemen Angkatan 2018 yang selalu belajar bersama yang tidak sedikit bantuannya dan dorongan dalam aktivitas studi penulis.

9. Terima kasih teruntuk semua kerabat yang tidak bisa saya tulis satu persatu yang telah memberikan semangat, kesabaran, motivasi, dan dukungannya sehingga penulis dapat merampungkan penulisan Skripsi ini.

(9)

ix

Akhirnya, sungguh penulis sangat menyadari bahwa Skripsi ini masih sangat jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kepada semua pihak utamanya para pembaca yang budiman, penulis senantiasa mengharapkan saran dan kritikannya demi kesempurnaan Skripsi ini.

Mudah-mudahan Skripsi yang sederhana ini dapat bermanfaat bagi semua pihak utamanya kepada Almamater tercinta Kampus Biru Universitas Muhammadiyah Makassar.

Billahi fii Sabilil Haq, Fastabiqul Khairat, Wassalamu’alaikum Wr.Wb

Makassar, 02 April 2022 Penulis

Andi Batara Tungke

(10)

x ABSTRAK

ANDI BATARA TUNGKE. 2022. Analisis Kinerja Keuangan pada PT. Astra International TBK Periode 2016-2020. Skripsi. Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar. Dibimbing oleh:

Pembimbing I H. Andi Rustam dan Pembimbing II Nasrullah.

Tujuan penelitian ini merupakan jenis penelitian bersifat kuantitatif dengan tujuan untuk mengetahui kinerja keuangan pada PT. Astra Internasional TBK Periode 2016-2020 berdasarkan rasio likuiditas dan rasio profitabilitas. Sampel diambil laporan keuangan perusahaan PT. Astra Internasional TBK. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi yaitu mencatat data yang diperlukan melalui website Bursa Efek Indonesia. Dalam penelitian ini sumber data yang digunakan adalah pengumpulan data sekunder.

Berdasarkan hasil penelitian data dengan menggunakan perhitungan rasio likuiditas dan rasio profitabilitas mengenai kinerja keuangan PT. Astra Internasional TBK Tahun 2016-2020, maka penulis menarik kesimpulan bahwa kinerja keuangan ditinjau dari rasio likuiditas, dilihat dari perhitungan current ratio dan quick ratio masih kurang maksimal karena nilainya masih dibawah standar rata-rata industri. Artinya perusahaan belum maksimal dalam mengelola modal kerjanya. Dan kinerja keuangan ditinjau dari rasio profitabilitas, dilihat dari perhitungan GPM, NPM, ROA dan ROE juga jumlah rasio yang didapatkan masih berada dibawah standar rata-rata rasio. Secara keseluruhan kondisi perusahaan ditinjau dari rasio profitabilitas dapat dikatakan kurang maksimal. Pihak manajemen perusahaan belum maksimal dalam mengelola kewajiban dan memaksimalkan penggunaan aktiva lancarnya.

Kata kunci : Rasio Likuiditas, Rasio Profitabilitas, Kinerja Keuangan.

(11)

xi ABSTRACT

ANDI BATARA TUNGKE. 2022. Financial Performance Analysis at PT. Astra International TBK Period 2016-2020. Thesis of Management Department, Faculty of Economics and Business, University of Muhammadiyah Makassar. Supervised by Supervisor I: H. Andi Rustam and Supervisor II Nasrullah.

The purpose of this study is a type of quantitative research with the aim of knowing the financial performance of PT. Astra Internasional TBK Period 2016- 2020 based on liquidity ratios and profitability ratios. The sample is taken from the company's financial statements PT. Astra International TBK. The type of data used in this study is secondary data obtained from the company's annual financial statements. Data collection was carried out using documentation techniques, namely recording the required data from the Indonesian Stock Exchange website. In this study, the data source used was secondary data collection.

Based on the results of research data using the calculation of liquidity ratios and profitability ratios regarding the financial performance of PT. Astra International TBK 2016-2020, the authors conclude that financial performance in terms of liquidity ratios, seen from the calculation of the current ratio and quick ratio is still not optimal because the value is still below the industry average standard. This means that the company has not been optimal in managing its working capital. And financial performance in terms of profitability ratios, seen from the calculation of GPM, NPM, ROA and ROE also the number of ratios obtained is still below the average standard ratio. Overall condition of the company in terms of profitability ratios can be said to be less than optimal. The company's management has not been maximal in managing liabilities and maximizing the use of its current assets. Keywords: Liquidity Ratio, Profitability Ratio, Financial Performance.

Keywords: Liquidity Ratio, Profitability Ratio, Financial Performance.

(12)

xii DAFTAR ISI

Halaman

SAMPUL ... i

HALAMAN JUDUL ... ii

HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN ... iii

HALAMAN PERSETUJUAN ... iv

HALAMAN PENGESAHAN... v

SURAT PERNYATAAN KEABSAHAN ... vi

KATA PENGANTAR ... vii

ABSTRAK ... x

ABSTRACT ... xi

DAFTAR ISI ... xii

DAFTAR TABEL ... xiv

DAFTAR GAMBAR ... xv

DAFTAR LAMPIRAN ... xvi

BAB I. PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 6

C. Tujuan Penelitian ... 6

D. Manfaat Penelitian ... 6

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA ... 8

A. Tinjauan Teori ... 8

1. Manajemen Keuangan ... 8

2. Laporan Keuangan ... 10

3. Analisis Laporan Keuangan ... 13

4. Rasio Keuangan ... 15

5. Analisis Rasio Likuiditas ... 16

6. Analisis Rasio Profitabilitas... 18

7. Kinerja Keuangan ... 21

B. Tinjauan Empiris ... 23

C. Kerangka Pikir Penelitian ... 29

BAB III. METODE PENELITIAN ... 31

A. Jenis Penelitian ... 31

(13)

xiii

B. Lokasi dan Waktu Penelitian ... 31

C. Jenis dan Sumber Data ... 31

D. Populasi dan Sampel ... 32

E. Metode Pengumpulan Data ... 33

F. Definisi Operasional Variabel ... 33

G. Metode Analisis Data ... 34

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 38

A. Gambaran Umum Objek Penelitian ... 38

1. Sejarah Singkat Bursa Efek Indonesia (BEI) ... 38

2. Deskripsi Objek Penelitian ... 39

3. Visi dan Misi ... 40

4. Struktur Organisasi ... 41

5. Job Description ... 42

B. Hasil Penelitian ... 46

1. Analisis Rasio Likuiditas PT. Astra Internasional Tbk ... 46

2. Analisis Rasio Profitabilitas PT. Astra Internasional Tbk ... 50

3. Perhitungan Rasio Profitabilitas PT. Astra Internasional Tbk ... 55

BAB V. PENUTUP ... 68

A. Kesimpulan ... 68

B. Saran ... 70 DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR LAMPIRAN

(14)

xiv

2.1 Penelitian Terdahulu ... 23

3.1 Standar Industri Rasio Likuiditas dan Rasio Profitabilitas ... 37

4.1 Perhitungan Current Ratio 2016-2020 ... 47

4.2 Perhitungan Quick Ratio 2016-2020 ... 49

4.3 Laporan Posisi Keuangan PT. Astra Internasional Tbk 2016-2020 ... 50

4.4 Laporan Laba Rugi PT. Astra Internasional Tbk 2016-2020 ... 53

4.5 Perhitungan Gross Profit Margin (GPM) 2016-2020 ... 56

4.6 Perhitungan Net Profit Margin (NPM) 2016-2020 ... 58

4.7 Perhitungan Return on Assets (ROA) 2016-2020 ... 61

4.8 Perhitungan Return on Equity (ROE) 2016-2020 ... 63

(15)

xv

DAFTAR GAMBAR

2.1 Kerangka Pikir Penelitian ... 30

4.1 Struktur Organisasi ... 41

4.2 Current Ratio PT. Astra Internasional Tbk 2016-2020 ... 47

4.3 Quick Ratio PT. Astra Internasional Tbk 2016-2020 ... 49

4.4 Gross Profit Margin PT. Astra Internasional Tbk 2016-2020 ... 56

4.5 Net Profit Margin PT. Astra Internasional Tbk 2016-2020 ... 59

4.6 Return on Assets PT. Astra Internasional Tbk 2016-2020 ... 61

4.7 Return on Equity PT. Astra Internasional Tbk 2016-2020 ... 64

(16)

xvi

Lampiran 2 Laporan Keuangan PT. Astra Internasional Tbk 2016-2020

Lampiran 3 Surat Permohonan Izin Penelitian di Bursa Efek Indonesia (BEI) Universitas Muhammadiyah Makassar

Lampiran 4 Surat Balasan Izin Penelitian di Bursa Efek Indonesia (BEI) Universitas Muhammadiyah Makassar

Lampiran 5 Bukti Cek Plagiasi Per BAB

(17)

1 A. Latar Belakang

Suatu perusahaan perlu menganalisis laporan keuangan untuk mengetahui kondisi keuangan serta kemampuan perusahaan dalam mengatasi masalah-masalah keuangan agar dapat mengambil keputusan yang cepat dan tepat. Selain untuk kepentingan perusahaan dan manajemennya, analisis laporan keuangan juga diperlukan oleh pihak-pihak yang berkepentingan seperti: investor, kreditor, dan pemerintah untuk menilai kondisi keuangan dan perkembangan dari suatu perusahaan.

Keuangan merupakan salah satu faktor yang harus diperhatikan perusahaan dalam mengembangkan usahanya untuk mencapai target yang telah ditetapkan. Tujuan utama dari berdirinya suatu perusahaan adalah untuk memperoleh keuntungan dan memaksimalkan keuntungan tersebut.

Perusahaan harus memiliki kinerja keuangan yang sehat dan efisien agar bisa memperoleh laba atau keuntungan sesuai yang ingin dicapai. Agar tujuan tersebut dapat tercapai, manajemen perusahaan harus mampu membuat perencanaan keuangan yang tepat dan akurat. Setiap perusahaan harus mampu membuat catatan keuangan, pembukuan, dan laporan tersebut dibuat dalam suatu periode tertentu yaitu dalam bentuk laporan keuangan.

Menurut Fahmi (2014:31) laporan keuangan merupakan suatu informasi yang menggambarkan kondisi keuangan suatu perusahaan, dan lebih jauh informasi tersebut dapat dijadikan sebagai gambaran kinerja keuangan perusahaan tersebut.

(18)

Menurut Kasmir (2015:7) laporan keuangan adalah laporan yang menunjukkan kondisi keuangan perusahaan pada saat ini atau dalam periode tertentu. Maksud laporan keuangan yang menunjukkan kondisi perusahaan saat ini adalah merupakan kondisi terkini. Kondisi perusahaan terkini adalah keadaan keuangan perusahaan pada tanggal tertentu (untuk neraca) dan periode tertentu (untuk laporan laba rugi).

Laporan keuangan dapat dijadikan perbandingan agar dapat diperbandingkan tingkat akurasi analisis dan dipertanggungjawabkan. Adapun salah satu cara agar dapat mengakses laporan keuangan perusahaan adalah melalui BEI (Bursa Efek Indonesia). BEI merupakan salah satu akses untuk dapat memperoleh laporan keuangan suatu perusahaan yang sudah Go Public.

Agar mampu untuk membaca, mengerti, dan memahami arti dari laporan keuangan, perlu dilakukan analisis dengan menggunakan berbagai alat analisis keuangan. Salah satu alat yang dapat digunakan adalah laporan keuangan. Laporan keuangan dapat memberikan berbagai informasi yang berkaitan dengan keuangan dan kemajuan perusahaan. Perusahaan dapat mengetahui kondisi keuangan dan kinerja keuangan, apakah sudah mencapai target yang telah ditetapkan atau tidak.

Alat analisis keuangan yang biasa digunakan adalah rasio keuangan.

Menurut Kasmir (2018:104) rasio keuangan merupakan kegiatan membandingkan angka-angka yang ada dalam laporan keuangan dengan cara membagi satu angka dengan angka lainnya, perbandingan dapat dilakukan antara satu komponen dengan komponen lain dalam satu laporan keuangan atau antara komponen yang ada diantara laporan keuangan. Ada

(19)

beberapa rasio keuangan yang dapat digunakan untuk menganalisis kinerja keuangan, namun dalam hal ini penulis hanya menggunakan rasio profitabilitas dan rasio likuiditas.

Kasmir (2015) mengemukakan bahwa rasio likuiditas merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek. Menurut Harjito dan Martono (2013:53) rasio rentabilitas atau profitabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan untuk mendapatkan laba melalui semua kemampuan dan sumber yang ada seperti kegiatan penjualan, kas, modal, jumlah karyawan dan sebagainya. Rasio ini juga memberikan ukuran tingkat efektivitas manajemen suatu perusahaan. Kinerja keuangan yang baik akan ditunjukkan melalui keberhasilan manajemen dalam menghasilkan keuntungan yang maksimal bagi perusahaan.

Pengukuran rasio likuiditas dan rasio profitabilitas dapat dilakukan dengan membandingkan antara berbagai komponen yang ada di dalam laporan laba rugi dan neraca. Pengukuran dapat dilakukan untuk beberapa periode yang bertujuan untuk memonitor dan mengevaluasi tingkat perkembangan profitabilitas perusahaan dari tahun ke tahun.

Profitabilitas secara umum dapat diartikan sebagai kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan yang didapat dari kegiatan operasional perusahaan dan menjadi tolak ukur dalam menilai kinerja keuangan perusahaan. Tingginya profitabilitas perusahaan lebih penting dibandingkan dengan laba maksimal yang dicapai perusahaan pada setiap periode akuntansi. Profitabilitas sebagai alat ukur agar kita dapat mengetahui sejauh mana kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan yang maksimal.

(20)

Manajemen keuangan sangat berpengaruh terhadap kelangsungan kegiatan dan eksistensi suatu perusahaan serta berpengaruh pada setiap individu yang ada dalam perusahaan tersebut. Oleh karena itu, perusahaan dituntut untuk dapat menjalankan manajemen keuangan dengan baik agar perusahaan dapat melaksanakan kegiatan operasional secara lebih efisien dan efektif. Untuk memastikan bahwa tujuan perusahaan dapat tercapai dan mengetahui sejauh mana efektifitas operasi dalam mencapai tujuan, maka dilakukan pengukuran kinerja perusahaan secara periodik.

Perusahaan yang dijadikan objek penelitian adalah perusahaan Astra Internasional Tbk yang telah terdaftar di BEI (Bursa Efek Indonesia) pada tahun 1990. PT. Astra Internasional Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri otomotif. Tinggi rendahnya tingkat profitabilitas suatu perusahaan akan berpengaruh pada perkembangan dan kelanjutan usaha dari suatu perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat profitabilitas perusahaan merupakan salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan oleh PT. Astra Internasional Tbk dalam menjalankan operasionalnya untuk dapat menghasilkan keuntungan bagi perusahaan setiap tahunnya.

Tabel 1.1

Data Kinerja Keuangan

PT. Astra Internasional Tbk Tahun 2011-2015

2011 2012 2013 2014 2015

Current Ratio (Rasio Lancar) 134% 139% 124% 132% 141%

Quick Ratio (Rasio Cepat) 103% 117% 103% 109% 116%

Gros Profit Margin (GPM) 19.70% 19.24% 18.21% 19.24% 19.92%

Net Profit Margin (NPM) 12.96% 12.09% 11.50% 10.97% 8.47%

Return on Assets (ROA) 16.70% 15.30% 12.86% 11.46% 7.99%

Return on Equity (ROE) 27.79% 25.32% 20.99% 18.41% 12.33%

No Rasio Tahun

1

2

Sumber: Laporan Keuangan PT. Astra Internasional pada Bursa Efek Indonesia (Data diolah)

(21)

Dari data kinerja keuangan PT. Astra Internasional Tbk diatas dapat kita lihat bahwa nilai dari current ratio menurun pada tahun 2013 kemudian nilainya kembali naik pada tahun 2014-2015. Nilai untuk quick ratio pada tahun 2013 juga menurun dan kembali naik pada tahun 2014-2015. Nilai untuk gross profit margin nilainya sempat menurun ditahun 2013 kemudian ditahun 2014-2015 nilainya mengalami kenaikan. Net profit margin nilainya menurun ditahun 2013-2015. Return on assets nilainya menurun ditahun 2013-2015, dan return on equity nilainya menurun dari tahun 2011-2015. Dan inilah alasannya peneliti memilih PT. Astra Internasional Tbk, sebagai objek penelitian dikarenakan kondisi keuangan perusahaan yang cukup stabil dalam menghasilkan laba atau keuntungan.

Agar tetap eksis dan mencapai tingkat kemajuan yang diharapkan, maka PT. Astra Internasional Tbk memerlukan adanya pengevaluasian manajemen keuangan perusahaan apakah sudah mencapai target atau tidak, sehingga hasil dari penelitian ini dapat digunakan oleh perusahaan sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan yang berkaitan dengan kinerja keuangan dan menjadi motivasi bagi perusahaan agar lebih baik lagi untuk kedepannya.

Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian lebih dalam pada PT. Astra Internasional tahun 2016- 2020 dengan judul “Analisis Kinerja Keuangan pada PT. Astra Internasional Tbk Periode 2016-2020”.

(22)

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya, maka rumusan masalah sebagai berikut:

1. Bagaimana analisis kinerja keuangan pada PT. Astra Internasional Tbk selama tahun 2016 – 2020 berdasarkan rasio likuiditas ?

2. Bagaimana analisis kinerja keuangan pada PT. Astra Internasional Tbk selama tahun 2016 – 2020 berdasarkan rasio profitabilitas ?

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya, maka tujuan penelitian sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana kinerja keuangan pada PT. Astra Internasional Tbk selama tahun 2016 – 2020 berdasarkan rasio likuiditas.

2. Untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana kinerja keuangan pada PT. Astra Internasional Tbk selama tahun 2016 – 2020 berdasarkan rasio profitabilitas.

D. Manfaat Penelitian

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya, Adapun manfaat yang diperoleh dari penelitian ini, yaitu:

1. Bagi Penulis

Penulis berharap penelitian ini dapat menerapkan ilmu yang didapat selama perkuliahan, menambah wawasan pengetahuan dan pengalaman dalam menganalisis kinerja keuangan.

(23)

2. Bagi Perusahaan

Sebagai bahan informasi mengenai hasil kinerja keuangan selama periode tahun 2016 sampai dengan 2020 dan menjadi pertimbangan bagi pimpinan perusahaan dan pihak manajemen untuk membantu perusahaan dalam mengelola keuangan secara efektif dan efisien di masa yang akan datang.

3. Bagi Akademisi

Diharapkan hasil penelitian ini dapat berguna sebagai bahan referensi dalam menambah wawasan pengetahuan khususnya yang berhubungan dengan kinerja keuangan.

(24)

8 A. Tinjauan Teori

2.1 Manajemen Keuangan

2.1.1 Pengertian Manajemen Keuangan

Manajemen keuangan merupakan suatu perencanaan, pengarahan, pemantauan, pengendalian, dan pengorganisasian sumber daya keuangan. Manajemen keuangan menangani salah satu bagian terpenting dalam perusahaan yaitu pengelolaan keuangan. Pengelolaan uang merupakan aspek penting yang diperhitungkan dalam proses pengelolaan keuangan di dalam suatu perusahaan.

Menurut Syamsuddin (2014:3) bahwa manajemen keuangan merupakan penerapan prinsip-prinsip ekonomi dalam mengelola keputusan berkaitan dengan masalah keuangan. Menurut Musthafa (2017:3) manajemen keuangan menjelaskan tentang beberapa keputusan yang harus dilakukan, yaitu: keputusan investasi, keputusan pendanaan atau keputusan pemenuhan kebutuhan dana, dan keputusan kebijakan deviden.

Menurut beberapa pandangan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa manajemen keuangan merupakan penerapan prinsip-prinsip ekonomi dalam mengelola keputusan yang berkaitan dengan masalah keuangan perusahaan serta segala aktivitas perusahaan dalam upaya memperoleh modal dengan biaya rendah. Kemudian modal tersebut digunakan dan dialokasikan secara efisien.

(25)

2.1.2 Tujuan Manajemen Keuangan

Menurut Sutrisno (2014:2) tujuan manajemen keuangan adalah untuk meningkatkan kemakmuran bagi pemegang atau pemilik saham.

Kemakmuran para pemegang saham ditunjukkan dalam bentuk peningkatan harga saham perusahaan dan memaksimalkan nilai serta keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan.

Memaksimumkan nilai berarti mempertimbangkan pengaruh waktu terhadap nilai uang. Memaksimalkan nilai juga untuk mempertimbangkan berbagai risiko terhadap aliran pendapatan perusahaan. Kualitas arus kas di masa yang akan datang mungkin beragam.

2.1.3 Fungsi Manajemen Keuangan

Fungsi dari manajemen keuangan suatu perusahaan dapat dilihat dari tugas dan tanggungjawab seorang manajer keuangan. Tugas dan tanggungjawab manajer keuangan berbeda antar perusahaan. Hal ini bergantung pada jenis usaha perusahaan dan besar kecilnya ukuran perusahaan. Ini berarti tugas dan tanggungjawab seorang manajer perusahaan mempunyai cakupan yang berbeda, tetapi ada beberapa kesamaan yang dapat diidentifikasi.

Menurut Sutrisno (2014:6) fungsi manajemen keuangan terdiri dari tiga keputusan utama yang harus dilakukan oleh perusahaan, yaitu:

a. Keputusan investasi adalah masalah bagaimana manajer keuangan harus mengalokasikan dana ke dalam bentuk investasi yang dapat mendatangkan keuntungan di masa yang akan datang.

(26)

b. Keputusan pendanaan sering disebut sebagai kebijakan struktur modal, karena pada keputusan ini manajer keuangan dituntut untuk mempertimbangkan dan menganalisis sumber dana yang ekonomis bagi perusahaan untuk membiayai kebutuhan investasi serta kegiatan usaha.

c. Keputusan dividen adalah keputusan yang berkaitan dengan laba yang diperoleh perusahaan yang akan dibagikan kepada pemegang saham sebagai dividen atau laba ditahan untuk pembiayaan investasi di masa yang akan datang.

2.2 Laporan Keuangan

2.2.1 Pengertian Laporan Keuangan

Menurut Munawir (2014:5) laporan keuangan pada umumnya terdiri dari neraca, laporan laba rugi serta laporan perubahan ekuitas. Neraca menunjukkan atau menggambarkan jumlah aset, kewajiban dan ekuitas dari suatu perusahaan pada tanggal tertentu. Sedangkan laporan laba rugi memperlihatkan hasil yang telah dicapai oleh perusahaan dan biaya yang dikeluarkan selama periode tertentu, dan laporan perubahan ekuitas menunjukkan sumber dan penggunaan yang menyebabkan terjadinya perubahan ekuitas suatu perusahaan.

Menurut Menurut Hery (2015:3) laporan keuangan adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk mengkomunikasikan data keuangan atau aktivitas perusahaan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Hal ini laporan keuangan berfungsi sebagai alat informasi yang menghubungkan perusahaan dengan

(27)

pihak-pihak yang berkepentingan, yang menunjukkan kondisi kesehatan perusahaan.

Laporan keuangan merupakan hasil akhir dan proses akuntansi yang meliputi dua laporan utama yaitu: neraca dan laporan laba rugi (Sutrisno:2014).

Berdasarkan beberapa definisi diatas, maka dapat disimpulkan bahwa laporan keuangan merupakan hasil akhir dari proses akuntansi yang berupa neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas yang digunakan sebagai pelaporan aktivitas perusahaan kepada pihak-pihak yang berkepentingan sehingga menjadi suatu pertanggungjawaban dan dasar pengambilan keputusan bagi para pemakainya.

2.2.2 Manfaat Laporan Keuangan

Menurut Harahap (2015:195-197) tujuan dari laporan keuangan dapat dikemukakan sebagai berikut:

1) Dapat memberikan informasi yang lebih luas dan lebih dalam daripada yang terdapat dari laporan keuangan biasa.

2) Dapat memberikan informasi yang tidak terlihat secara kasat mata dari suatu laporan keuangan atau yang berada di balik laporan keuangan.

3) Dapat mengetahui kesalahan yang ada dalam laporan keuangan.

4) Dapat membongkar hal-hal yang kaitannya tidak sejalan dengan suatu laporan keuangan, baik yang berkaitan dengan komponen internal dan eksternal dalam laporan keuangan maupun yang berkaitan dengan informasi yang diperoleh dari luar perusahaan.

(28)

5) Dapat memberikan informasi yang dibutuhkan oleh para pengambil keputusan.

6) Dapat menentukan peringkat perusahaan menurut kriteria tertentu yang sudah dikenal dalam dunia bisnis.

7) Dapat membandingkan situasi perusahaan dengan perusahaan lain dengan periode sebelumnya.

8) Dapat memprediksi potensi apa yang mungkin dialami perusahaan di masa yang akan datang.

2.2.3 Unsur-unsur Laporan Keuangan

Menurut Kasmir (2012:28) menyebutkan bahwa laporan keuangan meliputi lima unsur atau komponen yaitu:

1) Neraca

Neraca merupakan laporan yang sistematis tentang aktiva, hutang, serta modal dari suatu perusahaan pada waktu tertentu dengan tujuan untuk menunjukkan posisi keuangan suatu perusahaan pada tanggal tertentu. Biasanya penutupan pembukuan dan ditentukan sisanya pada akhir tahun.

2) Laporan Laba Rugi

Merupakan laporan yang menyajikan hasil usaha dari laba bersih, beban, laba rugi, dan pendapatan untuk periode akuntansi tertentu. Jika pendapatan yang diperoleh lebih besar dari beban yang dikeluarkan, maka dinamakan laba. Namun sebaliknya, jika beban yang dikeluarkan lebih besar dari pendapatan yang diperoleh, maka dinamakan rugi.

(29)

3) Laporan Perubahan Modal

Laporan perubahan modal adalah laporan yang merekonsiliasi saldo awal dan akhir dari semua akun yang ada dalam ekuitas pemegang saham.

4) Laporan Arus Kas

Laporan arus kas adalah laporan yang memberikan informasi mengenai arus kas masuk dan keluar dari kegiatan operasi, pendanaan, dan investasi selama periode akuntansi.

5) Catatan Atas Laporan Keuangan

Catatan atas laporan keuangan berisi informasi tambahan mengenai apa yang disajikan dalam laporan keuangan, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas.

2.3 Analisis Laporan Keuangan

2.3.1 Pengertian Analisis Laporan Keuangan

Menurut Hanafi dan Halim (2016:5) pengertian analisis laporan keuangan yaitu analisis terhadap laporan keuangan suatu perusahaan pada dasarnya karena ingin mengetahui tingkat profitabilitas (keuntungan) dan tingkat risiko atau tingkat kesehatan suatu perusahaan.

Menurut V. Wiranta Sujarweni (2017:6) menyebutkan bahwa, analisis laporan keuangan adalah suatu proses dalam rangka membantu menganalisis atau mengevaluasi keadaan keuangan perusahaan, hasil operasi perusahaan masa lalu dan masa depan.

(30)

Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa analisis laporan keuangan merupakan suatu analisis yang dilakukan untuk melihat suatu keadaan keuangan perusahaan, bagaimana pencapaian keberhasilan perusahaan masa lalu dan saat ini, serta prediksi di masa mendatang, kemudian analisis keuangan tersebut akan digunakan dasar pengambilan keputusan oleh pihak-pihak yang berkepentingan.

2.3.2 Tujuan Analisis Laporan Keuangan

Menurut Harahap (2016:195) tujuan analisis laporan keuangan adalah sebagai berikut:

1. Dapat memberikan informasi yang lebih dalam dari pada yang terdapat di dalam laporan keuangan biasa.

2. Dapat menggali informasi yang tidak tampak secara kasat mata dari suatu laporan keuangan baik atau yang berada dibalik laporan keuangan.

3. Dapat mengetahui kesalahan yang terkandung dalam laporan keuangan.

4. Dapat memberikan informasi yang diinginkan oleh para pengambil keputusan.

2.3.3 Metode Analisis Laporan Keuangan

Terdapat dua metode analisis yang digunakan oleh setiap penganalisis laporan keuangan yaitu:

a. Analisis horisontal merupakan analisis yang dilakukan dengan cara membandingkan laporan keuangan untuk beberapa periode atau beberapa saat sehingga akan diketahui perkembangannya.

(31)

b. Analisis vertikal adalah apabila laporan keuangan yang dianalisis hanya meliputi satu periode saja, yaitu dengan cara membandingkan antara pos yang satu dengan pos lainnya dalam laporan keuangan tersebut, sehingga hanya akan diketahui keadaan keuangan atau hasil operasi pada saat itu saja.

2.4 Rasio Keuangan

2.4.1 Pengertian Rasio Keuangan

Menurut Fahmi (2016:49) rasio keuangan merupakan suatu kajian yang melihat perbandingan antara jumlah-jumlah yang terdapat pada laporan keuangan dengan mempergunakan formula-formula yang dianggap representatif untuk diterapkan. Rasio keuangan sangat penting gunanya untuk melakukan analisa terhadap kondisi keuangan perusahaan.

Menurut Kasmir (2015:104) rasio keuangan merupakan kegiatan membandingkan angka-angka yang ada dalam laporan keuangan.

Perbandingan dapat dilakukan antara satu komponen dengan komponen dalam satu laporan keuangan atau antar komponen yang ada diantara laporan keuangan.

Berdasarkan beberapa pengertian diatas, maka dapat disimpulkan rasio keuangan merupakan kegiatan membandingkan angka-angka yang ada dalam komponen laporan keuangan kemudian dilakukan analisis untuk menilai kinerja keuangan suatu perusahaan.

(32)

2.4.2 Jenis-jenis Rasio Keuangan

Ada empat jenis rasio yang sering digunakan untuk menilai kinerja keuangan perusahaan menurut Harjito dan Martono (2013:53) yaitu:

a. Rasio Likuiditas

Pengertian rasio likuiditas yaitu rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya.

b. Rasio Solvabilitas

Rasio solvabilitas yaitu rasio yang digunakan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka panjangnya.

c. Rasio Profitabilitas

Rasio profitabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan untuk mendapatkan laba melalui semua kemampuan, dan sumber yang ada seperti kegiatan penjualan, kas, modal, jumlah karyawan dan sebagainya.

d. Rasio Aktivitas

Rasio aktivitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana efektivitas manajemen perusahaan dalam mengelola asset-assetnya.

2.5 Analisis Rasio Likuiditas

2.5.1 Pengertian Analisis Rasio Likuiditas

Rasio likuiditas merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi komitmen jangka pendeknya.

(33)

2.5.2 Jenis Rasio Likuiditas

1. Current Ratio (Rasio Lancar)

Rasio jangka pendek adalah perbandingan antara aset jangka pendek dan kewajiban jangka pendek suatu perusahaan. Rasio lancar digunakan untuk menyatakan jaminan keamanan perusahaan kepada kreditur jangka pendek. Jika kuota saat ini terlalu tinggi, perusahaan dikatakan kurang efisien dalam mengelola modal kerjanya. Menurut Kasmir (2015) standar industri untuk current ratio yaitu 200%. Berikut adalah rumus untuk rasio lancar:

2. Quick Ratio (Rasio Cepat)

Rasio cepat adalah rasio ini dihitung dengan mengurangkan persediaan dari aset lancar dan kemudian membagi hasilnya dengan kewajiban lancar. Persediaan adalah aset lancar dengan likuiditas rendah sering mengalami fluktuasi harga dan aset lancar ini sering menyebabkan kerugian saat dilikuidasi. Oleh karena itu, indeks cepat lebih cocok untuk mengukur kemampuan pemerintah perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya.

Menurut Kasmir (2015) standar industri untuk quick ratio yaitu 150%. Berikut adalah rumus rasio cepat:

Current Ratio = Aktiva Lancar

Hutang Lancar

× 100%

Quick Ratio =Aktiva Lancar−Persediaan

Hutang Lancar

× 100%

(34)

2.6 Analisis Rasio Profitabilitas

2.6.1 Pengertian Analisis Rasio Profitabilitas

Analisis merupakan suatu kegiatan yang terdiri dari beberapa kegiatan seperti membedakan dan memilah sesuatu untuk dikelompokkan kembali menurut kriteria tertentu dan kemudian dicari kaitannya lalu ditafsirkan maknanya.

Menurut Fahmi (2016:80) rasio profitabilitas mengukur efektivitas manajemen secara keseluruhan yang ditujukan oleh besar kecilnya tingkat keuntungan yang diperoleh dalam hubungannya dengan penjualan maupun investasi. Semakin baik rasio profitabilitas maka semakin baik menggambarkan kemampuan tingginya perolehan keuntungan perusahaan.

Menurut Suroyo dan Djahotman Purba (dalam Noordiatmoko, 2020:40) rentabilitas (profitability ratio) merupakan pengukuran kemampuan dalam memperoleh laba dengan menggunakan aset atau modal perusahaan.

Sedangkan Kasmir (dalam Noordiatmoko, 2020:4) yang menyatakan bahwa “rasio profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan”.

Berdasarkan beberapa pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa rasio profitabilitas merupakan kegiatan untuk menggambarkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba pada periode tertentu melalui berbagai sumber seperti kegiatan penjualan, modal, dan sebagainya. Semakin baik rasio profitabilitas maka semakin baik

(35)

menggambarkan kemampuan tingginya perolehan keuntungan suatu perusahaan.

2.6.2 Jenis Rasio Profitabilitas

Menurut Ryanto (dalam Noordiatmoko, 2020:41-43) terdapat beberapa jenis-jenis rasio profitabilitas diantaranya sebagai berikut:

1. Gross Profit Margin (GPM)

Gross profit margin merupakan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba kotor yang dapat dicapai dari setiap penjualan.

Gross profit margin juga merupakan perbandingan laba kotor dan penjualan pada periode yang sama. Menurut Kasmir (2015) standar industri untuk gross profit margin yaitu 30%. Rumusnya adalah sebagai berikut:

2. Net Profit Margin (NPM)

Net profit margin merupakan pengukuran laba bersih setelah pajak terhadap penjualan atau bisa juga untuk menghitung jumlah rupiah laba bersih yang dihasilkan oleh setiap penjualan atau merupakan perbandingan laba bersih dengan penjualan. Semakin tinggi rasio maka akan semakin baik, karena menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba atau keuntungan. Menurut Kasmir (2015) standar industri untuk net profit margin yaitu 20%. Menggunakan rumus sebagai berikut:

NPM =Laba bersih setelah pajak

Penjualan

× 100%

GPM = Laba kotor

Penjualan

× 100%

(36)

3. Return on Assets (ROA)

Return on assets menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan after tax operating profit dari total aset yang dimiliki perusahaan. Laba yang dihitung adalah laba sebelum bunga dan pajak atau EBIT (earnings before interest and tax). Rasio ini merupakan perbandingan antara laba bersih dengan total aset.

Menurut Kasmir (2015) standar industri untuk return on assets yaitu 30%. Rumus perhitungannya adalah sebagai berikut:

4. Return on Equity (ROE)

Rasio ini merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari investasi pemegang saham perusahaan tersebut yang dinyatakan dalam bentuk persentase. ROE di hitung dari penghasilan (income) perusahaan terhadap modal yang di investasikan oleh para pemilik perusahaan.

Menurut Kasmir (2015) standar industri untuk return on equity yaitu 40%. Rasio ini mempuyai perbandingan antara laba bersih dengan ekuitas rumus yang digunakan yaitu:

ROE = Laba bersih setelah pajak

Ekuitas

× 100%

ROA =Laba sebelum bunga dan pajak

Total aset

× 100%

(37)

2.7 Kinerja Keuangan

3.7.1 Pengertian Kinerja Keuangan

Menurut Kasmir (2012:106) menyatakan bahwa dalam mengukur kinerja keuangan perusahaan dapat dilakukan dengan menggunakan rasio-rasio keuangan dan dapat dilakukan dengan beberapa rasio keuangan.

Kinerja keuangan adalah hasil atau prestasi yang telah dicapai oleh manajemen perusahan dalam menjalankan fungsinya mengelola aset perusahaan secara efektif selama periode tertentu (Rusdianto, 2013).

Menurut Irham Fahmi (dalam Mardahleni, 2017:84) kinerja keuangan adalah suatu analisis yang dilakukan untuk melihat sejauh mana suatu perusahaan telah melaksanakan dengan menggunakan aturan-aturan pelaksanaan keuangan secara baik dan benar.

Penilaian kinerja keuangan merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan oleh pihak manajemen agar dapat memenuhi kewajibannya terhadap para penyandang dana dan juga untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan

Dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa kinerja keuangan secara umum merupakan sebuah gambaran tentang kondisi dan kemampuan keuangan perusahaan dalam menjalankan kegiatan perusahaan yang efektif dalam periode tertentu dalam mengelola keuangan sehingga diperoleh keuntungan yang telah ditetapkan oleh perusahaan.

(38)

3.7.2 Tujuan Pengukuran Kinerja Keuangan

Menurut Sucipto (dalam Dewi, 2017:7) penilaian kinerja keuangan dimanfaatkan oleh manajemen untuk hal-hal berikut ini:

1. Mengelola operasi organisasi secara efektif dan efisien melalui pemotivasian karyawan secara maksimal. Dalam mengelola perusahaan, manajemen menetapkan tujuan yang akan dicapai di masa yang akan datang dan dalam proses tersebut dinamakan perencanaan atau planning.

2. Membantu dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan karyawan seperti promosi, mutasi, dan pemutusan hubungan kerja. Penilaian kinerja akan menghasilkan data yang dapat dipakai sebagai dasar pengambilan keputusan yang terkait dengan karyawan yang dinilai berdasarkan kinerjanya.

3. Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan dan pengembangan karyawan dan untuk menyediakan kriteria seleksi dan evaluasi program pelatihan karyawan. Jika manajemen puncak tidak mengenali kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya, sulit bagi manajemen untuk mengevaluasi dan memilih program pelatihan karyawan yang sesuai dengan kebutuhan karyawan.

4. Menyediakan umpan balik bagi karyawan mengenai bagaimana cara atasan mereka menilai pekerjaan mereka. Dalam organisasi perusahaan, manajemen puncak memberikan sebagian wewenangnya kepada manajemen di bawah mereka.

5. Menyediakan penghargaan bagi karyawan. Hasil pengukuran tersebut juga dapat dijadikan alat evaluasi kinerja manajemen

(39)

selama ini, apakah mereka telah bekerja secara efektif atau tidak.

Jika berhasil mencapai target yang ditentukan, maka mereka dinilai berhasil mencapai target yang ditetapkan untuk periode tertentu. Namun sebaliknya, jika gagal atau tidak berhasil mencapai target yang telah ditetapkan, ini akan menjadi pelajaran bagi pihak manajemen dan harus diselidiki letak kesalahannya agar kejadian tersebut tidak terulang kembali.

B. Tinjauan Empiris

Berikut ini beberapa penelitian terdahulu yang sebelumnya membahas mengenai analisis rasio keuangan dan kinerja keuangan.

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu

No. Nama Peneliti dan Tahun

Penelitian

Judul Penelitian

Variabel (Kuantitatif)

Alat Analisis

Hasil Penelitian 1. Didik

Noordiatmoko (2020)

Analisis Rasio Profitabilitas sebagai Alat untuk

Mengukur Menilai Kinerja Keuangan PT. Mayora Indah TBK, Periode 2014 – 2018

Variabel X:

-Rasio keuangan (Gross profit margin, net profit margin, return on asset, dan return on equity)

Variabel Y:

-Penilaian kinerja keuangan (Profitabilitas)

-Gross profit margin -Net profit margin -Return on asset -Return on equity

Pada PT Mayora Indah Tbk pendapatannya dari tahun 2014-2018 dalam kondisi sangat baik sudah maksimal. Kinerja keuangan PT. Mayora Indah Tbk selama tahun 2014-2018 berdasarkan hasil perhitungan dari rasio profitabilitas berada diatas standar industri. Jadi kinerja keuangan PT. Mayora Indah Tbk dalam memperoleh

keuntungan dapat

(40)

diukur dari tingkat kesehatan dan kinerja keuangan dikategorikan sangat baik.

2. Yuniarti Anwar, Yopi Yunsepa, dan Rafiza Meliyani

(2020)

Analisis Rasio Likuiditas dan

Profitabilitas pada

Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Ogan Komering Ulu

-Rasio likuiditas -Rasio profitabilitas

-Quick ratio -Current ratio -Cash ratio -Net profit margin - Return on investment - Return on equity

Dari tahun 2014 – 2017 PDAM Kabupaten Ogan Komering Ulu belum mampu menghasilkan laba dan selalu mengalami kerugian.

Hal ini menyebabkan hasil analisis rasio profitabilitas melalui perhitungan net profit margin, return on investment, dan return on equity memperoleh nilai negatif. Hal ini karena perusahaan

belum mampu

mengelola sumber dana yang dimiliki secara efisien dan efektif.

Sehingga kondisi

keuangan PDAM

Kabupaten Ogan

Komering Ulu tahun 2014–2017 dalam kondisi yang tidak baik.

3. Moh. Zaki Kurniawan (2021)

Analisis Kinerja Rasio Profitabilitas PT. Gudang Garam Tbk

-Rasio profitabilitas

- Net profit margin - Return on asset - Return on equity

1. Net profit margin dari PT. Gudang Garam, Tbk periode tahun 2017- 2019 dinilai cukup sehat.

2. Return on assets PT.

Gudang Garam, Tbk periode tahun 2017- 2019 dinilai sehat.

3. Return on equity PT.

Gudang Garam, Tbk periode tahun 2017- 2019 dinilai cukup sehat.

(41)

4. Herniah.S, dan Normiyati.N (2021)

Analisis Rasio Profitabilitas Untuk Mengukur Kinerja Keuangan Perusahaan PT.Japfa Comfeed Indonesia Tbk Di Bursa Efek

Indonesia

-Rasio profitabilitas -Kinerja keuangan

-Gross Profit Margin - Net Profit Margin -Return On Assets

1. Net Profit Margin (NPM) yang diperoleh pada tahun 2018 meningkat dibandingkan tahun 2017, sedangkan pada tahun 2019 menurun. Penurunan Net Profit Margin disebabkan perusahaan tidak berhasil dalam mengendalikan biaya dengan baik dan tidak menetapkan harga pokok dengan benar.

2. Net Profit Margin (NPM), tahun 2018 mengalami peningkatan dibanding tahun 2017 dan pada tahun 2019 mengalami penurunan.

Penurunan disebabkan karena harga pokok penjualan.

3. Return on Assets (ROA) pada tahun 2017 menunjukkan masih kurang efektif dalam mengelola aset.

Sedangkan pada tahun 2018-2019 perusahaan sudah efektif mengelola aset perusahaan.

5. Syamsul Bakhtiar Ass (2020)

Analisis Rasio Profitabilitas Dan

Solvabilitas Pada PT.

Mayora Indah Tbk

- Rasio profitabilitas - Rasio solvabilitas

- Gross profit margin - Net profit margin - Return on Equity - Return on Assets - Debt to Assets Ratio (Debt

Berdasarkan hasil penelitian, maka kinerja keuangan dari segi analisis profitabilitas dan solvabilitas kurang baik.

Hal tersebut dapat dilihat dari hasil perhitungan yang menunjukkan bahwa dari analisis profitabilitas dan solvabilitas berada di bawah standar. Dari

(42)

Ratio) - Debt to Equity Ratio

hasil yang diperoleh, hal tersebut disebabkan perusahaan kurang mampu

mengoptimalkan

sumber daya yang

dimiliki oleh

perusahaan. Baik dari sumber daya berupa modal, asset dan investasi yang kurang menghasilkan profit atau laba dari segi pemanfaatannya.

6. Burhanuddin dan Wahba (2019)

Analisis Kinerja Keuangan Pada PT.

Saridewi Membangun Berdasarkan Rasio

Likuiditas Dan Rasio Profitabilitas

-Kinerja Keuangan -Rasio Profitabilitas -Rasio Likuiditas

Alat analisis yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif.

Hasil penelitian menunjukkan

perhitungan ROE-nya

yang cenderung

fluktuatif dan hasilnya rendah. Sehingga rasio pengelolaan laba dan modalnya dikategorikan

buruk karena

perusahaan tidak mampu mengelola besaran modal yang

dimiliki untuk

menghasilkan laba.

7. Yunita Martiana, Wagini,dan Nenden Restu Hidayah

(2022)

Analisis Rasio Profitabilitas Untuk Menilai Kinerja Keuangan Pada PT.

Kimia Farma (PERSERO) Tbk

-Rasio Profitabilitas -Kinerja Keuangan

-Gross profit margin -Net profit margin -Return on asset -Return on equity

a. Gross Profit Margin (GPM) pada tahun 2010 hingga 2020 rasio ini selalu mengalami peningkatan tingkat rasio dan termasuk dalam kriteria sangat baik. Dapat disimpulkan bahwa perusahaan mampu meningkatkan penjualan sehingga mampu menghasilkan laba kotor yang baik.

b. Net Profit Margin (NPM) pada tahun 2010 hingga 2018 selalu

(43)

berada di posisi baik, pada tahun 2019 dan 2020 terjadi penurunan yang sangat jauh hingga berada <1% hingga posisi ini mengakibatkan dalam keadaan tidak baik.

c. Return On Assets (ROA) pada tahun 2010 hingga 2018 selalu terjadi penurunan tingkat pada rasio ini

namun walaupun

demikian rasio ini masih tergolong sangat baik, pada tahun 2019 dan 2020 rasio ini mengalami penurunan sangat jauh yaitu <1%

hingga posisi ini mengakibatkan dalam keadaan tidak baik.

d. Return On Equity (ROE) pada tahun 2010 hingga 2018 rasio ini mengalami perubahan peningkatan maupun penurunan tingkat rasionya >10% sehinga rasio ini terbilang baik, namun tahun 2019 dan 2020 terjadi penurunan tingkat rasio yang sangat jauh hingga <1%

hal ini menyebabkan rasio ini dalam keadaan tidak baik dalam dua tahun terakhir.

(44)

8. Irwin Ananta Vidadaa, Ratiyahb, Denny Ericac, dan Hartantid (2019)

Analisis Rasio Kinerja Keuangan Profitabilitas PT. Wijaya Karya

(Persero) Tbk. Periode 2014 - 2018

-Rasio Profitabilitas -Kinerja Keuangan

-Gross Profit Margin - Net Profit Margin -Operating Income Margin -Return on Equity -Return on Asset -Earning Per Share of Common Stock

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan

perhitungan Gross Profit Margin, Net Profit Margin, Operating Income Margin, Return on Equity, Return on asset, dan Earning Per Share of Common Stock perusahaan mengalami fluktuasi atau naik dan turun dalam laporan keuangannya setiap tahun.

9. Nina Shabrina (2019)

Analisis Rasio Profitabilitas Dan Rasio Likuiditas Untuk Menilai Kinerja Keuangan pada PT.

Astra

Internasional Tbk

-Rasio Profitabilitas -Rasio likuiditas -Kinerja Keuangan

Alat analisis yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan analisis rasio

Berdasarkan

perhitungan rasio profitabilitas dan likuiditas menunjukkan

bahwa kinerja

perusahaan dinyatakan kurang baik atau kurang sehat.

10. Jati, Waluyo (2018)

Analisis Rasio

Aktivitas Dan Profitabilitas Untuk Menilai Kinerja Keuangan PT. Fast Food Indonesia, Tbk Tahun

Variabel yang digunakan yaitu: Variabel dependen (Variabel Y) yaitu variabel yang nilainya dipengaruhi oleh variabel independen.

Variabel dependen dalam

Adapun Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif

Dari hasil penilitian menunjukan bahwa rasio aktivitas PT. Fast Food Indonesia, Tbk tahun 2011 sampai dengan 2015 untuk WCTO perusahaan mengalami kenaikan yaitu berturut-turut 4,2 kali 4,4 kali, 4,3 kali, 4,5 kali, dan 4,5 kali.

Sedangkan TATO

perusuhaan mengalami

(45)

C. Kerangka Pikir Penelitian

Kerangka pikir sangat penting dalam suatu penelitian karena merupakan landasan pemikiran penelitian yang pada umumnya berdasarkan konsep- konsep yang telah diuraikan. Gambar 2.1 menjelaskan bahwa untuk menganalisis kinerja keuangan perusahaan PT. Astra Internasional Tbk, maka penelitian ini menggunakan data laporan keuangan perusahaan PT.

Astra Internasional Tbk yang terdiri dari neraca dan laporan laba rugi tahun 2011-2015 penelitian ini

adalah aspek profitabilitas yang diukur dengan ROA.

Dan Variabel independen (Variabel X) yaitu variabel yang menjadi sebab

terjadinya atau

terpengaruhi- nya variabel dependen.

Variabel independen dalam

penelitian ini adalah: Bank Size, LDR, NPL, BOPO, dan NIM

penurunan yaitu diketahui berturut-turut 2,1 kali, 2 kali, 2 kali, 1,9 kali, dan 1,9 kali. Rasio Profitabilitas PT. Fast Food Indonesia tahun 2011 sampai 2015 mengalami kenaikan

dan penurunan.

Indikator GPM diketahui berturut-turut 58,9%, 60,4% dan 60,9%. NPM diketahui berturut-turut 7,2%, 5,8%, 3,9%, 3,7%, dan 2,3%. ROI diketahui berturut-turut 14,8%, 11,6%, 7,7%, 7,2% dan 4,5%.

Sedangkan ROE

diketahui berturut-turut 27,6%, 20,8%, 15,9%, 14,8%, dan 9,4%.

Kinerja Keuangan PT.

Fast Food Indonesia Tbk tahun 2011 s.d 2015 berdasarkan rasio aktivitas dikatakan baik karena berada di atas rata-rata industri.

(46)

2016-2020. Kerangka pikir dalam penelitian ini dinyatakan dalam bentuk skema pada gambar 2.1 sebagai berikut:

Gambar 2.1

Kerangka Pikir Penelitian

PT. Astra Internasional Tbk Tahun 2016-2020

Rasio Likuiditas

Rasio Keuangan

Rasio Profitabilitas

Hasil Kinerja Keuangan

(47)

31 A. Jenis Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja keuangan pada PT.

Astra International Tbk. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif, dimana dengan pendekatan ini peneliti berusaha untuk memahami analisis kinerja keuangan dengan menggunakan metode analisis berupa rasio likuiditas dan rasio profitabilitas.

B. Lokasi dan Waktu Penelitian 1. Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Universitas Muhammadiyah Makassar, Kantor Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jl. Sultan Alauddin No.259.

2. Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari sampai April 2022.

C. Jenis dan Sumber Data 1. Jenis Data

Penelitian ini menggunakan jenis data kuantitatif. Data kuantitatif adalah data yang berupa angka-angka yang dianalisis sehingga diperoleh hasil yang tetap. Data tersebut diperoleh dalam bentuk laporan keuangan.

Dalam hal ini data yang termasuk data kuantitatif adalah berupa data laporan keuangan tahunan PT. Astra Internasional Tbk yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode tahun 2016-2020.

(48)

2. Sumber Data

Dalam penelitian ini data yang digunakan adalah data sekunder.

Menurut Indrianto dan Supomo (2013:143) data sekunder merupakan data yang diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui media perantara (diperoleh dan dicatat oleh pihak lain). Dalam hal ini data sekunder diperoleh dalam bentuk data laporan keuangan PT. Astra Internasional Tbk pada tahun 2016-2020 yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang berupa neraca dan laporan laba rugi.

D. Populasi dan Sampel 1. Populasi

Populasi adalah keseluruhan, totalitas atau generalisasi dari satuan, individu, objek atau subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang akan diteliti, yang dapat berupa orang, benda, institusi, peristiwa, dan lain-lain yang di dalamnya dapat diperoleh atau dapat memberikan informasi (data) penelitian yang kemudian dapat ditarik kesimpulan. Populasi dalam penelitian ini adalah laporan keuangan PT. Astra Internasional Tbk tahun 2016-2020.

2. Sampel

Sampel adalah sebagian dari populasi yang memiliki karakteristik yang sama bersifat representatif dan menggambarkan populasi sehingga dianggap dapat mewakili semua populasi yang diteliti. Teknik pengambilan sampel dapat membantu para peneliti dalam melakukan generalisasi terhadap populasi yang diwakili. Sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini yaitu laporan keuangan PT. Astra

(49)

Internasional Tbk pada tahun 2016-2020 yang berupa neraca dan laporan laba rugi.

E. Metode Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penulis adalah teknik dokumentasi, yaitu pengumpulan data dengan mencatat dari data-data yang dibutuhkan melalui laporan keuangan perusahaan. Laporan keuangan perusahaan yang diperlukan adalah neraca dan laporan laba rugi.

F. Definisi Operasional Variabel

Definisi operasional adalah definisi yang telah menjadi teori secara praktis, riil, praktis, dan nyata dalam lingkup objek penelitian. Dalam penelitian ini kinerja keuangan perusahaan diukur dengan menggunakan rasio profitabilitas, maka definisi operasional variabel sebagai berikut:

1. Laporan keuangan merupakan hasil akhir dari suatu kegiatan akuntansi yang menggambarkan kondisi keuangan suatu perusahaan, dan menjadi informasi bagi para pengguna dalam mengambil keputusan terkait ekonomi dari suatu perusahaan.

2. Kinerja keuangan merupakan sebuah gambaran tentang kondisi dan kemampuan keuangan perusahaan dalam menjalankan kegiatan perusahaan yang efektif dalam periode tertentu dalam mengelola keuangan sehingga diperoleh keuntungan yang telah ditetapkan oleh perusahaan.

(50)

G. Metode Analisis Data

Metode analisis data pada laporan keuangan digunakan untuk mengukur, mengetahui, menggambarkan, menentukan serta membandingkan proporsi pada pos-pos dalam neraca, laporan laba rugi dan laporan arus kas.

Untuk memecahkan masalah dalam penelitian ini, maka penulis menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan analisis rasio likuiditas dan rasio profitabilitas. Adapun jenis-jenis rasio profitabilitas dan likuiditas yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Rasio Likuiditas

a. Current Ratio (Rasio Lancar)

Rasio jangka pendek adalah perbandingan antara aset jangka pendek dan kewajiban jangka pendek suatu perusahaan. Rasio lancar digunakan untuk menyatakan jaminan keamanan perusahaan kepada kreditur jangka pendek. Jika kuota saat ini terlalu tinggi, perusahaan dikatakan kurang efisien dalam mengelola modal kerjanya. Menurut Kasmir (2015) standar industri untuk current ratio yaitu 200%. Berikut adalah rumus untuk rasio lancar:

b. Quick Ratio (Rasio Cepat)

Rasio cepat adalah rasio ini dihitung dengan mengurangkan persediaan dari aset lancar dan kemudian membagi hasilnya dengan kewajiban lancar. Persediaan adalah aset lancar dengan likuiditas rendah sering mengalami fluktuasi harga dan aset lancar

Current Ratio = Aktiva Lancar

Hutang Lancar

× 100%

(51)

ini sering menyebabkan kerugian saat dilikuidasi. Oleh karena itu, indeks cepat lebih cocok untuk mengukur kemampuan pemerintah perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya.

Menurut Kasmir (2015) standar industri untuk quick ratio yaitu 150%. Berikut adalah rumus rasio kecepatan:

2. Rasio Profitabilitas

a. Gross Profit Margin (GPM)

Gross profit margin merupakan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba kotor yang dapat dicapai dari setiap penjualan.

Gross profit margin juga merupakan perbandingan laba kotor dan penjualan pada periode yang sama. Menurut Kasmir (2015) standar industri untuk gross profit margin yaitu 30%. Rumusnya adalah sebagai berikut:

b. Net Profit Margin (NPM)

Net profit margin merupakan pengukuran laba bersih setelah pajak terhadap penjualan atau bisa juga untuk menghitung jumlah rupiah laba bersih yang dihasilkan oleh setiap penjualan atau merupakan perbandingan laba bersih dengan penjualan. Semakin tinggi rasio maka akan semakin baik, karena menunjukkan

GPM =Laba kotor

Penjualan

× 100%

Quick Ratio = Aktiva Lancar−Persediaan

Hutang Lancar

× 100%

(52)

kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba atau keuntungan. Menurut Kasmir (2015) standar industri untuk net profit margin yaitu 20%. Menggunakan rumus sebagai berikut:

c. Return on Assets (ROA)

Return on assets menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan after tax operating profit dari total aset yang dimiliki perusahaan. Laba yang dihitung adalah laba sebelum bunga dan pajak atau EBIT (earnings before interest and tax). Rasio ini merupakan perbandingan antara laba bersih dengan total aset.

Menurut Kasmir (2015) standar industri untuk return on assets yaitu 30%. Rumus perhitungannya adalah sebagai berikut:

d. Return on Equity (ROE)

Rasio ini merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari investasi pemegang saham perusahaan tersebut yang dinyatakan dalam bentuk persentase. ROE di hitung dari penghasilan (income) perusahaan terhadap modal yang di investasikan oleh para pemilik perusahaan.

Menurut Kasmir (2015) standar industri untuk return on equity yaitu NPM =Laba bersih setelah pajak

Penjualan

× 100%

ROA = Laba sebelum bunga dan pajak

Total aset

× 100%

(53)

40%. Rasio ini mempuyai perbandingan antara laba bersih dengan ekuitas rumus yang digunakan yaitu:

Tabel 3.1

Standar Industri Rasio Likuiditas dan Rasio Profitabilitas

Current Ratio (Rasio Lancar) 200%

Quick Ratio (Rasio Cepat) 150%

Gros Profit Margin (GPM) 30%

Net Profit Margin (NPM) 20%

Return on Assets (ROA) 30%

Return on Equity (ROE) 40%

Jenis Rasio Standar Industri

Sumber: Kasmir (2015)

ROE = Laba bersih setelah pajak

Ekuitas

× 100%

(54)

38 A. Gambaran Umum Objek Penelitian

1. Sejarah Singkat BEI (Bursa Efek Indonesia)

Bursa Efek Indonesia (BEI) merupakan pasar saham yang merupakan hasil merger dari Bursa Efek Jakarta (BEJ) dengan Bursa Efek Surabaya yang digabung ke Bursa Efek Jakarta. Alasan perusahaan melakukan penggabungan 2 bursa di dua kota terbesar di Indonesia ini adalah demi efektivitas operasional dan transaksi.

Secara historis, pasar modal telah hadir jauh sebelum Indonesia merdeka. Pasar modal atau bursa efek telah hadir sejak jaman kolonial Belanda dan tepatnya pada tahun 1912 di Batavia. Pasar modal ketika itu didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda untuk kepentingan pemerintah kolonial atau VOC. Meskipun pasar modal telah ada sejak tahun 1912, perkembangan dan pertumbuhan pasar modal tidak berjalan seperti yang diharapkan, bahkan pada beberapa periode angkatan pasar modal mengalami kevakuman.

Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor seperti perang dunia ke I dan II, perpindahan kekuasaan dari pemerintah kolonial kepada pemerintah Republik Indonesia, dan berbagai kondisi yang menyebabkan operasi bursa efek tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Pemerintah republik Indonesia mengaktifkan kembali pasar modal pada tahun 1977, dan beberapa tahun kemudian pasar modal mengalami pertumbuhan seiring dengan berbagai insentif dan regulasi yang dikeluarkan pemerintah.

(55)

2. Deskripsi Objek Penelitian

PT. Astra Internasional Tbk adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri otomotif. Astra awalnya merupakan perusahaan perdagangan kecil di Jakarta yang didirikan pada tanggal 20 Februari 1957 dengan nama PT. Astra Internasional Incorporated. Melalui Rapat Umum Luar Biasa Pemegang Saham yang diadakan pada tanggal 22 Januari 1990, nama PT. Astra Internasional Inc diubah menjadi PT. Astra Internasional. Perubahan itu disahkan melalui Akta Berita Acara Rapat No.45 tanggal 22 Januari 1990 dan Akta Berita Acara Rapat No.26 Tanggal 6 Februari 1990 yang dibuat di hadapan notaris Pada tahun 1969 Astra menjadi distributor tunggal sepeda motor Honda dan Xerox 33 mesin kantor di Indonesia. Perusahaan ini telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia sejak April 1990.

Perusahaan ini mempunyai ruang lingkup sebagai perusahaan perindustrian, jasa pertambangan, pengangkutan, pertanian, pembangunan dan jasa konsultasi yang meliputi perakitan dan penyaluran mobil, sepeda motor berikut suku cadangnya, penjualan dan penyewaan alat berat, pertambangan dan jasa terkait, pengembangan perkebunan, jasa keuangan, infrastruktur dan teknologi informasi. Kini Astra telah menjadi salah satu perusahaan besar di Indonesia yang mempekerjakan 185.580 orang karyawan di 170 perusahaan termasuk anak perusahaan, perusahaan asosiasi dan jointly controlled entities.

Astra International memiliki Catur Dharma sebagai filosofi perusahaan yaitu menjadi milik yang bermanfaat bagi nusa dan bangsa, memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan, menghargai individu dan membina

(56)

kerja sama, dan menjadi perusahaan yang senantiasa berusaha mencapai yang terbaik. Catur Dharma ini mengantarkan Astra pada visi dan misinya untuk menyejahterakan bangsa dengan memberikan nilai terbaik kepada stakeholder perusahaan ini.

3. Visi dan Misi a. Visi

Menjadi salah satu perusahaan dengan pengelolaan terbaik di Asia Pasifik, dengan penekanan pada pertumbuhan yang berkelanjutan, dengan pembangunan kompetensi melalui pengembangan sumber daya manusia, struktur keuangan yang solid, kepuasan pelanggan, dan efisiensi.

b. Visi

Sejahtera bersama bangsa dengan memberikan nilai terbaik kepada stakeholder kami.

Referensi

Dokumen terkait

Analisis laporan keuangan adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh seorang manager keuangan untuk mengetahui adanya hambatan-hambatan atau masalah-masalah yang berhubungan

Dari hasil analisis yang telah dilakukan maka penulis menyimpulkan bahwa analisis laporan keuangan dapat digunakan untuk menilai kinerja perusahaan karena hasil

Dari hasil analisis yang telah dilakukan maka penulis menyimpulkan bahwa analisis laporan keuangan dapat digunakan untuk menilai kinerja perusahaan karena hasil dari

Menurut Brigham dan Houston (2010:84) “laporan keuangan adalah bebeapa lembar kertas dengan angka-angka yang tertulis diatasnya, tetapi penting juga untuk

Untuk mencapai penilaian kinerja yang lebih optimal maka penulis melakukan analisa laporan keuangan komparatif terhadap perusahaan pesaing per bidang usaha, namun

Dari hasil analisis yang telah dilakukan maka penulis menyimpulkan bahwa analisis laporan keuangan dapat digunakan untuk menilai kinerja perusahaan karena hasil

Pengertian Laporan Keuangan Berikut ini pengertian laporan keuangan menurut para ahli: 1 Menurut Munawir 2019: 2 mengemukakan “Laporan Keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses

Analisis kinerja keuangan PT. Astra Internasional Tbk periode 2017-2021 menggunakan metode Economic Value Added (EVA) dan Financial Value Added