• Tidak ada hasil yang ditemukan

Uji Aktivitas Antijamur Sabun Cair MCT (Medium Chain Triglyceride) terhadap Candida albicans

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Uji Aktivitas Antijamur Sabun Cair MCT (Medium Chain Triglyceride) terhadap Candida albicans"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

ISSN Cetak : 2598-2583, E-ISSN : 2686-1062

Uji Aktivitas Antijamur Sabun Cair MCT… (Rizki Rahma F.& Putri Siroh K.) PRAEPARANDI Vol. 4, No.1, Juli 2020 hal 88 - 100

Uji Aktivitas Antijamur Sabun Cair MCT (Medium Chain Triglyceride) terhadap Candida albicans

MCT (Medium Chain Triglyceride) Liquid Soap Antifungal Activity Test to Candida albicans

1 Rizki Rahmah Fauzia, 2 Putri Siroh Khusnia

(1,2) Prodi S1 Farmasi STF YPIB Cirebon

Submitted: 25 Juli 2020 Reviewed: 27 Juli 2020 Accepted: 5 Agustus 2020

ABSTRAK

MCT (Medium Chain Triglyceride) merupakan suatu jenis lemak jenuh rantai sedang yang memiliki kandungan yang terdiri dari asam kaproat, asam kapriliat, asam kaprat dan asam laurat yang berkhasiat sebagai anti jamur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antijamur terhadap Candida albicans serta pada konsentrasi berapa MCT yang paling aktif digunakan sebagai antijamur terhadap Candida albicans.

Uji aktivitas antijamur sabun cair MCT dilakukan dengan metode difusi sumuran dengan diameter 6 mm dengan media nutrient agar selama 2 x 24 jam pada suhu 30º C – 37º C. Sabun Cair MCT ini dibuat dengan konsentrasi 15%,30%, 45%

dan sebagai kontrol positif adalah sabun cair Dettol. Metode stabilitas yang digunakan yaitu stabilitas dipercepat dengan parameter organoleptic, pH, berat jenis dan viskositas.

Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa sabun cair MCT memiliki aktivitas sebagai antijamur terhadap Candida albicans yang ditunjukkan oleh zona hambat yang dihasilkan yaitu konsentrasi 15% (0,91 cm), 30% (1,00 cm),

45% (1,02 cm), k+ (1,03 cm) dan k- (0,58 cm). Hasil uji Kruskall-Wallis didapatkan nilai sig 0,000 < 0,05, artinya sabun cair mct mempunyai aktivitas antijamur terhadap Candida albicas. Sedangkan berdasarkan hasil uji Mann Whitney didapatkan nilai dari konsentrasi 25% , 30%, 45 % secara berturut-turut yaitu sig <

0.05 (0.001) , sig > 0.05 (0,372) dan sig > 0.05 (0,542).

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sabun cair MCT mempunyai aktifitas antijamur terhadap Candida albicans dengan konsentrasi yang paling aktif adalah pada konsentrasi 30%.

(2)

Uji Aktivitas Antijamur Sabun Cair MCT… (Rizki Rahma F.& Putri Siroh K.)

Kata kunci : MCT (Medium Chain Triglyceride), sabun cair, antijamur, Candida albicans

ABSTRACT

Research has been conducted on the MCT Liquid Soap Antibacterial Activity Test against Candida albicans. MCT (Medium Chain Triglyceride) is a type of medium saturated chain fat which has a content consisting of caproic acid, capillary acid, capric acid and lauric acid which has anti-fungal properties. This study aims to determine the antifungal activity against Candida albicans and at what concentration the most active MCT is used as an antifungal against Candida albicans.

The antifungal activity test of MCT liquid soap is carried out by diffusion method with a diameter of 6 mm with nutrient media for 2 x 24 hours at a temperature of 30º C - 37º C. This MCT Liquid Soap is made with a concentration of 15%, 30%, 45% and as a control positive is Dettol liquid soap. The stability method is accelerated with organoleptic parameters, specivic gravity, pH, and viscocity.

The results showed that MCT liquid soap has antifungal activity against Candida albicans as indicated by the inhibitory zones produced, namely concentrations of 15% (0.91 mm), 30% (1.00 mm), 45% (1.02 mm) , k + (1.03 mm) and k- (0.58 mm). Kruskall-Wallis test results obtained sig value of 0,000

<0.05, meaning that liquid soap mct has antifungal activity against Candida albicas. Whereas based on the results of the Man Whitney test obtained values of concentrations of 25%, 30%, 45% in a row namely sig <0.05 (0.001), sig> 0.05 (0.372) and sig> 0.05 (0.542).

Based on the research results it can be concluded that MCT liquid soap has antifungal activity against Candida albicans with the most active concentration is at a concentration of 30%.

Keywords: MCT (Medium Chain Triglyceride), liquid soap, antifungal, Candida albicans

Korespondensi Penulis:

Rizki Rahmah Fauzia

Prodi S1 Farmasi Sekolah Tinggi Farmasi YPIB Cirebon Jl. Perjuangan – Majasem

Email : [email protected]

(3)

ISSN Cetak : 2598-2583, E-ISSN : 2686-1062

Uji Aktivitas Antijamur Sabun Cair MCT… (Rizki Rahma F.& Putri Siroh K.) PRAEPARANDI Vol. 4, No.1, Juli 2020 hal 88 - 100

PENDAHULUAN

Candida sp dikenal sebagai jamur dimorfik yang secara normal ada pada saluran pencernaan, saluran pernafasan bagian atas dan mukosa genital pada manusia. Populasi yang meningkat dapat menimbulkan masalah, beberapa spesies Candida yang dikenal banyak menimbulkan penyakit baik pada manusia maupun hewan adalah Candida albicans (Kusumaningtyas, 2009). Jamur Candida albicans ini dapat menginfeksi pada kulit, vagina, rongga mulut maupun pada tubuh lainnya apabila terjadi ketidak seimbangan pada flora. Jamur Candida albicans dapat menyerang tidak hanya pada orang yang sistem imunnya sedang lemah tetapi juga pada orang yang sehat atau sistem imunnya tidak terganggu. Dan jamur ini tidak hanya menyerang pada orang dewasa saja tetapi juga menyerang pada anak-anak (Kandoli, 2016).

Bentuk sediaan farmasi yang cocok digunakan untuk mengatasi jamur dan bersifat lokal adalah sabun cair. Sabun cair saat ini banyak diproduksi karena penggunaan yang

lebih praktis,ekonomis dan bentuk yang menarik dibandingkan bentuk sabun lain. Sabun cair adalah pembersih kulit bentuk cair yang dibuat dari bahan dasar sabun atau detergen dengan penambahan bahan lain yang di ijinkan sehingga tidak menimbulkan iritasi pada kulit.Bahan lain yang bisa ditambahkan dalam pembuatan sabun cair adalah pewarna, pewangi dan bahan aktif (Hambali dkk, 2005) .

Salah satu bahan alami yang memiliki khasiat untuk antijamur yaitu MCT (Mediun Chain Triglyceride). MCT secara dominan tersusun dari asam lemak rantai pendek (short chain) dan medium atau MCFA (medium chain fatty acids). Secara umum minyaknya terdiri atas gliserida. Gliserida yang terdiri atas asam lemak MCFA disebut MCT (Winarno, 2014).

Penelitian oleh Gunawan (2006) tentang daya hambat minyak kelapa murni terhadap jamur Candida

albicans dengan menggunakan metode difusi agar, mendapatkan hasil bahwa minyak kelapa murni konsentrasi 70%

memiliki daya hambat sebesar 0.099

(4)

Uji Aktivitas Antijamur Sabun Cair MCT… (Rizki Rahma F.& Putri Siroh K.) cm, minyak kelapa murni konsentrasi

80% memiliki daya hambat sebesar 0.331 cm dan minyak kelapa murni konsetrasi 90% memiliki daya hambat sebesar 0,659 cm. Sehingga dapat disimpulkan daya hambat yang dihasilkan berbanding lurus dengan konsetrasi minyak kelapa murni yang digunakan.

Sedangkan berdasarkan penelitian Sibon Muhammad Amril (2018) mengenai Uji Aktivitas Antibakteri MCT (Medium Chain Triglyceride) terhadap bakteri

Staphylococcus aureus menunjukkan bahwa MCT memiliki aktivitas sebagai antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan yang paling aktif adalah pada konsentrasi MCT (Medium Chain Triglyceride) 75%.

Berdasarkan uraian di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai “ Uji Aktivitas Antijamur Sabun Cair MCT (Mediun Chain Triglyceride) terhadap Candida albicans”.

METODE PENELITIAN

MCT yang digunakan sudah dalam berbentuk MCT yang diproduksi oleh Okushi Biotech Asia.

Pembuatan Sabun Cair MCT

Tabel 1. Formulasi Sabun Cair Antijamur Dengan Penambahan MCT (Medium Chain Triglyceride)

Nama Zat Satuan persyaratan Formulasi (%)

X1 X2 X3 K-

Minyak MCT

(Medium Chain Triglyceride)

gram - 30 50 75 -

Kalium hidroksid

( KOH) 40% ml 8 8 8 8

Carbopol 941 gram 0.5 – 2,0 % 0,8 0,8 0,8 0,8

Butil hidroksi toluen

(BHT) Gram 0,0075 – 0, 1

% 0,1 0,1 0,1 0,1

Natrium lauryl sulfat

(NLS) Gram 2,5 – 10 % 2,5 2,5 2,5 2,5

Olem rosae tetes - 5 5 5 5

Aquadest ad (ml) ml - Ad 100 Ad 100 Ad 100 Ad 100

Keterangan

(5)

ISSN Cetak : 2598-2583, E-ISSN : 2686-1062

Uji Aktivitas Antijamur Sabun Cair MCT… (Rizki Rahma F.& Putri Siroh K.) PRAEPARANDI Vol. 4, No.1, Juli 2020 hal 88 - 100

X1 : Formulasi sabun cair MCT dengan konsentras 15%

(6)

Uji Aktivitas Antijamur Sabun Cair MCT… (Rizki Rahma F.& Putri Siroh K.) X2 : Formulasi sabun cair MCT dengan konsentrasi 30%

X3 : Formulasi sabun cair MCT dengan konsentrasi 45%

K- : Formulasi basis sabun cair

Disiapkan alat dan bahan, minyak kelapa MCT (Medium Chain Triglyceride) dimasukkan sesuai konsentrasi yang dibuat.dan dimasukkan kedalam mortir, kemudian ditambahkan BHT, diaduk hingga BHT ad larut (M1). Campuran minyak dan BHT (M1) ditambahkan larutan KOH 40% sedikit demi sedikit, diaduk aduk hingga terbentuk massa sabun yang titandai dengan tidak ada minyak yang mengapung.

Pembuatan larutan KOH 40% ialah dengan memasukan KOH sebanyak 40 g sedikit demi sedikit kedalam aquadest hingga volumenya ad 100ml. Natrium lauryl sulfat dilarutkan didalam 12.7 ml aqudest didalam beaker glass diamkan hingga NLS larut (M2). Setelah itu Carbopol ditimbang dalam 60 ml aquadest panas diaduk perlahan hingga membentuk massa gel (M3). Larutan NLS (M2) dimasukan didalam carbopol yang telah dikembangkan (M3) ,diaduk perlahan hingga homogen (M4). Massa sabun (M1) dicampur massa

gel (M4) diaduk hingga homogen kemudian ditambahkan oleum rosae.

Sabun telah selesai dibuat dan dimasukan ke dalam botol bersih yang telah disediakan.

Uji Evaluasi Sabun Cair MCT Uji evaluasi sediaan sabun cair MCT dilakukan berdasarkan persyaratan SNI 06-4085-1996, yaitu:

1. Uji Organoleptis

Evaluasi organoleptik meliputi pengamatan bentuk, warna dan bau formulasi dari sabun cair.

2. pH

Pengukuran pH sediaan dilakukan dengan menggunakan stick pH indikator. Nilai pH di ukur dari awal sampai akhir siklus 12 hari.

Cara mengukur pH yaitu 1 ml sabun cair dilarutkan dengan aquadest sampai 10 ml. pH stik dicelupkan kedalam formula sabun cair selama 1 menit, kemudian diamkan hingga kering. Sesuaikan warna yang terjadi pada pH stik dengan spectrum warna pada indikator pH.

(7)

ISSN Cetak : 2598-2583, E-ISSN : 2686-1062

Uji Aktivitas Antijamur Sabun Cair MCT… (Rizki Rahma F.& Putri Siroh K.) PRAEPARANDI Vol. 4, No.1, Juli 2020 hal 88 - 100

3. Bobot Jenis

Pikno meter dibersihkan dengan cara membilas dengan aseton kemudian dengan dietil eter.

Setelah itu dikeringkan dan menimbang pikno meter. Air dimasukkan kedalam pikno meter dan diamkan pada suhu 25o C selama 10 menit, lalu piknometer diangkat dan ditimbang. Pekerjaan diulang dengan menggunakan sampel sabun mandi cair sebagai pengganti air.

4. Viskositas

Kekentalan suatu sabun cair diukur dengan menggunakan alat

5. Tinggi dan Kestabilan Busa 1 ml sampel sabun cair dimasukkan kedalam tabung berskala dan kemudian tutup.

Tabung dikocok selama 20 detik dan dibaca tinggi busa yang terbentuk. Tinggi dan kesetabilan busa diamati pada waktu setelah pengocokan (tO) dan setelag 5 menit pengocokan (t5) (Febrianti, 2013).

Viskometer Ostwald yaitu dengan cara sebagai berikut 10 ml sediaan sabun cair MCT dimasukkan kedalam Viskometer Ostwald.

Hitung waktu yang dibutuhkan cairan untuk dalam melewati 2 garis. Lakukan hal yang sama terhadap cairan pembanding (air).

Hitung viskositas sediaan suspensi dengan rumus :

Uji Stabilitas Sediaan Sabun Cair MCT

Uji stabilitas dilakukan pada suhu 0o, dan 40o selama 4 minggu dan diamati perubahan sediaan tersebut pada hari ke-8, ke-15, ke-22, dan ke-29.

Pengujian yang dilakukan antara lain Organoleptis, pH, Viskositas ,dan Bobot jenis.

(8)

Uji Aktivitas Antijamur Sabun Cair MCT… (Rizki Rahma F.& Putri Siroh K.) Uji Aktivitas Antijamur Sabun

Cair MCT

Uji aktivitas antijamur sabun cair MCT dilakukan replikasi sebanyak 3 cawan petri selama 2x24 jam. Adapun langkah kerja yang dilakukan yaitu cawan petri yang sudah disterilkan diambil yang sebelumnya sudah ditandai bagian cawan petri dengan spidol 15%,30%, 45%, kontrol positif, dan kontrol negatif. Setelah itu larutan NA (Nutrient agar) yang sudah diterilkan dituangkan kedalam cawan petri pada suhu 40-50oC , kedalam 3 buah cawan petri, masing- masing di isi15 ml media agar NA, dan dibiarkan sampai setengah padat.

Suspensi Candida albicans kedalam masing – masing cawan petri sebanyak 1 ml menggunakan spuit 1cc dan digoyang-goyang cawan petri tersebut agar suspensi menyebar dan homogen pada larutan nutrient agar dan biarkan sampai padat.

Lubang atau sumuran dibuat menggunakan perforator sebanyak 5 lubang untuk masing-masing cawan.

Sabun cair MCT (Medium Chain Triglyceride) dimasukkan dengan menggunakan spuit berbeda-beda

sebanyak 0,5 ml kedalam setiap sumuran dari masing-masing konsentrasi. Serta masukan kelompok kontrol yaitu K+ ( dettol cair) dan K- (basis sabun) sebanyak 0,5 ml. setelah itu cawan petri diinkubasi selama 18- 24 jam pada suhu 33-37oC. Zona hambat (zona bening) yang terbentuk di ukur dengan menggunakan jangka sorong. Semua pengujian dilakukan secara aseptis.

Analisis Data

Data yang didapatkan dianalisis dengan menggunakan uji Kruskall Wallis dan Uji Mann Whitney.

PEMBAHASAN

Berikut ini adalah setifikat MCT yang digunakan

Hasil Uji Evaluasi Sediaan

(9)

ISSN Cetak : 2598-2583, E-ISSN : 2686-1062

Uji Aktivitas Antijamur Sabun Cair MCT… (Rizki Rahma F.& Putri Siroh K.) PRAEPARANDI Vol. 4, No.1, Juli 2020 hal 88 - 100

Tabel 2. Hasil Evaluasi Sabun Cair Antijamur MCT (Medium Chain Triglyseride) Berdasarkan Persyaratan SNI 06-4085-1996

Karakteristik yang diamati

Formulasi Sabun Cair

Persyaratan Konsentrasi SNI

15%

Konsentrasi 30%

Konsentrasi

45% Basis sabun

Organoleptis (Bentuk)

Cairan homogen, agak kental

Cairan homogen, agak kental

Cairan homogen, agak kental

Cairan homogen,aga k kental

Cairan Homogen Organoleptis

(Warna) Putih Putih Putih bening Khas

Organoleptis

(Bau / Aroma) Bau khas Bau khas Bau khas Bau khas Khas

Ph 8 8 8 8 8 – 11

Bobot jenis

(gr/ml) 1,02 1,03 1,03 1,01 1,01-1,10

g/ml Viskositas

(cps) 680,78 831,86 725,9 1094,81 400-4000 cps

Dari hasil evaluasi di atas dapat dilihat bahwa sabun cair MCT memenuhi persyaratan sediaan sabun

Hasil Uji Stabilitas Sabun Cair MCT

Dalam uji stabilitas pH menunjukan bahwa sediaan sabun cair MCT (Medium Chain Trigliseride) dengan konsentrasi 15%, 30%, 45%, K+, dan K- stabil pada suhu penyimpanan dan memenuhi persyaratan SNI dengan ketentuan standar pH yaitu 8-11. Setelah dilakukan uji stabilitas bobot jenis menunjukan bahwa sediaan sabun cair MCT (Medium Chain Trigliseride) stabil selama

cair seperti yang disyaratkan oleh SNI.

penyimpanan. Berdasarkan hasil uji viskositas setelah dilakukan uji stabilitas dengan cara dipercepat pada suhu 4oC, 25oC dan 40oC mempunyai nilai viskositas yang tidak stabil yaitu pada minggu ke-3 dimana nilai viskositas yang dihasilkan lebih rendah dari persyaratan SNI (400- 4000 cps). Berdasarkan hasil uji tinggi dan kestabilan busa untuk konsentrasi 15%, 30%, 45% , K+, dan K- stabil dan memenuhi persyaratan SNI yaitu

13-220 mm.

(10)

Uji Aktivitas Antijamur Sabun Cair MCT… (Rizki Rahma F.& Putri Siroh K.) Hasil Uji Aktivitas Antibakteri

Sabun Cair MCT

Hasil uji aktivitas antibakteri sabun cair MCT dapat dilihat pada Tabel 3. dan Grafik 1. Dari hasil uji aktivitas antijamur sabun cair MCT dapat dilihat bahwa diameter hambat yang dihasilkan memiliki nilai diameter hambat dengan potensi antijamur sedang untuk X1 dan X2 (9,1 mm dan 10 mm), tetapi untuk diameter hambat X3 memiliki

potensi antijamur kuat (11 mm). Hal tersebut berdasarkan klasifikasi respon zona hambat pertumbuhan bakteri dan jamur berdasarkan zona diameter zona bening menurut David and Stout (1971) bahwa respon lemah (diameter 5 mm), respon sedang (diameter 5-10 mm), respon kuat (diameter 10-20 mm) dan respon sangat kuat (diameter > 20 mm).

Tabel 3. Hasil Rekapitulasi Uji Aktivitas Antijamur Sabun Cair MCT

Formulasi Cawan Ke-

Rata-Rata Zona Bening Dalam

Satuan Centimeter Rata-rata (cm) Hari Ke-1 Hari Ke-2

X1

1 0,92 0,97 0,94

2 0,85 0,91 0,88

3 0,87 0,95 0,91

Rata-rata 0,91

X2

1 0,96 1,00 0,98

2 0,99 1,01 1,00

3 0,98 1,07 1,02

Rata-rata 1,00

X3

1 0,96 0,99 0,97

2 1,08 1,11 1,09

3 0,98 1,07 1,02

Rata-rata 1,02

K-

1 0,56 0,60 0,58

2 0.55 0,57 0,56

3 0.57 0,60 0,58

Rata-rata 0,57

K+

1 0,98 1,05 1,01

2 1,02 1,08 1,05

3 0,99 1,09 1,04

Rata-rata 1.03

Grafik 1. Hasil Rekapitulasi rata-rata Uji Aktivitas Antijamur Sabun Cair Minyak MCT

(11)

ISSN Cetak : 2598-2583, E-ISSN : 2686-1062

Uji Aktivitas Antijamur Sabun Cair MCT… (Rizki Rahma F.& Putri Siroh K.) PRAEPARANDI Vol. 4, No.1, Juli 2020 hal 88 - 100

Hasil Analisis Data

Data dilakukan analisis data dengan uji Kruskall-Wallis dikarenakan data yang didapatkan tidak homogen. Berdasarkan hasil uji Kruskall-Wallis diperoleh hasil nilai Asymp sig< 0,05 (0,000 < 0,05), maka Ho diteolak dan HI diterima, artinya sabun cair MCT (Medium Chain Triglyseride) memiliki aktivitas sebagai antijamur terhadap Candida albicans.

mmmm

Menurut Bach & Babayan (1982), MCT (Medium Chain Triglycerides) adalah suatu jenis lemak jenuh rantai sedang yang memiliki kandungan hampir seluruhnya asam lemak rantai sedang yang terdiri dari asam kaproat (C6), asam kaprilat (C8), asam kaprat (C10) dan kadang-kadang terdapat sedikit asam laurat (C12). Ketiga asam ini memiliki aktivitas dalam menghambat pertumbuhan jamur.

Hasil penelitian Kabara dkk.

(1972) menyatakan bahwa, asam laurat dan asam lemak lain seperti asam kaprat, asam palmitat, asam miristat, asam linoleat, asam linolenat dapat menghambat

pertumbuhan Pneumococcus, Streptococcus, Micrococcus, Candida, S. aureus, S. epidermis.

Asam laurat hanya membutuhkan konsentrasi 0,062 mikro mol/ml sudah

dapat menghambat Pneumococcus. Adapun asam kaprat dan asam miristat masing-masing perlu 1,45 mikro mol/ml dan 0,218 mikro mol/ml untuk menghambat mikroba yang sama.

Penelitan oleh Arlee (2013) didapatkan hasil bahwa terdapat tiga medium chain fatty acid dalam minyak kelapa murni yang bersifat sebagai antimikroba, yaitu asam laurat yang terdapat sekitar 50%, asam kapriliat sebanyak 5-10% dan asam kaprat sebanyak 4-8%. Asam laurat dapat melarutkan membran sel mikroba yang berasal dari lipid yang akan menyebabkan terganggunya kekebalan mikroba. Asam kaprat memiliki efek antijamur dengan mekanisme kerjanya adalah dengan membuat disintegrasi dari membran plasma sel jamur. Kandungan medium chain fatty acid dalam minyak kelapa murni juga telah terbukti menghambat pertumbuhan Clamydia trachomatis, Helicobacter

(12)

Uji Aktivitas Antijamur Sabun Cair MCT… (Rizki Rahma F.& Putri Siroh K.) pylori, Neisseria gonorrhoeae dan

Candida albicans (Mansor dkk, 2012;

Carandang, 2008; Ogbolu dkk, 2007).

Selain itu asam kapriliat memiliki sifat antimikroba yang membantu mengobati berbagai infeksi virus,bakteri, dan jamur.

Asam ini merupakan salah satu obat paling efektif untuk infeksi jamur Candida. Suatu studi menunjukkan bahwa asam kaprilat memiliki

kemampuan menghambat

pertumbuhan Candida albicans baik saat digunakan secara topikal maupun oral. Asam ini larut dalam lemak sehingga dapatbermigrasi melalui dinding sel untuk masuk langsung ke dalam sel dan menghancurkan koloni jamur. Sifat asam dari senyawa ini mampu merusak dinding sel jamur sehingga memusnahkan seluruh koloni jamur yang merugikan (Gunawan M, 2006).

Untuk mengetahui pada konsentrasi berapa sabun cair MCT memiliki aktivtas antijamur paling DAFTAR PUSTAKA

1. Amril, Sibon M. (2018).Uji Aktivitas Antibakteri MCT

aktif dapat dilihat berdasarkan hasil uji Mann Whitney. Hasil uji Mann Whitney pada konsentrasi 15%

diperoleh hasil nilai sig < 0,05 (0,001

< 0,05). Maka H0 ditolak dan H1

diterima, artinya menunjukan bahwa konsentrasi 15% pada sabun cair MCT (Medium Chain Triglyseride) terdapat perbedaan aktivitas dengan kontrol positif. Sedangkan hasil uji Mann Whitney pada konsentrasi 30%

dan 45% diperoleh hasil nilai sig >

0,05 pada konsentarsi 30% (0,366 >

0,05) dan 45% (0,536). Maka Ho

ditolak dan HI diterima , artinya menunjukan bahwa konsentrasi 30%

dan 45 pada sabun cair MCT (Medium Chain Triglyseride) tidak terdapat perbedaan aktivitas dengan kontrol positif.

PENUTUP

Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan maka dapat disimpulkan bahwa sabun cair MCT memiliki aktivitas antijamur pada konsentrasi 30%.

(Medium Chain Triglyceride) terhadap Staphylococcus aureus.

(13)

ISSN Cetak : 2598-2583, E-ISSN : 2686-1062

Uji Aktivitas Antijamur Sabun Cair MCT… (Rizki Rahma F.& Putri Siroh K.) PRAEPARANDI Vol. 4, No.1, Juli 2020 hal 88 - 100

Skripsi. Cirebon. Sekolah Tinggi Farmasi YPIB Cirebon. Prodi S1 Farmasi.

2. Arlee, R. & Suanphairoch, S. &

Pakdeechanuan, P.. (2013).

Differences in chemical components and antioxidant- related substances in virgin coconut oil from coconut hybrids and their parents. International Food Research Journal. 20. 2103- 2109.

3. Bach, A. C., & Babayan, V. K.

(1982). Medium-chain

triglycerides: an update. The American journal of clinical nutrition, 36(5), 950–962.

https://doi.org/10.1093/ajcn/36.5.

950.

7. Gunawan, Mery. (2006). Anti Jamur Minyak Kelapa Murni (VCO) merek X, Y, Z Terhadap Pertumbuhan Candida albicans.

Thesis. Surabaya. Universitas of Surabaya. Fakultas Farmasi Ubaya.

http://repository.ubaya.ac.id/1348 3/.

8. Hambali, E., Suryani, A., & Rivai, M. (2005). Membuat sabun transparan. Penebar Swadaya.

4. Carandang, E. V. (2008). Health benefits of virgin coconut oil.

INDIAN COCONUT

JOURNAL-COCHIN-, 38(9), 8.

5. Davis, W. W., & Stout, T. R.

(1971). Disc plate method of microbiological antibiotic assay:

I. Factors influencing variability

and error. Applied

microbiology, 22(4), 659-665.

6. Febrianti, D. R. (2013). Formulasi Sediaan Sabun Mandi Cair Minyak Atsiri Jeruk Purut (Citrus hystrix

DC.) Dengan

Kokamidopropil Betain Sebagai Surfaktan (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).

9. Kabara, J. J., Swieczkowski, D.

M., Conley, A. J., & Truant, J. P.

(1972). Fatty acids and derivatives

as antimicrobial

agents. Antimicrobial agents and chemotherapy, 2(1), 23–28.

https://doi.org/10.1128/aac.2.1.23.

10. Kandoli, F. (2016). Uji daya hambat ekstrak daun durian (Durio

Zybethinus) terhadap

pertumbuhan Candida albicans secara in vitro. Pharmacon, 5(1).

(14)

Uji Aktivitas Antijamur Sabun Cair MCT… (Rizki Rahma F.& Putri Siroh K.) 11. Kusumaningtyas, E . (2009).

Mekanisme Infeksi Candida albicans pada permukaan sel.

Lokakarya National Penyakit Zoonis. Balai Penelitian Veteriner.

Bogor.

12. Mansor, T. S. T., Man, Y. C., Shuhaimi, M., Afiq, M. A., &

Nurul, F. K. (2012).

Physicochemical properties of virgin coconut oil extracted from

different processing

methods. International Food Research Journal, 19(3), 837.

13. Ogbolu, D. O., Oni, A. A., Daini, O. A., & Oloko, A. P. (2007). In vitro antimicrobial properties of coconut oil on Candida species in Ibadan, Nigeria. Journal of medicinal food, 10(2), 384–387.

https://doi.org/10.1089/jmf.2006.1 209.

14. Winarno, F.G. (2014). Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: PT.

Gramedia Utama.

Gambar

Tabel   1.  Formulasi  Sabun  Cair  Antijamur  Dengan  Penambahan MCT (Medium Chain Triglyceride)
Tabel 2. Hasil Evaluasi Sabun Cair Antijamur MCT (Medium Chain  Triglyseride) Berdasarkan Persyaratan SNI 06-4085-1996
Tabel 3. Hasil Rekapitulasi Uji Aktivitas Antijamur Sabun Cair MCT

Referensi

Dokumen terkait

AKTIVITAS ANTIJAMUR EKSTRAK ETANOL DAUN WARU LANDAK (Hibiscus mutabilis) TERHADAP PERTUMBUHANi. Candida albicans SECARA

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antijamur buah ceremai terhadap Candida albicans dan Trichophyton rubrum serta untuk mengetahui kandungan senyawa kimia yang

penghambatan pertumbuhan jamur oleh flavonoid, dan saponin terhadap Candida albicans maka dapat dikatakan bahwa infusa umbi bawang putih mempunyai aktivitas

Berdasarkan penelitian-penelitian tersebut, konsentrasi yang akan digunakan dalam uji aktivitas antijamur dari ekstrak etanol daun alamanda terhadap Candida albicans dan

Umbi sarang semut ( Myrmecodia pendens) mengandung senyawa aktif berupa terpenoid, tanin, fenol, flavonoid, dan saponin yang memiliki efek antijamur pada Candida

1067 UJI AKTIVITAS ANTIJAMUR EKSTRAK ETANOL DAUN SOM JAWA TERHADAP PERTUMBUHAN Candida albicans.. UNTUK MENJAMIN MUTU PENGGUNAAN SEBAGAI OBAT

Dari hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol daun kemangi memiliki aktivitas sebagai antijamur terhadap jamur uji yaitu Candida albicans dengan konsentrasi

viii Penelusuran Aktivitas Minyak Atsiri sebagai Antijamur dan Anti Biofilm terhadap Candida Albicans Iqbal Al Azazii1, Wirnawati2, Hasyrul Hamzah3 Fakultas Farmasi, Universitas