KISI-KISI KAJIAN SESSION #2
13. Kajian Dimensi Kemukjizatan Bahasa Al-Quran 14. Kajian Dimensi Kemukjizatan Syariat/Hukum 16. Kajian Dimensi Kemukjizatan Hal Ghaib
17. Kajian Dimensi Kemujizatan Visualisasi 18. Angka-Angka di dalam Al-Quran
19. Satuan Waktu dan Relativitas Waktu dalam Al-Quran 20. Tingkatan Redaksi/Lafazh al-Quran
21. Ayat-Ayat Muhkam dan Mutasyābih
22. Pengulangan-Pengulangan Kata atau Kalimat Al-Quran 23. Redaksi Lafazh yang Mirip dalam Al-Quran
24. Tafsir, Takwil dan Terjemah Al-Quran
.: seharusnya dipahami sebagai salah satu kedigda- yaan (mukjizat) Al-Quran yg mengandung unsur tantangan, seperti: segala sesuatu diciptakan (Al-Anbiya:30), segala sesuatu diciptakan serba (Adz-
Dzariyat:49), dan sebagainya.
•Adapun sebenarnya berbasis penemuan ilmiah/
empirik atau berlatar belakang keilmuan seseorang maka terkesan lebih luas cakupannya dan lebih fleksibel.
•Sesungguhnya aslinya adalah . Secara ilmiyah Bahasa al-Quran terbukti membungkam para pakar bahasa, di masa jayanya sekali pun. Dari kemukjizatan
bahasa tersebut ditemukan berbagai dimensi kemukjizatan lainnya.
1. Mengungkap dimensi kemukjizatan al-Quran
2. Memberdayakan akal
3. Mengembangkan tradisi keilmuan dalam Islam
4. Membentengi kemajuan teknologi & sains dengan al-Quran
5. Sebagai salah satu sarana berdakwah
1. Mereduksi kemukjizatan al- Quran
2. Terjerumus pada pende- waan akal
3. Terjebak pemaksaan teks (nash) untuk mengikuti perkembangan sains &
teknologi
4. Sifat sains (ilmu pengeta- huan dan penemuan
ilmiah) yang relatif
1. Tak sedikit ulama yang membolehkan dengan beberapa catatan 2. Selaras dengan kaidah umum penafsiran 3. Tak bertentangan dan tak jauh dari makna
asli kata
4. Tak meyakini kebenaran mutlak dari penafsiran tersebut
5. Memungkinkan terjadinya perkembangan dalam penemuan-penemuan sains
6. Tidak memperturutkan hawa nafsu atau mendewakan akal
7. Menambah khazanah keilmuan Islam
•
Angka-angka: keberadaan ashabul kahfi di dalam gua
(300+9) [al-Kahfi:25]
300 tahun milady (matahari) = 309 tahun hijry (penanggalan bulan)
•
( موجنلا عقاوم) [QS. Al-Waqi’ah:75] = tempat bersemayamnya bintang-bintang (tempat edar)
berapa jarak bumi dengan bintang terdekat?
•
Masa hamil + menyusui = 30 bulan (Al-Ahqaf:15), menyusui
= 2 tahun/24 bulan (Luqman:14), maka usia
mengandung/hamil minimal adalah 6 bulan (24+6=30)
•
Relatifitas 1 hari. 1 hari Allah = 1000 tahun manusia (Al-
Hajj:47, As-Sajda:5), 1 hari malaikat = 50.000 tahun manu-
sia (Al-Ma’arij:4). Bagaimana 1 hari di dunia? Di Bumi = 24
jam? Di Bulan = 3,5 hari bumi ? Venus? Merkurius dll
No Planet
Jarak dari Matahari (Juta Km)
Diameter (Km)
Suhu Permukaan (oC)
Kala Rotasi
(hari)
Kala Revolusi
(hari)
Jumlah Satelit dari sampai
1 Merkurius 58 4.9 -170 430 59 88 -
2 Venus 108 12.1 450 480 243 225 -
3 Bumi
150 12.75 -90 50
1 hari =
24 jam 365 1
4 Mars
228 6.8 -120 -130
24,6
jam 687 2
5 Yupiter
778 142.7 rata-rata(-150)
10 jam
11,86
tahun 16 6 Saturnus
1.425 120 rata-rata(-190)
10,7 jam
29,5
tahun 31 7 Uranus
2.867 50.8 rata-rata(–180)
17 jam
84
tahun 27 8 Neptunus
4.486 48.6 rata-rata(–220)
16 jam
165
tahun 11
• Planet berputar pada porosnya
• BUMI: waktu edarnya memerlukan waktu , tepatnya ,
, , dan arah
putarannya dari ke
• Ini yang dikenal penduduk bumi
dengan istilah
Bumi, Matahari, Bintang
Matahari di lengan Galaksi
BUKAN pusat alam semesta
Galaksi Bimasakti
dan galaksi tetangga
LOCAL GROUP
(kelompok galaksi dekat Bimasakti)
... menyusun struktur alam semesta
tiada yang tahu luasnya alam
semesta kecuali Sang Penciptanya
Jika seandainya semua pohon di bumi
dijadikan sebagai pena dan lautan menjadi tintanya dan ditambahkan lagi,
maka tak akan habis Kalimat Allah.
Tiada yang tahu dengan detil dan sebenarnya tentang hakikat
sebagaimana manusia tak pernah tahu hakikat surga dan neraka kecuali hanya permisalan yang
digambarkan oleh al-Quran
َقَلَخ يِذهلا ُهاللَّ
َعْب َس َْلا َنِمَو ٍتاَوَم َس
ُل هزَنَتَي هنُهَلْثِم ِضْر
َع َهاللَّ هنَأ اوُمَلْعَتِل هنُهَنْيَب ُرْمَْلا َهاللَّ هنَأَو ٌريِدَق ٍءْيَش ِ لُك ىَل
اًمْلِع ٍءْيَش ِ لُكِب َطاَحَأ ْدَق
12 :قلاطلاُهَنْيَب اَمَو ِضْرَْلاَو ِتاَواَم هسلا ُّبَر ُّبَرَو اَم
ِق ِرا َشَمْلا
4 :تافاصلاBukan hanya matahari saja yg terbit bumi pun terbit.
Dan semua planet memiliki tempat/waktu terbit Di bawah ini adalah gambar bumi
اًداَهِم َضْرَْلا ِلَعْجَن ْمَلَأ اَبِجْلاَو •
اًداَتْوَأ َل
7-6 :أبنلاَت َيِهَو ًةَدِماَج اَهُب َسْحَت َلاَبِجْلا ىَرَتَو َعْن ُص ِباَح هسلا هرَم ُّرُم
ِبَخ ُههنِإ ٍء ْيَش هلُك َنَقْتَأ يِذهلا ِهاللَّ
َنوُلَعَْْت اَمِب ٌري
لمنلا : 88
Catatan Terdahulu: NABI NUH ‘alaihissalam
KANAAN (Canaan) HAM
(Ham) YAFAT
(Japhet) SAM
(Shem) Ras Semit:
Arab, Yahudi, Etiopia
Ras Hamit
Afrika Utara : Berber Sub-Sahara Afrika
Ras Arya
Arya Timur: Persia/India Arya Barat: Yunani, Eropa Ras Mongolid: China
Non-Ibrahimik: Hud, Shalih, Hanzalah Ibrahimik:
India: Krishna, Sidharta Gautama Persia: Zarathustra (Zoroaster) Yunani: Socrates, Plato
Cina: Lao Tze, Kong Hu Cu
Khidir, Luqman
NABI HUD ‘alaihissalām
( ~ 2400-2300 Tahun SM)
• Bukti Arkeologik Eksistensi Bangsa
‘Ad & Kota Iram
• Penggalian Kota Iram oleh Nicholas
Clapp
Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhan-mu berbuat terhadap kaum ?, (yaitu) penduduk yang mempunyai bangunan-bangunan tinggi, yang belum pernah
dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain, dan kaum yang memotong batu-batu besar di lembah,
KAUM AD, TSAMUD, DAN KOTA IRAM
• Riwayat Nabi Hud as dan Kaum ‘Ad, tertulis dalam beberapa surah dalam Al-Qur’an.
• Nabi Hud as merupakan di antara
, yang sejarahnya mendahului sejarah Nabi Ibrahim as, dan sesudah diutusnya Nabi Nuh as.
• Sebelum pertengahan Abad XX M, data arkeologik tentang eksistensi Nabi Hud tersebut masih sangat sedikit.
• Dengan sedikitnya data tersebut, para orientalis sempat berpendapat bahwa Nabi Hud as dan Kaum ‘Ad mungkin hanya figur alegoris saja atau kisah simbolik (FIKTIF)
• Kajian ini membantah dan membuktikan kebenaran al- Quran: Nabi Hud as dan Kaum ‘Ad adalah NYATA
NABI HUD DAN KAUM ‘AD
KAUM ‘AD
• Kaum `Ad adalah sebuah suku bangsa kuno yang tinggal di daerah Al-Ahqaf di sebelah utara Hadramaut antara
Yaman dan Oman. Mereka hidup pasca banjir besar pada masa Nabi Nuh. Kehidupan mereka dikisahkan dalam
beberapa ayat Al-Qur'an. Awalnya mereka merupakan sebuah suku yang sejahtera namun menyekutukan Allah dan menentang nabi yang diutus kepada mereka,
sehingga kemudian Allah menghancurkan mereka dengan angin badai (pasir) yang mematikan. Nabi yang telah
diutus kepada mereka bernama Nabi Hud.
• Nama kaum `Ad diambil dari nama salah seorang leluhur mereka yang bernama `Ad. Silsilah lengkapnya adalah `Ad bin Aus bin Aram bin Syam bin Nuh.
Iram adalah kota Kaum ‘Ad kaum yg Allah binasakan dengan angin yang dingin &
kencang. disebut sekali dalam al-Quran secara eksplisit dihubungkan dg nama Nabi Hud as (al-Fajr) dan yang kedua secara implisit tempat tinggal disebut dg . Kaum ‘Ad dibinasakan total dg angin berpasir yang tak wajar. Pasir-pasir itu mengubur & menutup peninggalan mereka, hingga tertutup semua peninggalan mereka dari muka Bumi.
IRAM, AHQAF DAN KAUM ‘AD
Kota Iram dalam Sejarah Islam
• Kaum ‘Ad dalam al-Qur’an, para ulama ahli tafsir, ahli geografi, ahli sejarah dan ahli nasab muslim seperti ath-Thabari, as-Suyuthi, al-Qozwaini, al-Hamdani, Yaqut al-Himawi dan al-Mas’udi mengungkap hakikat mereka. Kaum ‘Ad
dikategorikan sebagai al-Arab al-Ba’idah (Arab yang musnah). Mereka dianggap mencakup banyak kaum yang telah musnah ratusan tahun sebelum diutusnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, di antara mereka kaum ‘Aad, Tsamud, al-Wabar, dan masih banyak lagi.
• Tempat tinggal kaum ‘Ad adalah di Ahqaf jamak dari kata Haqf yang berarti pasir yang miring. Dia adalah salah satu daerah bagian dari ar-Rab’u al-Khali dengan Hadhramaut di sebelah selatannya, ar-Rab’u al-Khali di selatannya dan dengan Oman di sebelah timurnya, dan sekarang adalah Zhafar. Pasca kehancuran Iram, Nabi Hud ’alaihissalam tinggal di bumi Hadhramaut sampai beliau meninggal, dan dikebumikan di dekat Wadi Barhut arah timur dari kota Tarim.
• Al-Hamdani (w 334H/946M) dan Yaqut al-Himawi (w 627H/1229M) menyebutkan bahwa bangunan tinggi mereka yang dahulu adalah hasil
bangunan Syaddad bin ‘Ad dan telah hilang musnah (tertimbun pasir), kisah tentangnya masih simpang siur dan beredar cerita-cerita dengan berbagai macam versi tentangnya.
• Namun sejak pertengahan abad XX, sekitar tahun akhir 960-an, ada penggalian di wilayah Suriah Utara.
• Penggalian tersebut menemukan sebuah Kerajaan
Kuno: Ebla, yang berumur sekitar 2500 tahun SM, atau 4000 Tahun yang lalu
• Salah satu Prasasti Ebla menyebutkan bahwa Kerajaan Ebla mengadakan hubungan dagang dengan Kerajaan Shamutu, ‘Ad dan Iram.
• Sebelumnya, sebuah ekskavasi (penggalian) di wilayah selatan Arabia (Yaman) menemukan pula Prasasti yang menyebutkan nama Hud.
PRASASTI KERAJAAN EBLA
• Penggalian (ekskavasi) paling awal terjadi di Hisni
Ghurab, Yaman bagian Selatan pada tahun 1834.• Ditemukan Prasasti berhuruf Hymarit yang berumur sekitar 800 Tahun SM.
Pada Prasasti itu tertulis:
“ Kita mengatur diri kita dengan menggunakan hukum kebenaran dari Hud”
Untuk pertama kalinya ditemukan nama Hud di luar al- Qur’an pada ekskavasi tersebut
CATATAN DARI KISAH NABI HUD & NABI SHALIH
KAUM ‘AD DAN NABI HUD
Prasasti Hymarite
Prasasti yang ditemukan di Hisni-Ghurab,
menyebut nama Hud. Hud adalah Nabi/Rasul Bangsa ‘Ad (QS. Hud [11]:50)
Ekskavasi di Hisn-i-Ghurab, 1834
Pada tahun 1964-1969 dilakukan ekskavasi di wilayah Suriah
(barat-daya), yang dikenal dgn kerajaan kuno Ebla, oleh Tim Arkeologi yang dipimpin oleh
1. Prof. Dr. Giovanni Pettinato dari Italian Archeological
Mission , dibantu oleh 2. Father Dahood dari
Pontifical Biblical Institute, Vatikan.
CATATAN DARI KISAH NABI HUD & NABI SALIH
KAUM ‘AD DAN NABI HUD
EKSKAVASI EBLA DI BARAT-DAYA SYRIA 1964-1979
Dr. Giovanni Pettinato & Father Dahood
Pimpinan Ekskavasi EBLA Penggalian menemukan Prasasti Ebla
Prasasti Ebla berumur 2500 tahun SM atau sekitar 4500.
Kira-kira seumur riwayat Nabi Hud &
Nabi Salih.
Prasasti Ebla berhuruf Eblait, salah satu huruf rumpun semitik yg paling kuno. Salah satu prasasti menyebut bahwa Kerajaan Ebla di wilayah Suriah Mengadakan hubungan dagang dengan Bangsa Shamutu, ‘Ad dan Iram.
Ketiga nama ini tertulis dalam Al- Qur’an, (Surah al-Fajr: 6-9)
KAUM ‘AD DAN NABI HUD
Tablet-tablet diatas tertulis dalam bahasa semitik yang paling tua, yaitu Bahasa
Eblaite. Dilaporkan dalam tablet diatas, bahwa Kerajaan Ebla mengadakan hubungan dagang dengan Bangsa Shamutu,, Ad dan Iram. Ketiga nama ini tersebut dalam al- Qur’an (89:6-9) (La Fay, 1978, hlm.730-756), dikutip Prof. Dr. Umar Anggara
EKSKAVASI THE LOST CITY “IRAM”
OLEH NICHOLAS CLAPP dkk
I. (1982) Penelitian terhadap Teks-teks Kuno : a) Al Quran, 89 : 6-9
b) Teks-teks Tradisi Islam
c) Teks-teks Tradisi Arab Kuno d) Catatan Geografik Ptolemeus
II. (1984) Foto antariksa oleh Pesawat Challenger
Pesawat Ulang-alik (Space-shuttle), menggunakan instrumen radar SIR-B (Satellite Imaging Radar)
“adanya garis-garis putih beratus-ratus kilometer, dari rute perjalanan karavan yang telah ditinggalkan”.
III. (1991) Dimulainya ekskavasi di Padang Pasir Arabia Selatan IV. (1992) Awal Februari, the lost city Iram (~ 2500 BC)
ditemukan kembali.
⚫Al Quran, Surah al-Fajr [89] : 6 – 9➔
⚫Tradisi Arab Kuno (Arabian Night) ➔
⚫PTOLEMY (2 Abad Sesudah Masehi)➔ Clapp Examination (1982) based on :
Konklusi :
IRAM identik denganUBHAR atau OMANIUM EMPORIUM, berdasarkan kesamaan situs, dan
kemiripan kesejarahannya
⚫Prof. Juris Zarins of Southwest Missouri State University
Archeologist & Arabian Expert
⚫Sir Ranulph Fiennes, a British Explorer
Proposal kpd JPL - CALTECH : menggunakan SIR (Satellite Imaging Radar) untuk ambil foto di
wilayah Arabia Selatan
JPL - CIT & NASA menyetujui (1984) pengambilan foto dari antariksa dengan
Pesawat Challenger
Space-shuttle, using SIR B gave white lines marking hundreds of kilometers a long
abanoned caravan routes
JPL - CIT & NASA menyetujui (1984) pengambilan foto dari antariksa dengan Pesawat Challenger
Space-shuttle, using SIR B gave white lines marking hundreds of kilometers a long abanoned caravan routes
Dengan menggunakan SIR B Pesawat Challenger menfoto wilayah Arabia
Selatan
Terlihat rute-rute kuno/purba karavan, menuju satu titik.
JPL - CIT & NASA menyetujui (1984) pengambilan foto dari antariksa dengan Pesawat Challenger
Space-shuttle, using SIR B gave white lines marking hundreds of kilometers a long abanoned caravan routes
Dengan
menggunakan SIR B Pesawat
Challenger menfoto wilayah
Arabia Selatan.
Terlihat Kota terpendam 12 meter di bawah
permukaan padang pasir Kota Iram
Tim Clapp melakukan ekskavasi kota yang dipercaya merupakan
kota yang hilang
Kota Iram (Ubar) menurut rekonstruksi
Prof. Juris Zarins, setelah penggalian
Sketsa kota Iram (Ubar) (A), dan Rekonstruksi Kota Iram (B)
(A)
Sketsa kota Iram (Ubar) (A), dan Rekonstruksi Kota Iram (B)
(B)
Dr. Zarins yang memimpin penelitian menyatakan bahwa ciri khas kota ini adalah menara-menara dan tiang-tiang yang tinggi.
Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat
terhadap kaum ‘Ad, (yaitu)
penduduk Iram yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi.
yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri- negeri lain. (QS Al-Fajr: 6-8).
KAUM ‘AD DAN NABI HUD
No
EKSKAVASI PRASASTI
TAHUN SITUS NAMA
Prasasti/
kota
UMUR HURUF PERNYATAAN
1 1834
Hisn-i-Ghurab
(Yaman Selatan) 800 SM Hymarit
Kita mengatur diri dengan menggu- nakan hukum kebenanaran Hud
2 Syria Utara
Assyria atau Sargon-II
800BC Assyria Menyinggung suku
Tamudi
3
1964-79
&
1986
Tell Mardikh Ebla
2500 SM atau 4500 thn yang lalu
Akkad atau Eblait
Kerajaan Ebla menjalin
hubungan dagang dg bangsa
Shamutu, Ad dan Iram
4
1984
&
1990-92
Padang Pasir Arabia Selatan
Ubhar atau Iram
Kerajaan Ubhar/Iram ditemukan.
Dengan pilar-pilar oktagonal
• Tim Ekspedisi Clapp ini berhasil mengangkat suatu
Bangunan Raksasa berbentuk oktagonal, dengan menara- menara dan dinding-dinding yang tinggi. Sangat
menakjub-kan, sehingga para arkeologi kemudian menyitir kembali Al Qur’an, surat al-Fajr ayat 7, tentang Kota Iram yang mempunyai pilar-pilar yang tinggi.
• Kota Iram yang eksistensinya diragukan selama beratus tahun oleh para orientalis, sekarang terbukti secara
meyakinkan akan eksistensinya, bahkan dilakukan oleh para orientalis itu sendiri.
KESIMPULAN DARI HASIL EKSKAVASI NICHOLAS CLAPP
Kehancuran Kaum ‘Ad
Adapun kaum ‘Ad maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang,
yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari secara terus menerus; maka kamu lihat kaum ‘Ad pada waktu itu mati
bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk).
(QS. Al-Haqqah [69]: 6-7)
Kedurhakaan Kaum ‘Âd
• Sombong dan angkuh, terperdaya oleh prestasi, kemampuan yang karuniakan Allah
• Mendustakan hari akhir (hari kebangkitan, penghitungan, peradilan dan pembalasan)
• Melecehkan, menistakan, menghina dan menyakiti Rasul dan juru dakwah
• Mengingkari nikmat Allah SWT (generasi pengganti kaum Nabi Nuh yang dimusnakan)
• Mengingkari syariat Allah dan menggantinya dengan sesuatu yang diada-adakan
• Teror fisik dan psikis terhadap Rasul dan kaum beriman
Kehancuran Kaum ‘Ad
•
Angin dingin dan kencang
•
Badai Pasir
•
Tujuh (7) malam, delapan (8) hari
•
Terus menerus tanpa putus
•
Tersiksa dan putus asa
•
Tertimbun pasir dan menghilang
•
Kota yang dibanggakan IRAM, lenyap tanpa bekas
•
Cikal bakal era peradaban BATU
• Riwayat Nabi Shalih as dan Kaum Tsamud, tertulis dalam beberapa surah dalam Al-Qur’an.
• Nabi Shalih as adalah di antara
,
sebelum Nabi Ibrahim as, dan sesudah diutusnya Nabi Hud as serta wafatnya beliau di Yaman (pasca hijrah dari Iram).
• Sebelum pertengahan Abad XX M, data arkeologik tentang eksistensi Nabi Shalih tersebut masih sangat sedikit.
• Dengan sedikitnya data tersebut, para orientalis sempat berpendapat bahwa Nabi Shalih as dan Kaum Tsamud hanya figur alegoris saja atau kisah simbolik (FIKTIF)
• Kajian ini membantah dan membuktikan kebenaran al- Quran: Nabi Shalih as dan Kaum Tsamud adalah NYATA
NABI SHALIH DAN KAUM TSAMUD
Kata Tsamud diambil dari salah seorang yang bernama lengkap Tsamud bin Amid bin Iram.
namanya dinisbatkan sebagai pendiri klan sebuah kaum (suku bangsa). Nama lain dari Tsamud adalah Ashab Al-Hijr (Penduduk Al- Hijr). Dalam Al-Qur'an Tsamud disebut
sebanyak 26 kali. Al-Qur'an menggambarkan Kaum Tsamud adalah kaum berkuasa setelah kaum ʿĀd yang mahir dan rajin dalam
memahat bukit untuk dijadikan tempat tinggal.
Sejumlah besar kaum Tsamud merupakan pengukir dan pemahat bukit yang baik. Ukiran dan pahatan mereka hingga saat ini dapat ditemui di Gunung Athlab, Madain Shalih dan hampir seluruh Arab bagian tengah. Selain itu, Tsamud juga digambarkan sebagai kota yang aman, yang terdapat sumber mata air dan banyak perkebunan, dan juga pepohonan seperti kurma. Dalam narasi Al-Qur'an, kaum Tsamud termasuk kaum yang mendustakan nabi, sehingga kaum tersebut dibinasakan dengan gempa bumi dan disambar petir.
KAUM ‘AD DAN TSAMUD
MADAIN SHALIH
MADAIN SALIH: Tempat menetap Nabi Salih berdakwah kepada Kaum Tsamud
• Madain Salih, suatu kota purba sekitar 225Km di barat- laut Kota Suci Madinah, diperkirakan sebagi tempat peninggalan sisa-sisa Kaum Tsamud. Para ahli
arkeologi masih meneliti tentang umur kota purba itu, serta masih pula meneliti prasasti-prasasti yang ada di Madain Salih. Secara tradisional, masyarakat di sekitar Madain Salih menganggap kota purba itu sebagai
tempat yang dahulu menjadi pemukiman Kaum Tsamud.
MADAIN SHALIH
Gambar di samping merupakan kota purba: Madain Salih, terletak di Barat-laut Kota Suci Madinah.
Dipercaya sebagai sisa-sisa peninggalan Kaum Tsamud,
MADAIN SHALIH
• Al Qur’an dan Hadits RasululLah saw meriwayatkan tentang kaum Tsamud yang bermukim di wilayah Madain Salih sekitar 3000 tahun SM.
• RasululLah Muhammad saw, dalam memimpin ekspedisi ke Tabuk, melewati wilayah Madain Salih ini dan Beliau bersabda kepada para shahabat untuk tidak berwudhu atau tidak mengkomsumsi air yang ada di sumur Madain Salih, karena sumur itu adalah tempat dahulu unta Nabi Salih meminumnya; serta tidak memasuki puing-puingnya agar tidak terkena kutukan seperti kaum Tsamud.
• Penjelasan RasululLah ini menguatkan bahwa Madain Salih, dahulunya tempat Nabi Salih as berdakwah kepada Kaum Tsamud.
MADAIN SHALIH
Gambar di atas merupakan sebagian peninggalan kota purba: Madain Salih, terletak di Barat-laut Kota Suci Madinah. Dipercaya sebagai sisa-sisa peninggalan Kaum Tsamud,
MADAIN SALIH & PETRA
Setelah kehancuran Kaum Tsamud karena menolak Rasul yang diutus kepadanya yaitu Nabi Salih as, beberapa ribu tahun kemudian keturunan dari kaum Tsamud yang selamat mendirikan Kerajaan
Nabatea di wilayah utara Madain Salih, dengan ibukota bernama Petra, letaknya di wilayah yang
sekarang ini dikenal dengan Yordania. Petra terletak sekitar 570 km sebelah utara Madain Salih. Kerajaan Nabatea ini memperluas wilayahnya ke selatan
sampai ke Madain Salih, sekitar 300 tahun SM sampai sekitar tahun 100 tahun Masehi, sebelum akhirnya jatuh dikuasi Kerajaan Romawi.
Madain Salih, dahulunya dikenal dengan nama al-
Hijryang berarti “bukit batu”, orang-orang Romawi menyebutnya Hegira. Sedangkan ibukota Kerajaan Nabatea bernama Petra yang juga berarti “batu
karang”. Jadi al-Hijr dan Petra mempunyai arti yang
sama. Hal ini tidaklah mengherankan, karena orang- orang Nabatea merupakan keturunan Tsamud.
MADAIN SALIH & PETRA
MADAIN SALIH & PETRA
Madain Salih (al-Hijr).
Di utara Kota Suci Madinah
Petra
Di wilayah Yordania
AL-QURAN BERTUTUR
Al Qur’an menyinggung pula orang-orang al-Hijr dalam surah al- Hijr[15]:80-84:
“Dan Sesungguhnya penduduk-penduduk kota Al Hijr telah mendustakan rasul-rasul. Dan Kami telah mendatangkan
kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami, tetapi
mereka selalu berpaling daripadanya; Dan mereka memahat rumah-rumah dari gunung-gunung batu (yang didiami) dengan aman. Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur di waktu pagi; Maka tak dapat menolong
mereka, apa yang telah mereka usahakan”.
MADAIN SHALIH
Gambar di atas merupakan kota purba: Madain Salih, terletak di Barat-laut Kota Suci Madinah. Dipercaya sebagai sisa-sisa peninggalan Kaum Samud.
Oleh UNESCO ditetapkan sbg World Heritage
NABI SHALIH DAN TSAMUD
•
Kaum Tsamud sebelumnya mengenal Nabi Shalih sebagai orang baik yang dipercaya
•
Saat beliau mendakwahkan risalahnya dan mengajak menyembah Allah,
mereka mulai mendurhakainya
•
Tsamud meminta tanda kerasulannya dengan mengejek mereka meminta
dihadirkan unta dari sebuah batu besar
NABI SHALIH DAN TSAMUD
•
Nabi Shalih membuat jadwal minum unta dan kaumnya untuk bergiliran.
Mereka diamanahi untuk merawatnya, mereka pun boleh mengambil manfaat dari unta tersebut, terutama air susu unta betina itu.
•
Tetapi seseorang bernama Qudar bin Salif memprovokasi dan kemudian
berinisiasi menyembelihnya
NABI SHALIH DAN TSAMUD
•
Mereka merasa baik-baik saja, ingin membuktikan ancaman Allah melalui Nabi Shalih, 3 hari berikutnya
•
Mereka yakin takkan terjadi apa-apa
•
Mereka mendustakan Nabi Shalih,
melawan perintahnya dan menantang
Allah secara terang-terangan
TSAMUD DIADZAB ALLAH
• Hari 1
: muka mereka menguning pucat, hingga sore hari mereka lega, lewat hari 1
• Hari 2
: muka mereka memerah takut, hingga sore hari mereka lega, lewat hari 2
• Hari 3
: muka mereka menghitam sangat takut, hingga sore hari mereka lega, mereka
menganggap ancaman Nabi Shalih tak terjadi
•
Ahad pagi, saat mereka masih terlelap Allah perintahkan malaikat berteriak, terjadilah
dan yang keras membina-
sakan mereka, hancur tak tersisa.
ADZAB KAUM TSAMUD
Kaum Tsamud dan Ad telah mendustakan hari kiamat.
Adapun kaum Tsamud maka mereka telah dibinasakan dengan kejadian yang luar biasa (Al-Haqqah: 4-5)
Karena itu mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayit-mayit yang bergelimpangan di tempat tinggal mereka. (Al-A’raf: 78)
Maka mereka berlaku angkuh terhadap perintah Tuhannya, lalu mereka disambar petir sedang mereka melihatnya.
(Adz-Dzariyat: 44)
,
,
, ,
, www.kaheel7.com , , ,
http://tdjamaluddin.wordpress.com/
TAKE AWAY LESSONS
dilihat/diketahui melalui penu- turan bahasa/redaksi al-Quran
terhadap digunakan untuk
meng-ungkap sisi lain dari dimensi kemukjizatannya.
tidak digunakan untuk membenarkan suatu penemuan ilmiah atau
sebaliknya, tapi untuk
mengungkap tanda-tanda
kebesaran dan kekuasaan Allah
~ Kisah-Kisah Al-Quran ~ 77