~
~AN
i p u
Umum
•
TEMU KARYA
PENYEBARLUASAN DAN PENERAPAN STANDAR BIDANG PEKERJAAN UMUM
PERENCANAAN CAMPURAN DAN
PENGENDALIAN MUTU BETON
TEMU KARYA
PENYEBARLUASAN DAN PENERAPAN STANDAR BIDANG PEKERJAAN UMUM
PERENCANAANCAMPURANDAN PENGENDALIAN MUTU BETON
r~ l. , , . _ ... p ;:.;~CR J.AAN
Ul\i.1UfAI ""'J
v~,.·-~·~-~~·~3~:'J3. PJ .. /J ~ ·.1
:·~- ~ ! p ;:_ :I p J S f A ,<. A ·~ ..
-- -- J . ______ .. __ __ _
1 ·-. . ,, .-,. : i L
~ L-~i.Si-~.rtti t...,. • • ..
N. :. :
co6j1r
~ r
;-
/ J }_,r-.. ". : ()!.,' . "!. • 0 "'', ·- __:__:_ _ __ __.,.
LOKAKARYA
PENYBDAR-LUA.SA.N STANDAR DAN TEKNOLOG~ DXDA.NG KB-PU-AN
PERENCANAAN CAMPURAN
DAN PENGENDALIAN MUTU BETON
(CONCRBTB MIX DESIGN AND QUALITY CONTROLS)
OLEH :
D r s . B a n d i n g . D i p 1 . BE
L a a i n <>, HE
DEPARTEMEN P E K ERJAAN UMUM
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN P U
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PEMUKIMAN
Jl. Panyaungan • ClleunyiWelan • Kabupalen Banduno 40393 · P.O. Box: 812, Bandung 40008 Telp. (022) 798393, (4 Saluran) Fax: (022) 798392 - - - R E G I O N A L CENTRE FOR RESEARCH ON HUMAN SETTLEMENTS
=================================================================
KATA PENGANTAR
Buku ini disusun dalam rangka lokakarya Penyebar-luasan Standar dan Teknologi dibidan~ Ke-PU-an yang akan diselenggrakan dibeberapa kota propinsi di Indonesia, seperti DKI Jakarta, Bandung, Lampung, D.I. Yogyakarta, Surabaya, Bengkulu, Riau.
Banjarmasin, Hanado, dan Kupang (NTT) yang akan diseleng~arakan
pada TA. 1994/1995.
Penyebar-luasan teknolo~i ini terutama ditujukan untuk memberikan informasi sejelas-jelasnya kepada masyarakat luas tentang produk buku standar yan~ telah diterbitkan untuk diaplikasikan serta perkembangan teknologi ::ang dapat diterapkan dalam pelaksanaan pembangunan khususnya dibidan~ ke-PU-an.
Dalam tulisan ini dijelaskan secara singkat cara perencanaan campuran dan pengendalian mutu beton selama waktu pelaksanaan pembangunan untuk mendapatkan basil pekerJaan yang baik sesuai dengan persyaratan.
Beberapa langkah yang harus di ikuti dalam melakukan pengawasan mutu beton juga diuraikan · dalam buku ini yang dapat digunakan sebagai salah satu acuan dalam melakukan pengawasan dllapan~an.
Dengan tersusunnya buku ini diharapkan dapat membantu khususnya para pelaksana dllapangan dalam melakukan perencanaan campuran dan pengawasan mutu beton dan lebih memahami cara-cara pernbuatan beton yang baik serta lan~kah langkah yang perlu diarnbil apabila terjadi adanya suatu penyirnpangan basil uji.
Penulis sadari bahwa buku ini masih jauh dari sernpurna, oleh karena itu kritik yang bersifat membangun sangat diharapkan untuk penyempurnaannya.
Bandun~, Agustus 1994
penyusun,
DAFTAR lSI
Halaman Kata Pengantar, . . . .. . . . i Daftar lsi, I I I I I I I I I t I I I I t I I I I I I I I I I I I I I I I I I I t I t I I I I I t I I BAB.
BAB.
I. PENDAHULUAN, 1.1 Umum,
II.
1.2 Det'inisi,
BETON , • . . • . . . 2.1 Pengertian, . . . . 2.2 Sifat-sifat beton, 2.3 Bahan pembentuk beton, 2.4 Pengujian beton,
2.5 Cara pengujian kuat tekan, . . . . 2.6 Faktor umur terhadap kuat tekan,
BAB. III. RANCANGAN CAMPURAN BETON,
.
,·3 . 1 Umum, . . . , .. .
3.2 Pemilihan proporsi campuran, BAB. IV. PENGENDALIAN MUTU BETON,
4 . 1 Umum, . . . . 4.2 Lan~kah pengendalian,
Daftar Pustaka, t I I .. I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I Lampiran, . . . .
Lampiran 1
Lampiran 2
Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6
I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I 1 I I 1 1
Hubungan antara kuat tekan dan taktor air semen.
Persyaratan .iumlah semen minimum dan faktor air semen maksimum.
Perkiraan kadar air bebas.
Dia~ram susunan besar butir aKre~at.
Formulir Rancangan Campuran Beton.
Formulir pengendalian mutu beton.
ii 1 1 2 3 3 3 3 5 6 6 7 7 7 10 10 11 15 16
8A8. 1 PENDAHULUAN
1.1 Umum.
Keseragaman mutu beton, baik yan~ dibuat dilapan~an maupun dipabrik sangat diharapkan, untuk menjaga stabilitas konstruksi yang mencakup kekuatan, keawetan maupun ketetapQn bentuknya.
Untuk beton yang dibuat dilaboratorium atau pabrik, hal ini relatif le~ih mudah dicapai dari pada beton yang diproduksi/dibuat dilapangan, karena kondisi lokasi/ruangan dilaboratorium atau pabrik relatif lebih mudah dikontrol atau lebih stabil dan beton dibuat oleh tenaga terlatih.
Pada beton yang diouat dilapangan, memerlukan suatu cara pelaksanaan dan pengawasan yang lebih baik/kontinyu, sehingga didapatkan mutu beton yang seragam.
Beberapa langkah yang perlu diikuti dalam pembuatan beton, diantaranya adalah sebagai berikut ;
- Pertama : Pemeriksaan mutu bahan baku, sesuai dengan buku manual pemeriksaan bahan yan~ berlaku.
- Kedua rerencanaan campuran bet on, untuk mendapa t kan proporsi yan~ tepat dan ekonomis.
- Ketiga Metode pelaksanaan dan penggunaan alat yang tepat, agar beton yan~ dihasilkan sesuai denqan yan~
direncanakan.
Keempat Pengandalian mutu, untuk mendapatkan mutu pelaksanaan sesuai dengan persyaratan.
Menyimak dari beberapa permasalahan diatas, maka perlu adanya suatu pengawasan dalam pelaksanaan pemban~unan khususnya pada pekerjaa~ beton dilapangan, mengingat banyaknya variable yang dapat mempengaruhi.
Arti pengawasan dalam industri konstruksi adalah merupakan pengendalian dan pengarahan agar pelaksanaan konstruksi dapat berjalan dan berproduk sesuai dengan ketentuan.
Dengan mengacu pada dokumen kontrak/bestek/spesifikasi yang telah di te tapkan, dan didukung dengan adanya suatu pengawasan/ quality control, maka diharapkan kualitas dari hasil pekerjaan dapat dicapai dengan baik.
Dilihat dari jenisnya, spesifikasi yang dianut di Indonesia pada umumnya masih menggunakan sistem Multi Steps Specification bukan End Result Specification sehingga pen~awasan mutu
diperlu~an mulai dari bahan yang digunakan, cara pelaksanaan sampai pekerJaan penyelesaian/finishing.
1.2 Definisi
11 Agregat adalah material granular, seperti pasir, kerikil, batu pecah, dan kerak tanur tinggi yang dipakai bersama- sama dengan suatu media pengikat bin~ga terbentuk suatu beton.
21 Agregat balus adalah pasir alam basil desinte~rasi alami dari batuan atau pasir buatan yang dihasilkan oleh industri pemecab batu dan mempunyai ukuran butir sampai dengan 5,0 mm.
3 I A~regat kasar adalab kerikil sebagai basil desintegr·asi alami atau hasil pemecahan dari batuan yang mempunyai ukuran butir antara 5 - 40 mm.
41 Bahan tambahan adalah suatu bahan berupa bubukan atau cairan, yang dibubuhkan kedalam campuran beton selama pengadukan dengan jumlah tertentu untuk memperoleh sifat- sifat khusus dari beton.
51 Beton normal adala~ beton yang mempunyai berat isi antara 2.200 - ~.500 kg/H .
61 Kuat tekan beton yang disyaratkan (f' I adalah kuat tekan beton yang ditetapkan dan dipergunaltan oleh perencana struktur guna keperluan perencanaan struktur, dalam MPa.
71 Beton pracetak adalah elemen atau komponen tanpa atau
den~an tulangan yang dicetak terlebih dabulu sebelum digunakan/dirakit dalam bangunan.
81 Beton ringan struktur adalah beton yan~ rnengandung agregat ri~gan yang rnempunyai berat isi tidak lebih dari 1.900 kg/M •
9 I Beton palos adalah beton tanpa tulangan atau mempunyai tulangan dibawah ket~ntuan minimum.
101 Kuat tarik belah lfctl adalah kuat tarik beton yan~
ditentukan berdasarkan kuat tekan belab dari silinder beton yang ditekan pada sisi panjangnya.
111 Modulus elastisitas beton adalab rasio dari tegangan normal tarik atau tekan terhadap regangan yang bersangkutan, dibawah proposional dari material.
BAB. I I BE1'0N 2.1 Pengertian.
Beton adalah bahan yang diperoleh den~an mencampur beberapa bahan baku seperti pasir, kerikil, air dan semen portlan a tau bahan peng ikat hidrol is lainnya yang s~.ienis, dengan atuu Lunpu uuhun lambahan lain.
2.2 Sifat-Sifat Beton.
Sifat-sifat beton yang baik adalah sebagai berikut a. Beton segar ;
- mudah dikerjakan - homo~en.
b. Beton keras.
- kuat
- awet, · dan - stabil.
2.3 Bahan Pembentuk Beton.
Bahan pembentuk beton dapat diuraikan seba~ai berikut - Hidration product---->:--->
--->:
- Un Hidrated cement :cement
- Gel Pores :paste
Capillary pores--->: Mortar
- Air void Concrete
- Fine a~g~e~ates--->
- Coarse Aggregates---·--->:
Bahan-Bahan
Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan beton terdiri dari agregat, semen, air dengan a tau tanpa bahan tambahan lainnya.
Mutu bahan harus memeuuhi spesi f il;:asi yang telah di tetapkan untuk memperoleh mutu beton yang baik.
Selain hal terse~ut, dalam melakukan perencanaan serta pelaksaanannya harus diketahui fungsi, tipe konstruksi serta kondisl lingkungan dimana beton akan digunakan.
l l Agregat
Agregat berfungsi sebaga.i. bahan pengisi dan berdasark.an ukurannya, agregat terbag i atas 2 .ienis, yai tu
al A~re~at kasar, adalah a~re~at den~an ukuran butir antara 5 mm sampai dengan 40 mm.
Agre~a t kasar dapat berupa lter i ki 1 a lam a tau pun batu pecah, basil pemecahan batu gunung dengan alat pemecah batu/stone crusher.
Ukuran besar butir nominal maksimum agregat kasar harus memenuhi ketentuan sebagai berikut ;
- 1/5 jarak terkecil antara bidan~ samping dari cetakan, - 1/3 tebal pelat~·
- 3/4 jarak bersih minimum antar batan~ tulan~an, atau tendon pratekan atau selongsong.
bl Agregat halus, adalah a~re~at denji{an ukuran butir antara 0,075 mm sampai dengan 5,0 mm, dengan bagian yang lolos ayakan 0,3 mm tidak kurang dari 15 %.
Agregat halus dapat berupa pasir alami atau pasir buatan yang merupakan hasil pemecahan batu ~unung yang halus/lolos ayakan 5,0 mm.
Mutu dari a~regat harus memenuhi persyaratan yang diletapkan dalam SK SNI No. S-04-1989-F, ya.itu Spesifikasi Bahan Bangunan Bagian A (Bahan Bangunan Bukan Logam), yang diantaranya adalah sebagai berikut;
Agregat halus.
- modulus kehalusan antara 2,50 - 3,80.
- kadar lumpur maksimum 5,0 %
kadar zat organik harus negatif, warna larutan air uji tidak boleh lebih pekat dari warna standar.
- indeks kekerasan maksimum 2,20 - sifat kekal hila diuji den~an:
*
Natrium sulfat, bagian yang hancur maksimum 10 %*
~a~nesium sulfat, bagian yang hancur maksimum 15 % Agregat kasar.-modulus kehalusan antara 6,00 - 7,10.
- kadar lumpur maksimum 1,0%
- kadar ba~ian yang lemah, diuji den~an ~oresan tembaga maksimum 5,0 %.
- tidak bersifat reaktif terhadap alkali - sifat kekal bila diuji dengan;
*
Natrium sulfat, bagian yang hancur ruaksimum 12 %*
Magnesium sulfat, bagian yang hancur maksimum 18 % - tidak boleh mengandung butiran yang panjang dan pipihlebih dari 20 %
- kekerasan butir, bagian yang hancur maksimum : ditentukan dengan bejana
Kekuatan beton Rudeloff Los Angelos
*
sampai dengan 10 MPa.*
10 MPa - 20 MPa.*
diatas 20 MPa.---
= 22
-
30 %= 14
-
22 %= maks.14 %
40 - 50 % 27 - 40 %
maks. 27 %
2) S e m e n Semen sifat yaitu
berfun~si sebagai bahan pen~ikat,. dan berdasarkan serta fungsinya dapat digolongkan menjadi 5 jenis,
Jenis I Dapat di~unakan secara umum tanpa persyaratan khusus.
Jenis I I A~ak tahan terhadap sulfat, dan panas hidrasi sedang.
Jenis l i i Semen yang mempunyai kekuatan awal tinggi/pengerasan awal lebih cepat.
Jenis IV Semen yang mempunyai panas hidrasi rendah.
Jenis V Semen yang sangat tahan terhadap garam sulfat.
Mutu dari semen harus memenuhi persyaratan yan~ ditetapkan dalam SK SNI No. S-04-1989-F, yaitu Spesifikasi Bahan
Ban~unan Bagian A (Bahan Ban~unan Bukan Logaml.
31 A i r .
Air berfun~si untuk melan~suna:kan proses hidrasi antara air den~an semen, sehingga dapat meningkatkan kekuatan beton.
Air untuk pembuatan beton tidak boleh mengandung asam, alkali, bahan padat/organis, minyak, lumut, gula, sulfat dan clhorida yan~ melebihi batas persyaratan yang ditetapkan.
Mutu dari air untuk beton harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam SK SNI No. S-04-1989-F, yaitu Spesifikasi Bahan Ban~unan Bagian A (Bahan Ban~unan Bukan Logam).
2.4 Pengujian Beton.
Be r d as ark an s i fat-s i fat n y a , .i e n i s @pen g u.j i an be ton yang diperlukan meliputi antara lain ;
11 Beton segar.
(1) slump.
121 temperatur/suhu
(3) faktor pemadatan/conpaction factors.
(4) kadar udara, dan 15.1 berat .ienis.
Untuk pengontrolan mutu dilapana:an, yang mudah dilakukan adalah slump dan temperatur.
2l Beton Keras.
(1) kuat tekan (2) kuat lentur
(3) kuat tarik belah
(4) Mod~lus Elastisitas, dan (5) permeabilitas.
Untuk pengontrolan mutu dilapan~an, yang biasa dilakukan adalah pengujian kuat tekan.
2.5 Cara Pengujian Kuat Tekan.
Berba~ai cara pengujian kuat tckan yang dapat dilakukan antara lain :
1 ) Destructive Test, denS~; an benda u.i i berbentuk s i 1 inder atau kubus.
2) Semi Destructive Test, den~an benda u.1~ berbentuk silinder (cores) basil penMeboran dari beton keras/struktur yang sudah jadi.
3) Non Destructive Test, Yaitu pengujian pada struktur beton yan£: sudah ,jadi /keras, dengan tanpa merusak benda u.i inya,
den~an menAgunakan alat Hammer Test atau Ultrasonic Pulsa Velocity Test tUPVTI/Pundit.
2.6 Faklor Umur Terhadap Kual Tekan Beton.
Untuk beton normal, hubungan antara umur dan kuat tekan
seba~ai perkiraan dapat di~unakan faktor seba~ai berikut ; (berlaku pada suhu 20 +/- 3°C.
- umur 3 hari
=
0,40umur 7 hari
=
0,65- urnur 21 hari
=
0,95, dan umur 28 hari=
1,00.A tau dapat digunakan rumus pendekatan
(j\ = ---
hv2s.
4 + 0,85 h
dimana. h
=
umur beton, hari.ID.E Branson I;
BAB. Ill
RANCANGAN CAMPURAN BETON
3.1 Umum
Rancan~an cnmpuran beton dimaksudkan ltntuk mendapatkan beton
yan~ memenuhi syarat teknis dan ekonomis.
Beberapa cara penentuan proporsi campuran yan~ telah kita kenal, antara lain ;
1) Cara lama - campuran ditetapkan/diketahui - kekuatan, ????.
2) Cara baru - kekuatan ditetapkan.
- campuran dihltung/direncanakan.
Hal-hal yan~ dapat mempen~aruhi proporsi campuran anlara lain (1 l gradasi a~regat
(2) sifat-sifat a~re~at (3) beral jenis bahan
(4) karakteristik semen, dan (5) faktor air semen.
Banyaknya air yan~ di~unakan dalam suatu adukan dapat dilentukan berdasarkan Lar~el slump yang henduk dicapai, sedagkan .iumlah semen yanli{ harus di~unakan dapal diperoleh dari nilai faktor air semen yang besarnya sangat berli1:antun~
pada tarqet kuat lekan yang akan dicapai.
Secara sistematls 'Iletoda rancangan campuran beton dapat dilihat pada ~ambar. 1, dan beberapa faktor yang dapat mempengaruhi mutu beton dapat dilihat pada ~ambar. 2.
3.2 Pemilihan Proporsi Campuran
11 proporsi campuran bahan dasar beton harus ditentukan agar betoll yang dihasilkan memenuhi persyaratan yanli(
ditetapkan.
2) hila pada bagian konstruksi yang berbeda di~unakan bahan yang berbeda pula, maka setiap kombinasi bahan harus dilakukan penilaian secara terpisah.
3 l proporsi carupuran termasuk faktor air semen, harus ditentukan berdasarkan pengalaman lapangan atau campuran coba sesual bahan-bahan yang akan digunakan.
4 l untuk beton den~an mutu f' c diatas 20 MPa, proporsi campuran coba serta pelaksanaannya harus dldasarkan pada penakaran berat, SK SNI T-15-1990-03, Tata Cara Pembuatan Rencana Campuran Beton Normal.
5) untuk beton dengan mutu f'c sampai den~an 20 HPa, produksinya boleh den~an men~~unakan penakaran volume yang diperoleh dari konversi berat.
6) khusus untuk beton dengan mutu f'c dibawah 10 MPa, bila perlimbasngan praktis dari kondisi lapangan memungkinkan, produksi belon dapat dilakukan dengan penakaran volume dengan perbandingan 1 semen : 2 pasir : 3 kerikil. atau proporsi yang disesuaikan dengan kebuluhan slruklur dan kondisi lingkungan.
7) penentuan proporsi campuran berdasar pengalaman lapangan atau campuran coba.
Gambar. 1 BAGAN ALIR RANCANGAN CAHPURAN BETON.
TARGET ~- _
1
KUAT TEKAN I'
~--- ~
I
FAS
UDARA 1,5 X
I I I
I I I
I I
I I
---1--- __________ i ______ _ I
I
aI I
I
I
I
SEMENI
I I
r I
I I
I I
I .. ~ I
L- .-~===========-- - - , 1---
--~ B E T 0 NTARGET SLUMP
AIR BE BAS
PASIR · KERIKIL
+---J;I AGREGATI4'~---~
1
RENCANAI
HASIL
Gambar. 2 FAKTOR-FAKTOR YANG HEHPENGARUHI MUTU BETON.
RANCANGAN CAHPURAN
PEHADATAN
PENGECORAN
SALAH SATU FAKTOR DI LUPAKAN
MUTU BETON TURUN
BAHAN
TRANSPORT
BAB. IV
PENGEMDALIAN MUTU BETON
4.1 Umum.
Pen~endal ian mu tu bet on d imaks udkan. un t uk mendapa t kan beton yan~ bcik sesuai dengan yan~ direncanakan, dalam arti beton dapat memenuhi target kekuatan dan mempunyai
kesera~aman yan~ baik.
Pen~endalian mutu beton dilakukan secara bertahap (multi step) diantaranya adalah
11 perencanaan campuran, sesuai dengan SK SNI T-15-1990-03 2 l pen~u.i ian bahan,
- semen, sesuai - a~re~at, sesual - air, sesuai
- additive, sesuai
SNI.l5-2049-1990 SNI.OJ-1750-1990 SK-SNI.S-04-1989-F
SNI.OJ-2465-1991
3) tahap pelaksanaan, sesual SK-SNI.T.28-1991-0J
Beton harus dlrancang proporsi campurannya agar menghasilkan sifat-sifat beton (kuat tekan dlll yang memenuhi.
Dalnrn tabap pelaksanaan konstruksl, beton yanQ telah
dirancan~ campurannya harus dip1·oduksl sedemikian rupa
sebing~'-' dapat memperkecil kemungkinan beton .vang tidak memenuhi syaral.
Tingkat kekuatan dari suatu mutu beton dinyatakan Lercapai apabila kedua persyaratan berlkut terpenuhi:
a. f'cr (dari 4 benda uji berurutanl minimum= f'c + O,H2 Sr.
b. tidak satupun dari basil u.ii kuat tekan (rata-rata dari 2 silinder) kurang dari 0,85 f'c·
Persyaratan untuk f'c barus didasarkan pada basil penguJ1an benda uji silinder dengan diameter 150 mm dan linggi 300 mm, yang dibuat dan diuji berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Bila benda u.J1 terpaksa meru:(gunakan kubus dem~an sisi 150 rum, makn dilakukan konversi kedalarn kekuatan sllinder dengan rnenggunakan rumus sebagai berikul
f' c:
=
4.2 Langkah Pengendalian.
4.2.1 Rancangan campuran.
11 Kuat tekan yang ditar~etkan
=
f'=
f' + 1.64 Sr atau f ,cr -cr - f'c + 12 MP c a.dimana f' ,c
=
kual tekan karakteristik yang disyaratkan f ct=
kuat tekan yang ditargetkanSr
=
deviasi standar rencana.21 Rancan~an campuran barus diperbaiki bila hasil uji coba adukan (trial mixl menunjukkan basil ;
f'cr kurang dari f'c + 1,26 Sr dimana f'c
=
kuat lekan yang disyaratkanf'cr
=
kuat tekan yang didapatSr . = deviasl standar yang ditetapkan.
31 Mulu beton ;
Hutu beton ditentukan oleb perencana, van~ dlsesuaikan den!'(an }{emampuan dan keperluan dilapangan.
41 Deviasi standar ;
Deviasi standar produksl beton dibltung atau ditelapkan atas dasar 30 pasang basil uji sllinder.
Bila deviasi standar dibitun~ dari jumlah conloh kurang darl 30 pusang sillnder. maka besarnya deviasi standar harus dikalikan dengan faklor koreksi seperti Label berikut;
Jumlah benda uji Kurang dari 15
15 20 25
30/lebib
faktor koreksi :
1,16 1,08 1,03 1,00
51 Beton untuk kondisi lingkungan khu~us.
Keterangan
f'cr
=
f'c+12 MPaAgar beton memiliki keawetan terhadap kondisi lingkungan khusus, maka harus memenuhi persyaratan ;
a. spesifikasi beton bertulang kedap air, SK SNI S.36-1990-03 b. spesifikasi agregat untuk beton penaban radiasi.
SK SNI.S.17-1990-03
c. spesifikasi kadar io~ khlorida dalam beton, SK SNI 5.38-1990-03.
d. spesifikasi beton taban sulfat, SK SNI S.37-1990.03
e. spesifikasi baban tambaban untuk beton, SK SNI 5.18-1990-03 61 Kuat tekan minimum,
Hutu beton (f'~l minimum untuk struktur beton berlulang tahan gempa barus > 20 MPa.
t1.2.2 Jurulah pcn~-tambilan conLoh u,ji
1) Untuk satu mut..u I.Jeton yan~ dlker.iakan dalam sat..u l:arl, pengambilan contoh t..idak kurang dari 1 contoh yang terdlri dari 2 buah benda u.il.
2) Penentuan contoh dan jumlah benda u .. l l ditetapkan berdasarkan s i fat peker,jaan be ton sesuai tabel berikut.
: selan~ pengambilan : contoh. setiep •...
Keteran~an ;
I
I Kelas beton
:---:
: kelas I : kelas 2 : kelas 3 10 M3 : 20 M3
1 atau : atau 1 :10 adukan:2o adukan:
50 M3 atau : 50 adukan:
kelas 1 adalah beton van~ diper~ukanakan dalam
ko~ponen struktur dan beton pratekan:
l;:elas 2 adalah untuk struktur beton vang Lidak t..ermasuk kelas 1 dan 3;
kelas 3 adalah .ienis peKer.iaan betou yang lel!ih
men~ut..amakan faklor massa daripada faktor kekuatan.
4.2.3 Nilai Hasil Ujl
Sat..u nilai c;onloh u.il merupakau rata-r·ata dari duu buah hasil u.il kual t..ekan benda u.il ~'aug diambil darl cont..oh beton van~ sama dan dlu.i i pada umur 28 hari ata11 umur: .van~
ditetapkan ltrJLuk menentukan fer··
4.2.4 Pengambilan Contoh dan Pembuatan Benda Uji
Pengambilan contoh dan pembuatan benda u.ii betou harus sesuai dengan :
1) SK SNI M-26-1990-F tentang Netode Pengambilan Contoh Untuk Beton Se~ar;
2) SK SNI M-62-1990-03 tentang Metode Ptmbuatan dan Perawatan Benda Uj1 Beton di Laboratorium.
4.2.5 Cara Uji
Uji kuat tekan sesuai SK SNI 1974-190-F tentan" Metode Pengujian Kuat Tekan Beton.
4.2.6 Krileria Penerimaan Hulu Beton
Tingkat kekuatan dari suatu mutu beton dinyalakar1 mencapai kekuatan tekan yang disyaratkan (f'c) apabila memenubi ketentuan berikut ;
11 nilai rata-rata dari semua pasan~an basil UJ1 van~
masin~-masing terdiri dari empat basil uji kuat tekan tidak kurang dari f 'G + 0, 82 Sr, dimalla Sr adalab standar deviasi yan~ d1tetapkan.
21 tidak satupun dari hasil uji kuat tekan mempunyai nilai dibawah 0,85 f'c·
4.2.7 Benda Uji Yang Dirawat Dilapangan
Benda uji yang dirawat dilapan~an harus memenuhi ketentuan berikul ;
1 I benda u.i i yan~?: dirawat dilapan~an harus dicetak pada saal yang bersamaan dan diambil dari conLoh vang sama dengan bend a u.i i yam~ raw at d ilabora tor ium.
2 I prosedur unluk melindungi dan merawat belon harus
dilln~kalkan apabila kekuatan dari contoh :van!! dirawaL
dilapan~an kurang durl 0,85 dari conLoh belon :vung dirawal dilaboratorium, alau lebih kecil dari
r•
c + 4 HPa.4.2.8 Nilai Hasil Uji Kekuatan Rendah
langkah-lanltkah yang perlu diambil hila ter,iadi hasil uji menun.i ukkan kekua tan rendah adalah ::;eba~ai be r i ku l ;
1 I bila ter .. iadi suatu hasil U.Jl kekuatan rendah dan menun.;ukkan babwa kapasitas daya dukung beban Lelah berkurang secara mencolok, maka diperlukan suatu u~J 1 bor inti pada daerah yan~ diragukan sesuai SK SNI M 35- 1991-03 tentang Melode Pengujian Kuat Tekan Beton inti Hasil Pemboran.
21 bila pada masa layannya bagian beton kondisi kering, benda uji beton inti udarakan selama 7 hari dan diuji dalam bi la bag ian be ton terse but pada masa dalam kundisi basah, pegu,j ian be ton dalam keadaan basah dan harus dlrendam selarna tidak kurang dari 40 .iam.
tersebut dalam harus dil{ering kondisi kerinf,!.
layannya selalu inti dilakukan terlebih dahulu
3 ) be l on y an li{ d i w a k i 1 i o 1 e h has i 1 u . 1 1 b o r· i n l i d a p a L
diaug'{up memenuhi slrultlurul, bllu hu.sil rala-rala kual Lelwn tidak kuran( dari 0,85
r•
c dan tidak sulupuu dari benda , •. ii mempunyai kekuatan kurang duri 0,75 f'c·4) bila ketentuan dari butir 3 diatas tidak terpenuhi dan bi1a kemampuan dari slruktur telO:P dira~ukan, maka harus dilakukan uji beban sesual yang digariskan dalam SNI 03-2847-1992 tentan~ Tata·Cara Pen~hilun~an
Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung.
DAFTARR PUSTAKA
1 Hansen T.C. (1978)
Manual On Concrete Mix Desi~n and Quality Controls Techincal Report No. 21 - Bandun~.
2 I UllaK.iaerdanZ. Aksa 11980)
Pemeriksaan Mutu Beton Dan Mutu Pelaksanaan SelamR Masa Pelaksanaan Pekerjaan - Bandun~.
I 3 l Lanneke Tristanto !19841
Perencanaan dan Pen~endalian Adukan Beton
Buku petun.iuk Pelaksanaan Beton J ilid I - Bandung.
r
4 Lasino !19931Lapo-::-an Pen~awasan Hutu Beton Pada Pemban~unan Jalan Toll di Malaysia.
Laporan intern - Bandung.
I 5 I SK SNI S-04-1989-F.
Spesifikasi Bahar1 Ban~:~tunan Bagiau A.
Bahan Ban~unan Non Logam.
I 6 I SK SNI M-26-1990-F
Metode Pen~ambilan Contoh Unluk Beton Se~ar I 7 I . SK SNI M-62-1990-03
Metode Pembuatan dan Perawatan Benda U.1 i Beton di Laboratorium
I 8 I SK SNI 1974-190-F
Metode Pengujian Kual Tekan Beton.
I 9 1 SK SNI T-28-1991-03
Tatacara Pen~adukan dan Pen~ecoran BeLon.
I 9 1 Subard.io dan Lasino 11994)
Tatacara Penilaian dan Penerimaan Beton Normal Selama Pelaksana~n Bangunan.
Konsep Standar - Bandung.
L A MPI: RAN
Lampi r·am, 1-n
N E
...
u:.:: C7\
""'
•.I;
""'
... ·-
·-
'"' :.~ ,..,700
6oo
' ' •
I
semen tipe I, II, dan V semen tipe III
1\\'-.
\
.
'
'CARA YANG PERTA"A tA~A
HARUS DI!KUTI DALA"
"ENCARI HARGA FA~TCR AIR
SE~EN ~ERDASAR~AH OAT~
DARI lABEL 2
·i'\ '., \\ . .
•.500
~00
300
...
\ I\''- \
~'C"\.·~
\ . \'
~·
~ ' . \.
\
' .,
~· .... ~'. ~~
\~\
- \
\
\
'·~
\. N:
\
., ~-
~ ' ' \. ..
· .. ·
..
' ..
'"'
'\
•. .
' .. ' 1f;o. '
./' ·, 1'\'
-.\..['(~
\ I..
".
.· ... . ' . .
\ r' )!! ..
' • ~·< r· ..
. ,, . .. .. ""'
·. .
... ~ K .
. .
' . . .
' . .
... ... '·,:.~ .
' ' ... ... . ··
... - -
I
! "'' ....
~ .... .. .
[ ...-
....
·-~· ...~ .... ..
... ~... ...
, .... .. ...
--...._ __
,~. r--- .. .. .. ...
... ..
.... ... ..
.. a...:-·- ... ···-·- . ... ...
r---
...... - -··
2.00
100
. -~
C.~
0., o.a
0.7 0.1) 0,!)GRAFIK 1
HUBUNGAN ANTARA KUAT TEKAN DAN FAKTOR AIR SEMEN (BENDA UJI BERBENTUK SlUNDER
10
~0 .,
30
10
10
0
-
...
3 3
N
Lampiran. 1-b
semen tipc I, II, dan V
• • • • • • semen tipc Ill
GRAFIK 2
HUBUNGAN ANTARA KUAT TEKAN DAN FAKTOR AIR SEMEN (BENDA UJI BERBENTUK KUBUS 150 x 150 x 150 mm)
Lampiran. 2
PERSYARATAN JUMI.AH SEMEN MINIMUM DAN fAKTOR AIR SEMEN MAKSIMUM UNTUK
BERBAGAI MACAM PEMBETONAN DALAM LINGKUNGAN KHUSUS
JUMLAH SEMEN
MINIMUM PER NILAI FAKTOR m3 BETON (kg) SEMEN MAKSIMUM
Beton didalam ruang bangunan:
a. keadaan keliling
non-korosif 275 0,60
b. keadaan keliling korosif disebabkan oleh kondensasi atau
uap korosif 325 0,52
Beton diluar ruangan bangunan:
a. tidak terlindung dar\ hujan dan terik
matahari langsung 325 0,60
b. terlindung dari hujan dan tcrik
matahari langsung 275 0,60
Beton yang masuk ke dalam tanah :
a. mengalami keadaan basah dan kering
berganli-ganti 325 0,55
b. mendapat pengaruh sulfat dan alkali
dari tanah. lihat tabcl
2.-a..
Beton yang kontinue
berhubungan : lihat label 2 -6
a. air tawar b. air laut
lAOAa GANG•
GUAM SUL fAT
1
2
l
4
s
TAOEL 2.~a..
KETHNTUAN UN'I'l.IK III.!TON YANG DERHUUUN<iAN DENUI\N AIR, TANI\11 YANG MENGANDUN<i SULFAT
TOTAL 10s
Cl)
·-
lurq derl D,Z
0,2 . 0,!11
0,5 •
'·
1,0 • 2,C
leblh derl 2,0
·---···-···
lOIISENJIASI SUlfA I DALM IENJUIC SOJ
-
DALM TAIIAN
10s DALM CAio!PUIAN
--
All I TANAN • 2 1 1 1 I I
---·-·-··
,,,,..,"'
Glori 1,U
---··-
1,0 • I, II
---
1,9 • l, I
--
Sl ILfAT ALAM UNA D
II I
...
· -
(SOl) All"
I---
""r•
ng door I O,l-- ----
O,J 1,2
-· ---
1
.
2 . 2,5--···-- .... -
l,1 • 5,c.
---···--
leblh door! S,o
2,5 • 5,U
1-
--·-
It d•r I
blh
s,o
--- ---
lANDUNGAM SEH~N IIIII kg/•3 TIPE
SEMEN UII:UIAN MCMINAl ACIECAI MAUl-
40 IIIII 20 ... 10-
---·--··-···-
---- ----·· --·
Tl pe I deny an
au" tanpe 10 3110 J!)D
Porolen
-i-··-··
(15·401)
r---··-··
··-·--Tl pe I deng.,
., . ., ,.,...
290 no )110Pouolan (15·40X)
-- ·- -·-
Tlpe I
• Porolan 270 310 l60
C 151·40 I) at a"
s - n Portlllnd I'OlOIIIn
Tlpe 11
.u .. 250 290 ]40 llpe v
~---- Tlpe I
• Pornlan 340 180 4l0
C 15l·40X)
., .
.,Sun•n Pc.rt I lind Po&olan 1--·
I ipe II
"""
290 130 310llpe v
--- -
llpe II
., . .,
Tlpe y llO 370 420
---·--- -
Tlj.~e II at•"
Til• v
t lepiMIIn :no 370 420
pel In,.,..
fAlTOII A"
SEMEN
0,50
1 - - · - 0,50
~- 11,!)5
0,55
0,45
0,50
0,45 r - - - -
0,45
··-·---
...__
· · - - ' - -...-
... ·--·--· - ' - - ·--
TABEL 2.-b
KETENTUAN MINIMUM UNTUK BETON BERTULANG KEDAP AIR
JENIS KONOISI FAKTOR AIR TIPE SEMEii KANDUNCAN SEMEN MINIMUM
BETON LIIIGKUNGAN SEMEN MAK• kgtm3
BERHUBUNCAN Sll'iUM
DEN CAN UKURAN NOMINAL MAICS I MUM
AGRECAT 40 nm 20 nm
efr tewer 0,50 Tfpe I • V 280 300
Bar •
tuleng air p~~yeu 0,45 Tlpe I +
a tau Pozolen
Pre C15·40X)
tegeng eteu Semen
Portland
Pozolen 340 380
0,50 Tlpe II a tau
Tfpe V 290 330
•I r leut 0,45 Tfpe II
a tau
Tlpe V 330 370
Lampiran, 3
L'lmK 1 Hi\i\N KADAR Alit 13EB/\S
UES/\H l3UTIH JENIS
s
L u H p ( HH )Hi\1\S H1UH
( HH ) "AGREGA'r 0
-
10 10-
30 30 - 60 GO - 18010 ALAH 150 .180 ~05 225
PECAII 180 205 230 250
~0 ALAH 135 160 180 195
PECAH 170" 190 ~10 225
10 ALAM 115 140 160 175
PECAJI 155 175 190 205
Lampiran. -!
100
90 80 70
~ 60
+!
j
50Jill
i
40~
~ 30 20 10
0
100
90
80
70
~60
~i
50.w ....
I
4o.!1
~ 30 20
10
01
DIAGaix SUSUNAN BESAR BUTIR PASIR.
9j
~/
ZONE
a
I/ I 90
10
v I
7 II I I
60I 7
34 /
v 17
20
/ /
3010
/ ~ .(
/
0,15---
0,3~/
0,6 1 2lubang ayakan lmm)
4,8 9,6
90
~ /
I /
90ZONE
II 7 / ~
II 7
59/ / g
I /
30
v
/~
/ I
- -- - - - -7 I
10 -
v ~
8100
80
70i
~ 600 50
~
~
J
40~
~ 30 20
10 0
100
80
Vi.. 30 20 10 0
-I-
/ ~
/ ~
-~ZONE I
III
79)
~/ rfs
I v
I I
6040 V I
I I I I
I ~2
~10
/ /
0,15
0,3
0,6 1,2 2,4lubang a,yakan (JND)
4,8 9,6
I --- '"" ---
~5I / 90 ·-
ZONE 1
IT
I J
80I I
50
V I
I I
I I I I
1~
v v,5
/
/
0,15v 0,3 o,6
1,22,4 4,8
li!UGQJI SUBUBAif, BESAR llJTIR KERIKIL 100
90 80
19
i
i/, ~
I
~am;> II
.'<••8 -
I
70 1/
:
~ 60
.... :; I
1d ....
~ 50
.a i
40~
~ 30 20
I I
40. v I
I I
37I /
10 0
I /
5
~ 8
106 1
38
1~9. 9
1 ubang qakan ( nm)
100 90 80
/ ~
(4,8 - 1
9
Dill)II
10
~ 60
~
i
0 50~
~ 40
•
....
CD"tR. 30 20
10 0
II
60
//
I I
I l
I v I I
3UlV
II
v
.. : ' it /i
J
§0Vi ·f! I
.s :/
501
40f/
fQ;Q . . . ....
·Hu ;ui,u:: · ... \::!: .:::!::::: :r:: :: ..
1.•.: ..·:07 ··:
)lQ ::··:
<, :: • ·: · ·J . ;.
i ~/!I·
rL : :h~s·:li:( ::61·~>·. ~'.k'!'" ~-
I ·. ~~~~ : • ' : I · J ' I
-~
~:.::1::
.I · 1.~.
" • .. :1_ . .! . . . \ . " . ; '
-\!f: ..:/f: ;.y.~
. .: I ; . i .
~
30II
20r---~-r--~--~-+---4---4 ,or---~1~~~v~----~----+---~----~
If
o~~----~----~----~----~~--~
4,8 9,6 19
lubang qakaD (mm)
38 76.
DIAGRAX SUSUNAN BESAR BUTIR AGREGAT GABUNGAN 100
96
(MAX. A GREGAT I
38
mm)70
60
/ , L
3(L,.--> v
23 ~ v /
. /
---
... ~
~ rrs-
I~ _ /
--
v --- ~
rc;;
..
~20
·to u
,,
/ L
~ /
c
3 0,61,2
2,4 4,ts 1(/I A / I I I
;,u
3tl
Lampiran, 5-a lcara grafisl
DAVfAR !SIAN (FORMULIR) PERENCANAAN CAMPURAN BETON
NO. URAIAN TABEL/GRAFIK/
PERHITUNGAN
1. Kuat tekan yang disyaratkan.. Ditetapkan 2. Deiviasi standar ... ayat 3.3.1
Tabcl 1 3. Nilai tambah (margin) ... .
4. Kekuatan rata-rata yang ayat 3.3.2 ditargetk:m ... ..
5. Jcnis semen ... Ditetapkan 6. Jcnis agregat : kasar ... ..
Jenis agregat : halus ... ..
7. Faktor air-semen bebas ... Tabel 2 Grafik 1 atau 2 8. Faktor air-semen maks. ... ayat 3.3.2 9. Slump ... Ditctapkan
ayat 3.3.3 10. Ukuran agregat maksimum ... Ditetapkan
ayat 3.3.4 11. Kadar air bcbas ... Tabel 6
ayat 3.3.5 12. Jumlah semen ... 11 : 8 atau 7 13. Jumlah semen maksimum ..
14. Jumlah semen minimum ..
Ditctapkan Ditctapkan ayat 3.3.2 Tabcl 3, 4, 5, 15. Faktor air-semen yang di
scsuaikan ... ..
16. Susunan besar butir agregat halus ... ..
17. Perscn agregat halus 18. Berat jenis rclatif, agregat..
(kering permukaan)
Grafik 3 s/d 6 Grafik 10 s/d 12
19. Berat jenis beton ... Grafik 13 20. Kadar agregat gabungan ... 19-(12+ 11) 21. Kadar agregat halus ... 17x20 22. Kadar agrcgat kasar ... 20-21
Proporsi Campuran
- tiap mJ ... .
Semen (kg) :Air
(kg a tau It)
NILAI
... N/mm2 pada ... hari Bagian cacat 5 persen.
... N/mm2 atau tanpa data ...
... N/mm2
(k
=
1,64) 1,64 x ...= ...
N/mm2.. ... + ... = ... N/mm2
(ambil nilai yang terkecil
Slump ... mm ... mm ... kg/m3
... = ... kg/m3 ... kg/m3
. ... kg/m3 (pakai bila lcbih besar dari 12, lalu hitung 15)
Daerah gradasi susunan butir . • ....
... persen ... diketahui/ dianggap ... kg/m3
... - ... = ... kg/m3 ... x ... = ... kg/m3 ... - ... = ... kg/m3
: Agreg.halus (kg)
: Agreg.kasar (kg)
Lampiran. 5-b lcara volume absolutl
FORHULIR RANCANGAN CAHPURAN DETON
1. Ktiat tekon karokteristik I I I I I I I N/mrn2 ,· pad a umur
....
huri2. Stundor deviosi ( s) 1
. . . . . . .
N/mJD2 1 atu·u datu....
N/mm23. Nilui tomboh (margin) 2 k (=1164) X
s =
I I I I I I I I I I.
N/mm2'1 • Target kuat tekan rota (=1 + 3) = I I I I I I I I I I N/rnm2 5. Jcnis semen
. . . . .
G. Jenis agregat kasar
. . . . . . .
7. Jcnis nsrcgat hal us
. . . . . . .
~. Faktor air semen be bas ••••••• >
9. Faktor air semen maksimum ••••••• >
- >
ambil yung terendah 10. Slutnp I I I I I I I mm11. Ukuran agregor maksimum I I I I I I I mm 12. Kudur air be bas
. . . . . . .
kg/m 313. Kudar semen ( 12 : 8) = . . . . 11. Kudur semert minimum (ditetapkan) =
15. Derat jenis relatif bahan 1 - semen
- pasir - kerikil Dcngun Vo!.ume Absolud.
1G. Semen 17. A i r
18. Uduru (= 1 15 %
19. Total volume agregat
= I I I I I I I I I I I I I I I
=
-
. . . . . . . .
.. • • • . . . . =
=
T o t a l . . . =
. . . . . . . . .
•. I I I I I I I=
• 3 . , . . . • . • m
20. Pasir/agregat ratio (basil perhitungan) 21. Berat agregat halus 3
22. Berat a~regat kasar
23. Admixtures
2~. Derat jenis Beton
25. Proporsi cnmpuran untuk 26. Danyaknya bahan 1 semen a i r pasir kerikil
• • • • • • • • • • X • • • • • • . =
. • • • • • • • m 3 . . . kg/~
. . . • m3 . . . • . k~/m
• • • • • • • • • • X
• • • . . . . =
• • • • • • • • • • X
• • • • • • • • • • • X
• • . • . . . . =
I I I I I I I I I I I I I I I I I I I I
=
I I I I I • • • lt.k§/m 3
. . . . . . .
. . . . . . . . .
. . . . . . . . .
admixture . . . • . m kg.
kg.
kg.
kg.
ml.