• Tidak ada hasil yang ditemukan

IR-PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA ABSTRAK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "IR-PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA ABSTRAK"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

vii

TESIS PENCABUTAN IZIN PEMAKAIAN… ADELIA RAMADHANI SAVITRI

ABSTRAK

Izin Pemakaian Tanah (IPT) adalah izin yang diberikan Walikota atau Pejabat yang ditunjuk kepada orang perorangan atau badan untuk memakai tanah sepanjang tidak dipakai sendiri oleh Pemerintah Daerah dan bukan merupakan pemberian hak pakai atau hak-hak atas tanah lainnya sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960. Pemegang IPT mempunyai kewajiban untuk membayar retribusi setiap tahunnya atas pemakaian tanah aset Pemerintah daerah serta mematuhi dan mentaati semua ketentuan yang ditetapkan, serta menggunakan tanah tersebut sesuai dengan peruntukannya.IPT dapat berakhir dikarenakan pelanggaran atau pencabutan untuk kepentingan umum oleh Pemerintah Kota Surabaya.

Pasal 12 ayat (2) Perda IPT menjelaskan tentang IPT dapat dicabut dengan pemberian ganti kerugian atas bangunan apabila tanah yang bersangkutan dibutuhkan untuk kepentingan umum. Di dalam penjelasan Pasal 12 ayat (2) tersebut, dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan kepentingan umum adalah kepentingan umum sebagaimana diatur dalam ketentuan peraturan perundang- undangan terkait dengan pengadaan tanah.Konsep kepentingan umum yang dimaksud dalam Pasal 12 Perda IPT berbeda dengan konsep kepentingan umum dalam peraturan perundang-undangan tentang pengadaan tanah untuk kepentingan umum. Pencabutan IPT yang dikarenakan untuk kepentingan umum, sesuai dengan Perda IPT bekas pemegang IPT berhak mendapatkan perlindungan hukum dan ganti rugi atas bangunan yang didirikan di atas tanah IPT.

Kata Kunci : Izin Pemakaian Tanah, Pencabutan Izin, Kepentingan Umum, Perlindungan Hukum, dan Ganti Rugi

(2)

viii

TESIS PENCABUTAN IZIN PEMAKAIAN… ADELIA RAMADHANI SAVITRI

ABSTRACT

Land Use Permit (IPT) is a permit granted by a Mayor or Officer appointed to an individual or entity to use the land as long as it is not used by the Regional Government itself and does not constitute the granting of use rights or other land rights as stipulated in Law Number 5 of 1960. IPT holders have the obligation to pay fees every year on the use of land owned by local governments and comply with and comply with all stipulations, and use the land in accordance with its designation. IPT can be terminated due to violations or revocation in the public interest by the Surabaya City Government.

Article 12 paragraph (2) of the IPT Regional Regulation explains that IPT can be revoked by providing compensation for buildings if the relevant land is needed for public purposes. In the elucidation of Article 12 paragraph (2), it is explained that what is meant by public interest is the public interest as regulated in the provisions of the legislation related to land acquisition. The concept of public interest referred to in Article 12 of the IPT Regional Regulation differs from the concept of public interest in the statutory provisions regarding land acquisition for public use. Revocation of IPT due to public interest, in accordance with the IPT Regional Regulation, the former IPT holder is entitled to legal protection and compensation for buildings erected on IPT land.

Keywords: Land Use Permits, Revocation of Permits, Public Interest, Legal Protection and Compensation

(3)

ix

TESIS PENCABUTAN IZIN PEMAKAIAN… ADELIA RAMADHANI SAVITRI

KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun panjatkan ke hadirat Allah SWT atas limpahan berkatdan rahmat-Nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan Tesis yang berjudul“PENCABUTAN IZIN PEMAKAIAN TANAH (IPT) UNTUK

KEPENTINGAN UMUM OLEH PEMERINTAH KOTA

SURABAYA”.Tesis ini disusun dan diajukan sebagai prasyarat untuk

memperoleh gelar Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Airlangga Surabaya.

Penyusun menyadari bahwa penyusunan Tesis ini tidak akan terwujud dengan baik tanpa adanya bantuan serta dukungan baik secara moril maupun materil dari berbagai pihak. Untuk itu dalam kesempatan ini penyusun ingin menyampaikan terima kasih kepada:

1. Keluarga tercinta yakni kedua orang tuaku yaitu Bapak Dwi Heriyanto dan Ibu Ipmawati Mukti, adekku Adelita Vega dan calon suamiku M. Fahmi Yoesuf atas doa, cintadan kasih sayang, dukungan, dan bantuan yang diberikan serta menjadi motivasi dan inspirasi bagi penyusun;

2. Bapak Dr. Emanuel Sujatmoko, SH., MS. selaku Dosen Pembimbing yang telah bersedia meluangkan waktu untuk membimbing dan memberikan saran serta arahan dalam proses penyusunan Tesis ini;

3. Dosen Tim Penguji Tesis yakni Bapak Dr. Sukardi, S.H., M.H., Ibu Dr.

Lilik Pudjiastuti, S.H., M.H., Ibu Indrawati S.H., LL.M., atas semua saran, masukan, dan kritik yang membangun selama pengujian;

4. Bapak dan Ibu dosen pengajar Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Airlangga Surabaya atas ilmu dan perhatian yang diberikan;

(4)

x

TESIS PENCABUTAN IZIN PEMAKAIAN… ADELIA RAMADHANI SAVITRI

5. Kepala Bagian Layanan Pengadaan dan Pengeloaan Aset Pemerintah Kota Surabaya, Kepala Sub Bagian Analisa dan Pengelolaan Aset, serta teman- teman Sub Bagian Analisa dan Pengelolaan Aset, sudah mendukung penuh dan memaklumi dalam pengerjaan tesis ini.

6. Semua staff Pemerintah Kota Surabaya yang telah membantu memberikan dukungan dan informasi terkait penulisan tesis ini.

7. Teman-teman Magister Kenotariatan angkatan 2017 yang telah mendukung satu sama lain dan telah memberikan informasi, bantuan, dan semangat selama perkuliahan serta dalam penyusunan Tesis ini;

8. Semua pihak yang turut membantu dan memberikan inspirasi yang tidak dapat penyusun sebutkan satu per satu.

Penyusun menyadari bahwa penyusunan Tesis ini masih memiliki banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, penyusun dengan segala kerendahan hati mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari berbagai pihak.Semoga Tesis ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membacanya.Amin.

Surabaya, 30 Oktober 2019

Penyusun

(5)

xi

TESIS PENCABUTAN IZIN PEMAKAIAN… ADELIA RAMADHANI SAVITRI

DAFTAR PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia Tahun 1945

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (Lembaran Negara Tahun 1960 Nomor 104 Tambahan Lembaran Negara Nomor 2043) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1961 tentang Pencabutan Hak-Hak Atas Tanah dan Benda-

Benda Diatasnya (Lembaran Negara Tahun 1961 Nomor 288 Tambahan Lembaran Negara Nomor 2324)

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara (Lembaran Negara Tahun 1986 Nomor 77) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004 tentang Peradilan Tata Usaha Negara (Lembaran Negara Tahun 2009 Nomor 160 Tambahan Lembaran Negara Nomor 5079)

Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2008 tentang Ombudsman Republik Indonesia (Lembaran Negara Tahun 2008 Nomor 139 Tambahan Lembaran Negara Nomor 4899)

Undang-Undang No. 3 Tahun 2009 tentang Mahkamah Agung (Lembaran Negara Tahun 2009 Nomor 3 Tambahan Lembaran Negara Nomor 4958) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2004 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung ( Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 9 Tambahan Lembaran Negara Nomor 4359)

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik ( Lembaran Negara Tahun 2009 Nomor 112 Tambahan Lembaran Negara Nomor 5038)

Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum (Lembaran Negara Tahun 2012 Nomor 22 Tambahan Lembaran Negara Nomor 5280)

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2014 Nomor 244 Tambahan Lembaran Negara Nomor 5587) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4844) Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan (Lembaran Negara

Tahun 2014 Nomor 292 Tambahan Lembaran Negara Nomor 5601)

Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 1953 tentang Penguasaan Tanah-Tanah Negara (Lembaran Negara Tahun 1953 Nomor 114 Tambahan Lembaran Negara Nomor 362) Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/ Daerah

(Lembaran Negara Tahun 2014 Nomor 92 Tambahan Lembaran Negara Nomor 5533)

(6)

xii

TESIS PENCABUTAN IZIN PEMAKAIAN… ADELIA RAMADHANI SAVITRI

Peraturan Presiden Nomor 65 tahun 2006 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 36 Tahun 2005 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pelaksanaan Pembangunan Untuk Kepentingan Umum

Peraturan Presiden Nomor 148 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum (Lembaran Negara Tahun 2015 Nomor 366) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 30 Tahun 2015 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum (Lembaran Negara Tahun 2015 Nomor 55)

Peraturan Menteri Agraria Nomor 9 Tahun 1965 tentang Pelaksanaan Konversi Hak Penguasaan Atas Tanah Negara Dan Ketentuan-Ketentuan Tentang Kebijaksanaan Selanjutnya

Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 1975 tentang Ketentuan- Ketentuan Pembebasan Tanah.

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 1977 tentang Tata Cara Permohonan dan Penyelesaian Pemberian Hak Atas Bagian Bagian Tanah Hak Pengelolaan Serta Pendaftaran

Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1985 tentang Tata Cara Pengadaan Tanah.

Peraturan Kepala BPN Nomor 3 Tahun 2011 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Negeri Agraria/ Kepala BPN Nomor 9 Tahun 1999 tentang Tata Cara Pemberian dan Pembatalan Hak Atas Tanah Negara dan Hak Pengelolaan sebagaimana telah dirubah dengan

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu

Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 35 tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Standar Operasional Prosedur Administrasi Pemerintahan

Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah.

Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 13 Tahun 2010 tentang Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah (Lembaran Daerah Kota Surabaya Tahun 2010 Nomor 13 Tambahan Lembaran Daerah Kota Surabaya Nomor 11) sebagaimana telah diubah Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 2 Tahun 2013 tentang Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah (Lembaran Daerah Kota Surabaya Tahun 2013 Nomor 2 Tambahan Lembaran Daerah Kota Surabaya Nomor 2)

Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 3 Tahun 2016 tentang Izin Pemakaian Tanah (Lembaran Daerah Kota Surabaya Tahun 2016 Nomor 3 Tambahan Lembaran Daerah Kota Surabaya Nomor 3)

(7)

xiii

TESIS PENCABUTAN IZIN PEMAKAIAN… ADELIA RAMADHANI SAVITRI

Peraturan Walikota Surabaya Nomor 42 Tahun 2016 tentang Perubahan Tarif Retribusi Pemakaian Kekayan Daerah Pada Objek Retribusi Berupa Pelayanan Pemakaian Tanah

Referensi

Dokumen terkait

Pengaturan hukum surat pernyataan telah menyetorkan modal yang dibuat oleh pendiri perseroan terbatas diatur dalam Permenkum HAM RI Nomor 4 Tahun 2014 Tentang

Sebagai bahan pertimbangan dan informasi bagi bisnis-bisnis Event Organizer atau Party Planner, khususnya Party Planner STCB dan karena hasil akhir penelitian

Dampak kebijakan stimulus fiskal bidang infrastruktur padatkarya terhadap permintaan tenaga kerja dan faktor primer komposit menunjukkan pola yang tidak seragam, baik menurut

Aplikasi yang diberi nama Sistem Informasi Manajemen Dokumen Mutu (SIDOKU) memiliki fungsi untuk mengekstrak kumpulan data aktifitas rutin laboratorium, dari fase

kapasitas pejabat berwenang di tingkat lokal yang bertanggung jawab terhadap kegiatan ini. Sebagaimana yang tercermin dalam tulisan Wollenberg dkk. bagaimanapun juga, rencana

Sekali lagi, cobalah untuk memecahkan masalah di atas sendiri dahulu sebelum mencoba melihat ’Petunjuk’ dan ’Kunci Jawaban’?. Karena hanya dengan cara seperti itulah Anda

Rancangan penelitian ini digambarkan sebagai berikut: (1) membagi atau memilih secara acak kelas eksperimen dan kelas kontrol; (2) memberikan tes awal

Dimensi lapangan yaitu 1.2m x 1.2m, dimana lapangan yang digunakan berwarna hijau dan biru dan ukuran garis sebagai track robot line follower ini yaitu 2cm