• Tidak ada hasil yang ditemukan

PRAMANA Jurnal Hasil Penelitian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PRAMANA Jurnal Hasil Penelitian"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

PRAMANA Jurnal Hasil Penelitian

Volume 1, No. 2, Tahun 2021

ISSN 2809-7556

PRAMANA Jurnal Hasil Penelitian

Volume 1, No. 2, Tahun 2021 158

Profil Pembelajaran Mahasiswa Berbasis E-Learning Pada Prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Oleh : Wayan Supada

Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja Email : [email protected]

ABSTRACT

In the implementation process, several positive and negative phenomena were found in the implementation of the online or online lecture system carried out by universities. The readiness of lecturers and students is required to be adaptive so that the learning process can run well. This research was conducted to determine the profile of online learning as a study and evaluation material in the implementation of lectures. The research population was all students of the communication science study program, totaling 259 people. The data collection technique used a questionnaire which was distributed to all students. For data analysis techniques using quantitative descriptive analysis. The results showed that the learning profile based on the variables studied showed that there were several things that needed to be evaluated and improved. Meanwhile, several aspects that become the main concern to be implemented are structural, ability to motivate students, task completion, synthesis and time efficiency.

Keywords :E-Learning, Lecturer Competence, Motivation, Learning Quality, Learning Effectiveness

ABSTRAK

Dalam proses implementasinya, beberapa fenomena positif dan negatif ditemukan terhadap pelaksanaan sistem perkuliahan daring atau online yang dilakukan oleh perguruan tinggi. Kesiapan para dosen dan mahasiswa dituntut untuk bisa adaptif agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui profil pembelajaran daring sebagai bahan kajian dan evaluasi dalam pelaksanaan perkuliahan. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa prodi ilmu komunikasi yang berjumlah sebanyak 259 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada seluruh mahasiswa. Untuk teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil pembelajaran berdasarkan variabel yang diteliti terlihat ada beberapa hal yang perlu untuk dievaluasi dan ditingkatkan. Sedangkan beberapa aspek yang menjadi perhatian utama untuk dilaksanakan yaitu structural, kemampuan memotivasi mahasiswa, penyelesaian tugas, sistesis dan efisiensi waktu.

Kata Kunci : E-Learning, Kompetensi Dosen, Motivasi, Kualitas Belajar, Efektivitas Belajar

I. PENDAHULUAN

Era industri 4.0 membawa sebuah budaya baru bagi para pendidik dan juga para mahasiswa dengan mengedepankan pemanfaatan teknologi informasi dalam proses interaksi pembelajaran yang dilakukan. Perkembangan era ini melahirkan berbagai istilah sekaligus menawarkan pengetahuan baru berbasis teknologi digital yang kini mewarnai nalar dan imajinasi dunia pendidikan seperti : Internet of Things (IoT), Big Data, Argumented Reality, Cyber Security, Artifical Intelegence,

(2)

PRAMANA Jurnal Hasil Penelitian

Volume 1, No. 2, Tahun 2021

ISSN 2809-7556

PRAMANA Jurnal Hasil Penelitian

Volume 1, No. 2, Tahun 2021 159 Addictive Manufacturing, Simulation, System Integeration, dan Cloud Computing (Karim, 2020). Iswan dan Herwina (2018: 21-22) menjelaskan bahwa perguruan tinggi memang dituntut mengantisipasi pesatnya perkembangan teknologi dalam era revolusi industri 4.0. Langkah antisipasi yang dilakukan mencakup penyesuaian kurikulum dengan iklim bisnis yang berkembang. Semua hal terdorong untuk kompetitif mengikuti pola perkembangan teknologi informasi.

Salah satu rekomendasi Rakernas Kemenristek dikti 2019 yaitu pembelajaran daring di Perguruan Tinggi dengan merujuk pada Peraturan Menteri Ristekdikti No. 51/2018 untuk diselenggarakan sebagai strategi pendidikan tinggi menjawab tantangan revolusi industri 4.0. Lebih lanjut pasal 1 ayat 9 Permen Ristekdikti No.

51/2018 menyatakan pendidikan jarak jauh yang selanjutnya disingkat PJJ adalah proses belajar mengajar yang dilakukan secara jarak jauh melalui penggunaan berbagai media komunikasi.

Disisi lain, pandemi COVID-19 yang terjadi di Indonesia berdampak pada kehidupan masyarakat. Terjadi perubahan besar-besaran pada aktivitas dan pola hidup masyarakat Indonesia demi mencegah semakin meluasnya pandemi COVID- 19. Kebijakan Pemerintah Indonesia untuk memutus mata rantai penyebaran virus COVID-19 dengan memberlakukan physical distancing telah berdampak pada berbagai bidang, tidak terkecuali pada bidang pendidikan (Damayanthi, 2020). Di tengah situasi pandemi yang makin memburuk, pemerintah akhirnya harus membuat kebijakan pembelajaran online atau dalam jaringan (daring) untuk menggantikan pembelajaran konvensional secara tatap muka demi menjamin peserta didik tetap mendapatkan pembelajaran (Herliandry et al., 2020;

Irhandayaningsih, 2020; Mustakim, 2020). Pembelajaran daring dinilai pemerintah sebagai satu-satunya solusi untuk memastikan keberlangsungan proses pembelajaran dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi tetap berjalan (Arizona et al., 2020; Kusnayat et al., 2020). Surat Keputusan Bersama 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa pandemi COVID-19 telah mengatur mengenai sistem pembelajaran yang harus dipatuhi oleh semua lembaga (Damayanthi, 2020).

Pendidikan perguruan tinggi era 4.0 dalam pandemi COVID-19 menunjukan dinamika yang kompleks. Dalam konteks revolusi industri 4.0, pendidikan perguruan tinggi diharapkan menjadi instrumen utama pemajuan potensi bangsa berbasis digital mendorong sumber daya manusia Indonesia untuk memenuhi kualifikasi komptensi teknologis di semua bidang akademik. Sejalan dengan itu, tantangan baru muncul disaat mewabahnya COVID-19 menjadi cobaan sekaligus instrumen ujicoba gagasan-gagasan besar sistem teknologi yang dicanangkan istitusi pendidikan perguruan tinggi seperti misi Cyber University dan model pembelajaran daring dengan distance learning. Kesiapan lembaga pendidikan untuk melaksanakan pembelajaran daring menjadi masalah tersendiri, hal ini karena pembelajaran daring di masa pandemi dilaksanakan secara tiba-tiba, entah lembaga pendidikan itu siap atau tidak. Beberapa penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Sudiksa, dkk (2020); Napitupulu (2018); Karwati (2014) menunjukkan bahwa e-learning dan kemampuan dosen dalam mengembangkan inovasi dan kreativitas memberikan kontribusi terhadap motivasi belajar mahasiswa. Dampak dari motivasi terhadap kualitas belajar mahasiswa dengan pembelajaran daring juga dilakukan oleh Sukerti (2016). Lebih lanjut, efektivitas pembelajaran daring juga dilakukan oleh Kusnayat, dkk (2020); Damayanthi (2020). Hasil studi lain dari Aswasulasikin (2020), Suci Ferdiana (2020), Laode Anhusadar (2020), dan Zhafira et al.(2020) yang menunjukkan bahwa mahasiswa

(3)

PRAMANA Jurnal Hasil Penelitian

Volume 1, No. 2, Tahun 2021

ISSN 2809-7556

PRAMANA Jurnal Hasil Penelitian

Volume 1, No. 2, Tahun 2021 160 lebih menyukai media pembelajaran daring yang sudah dikenal mereka dan pembelajaran akan terasa membosankan apabila tidak ada kreativitas dari dosen dalam pembelajaran.

Beberapa permasalahan yang muncul yang berkaitan dengan sistem pembelajaran via online, baik berupa kesiapan mahasiswa, penguasaan teknologi, kendala-kendala lain yang dialami selama menggunakan sistem ini, akan terjawab dalam penelitian ini. Sehingga evaluasi bisa dilakukan untuk meminimalisir kendala dan permasalahan yang dihadapi mahasiswa selama menggunakan cara ini. Berdasarkan hasil penelitian terdahulu dan fenomena proses pembelajaran daring yang sudah dipaparkan di atas, Program Studi Ilmu Komunikasi sebagai salah satu program studi di STAHN Mpu Kuturan Singaraja akan mengembangkan model pembelajaran e-learning atau perkuliahan online sebagai bentuk adaptasi teknologi informasi dan menyiapkan lulusan dalam pemanfataan teknologi informasi. Untuk itu, perlu dilakukan penelitian tentang profil pembelajaran mahasiswa prodi ilmu komunikasi bebasis daring.

II. METODE

Penelitian ini dilakukan di STAHN Mpu Kuturan Singaraja pada prodi ilmu komunikasi. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa prodi ilmu komunikasi yang berjumlah sebanyak 259 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada seluruh mahasiswa. Untuk teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Selanjutnya, untuk menyamakan persepsi terkait variabel yang diteliti, akan diuraikan variabel yang digunakan secara operasional sebagai berikut :

Tabel 01

Definisi Operasional Variabel

No Variabel Indikator

1 E-Learning Personal, Structural, Active, Connective.

2 Kompetensi

Dosen Menguasai dan Update Terhadap Perkembangan Internet, Menguasai Ilmu Pengetahuan Pokok dan Pendamping, Kreative dan Inovatif Dalam Meyajikan Materi, Mampu Memotivasi Mahasiswa, Mampu Memotivasi Mahasiswa, Kemampuan Mengelola Sistem Pembelajaran Online, Ketepatan dalam Pemilihan Bahan Ajar Online Learning, Kemampuan dalam Mengontrol Proses Pembelajaran

3 Motivasi

Belajar Tingkat antusias, kehadiran, keaktifan, penyelesaian tugas

4 Kualitas Belajar

Pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, evaluasi

5 Efektivitas Belajar

Tujuan pembelajaran, sarana prasarana pembelajaran, kemampuan menggunakan teknologi, efisiensi waktu.

III. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Sesuai dengan tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui profil pembelajaran daring mahasiswa, berikut dapat dijelaskan data hasil penyebaran

(4)

PRAMANA Jurnal Hasil Penelitian

Volume 1, No. 2, Tahun 2021

ISSN 2809-7556

PRAMANA Jurnal Hasil Penelitian

Volume 1, No. 2, Tahun 2021 161 kuesioner kepada responden terkait dengan variabel yang diteliti. Dalam penelitian yang dijadikan sebagai responden adalah seluruh mahasiswa prodi ilmu komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja yang aktif. Hasil penyebaran kuesioner kepada responden dapat diberikan gambaran tentang aktivitas pembelajaran daring (online) sebagai berikut.

a. Perangkat Yang Digunakan Dalam Pembelajaran Daring

Sebagai gambaran tentang perangkat yang digunakan oleh mahasiswa ilmu komunikasi dapat dilihat pada gambar berikut.

Gambar 01

Pengunaan Perangkat Pembelajaran Sumber : Data Primer (diolah)

Mahasiswa dalam proses pembelajaran daring (online) menunjukkan 99%

menggunakan perangkat handpone dan hanya 1% yang menggunakan laptop.

Hasil ini memberikan gambaran bahwa mahasiswa lebih memilih perangkat handphone dalam menunjang kegiatan proses pembelajaran yang diikuti. Faktor pemilihan perangkat handhone yang lebih dominan digunakan oleh mahasiswa disebabkan karena mobiltas yang lebih efektif. Untuk bisa mengikuti proses pembelajaran lebih maksimal karena tidak hanya berkaitan dengan kegiatan tatap muka online tetapi juga menyelesaikan berbagai tugas-tugas serta kemampuan menggunakan berbagai aplikasi pendukung maka perangkat pendukung berupa laptop penting untuk dimiliki oleh setiap mahasiswa. Salah satunya dalam aktivitas resentasi berupa share screen akan lebih maksimal menggunakan perangkat laptop. Sehingga keseriusan dalam proses pembelajaran akan semakin maksimal. Disatu sisi, kemampuan memori handphone yang terbatas akan menjadi faktor yang menyebabkan perangkat tidak dapat bekerja secara maksimal.

b. Penggunaan Akses Internet

Untuk mengetahui penggunaan akses internet oleh mahasiswa ilmu komunikasi dapat dilihat pada gambar berikut.

Gambar 02

Pengunaan Akses Internet Sumber : Data Primer (diolah)

99%

1%

Handphone Laptop

91%

9%

Data Seluler Wifi

(5)

PRAMANA Jurnal Hasil Penelitian

Volume 1, No. 2, Tahun 2021

ISSN 2809-7556

PRAMANA Jurnal Hasil Penelitian

Volume 1, No. 2, Tahun 2021 162 Mahasiswa dalam proses pembelajaran daring (online) menunjukkan 91%

menggunakan akses internet dengan data seluler dan sisanya 9% menggunakan wifi. Hasil ini memberikan gambaran bahwa mahasiswa memilih data seluler untuk langsung diakses di perangkat handphone yang digunakan dalam mengikuti proses pembelajaran daring (online).

c. Tingkat Kelancaran Internet

Salah satu pendukung dalam proses pembelajaran daring (online) adalah kelancaran akses internet yang kondisinya dapat dilihat pada gambar berikut. Hal ini tidak lepas dari berbagai aplikasi yang digunakan dalam proses pembelajaran seperti zoom untuk tatap muka. Internet sebagi salah satu pendukung kelancaran menggunakan aplikasi zoom dalam pembelajaran tatap muka secara langsung membutuhkan akses kelancaran internet yang memadai agar video dan suara dapat diterima dengan baik.

Gambar 03 Kelancaran Internet Sumber : Data Primer (diolah)

Mahasiswa dalam proses pembelajaran daring (online) memberikan jawaban sebesar 59% akses internet lancar dan sisanya 41% menyatakan tidak lancar.

Hasil ini memberikan gambaran bahwa mahasiswa masih terkendala sinyal dan kelancaran akses interner cukup besar. Hal ini akan berdampak terhadap kelancaran pembelajaran yang diikuti serta kualitas proses pembelajaran yang didapatkan oleh mahasiswa. Untuk menggunakan aplikasi zoom dibutuhkan akses kelancaran internet yang stabil sehingga video dan suara dalam proses pembelajaran secara online dapat diikuti oleh mahasiswa dengan lancar.

d. Kemampuan Menelusuri Sumber Informasi

Untuk mengetahui kemampuan mahasiswa ilmu komunikasi dalam penelusuran berbagai informasi pendukung pembelajaran melalui internet dapat dilihat pada gambar berikut.

Gambar 04

Kemampuan Menelusuri Informasi Sumber : Data Primer (diolah)

59%

41%

Lancar

Tidak Lancar

23%

74%

3%

Tinggi Sedang Rendah

(6)

PRAMANA Jurnal Hasil Penelitian

Volume 1, No. 2, Tahun 2021

ISSN 2809-7556

PRAMANA Jurnal Hasil Penelitian

Volume 1, No. 2, Tahun 2021 163 Pembelajaran (kuliah) daring (online) menuntut mahasiswa untuk bisa melakukan penelusuran berbagai sumber informasi atau literasi digital dalam mendukung berbagai materi pembelajaran yang disampaikan oleh dosen. Berbagai bentuk tugas dan project yang diberikan membutuhkan dukungan sumber- sumber teori dan informasi karena keterbatasan interaksi dalam menjelaskan berbagai konsep. Respon yang diberikan oleh mahasiswa menunjukkan bahwa kemampuan menelusuri informasi melalui internet sebesar 23% berada pada kemampuan tinggi, kemudian sebesar 74% pada level sedang dan sebesar 3% pada level rendah. Secara umum, kemampuan menggunakan berbagai aplikasi dalam menunjang pengerjaan tugas-tugas baik dalam bentuk visual maupun audio visual dibutuhkan berbagai aplikasi. Untuk itu, mahasiswa harus memiliki kemampuan dalam literasi digital sehingga dapat menambah berbagai informasi dan pengetahuan secara lengkap.

e. Kemampuan Menggunakan Berbagai Aplikasi

Sebagai gambaran tentang kemampuan menggunakan berbagai aplikasi dalam menyelesaikan tugas dan project oleh mahasiswa ilmu komunikasi dapat dilihat pada gambar berikut.

Gambar 05

Kemampuan Menggunakan Aplikasi Sumber : Data Primer (diolah)

Kemampuan mahasiswa menggunakan berbagai aplikasi dalam proses pembelajaran daring (online) untuk menunjang penyelesaian tugas-tugas menunjukkan 21% memiliki kemampuan tinggi, selanjutnya sebesar 73% berada pada level sedang dan 6% berada pada level kemampuan rendah. Hasil ini memberikan gambaran bahwa rata-rata kemampuan mahasiswa menggunakan berbagai aplikasi penunjang masih tergolong sedang. Untuk memaksimalkan proses pembelajaran, kemampuan dan ketrampilan menngunakan berbagai aplikasi pendukung seperti PDF, Video, Foto, serta aplikasi pendukung lainnya sangat penting untuk dikuasai. Berbagai workshop maupun pelatihan untuk menggunakan berbagai aplikasi tersebut menjadi sebuah tuntutan dalam era digital.

f. Persepsi Mahasiswa Dalam Pembelajaran Daring

Untuk mengetahui gambaran proses pembelajaran, selanjutnya akan diuraikan deskripsi jawaban responden terhadap item-item pertanyaan yang diajukan dari setiap variabel kepada responden. Dari penyebaran 259 kuesioner, yang kembali dan layak untuk digunakan dalam proses analisis data sebanyak 213 kuesioner. Berikut deskripsi skor jawaban responden untuk setiap item pertanyaan dari masing-masing variabel.

21%

73%

6%

Tinggi Sedang Rendah

(7)

PRAMANA Jurnal Hasil Penelitian

Volume 1, No. 2, Tahun 2021

ISSN 2809-7556

PRAMANA Jurnal Hasil Penelitian

Volume 1, No. 2, Tahun 2021 164 Tabel 01

Skor Jawaban Responden

No Variabel Indikator Jumlah Rating Bobot (%) Skor 1 E-Learning

Personal 1610 8 0,24 1,83

Structural 1695 8 0,25 2,03

Active 1683 8 0,25 2,00

Connective 1664 8 0,25 1,95

2

Kompetensi Dosen

Menguasai dan Update Terhadap Perkembangan Internet

1728 8 0,12 1,01

Menguasai Ilmu

Pengetahuan Pokok dan Pendamping

1760 8 0,13 1,02

Kreative dan Inovatif

Dalam Meyajikan Materi 1709 8 0,12 0,99 Mampu Memotivasi

Mahasiswa 1745 8 0,13 1,03

Mampu Memilih Design

Pembelajaran 1735 8 0,13 1,02

Kemampuan Mengelola Sistem Pembelajaran

Online 1711 8 0,12 0,99

Ketepatan dalam Pemilihan Bahan Ajar

Online Learning 1710 8 0,12 0,99

Kemampuan dalam Mengontrol Proses

Pembelajaran 1732 8 0,13 1,02

3 Motivasi Belajar

Tingkat Antusias 1700 8 0,24 1,92

Kehadiran 1774 8 0,25 2,09

Keaktifan 1768 8 0,25 2,08

Penyelesaian Tugas 1822 9 0,26 2,21

4 Kualitas Belajar

Pengetahuan 1749 8 0,17 1,38

Pemahaman 1723 8 0,17 1,34

Penerapan 1736 8 0,17 1,36

Analisis 1727 8 0,17 1,34

Sintesis 1755 8 0,17 1,39

Evaluasi 1740 8 0,17 1,36

5 Efektivitas Belajar

Tujuan Pembelajaran 1653 8 0,25 1,92

Sarana dan Prasarana

Pembelajaran 1642 8 0,25 1,89

Kemampuan

Menggunakan Teknologi 1686 8 0,25 1,99

Efisiensi Waktu 1712 8 0,26 2,06

Sumber : Data Primer (diolah)

Berdasarkan hasil skor jawaban responden, dapat diketahui bahwa untuk variabel E-Learning yang diukur dengan empat indikator nilai skor tertinggi adalah pada indikator structural dengan nilai skor 2,03 yang berkaitan dengan pertanyaan

“Pembelajaran online dilakukan secara terstruktur, dosen menyiapkan silabus,

(8)

PRAMANA Jurnal Hasil Penelitian

Volume 1, No. 2, Tahun 2021

ISSN 2809-7556

PRAMANA Jurnal Hasil Penelitian

Volume 1, No. 2, Tahun 2021 165 materi pelajaran, media dan sumber belajar”. Hasil ini menunjukkan bahwa dalam proses pembelajaran daring, mahasiswa menginginkan setiap dosen untuk siap dengan struktur pembelajaran yang jelas. Dengan adanya struktur pembelajaran mahasiswa dapat belajar lebih efektif karena mengetahui dengan jelas materi serta perangkat yang akan digunakan dalam proses pembelajaran. Sudiksa (2020) menyatakan adanya e-learning akan terbentuk suatu budaya semangat belajar, dan melalui e-learning juga mendorong timbulnya ekspresi dalam diri mahasiswa untuk mau belajar menggali pengetahuan dan informasi sendiri secara aktif. Hal ini sesuai dengan pendapat Divayana (2017) yang menyebutkan bahwa kebutuhan fasilitas e-learning pada perguruan tinggi menjadi hal yang sangat penting.

Selanjutnya untuk variabel Kompetensi Dosen yang diukur dengan delapan indikator, nilai skor tertinggi pada indikator mampu memotivasi mahasiswa dengan nilai skor 1,03 yang berkaitan dengan pertanyaan “Dosen mampu memotivasi mahasiswa dalam bentuk penghargaan kepada mahasiswa yang lebih aktif dalam pengerjaan tugas ataupun kepada mahasiswa yang aktif dalam forum diskusi”. Whitaker dalam Rusman (2012) belajar adalah proses di mana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan dan pengalaman kegiatan belajar dan mengajar merupakan kegiatan yang paling pokok. Danim (2006) menyatakan bahwamutu proses pembelajaran mengandung makna bahwa kemampuan sumber daya lembaga pendidikan menransformasikan multi jenis masukan dan situasi mencapai derajat nilai tambah tertentu bagi peserta didik. Sehingga dapat dikatakan bahwa proses pembelajaran yang dilaksanakan dengan bervariasi yang lebih baik dalam meningkatkan mutu pendidikan.

Untuk variabel ketiga yaitu Motivasi Belajar yang diukur dengan empat indikator menunjukkan nilai skor tertinggi pada indikator penyelesaian tugas dengan nilai skor 2,21 yang berkaitan dengan pertanyaan “Mahasiswa dapat menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan dengan baik dan tepat waktu”. Dengan desain e-learning yang menarik maka mahasiswa akan termotivasi untuk belajar.

Melalu pembelajaran dengan elektronik bahan ajar bisa ditampilkan melalui media elektronik sehingga proses pembelajaran menjadi lebih menantang dan menarik bagi siswa (Wena, 2018).

Selanjutnya variabel Kualitas Belajar yang diukur dengan enam indikator menunjukkan bahwa nilai skor tertiggi adalah indikator sintesis dengan nilai 1,39 yang berakaitan dengan pertanyaan “Mahasiswa memperoleh inspirasi, mengembangkan pola pikir baru, dan mengembangkan metode belajar baru”.

Sejauh ini telah ada beberapa penelitian yang dilakukan untuk melihat bagaimana pembelajaran daring dilakukan di masa pandemi COVID-19 ini seperti yang dilakukan oleh Luh Devy Herliandry et al (2020), Sulata & Hakim (2020), Wahyu Aji Fatma Dewi (2020), dan Ali Sadikin & Afreni Hamidah (2020). Penelitian yang dilakukan oleh Firman & Sari Rahayu (2020) menunjukkan hasil bahwa mahasiswa perlu memiliki perangkat pembelajaran yang mendukung dan mampu melihat bahwa sistem pembelajaran daring yang fleksibel mampu membentuk kemandirian belajar dan motivasi belajar mahasiswa.

Terakhir, variabel Efektivitas Belajar yang diukur dengan empat indikator menunjukkan nilai skor tertinggi pada indikator efisiensi waktu dengan nilai 2,06 yang berkaitan dengan pertanyaan “Pemanfaatan waktu selama proses berlangsungnya kegiatan pembelajaran online dilakukan secara efektif”. Penelitian yang membahas tentang persepsi mahasiswa terhadap kuliah daring di masa pandemi COVID-19 seperti yang dilakukan oleh Aswasulasikin (2020), Suci Ferdiana (2020), Laode Anhusadar (2020), dan Nabila Hilmy Zhafira et al.(2020) yang menunjukkan bahwa mahasiswa lebih menyukai media pembelajaran daring

(9)

PRAMANA Jurnal Hasil Penelitian

Volume 1, No. 2, Tahun 2021

ISSN 2809-7556

PRAMANA Jurnal Hasil Penelitian

Volume 1, No. 2, Tahun 2021 166 yang sudah dikenal mereka dan pembelajaran akan terasa membosankan apabila tidak ada kreativitas dari dosen dalam pembelajaran.

IV. PENUTUP

Berdasarkan hasil tabulasi jawaban responden, dapat disimpulkan terkait dengan profil pembelajaran daring bahwa mahasiswa dan dosen perlu mencermati beberapa kondisi untuk memaksimalkan efektifitas pembelajaran. Beberapa temuan berdasarkan indikator yang digunakan yaitu dari aspek e-learning adalah pembelajaran dilakukan secara terstruktur. Kemudian kompetensi dosen yang menjadi perhatian utama adalah kemampuan memberikan motivasi kepada para mahasiswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Selanjutnya untuk motivasi belajar yang mendapat prioritas adalah penyelesaian tugas, sebab perkuliahan daring menggunakan sistem yang dapat diatur dengan waktu deadline pengumpulan tugas. Kemudian untuk kualitas belajar, menunjukkan bahwa mahasiswa mendapatkan inspirasi dan model belajar baru. Sedangkan untuk efektifitas belajar persepsi mahasiswa menunjukkan pemanfaatan waktu sudah dilakukan secara efektif. Agar hasil pembelajaran dengan menggunakan media darin dapat tercapai lebih maksimal,maka indikator-indikator lainnya perlu mendapat perhatian peningkatan. Selain itu, perlu dilakukan pengujian atau penelitian secara berkelanjutan untuk melakukan evaluasi ketercapaian sasaran- sasaran dalam pembelajaran daring.

DAFTAR PUSTAKA

Arizona, K., Abidin, Z., & Rumansyah, R. (2020). Pembelajaran Online Berbasis Proyek Salah Satu Solusi Kegiatan Belajar Mengajar Di Tengah Pandemi COVID-19. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 5(1), 64–70. https://

doi.org/10.29303/jipp.v5i1.111

Damayanthi, Adriana (2020). Efektivitas Pembelajaran Daring di Masa Pandemi Covid-19 Pada Perguruan Tinggi Keagamaan Katolik. Edutech 19(3), 2020.

Divayana, D. G. H. (2017). Evaluasi pemanfaat e-learning menggunakan model CSE-UCLA. Cakrawala Pendidikan. Th. XXXVI(2), 280-289.

Fitriasari, P., Tanzimah, T., & Sari, N. (2018). Kemandirian belajar mahasiswa melalui blended learning pada mata kuliah metode numerik. Jurnal Elemen, Vol. 4(1), 1. https://doi.org/10.29408/jel.v4i1.439.

Herliandry, L. D., Nurhasanah, N., Suban, M. E., & Kuswanto, H.

(2020).Pembelajaran Pada Masa Pandemi COVID-19. JTP - Jurnal Teknologi Pendidikan, 22(1), 65– 70. https://doi.org/10.21009/

jtp.v22i1.15286

Irhandayaningsih, A. (2020). Pengukuran Literasi Digital Pada Peserta Pembelajaran Daring di Masa Pandemi COVID-19. Anuva, 4(2), 231–240.

Jusmawati, Satriawati, Bellona Mardhatillah Sabillah (2020). Pengaruh pembelajaran berbasis daring terhadap minat belajar mahasiswa pgsd unimerz pada mata kuliah pendidikan matematika.

Karim, Bisyri Abdul (2020). Pendidikan Perguruan Tinggi Era 4.0 Dalam Pandemi Covid-19 (Refleksi Sosiologis). Education and Learning Journal Vol. 1, No.

2, Juli 2020, pp. 102-112

Karwati, Euis (2014). Pengaruh pembelajaran elektronik (e-learning) terhadap mutu belajar mahasiswa.

Kusnayat, Agus; Moh. Hifzul Muiz; Nani Sumarni; Agus Salim Mansyur; Qiqi Yuliati Zaqiah (2020). Pengaruh Teknologi Pembelajaran Kuliah Online di

(10)

PRAMANA Jurnal Hasil Penelitian

Volume 1, No. 2, Tahun 2021

ISSN 2809-7556

PRAMANA Jurnal Hasil Penelitian

Volume 1, No. 2, Tahun 2021 167 Era Covid-19 dan Dampaknya Terhadap Mental Mahasiswa. Jurnal Edukasi dan Teknologi Pembelajaran Volume 1, No. 2 Edisi Juni 2020 Mustakim. (2020). Efektivitas Pembelajaran Daring Menggunakan Media Online

Selama Pandemi COVID-19 Pada Mata Pelajaran Matematika the Effectiveness of E-Learning Using Online Media During the COVID19 Pandemic in Mathematics. Al Asma: Journal of Islamic Education, 2(1), 1–

12.

Mustofa, M. I., Chodzirin, M., Sayekti, L., & Fauzan, R. (2019). Formulasi model perkuliahan daring sebagai upaya menekan disparitas kualitas perguruan tinggi. Walisongo Journal of Information Technology, Vol. 1(2), 151.

https://doi.org/10.21580/wjit.2019.1.2.4067.

Ningsih, Desak Made Rai (2020). Pengaruh Metode Kuliah Online Terhadap Tingkat Pemahaman Materi Kuliah Hukum Investasi Pada Mahasiswa Universitas Teknologi Indonesia. Jurnal Pendidikan, Volume 21, Nomor 2, September 2020, 104-110

Oktavian, R., & Aldya, R. F. (2020). Efektivitas Pembelajaran Daring Terintegrasi di Era Pendidikan 4.0. Didaktis: Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Pengetahuan, 20(2), 129–135. https://doi.org/10.30651/ didaktis.v20i2.4763

Prayudi, Y. (2009). Prosiding seminar nasional aplikasi teknologi informasi (SNATI).

Kajian Awal: E-Learning REadiness Index (ELRI) sebagai model bagi evaluasi e-learning pada sebuah institusi, 2009 (Snati). Retrieved from http://journal.uii.ac.id/index.php/Snati/article/view/953/909.

Sudiksa IM , DGH Divayana, IWS Warpala (2020). Pengaruh e-learning dan lingkungan kampus terhadap minat belajar mahasiswa dengan motivasi belajar sebagai variabel mediasi. Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Sukerti, N. M. B. (2016). Pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing dan

motivasi belajar terhadap hasil belajar IPA. Tesis (Tidak diterbitkan).

Program Magister Teknologi Pembelajaran Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha.

Widiyono, A. (2020). Efektifitas Perkuliahan Daring (Online) pada Mahasiswa PGSD di Saat Pandemi Covid 19. Jurnal Pendidikan, 8(2), 169–177.

https://doi.org/10.36232/ pendidikan.v8i2.458

Yuniarti, R. D. (2010). Meningkatkan kualitas pembelajaran di Prodi Tata Niaga Jurusan pendidikan ekonomi FPEB-UPI. 8(16), 66–77.

Referensi

Dokumen terkait

Tugas Akhir ini merupakan hasil penelitian menggunakan pendeketan kualitatif yang mendeskripsikan bagaimana peran kemampuan metakognisi terhadap penyelesaian soal

Pelaksanaan penelitian ini dengan melalui tahapan-tahapan, yaitu: Studi Literatur, Pengumpulan Data Primer (data jumlah penumpang naik/turun , data waktu tempuh,

Untuk menilai efek dari pemberian filtrat buah buni (Antidesma bunius) terhadap sistem imun sistem imun natural (innate), maka dilakukan pengukuran jumlah

Pelaksanaan Penempatan TKI Swasta yang selanjutnya disebut PPTKIS adalah badan hukum yang telah memperoleh izin tertulis dari Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi

Hifa dari kedua cendawan ini tampak tumbuh di luar tubuh serangga dan menyelimuti tubuh inang bahkan sampai ke substrat dengan membentuk stroma sehingga inang tidak lagi

Kerangka Pemikiran menjelaskan teori yang relevan dengan masalah penelitian, kemudian diturunkan kedalam konsep-konsep/variabel-variabel yang hendak diteliti. dalam

Subkelas ini meliputi hubungan antara keterlibatan periodontal dependen (kelas I, kelas II, kelas V subkelas 1 dan 3) dan penyakit periodontal independen. Contoh subkelas

Keunikan-keunikan yang dapat kita temukan dalam gramatika bahasa Jepang adalah struktur S-K-O-P (Subyek, Keterangan, Obyek dan Predikat), dalam penyusunan kalimat bahasa