37 4.1 Gambaran Umum
4.1.1 Profil MIK SEMAR (Media Informasi Kota Semarang)
Jurnalisme warga sebagai individu memainkan peran aktif dalam proses pengumpulan, pelaporan, analisis dan penyebarluaskan berita dan informasi dan menambahkan bahwa jurnalisme warga perlahan-lahan dipandang sebagai bentuk sah cara demokratis memberikan berita yang jujur, artikel, dll langsung oleh warga dunia dari mana saja.
MIK Semar (Media Informasi Kota Semarang) berdiri sekitar tahun 2015 yang didirikan oleh Pemerintah Kota Semarang untuk menjembatani kepentingan masyarakat dengan pemerintah sehingga permasalahan – permasalahan yang ada di Kota Semarang agar bisa segera tertangani. Tujuan utama dibuatnya grup MIK Semar adalah untuk mengetahui informasi yang berkaitan dengan keluhan masyarakat, informasi yang berkaitan dengan pelayanan publik termasuk laporan – laporan yang berkaitan dengan pengaduan – pengaduan masyarakat Kota Semarang. Awal problem atau masalah yang dihadapi adalah aparatur Pemerintah Kota Semarang itu sendiri yang menangani keluhan – keluhan masyarakat tidak mampu untuk menjawab pertanyaan – pertanyaan yang diajukan
oleh warga masyarakat dikarenakan ketidak sabaran warga untuk mengetahui jawaban atas pertanyaan – pertanyaan keluhan warga.
Karena warga masyarakat membutuhkan respon cepat jawaban atas pertanyaan mereka. Pada akhirnya grup MIK Semar tersebut diserahkan kepada warga yang mau menangani atas keluhan – keluhan warga. Maka dari itu ditunjuklah seorang Admin bernama Rahmulyo dari anggota awal sepuluh ribuan orang anggota dan sampai sekarang menjadi empat ratus ribuan anggota.
Gambar 4.1 Logo Depan MIK Semar
MIK SEMAR (Media Informasi Kota Semarang) adalah sebuah Rumah Besar di Dunia Maya bagi Warga kota Semarang untuk berbagi Informasi diantara Warga Penghuninya tentang peristiwa, kegiatan, lomba, hiburan, sejarah, event, dll di Kota Semarang untuk dipublikasi umum. MIK Semar juga menyediakan
waktu hari Sabtu dan Minggu bagi Warga untuk Promosi Jualan Produk2 UMKM. Sepanjang tidak bertentangan dengan UU ITE.
Bagi semua Warga atau anggota harus mentaati beberapa peraturan diantaranya adalah :
1. Isi postingan tidak mengandung SARA, pornografi dan atau yang bertentangan dengan hukum di Indonesia.
2. Informasi yang diberikan lengkap, jelas, akurat (Siapa, Oleh Siapa, Kapan, Dimana, Dengan Apa, Bagaimana).
3. Tindakan hukum yang terkait dengan pihak/orang lain, diwajibkan melampirkan Surat Laporan Kepolisian.
4. Bukan berisi Curahan hati pribadi maupun foto selfie diri sendiri.
5. Promo Jual atau Beli barang/Jasa diperbolehkan setiap hari Sabtu mulai pukul 00.00 sampai dengan Minggu Pukul 23.59 WIB (dengan catatan bukan barang/jasa yg dilarang atau terbatas peredarannya).
6. Posting korban kecelakaan wajib diblurkan utk menghormati korban dan keluarga.
7. Apabila isi berita merupakan hasil sharing dari tempat lain, diwajibkan untuk mencantumkan sumber beritanya.
8. Memberikan postingan yang bermanfaat bagi seluruh member group MIK SEMAR.
Dalang Admin
Punggawa Dalang utama
9. Setiap anggota diharapkan dapat mendukung penuh kebijakan pemerintah demi kenyamanan, keamanan dan keselamatan bersama (seperti tidak share Lokasi Operasi Ketertiban).
10. Diharapkan sebelum memberikan informasi, memeriksa terlebih dahulu apakah telah ada atau belum (tidak doubel post).
11. Ikut menjaga group demi kenyamanan bersama, isi postingan yang melanggar dapat dilaporkan (report) ke admin untuk dihapus.
12. Setiap Isi dari kiriman menjadi tanggung jawab mutlak si pengirim. (Ref: UU ITE).
Untuk menangani beberapa permasalahan umum dalam masyarakatMIK Semar membentuk sebuah tim di khususkan untuk mencari dan memvalidasi kebenaran berita yang diposting oleh salah satu warga atau anggota sehingga berita itu bisa lebih akurat dan dipercaya oleh warga yang membacanya.
4.1.2 Struktur Organisasi
4.2 Gambar Struktur Organisasi
Dalang Utama :
Rahmulyo Adi Wibowo Dalang Admin :
Anis Fuadi
Johan Surya
Noviana Dibyantari Punggawa :
Akwila Nursanti
Chika Alvaro
Dee Siregar
Dhede Dirgawijaya
Li Na
Ida
Liries Nuky Samsara
Manda
Ndari
Ratih Agoes
Reni Farariz
Susi Lintang
Widiyanti
Adi Ari Wibowo
Agung Prasetyo
Ambartono
Apin Erloui
Arista Aji Pramudyo
Arty Lhemed
Basori
Budi
Catur Aryadi
Daniel Tedjakusuma
Didik
Ditto Hastardi
Eko Purwanto
Enos Jonathan
Hary Mahardika
Hendarto Widi Utomo
Hendro Supriyanto
Ipung Ndaru
Rizal Jagaddhita
Syamsudi
Tulus Hadisetyanto
Widia Kurniawan
Yohanes Antok
Yoss Aringga
Agar memudahkan komunikasi dengan seluruh warga Semarang maka MIK Semar dibagi dengan beberapa korwil:
Korwil Barat
Korwil Selatan
Korwil Tengah
Korwil Utara
Korwil Timur
Korwil Gayamsari
Korwil Genuk
Korwil Pedurungan
4.1.3 MIK Semar Sigap
MIK Semarmemiliki divisi untuk menimalisir informasi berita yangtidak benar maka diadakan tim khusus bernama MIK Semar Sigap. Tim MIK Semar Sigap sendiri adalah tim relawan dibawah naungan MIK Semar yang dibentuk untuk membantu dan melayani warga Kota Semarang di bidang sosial kemanusiaan. MIK Semar Sigap bekerja sama dengan berbagai lembaga baik swasta maupun Pemerintah seperti Kepolisian, Pemadam Kebakaran, Dinas Sosial, BASARNAS, Ambulance Hebat dan tim relawan lainnya yang juga menjadi elemen dari MIK Semar. MIK Semar Sigap bertanggung jawab atas informasi yang diberikan oleh masyarakat seperti adanya laporan dari masyarakat tentang telah terjadinya kebakaran di sekitar papandayan pada hari Selasa 21 Agustus 2018 pada pukul 14.30 WIB. Dengan kronologi api berasal dari salah satu rumah warga tetapi karena angin yang cukup kencang maka
didatangkan Pemadam Kebakaran agar api cepat segera dipadamkan dan tidak merambat kerumah penduduk lainnya. Pemadam Kebakaran dibantu dengan tim MIK Semar Sigap, jajaran Polsek Gajah Mungkur dan warga sekitar ikut membantu dalam upaya memadamkan api dan berkoordinasi mengamankan lokasi agar warga tidak mendekat guna menghindari adanya korban.
Gambar 4.3 Laporan warga anggota
Gambar 4.4 Pemadam Kebakaran
Gambar 4.5 Kerja Sama pemadaman api 4.1.4 MIK Semar Donasi
Mik Semar juga mempunyai elemen atau program bernama MIK Semar Donasi. MIK Semar Donasi adalah program untuk kepedulian masyarakat semarang terhadap bencana atau tragedi yang membutuhkan beberapa uluran tangan atau donasi untuk meringankan beban orang yang terkena musibah.
Gambar 4.6 Logo Mik Semar Donasi
Gambar 4.7 Penyerahan Donasi korban kebakaran
Kehadiran media sosial disini sangat berpengaruh di masyarakat umum seperti halnya media komunikasi eksternal pada khayalak umum. Hal ini berkaitan dengan segala informasi yang dibagikan kepada masyarakat. Pemanfaatan media sosial disini digunakan dengan baik. Hal ini terbukti dari umpan balik dari para anggota grup MIK Semar. Terbukti setiap postingan yang dibagikan mendapatkan tanggapan atau respon yang positif berupa komentar atau like.
4.2 Temuan Penelitian
Pada bagian ini, temuan penelitian yang dimaksud berupa dua hal, yakni hasil observasi serta hasil wawancara yang telah dilakukan oleh peneliti.
4.2.1 Hasil Observasi
4.2.1.1 Observasi terhadap Narasumber
Saat wawancara dengan beberapa
narasumber peneliti menarik beberapa kesimpulan yang didapat yaitu :
a. Narasumber mengumpulkan data dan berita sudah layaknya wartawan yaitu semisal ada sebuah kejadian yang mereka temui mereka juga turut menanyakan dan menggali informasi dengan bertanya pada warga atau saksi yang berada di tempat kejadian, selain itu beberapa narasumber juga mendokumentasikan kejadian yang mereka lihat melalui foto.
b. Salah satu narasumber mengungkapkan bahwa dalam pengumpulanberita dan informasi dia mengelompokkannya menjadi tiga yaitu,peristiwa yang dia alami sendiri, dari orang lain, dan mengadopsidari media lain.
c. Selain para admin Grup Facebook MIK Semar yaitu paraanggota yang diwawancarai, mereka jarang sekali mencari beritasecara sengaja untuk diunggah, kebanyakan mereka memangmendapatkan berita dari kejadian yang ada disekitar dan ditemuisecara tidak sengaja saja. Namun berbeda dengan para admin grupini, mereka mencari berita seperti wartawan tapi itu tergantung padawaktu mereka masing-masing karena mereka bekerja sukarela tanpabayaran, jika ada waktu dan sempat mereka mencari berita, jika tidakmereka akan menginformasikan ke admin lain untuk mencari.
Paraadmin Grup Facebook MIK Semar mendapat berita terkadangmelalui pesan di Facebook atau sms, dan kontak lain dari wargalangsung kemudian mencari berita tersebut.
d. Terkadang para narasumber tersebut juga menggunakan grup tersebutselain untuk mengunggah berita dan informasi juga untuk menggalilagi data dan berita guna melengkapi postingan yang mereka unggahdi kolom tanggapan atau komentar dari anggota grup lain yang lebihmengetahu tentang kejadian tersebut. Jadi
mereka menggunggahsebuah berita dan kemudian memancing anggota lain untukmenanggapi bagaimana kejadian atau kronologisnya lebih lengkap dikolom komentarnya dengan memberikan pertanyaan mengenaikejadiannya. Jadi dalam grup ini terjalin interaksi langsung dara paraanggota dalam menginformasikan berita yang mereka ketahu untuksaling melengkapi sehingga berita yang diunggah menjadi lebihlengkap dari banyak sudut pandang dan pendapat.
4.2.1.2 Observasi terhadap masyarakat
Citizen journalism dibuat oleh warga biasa yangbukan wartawan profesional. masyarakat telah berani melihatkan berita hasilkarya mereka kehadapan umum.Masyarakat Semarang sebagai kontributor beranimempertanggung jawabkan berita dan setiap data yang mereka dapat untukmembagikan informasi kepada masyarakat Semarang. MIK Semar menyajikan berita berupa fakta atau peristiwa yang terjadidijawab oleh seluruh narasumber. Berita dapat dipercaya kebenaran maupunfakta atas peristiwa yang terjadi
karena menurut narasumber berita disertai foto, video.
Masyarakat sangatpeka terhadap suatu peristiwa di suatu daerah dan peristiwa tersebut belumpernah diberitakan oleh media sebelumnya.
Hal ini sangat penting dandibutuhkan oleh masyarakat yg memiliki keresahan. Kemudian masyarakat sudah mampu menulis atau melaporkan informasi kepadaanggota. Seluruh narasumber mengatakan masyarakat mampu melaporkanatau menyampaikan beritanya dan informasinya dapat dimengerti.
“saya sering sekali melihat postingan – postingan di MIK Semar dikarenakan saya bisa melihat peristiwa – peristiwa atau informasi - informasi penting yang ada di Semarang”
Untuksekelas masyarakat biasa, berita sudah cukup layak untuk dikonsumsi olehmasyarakat.
karena pada dasarnya berita dibuat dari masyarakat, olehmasyarakat, untuk masyarakat. Unsur berita dapat tersampaikan dengan baikjuga berita yang disampaikan cukup menarik. Namun dari segikeprofesionalitas, citizen journalism masih jauh
dari kata profesional karenatidak memiliki keilmuan jurnalistik.
4.2.2 Hasil Wawancara
4.2.2.1 Hasil Wawancara dengan Narasumber
Dalam wawancara dengan para narasumber, peneliti menggunakan pertanyaan yang sama mengenai peran media sosial terhadap Grup Facebook MIK Semar kepada kedua narasumber.
Para narasumber tersebut adalah Roy Adija dan Herry Kewel. Adapun hasil wawancara yang peneliti susun sebagai berikut.
Menurut para narasumber ketika peneliti menanyakan bagaiaman peran media sosial yang berlangsung di MIK Semar. Para narasumber memiliki sudut pandang yang berbeda namun hasil yang disampaikan menurut keduanya adalah sama yakni sebagai media komunikasi, serta media memberikan informasi.
Menurut Roy Adija, selaku narasumber grup Facebook MIK Semar itu sangat bermanfaat dalam berbagai hal. Di jurnalistik, pendidikan, pemerintahan, sosial, bahkan olahraga. Seperti
halnya bagi perkembangan MIK Semar Roy Adija merasakan keuntungan positif dari kehadiran media sosial facebook, terlebih dalam hal jurnalistik. Roy Adija (wawancara Minggu, 15 Desember 2018, pukul 15.00 WIB) mengatakan bahwa,
“ Media sosial itu adalah sarana komunikasi, bisa digunakan sebagai alat bersosialisasi. Dengan menggunakan media sosial dan mengikuti grup facebook MIK Semar selama 2 tahun, saya senang sekali bisa mengikuti perkembangan di MIK Semar terlebih dalam hal informasi – informasi yang diberikan oleh para anggota grub terlebih saya juga ikut berkontribusi dalam memberikan informasi mengenai kebakaran yang ada di daerah Papandayan”
Dengan adanya media sosial tersebut, memudahkan para narasumber untuk memberikan informasi kejadian yang ada di Kota Semarang, para narasumber menggali informasi dari tempat kejadian bertanya pada warga kejadian atau peristiwa layaknya wartawan. Terkadang narasumber juga mengambil dari peristiwa yang dialami oleh orang lain atau dari sumber berita lain dan diunggah ke grup MIK Semar.
Jika dirasa narasumber kurang lengkap dalam memberikan informasi maka warga atau anggota lain yang mengetahui kejadian akan
menambahkan beberapa komentar agar dapat melengkapi informasi yang sudah beredar dan dibagikan dipostingan grup MIK Semar.
Berbeda dengan Herry Kewel, narasumber kedua menambahkan MIK Semar memiliki peran penting kepada warga Semarang terkait dengan Kota Semarang. Melalui postingan tentang jalan yang rusak, fasilitas – fasilitas umum yang kurang memadai atau masalah – masalah yang berhubungan dengan Pemerintah Kota Semarang dan disertai foto atau video sebagai bukti maka para pejabat yang berwenang di Kota Semarang segera menanggapi beberapa keluhan warga Semarang.
Pendapat Herry Kewel saat wawancara Minggu 22 Desember 2018, pukul 15.00 WIB
“MIK Semar adalah media informasi sekaligus mempunyai peran penting kepada warga semarang. Hal ini dikarenakan dulu sebelum adanya MIK Semar yang sekarang jumlahnya sudah mencapai empat ratus ribua, beberapa permasalahan yang berhubungan dengan Kota Semarang jarang sekali mendapatkan tanggapan yang serius oleh Pemerintah Kota Semarang. Tetapi setelah adanya Grup MIK Semarang beberapa permasalahan – permasalahan yang ada di Kota Semarang langsung mendapatkan respon yang sangat cepat. Disinilah sisi positif media sosial jika ;digunakan dengan hal yang positif juga”.
Berawal dari pendapat para narasumber mengenai peran media sosial tersebut, maka timbulah suatu kesan diantara para narasumbernya.
Termasuk halnya dari kedua informan dalam penelitian ini. Kesan keduanya ialah mengenai pemikiran mereka akan citra MIK Semar dimata masing – masing dimana peran media sosial jika digunakan dalam yang hal yang positif maka akan berguna untuk banyak orang.
4.2.2.2 Hasil Wawancara dengan Masyarakat
Dalam wawancara dengan masyarakat semarang tentang adanya media sosial grup MIK Semar terhadap dua orang peneliti berhasil mewawancarai dengan hasil yang cukup positif beserta dampak yang dihasilkan oleh media sosial Grup MIK Semar. Masyarakat yang peneliti wawancarai adalah Nur Aini dan Setio Edy. Mereka sependapat media sosial MIK Semar sangat bermanfaat di berbagai hal. Di Pendidikan, Pemerintahan khususnya Pemerintah Kota Semarang, Sosial, dan Budaya. Nur Aini (Wawancara Minggu, 22 Desember 2018, pukul 13.30 WIB) mengatakan bahwa,
“MIK Semar merupakan wadah untuk masyarakat Semarang dalam berbagai hal dalam bentuk sosial media facebook. Saya senang sekali adanya MIK Semar karena banyak sekali orang – orang yang mendadak menjadi jurnalis tetapi kurang dalam bahasa penyampaiannya dikarenakan mungkin banyak yang belum mengetahui etika jurnalis. Banyak juga keluhan – keluhan masyarakat Semarang yang disampaikan lewat postingan dan ditanggapi dengan berbagai macam komentar ada yang negatif ada juga yang positif.Para admin MIK Semar juga berkontribusi dalam memfilter berita – berita atau postingan yang akan masuk jadi masyarakat bisa menilai berita yang benar – benar terjadi di Kota Semarang.“
Hal setara juga diungkapkan oleh Setyo Edy (wawancara Minggu, Minggu 16 Desember 2018, pukul 19.25 WIB)
“Dengan adanya grup facebook MIK Semar kita bisa menilai banyak sekali warga Semarang yang sangat antusias mengikuti berbagai macam berita di MIK Semar. Jiwa sosial warga Semarang sangat tinggi seperti kasus kecelakaan yang ada di daerah SigarBencah Kecamatan Tembalang yang melibatkan dua pengendara sepeda motor langsung mendapatkan tanggapan dari para anggota dan dipanggilnya Ambulance Hebat milik Pemerintah Kota Semarang. “
Pemanfaatan jejaring sosial oleh masyarakat untuk memposting, peristiwa yang terjadi di sekeliling mereka, hingga tempat-tempat wisata favorit serta berbagai hal yang menarik, adalah salah satu dari bentuk jurnalisme warga. Di sini, masyarakat menjalankan peranannya sebagai
jurnalis dengan melaksanakan fungsi sebagai penyampai informasi. Adapun ciri khas yang bisa dibilang sebagai kelemahan sekaligus kelebihan jurnalisme warga yang dilakukan melalui jejaring sosial adalah cara pengungkapan informasi dengan bahasa sehari-hari yang informal.
Bahasa informal tersebut menjadi kelebihan karena orang lain yang membaca informasi tersebut akan merasa karib dengan penulisnya berkat bahasa yang informal, dan hal tersebut dapat menghindari kejenuhan pembaca akan kata-kata baku yang biasa ditemui dalam berita di dunia jurnalisme profesional. Namun, bahasa informal tersebut menjadi kekurangan jurnalisme warga sebab sifat bahasa informal yang tidak ketat tata bahasa membuat kalimat-kalimatnya kadang menjadi ambigu sebab tidak semua orang menguasai teknik penulisan yang baik. Lalu orang tidak akan mendapatkan jaminan mengenai akurasi.
4.3 Pembahasan
Berdasarkan hasil temuan di lapangan yang telah dipaparkan di atas, maka dari model Agendasetting yang dikemukakan di atas terdapat
penambahan satu lagi agenda yakni agenda di sosialmedia. Agenda sosial media yang dimaksud adalah konstruksi realitas yang terbentuk di mediasosial. Isu atau opini publik telah menjadi agenda besar di sosial media,walau dapat realitas yang terbentuk di sosial media cenderung liar dan tidak mendasar. Namundalam perkembangannya pembaca media cenderung untuk membaca informasi yang iainginkan atau yang ia yakini benar. Teori information seeking menyatakan bahwa konsumenatau audiens cenderung akan menghindari informasi yang bertentangan dengan yang iainginkan.
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara Peneliti kepada Narasumber dan masyarakat semarang. Beberapa hal menjadi cakupan luas dari penelitian ini adalah bagaiamana sebuah media sosial Facebook bisa membawa nama MIK Semar lebih dikenal oleh masyarakat sebagai Grup Facebook yang lebih berkompeten sebagai media alternatif citizen journalism.
Analisa dari hasil wawancara, para narasumber mendapat berita daninformasi dari sumber lain seperti berita online di halaman Facebookmereka yang disebar oleh teman-temannya atau para narasumbersendiri yang membuka situs-situs berita online dan grup-grup lainnyadi Facebook. Sebelum nantinya akan dibagikan ke Grup Facebook.
MIK Semar mereka memiliki beberapa pertimbangan, dari hasilwawancara yang didapat yaitu menyangkut tentang Semarang,
beritatersebut menyangkut hajat orang banyak khususnya warga semarang,isinya tepat terkait foto jika ada, waktu dan tempatnya.
Selain itu jika mereka masih kurang yakin pada berita dan informasiyang didapat mereka akan menganalisa atau mengecek kebenarannyadengan salah satunya dengan cara membandingkan di sumber beritalain dan menanyakan pada rekan yang lebih mengetahui. Jika sudahyakin mereka baru mau menyebarkan di Grup Facebook MIK Semar
Berita yang disebarkan oleh para narasumber ada yang dalam bentukkutipan tautan dari berita online, ada pula dalam bentuk salinan beritayang langsung diunggah ke grup dengan mencantumkan sumbernya,dan foto serta teks beserta sumbernya langsung.
Dalam membagikan sebuah berita dari luar ke dalam grup beberapanarasumber mengungkapkan bahwa mereka juga menambahkan opiniatau pendapat di postingan berita tersebut yang ditujukan untukmemancing komentar dari anggota lain serta menjadi ungkapanpribadi dari mereka mengenai berita yang disebar tersebut.
Tugas admin Grup Facebook MIK Semar salah satunya yaitumenyeleksi postingan yang masuk untuk selanjutnya disetujui munculpada halaman grup, berdasarkan wawancara pertimbangan yangdigunakan antara lain berita tersebut fakta, jelas terkait waktu,tempat, dan kejelasan akun pengunggah berita.
Selain grup ini admin juga membuat situs miksemar.id dimanaberita yang diunggah di situs tersebut akan langsung tersebar kebeberapa media sosial seperti Facebook, Instagram dan WebsiteMiksemar.id.
Selanjutnya adalah mengenai kualitas penyampaian berita di dalam Grupoleh para narasumber. Ditemukan bahwa dari segi penulisan sebagian besarkurang lengkap unsur 5W+1H serta bahasa yang digunakan bercampur denganbahasa daerah serta bahasa Indonesia, namun semuanya terkandung nilai-nilaiberita di dalamnya.Kurang sempurnanya teknik penulisan tersebut terjadi karena kurangnyapengatahuan narasumber mengani teknik penulisan berita sesuai denganaturan jurnalisme baku.
Kemudian pada kandungan nilai berita dalam postingan milik paranarasumber dinilai menurut pernyataan Hikmat Kusumaningrat dan PurnamaKusumaningrat dalam buku “Jurnalistik Teori dan Praktek” yaitu Aktualitas(Timeliness), Kedekatan (Proximity), Keterkenalan (Prominence), Dampak(Consequence), dan Kemanusiaan Human Interest (Kusumaningrat, 2009:65).Setiap postingan berita milik narasumber mengandung News Value, jadi beritayang dilaporkan dapat berguna menambah wawasan dan pengetahuankhalayak, anggota Grup khususnya.
Sebagian besar pada postingan merekaterdapat unsur Timeliness (Aktualitas) dan Proximity (Kedekatan).
Keduaunsur tersebut banyak terkandung karena berita dan informasi yang merekaupload kebanyakan dari pengalaman serta kejadian atau peristiwa yangmereka temui secara langsung ataupun mendapat berita dan informasi daripihak lain seperti kawan dan dari media lain kemudian mereka unggah kedalam grup serta lingkup keberadaan mereka yang tidak terlalu luas yaitumemang hanya terbatas pada Kabupaten Kebumen saja dan itu yang membuatitu berita dan informasi tersebut memiliki nilai kedekagtan baik secarageografis dan emosional dari mpara anggota grup tersebut.
Kredibilitas Narasumber sebagai Jurnalis Warga disini kredibilitas tersebut dinilai menurut definisi jurnalis warga olehRoss dan Cormier pada “Handbook of Citizen Journalist” yaitu mereka ituindependen, wartawan warga lepas. Mereka tidak dipaksa oleh proses-prosesjurnalistik konvensional atau metodologi dan mereka terkadang kerapkaliberjalan tanpa kelalaian editorial. Jurnalis warga mengumpulkan, memproses,meneliti, menganalisa, dan menyebarluaskan berita dan informasi, palingsering memanfaatkan berbagai macam teknologi- teknologi yangmemungkinkan dari internet (Ross & Cormier 2010: 66).
Berdasarkan temuan data dilapangan bahwa para narasumber sudah bisadikatakan cukup kredibel sebagai seorang jurnalis warga menurut definisiyang disampaikan Ross dan Cormier (2010) tersebut dimana merekaindependen layaknya wartawan lepas, disini mereka memang berasal dariwarga masyarakat yang aktif dan berperan dalam
pelaporan mengenaiperistiwa dan kejadian yang ada disekitar mereka ke dalam grup. Jadi intinyadari, oleh, untuk warga sendiri.
Selanjutnya Mereka tidak dipaksa oleh proses-proses jurnalistikkonvensional atau metodologi dan mereka kerapkali berjalan tanpa kelalaianeditorial. Pada poin ini para narasumber dalam hal penulisan berita khususnyatidak terpaut sesuai dengan aturan baku, seperti yang sudah dijelaskan padapoin kualitas penulisan sebelumnya. Namun itu yang menjadi salah satu cirikhas jurnalisme warga sendiri, dimana pelaporan dari warga yang benar-benarsederhana dan apa adanya. Hal itu juga terjadi karena para anggota grup dankhususnya disini narasumber memiliki pengetahuan mengenai aturanjurnalistik baku yang terbatas dan berbeda-beda.
Kemudian Jurnalis warga itu mengumpulkan, memproses, meneliti,menganalisa, dan menyebarluaskan berita dan informasi, paling seringmemanfaatkan berbagai macam teknologi-teknologi yang memungkinkan dariinternet. Dari hasil temuan di lapangan diketahui bahwa para narasumberkhususnya sudah melakukan proses tersebut, jadi mereka saat mendapatisebuah kejadian mereka juga mencari tahu informasi untuk menggali data,kemudian menulisnya atau merangkainya dalam kata-kata untuk selanjutnyadisebarluaskan ke Grup Facebook MIK Semar.