8
BAB III
PELAKSANAAN KERJA MAGANG
3.1. Kedudukan dan Koordinasi 1. Kedudukan
Selama melakukan proses magang di BootUP, penulis berkedudukan sebagai videographer dan editor. Penulis bertugas dalam pengambilan gambar dan melakukan editing untuk konten-konten video yang dibutuhkan oleh perusahaan ini. Konten-konten tersebut seperti video promosi, video workshop, serta video-video lain yang dibutuhkan oleh perusahaan. Selain itu penulis juga memiliki tugas untuk melakukan pemotretan untuk konten promosi bagi perusahaan.
2. Koordinasi
Dalam mengerjakan tugasnya, penulis berkoordinasi dengan bagian kreatif lainnya untuk memastikan konten yang dibuat memiliki tampilan yang serupa. Meskipun penulis berada di dalam divisi kreatif, penulis mendapatkan tugas dan arahan dari Luqyana Yasmin (Marketing &
Admission Executive) dan Windy Anindya (VP of Marketing & Product).
Lalu penulis akan menggunakan arahan tersebut sebagai gambaran dalam melakukan proses pengambilan gambar maupun editing dari proyek tersebut. Selama produksi, penulis bekerja bersama rekan penulis dalam melakukan pengambilang gambar, juga bisa dibantu oleh rekan magang dari divisi marketing maupun Yasmin untuk menanyakan pertanyaan.
Sedangkan proses editing bisa dilakukan oleh penulis ataupun rekan penulis sesuai dengan penugasan. Setelah melakukan tugasnya, penulis akan mengunggah hasil pekerjaannya dan menunggu keputusan dari Windy yang juga merupakan pembimbing lapangan ataupun Yasmin. Kemudian dilanjutkan dengan revisi yang bisa diberikan oleh Windy maupun Yasmin.
9
Gambar 3.1. Bagan koordinasi
3.2. Tugas yang Dilakukan
Selama magang, penulis melakukan berbagai macam tugas yang berhubungan dengan bidang kreatif untuk konten-konten dari BootUP. Berikut merupakan tugas- tugas yang dilakukan oleh penulis selama melakukan kerja magang:
Tabel 3.1. Detail pekerjaan yang dikerjakan
No. Minggu Proyek Keterangan
1 1 (3 – 7 Februari 2020)
• Masterclass Rino
• Bootcamp
1. Editing video teaser untuk Masterclass Rino.
2. Editing video Q&A untuk Masterclass Rino.
3. Membuat asset untuk video promo Bootcamp.
2
2 (10 – Februari 14
2020)
• Company profile
• Bootcamp
• GIF Instagram
• Expert Videos
1. Shooting Company Profile dengan Marco dan tim.
2. Membuat motion graphic untuk video promo Bootcamp 3. Membuat GIF untuk Instagram 4. Shooting dengan expert di
Noble House
10 3 3 (18-21
Februari 2020)
• Masterclass Ivan Suganda
• Masterclass Rino
• Masterclass Rachel
• Masterclass Nicholas
1. Editing video teaser untuk Masterclass video teaser untuk Masterclass Ivan Suganda.
2. Melakukan revisi editing untuk video teaser Mastercals Rino.
3. Editing video teaser untuk Masterclass Rachel.
4. Editing video teaser untuk Masterclass Nicholas.
4
4 (24 – Februari 28
2020)
• Konten YouTube (Bootcamp)
• Masterclass Julie Tan
• Photoshoot Janice
• Expert Talk Florentin
1. Mempersiapkan keperluan dan gambaran untuk shooting konten YouTube.
2. Editing video teaser untuk Masterclass Julie Tan.
3. Melakukan photoshoot Janice.
4. Shooting untuk konten YouTube (Bootcamp).
5. Editing video Expert Talk Florentin 1.
5 5 (2 – 5 Maret 2020)
• Expert Talk Florentin
• GIF Janice
1. Mengedit video Expert Talk Florentin 2.
2. Melakukan revisi video Expert Talk Florentin.
3. Melakukan editing foto-foto Janice untuk GIF.
4. Membuat GIF Janice.
6 6 (9 – 13 Maret 2020)
• GIF Janice
• Class Session photoshoot
• Business to Business photoshoot
• Company profile
1. Editing dan membuat GIF Janice.
2. Melakukan photoshoot untuk Class Session.
3. Melakukan photoshoot untuk Business to Business.
4. Editing rough cut video company profile
7
7 (16 – Maret 20 2020)
• Company profile
• Online Bootcamp
1. Editing dan revisi rough cut video company profile
2. Editing video Online Bootcamp untuk IG Story 8
8 (23 – Maret 27 2020)
• Company profile
• Online Bootcamp
1. Revisi video Online Bootcamp 2. Revisi video company profile 3. Editing video Online
Bootcamp untuk IG Feed 9
9 (30 Maret –
3 April 2020)
• Editorial Plan videos
• Kaizen students videos
1. Membuat template Editorial Plan videos
2. Editing Editorial Plan video 1
11 3. Editing Kaizen students videos
dan membuat opening bumper video
10 10 (6 – 9 April 2020)
• Opening bumper video
• Kaizen students videos
• Editorial Plan videos
• Company profile
1. Revisi video opening bumper 2. Editing dan revisi video
Kaizen students 1-7
3. Revisi video Editorial Plan 1 4. Revisi video company profile
11 11 (13 – 17 April 2020)
• Editorial Plan videos
• Online Bootcamp ads (1 month & 3 months) videos
1. Editing video Editorial Plan 2 2. Revisi video Editorial Plan 3. Editing video Online
Bootcamp ads (1 month & 3 months)
4. Editing video Editorial Plan 3 dan 4
5. Revisi video Editorial Plan 6. Editing video Editorial Plan 5
dan 6
12 12 (20- 24 April
2020)
• Company profile
• Online testimony video
1. Melakukan color correction video company profile
2. Membuat vector untuk peta BootUP
3. Editing video online testimony 4. Editing vector untuk peta
BootUP
5. Membuat motion graphic peta BootUP
6. Melakukan correction terhadap audio dalan video company profile
13 13 (27 – 30 April 2020)
• Webinar video
• Company profile
• Kinetic ads video
1. Editing video webinar
2. Menambahkan subtitle pada video company profile
3. Melakukan revisi video company profile
4. Editing video kinetic ads 5. Melakukan revisi pada video
kinetic ads
6. Editing video kinetic ads untuk IG Story
12 3.3. Uraian Pelaksanaan Kerja Magang
Sebagai videographer dan editor penulis tentunya memiliki 2 jenis pekerjaan, yaitu pengambilan gambar dan editing video. Selama kerja magang, penulis memiliki berbagai proyek yang berbeda. Setiap hari penulis memiliki tugas-tugas tertentu yang sudah diberikan. Beberapa tugas tersebut adalah video company profile, video Bootcamp, dan motion graphic Online Bootcamp ads.
3.3.1. Proses Pelaksanaan 3.3.1.1. Video Company Profile
Penulis memiliki tugas untuk membuat video company profile bersama dengan rekan intern. Sebelumnya BootUP sudah memiliki video company profile. Namun BootUP ingin memperbarui video company profile mereka sehingga lebih sesuai dengan perusahaan.
1. Pra Produksi
Pada tahap ini penulis dan rekan yang akan melakukan shooting untuk video company profile melakukan briefing bersama yang dipimpin oleh Windy Anindya yang merupakan VP of Marketing & Product. Selama briefing, penulis dan rekan diberikan penjelasan mengenai hasil video yang ingin dicapai, penjelasan juga diperjelas dengan adanya Google Slides berisi referensi dan storyboard. Di tahap ini penulis juga diberikan list pertanyaan yang akan ditanyakan oleh rekan intern dari divisi lain, sebagai gambaran konten dari video tersebut. Contoh pertanyaan tersebut adalah “what is BootUP?” dan juga terdapat pertanyaan-pertanyaan lainnya. Penulis dan rekan kemudian mempersiapkan alat-alat yang dibutuhkan untuk shooting yaitu kamera, lensa, tripod, memory card, dan clip-on. Selain itu, penulis dan rekan juga menentukan waktu yang tepat untuk melakukan shooting.
Untuk proyek company profile, beberapa anggota tim ditugaskan pekerjaan yang berbeda-beda. Penulis bertugas sebagai videographer dan editor. Terdapat rekan penulis yang bekerja sebagai videographer untuk mengambil shot yang berbeda, lalu terdapat juga 2 rekan intern yang
13 bertugas mengajukan pertanyaan interview dan mengambil gambar behind the scenes. Selain itu penulis dan rekan juga harus memperhatikan lokasi yang akan digunakan sebagai set. Pada proyek company profile, penulis diberitahu bahwa proses produksi akan ditangani oleh para intern.
2. Produksi
Proses produksi dilakukan pada 10 Februari 2020. Penulis dan rekan pertama-tama mempersiapkan lokasi untuk shooting. Lokasi shooting berada di common area lantai 9 di South Quarter Dome. Lokasi ini dipilih karena suasananya yang sesuai dengan look yang diinginkan, serta pencahayaan yang optimal. Shooting ini dilakukan menggunakan pencahayaan dari matahari dan lampu ruangan, karena tidak terdapat peralatan lighting tambahan. Dalam shooting kali ini, penulis dan rekan menggunakan 2 kamera Canon. Penulis menggunakan kamera Canon 80D dan lensa 18-135mm kit dan lensa 50mm f1.8, lalu rekan penulis menggunakan kamera Canon 60D dan lensa 50mm f1.4. Penulis juga mempersiapkan clip-on untuk merekam audio.
Gambar 3.2. Lokasi shooting company profile (Sumber: www.google.com)
Penulis dan rekan menentukan 2 angle yang berbeda untuk shooting utama, yaitu shooting bersama CEO dari BootUP. Pertama penulis dan
14 rekan menyiapkan kamera masing-masing dan memastikan setting dan angle kamera sudah sesuai. Penulis dan rekan juga mengatur tata lokasi agar dapat memberikan kedalaman pada video. Kemudian penulis juga memasang clip-on pada CEO dan menyambungkannya ke handphone sebagai alat perekam audio. Setelah penulis memastikan bahwa peralatan sudah siap, penulis dan rekan-rekan memulai proses perekaman gambar.
Shooting pertama merupakan sesi interview dengan CEO dari BootUP yaitu Marco. Pada shooting kali ini, penulis mengambil shot-shot cover selama interview dilakukan. Sedangkan rekan penulis bertugas mengambil master shot. Penulis mengambil footage medium close-up untuk shot cover. Hal tersebut dilakukan untuk menunjukkan lebih jelas ekspresi Marco saat berbicara, namun tanpa membawa penonton terlalu dekat.
Gambar 3.3. Shot medium close-up Marco (Sumber: Dokumentasi Perusahaan)
Posisi Marco diatur duduk menghadap jendela agar pencahayaan yang didapat maksimal. Penulis mengambil take tanpa tripod karena saat itu tidak tersedia tripod tambahan yang sesuai untuk digunakan. Hal tersebut membuat pengambilan gambar yang shaky. Setelah melakukan pengambilan beberapa take, penulis dan rekan memastikan video sudah terekam dengan baik. Setelah itu rekan penulis melakukan beberapa pengambilan foto Marco untuk keperluan perusahaan.
15 Kemudian shooting dilanjutkan dengan pengaturan ulang ruangan dan perabotan untuk sesi shooting dengan seluruh anggota tim. Penataan dikembalikan ke posisi awal, karena anggota tim akan diposisikan di sofa.
Shot-shot yang diambil berupa momen-momen interaksi antar anggota tim.
Adegan-adegan tersebut seperti adegan mereka berbicara antar satu sama lain, tertawa, mengabadikan gambar, bermain bersama, maupun menjelaskan mengenai pekerjaan diantara mereka. Karena penulis dan rekan menginginkan momen yang natural, arahan yang diberikan tidak secara detail. Selain di lantai 9, shooting juga dilakukan di kantor BootUP yang berada di lantai 10. Di sini penulis dan rekan mengambil footage tim yang sedang bekerja.
Gambar 3.4. Shot tim BootUP (Sumber: Dokumentasi Perusahaan)
3. Pasca-Produksi
Setelah proses shooting selesai, penulis dan rekan mengunggah seluruh video yang telah diambil sebelumnya ke Google Drive. Total footage yang diunggah adalah 76 video. Lalu penulis membagikan link video tersebut untuk dilihat dan diperiksa kembali oleh Luqmana Yasmin dan Windy Anindya. Kemudian penulis melanjutkan dengan editing video rough cut sesuai dengan storyboard yang sudah diberikan oleh Yasmin. Pertama-tama penulis memilah footage-footage yang ada. Footage tersebut berupa video
16 dari shooting yang sebelumnya telah dilakukan oleh penulis dan rekan, serta footage dari kelas-kelas maupun event yang sebelumnya telah dilakukan oleh BootUP. Penulis kemudian menyusun footage sesuai dengan storyboard yang ada.
Gambar 3.5. Storyboard editing company profile (Sumber: Dokumentasi Perusahaan)
Lalu penulis memperlihatkan hasil rough cut kepada Windy untuk mendapatkan masukkan dan hal-hal yang perlu untuk direvisi. Setelah penulis mendapatkan feedback, penulis segera mengerjakan revisi untuk rough cut. Penulis juga melakukan perbaikan pada footage yang shaky dengan menggunakan warp stabilizer. Proses revisi rough cut terjadi beberapa kali hingga hasil video sudah sesuai kebutuhan dari perusahaan.
Di tahap ini penulis sedikit mengalami kesulitan, karena kurangnya footage yang sesuai untuk digunakan dalam video. Namun akhirnya penulis berhasil menemukan beberapa footage yang sesuai. Setelah picture lock, penulis juga melakukan perbaikan pada audio yang mengalami kerusakan.
17
Gambar 3.6. Revisi editing company profile (Sumber: Dokumentasi Perusahaan)
Ketika tahap tersebut telah diselesaikan, penulis melanjutkan membuat vector untuk peta BootUP yang kemudian akan digunakan untuk membuat motion graphic peta. Penulis menggunakan Adobe Illustrator untuk membuat peta BootUP sesuai dengan referensi yang telah diberikan.
Lalu penulis menggunakan Adobe After Effects untuk memberikan motion pada peta tersebut. Penulis memasukkan file illustrator tersebut ke Adobe After Effects dan mengubah posisi dan menambahkan efek motion blur.
Penulis juga memastikan untuk menyalakan fitur continuously rasterize agar kualitas vector tetap maksimal.
18
Gambar 3.7. Referensi vector peta (Sumber: www.google.com)
Gambar 3.8. Vector peta BootUP (Sumber: Dokumentasi Perusahaan)
19
Gambar 3.9. Motion graphic peta BootUP (Sumber: Dokumentasi Perusahaan)
Sebelum melanjutkan ke tahap online editing, penulis melakukan masking terhadap logo brand lain sesuai dengan permintaan dari Windy.
Setelah menyelesaikan tahapan tersebut, penulis melanjutkan proses online editing. Online editing dilakukan di Davinci Resolve, karena software tersebut memiliki fitur yang lebih mendalam untuk perbaikan warna.
Penulis melakukan color correcting untuk menyamakan footage-footage yang diambil dengan pencahayaan dan memiliki color temperature yang berbeda-beda. Dalam proses tersebut penulis menggunakan beberapa nodes agar mudah melakukan perubahan maupun penghapusan jika terjadi kesalahan. Setelah memastikan video sudah memiliki tone yang serupa, penulis melanjutkan proses editing lain.
20
Gambar 3.10. Masking logo di company profile (Sumber: Dokumentasi Perusahaan)
21
Gambar 3.11. Color correction footage Marco (Sumber: Dokumentasi Perusahaan)
22
Gambar 3.12. Tone yang ingin dicapai (Sumber: Dokumentasi Perusahaan)
Kemudian penulis melanjutkan dengan perbaikan pada audio yang ternyata mengalami kerusakan. Penulis mencoba untuk hanya menggunakan audio dari clip-on, namun tidak berhasil untuk mencapai kualitas yang serupa dengan audio yang diinginkan. Sehingga penulis melakukan editing pada audio clip-on dan audio dari kamera. Efek-efek yang digunakan adalah parametic equalizer, single-band compressor, bass, treble, dan denoise. Setelah penulis menyelesaikan perbaikan, penulis melakukan export hasil video company profile. Kemudian penulis mengunggah hasil editing ke Google Drive dan menunjukkan hasil kepada Windy.
23
Gambar 3.13. Perbaikan audio (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
3.3.1.2. Video Bootcamp
Penulis ditugaskan untuk membuat video untuk promosi program kelas Bootcamp yang merupakan salah satu program dari BootUP. Tujuan dari video ini adalah untuk menjelaskan apa itu program Bootcamp dan mempromosikan program ini.
Proses dari pembuatan video ini terdiri dari langkah-langkah berikut:
1. Pra Produksi
Pertama-tama, penulis bersama dengan tim mengikuti briefing yang diberikan oleh Windy Anindya. Kami diberikan brief berupa Google Slides yang berisi referensi-referensi untuk video ini. Di briefing ini juga ditentukan jumlah talent yang dibutuhkan adalah 3 orang. Talent yang akan mengikuti proses shooting adalah Yasmin, Ivonne, dan Ardian. Saat pra- produksi, penulis dan tim juga mendiskusikan keperluan-keperluan yang harus disiapkan untuk shooting. Untuk proyek video Bootcamp, penulis bertugas sebagai videographer dengan salah satu rekan penulis, namun proses pasca produksi akan dikerjakan oleh rekan penulis.
24
Gambar 3.14. Brief video Bootcamp (Sumber: Dokumentasi Perusahaan)
Hal-hal yang dipersiapkan oleh penulis dan rekan adalah lokasi, kamera, lensa, tripod, dan perlatan sound. Karena clip-on yang tersedia hanya ada 1 buah, penulis dan rekan mengajukan pembelian clip-on tambahan sesuai dengan jumlah talent untuk video. Kamera yang digunakan dalam shooting ini adalah Canon 80D dengan lensa 50mm f1.4 dan Canon 60D lensa 50mm f1.8. Penulis akan menggunakan kamera Canon 80D.
Kemudian penulis dan rekan juga menentukan lokasi untuk shooting. Kali ini kami juga memilih lokasi di common area laintai 9, namun penataan dan lokasi pengambilan gambar akan berbeda dari shooting company profile.
Lokasi ini dipilih karena suasana yang optimal, dimana tempat ini tidak sering dikunjungi banyak orang, memiliki dekorasi yang menarik, dan wilayah yang luas. Untuk wardrobe penulis dan rekan menyarankan bahwa tim menyiapkan pakaian yang colorful agar lebih menarik perhatian.
2. Produksi
Pada tanggal 27 Februari 2020 penulis bersama rekan melakukan shooting untuk konten Bootcamp. Pada pagi hari penulis dan rekan melakukan photoshoot Janice, selagi talent mempersiapkan diri dan mengingat naskah.
Photoshoot dilakukan dengan sangat cepat, dengan menggunakan backdrop
25 berwarna di lantai 10 serta furniture dan dekor lantai 9. Setelah talent siap dengan wardrobe dan makeup, penulis, rekan, dan talent bersiap-siap di untuk shooting. Penulis dan rekan menyiapkan kamera, tripod, dan angle masing-masing. Penulis bertanggung jawab mengambil shot master, dan mengambil front angle. Selain itu, penulis dan rekan juga menyamakan setting white balance dan profile dari kamera agar memiliki hasil yang serupa.
Gambar 3.15. Sesi photoshoot (Sumber: Dokumentasi Perusahaan)
26 Kemudian penulis dan rekan memasang clip-on pada masing- masing talent. Namun saat penulis dan rekan melakukan test clip-on ternyata terdapat kerusakan pada satu clip-on yang baru dibeli. Sehingga harus dicari solusi untuk memperbaiki masalah tersebut. Akhirnya diputuskan untuk meletakkan satu clip-on yang berfungsi di antara dua talent agar dapat menangkap audio mereka berdua. Namun terdapat juga masalah lain yang berhubungan dengan audio, yaitu musik yang diputar di lokasi tersebut. Musik yang diputar tidak daat dihentikan karena tidak diizinkan oleh pihak coworking space dimana shooting dilakukan. Sehingga penulis dan rekan harus melanjutkan shooting dengan kedaan tersebut.
Shooting kali ini juga mengandalkan pencahayaan natural dari matahari dan lampu di ruangan, sehingga shooting dilakukan disiang hari.
Penulis dan rekan melakukan shooting dengan 4 bagian. Yang pertama adalah bagian opening dan closing dengan ketiga talent. Lalu dilanjutkan dengan shooting dengan masing-masing talent di tempat yang berbeda- beda. Shooting untuk Ivonne dan Yasmin berjalan cukup cepat dan lancar.
Tetapi shooting bagian Ardian mengalami sedikit masalaha karena adanya kesulitan dalam menghafal dialog, sehingga terdapat banyak take. Setelah penulis dan rekan memastikan semua bagian telah terselesaikan, lokasi dirapikan seperti semula dan shooting telah selesai.
27
Gambar 3.16. Shooting Bootcamp scene Ivonne (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Gambar 3.17. Shooting Bootcamp scene Yasmin (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
3. Pasca Produksi
Di tahap ini penulis melakukan upload footage-footage yang telah diambil selama proses shooting ke Google Drive. Lalu setelah proses upload selesai, footage akan diperiksa oleh Yasmin dan Windy. Dari shooting tersebut, penulis merekam dan mengunggah 43 video. Lalu dari footage tersebut akan
28 diberikan storyboard editing. Untuk proyek ini, proses editing dilakukan oleh rekan penulis.
Gambar 3.18. Video Bootcamp bagian opening (Sumber: Dokumentasi Perusahaan)
Gambar 3.19. Video Bootcamp bagian penjelasan (Sumber: Dokumentasi Perusahaan)
3.3.1.2. Video Online Bootcamp ads
Penulis ditugaskan untuk membuat video untuk mempromosikan kelas Bootcamp BootUP. Tetapi kali ini mereka ingin mempromosikan kelas Bootcamp yang dilakukan secara online yang dibuat karena situasi Covid 19. Video ini akan di promosikan melalui Instagram story BootUP dan juga dengan Instagram ads. Video
29 ads ini merupakan video dengan bentuk motion graphic. Video ini merupakan hal yang cukup menantang, karena ini pertama kali penulis mengerjakan proyek dari BootUP yang menggunakan kamera 3d.
1. Pra Produksi
Penulis diberikan brief oleh Windy yang berisi gambaran tentang video yang diinginkan untuk Online Bootcamp ads. Dalam brief tersebut juga terdapat storyboard untuk video ini. Untuk proyek Online Bootcamp ads, penulis ditugaskan untuk mengerjakannya sendiri. Setelah mempelajari brief dan referensi yang diberikan, penulis melanjutkan ke tahap produksi.
Saat ini penulis juga mengumpulkan element-element yang dibutuhkan dalam motion graphic dan juga meminta link dari element yang belum diberikan seperti file sertifikat.
Gambar 3.20. Storyboard Online Bootcamp ads (Sumber: Dokumentasi Perusahaan)
2. Produksi
Penulis membuat video motion graphic menggunakan Adobe After Effects. Pertama-tama penulis mengikuti storyboard yang diberikan, membuat beberapa layer teks sesuai dengan yang ada di storyboard. Untuk tampilan visual yang diinginkan, mengikuti color BootUP dan
30 menggunakan salah satu background default yang sudah disediakan dari tim. Kemudian dilanjutkan dengan memasukkan element seperti file sertifikat dan logo-logo BootUP maupun Bootcamp. Lalu durasi dari setiap teks dan elemen disesuaikan agar tidak melebihi durasi Instagram story, yaitu 15 detik. Penulis memilih background music upbeat untuk mendukung video motion graphic yang akan dibuat dan memasukkan musik tersebut ke composition. Hal tersebut dilakukan untuk memberikan kesan video yang lebih menarik dan energetik.
Gambar 3.21. Background yang digunakan (Dokumentasi Perusahaan)
Setelah memastikan teks dan element sudah sesuai dengan script, penulis mulai menciptakan motion. Pertama penulis membuat 2 kamera 3d, yaitu kamera 1 dengan jenis two-node camera dan kamera 2 dengan jenis one-node camera. Penulis menggunakan kamera 1 saat ingin berfokus kepada satu titik saat melakukan pergerakan seperti saat melakukan orbit yang berfokus kepada logo Bootcamp. Lalu kamera 2 digunakan saat penulis menginginkan memfokuskan kamera pada teks yang berbeda-beda.
Dalam motion graphic ini penulis lebih banyak menggunakan kamera 1.
31
Gambar 3.22. Motion graphic orbit logo menggunakan kamera 1 (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Gambar 3.23. Motion dengan kamera 2 (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
32 Penulis melanjutkan proses editing dengan menyesuaikan posisi dari teks-teks dan gambar yang ada di panel composition. Kemudian dilanjutkan dengan mulai memberikan pergerakan kepada kamera, baik kamera 1 maupun kamera 2. Sebelumnya penulis juga sudah mengatur focus distance, aperture, dan menyalakan depth of field. Penulis menyalakan fitur depth of field agar muncul depth di antara teks-teks dan gambar yang ada. Setelah penulis menyelesaikan motion, penulis menambahkan effect yang berbeda- beda seperti bounce, flashing color, dan berbagai effect lain yang sesuai dengan teks ataupun gambar di video ini. Penulis juga memastikan motion maupun effect yang diberikan disesuaikan dengan musik yang telah dipilih.
Gambar 3.24. Effect pada teks (Sumber: Dokumentasi Perusahaan)
Setelah selesai melakukan editing, penulis melanjutkan dengan export video. Di tahap ini terjadi error saat penulis berusaha untuk melakukan export video. Proses ini cukup memperlambat proses pengerjaan proyek, karena hal ini terjadi berkali-kali. Setelah mencoba memperbaiki
33 beberapa hal, penulis akhirnya menemukan masalah di kurangnya memori untuk cache disk yang saat itu sudah penuh. Karena penulis tidak bisa menambahkan kapasitas memori cache disk, akhirnya penulis membersihkan cache disk yang penuh dan melakukan render ulang dari composition dari video tersebut. Akhirnya penulis pun berhasil mengexport video dengan baik.
3. Pasca Produksi
Ketika video telah selesai, penulis melanjutkan proses dengan mengunggah video ke Google drive dan membagikan link tersebut ke Windy. Kemudian penulis menunggu feedback yang diberikan dari hasil tersebut. Revisi yang dilakukan di proyek ini cukup sedikit, yaitu perubahan logo live online, penambahan script dari yang sebelumnya, serta perubahan sertifikat yang digunakan. Setelah itu, hasil revisi diunggah dan disetujui oleh Windy.
Video tersebut kemudian dipublish di Instagram ads dan story.
Gambar 3.25. Revisi design teks "Live Online"
(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)
34
Gambar 3.26. Hasil video Online Bootcamp ads (Sumber: Dokumentasi Perusahaan)
35 3.3.2. Kendala yang Ditemukan
Selama melakukan kerja magang, penulis menemukan beberapa kendala baik dalam pekerjaan sebagai videographer maupun sebagai editor, hal tersebut adalah sebagai berikut:
1. Peralatan
Dalam pengerjaan tugas sebagai videographer penulis mengalami kendala dengan peralatan yang ada. Selama melakukan shooting maupun photoshoot penulis tidak mendapatkan peralatan lighting dari perusahaan, sehingga berdampak pada pencahayaan yang ada dalam video maupun foto.
Selama kerja magang penulis juga menggunakan kamera pribadi, sehingga kamera antar penulis dan tim lainnya bisa menghasilkan kualitas maupun tampilan yang berbeda. Pada awal masa kerja magang, penulis juga sempat kekurangan tripod. Hal tersebut menyebabkan kualitas video yang shaky.
Terdapat juga kendala dengan laptop yang digunakan saat editing. Untuk editing yang cukup berat, terkadang terjadi error saat tahap editing ataupun saat melakukan export.
2. Komunikasi
Penulis mengalami beberapa masalah yang disebabkan oleh kurang baiknya komunikasi antar tim. Salah satunya adalah saat pengerjaan tugas. Pada hari-hari pertama magang, penulis masih belum memahami alur komunikasi yang baik dengan tim di perusahaan, sehingga hal tersebut menyebabkan progres kerja yang kurang baik. Terkadang penulis juga tidak berani untuk menanyakan hal yang kurang dipahami.
3. Pemberian tugas
Terkadang saat magang, tugas ataupun brief dari tugas tersebut diberikan saat siang maupun sore hari, sehingga di hari tersebut penulis tidak dapat mengerjakan tugas dengan optimal.
4. Lokasi
BootUP saat ini berada di co-working space, sehingga kartu akses yang ada terbatas. Oleh karena itu penulis tidak dapat masuk ke area kantor tanpa
36 bantuan dari karyawan lain. Selain itu ketika penulis maupun rekan menggunakan lokasi di co-working space tersebut, terdapat batasan tertentu seperti musik yang tidak bisa diberhentikan saat shooting.
3.3.3. Solusi Atas Kendala yang Ditemukan
Untuk mengatasi kendala tersebut, penulis menemukan solusi sebagai berikut:
1. Peralatan
Untuk mengatasi kendala lighting, penulis mengoptimalkan pemilihan waktu dan lokasi untuk melakukan shooting. Penulis mengusahakan waktu shooting saat cahaya dari luar ruangan masih terang, lalu lokasi yang memiliki jendela yang besar dan jumlah yang banyak. Lalu untuk kendala kamera, penulis mengkomunikasikan dan mencocokkan kamera yang diguanakan dengan rekan. Penulis dan rekan juga selalu berusaha menyamakan setting yang digunakan di setiap shooting. Untuk memperbaiki video yang shaky, penulis berusaha untuk mengambil video dengan lebih stabil dan juga memperbaiki video saat melakukan editing.
Penulis juga menjaga kondisi laptop, dan berusaha untuk memastikan laptop penulis masih memiliki kapasitas memori yang cukup selama mengerjakan tugas.
2. Komunikasi
Penulis berusaha untuk mempelajari dan menyesuaikan alur komunikasi yang baik dengan tim. Selain itu penulis juga lebih memeberanikan diri dalam berkomunikasi dengan anggota tim, seperti menanyakan pertanyaan jika kurang memahami pekerjaan yang diberikan. Penulis juga lebih memberanikan diri untuk memberikan pendapat dan referensi untuk proyek- proyek yang diberikan.
3. Pemberian tugas
Penulis lebih aktif bertanya dan meminta tugas jika belum diberikan tugas oleh tim.
37 4. Lokasi
Penulis menghubungi tim lebih cepat ataupun melakukan sign in di front desk co-working space agar bisa masuk ke area kantor lebih cepat. Lalu ketika menghadapi batasan-batasan tertentu dengan lokasi, penulis berusaha mengoptimalkan lokasi dengan sebisanya.