• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. lebih dari 346 juta orang di seluruh dunia mengidap DM (Perkeni, 2011). Prevalensi DM di

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. lebih dari 346 juta orang di seluruh dunia mengidap DM (Perkeni, 2011). Prevalensi DM di"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

1 1.1 Latar Belakang

Diabetes mellitus (DM) merupakan masalah kesehatan di dunia. WHO, memperkirakan lebih dari 346 juta orang di seluruh dunia mengidap DM (Perkeni, 2011). Prevalensi DM di Indonesia adalah 1,1 % dengan sebaran kasus berimbang dalam hal jenis kelamin (1,1%) dan terbanyak pada usia 45 – 74 tahun yaitu 9,8%. Data yang sama juga menunjukkan bahwa DM merupakan ranking enam sebagai penyebab kematian dengan proporsi 5,7% dari total kematian.

Menurut Riskesdas Nasional (2007), DM pada perempuan merupakan penyebab kematian terbesar akibat penyakit tidak menular (16%). Sedangkan di Bali, menunjukkan prevalensi DM lebih rendah dari angka nasional (1,0%), berimbang antara laki dan perempuan (1,1% dan 0,9%), dengan distribusi usia 45 – 74 tahun sebesar 8,6%. Di Kota Denpasar, DM menduduki peringkat pertama untuk penyakit tidak menular dengan prevalensi sebesar 2,0%, namun tidak tersedia data spesifik berdasarkan umur dan jenis kelamin (Riskesdas Provinsi Bali, 2007).

Obesitas dan gaya hidup seperti pola makan masyarakat yang tinggi kalori, kurangnya aktivitas fisik, dan kurangnya kebiasaan berolah raga adalah faktor pendukung terjadinya DM.

Menurut Riskesdas Provinsi Bali (2007), pola makan tinggi kalori di Provinsi Bali belum terlihat. Data menunjukkan rata-rata asupan energi di Bali (17065 kkal), lebih rendah dari angka nasional (1735,5 kkal). Namun Bali termasuk 21 provinsi yang memiliki pola makan berisiko untuk konsumsi makanan manis dan penggunaan penyedap yang melebihi angka nasional. Untuk kota Denpasar, asupan makanan manis (44,7%) dan berlemak (15,4%) bahkan jauh lebih tinggi dibandingkan angka provinsi Bali. Tingginya konsumsi makanan manis dan berlemak terkait dengan obesitas. Dua ukuran obesitas yang umum adalah obesitas umum yang didefinisikan

(2)

sebagai indeks masa tubuh (IMT) >25 kg/m2, serta obesitas sentral yang didefinisikan sebagai lingkar pinggang ≥ 80 cm (WHO,2000). Berdasarkan data Riskesdas Nasional dan Provinsi Bali (2007), angka kejadian obesitas di Bali lebih rendah dari rata-rata nasional, namun angka di Denpasar jauh di atas angka nasional dan Bali. Perbandingan angka obesitas di tiga wilayah tersebut adalah angka obesitas umum nasional 13,9%,Bali 9,8% dan Denpasar 15,2% sedangkan angka perbandingan obesitas sentral berturut-turut adalah nasional 18,8%, Bali 16,4% Denpasar 24, 3%. Pada perempuan, terlihat bahwa kejadian obesitas umum (23,8%) maupun sentral (29%) jauh lebih tinggi daripada laki-laki.

Secara teori, perempuan terutama pada masa pasca menopause mengalami penurunan hormon tiroid dan leptin yang mengakibatkan penurunan laju metabolisme basal dan lemak, sehingga menyebabkan kecenderungan terjadi obesitas atau kegemukan (Pamela, 2011). Pada kegemukan sering kali terjadi penurunan fungsi insulin sehingga metabolisme glukosa darah terganggu, dan akibatnya terjadi peningkatan kadar glukosa darah. Kadar glukosa darah erat kaitannya dengan penyakit DM, dimana adanya peningkatan kadar glukosa darah sewaktu (GDS)

≥ 200 mg/dl disertai dengan gejala poliuria, polidipsia, polifagia, dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan sebabnya merupakan kriteria diagnosis untuk DM (Perkeni, 2002).

Dengan demikian kadar GDS merupakan salah satu indikator awal atau pemeriksaan penjaring untuk mendeteksi kemungkinan DM. Namun masih diperlukan dua atau lebih pemeriksaan kadar glukosa darah baik kadar glukosa darah puasa, sewaktu atau dua jam setelah makan yang didapatkan nilai abnormal sehingga diagnosis DM dapat ditegakkan.

Puskesmas III Denpasar Utara menempati urutan pertama dalam hal jumlah kasus DM.

Puskesmas III Denpasar Utara terletak di Kelurahan Peguyangan Kecamatan Denpasar Utara.

Kecamatan Denpasar Utara tercatat memiliki angka penderita DM tertinggi dibandingkan

(3)

kecamatan lainnya. Sebagai upaya untuk menanggulangi hal tersebut, di Kelurahan Peguyangan telah terbentuk posyandu lansia yang berjalan aktif di seluruh banjar dan telah terbentuk percontohan Posbindu penyakit tidak menular (PTM) sejak tahun 2014. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan pada 10 perempuan menopause di kelurahan tersebut, 6 orang mengalami obesitas umum dan 7 orang mengalami obesitas sentral. Empat dari 7 orang yang mengalami obesitas sentral ternyata kadar glukosa darah sewaktu ≥ 200 mg/dl. Selain itu asupan makan yang diukur dengan formulir recall 24 jam dalam 3 hari menunjukkan rata-rata asupan karbohidrat dan lemak melebihi kebutuhan harian.

Hal tersebut menunjukkan ada masalah kesehatan dimana kejadian DM tinggi di wilayah tersebut dan ada potensi perilaku asupan makanan yang berisiko, serta kejadian obesitas yang juga tinggi. Karena itu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui hubungan asupan karbohidrat, protein, lemak, indeks massa tubuh dan lingkar pinggang dengan kadar glukosa darah sewaktu pada wanita menopause di Kelurahan Peguyangan wilayah kerja Puskesmas III Denpasar Utara.

1.2 Rumusan Masalah

Rumusan masalah yang muncul berdasarkan latar belakang di atas adalah.

1.1.1 Apakah ada hubungan antara asupan karbohidrat dengan kadar glukosa darah sewaktu pada wanita menopause di Kelurahan Peguyangan wilayah kerja Puskesmas III Denpasar Utara?

1.1.2 Apakah ada hubungan antara asupan Protein dengan kadar glukosa darah sewaktu pada wanita menopause di Kelurahan Peguyangan wilayah kerja Puskesmas III Denpasar Utara?

(4)

1.1.3 Apakah ada hubungan antara asupan lemak dengan kadar glukosa darah sewaktu pada wanita menopause di Kelurahan Peguyangan wilayah Kerja Puskesmas III Denpasar Utara?

1.1.4 Apakah ada hubungan antara indeks massa tubuh (IMT) dengan kadar glukosa darah sewaktu pada wanita menopause di Kelurahan Peguyangan wilayah kerja Puskesmas III Denpasar Utara?

1.1.5 Apakah ada hubungan antara lingkar pinggang dengan kadar glukosa darah sewaktu pada wanita menopause di Kelurahan Peguyangan wilayah kerja Puskesmas III Denpasar Utara?

1.3 Tujuan Penelitian 1.3.1 Tujuan Umum

Mengetahui hubungan antara asupan karbohidrat, protein, lemak, IMT dan lingkar pinggang dengan kadar glukosa darah sewaktu pada wanita menopause di Kelurahan Peguyangan wilayah kerja puskesmas III Denpasar Utara.

1.3.2 Tujuan Khusus

Tujuan khusus dalam penelitian ini adalah untuk membuktikan:

1. Hubungan antara asupan karbohidrat dengan kadar glukosa darah sewaktu pada wanita menopause di Kelurahan Peguyangan wilayah kerja puskesmas III Denpasar Utara

2. Hubungan antara asupan protein dengan kadar glukosa darah sewaktu pada wanita menopause di Kelurahan Peguyangan wilayah Kerja Puskesmas III Denpasar Utara 3. Hubungan antara asupan Lemak dengan kadar glukosa darah sewaktu pada wanita

menopause di Kelurahan Peguyangan wilayah kerja Puskesmas III Denpasar Utara

(5)

4. Hubungan antara IMT dengan kadar glukosa darah sewaktu pada wanita menopause di Kelurahan Peguyangan wilayah kerja Puskesmas III Denpasar Utara

5. Hubungan antara lingkar pinggang dengan kadar glukosa darah sewaktu pada wanita menopause di Kelurahan Peguyangan wilayah kerja Puskesmas III Denpasar Utara

6. Hubungan antara asupan karbohidrat, protein, lemak, IMT dan lingkar pinggang dengan kadar glukosa darah sewaktu pada wanita menopause di Kelurahan Peguyangan wilayah kerja puskesmas III Denpasar Utara

1.4 Manfaat Penelitian 1.4.1 Teoritis

1. Ilmu Pengetahuan

Memberikan bahan acuan atau informasi mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan kadar glukosa darah sewaktu sehingga kejadian sindrome metabolik khususnya kejadian Diabetes Melitus tipe 2 dapat dicegah.

2. Peneliti selanjutnya

Menjadi bahan acuan oleh peneliti selanjutnya untuk meneliti lebih jauh tentang faktor lain yang meningkatkan kadar glukosa darah.

1.4.2 Praktis 1. Puskesmas

Penelitian ini dapat dijadikan masukkan dan salah satu pedoman untuk tenaga kesehatan khususnya di Puskesmas III Denpasar Utara dalam melakukan upaya promotif dan preventif kepada masyarakat tentang pentingnya menu gizi seimbang termasuk pengaturan frekuensi atau jumlah, jenis dan jadwal makan berdasarkan kebutuhan

(6)

individu serta pentingnya olah raga sehingga masyarakat dapat mengontrol berat badanya dalam rentang ideal sehingga dapat mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan akibat obesitas seperti risiko terjadinya DM tipe 2.

2. Masyarakat

Sebagai pedoman masyarakat khususnya perempuan menopause untuk melakukan pengaturan pola makan dan memodifikasi diit dengan mengurangi asupan karbohidrat, sehingga dapat menjaga keseimbangan kadar glukosa darah dan mejaga berat badan yang ideal untuk mencegah terjadinya penyakit metabolik, khususnya diabetes mellitus tipe 2.

Referensi

Dokumen terkait

187 Ekologi Briket Kunyit Asam Sebagai Bahan Bakar Alternatif Pengganti Minyak, Solusi Untuk Dampak Kenaikan BBM Nabila Naura nugroho Kelas 12 SMA IPIEMS ADA ADA / 4 BENDEL ADA.

Perubahan konsonan ini berupa substitusi antara konsonan pada awal nama orang tersebut dengan konsonan /k/ yang lazim digunakan oleh masyarakat Desa Landah untuk

An alternative to such bodily theories of emotions has been proposed by Weiskrantz (1968), Gray (1975), and Rolls (1999) who instead regard emotions as states elicited by rewards

Hal ini juga diakui oleh pandapotan pardede / pimpinan starone jogja di tengah kegiatan grandlaunching starone pinter malam minggu kamerin // Menurutnya dengan bergandengan

Kemampuan Kondisi Fisik Dan Psikologis (Pengendalian Emosional) Atlet Gulat Pelatda Jawa Barat Dikaitkan Dengan Prestasi Pada Babak Kualifikasi Porda 20141. Universitas

Partisipasi politik masyarakat desa Sukaasih kecamatan Singaparna kabupaten Tasikmalaya dalam pemilu legislatif tahun 2014.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu |

Daya dari generator yang dikopel langsung dengan turbin angin dapat.. dihitung dengan menggunakan rumus daya pada rangkaian listrik

Peserta didik yang selesai lebih dulu, baik individu maupun kelompok dalam membuat produk kerajinan bahan berbasis media campuran dapat mempresentasikan di muka kelas, agar