• Tidak ada hasil yang ditemukan

MASYARAKAT PADA MASA CORONA VIRUS DISEASE 2019

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "MASYARAKAT PADA MASA CORONA VIRUS DISEASE 2019"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

2. Maksud dan Tujuan

a. Surat Edaran

ini

dimaksudkan sebagai pedoman bagi seluruh

pegawai

di

lingkungan Kementerian Perhubungan untuk melakukan penyesuaian sistem kerja pada masa PPKM;

b. Surat Edaran ini bertujuan untuk memastikan tetap terlaksananya tugas dan fungsi Kementerian Perhubungan secara efektif dan efisien disertai dengan upaya pencegahan dan rnemutus rantai penyebaran

COVID-19.

1. LatarBelakang

Dalam rangka menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nornor 19 Tahun 2021 tentang Penyesuaian Sistem Kerja Pegawai Aparatur Sipil Negara Selama Pernberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Pada Masa Panderni Corona. Virus Disease 2019, perlu menetapkan kebijakan penyesuaian sistem kerja pegawai di lingkungan Kementerian Perhubungan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada rnasa panderni Corona VirusDisease (COVlD-l9);

TENTANG

PENYESUAlAN SISTEM KERJA PEGAWAI 01 LINGKUNGAN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN SELAMAPEMBERLAKUAN PEMBATASAN KEGlATAN

MASYARAKATPADA MASA CORONA VIRUS DISEASE 2019 NomorSE 67 TAHUN 2021

SURATEDARAN

diLingkungan Kementerian Perhubungan Yth. 1. Para Pejabat Pimpinan Tinggi Madya;

2. Para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama; dan 3. Para Kepala Kantor/ UnitPelaksana Teknis, MENTER! PERHUBUNGAN

REPUBLIK INDONESIA

MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA

Yth. 1. Para Pejabat Pimpinan Tinggi Madya;

2. Para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama; dan 3. Para Kepala Kantor/Unit Pelaksana Teknis, di Lingkungan Kementerian Perhubungan

SURAT EDARAN Nomor S E 67 TAHUN 2021

TENTANG

PENYESUAIAN SISTEM KERJA PEGAWAI DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN SELAMA PEMBERLAKUAN PEMBATASAN KEGIATAN

MASYARAKAT PADA MASA CORONA VIRUS DISEASE 2019

1. Latar Belakang

Dalam rangka menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 19 Tahun 2021 tentang Penyesuaian Sistem Keija Pegawai Aparatur Sipil Negara Selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019, perlu menetapkan kebijakan penyesuaian sistem kerja pegawai di lingkungan Kementerian Perhubungan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada masa pandemi Corona Virus Disease (COVID-19);

2. Maksud dan Tujuan

a. Surat Edaran ini dimaksudkan sebagai pedoman bagi seluruh pegawai di lingkungan Kementerian Perhubungan untuk melakukan penyesuaian sistem keija pada masa PPKM;

b. Surat Edaran ini bertujuan untuk memastikan tetap terlaksananya tugas dan fungsi Kementerian Perhubungan secara efektif dan efisien disertai dengan upaya pencegahan dan memutus rantai penyebaran COVID-19.

(2)

5. lsi Edaran

Sistem Kerja Pegawai Kementerian Perhubungan selama PPKM, sebagai berikut:

a. Sistem Kerja Pegawai Kementerian Perhubungan di WiJayah Jawa dan Bali

Sistem kerja pegawai Keroenterian

Pcrhubungan

yang berada pada Kabupaterr/ Kota di wilayah Jawa dan Bali disesuaikan sebagai berikut:

4. Dasar Hukum

a. Undang-Undang Nomor 5 Tabun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara;

b. Peraturan Pemerintah Nomor 11 'rabun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 17 'rabun 2020;

c. Peraturan Presiden Nomor 82 'rabun 2020 tentang Komite

Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COV"lD·19) dan Pemu1!han Ekonomi Nasional sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 108 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2020 tentang Komite Penanganan Corona.

V"IlUS Disease 2019 (COVID-19) dan Pemulihan EkonomiNasional;

d. Keputusan Presiden Nomor 11 Tabun 2020 tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat COTona Virus Disease 20 I 9

(COV1D-19);

e. Keputusan Presiden Nornor 12 'rabun 2020 tentang Penetapan Bencana Nonalam Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-

19) sebagai Bencana Nasional;

f. Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nornor 19 Tahun 2021 tentang Penyesuaian Sistem Kerja Pegawai Aparatur Sipil Negara Selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Pada Masa Panderni Corona Virus

Disease2019.

3. Ruang Lingkup

Ruang lingkup Surat Edaran ini berlaku bagi seluruh pegawai Kementerian Perhubungan yang berada pada wilayah sesuai dengan ketentuan peraturan yang telah ditetapkan,

- 2 -

- 2 -

3. Ruang Lingkup

Ruang lingkup Surat Edaran ini berlaku bagi seluruh pegawai Kementerian Perhubungan yang berada pada wilayah sesuai dengan ketentuan peraturan yang telah ditetapkan.

4. Dasar Hukum

a. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara;

b. Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020;

c. Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2020 tentang Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 108 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2020 tentang Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional;

d. Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 2020 tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Corona Virus Disease 2019 (COVID-19);

e. Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2020 tentang Penetapan Bencana Nonalam Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-

19) sebagai Bencana Nasional;

f. Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 19 Tahun 2021 tentang Penyesuaian Sistem Kerja Pegawai Aparatur Sipil Negara Selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019.

5. Isi Edaran

Sistem Keija Pegawai Kementerian Perhubungan selama PPKM, sebagai berikut:

a. Sistem Keija Pegawai Kementerian Perhubungan di Wilayah Jawa dan Bali

Sistem kerja pegawai Kementerian Perhubungan yang berada pada Kabupaten/ Kota di wilayah Jawa dan Bali disesuaikan sebagai berikut:

(3)

2) Sistem Kerja di Wilayah dengan PPKMlevel 3

Pegawai Kementerian Perhubungan

di

wilayah dengan kriteria

PPKM

Level

3 melaksanakan tugas kedinasan cli kantor (work from office)sebesar 25% (dua puluh lima pononl;

3) Sistem Kerjadi Wilayah dengan PPKMLevel 2 dan Level 1

Pegawai Kernenterian Perhubungan menjalankan tugas kedinasan di Kantor (work/rom. office) sebanyak 25% (clua puluh lima persen). NamW'l demikian., apabila dltemukan klastet penyebaran Covid-19, maka clilakukan penutupan selama 5 (lima.) harl;

b. Sistem Kerja Pegawai Kementerian Perhubungan di LuST Wilayah

Jawa dan Bali

Penyesuaian Sistem KeIja Pegawai Kementerian Perhubungan pada unit kerja yang berlokasi di kabupaten/kota di luar wilayah Jawa dan Bali. disesuaikan sebagai berikut:

1) Sistem Kerjadi Wilayah dengan PPKMLevel 4

Pegawai Kementerian Perhubungan menjalankan tugas kedinasan di Kantor (work from office) sebanyak 50% (limapuluh persen) bagi pegawai yang telah divaksin.

2] Sistem keIja diWilayah dengan PPKMlevel 2

aJ

Pegawai Kementerian

Perhubungan

menjaJankan

tugas kedinasan

eli

rurnah/tempat tinggalnya

(work from home) seeara peuub atau 100% (seratus persen] dengan tetap memperhatikan sasamn Idnerja dan target kerja pegawai yang bersangkutan.

b) Apabila dalam penerapan penyesuaian sistem kerja sebagaimana dimaksud pada hUM a], terdapat aJasan penting dan roendesak eliperlukan kehadiran pejabat/pegawai di kantor, maka pimpinan unit kerja dapat secara selektif dan akuntabel menentukan jumlah minimum pejabat /pegawat yang hadir elikantor.

1) Sistem Kerja eliWilayah dengan PPKMLevel4 dan Level3 - 3-

- 3 -

1) Sistem Keija di Wilayah dengan PPKM Level 4 dan Level 3

a) Pegawai Kementerian Perhubungan menjalankan tugas kedinasan di rumah/tempat tinggalnya (work from home) secara penuh atau 100% (seratus persen) dengan tetap memperhatikan sasaran kinezja dan target kerja pegawai yang bersangkutan.

b) Apabila dalam penerapan penyesuaian sistem keija sebagaimana dimaksud pada huruf a), terdapat alasan penting dan mendesak diperlukan kehadiran pejabat/pegawai di kantor, maka pimpinan unit keija dapat secara selektif dan akuntabel menentukan jumlah minimum pejabat/pegawai yang hadir di kantor.

2) Sistem keija di Wilayah dengan PPKM level 2

Pegawai Kementerian Perhubungan menjalankan tugas kedinasan di kantor (work from office) sebanyak 50% (lima puluh persen) bagi pegawai yang telah d i vaksin.

b. Sistem Kerja Pegawai Kementerian Perhubungan di Luar Wilayah Jawa dan Bali

Penyesuaian Sistem Keija Pegawai Kementerian Perhubungan pada unit keija yang berlokasi di kabupaten/kota di luar wilayah Jawa dan Bali, disesuaikan sebagai berikut:

1) Sistem Keija di Wilayah dengan PPKM Level 4

Pegawai Kementerian Perhubungan menjalankan tugas kedinasan di kantor ( work from office) sebanyak 25% (dua puluh lima persen). Namun demikian, apabila ditemukan klaster penyebaran Covid-19, maka dilakukan penutupan selama 5 (lima) hari;

2) Sistem Keija di Wilayah dengan PPKM level 3

Pegawai Kementerian Perhubungan di wilayah dengan kriteria PPKM Level 3 melaksanakan tugas kedinasan di kantor (work from office) sebesar 25% (dua puluh lima persen);

3) Sistem Keija di Wilayah dengan PPKM Level 2 dan Level 1

(4)

c. Untuk menjamin kelancaran pelaksanaan Swat Edaran ini, Pimpinan Unit Kerjaagar rnemperhatikan hal-hal sebagai berikut:

1) Penetapan mengenal level wiJayah PPKMdan kegiatan layanan pemerintahan pada sektor-sektor esensial dan kritikal berpedoman pada Instruksi Menteri Dalam Negeri mengenai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan MasyarakatCouid-19;

2) Pelaksanaan tugas kedinasan di kantor (work from office) dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan agar Iebih ketat dan tetap memperhatikan sasaran kinerja dan target kerja pegawaiyang bersangkutan;

3) Pelaksanaan penyesuaian sistem kerja tidak mengganggu kelancaran penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat, sehinggaperlu melakukan:

a) Pemantauan dan pengawasan terhadap pemenuhan dan pencapaian sasaran dan target kinerja pegawai;

b) Penyederhanaan proses bisnis dan standar operasional prosedur dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi;

c) Penggunaan media informasi untuk penyampaian standar pelayanan baru melalui media publikasi;

d) Membuka media kornunikasi online sebagai wadah konsultasi maupun pengaduan; dan

e) Memastikan bahwa output dari produk pelayanan yang dilakukan secara daring/ online rnaupun luring/ offline tetap sesuai dengan atandar yang telah ditetapkan.

a) Pada Kabupaterr/Kota yang berada dalam Zona Hijau clan Zona Kuning, Pegawai Kementerian Perhubungan melaksanakan tugas kedinasan di kantor (work from office}

sebanyak 50% (limapuluh persen); dan

b) Pada Kabupatetr/Kota yang berada dalam Zona Oranye dan Zona Merah, Pegawai Kementerian Perhubungan melaksanakan tugas kedinasan di kantor (work from ojJice) sebanyak250/0 (lima puluh persen).

Pegawai Kementerian Perhubungan di wilayah dengan kriteria Level 2 dan Level 1 disesuaikan dengan memperhatikan Kriteria Zonasi Kabupaterr/Kota,yaitu:

-4-

- 4 -

Pegawai Kementerian Perhubungan di wilayah dengan kriteria Level 2 dan Level 1 disesuaikan dengan memperhatikan Kriteria Zonasi Kabupaten/Kota, yaitu:

a) Pada Kabupaten/Kota yang berada dalam Zona Hijau dan Zona Kuning, Pegawai Kementerian Perhubungan melaksanakan tugas kedinasan di kantor (work from Office) sebanyak 50% (lima puluh persen); dan

b) Pada Kabupaten/Kota yang berada dalam Zona Oranye dan Zona Merah, Pegawai Kementerian Perhubungan melaksanakan tugas kedinasan di kantor (work from offce) sebanyak 25% (lima puluh persen).

c. Untuk menjamin kelancaran pelaksanaan Surat Edaran ini, Pimpinan Unit Keija agar memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

1) Penetapan mengenal level wilayah PPKM dan kegiatan layanan pemerintahan pada sektor-sektor esensial dan kritikal berpedoman pada Instruksi Menteri Dalam Negeri mengenai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Couid-19;

2) Pelaksanaan tugas kedinasan di kantor (work from offce) dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan agar lebih ketat dan tetap memperhatikan sasaran kinerja dan target keija pegawai yang bersangkutan;

3) Pelaksanaan penyesuaian sistem keija tidak mengganggu kelancaran penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat, sehingga perlu melakukan:

a) Pemantauan dan pengawasan terhadap pemenuhan dan pencapaian sasaran dan target kineija pegawai;

b) Penyederhanaan proses bisnis dan standar operasional prosedur dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi;

c) Penggunaan media informasi untuk penyampaian standar pelayanan baru melalui media publikasi;

d) Membuka media komunikasi Online sebagai wadah konsultasi maupun pengaduan; dan

e) Memastikan bahwa output dari produk pelayanan yang dilakukan secara daring/online maupun luring/offline tetap sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

(5)

c. Surat Edaran ini mula; berlaku pada tanggal ditetapkan sampai dengan berakhimya kebijakan PPKMpada masa pandemic COVID-

19 atau kebijakan lebih lanjut,

b. Pada saat Surat Edaran ini mulai berlaku, Surat Edaran Menlen Perhubungan Nomor SE 65 Tahun 2021 tentang Penyesuaian Sistem Kerja Pegawai di Lingkungan Kementerian Perhubungan Selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Pada Masa Corona

VinLsDisease 2019, dioabut dan dinyatakan tidak

berlaku.

6. Penutup

a. PadasaatSurat Edaran ini mulai berlaku:

1) Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor 4 Tahun 2020 tentang Tindak Lanjut Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-l9) di Lingkungan Kementerian Perhubungan;

2) Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor SE 60 Tahun 2021 tentang Penyesuaian Sistem Ketja Pegawai di Lingkungan Kementerian Perhubungan Selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Pada Masa Corona Virus Disease 2019;

tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan Surat Edaran ini sampai dengan ditetapkan kebijakan lebih lanjut;

2) mengajak keluarga dan masyarakat sekitarnya untuk mengunduh dan menggunakan aplikasi PeduliLindungi pada smartpfwne yang dimilikinya.

d. Dalam upaya mengendalikan penyebaran Covid-19, Pegawai Kementerian Perhubungan agar:

1) memanfaatkan teknologi inforrnasi dan komunikasi dengan mengunduh dan menggunakan aplikasi PeduliLindungi pada srnartphoneyang dimilikinya; dan

- 5 -

- 5 -

d. Dalam upaya mengendalikan penyebaran Covid-19, Pegawai Kementerian Perhubungan agar:

1) memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dengan mengunduh dan menggunakan aplikasi PeduliLindungi pada smartphone yang dimilikinya; dan

2) mengajak keluarga dan masyarakat sekitarnya untuk mengunduh dan menggunakan aplikasi PeduliLindungi pada smartphone yang dimilikinya.

6. Penutup

a. Pada saat Surat Edaran ini mulai berlaku:

1) Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor 4 Tahun 2020 tentang Tindak Lanjut Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Lingkungan Kementerian Perhubungan;

2) Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor SE 60 Tahun 2021 tentang Penyesuaian Sistem Kerja Pegawai di Lingkungan Kementerian Perhubungan Selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Pada Masa Corona Virus Disease 2019;

tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan Surat Edaran ini sampai dengan ditetapkan kebijakan lebih lanjut;

b. Pada saat Surat Edaran ini mulai berlaku, Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor SE 65 Tahun 2021 tentang Penyesuaian Sistem Kerja Pegawai di Lingkungan Kementerian Perhubungan Selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Pada Masa Corona

Virus Disease 2019, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

c. Surat Edaran ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan sampai dengan berakhirnya kebijakan PPKM pada masa pandemic COVID-

19 atau kebijakan lebih lanjut.

(6)

MENTERIPERHUBUNGAN

Ditetapkan illJakarta

pada tanggal 27 Agustus 2021 Demikian disrunpaikan. un tuk dilaksanakan dengan penuh tangg~u:l.g jawab,

Su~at Bdaran ini sewaktu-wektu da.pat diubeh dan dilakukan perbaikan sesuai dengan perunjuk/p.em.OOritahuan. dari instansi yang berwenang ..

-6-

- 6 -

Surat Edaran ini scwak Lu -waktu dapat diubah dan dilakukan perbaikan sesuai dengan petunjuk/pemberi tahuan dari instansi yang berwenang.

Demikian disampaikan., untuk dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

Ditetapkan di Jakarta

pada tanggal 27 Agustus 2021

MENTERI P E R H U B U N G A N

Referensi

Dokumen terkait

Bahwa Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Nomor 6 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan lnternasional Dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019

Kabupaten Serang, yaitu dukungan dari pejabat atasan, dalam hal ini adalah kepala daerah atau Bupati, dukungan tersebut diwujudkan dalam bentuk apresiasi

1) Mengkoordinir penyusunan Rencana Umum Pengadaan (RUP) pada seksi Pengembangan Permukiman dan Pengembangan Air dan Lingkungan berdasarkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran

Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa dampak negatif yang menimpa mahasiswa akibat pergantian sis- tem perkuliahan dari luring ke daring seba- gai respon

The effectiveness of conceptual change texts in remediating high school students’ alternative conceptions concerning chemical equilibrium.. Remediating misconceptions

Dalam kaitannya dengan hal tersebut, Putusan pengadilan yang dapat diajukan kasasi yaitu perkara pidana yang diberikan pada tingkat terakhir oleh pengadilan

menyatakan bahwa aspek penyerapan anggaran merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur kinerja output dan efisiensi dari tahapan perumusan,

1) Analisa Perbandingan Laporan Keuangan, adalah metode dan teknik analisa dengan cara memperbandingkan laporan keuangan untuk dua periode atau lebih. 2) Trend atau