VISI , MISI DAN
BUDAYA ORGANISASI
PENDAHULUAN
▪
Penting bagi manajer dan eksekutif dalam suatu
organisasi untuk menyepakati visi dasar yang ingin
diwujudkan oleh perusahaan dalam jangka
panjang.
▪
Pernyataan visi adalah jawaban dari pertanyaan
“Ingin menjadi seperti apakah kita?"
▪
Visi yang jelas memberikan dasar untuk
mengembangkan pernyataan misi yang
komprehensif.
▪
Pernyataan visi harus singkat, sebaiknya satu
kalimat.
Saat ini pemikiran tentang misi sebagian besar
didasarkan pada pedoman yang ditetapkan di
pertengahan 1970-an oleh Peter F Drucker, yang
sering disebut "bapak manajemen modern“. Drucker
mengatakan bahwa pernyataan misi merupakan
jawaban dari pertanyaan
"Apakah bisnis kita?"
sama dengan mengajukan pertanyaan
"Apakah misi
kita?" atau “apa yang kita kerjakan”
Misi membedakan suatu organisasi dari perusahaan
sejenis lainnya. Pernyataan misi mengungkapkan 1)
alasan adanya sebuah organisasi dan
2)
ingin
menjadi apa 3) dalam melayani siapa
.
Visi - Misi
Dapat dikatakan bahwa laba adalah motivator utama suatu perusahaan. Akan tetapi laba saja tidak cukup untuk memotivasi orang, bahkan laba dianggap negatif oleh beberapa karyawan di perusahaan. Karyawan dapat melihat laba sebagai sesuatu yang mereka peroleh dan manajemen kemudian menggunakan dan memberikannya kepada pemegang saham.
Meskipun persepsi ini tidak diinginkan dan mengganggu manajemen, itu jelas menunjukkan bahwa baik laba maupun visi diperlukan untuk memotivasi tenaga kerja secara efektif.
Ketika karyawan dan manajer bersama-sama membentuk visi dan misi bagi sebuah perusahaan, maka dokumen yang dihasilkan dapat mencerminkan visi pribadi yang dimiliki manajer dan karyawan didalam hati dan pikiran mereka tentang masa depan mereka sendiri.
Pernyataan misi biasanya memiliki karakteristik
tertentu berupa deklarasi sikap, orientasi
konsumen, deklarasi kebijakan sosial dan
kemungkinan dapat berkembang sesuai
perkembangan.
Misi yang baik mencerminkan antisipasi dari
pelanggan. Filosofi operasi organisasi harus dapat
mengidentifikasi kebutuhan pelanggan dan
menyediakan produk atau jasa untuk memenuhi
kebutuhan tersebut daripada mengembangkan
produk dan kemudian mencoba menemukan pasar.
Menurut Drucker saat yang paling tepat untuk
menyusun pernyataan visi dan misi adalah ketika
suatu organisasi/perusahaan telah sukses (fikiran
terbuka, hati lapang)
Proses Pengembangan Pernyataan Visi
dan Misi
Pendekatan yang digunakan secara luas untuk mengembangkan pernyataan visi dan misi :
1. Memilih beberapa artikel tentang pernyataan visi dan misi dan meminta semua manajer untuk membacanya sebagai latar belakang informasi.
2. Meminta masing-masing manajer untuk mempersiapkan visi dan misi organisasi.
3. Seorang fasilitator atau komite manajer puncak harus
menggabungkan pernyataan visi dan misi ke dalam satu dokumen dan mendistribusikan draft pernyataan untuk semua manajer.
4. Permintaan modifikasi, penambahan dan penghapusan diperlukan berikutnya, bersamaan dengan pertemuan untuk merevisi
dokumen.
5. Ketika semua manajer memiliki masukan dan mendukung dokumen final, maka organisasi lebih mudah mendapatkan dukungan
manajer untuk formulasi strategi lain, implementasi dan evaluasi kegiatan.
Manfaat Pernyataan Visi dan Misi
Menurut Raja dan Cleland, pernyataan visi dan misi
bermanfaat untuk:
1.
Memastikan kebulatan suara pada tujuan organisasi
2.Memberikan dasar atau standar dalam mengalokasikan
sumber daya organisasi
3.
Menciptakan sifat umum atau iklim organisasi
4.Bertindak sebagai titik fokus bagi individu untuk
mengidentifikasi tujuan dan arah organisasi dan mencegah
siapa yang tidak bisa berpartisipasi lebih lanjut dalam
kegiatan organisasi
5.
Memfasilitasi penerjemahan tujuan ke dalam struktur kerja
yang melibatkan penugasan elemen-elemen yang
bertanggung jawab dalam organisasi
6.
Menentukan tujuan organisasi dan menerjemahkannya ke
dalam sasaran hasil, sedemikian rupa sehingga biaya,
waktu dan parameter kinerja dapat dinilai dan dikontrol
Komponen Pernyataan Misi
1. Konsumen→ siapa konsumen perusahaan?
2. Produk atau jasa → Apakah produk/jasa utama perusahaan? 3. Pasar → Secara geografis, di mana perusahaan bersaing?
4. Teknologi → Apakah perusahaan memiliki teknologi mutakhir? 5. Peduli pada kelangsungan hidup, pertumbuhan dan
profitabilitas → Apakah perusahaan berkomitmen pada pertumbuhan dan kesehatan keuangan?
6. Filosofi →Apakah keyakinan dasar, nilai, aspirasi dan prioritas etika
perusahaan?
7. Konsep diri → Apakah kompetensi khusus atau keuntungan
kompetitif utama dari perusahaan?
8. Peduli pada citra publik → Apakah perusahaan responsif
terhadap masalah sosial, masyarakat dan lingkungan?
9. Peduli pada karyawan → Apakah karyawan merupakan aset
Kharakteristik Pernyataan Misi
1.
Luas dalam cakupan: tidak termasuk jumlah uang,
angka, persentase, rasio atau sasaran hasil
2.
Panjang kalimatnya tidak lebih dari 250 kata
3.
Menginspirasi
4.
Mengidentifikasi kegunaan produk perusahaan
5.
Menunjukkan bahwa perusahaan bertanggungjawab
secara sosial
6.
Menunjukkan bahwa perusahaan bertanggungjawab
secara lingkungan
7.
Memasukkan sembilan komponen misi
8.
Rekonsiliator/pendamai
Menulis dan Mengevaluasi
Pernyataan Misi
Cara terbaik untuk mengembangkan keterampilan menulis dan
mengevaluasi pernyataan misi adalah dengan mempelajari misi aktual dari berbagai perusahaan.
Idealnya pernyataan misi harus informatif, inspiratif, abadi dan
berfungsi memotivasi para pemangku kepentingan untuk bertindak.
Pernyataan misi dievaluasi berdasarkan sembilan komponen yang
diinginkan.
Tidak ada satupun pernyataan misi yang terbaik untuk suatu
organisasi tertentu. Dengan demikian pertimbangan/pandangan yang baik diperlukan dalam mengevaluasi pernyataan misi.
Beberapa individu lebih menuntut daripada yang lain dalam menilai
pernyataan misi dengan cara ini. Sebagai contoh, jika pernyataan misi hanya mencakup kata “konsumen" tanpa menentukan siapa yang menjadi konsumen, apakah pernyataan ini memuaskan?
Evaluasi pernyataan misi dengan memperhatikan pencantuman
sembilan komponen hanyalah awal dari proses untuk menilai efektivitas keseluruhan pernyataan.
PENGERTIAN BUDAYA ORGANISASI
◼
Robbins dan Judge (2008:256) budaya organisasi mengacu
pada sebuah sistem makna bersama yang dianut oleh para
anggota yang membedakan organisasi tersebut dengan
organisasi lainnya.
◼
Sistem makna bersama adalah sekumpulan karakteristik
kunci yang dijunjung tinggi oleh organisasi.
◼
8/29/2021 11
(
Luthans, 2006:47) budaya dapat didefinisikan sebagai
pengetahuan yang diperoleh untuk menginterpretasikan
pengalaman dan menghasilkan perilaku sosial
▪
Siagian, (1995:126). Budaya organisasi merupakan
kesepakatan (komitmen) bersama tentang nilai-nilai
bersama dalam kehidupan organisasi dan mengikat semua
orang dalam organisasi yang bersangkutan
Pentingnya budaya
organisasi
◼
Budaya dipelajari dpt membantu manusia dalam
usaha mereka berinteraksi dan berkomunikasi
dengan orang lain dalam masyarakat
▪
Ketika nilai dan kepercayaan dalam budaya berbeda,
beberapa orang memiliki masalah penyesuaian.
Jika hal ini tidak diantisipasi, maka akan mjd
penyebab kegagalan usaha dalam organisasi yang
disebut “culture shock”
KARAKTERISTIK BUDAYA ORGANISASI
Robbins dan Judge (2008:256) ada tujuh karakteristik utama yang secara keseluruhan merupakan hakekat budaya sebuah organisasi :
1. Inovasi dan keberanian mengambil risiko.
2. Perhatian pada hal-hal yang rinci. Sejauh mana karyawan
diharapkan menjalankan presisi. Analisis, dan perhatian pada hal-hal kecil.
3. Orientasi hasil.
4. Orientasi orang. Sejauh manakeputusan-keputusan manajemen
memper-timbangkan efek dari hasil tersebut atas orang yang ada dalam organisasi.
5. Orientasi tim. Sejauh mana kegiatan-kegiatan kerja diorganisasi
pada tim ketimbang pada individu-individu.
6. Keagresifan. Sejauh mana orang bersikap agresif dan kompetitif
ketimbang santai.
SUMBER UTAMA BUDAYA ORGANISASI
Terdapat enam sumber utama yang mempengaruhi budaya organisasi
1. Budaya masyarakat atau budaya nasional dimana organisasi berada
secara fisik
2. Visi, gaya manajerial, dan kepribadian para pendiri organisasi atau
pemimpin yang dominan.
3. Macam bisnis yang digeluti dan nature of business environment. 4. Struktur organisasi. Misalnya struktur birokratis akan melahirkan
pula budaya yang cenderung birokratis.
5. Pelanggan. Perilaku pelanggan akan berpengaruh terhadap perilaku
organisasi
6. Tradisi warisan organisasi yang tercermin dalam nilai ataupun
FUNGSI BUDAYA ORGANISASI
Robbins dan Judge (2008:262) mengatakan bahwa budaya
memilki sejumlah fungsi dalam organisasi yaitu:
1.
Budaya sbg penentu batas-batas; artinya, budaya
menciptakan perbedaan antara satu organisasi dg organisasi
lainnya.
2.
Budaya memuat rasa identitas anggota organisasi.
3.
Budaya memfasilitasi lahirnya komitmen terhadap sesuatu
yang lebih besar daripada kepentingan individu.
4.
Budaya meningkatkan stabilitas sistem sosial. Budaya adalah
perekat sosial yang membantu menyatukan organisasi dengan
cara menyediakan standar mengenai apa yang sebaiknya
dikatakan dan dilakukan karyawan.
5.
Budaya sebagai mekanisme pembuat makna dan kendali sbg
mekanisme
sense-making
serta kendali yang menuntun dan
Proses Penciptaan Budaya
Organisasi
Robbins dan Judge (2008:262), proses penciptaan
budaya terjadi dalam tiga cara yaitu:
◼
Pertama, pendiri hanya merekrut dan mempertahankan
karyawan yang sepikiran dan seperasaan dengan
mereka
◼
Kedua, mereka melakukan indoktrinasi dan sosialisasi
cara pikir dan perilaku mereka kepada karyawan
◼
Ketiga, perilaku pendiri sendiri bertindak sebagai model
peran yang mendorong karyawan untuk mengidentifikasi
diri dan dg demikian menginter-nalisisa keyakinan, nilai,
dan asumsi pendiri tsb.
Gambar Bagaimana Budaya Organisasi
Terbangun
Manajemen
Puncak
Filsafat Pendiri
Organisasi Kriteriaseleksi
Budaya organisasi
(cerita, ritual, simbol
material,bahasa)
Sumber: Diadaptasi dari Robbin dan Judge, Perlaku Organisasi, buku 2, 2008. h. 274
Keterangan
◼
Budaya asli berasal dari filosofi pendirinya. Filosofi itu
pada gilirannya berpengaruh kuat terhadap kriteria
yang digunakan dalam perekrutan.
◼
Tindakan dan ucapan manajemen puncak
memantapkan norma-norma yang berlaku yang terkait
dengan perilaku yang diterima dan tidak diterima dalam
organisasi.
◼
Organisasi harus membantu karyawan (baru) untuk
beradaptasi dengan kuklturnya, Proses ini disebut
sosialisasi .
◼