19
Jurnal Sain dan Teknologi TEKNIK UTAMA, Volume XVI, Nomor 3, Agstus 2021
ANALISA DAYA DUKUNG TANAH TERHADAP SOLDIER PILE UNTUK DINDING PENAHAN TANAH DI PROYEK THE PARC SOUTH CITY
Oleh:
Sempurna Bangun
Jurusan Teknik Sipil, Universitas Tama Jagakrasa
ABSTRAK
Laju pembangunan di Indonesia pada bebrapa tahun belakangan ini dapat dikatakan sangat pesat, mulai dari infrastruktur, apartemen, mall dan lain lain. Hal ini tidak luput dari pertumbuhan mansuia yang semakin meningkat. Soldier Pile ini adalah untuk menahan tanah bangunan yang berada disebelah proyek pembangunan, agar tidak mengakibatkan tanah pada galian longsor dan dinding bangunan sebelah tidak roboh dikarenakan beban dinding yang sangat berat. Ruang lingkup Penelitian ini berdasarkan pada rencana pekerjaan serta pengamatan secara langsung di lapangan dan pengambilan data. Dimana analisi ini bertujuan untuk mengetahui besarnya besar momen tahanan pada soldier pile dan mengetahui besarnya gaya guling. Maka di dapat momen tahanan 1.646 lebih besar dari 1.5 yang disyaratkan. Dan gaya guling adalah Tv = 15.548 x 4 = 62.192 kN.
Kata Kunci : Soldier Pile, dinding penahan tanah.
ABSTRACT
The pace of development in Indonesia in recent years can be said to be very fast, starting from infrastructure, apartments, malls and others. This can not be separated from the increasing human growth. This Soldier Pile is to hold the building land next to the construction project, so as not to cause landslides in the excavation and the building wall next to it does not collapse due to the very heavy wall loads. The scope of this research is based on the work plan as well as direct observation in the field and data collection. Where this analysis aims toto determine the magnitudeknow the magnitude of the moment of resistance on the soldier pile andof therolling force. Then the moment of resistance is 1,646 greater than the required 1.5. And the rolling force is Tv = 15,548 x 4 = 62,192 kN.
. Key words: Soldier Pile, retaining wall.
LATAR BELAKANG
Laju pembangunan di Indonesia pada bebrapa tahun belakangan ini dapat dikatakan sangat pesat, mulai dari infrastruktur, apartemen, mall dan lain lain. Hal ini tidak luput dari
pertumbuhan manusia yang semakin meningkat.
Dalam beberapa kasus pembangunan, perlu adanya penangan yang teliti, mengingat tiap tiap bangunan adalah tempat berkumpulnya manusia, adapun faktor yang harus diperhatikan
20
Jurnal Sain dan Teknologi TEKNIK UTAMA, Volume XVI, Nomor 3, Agstus 2021 ialah kelayakan daya dukung tanah
terhadap pondasi pondasi yang berada diatasnya, maka perlu adanya peninjauan lebih lanjut mengenai daya dukung tanah itu sendiri, mengingat bahwa pondasi adalah jantung dari suatu bangunan yang akan di bangun.
Soldier pile adalah dinding penahan tanah pada suatu galian yang terdiri dari rangkaian/barisan tiang bor yang terbuat dari beton yang dicor di tempat (cast in situ). Sebagai struktur penahan tanah, soldier pile dapat digunakan pada hampir semua jenis tanah.( Pangersa, 2019)
TUJUAN PENELITIAN
Adapun tujuan dari penelitian ini sebagai berikut:
1. Mengetahui besarnya besar momen tahanan pada soldier pile
2. Mengetahui besarnya gaya guling MANFAAT PENELITIAN
1. Untuk mengetahui karakteristik dari tanah itu sendiri, khususnya daya dukung tanah yang nantinya akan menopang beban pondasi.
2. Untuk mengetahui bagimana berapa besaran berat yang dapat dipikul oleh tanah keras pada kedalaman tertentu 3. Untuk mengatahui seberapa dalam
kebutuhan tiang pile agar dapat dikatakan aman untuk penahan tanah DEFINISI TANAH
Tanah merupakan bagian terluar dari bumi, yang tersusun dari material dan bahan organik dan tanah adalah satu komponen penting di bumi, karena adalah penunjang kehidupan semua makluk hidup. Dalam hal konstruksi tanah sama pentingnya sebagai jiwa suatu bangunan, bagaimana tidak bangunan itu sendiri berdiri di atas pondasi yang tertanam di dalam tanah, namun dalam bidang konstruksi banyak penangan yang berbeda beda tergantung dari jenis tanah yang akan di gunakan, dan perlu
adanya perhatian khusus dalam memperhitungkan daya dukung tanah.
TEKANAN TANAH LATERAL
Tekanan lateral tanah adalah tekanan oleh tanah pada bidang horizontal. Contoh aplikasi teori tekanan lateral adalah untuk desain-desain seperti dinding penahan tanah, dinding basement, terowongan, dll.
Tekanan lateral tanah dapat dibagi menjadi kategori, yaitu:
1. Jika dinding tidak bergerak K menjadi koefisien tekanan tanah diam (K0) 2. Jika dinding bergerak menekan ke arah
tanah hingga runtuh, koefisien K mencapai nilai maksimum yang dinamakan tekanan tanah pasif (Kp) Jika dinding menjauhi tanah, hingga terjadi keruntuhan, nilai K mencapai minimum yang dinamakan tekanan tanah aktif (Ka) Gambar berikut ini mendeskripsikan tentang arah pergerakan dinding menurut tekanan lateral Berdasarkan Arah Pergerakan Dinding
Gambar 2. 1 Jenis Tekanan Tanah TEKANAN TANAH AKTIF (Ka)
Disebut tekanan tanah aktif jika tekanan yang bekerja mengakibatkan dinding menjauhi tanah yang ditahan, seperti ditunjukkan oleh gambar di bawah ini:
Gambar 2. 2 Tekanan Tanah Aktif
21
Jurnal Sain dan Teknologi TEKNIK UTAMA, Volume XVI, Nomor 3, Agstus 2021 Keruntuhan tanah mengikuti prinsip
lingkaran Mohr (Mohr-Coulomb). Jika pergerakan dinding membuat Δx semakin besar, maka pada akhirnya, lingkaran Mohr akan menyentuh garis keruntuhan (Menurut Rankine, sudut keruntuhan adalah sebesar 45 + 2/' ), sehingga keruntuhan akan terjadi.
Tahanan geser tanah mengikuti persamaan :
𝜏𝑓 = 𝑐′+ 𝜎𝑣′tan ∅
Gambar 2. 3 Lingkaran Mohr Tekanan Aktif
Besar gaya-gaya yang bekerja
mengikuti persamaan sebagai berikut:
σv´ = σ´1 σh´ = σ´3
Karena Ka = tan2 (45 – 2/' ), maka besar tekanan saat terjadi keruntuhan menggunakan persamaan yang dikenal dengan nama Bell’s Equation, yaitu
TEKANAN TANAH PASIF (Kp) Disebut tekanan tanah pasif jika tekanan yang bekerja mengakibatkan dinding mendekati tanah yang ditahan.
Gambar 2. 4 Tekanan Tanah Pasif Keruntuhan tanah mengikuti prinsip lingkaran Mohr (Mohr-Coulomb). Jika pergerakan dinding membuat Δx semakin besar, maka pada akhirnya, lingkaran Mohr akan menyentuh garis keruntuhan.
Tahanan geser tanah mengikuti persamaan
Gambar 2. 5 Lingkaran Mohr Tekanan Pasif
Besar gaya-gaya pada gambar di atas adalah sebagai berikut:
Karena Kp = tan2 (45 + ϕ´/2), maka besar tekanan lateral saat terjadi keruntuhan mengikuti persamaan:
Resultan tekanan pasif akibat beban luar dan pengaruh air dapat dideskripsikan
Gambar 2. 6 Resultan Tekanan Tanah Pasif
22
Jurnal Sain dan Teknologi TEKNIK UTAMA, Volume XVI, Nomor 3, Agstus 2021 Total tekanan tanah yang bekerja
dirumuskan sebagai berikut: Pp = 0,5γ∙H∙Ka + 2c∙√Ka Jika permukaan tanah yang ditahan, pada permukaan atas elevasinya meningkat, maka rumus mencari Kp adalah:
Daya Dukung Ijin dan Faktor Keamanan Pondasi Tiang
Daya dukung ijin pondasi tiang Qa, untuk beban aksial umumnya diperoleh dengan membagi daya dukung ultimit dengan faktor keamanan baik secara keseluruhan atau dengan masing-masing faktor keamanan pada selimut tiang dan pada tahanan ujungnya
Untuk beban aksial tarik dianjurkan menggunakan faktor keamaan yang lebih tinggi karena keruntuhan akibat beban tarik umumnya lebih bersifat tiba-tiba.
Berdasarkan kriteria-kriteria diatas maka faktor keamanan dapat ditentukan berdasarkan tabel 2.1. dibawah ini
Tabel 2. 1 Faktor Keamanan Untuk Pondasi Tiang
Daya Dukung Pondasi Tiang Pancang Berdasarkan CPT dan SPT
Cara statik membutuhkan parameter tanah yang umumnya tidak tersedia secara kontinu sepanjang tiang, maka terdapat
resiko karena menggunakan parameter untuk mewakili suatu lapis tanah yang memiliki kuat geser dengan suatu rentang.
Kecenderungan baru adalah menggunakan data uji lapangan yang lebih bersifat kontinu, yaitu data CPT (sondir) dan SPT.
a. Penentuan daya dukung pondasi tiang berdasarkan hasil uji CPT (sondir) mengikuti persamaan berikut:
Untuk mendapatkan daya dukung selimut tiang maka digunakan persamaan berikut:
+
=
= =
D
z
L
d z
s s S
s c
s
s f A f A
D K z
Q
8
0 8
, . . .
8
Ks dan Kcadalah faktor reduksi yang tergantung kepada kedalaman dan nilai gesekan selimut f.
b. Penentuan daya dukung pondasi tiang berdasarkan hasil uji SPT mengikuti persamaan berikut
Nb = harga N-SPT pada elevasi dasar tiang
Ap = luas penampang dasar tiang (m2) As = luas selimut (m2)
N = harga N-SPT rata-rata
Untuk tiang dengan desakan tanah yang kecil seperti tiang bor dan tiang baja H, maka daya dukung selimut hanya diambil separuh dari persamaan di atas menjadi:
S p
b
u N A N A
Q =40 . +0.4. .
Harga batas untuk Nb adalah 40 dan harga batas 0.2 N adalah 10 ton/m2.
23
Jurnal Sain dan Teknologi TEKNIK UTAMA, Volume XVI, Nomor 3, Agstus 2021 Perancangan Pondasi Tiang Bor
Hal-hal yang mengakibatkan perbedaan tersebut diantaranya :
a. Tiang bor dilaksanakan dengan cara menggali lubang bor dan mengisinya dengan material beton, sedangkan tiang pancang dimasukan ke tanah dengan mendesak tanah disekitarnya.
b. Beton dicor dalam keadaan basah dan mengalami masa curing di bawah tanah.
c. Kadang-kadang digunakan casing untuk kestabilan dinding lubang bor dan dapat casing tersebut tidak dicabut karena kesulitan lapangan.
d. Kadang-kadang digunakan slurry untuk kestabilan lubang bor yang dapat membentuk lapisan lumpur pada dinding galian yang mempengaruhi mekanisme gesekan tiang dengan tanah
e. Cara penggalian lubang bor disesuaikan dengan kondisi tanah Manfaat pemakaian pondasi tiang bor adalah :
a. Metode desain semakin andal, berbagai metode desain yang rasional telah dikembangkan untuk berbagai macam pembebanan dan kondisi tanah
b. Kepastian kedalaman elevasi ujung pondasi/lapisan pendukung.
c. tanah galian. Keandalan dari desain pondasi hanya baik bila kondisi tanah diketahui
d. Dapat dilakukan pada berbagai jenis tanah. Pondasi tiang bor umumnya dapat dikontruksi pada hampir semua jenis tanah.
e. Gangguan lingkungan yang minimal. Suara getaran dan gerakan dari tanah sekitarnya dapat dikatakan minimum.
f. Terhadap perubahan kontruksi, kontraktor dapat dengan mudah mengikuti perubahan diameter atau panjang tiang bor untuk
mengkompensasikan suatu kondisi yang tidak terduga.
rumus kapasitas daya dukung tunggal pondasi dinyatakan dengan:
Daya dukung ujung (Qp)
Daya dukung ultimit pada ujung tiang bor dinyatakan sebagai berikut:
A q
QP = P dimana:
QP= daya dukung ultimit tiang (ton) qP= tahanan ujung per satuan luas (ton/m2) A = luas penampang tiang bor (m2)
Pada tanah kohesif besarnya tahanan ujung per satuan luas qPdapat diambil sebesar 9 kali kuat geser tanah.
Daya dukung selimut (Qs)
Perhitungan daya dukung selimut tiang pada tanah homogen dapat dituliskan dalam bentuk :
p L f QS = Dimana:
QS =daya dukung ultimit selimut tiang (ton)
f = gesekan selimut tiang per satuan luas (ton/m2)
L = panjang tiang (m)
p = keliling penampang tiang (m)
Besarnya nilai gesekan selimut per satuan luas dipengaruhi oleh jenis tanah dan parameter kuat geser tanah. Untuk tanah kohesif dan tanah non kohesif dapat menggunakan persamaan:
Tanah Kohesif:
cu
f = dimana:
= faktor adhesi
cu = kohesi tanah (ton/m2)
Berdasarkan hasil penelitian Reese faktor koreksi ( ) dapat diambil sebesar 0.55.
Pada tanah non-kohesif, nilai f dapat diperoleh dari korelasi langsung dengan NSPT.
Bila tiang bor pada tanah berlapis maka persamaan dapat dimodifikasi menjadi:
24
Jurnal Sain dan Teknologi TEKNIK UTAMA, Volume XVI, Nomor 3, Agstus 2021
=
= n
i i i
s f l p
Q
1
dimana:
Qs= daya dukung ultimit selimut (ton) fi = gesekan selimut tiang per satuan luas
ke-i (ton/m2)
li = panjang segmen tiang pada lapisan ke-i (m)
p= keliling penampang tiang (m) Hasil dan Pembahasan
Pengujian Standard Penetration Test (SPT) dilakukan di lubang bor pada interval 1.00 m dan 1.5 m, penumbuk seberat 140 lbs dijatuhkan dari ketinggian 30 inci secara semi automatic. Setiap SPT dilaksanakan 3 kali 15 cm penetrasi dimana 15 cm dan penetrasi pertama tidak dihitung.
Tabel 4. 1 Hasil Sondir
Tabel 4. 2 Hasil Bor Log
Berdasarkan data sondir kondisi lapisan tanah pondasi adalah sebagai berikut : Titik kedalaman 0.20 meter sampai 17.00 meter, nilai conus resistance berkisar antara 3 kg/cm2 sampai 7 kg/cm2.
Kedalaman 17.20 meter sampai 20.0 meter, nilai conus resistence berkisar antara 19 kg/cm2 sampai 21 kg/cm2.
25
Jurnal Sain dan Teknologi TEKNIK UTAMA, Volume XVI, Nomor 3, Agstus 2021 Analisis Daya Dukung Tanah Dengan
Muka Air Tanah -1.00 m
Dari hasil pengujian di laboratorium dan di lapangan didapat data-data tanah pada kedalaman 4.2 m dan data-data dinding penahan tanah sebagai berikut:
= 1.54 t/m3= 15.4 kN/m3
w = 1 t/m3 = 10 kN/m3 C = 0.134 kg/cm2
= 120 Nc = 8.68 Nq = 2.22 N = 0.66
Tinggi Dinding Tanah = 4.2 m
Ka
q
p1 = . =10 x 0.656 = 6.56 kN/m2
(
q z)
Kap2 = + 1 = (10+ 15.4 x 1m) 0.656
= 16.662 kN/m2
a w dx K z
q
p2'=( +( 1)+( − ) ) = (10+
(15.4 x 1 m)+(15.4-10.0)x 0) x 0.656=
16.662 kN/m2
a
w H z K
z q
p3 =( +( 1)+( − )( − 1) = (10+(15.4 x 1 m)+(15.4-10.0)x 3.2) x 0.656
= 27.998 kN/m2
1 = 6.56 x 1 m = 6.56 kN p2 = 10.102 x ½ 1 m = 5.051kN
p2’ = 16.662 x ½ 3.2 m
= 26.659 kN
p3+pw =43.33x½ 3.2 m
= 69.328kN
y1 = 3.2 + 0.5 x 1 m
= 3.7 m
y2 = 3.2 + 1/3 x 1 m
= 3.533
y2’ = ½ x 3.2 m
= 1.6 m kN
y2 = 1/3 x 3.2 m
= 1.067 m pi
R= = 6.56 + 5.051 + 26.659 +69.328 = 107.598
jumlahkan momen-momen untuk y :
107.598 y = (6.56 x 3.7) + (5.051 x 3.533) + (26.659 x 1.6) + (69.328 x 1.067) 107.598
y = 158.745
y = 158.745/107.598
= 1.475 m
Gaya geser V =R.= 107.598 kN.
Momen guling (M):
Momen M = R.y = 107.598 x 1.475 = 158.707 kNm
Gaya angker T yang bekerja : T-R = 0
T = R
Th1 + Th2 + Th3 + Th4 = R
T cos 300 + T cos 300 + T cos 300 + T cos 300 = R
0.866 x 4 x T = R
T = R/3.464 = 0.289 R = 0.289 x 107.598 kN = 31.096 kN
26
Jurnal Sain dan Teknologi TEKNIK UTAMA, Volume XVI, Nomor 3, Agstus 2021 Momen perlawanan yang diakibatkan oleh
4 (empat) buah angker yaitu
= +
+ +
=T(3.36 2.52 1.68 0.84) MT
31.096 x 8.4 = 261.206 kNm Faktor Keamanan
= 158.707 206 .
= 261 M MT
= 1.646 > 1.5 ...OK
Gaya-gaya vertikal yang membantu menahan gaya guling. Besarnya gaya vertikal adalah
Tv1 + Tv2 + Tv3 + Tv4 = Tv
T sin 300 + T sin 300 + T sin 300 + T sin 300 = Tv
Tv = 15.548 x 4 = 62.192 kN
Jadi gaya angker T menahan gaya-gaya aktif (R) yang bekerja pada dinding penahan tanah. Anggapan selimut beton ujung 8 cm dan batang-batang penulangan c.g.s atau pusat gravitasi terhadap luasan baja dari penulangan geser vertikal dari bidang belakangnya adalah
c.g.s = 8 cm + 2
7 .
0 = 8.35 cm
Untuk geser : vc atau gaya geser total yang dipikul beton untuk balok lebar = 13.4 ksf dan untuk suatu faktor beban (LF) sebesar 2.
( )
LFR d
vc. = . 13.4 d = .(2)
444 . 4
707 . 158
d = 5.325 cm < 14.63 cm tersedia geser yang baik.
Analisis Daya Dukung Dengan Muka Air Tanah -1.50 m
Dari hasil pengujian di laboratorium dan di lapangan didapat data-data tanah pada kedalaman 4.2 dan data-data dinding penahan tanah sebagai berikut:
= 1.54 t/m3= 15.4 kN/m3
w = 1 t/m3 = 10 kN/m3 C = 0.134 kg/cm2
= 120 Nc = 8.68 Nq = 2.22 N = 0.66
Tinggi Dinding Tanah = 4.2 m
Ka
q
p1 = . =10 x 0.656 = 6.56 kN/m2
(
q z)
Kap2 = + 1 = (10+ 15.4 x 1.5m) 0.656 = 21.714 kN/m2
a w dxK z
q
p2'=( +( 1)+( − ) ) = (10+
(15.4 x 1.5 m)+(15.4-10.0)x 0) x 0.656 = 21.714 kN/m2
a
w H z K
z q
p3 =( +( 1)+( − )( − 1) = (10+(15.4 x 1.5 m)+(15.4-10.0)x 2.7) x 0.656= 31.278 kN/m2
Dengan memakai segitiga-segitiga dan empat persegi panjang maka gaya dinding total itu adalah jumlah dari beberapa daerah dan gaya-gaya tersebut bekerja pada titik berat dari masing-masing daerah sehingga dapat menjumlahkan momen-momen yang bekerja.
i iy p y R =
p1 = 6.56 x 1 m
27
Jurnal Sain dan Teknologi TEKNIK UTAMA, Volume XVI, Nomor 3, Agstus 2021
= 6.56 kN
p2 = 15.154 x ½ 1.5 m
= 11.366 p2’ = 21.714 x ½ .2.7 m
= 29.314
p3+pw = 63.278 x ½ 2.7 m
= 85.425 kN
y1 = 2.7 + 0.5 x 1.5 m
= 3.45 m kN
y2 = 2.7 + 1/3 x 1.5 m
= 3.2 m kN
y2’ = ½ x 2.7 m = 1.35 m y2 = 1/3 x 2.7 m = 0.9 m
pi
R= = 6.56 + 11.366 + 29.314 + 85.425 = 132.665
jumlahkan momen-momen untuk y : 132.665 y = (6.56 x 3.45) + (11.366 x 3.2) + (29.314 x 1.35) + (85.425 x 0.9) 132.665
y = 175.460
y = 175.460/132.665 = 1.323 m Gaya geser V =R.= 132.665 kN.
Momen guling (M):
Momen M =R.y
= 132.665 x 1.323 = 175.516 kNm.
Gaya angker T yang bekerja : T-R = 0
T = R
Th1 + Th2 + Th3 + Th4 = R
T cos 300 + T cos 300 + T cos 300 + T cos 300 = R
0.866 x 4 x T = R
T = R/3.464 = 0.289 R = 0.289 x 175.516 kN = 50.724 kN
Momen perlawanan yang diakibatkan oleh 4 (empat) buah angker yaitu
= +
+ +
=T(3.36 2.52 1.68 0.84) MT
50.724 x 8.4 = 426.082 kNm Faktor Keamanan
= 175.516 082 .
= 426 M MT
=2.428> 1.5 ...OK
Gaya-gaya vertikal akibat menjadi gaya yang membantu menahan gaya guling.
Besarnya gaya vertikal adalah Tv1 + Tv2 + Tv3 + Tv4 = Tv
T sin 300 + T sin 300 + T sin 300 + T sin 300 = Tv
Tv = 15.548 x 4 = 62.192 kN Analisis Perbandingan Daya Dukung Soil Nailing Dengan Muka Air Tanah -1.50 m dengan Muka Air Tanah -1.0 m Dari perbandingan hasil dengan ketinggian muka air yang berbeda ternyata diketahui faktor keamanan dari dengan kedalaman muka air tanah -1.5 m di bawah permukaan tanah menunjukkan nilai lebih besar bila dibandingkan dengan faktor keamanan dari soil nailing dengan kedalaman muka air tanah -1.0 m. Hal ini disebabkan pengaruh air tanah yang menimbulkan gaya aktif yang lebih besar sehingga mengurangi daya dukung besarnya yang dipasang. Untuk mengatasi hal tersebut muka air tanah diturunkan di bawah dinding tanah yaitu di bawah -4.2 m sehingga gaya aktif yang disebabkan oleh muka air tanah hilang dan menaikkan faktor keamanan dari daya dukung dinding penahan tanah dengan yang digunakan.
Di samping ada gaya horisontal ada gaya gaya vertikal akibat menjadi gaya yang membantu menahan gaya guling. Besarnya gaya vertikal adalah Tv = 15.548 x 4 = 62.192 kN. Besarnya gaya ini juga sangat membantu dalam menahan gaya guling
28
Jurnal Sain dan Teknologi TEKNIK UTAMA, Volume XVI, Nomor 3, Agstus 2021 akibat gaya aktif dari beban tanah yang
bekerja setelah proses konstruksi.
Kesimpulan
1. Dari hasil analisi yang dilaksanakan pada dinding penahan tanah didapat besar momen tahanan 1.646 lebih besar dari 1.5 yang disyaratkan.
2. Di samping ada gaya horisontal, ada gaya gaya vertikal akibat menjadi gaya yang membantu menahan gaya guling.
Besarnya gaya vertikal adalah Tv = 15.548 x 4 = 62.192 kN dan besarnya gaya ini juga sangat membantu dalam menahan gaya guling akibat gaya aktif dari beban tanah yang bekerja setelah proses konstruksi.
Saran
1. Perlu adanya peningkatan momen tahanan, karna tidak menutup kemungkian bahwa dalam beberapa tahun kedepan akan terjadi pembangunan lainnya yang mengakibatan bertamahnya beban tahanan
2. Meskipun sudah di katakan bahwa besarnya gaya guling dapat membantu menahan gaya aktif setelah konstruksi, maka perlu adanya perhatian khusus mengenai perawatan secara berkala DAFTAR PUSTAKA
Arintah Indah Dwi Syafiarti, F. H. (2020).
Analisis Perbandingan Stabilitas Retaining Wall Soldier Pile Dengan Reinforced Earth Wall.
Jurnal Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 Mei 2020 , 1-6.
Enden Mina, R. i. (2015). Analisis Kelongsoran Galian Besment Menggunakan Dinding Penahan Soldier Pile Dengan Sofware Plaxis. 1-9.
Haryo Konco Buwono, B. A. (2015).
Simulasi Stabilitas Tanah Berkohesi Rendah Akibat
Penggunaan Soldier Pile Dengan Permodelan Plaxis Dan GoeStudi.
1-6.
Lalu Ilham Budiman, P. M. (2018).
Perencanaan Penanganan Penggerakan TTanah Dengan Metode Spldier Pile Di STA.
07+100 Jalur Pipa Penyalot Km 53-SKG Bontang. 1-19.
Siregar, P. M. (2019). Analisis Stabilitas Soldier Pile Sebagai Dinding Penahan Tanah Dengan Metode Elemen Hingga Pada Gedung Menara BRI.
Suandi, T. R. (2014). Evaluasi Penggunaan Dinding Penahan Tanah Pada Tanah Berkohesi Rendah Terhadap Penambahan Soldier Pile. Jurnal konstruksi Volume 6 nomor 1 Desember 2014, 103-112.
Uppit Yuliani, S. W. (2011). Desain Soldier Pile Dengan Plaxis Menggunakan Permodelan Hardening Soil.
Proceeding Pesat (Pesikologi, Ekonomi, Sastra, Arsitektur dan Sipil) Vol. 4 November 2011 ISSN : 1858-2559, 20-24.
Yohanes Wiraatmaja, M. H.. Pergerakan Tanah Laateral Akibat Proses Pemancangan Tiang. 1-8.