• Tidak ada hasil yang ditemukan

RANCANGAN PERATURAN DAERAH KOTA MOJOKERTO NOMOR 2 TAHUN 2011

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "RANCANGAN PERATURAN DAERAH KOTA MOJOKERTO NOMOR 2 TAHUN 2011"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Menimbang

Mengingat

RANCANGAN

PERATURAN DAERAH KOTA MOJOKERTO NOMOR 2 TAHUN 2011

TENT ANG

PERTANGGUNGJAWABANPELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN,DAN BELANJA DAERAH

TAHUN ANGGARAN2010

DEN GAN RAHMA T TUHAN YANG MAHA ESA W ALIKOTA MOJOKERTO,

a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 184 ayat (I) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Oaerah sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 12 Tabun 2008 tentang Perubahan Kedua alas Undang­

Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, disebutkan "Kepala Daerah mengajukan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD kepada Dewan Perwakilan Rakyat Oaerah (DPRD) berupa laporan keuangan yang telah diperiksa oleh Sadan Pemeriksa Keuangan paling lambat 6 (enam) bulan setelah tahun anggaran berakhir.";

b. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, maka perlu menuangkan pertanggungjawaban pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2010 dalarn Peraturan Daerah Kota Mojokerto.

1. Undang­Undang Nomor 17 Tahun 1950 tentang Pcmbcntukan Daerah Kata Kecil dalam Lingkungan Propinsi Jawa Timur/Jawa Tengah/Jawa Barat sebagaimana telah diubah dengan Undang­

Undang Nomor 13 Tahun 1954 tentarig Pengubahan Undang- Undang Nomor 16 dan 17 Tahuo 1950 tentang Pembentukan Kota-kota Besar dan Kora-Kota Kecil di Jawa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1950 Nornor 40. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 551 ):

2. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1985 tentang Pajak Bumi dan Bangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1985 Nomor 68, Tarnbahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3312) sebagaimana telah diubah dt:ngan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1994 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1985 tentang Pajak Bumi dan Bangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 62, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3569);

(2)

7.

8.

3.

6.

Undang-Undang Nomor 21 Tahun 1997 tentang Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 44, Tarnbahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3688) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2000 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 1997 tentang Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (Lembaran Negara Tahun 1997 Nomor 130, Tarnbahan Lembaran Negara Nomor 3988) ;

Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tarnbahan Lcmbaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851);

Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tarnbahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbcndaharaan Negara (Lcmbaran Negara Rcpublik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);

Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik lndohesla Tahun 2004 Nomor 66, Tarnbahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400);

Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tarnbahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tarnbahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah dengan Undang- Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Undang-Undang tentang Pemcrintahan Daerah (Lcmbaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tarnbahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);

10. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tarnbahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);

9.

5.

4.

11. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerab (Lembaren Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 130, Tarnbahan Lembaran Negara Republik

Indonesia Nomor 5049) ; ·

12. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2001 tentang Pajak Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 118, Tarnbahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4138);

13. Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2001 tentang Retribusi Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 119, Tarnbahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4139);

(3)

14. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2004 tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota Dewan Perwekilan Rakyat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 90, Tarnbahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4416) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2007 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2004 tentang Kedudukan Protokoler dan Kcuangan Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 47.

Tarnbahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4712);

15. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 48, Tarnbahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4502);

16. Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2005 tentang Pinjarnan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 136, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4574) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2011 tentang Standar Akuntansi Pemerintah. Pinjarnan Daerah;

17. Peraturan Pemerintah Nemer SS Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 137), Tarnbahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4575);

18. Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2005 tentang Sistem Informasi Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 138, Tarnbahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4576) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2005 tentang Sistem Infonnasi Keuangan Daerah ;

19. Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2005 tentang Hibah Kepada Daerah (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 139, Tarnbahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4577);

20. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tarnbahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);

21. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 150, Tarnbahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4585);

22. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pcngawasan Pcnyclcuggaraan Pemcrintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 165, Tarnbahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4593);

23. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja lnstansi Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 25, Tarnbahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4614);

(4)

Menetapkan

24. Peraturan Menteri Dalarn Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diuba terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 201 l tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman

Pengelolaan Keuangan Daerah;

25. Peraturan Daerah Kata Mojokerto Nomor 7 Tahun 2007 tcntang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimwrn diubah dengan Peraturan Daerah Kata Mojokerto Nomor 5 TahW1 2009 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Kota Mojokerto Nomor 7 Tahun 2007 tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah;

26. Peraturan Daerah Kata Mojokerto Nomor Tahun 2010 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 20 l O;

27. Peraturan Daereh Kora Mojokerto Nomor 11 Tehun 2010 tentang Perubehan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daereh Tehun Anggaran 20 l 0.

Dengan Persetujuan Bersama

DEWANPERWAKILANRAKYATDAERAH dan

WALIKOTA MOJOKERTO MEMUTUSKAN :

PERATURAN DAERAH KOTA MOJOKERTO TENTANG PERTANGGUNGJA W ADAN PELAKSANAAN ANGGARAN

PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN

ANGGARAN 2010

Pasal 1

(1) Pertanggungjawaban pelaksanaan APBD berupa laporan keuangan memuat:

a. Lapcran realisasi anggaran b. Neraca

c. Laporan arus kas

d. Catalan atas laporan keuangan

(2) Laporan keuangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilarnpiri dengan laporan kinerja dan ikhtisar laporan keuangan badan usaha milik daerah/perusahaan daerah.

Pasal 2

Laporan realisasi anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 huruf a tahun anggaran 20 IO sebagai berikut :

a. Pendapatan Rp.389.754.281.680,l 1 b. Belanja Rp.403.716.058.238,41

Defisit Rp. (13.961.776.558,30)

c. Pembiayaan

­ Penerimaan

- Pengeluaran Surplus

Rp. 35.369.336.717,66 Rp. 3.875.000.000,00

Rp. 31.494.336.717,66

(5)

Pasal 3

Uraian laporan realisasi anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 sebagai berikut :

(I) Selisih anggaran dengan realisasi pendapatan sejumlah Rp 418.875.930,11 dengan rincian sebagai berikut :

a. Anggaran pendapatan setelah perubahan Rp. 389.335.405.750,00 b. Realisasi · Rp. 389.754.281.680,l l

Selisih lebih Rp. 418.875.930,11 (2) Selisih anggaran dengan realisasi belanja sejumlah Rp.

17.005.407.229,25 dengan rincian sebagai berikut:

a. Anggaran belanja setelah perubahan Rp. 420.721.465.467,66

b. Realisasi Rp. 403.716.058.238,41

Selisih (kurang) (Rp. 17.005.407.229,25)

Rp. 35.369.336.717,66 Rp. 108.277.000,00 Selisih lebih/(kurang)

(3) Selisih anggaran dengan realisasi surplus/defisit sejumlah Rp. 17.424.283.159,36 dengan rincian sebagai berikut :

a. Anggaran defisit setelah perubahan Rp.(31.386.059.717 ,66)

b. Realisasi Rp.(13.961.776.558,30)

Selisih lebih Rp. 17.424.283.159,36 (4) Selisih anggaran dengan realisasi penerimaan pembiayaan sejumlah

Rp. 108.277.000,00 dengan rincian sebagai berikut:

a. Anggaran penerimaan pembiayaan Rp. 35.261.059.717,66 setelah perubahan

b. Realisasi

0,00 3.875.000.000,00 Rp.

Rp.

Rp. 3.875.000.000,00

Selisih lebih/(kurang)

5) Selisih anggaran dengan realisasi pengeluaran pembiayaan sejurnlah Rp. 0,00 dengan rincian sebagai berikut :

a. Anggaran pengeluaran pembiayaan setelah perubahan

b. Realisasi

108.277.000,00 3 I .494.336.717,66 Rp.

Rp.

Selisih lebih

6) Selisih anggaran dengan realisasi pembiayaan netto sejumlah Rp. 108.277.000,00 dengan rincian sebagai berikut:

a. Anggaran pembiayaan netto setelah Rp. 31.386.059. 717,66 perubahan ·

b. Realisasi

Pasal 4 Neraca sebagairnana dimaksud pada Pasal Tahun 2010 sebagai berikut:

a. Jumlah aset b. Jumlah kewajiban c. Jumlah ekuitas dana

I huruf b per 31 Desember Rp. l .307.939.904.939,98

Rp. 0,00

Rp. l.307.939.904.939,98 Passi S

Laporan arus kas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 huruf c untuk tahun yang berakhir sampai dengan 31 Desember tahun 2010 sebagai berikut:

a. Saide kas awal per I Januari tahun 2010 Rp. 34.161.059.717,66 b. Arus kas dari aktivitas operasi Rp. 74.006.082.681,70 c. Arus kas dari aktivitas investasi non keuangan ( Rp. 87.967.859.240,00) d. Arus kas dari aktivitas pembiayaan ( Rp. 2.666.723.000,00) e. Arus kas dari aktivitas non anggaran Rp. 0,00 f. Saide kas di Bendahara Pengeluaran dan Penerimaan Rp. 14.781. 762,89 g. Saide kas akhir per 31 Desember tahun 2007 Rp. 17.547.341.922,25

(6)

Pasal 6

Catatan atas laporan keuangan sebagaimana dimaksud Pasal 1 huruf d tahun anggaran 2010 memuat infonnasi baik secara kuantitatif maupun kualitatif atas pos-pos laporan keuangan,

Pasal 7

Laporan arus kas

Catatan atas laporan keuangan Lampiran 1.10

Lampiran 1.1 l Lampiran II Lampiran Ill Lampiran IV Lampiran 1.9 Lampiran 1.8 Lampiran 1.3

Lampiran 1.4

Lampiran 1.5 Lampiran 1.6 Lampiran I. 7 Lampiran 1.2

b. c.

d.

Pertanggungjawaban pelaksanaan APBD sebagaimana dimaksud pada Pasal 1 tercantum dalam Lampiran Peraturan Daerah ini, terdiri dari :

a. Lampiran I Laporan realisasi anggaran

Lampiran I. I Ringkasan laporan realisasi anggaran menurut urusan pemerintahan daerah dan organisasi Rincian laporan realisasi anggaran menurut urusan pemerintahan daerah, organisasi, pendapatan, belanja dan pembiayaan;

Rekapitulasi realisasi anggaran belanja daerah menurut urusan pemerintahan daerah, organisasi, program dan kegiatan;

Rekapitulasi realisasi anggaran belanja daerah untuk keselarasan dan keterpaduan urusan pemerintahan daerah dan fungsi dalam kerangka pengelolaan keuangan Negara;

Daftar piutang daerah;

Daftar penyertaan modal (investasi) daerah;

Daftar realisasi penambahan dan pengurangan asset tetap daerah;

Daftar realisasi penambahan dan pengurangan asset lainnya;

Daftar kegiatan-kegiatan yang belum diselesaikan sampai akhir tahun dan dianggarkan kembali dalam tahun anggaran berikutnya;

Daftar dana cadangan daerah; dan

Daftar pinjaman dacrah dan obligasi daerah.

NeraCa

Pasal 8

Lampiran laporan keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal I ayat (2) terdiri dari :

a. Laporan kinerja tercantum dalam Lampiran V peraturan daerah ini.

b. Ikhtisar laporan keuangan badan usaha milik daerah/perusahaan daerah tercantum dalam Lampiran VI peraturan daerah ini.

Pasal 9

Perincian lebih lanjut dari pertanggungjawaban pelaksanaan APBD, diatur dalam Peraturan Walikota tentang Penjabaran Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD.

(7)

Pasal 10

Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kota Mojokerto.

Ditetapkan di Mojokerto

pada tanggal 25 Agustus 2011 WALIKOTA MOJOKERTO

ttd.

ABDUL GANI SOEHARTONO

(8)

Salfnan sesuai dengan aslinya KEPALA BAGIAN HUKUM,

PUDJI HARDJONOj SH NIP. 1960072919850 1 007

ttd

Referensi

Dokumen terkait

Bahan bakar campuran ampas tebu dan batubara dimasukkan ke dalam unit pembakaran fluidized bed, kemudian dilakukan analisis terhadap distribusi temperatur sepanjang

Keistimewaan kesenangan yang diperoleh dari membaca fiksi adalah pembaca mendapatkan pengalaman sebagaimana jika mengalaminya sendiri peristiwa atau kejadian yang

Data yang digunakan 5 saham syariah pada sector infrastruktur, utilitas dan transportasi yang mana 3 diantaranya listing di Jakarta Islamic Indeks ( JII) yaitu TLKM, PGAS,

Untuk hubungan kepuasan kerja dengan kinerja auditor, peneliti mengacu pada penelitian yang dilakukan oleh Ibnu dan Arfan (2010), yang menunjukkan bahwa kepuasan

Jika terdapat bukti obyektif bahwa penurunan nilai telah terjadi atas aset dalam kategori pinjaman yang diberikan dan piutang atau investasi dimiliki hingga jatuh

Pemberian obat merupakan salah satu tindakan yang sering dilakukan oleh perawat di setiap shift pagi, siang, dan malam, yang membutuhkan ketelitian dan ketepatan

5.2 Saran Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan terhadap kenaikkan kadar HDL dan penurunan kadar LDL serum mencit pada diabetes, ekstrak biji rambutan mampu menaikkan