• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN. yang ketiga cabangnya berada di Malang yaitu yang beralamat di jalan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN. yang ketiga cabangnya berada di Malang yaitu yang beralamat di jalan"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

33 BAB III

METODE PENELITIAN

A. Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian ini akan dilaksanakan di tiga cabang Ratu Swalayan yang ketiga cabangnya berada di Malang yaitu yang beralamat di jalan Diponegoro 6 B Gondang Legi, jalan Sukarno Hatta Pal-Sidorejo, dan jalan Semeru Selatan Dampit

B. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif dengan metode survey. Penelitian survey ialah penelitian yang dilakukan pada populasi besar maupun kecil, tetapi data yang dipelajari ialah data dari sampel yang diambil dari populasi tersebut, sehingga ditemukan kejadian-kejadian relative, distribusi, dan hubungan-hubungan antar variabel sosiologis maupun

psikologis (Sugiyono, 2014).

C. Populasi dan Teknik Pengambilan Sampel

Sugiyono (2014) mengatakan bahwa populasi ialah wilayah

generalisasi yang terdiri atas subyek/obyek yang mempunyai kualitas atau

karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan

kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini berisikan 34

orang karyawan dibagian kasir Ratu Swalayan.

(2)

34

Sampel ialah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Jumlah populasi yang kurang dari 100, seluruh populasi dijadikan sampel penelitian (Sugiyono, 2014). Penelitian ini menggunakan teknik Total sampling. Teknik Total sampling ialah mengambil keseluruhan populasi yang ada. Sampel pada penelitian ini ialah seluruh karyawan Ratu Swalayan bagian kasir sebanyak 34 karyawan dengan rincian sebagai berikut:

Tabel 3.1 Rincian Jumlah Populasi

Penempatan Kerja Jumlah Karyawan

Gondang Legi 11

Sidorejo 11

Dampit 12

Sumber: Ratu Swalayan D. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel

1. Variabel Penelitian

Sesuai dengan judul yang diangkat peneliti yaitu pengaruh kompensasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan pada Ratu Swalayan Malang, dengan penjabaran variable sebagai berikut :

a. Variabel Dependen

Variabel dependen (dipengaruhi) ialah variabel yang nilainya dipengaruhi oleh variabel independen. Ferdinand (2011) mengatakan bahwa variabel dependen ialah variabel yang menjadi pusat perhatian peneliti. Di dalam penelitian ini variabel dependen yang dimaksud ialah Kinerja (Y).

1) Kuantitas Hasil Kerja, yaitu target jumlah customer yang bisa dilayani

oleh kasir di ratu Swalayan perharinya.

(3)

35

2) Kualitas Hasil Kerja, yaitu penyelesaian pekerjaan dengan baik dan sesuai dengan jobdesk sehingga dapat menghindari komplain dari para customer.

3) Ketepatan waktu, yaitu menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan sehingga karyawan dapat menggunakan waktu yang ada untuk menyelesaikan pekerjaan selanjutnya serta absen kedatangan dan kepulangan karyawan.

b. Variabel Independen

Variabel independen (mempengaruhi) yang dilambangkan dengan huruf (X) ialah variabel yang mempengaruhi variabel dependen, baik yang pengaruhnya maupun pengaruhnya negatif (Ferdinand, 2011). Dalam penelitian ini yang merupakan variabel independen ialah:

1) Kompensasi (X1)

Kompensasi merupakan imbalan balas jasa yang diberikan oleh Ratu Swalayan kepada karyawan yang berbentuk uang, barang langsung atau tidak langsung yang diterima karyawan.

a) Gaji, yaitu jumlah pembayaran pokok yang dibayarkan oleh Ratu Swalayan kepada karyawannya perbulan/masa kerja.

b) Insentif, yaitu bonus atau tambahan upah di luar gaji yang diberikan kepada karyawan karena target yang telah tercapai.

c) Tunjangan, yaitu bonus yang diberikan oleh perusahaan seperti

pemberian uang tunjangan hari raya.

(4)

36

d) Fasilitas, yaitu kenikmatan/fasilitas seperti tempat parkir khusus untuk karyawan adanya mushola bagi para karyawan yang beragama muslim.

2) Lingkungan Kerja (X2)

Lingkungan kerja ialah lingkungan yang berada disekitar karyawan saat bekerja dan dapat mempengaruhi kenyamanan karyawan saat bekerja, indikator lingkungan kerja yaitu sebagai berikut:

a) Hubungan antara atasan (owner) Ratu Swalayan dengan para karyawannya disemua bagian terjalin dengan baik.

b) Hubungan dengan rekan kerja, yaitu hubungan dengan rekan kerja harmonis dan tanpa ada rasa saling tidak suka diantara sesama rekan sekerja.

2. Definisi Operasional Variabel dan Indikator

Operasional variabel merupakan kegiatan menjabarkan konsep variabel menjadi konsep yang lebih sederhana, yaitu indikator.

Operasional variabel ini dilakukan untuk membatasi pembahasan agar

tidak meluas. Menurut Sugiyono (2014), menyatakan bahwa variabel

penelitian pada dasarnya ialah segala sesuatu yang berbentuk apa saja

yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi

tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya. Penelitian ini

mengkaji tiga variabel yaitu dua variabel independen dan satu variabel

dependen. Variabel kompensasi (X1) dan variabel lingkungan kerja (X2)

(5)

37

sebagai variabel independen dan variabel kinerja karyawan (Y) sebagai variabel dependen. Gambaran lebih jelas mengenai variabel penelitian disajikan dalam tabel berikut:

Tabel 3.2

Definisi Operasional Variabel dan Indikator

Variabel Definisi Variabel Indikator

Kinerja Karyawan (Y)

Kinerja merupakan hasil kerja yang dicapai oleh karyawan Ratu Swalayan dalam melaksanakan tugas yang diberikan sesuai dengan standart kuantitas, kualitas, dan ketepatan waktu.

1. Kuantitas hasil kerja

2.Kualitas hasil kerja

3.Ketepatan Waktu

Kompensasi (X1)

Segala bentuk imbalan yang diberikan Ratu Swalayan kepada karyawan atas pekerjaan yang telah dilakukan.

1.Gaji 2.Insentif 3.Tunjangan 4. Fasilitas

Lingkungan Kerja (X2)

Lingkungan keseluruhan sarana dan prasarana yang ada disekitar karyawan yang sedang melakukan pekerjaan itu sendiri

1.Hubungan antara atasan dengan bawahannya 2.Hubungan dengan sesama rekan kerja

E. Jenis dan Sumber Data

1. Jenis Data

Jenis data pada penelitian ini ialah data kuantitatif. Data kuantitatif merupakan jenis penelitian yang data penelitiannya berupa angka dan alat analisis yang digunakan ialah menggunakan statistik (Sugiyono, 2014).

2. Sumber Data

Sumber data pada penelitian ini ialah sumber data primer. Menurut Sugiyono (2014) sumber data primer merupakan sumber data yang

diperoleh secara langsung dari sumber asli. Data primer dalam penelitian

(6)

38

ini yakni hasil yang didapatkan melalui kuesioner. Data yang dikumpulkan melalui kuesioner digunakan peneliti untuk menjawab pertanyaan dan pernyataan penelitian. Penyebaran kuesioner bertujuan untuk mengetahui tanggapan responden mengenai variabel kompensasi, lingkungan kerja, dan kinerja karyawan pada Ratu Swalayan.

F. Teknik Pengumpulan Data

Menurut Sugiyono (2014) kuisioner ialah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Penelitian ini dilakukan dengan cara membagikan angket atau kuesioner kepada para karyawan Ratu Swalayan di berbagai bidang pekerjaan. Pembagian angket yang beisikan perrtanyaan tentang bagaimana pendapat mereka terkait masalah yang ingin diteliti yaitu kompensasi, lingkungan kerja, dan kinerja karyawan.

G. Teknik Pengukuran Variabel

Menurut Sugiyono (2014) skala likert digunakan untuk mengukur

sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang

fenomena sosial yang terjadi. Seperti yang telah dijabarkan oleh peneliti

terkait variabel penelitian yang kemudian dijabarkan melalui dimensi-dimensi

yang akhirnya menjadi sub variabel. Sub variabel kemudian dijadikan tolak

ukur peneliti untuk menyusun item-item pertanyaan dan pernyataan yang

berhubungan dengan penelitian.

(7)

39

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan skala likert dengan alternatif skor 1 – 5 untuk mengukur sikap, perasaan, dan tanggapan responden. Pendapat yang paling negatif diberikan skor 1, sedangkan pendapat yang paling positif diberikan skor 5. Tanggapan masing-masing karyawan atau responden terhadap pernyataan atau pertanyaan yang diberikan terkait variabel kompensasi, lingkungan kerja, dan kinerja akan diberikan skor sebagai berikut:

Tabel 3.3 Skala Likert

Jawaban Penilaian

(Skor) Kompensasi Lingkungan Kerja

Kinerja Karyawan Sangat Setuju (SS) 5 Sangat Baik Sangat Baik Sangat Tinggi

Setuju (S) 4 Baik Baik Tinggi

Cukup (C) 3 Cukup Cukup Cukup

Tidak Setuju (TS) 2 Buruk Buruk Rendah

Sangat Tidak

Setuju (STS) 1 Sangat Buruk Sangat Buruk Sangat Rendah

Berdasarkan tabel 3.3 menjelaskan bahwa pengukuran variabel Kompensasi, Lingkungan Kerja, dan Kinerja Karyawan dengan pernyataan positif maka dapat diuraikan menjadi 5 kategori:

1. Jawaban sangat setuju diberi skor 5, sebagai jawaban dari kompensasi, lingkungan kerja, dan kinerja karyawan yang mempunyai indikasi sangat tinggi dalam pengukurannya.

2. Jawaban setuju diberi skor 4, sebagai jawaban dari kompensasi,

lingkungan kerja, dan kinerja karyawan yang mempunyai indikasi

tinggi dalam pengukurannya.

(8)

40

3. Jawaban cukup diberi skor 3, sebagai jawaban dari kompensasi, lingkungan kerja, dan kinerja karyawan yang mempunyai indikasi cukup dalam pengukurannya.

4. Jawaban tidak setuju diberi skor 2, sebagai jawaban dari kompensasi, lingkungan kerja, dan kinerja karyawan yang mempunyai indikasi rendah dalam pengukurannya.

5. Jawaban sangat tidak setuju diberi skor 1, sebagai jawaban dari kompensasi, lingkungan kerja, dan kinerja karyawan yang mempunyai indikasi sangat rendah dalam pengukurannya.

H. Uji Instrumen Penelitian

Data dalam penelitian ini merupakan penggambaran variabel yang diteliti dan berfungsi sebagai alat pembuktian hipotesis. Oleh Karena itu, benar atau tidaknya data sangat tergantung oleh baik tidaknya instrumen sebagai alat pengumpul data. Instrumen yang baik harus memenuhi dua persyaratan penting yaitu valid dan reliabel.

1. Uji Validitas

Uji validitas digunakan untuk mengetahui tingkat kevalidan dari instrument (kuesioner) yang digunakan dalam pengumpulan data. Suatu

kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk

mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut

(Ghozali, 2011). Teknik untuk menguji validitas empirik menggunakan

rumus Product Moment, yaitu:

(9)

41

𝑟

𝑋𝑌

= 𝑛 ∑ 𝑋𝑌 − (∑ 𝑋)(∑ 𝑌)

√[𝑛 ∑ 𝑋

2

− (∑ 𝑋)

2

][𝑛 ∑ 𝑌

2

− (∑ 𝑌)

2

]

Keterangan:

𝑟

𝑥𝑦

= Korelasi antara variabel x dan y 𝑛 = Jumlah Responden

𝑥 = Skor butir instrumen 𝑦 = Skor total item instrumen

∑ 𝑦 = Jumlah Skor x

∑ 𝑦 = Jumlah skor y

Uji validitas dapat dilakukan dengan program komputer SPSS.

Kreteria pengujiannya ialah jika r hitung lebih besar dari r tabel dan alpha 0.05 maka dapat dinyatakan bahwa data tersebut valid.

2. Uji Realibilitas

Reabilitas merupakan alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel (Ghozali, 2011). Suatu kuesioner dikatakan reliabel jika jawaban responden terhadap pernyataan ialah konsisten. Uji reliabilitas dapat dilakukan dengan program komputer SPSS. Pengukuran reliabilitas dapat dilakukan dengan koefisien Cronbach’s Alpha dengan rumus:

𝑟 = ( 𝐾

𝐾 − 1 ) (1 − Ʃ𝜎𝑏

2

𝜎𝜏

2

) Keterangan

r = Reabilitas instrument

k = Banyaknya butir pertanyaan

Ʃ𝜎𝑏

2

= Jumlah varian butir dikuadratkan

(10)

42

𝜎𝜏

2

= Jumlah varian total dikuadratkan

Kriteria pengujiannya ialah apabila nilai reliabilitas instrumen diatas 0,6 maka terdapat data yang reliabel.

I. Teknik Analisis Data

Dalam penelitian kuantitatif, analisis data merupakan bagian penting setelah mengumpulkan data dari responden. Untuk menjawab perumusan masalah dalam penelitian ini, penulis menggunakan teknik analisis data sebagai berikut:

1. Rentang Skala

Rentang skala ialah alat yang digunakan untuk mengukur dan menilai variabel yang diteliti. Analisis rentang skala ini digunakan untuk mengetahui kompensasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan di Ratu Swalayan dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

RS = n(m − 1) m Keterangan:

RS = Rentang Skala n = Jumlah Sampel

m = Jumlah Alternatif Jawaban Dengan hasil perhitungan sebagai berikut:

RS = 34(5 − 1)

5 = 27

Maka tinggi rendahnya hasil pengukurannya dari setiap variabel yang

diteliti adalah sebagai berikut:

(11)

43 Tabel 3.4

Rentang Skala Variabel Kompensasi, Lingkungan Kerja, dan Kinerja Karyawan Skor Kompensasi Lingkungan Kerja Kinerja Karyawan 34 - 60 Sangat Buruk Sangat Buruk Sangat Rendah

61 - 87 Buruk Buruk Rendah

88-114 Cukup Cukup Cukup

115-141 Baik Baik Tinggi

142-170 Sangat Baik Sangat Baik Sangat Tinggi

Keterangan:

1) Rentang skala 34 – 60 dinyatakan bahwa kompensasi, lingkungan kerja dan kinerja masuk kategori sangat rendah dan sangat buruk.

2) Rentang skala 61 – 87 dinyatakan bahwa kompensasi, lingkungan kerja dan kinerja masuk kategori rendah dan buruk.

3) Rentang skala 88-114 dinyatakan bahwa kompensasi, lingkungan kerja dan kinerja masuk kategori cukup.

4) Rentang skala 115-141 dinyatakan bahwa kompensasi, lingkungan kerja dan kinerja masuk kategori tinggi.

5) Rentang skala 142-170 dinyatakan bahwa kompensasi, lingkungan kerja dan kinerja masuk kategori sangat tinggi dan sangat baik.

2. Uji Asumsi Klasik

Untuk memperoleh hasil analisis data yang sesuai dengan syarat pengujian maka penelitian ini menggunakan uji asumsi klasik. Uji asumsi klasik terdiri dari:

a. Uji Normalitas

Uji normalitas merupakan pengujian yang bertujuan untuk

menguji yang bertujuan untuk menguji pada model regresi yang

(12)

44

dihasilkan apakah berdistribusi normal atau berdistribusi tidak normal (Ghozali, 2011). Dalam penelitian ini peneliti menggunakan uji One Sample Kolmogorov-Smirnov dengan menggunakan taraf signifikan 0,05 dengan dasar pengambilan keputusan:

1) Angka signifikan Uji Kolmogorov-Smirnov Sig > 0,05 maka data berdistribusi normal.

2) Angka signifikan Uji Kolmogorov-Smirnov Sig < 0,05 maka data tidak berdistribusi normal.

b. Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedasitas merupakan pengujian yang bertujuan untuk mengetahui apakah model regresi layak dipakai dalam memprediksi variabel dependen dipengaruhi dengan variabel independen (Ghozali, 2011). Gejala heteroskedastisitas terjadi apabila nilai signifikannya > 0,05.

c. Uji Multikolinieritas

Uji multikolinieritas merupakan pengujian yang bertujuan

untuk mengetahui apakah model regresi ditemukan adanya korelasi

antar variabel independen (Ghozali, 2011). Metode untuk menguji

multikolinearitas yaitu dengan melihat besaran dari nilai tolerance dan

nilai Variance Inflation Factor (VIF) dengan dasar pengambilan

keputusan, jika nilai Variance Inflation Factor (VIF) tidak lebih dari

10 dan nilai tolerance tidak kurang dari 0,1, maka model dapat

dikatakan bebas dari multikolinearitas.

(13)

45 d. Uji Autokorelasi

Uji autokorelasi merupakan pengujian yang bertujuan untuk melihat apakah ada hubungan linier antara error serangkaian observasi yang diurutkan menurut waktu. Untuk melihat ada tidaknya gejala autokorelasi digunakan Uji Durbin Watson yaitu melihat tabel Durbin Watson. Jika nilai du < d < 4-dU maka tidak terjadi gejala autokorelasi pada model regresi.

3. Regresi Linier Berganda

Model analisis yang digunakan ialah model analisis regresi linier berganda. Model ini digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Dalam penelitian ini terdapat satu variabel dependen (Y) yaitu kinerja karyawan, dua variabel independen yaitu kompensasi (X1) dan lingkungankerja (X2). Adapun rumus regresi linier berganda adalah sebagai berikut (Sugiyono, 2014):

Y= a + bX

1

+ bX

2

+ e Keterangan:

Y = Variabel dependen (Kinerja Karyawan)

a = Konstanta Regresi Berganda (Nilai Y apabila X

1

, X

2

...X

n

=0)

b = Koefisien regresi (nilai peningkatan ataupun penurunan) X

1

= Variabel independen (kompensasi)

X

2

= Variabel independen (lingkungan kerja)

e = Variabel pengganggu (error)

(14)

46 4. Uji Hipotesis

Uji hipotesis bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh yang jelas dan dapat dipercaya antara variabel independen (kompensasi dan lingkungan kerja) terhadap variabel dependen (kinerja karyawan). Melalui langkah ini akan diambil suatu kesimpulan untuk menerima atau menolak hipotesis yang diajukan.

a. Uji T

Uji t digunakan untuk menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variasi varibel. Ini berarti uji t digunakan untuk menguji signifikan hubungan antar variabel independen (Ghozali, 2011). Uji t digunakan untuk menguji secara parsial masing-masing variabel.

Dasar pengambilan keputusan:

1) Jika probabilitas (signifikansi) > 0,05 (α) atau t hitung < t tabel berarti hipotesa tidak terbukti maka H0 diterima Ha ditolak, bila dilakukan uji secara parsial.

2) Jika probabilitas (signifikansi) < 0,05 (α) atau t hitung > t tabel berarti hipotesa terbukti maka H0 ditolak Ha diterima, bila dilakukan uji secara parsial.

b. Uji F

Uji F digunakan untuk mengetahui pengaruh secara simultan

antara variabel independen dalam penelitian ini yaitu variabel

(15)

47

kompensasi dan lingkungan kerja terhadap variabel dependen yaitu kinerja karyawan.

Dasar pengambilan keputusan:

1) Jika probabilitas (signifikansi) > 0,05 (α) atau F hitung < F tabel berarti hipotesis tidak terbukti maka H0 diterima Ha ditolak, bila dilakukan uji secara simultan.

2) Jika probabilitas (signifikansi) < 0,05 (α) atau F hitung > F tabel berarti hipotesa terbukti maka H0 ditolak Ha diterima, bila dilakukan uji secara simultan.

J. Pengujian Variabel yang Paling Kuat Berpengaruh

Pengujian variabel yang paling kuat berpengaruh (R2) pada intinya

pengujian ini dilakukan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model

dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai koefisien adalah antara

nol dan satu. Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel

independen dalam menjelaskan variabel dependen sangat terbatas. Nilai yang

mendekati satu berarti variabel variabel-variabel independen memberikan

hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel

dependen(Ghozali,2006)

Gambar

Tabel 3.1  Rincian Jumlah Populasi
Tabel 3.3  Skala Likert

Referensi

Dokumen terkait

Peran debt collector dalam melakukan penagihan hutang kartu kredit memang dianggap dapat menyelesaikan permasalahan hutang dengan cepat dan efisien. Dan pada praktiknya,

Bagaimana hubungan indeks keanekaragaman tumbuhan dengan parameter abiotik tanah yang meliputi (Suhu tanah, pH tanah, kelembaban tanah, dan Intensitas cahaya), pada naungan Tectona

Penulis menyadari selama proses awal pendidikan di Institut Seni Indonesia hingga proses akhir dalam penggarapan tugas akhir, penulisan ini tidak terlepas dari

Berdasarkan dari hasil penelitian dan seluruh pemaparan, peneliti telah sampai pada kesimpulan akhir bahwa makna menjadi penari Jawa oleh keempat subjek adalah sebagai sebuah

Tidak akan ada sukses tanpa ada sebuah pengetahuaan dasar untuk bisnis yang baik, belajar sambil bekerja, turut kerja dahulu selama1-2 tahun untuk dapat mempelajari dasar –

Open loop system merupakan sebuah sistem yang tidak menggunakan feedback dari hasil output sebelumnya. Sehingga Open loop system hanya akan memberikan output

Apabila keeratan contoh dengan ayah dikelompokkan menjadi tiga kategori, maka hasil menunjukkan bahwa sebagian besar contoh (81,6% di SMA Negeri 3 dan 76,3% di SMA Insan

Aresta Lintas Media mengajak penulis untuk turut serta keluar kantor mengambil tagihan, dan mengantar pesanan backdrop yang sudah jadi ke Bank BPD DIY.. Melihat