• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR PUTAKA. Al-Fayyadl, Muhammad Derrida. Yogyakarta: LKiS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "DAFTAR PUTAKA. Al-Fayyadl, Muhammad Derrida. Yogyakarta: LKiS"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

231

Al-Fayyadl, Muhammad. 2006. Derrida. Yogyakarta: LKiS

Anugrah, Pinto. 2013. Tesis. Dekonstruksi Eidos dalam Naskah Drama Dara Jingga Karya Wisran Hadi. Yogyakarta: Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada.

Ajoeb, Joebar. 2004. Sebuah Mocopat Kebudayaan. Jakarta: Teplok Press.

Attridge, Derek. 2010. Reading and Responsibility: Deconstruction’s Traces.

Edinburgh: Edinburgh University Ltd

Bennington, Geoffrey dan Jacques Derrida. 1993. Jacques Derrida, terj. Geoffery Bennington. Chicago: University of Chicago Press.

Bennington, Geoffrey. 2014. “Metaphor and Analogy in Derrida” dalam A Companion to Derrida, ed. Zeynep Direk and Leonard Lawlor. United Kingdom: Wiley Blackwell

Burik, Steven. 2009. The End of Comperative Philosphy and the Task of Comperative Thinking: Heidegger, Derrida, and Daoism. USA: Satate University of New York.

Brogan, Walter. 1989. ‘Plato’s Pharmakon: Between Two Repetitions dalam Continental Philosphy II: Derrida and Deconstruction, (ed). Hugh J.Silverman. New York dan London: Routledge.

Caputo, John D. 1997. Deconstruction in A Nutshell: A Conversation with Jacques Derrida. New York: Fordham University Press.

Critichley, Simon. 1992. The Ethics of Deconstruction: Derrida and Levinas.

Edinburgh: Edinburgh University Press.

Derrida, Jacques. 1974. Of Grammatology, terj. Gayatari Chakravorty Spivak.

Edisi revisi, 1997. Baltimore: The John Hopkins University Press

______________. 1981. Dissemination, terj. Barbara Johnson. Chicago: University of Chicago Press.

______________. 1982. Margins of Philosophy, terj. Alan Bass. Chicago:

University of Chicago Press.

______________. 1984. Dialogues with Contemporary Continental Thinkers dalam Kearney, Richard. Manchester: Manchester University Press.

(2)

______________. 1987. The Post Card: From Socrates to Freud and Beyond, terj.

Alan Bass. Chicago: University of Chicago Press.

______________. 1988. Limited Inc, terj. S. Weber. Evanston: Northwestern University Press.

______________. 1987. Parages. Paris: Gailée.

______________. 1978. Writing and Difference, terj. Alan Bass.Chicago:

University of Chicago Press.

______________. 1992. The Other Heading: Reflection on Today’s Erope, terj. P Brault & M. Naas. Bloomington: Indiana University Press.

______________. 1992. Acts of Literature, ed. Derek Attridge. London: Routledge.

______________. 1993. Aporias Dying—Awaiting (One Another at) the ‘Limits of Truth’, terj. T. Dutoit. Stanford: Stanford University Press.

______________. 1994. Specters of Marx, the State of the Debt, the Work of Mourning and the New International, terj. Peggy Kamuf. New York:

Routledge.

______________. 2007. Pysche: Inventions of the Other, Volume I, ed. Peggy Kamuf. California: Stanford.

Efix. 1980. Iwan Simatupang, Pemberontak Paling Tinggi. Diterbitkan dalam Kompas. Hlm: 6. Kolom: 7. Jakarta: Pusat Dokumentasi Sastra H.B Jassin.

‘Eisy. 1989. Iwan Simatupang Sarat dengan Filsafat. Diterbitkan dalam Pikiran Rakyat. 6 Agustus 1989. Hlm: 7. Kolom: 7. Jakarta: Pusat Dokumentasi Sastra H.B Jassin.

Faruk. 1982. Memahami dan Menghayati Dunia Iwan Simatupang Lewat Karyanya. Minggu Pagi. 28 November 1982. Hlm: 3. Kolom: 4. Jakarta:

Pusat Dokumentasi Sastra H.B Jassin.

_____. 2001. Beyond Imagination: Sastra Mutakhir dan Ideologi. Yogyakarta:

Gama Media

Goenawan Mohamad. 2015. ‘Ruang Diskursif, Ruang Puitik’ dalam Poe(li)tics:

Politik Kritik Sastra di Indonesia, (ed). Ahmad Fawaid. Yogyakarta: Edite Pustaka.

(3)

Diterbitkan oleh Berita Buana pada tanggal 19 Agustus 1980. Jakarta: Pusat Dokumentasi Sastra H.B Jassin.

_______________. 1984. “Angkatan 70 dalam Sastra Indonesia” dimuat kembali dalam Kartz, E. Ulrich. 2000. Sumber-sumber Sejarah Sastra Indonesia.

Jakarta: KPG.

Habermas, Jürgen. 1987. The Philosophical Discourse of Modernity: Twelve Lectures, trj. F. Lawrence. Cambridge, MA: MIT Press.

Heidegger, Martin. 1977. Basic Writings, (ed). D. Krell. New York: Harper Collins.

Herlambang, Wijaya. 2015. Kekerasan Budaya Pasca 1965: Bagaimana Orde Baru Melegitimasi Anti-Komunisme Melalui Seni dan Sastra. Tangerang Selatan:

Marjin Kiri.

Herliany, Dorothe Rosa. 1988. Manusia Baru dalam Novel Iwan Simatupang.

Diterbitkan dalam koran Pelita. Hlm. 5. Kolom: 6—9. Jakarta: Pusat Dokumentasi H.B Jassin.

Helmy, Jemmy. 1968. Iwan Simatupang dan “Orbit”-nya. Diterbitkan dalam Majalah Sastra diterbitkan pada tahun 1968. No: 8. Hlm: 6. Jakarta: Pusat Dokumentasi Sastra H.B Jassin.

Hill, Leslie. 2007. The Cambridge Itroduction to Jacques Derrida. United Kingdom: Cambridge University Press.

Ismail, Taufik dan D.S Moeljanto (ed). 1995. Prahara Budaya: Kilas-Balik Ofensif LEKRA/PKI dkk. Kumpulan dokumen pergolakan Sejarah. Cetakakan ke tiga.

Bandung: Mizan dan Republika.

Ismail, Yahya. 1972, Pertumbuhan, Perkembangan dan Kejatuhan Lekra di Indonesia. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka Kementrian Pelajaran Malasysia.

Jhonson, Christopher. 1993. System and Writing in the Philosophy of Jacques Derrida. Cambridge: University Press.

JR, Kurnia. 1999. Inspirasi? Nonsens! Novel-novel Iwan Simatupang. Magelang:

Indonesia Tera bekerjasama dengan Yayasan Adikarya IKAPI dan The Ford Foundation.

Junus, Umar. 1974. Perkembangan Novel-novel Indonesia. Kuala Lumpur:

Universiti Malaya.

(4)

___________. 1983. Dari Peristiwa ke Imajinasi: Wajah Sastra dan Budaya Indonesia. Jakarta: Gramedia.

Kurniawan, Eka. 2002. “Realisme Soialis di Indonesia” dalam Pramoedya Anata Toer dan Sastra Realisme Sosialis. Yogyakarta: Jendela

Khairussibyan, Muh. 2014. Tesis. Tradisi Baru: Kajian Semiotika Lotman dan Dekonstruksi Atas Nivel Putri Karya Putu Wijaya. Yogyakarta: Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada.

Martion, Jean-Paul. 2007. On Futurity: Malabou, Nancy and Derida. New York:

Palgrave Macmillan

Miller, J. Hillis. 2011. On Literature: Aspek Kajian Sastra, terj. Bethari Annisa Ismayasari. Yogyakarta: Jalasutra

Naelon, Jeffery T. 2015. “Literature” dalam Jacques Derrida Key Concept, ed.

Claire Colebrook. New York: Routledge.

Parera, Frans M, dkk. 1986. Surat-surat Politik Iwan Simatupang 1964—1966.

Jakarta

Piliang, Yasraf Amir. 2003. Hipersemiotika Tafsir Cultural Studies Atas Matinya Makna. Yogyakarta: Jalasasutra.

Plotnisky, Arkady. 1987. “Interpretation, Interminability, Evaluation: From Nietzsche toward a General Economy” dalam Life After Postmodernisme:

Essays on value and culture, ed. John Fekete. Canda: New World Perspective Montréal.

Pratiwi, Lisa. 2014. Tesis. Dekonstruksi Pelacur Dalam Novel Chrysan Karya Hapie Joseph Aloysia. Yogyakarta: Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada.

Rampan, Korrie Layun. 2000. “Angkatan 80 Dalam Sastra Indonesia” dalam Sumber- Sumber Sejarah Sastra Indonesia, ed. E. Ulrich Kartz. Jakarta: KPG.

Rabaté Jean-Michel. 2001. ‘Music of the Footure’, dalam Futures of Jacques Derrida. Ed, R. Rand. Stanford: Stanford University Press

Rizqa, Hasanul. 2014. Skripsi. Makna Demokrasi Dalam Kumpulan Sajak Tirani, Benteng, dan Malu (Aku) Jadi orang Indonesia Karya Taufiq Ismail: Analisis Dekonstruksi Derrida. Yogyakarta: Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada.

(5)

Suharto. Jakarta: Institut Sejarah Sosial Indonesia dan Hasta Mitra.

Rosidi, Ajip. 1965. Ichtisar Sedjarah Sastra Indonesia. Bandung: Binatjipta.

Rotry, Richard. 1982. Philosophy as a Kind of Writing’ dalam Consequences of Pragmatism. Essays: 1972—1980. Sussex: Harvester Press.

Simatupang, Iwan. 1968. Merahnya Merah. Jakarta: Gunung Agung.

_______________. 1969. Ziarah. Jakarta: Djembatan

_______________. 1995. Kering. Cetakan keenam. Jakarta: Gunung Agung.

_______________. 1963. Surat. Ditulis pada tanggal, 26 Juni 1963. Jakarta: Pusat Dokumentasi Sastra H.B Jassin.

Sastrowardoyo, Subagio. 1971.Bakat Alam dan Intelektualisme: Kupasan dan Tanggapan Seni dan Sastra. Jakarta: Balai Pustaka.

Sartre, Jean Paul. 1956.Being and Nothingness. English: Philosophical Library.

Silverman, Hugh J. 1989. Continental Philosphy II: Derrida and Deconstruction, (ed). New York dan London: Routledge

Sudaryanto, Sides DS. Wawancara: “Dialog dengan Seorang Sastrawan Iwan Simatupang”. Diterbitkan dalam Sinar Harapan. Pusat Dokumentasi H.B Jassin. Jakarta.

Sugono, Dendy (PJ). 2007. Absurdisme dalam Sastra Indonesia. Jakarta: Pusat Bahsa Departemen Pendidikan Nasional.

Sumarjo, Jakob. 1988. Iwan Simatupang Terlambat Diakui. Diterbitkan dalam Pikiran Rakyat. 26 Januari 1988. Hlm: 7 Kolom: 1—3. Jakarta: Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin.

Suryapati, Kelik Adhy. 1989. Iwan Simatupang Sosok Tokoh Shaf Terdepan Penulis Prosa Mutakhir. Diterbitkan dalam Berita Buana. 19 Desember 1989.

Hlm: 4. Kolom: 6—9. Jakarta: Pusat Dokumentasi Sastra H.B Jassin.

Taum, Yoseph Yapi. 2015. Sastra dan Politik: Representasi Tragedi 1965 dalam Negara Orde Baru. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

Teeuw, A. 1989. Sastra Indonesia Modern II. Jakarta: Pustaka Jaya.

(6)

Toda, Dami N. 1980. Novel-novel Baru Iwan Simatupang. Jakarta: Pustaka Jaya.

____________. 1984. Hamba-hamba Kebudayaan. Jakarta: Sinar Agape Press.

Malna, Afrizal. 2000. Sesuatu Indonesia: Personifikasi Pembaca-yang-Tak-Bersih.

Yogyakarta: Bentang Budaya bekerja sama dengan Yayasan Adikarya IKAPI dan The Ford Foundation.

Minggu Merdeka. 1986. Mencari Kebenaran Sejarah Lewat Tokoh Sastrawan.

Hlm. 6. Kolom: 1—7. Jakarta: Pusat Dokumenntasi Sastra H.B Jassin.

M Dahlan, Muhidin. 2015. “Politik dan Sastra: Lekra sebagai Pelaku” dalam Poe(li)tics: Esai-esai Politik Kritik Sastra di Indonesia, (ed). Ahmad Fawaid.

Yogyakarta: Edite Pustaka.

M Dahlan, Muhidin dan Rhoma Dwi Aria Yuliantri (ed), 2008. Lekra Tak Membakar Buku. Yogyakarta: Merakesumba.

Wortham, Simon Morgan. 2010. The Derrida Dictonary. London: Continum.

Naskah. 1963. “Pantjasila sebagai Falsafah Kebudajaan” dalam teks “Manifes Kebudayaan. Jakarta: Pusat Dokumentasi Sastra H.B Jassin.

Referensi

Dokumen terkait

“ Pesantren : Asal-usul dan Pertumbuhan Kelembagaan ”, dalam Abuddin Nata (ed), Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan Lembaga-lembaga Pendidikan Islam di Indonesia

Ilusi Negara Islam; Ekspansi Gerakan Islam Transnasional di Indonesia..

“Manfaat Folklor bagi Pembangunan Masyarakat dalam Soedarsono (Ed.) Kesenian, Bahasa, dan Folklor Jawa.. Kegunaan Folklor sebagai Sumber Sejarah Lokal desa-desa di

”Asal-Usul Novel Melayu Modern: Tjhit Liap Seng (Bintang Tujuh) karangan Lie Kim Hok (1886-1887) dalam Leo Suryadinata (Ed.) Sastra Peranakan Tionghoa Indonesia.. ”The

dalam Hasan Alwi & Dendy Sogono (ed), Telaah Bahasa dan Sastra, Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.. AFASIA, Gangguan Berbahasa

“Masalah Takwil Sebagai Metodologi Penafsiran Al- Qur´an”, dalam Budhy Munawar-Rachman, (ed.), Kontekstualisasi Doktrin Islam dalam Sejarah.. Makhlu>f, Muhammad

“Manfaat Studi Bahasa dan Sastra Jawa Kuna ditinjau dari Segi Sejarah dan Arkeologi” dalam Melacak Sejarah Kuna Indonesia Lewat Prasasti.. Jakarta: Kepustakaan

Dia fasih dalam beberapa bahasa seperti Turki, Persia, Arab dan Yunani yang selanjutnya juga menguasai bidang sejarah dan geografi, sains dan teknik, serta sastra dengan baik, semuanya