STUDI HISTOPATOLOGI PENGARUH PEMBERIAN ENTEROTOKSIN Enterobacter sakazakii PADA MENCIT (Mus musculus) NEONATUS MUNGKY WARDANELA
Teks penuh
Garis besar
Dokumen terkait
Secara statistik, skor kerusakan hepatosit antara P3, P4 tidak berbeda dengan kontrol (K- dan K+) (P>0,05) menjadi petunjuk bahwa perlakuan vitamin E,
Secara statistik, skor kerusakan hepatosit antara P3, P4 tidak berbeda dengan kontrol (K- dan K+) (P>0,05) menjadi petunjuk bahwa perlakuan vitamin E,
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada organ hati ekstrak kayu secang menyebabkan megalositosis pada inti sel dan degenerasi sel (ekstrak ethanol), focal degenerasi (fraksi
Hasil analisis data dengan pemberian diazepam, formalin dan minuman beralkohol pada mencit menunjukkan berbeda tidak nyata pada jumlah eritrosit dan kadar
Secara statistik, skor kerusakan hepatosit antara P3, P4 tidak berbeda dengan kontrol (K- dan K+) (P>0,05) menjadi petunjuk bahwa perlakuan vitamin E,
glomerulus ginjal mencit menunjukkan bahwa faktor dosis, lama pemberian dan interaksi antara kedua faktor memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap
Hasil tersebut juga didukung dengan data peningkatan rerata jumlah sel Leydig pada kelompok P3 dengan P4 yang tidak berbeda nyata, namun berbeda nyata dengan kelompok
Kelompok perlakuan P1, P2 dan P3 pemberian Endosulfan dengan dosis berbeda menunjukkan kelainan patologi radang dengan skor 1, karena radang merupakan reaksi