• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metode Training SPC TIDAK FOKUS PADA CARA MELAKUKAN PERHITUNGAN STATISTIK TAPI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Metode Training SPC TIDAK FOKUS PADA CARA MELAKUKAN PERHITUNGAN STATISTIK TAPI"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

Metode Training SPC

TIDAK FOKUS PADA CARA MELAKUKAN PERHITUNGAN STATISTIK

TAPI

• MENGAJARKAN KONSEP STATISTIK SECARA MENDALAM,

• APLIKASI STATISTIK, TERMASUK TEKNIK SAMPLING

• DISERTAI VIDEO SIMULASI, STUDI KASUS NYATA, PRAKTEK

DAN PENGGUNAAN SOFTWARE MINITAB

(2)

1. Jangan puas dengan hanya memahami cara perhitungan statistik, tapi pahami konsep dan cara penerapan statistik

2. Statistik adalah alat bantu analisa, oleh karena itu gunakan statistik sebagai alat bantu analisa bukan sebagai

dokumentasi.

3. Pahami konsep pengambilan data. Pengambilan data yang salah akan berakibat pada pengambilan kesimpulan yang salah

Point Penting dalam Penerapan Statistik

(3)

Variasi Stabil

Output variasi relatif stabil

sepanjang waktu (bisa diprediksi)

• Hanya common cause yang ada di proses

Variasi yang tidak stabil

Output variasi tidak sama

sepanjang waktu (tidak bisa diprediksi)

• Ada faktor X (spesial cause) yang menyebabkan variasi menjadi tidak stabil

Proses Mampu

Variasi < Spec

Proses Tidak Mampu

Variasi > spec

Proses Produksi Pengukuran

Variasi

Proses Sebenarnya Mampu, tapi posisi variasi bergeser

Variasi < spec

• Posisi variasi bergeser

(4)

Penyebab Ketidakstabilan Proses

• Suatu proses menjadi tidak stabil akibat munculnya “Faktor X” yang mengakibatkan pola suatu variasi menjadi berubah.

• Contoh:

– Terjadi keausan pada pahat (keausan pahat = faktor X yang muncul), pola variasi bergeser ke bawah

– Operator baru yang belum memiliki keahlian yang cukup dipekerjakan (opetor baru = Faktor X yang

muncul)

• Dalam istilah statistik Faktor X dikenal dengan istilah “Special Causes”

Keausan pahat mengakibatkan pola variasi berubah

Operator yang belum terlatih

bekerja

Terjadi kerusakan mesin

(5)

- 2 dari 3 titik > dari 2 standard deviasi (satu sisi) - 4 dari 5 titik > dari 1 standard deviasi (satu sisi)

Memahami Kestabilan Proses

• Kestabilan proses bisa dilihat pada grafik control chart

• Pola-pola grafik yang menunjukkan ketidakstabilan proses

UCL

LCL R

11.00 11.00

5.00

11.00 13.00

15.00

23.00

11

1 1 UCL

LCL R

1 titik lebih dari 3 standard devisasi dari center (keluar control limit)

UCL

LCL R

Tujuh titik berurutan berada pada salah satu sisi

UCL

LCL R

6 titik berurutan naik atau turun

UCL

LCL R

15 point berurutan berada dalam 1 standard deviasi dari center (2 sisi)

*

* *

*

*

*

*

*

*

* *

UCL

LCL R

8 Point lebih berurutan > 1 standard deviasi (dua sisi)

Data individu membentuk pola

- siang hari hasil pengukuran selalu diatas - terjadi perpindahan pola data (data switch)

55 49 43 37 31 25 19 13 7 1 92

90

88

_X U L 11 1 11 11 11 22 1 22 22 22 22 11 12 11 1 11 1 55 65 5 1 1 1

11 11 11 11 11 11 11 11 11 11 1 1

I Chart

(6)

Studi Kasus 2 Ketidakstabilan, Proses Pembuatan Grid

Gate/ aliran masuk timah cair

Sistem pengambilan data, setiap 5 menit diukur beratnya dan diplot ke grafik individual dan moving range

Kejadian selama proses (process log book)

Jam/

lot

Kejadian/ perubahan pada proses produksi

Awal prose s

Mold dibersihkan dan diberi flux supaya hasil casting tidak lengket ke mold

Menit ke 108

Terjadi unfill pada bagian pojok kiri, setting dicoba dirubah, tetapi unfill tetap terjadi. Akhirnya

operator melakukan pembersihan pada gate (lubang masuk) aliran timah. Setelah lubang dibersihkan, Grid menjadi OK, tidak ada unfill

Hasil Casting unfilled

(7)

• Berdasarkan grafik berikut ini analisa penyebab ketidakstabilan proses dan buat kesimpulan

rencana perbaikan

Studi kasus 2 Proses Pembuatan Grid

No Grafik Penyebab ketidakstabilan proses

1

Individual Value

55 49 43 37 31 25 19 13 7 1 92

90

88

_X=89,977 UCL=90,725 LCL=89,228

Moving Range

55 49 43 37 31 25 19 13 7 1 4

2

0

__MR=0,281 UCL=0,919 LCL=0 11 1 11 11 11 22 1 22 22 22 22 11 12 11 1 11 1 55 65 5 1 1 1

11 11 11 11 11 11 11 11 11 11 1 1

2 22 22 1

22

I Char t

Moving Range Chart

(8)

8

Mempelajari kemampuan proses

MEMBANDINGKAN VARIASI PRODUK TERHADAP SPESIFIKASI

• Variasi produk berasal dari proses produksi, dihitung berdasarkan hasil aktual produksi

• Spesifikasi dibuat sesuai tuntutan fungsi dari produk

• Kemampuan proses

• Proses Mampu :

Lebar variasi part < lebar spesifikasi

• Proses tidak mampu :

Lebar variasi part > lebar spesifikasi

• Proses sebenarnya mampu:

Lebar variasi part < lebar spesifikasi Tapi posisi variasi bergeser

• Proses sampling hanya bisa dilakukan apabila proses telah stabil dan mampu

Variasi

Variasi berasal dari proses, dihitung berdasarkan hasil aktual produksi

Spesifikasi Spesifikasi dibuat sesuai tuntutan fungsi dari produk

Proses Stabil tapi tidak mampu

Proses stabil

dan mampu

(9)

Mempelajari Kemampuan Proses

Untuk menyatakan kemampuan proses, maka dihitung besaran kemampuan proses.

Terdapat 2 index yang bisa

mengambarkan besaran kemampuan proses

1. Cp. Cp menyatakan perbandingan antara lebar spesifikasi dibanding dengan lebar variasi. Semakin besar angka index Cp, semakin baik proses tersebut.

• Cp < 1 berarti variasi proses terlalu besar, proses tidak mampu

• Cp = 1 berarti variasi proses sama dengan spesifikasi

• Cp > 1 berarti variasi proses relatif lebih kecil daripada

σ x 6

LSL - USL

Variasi Besar

i spesifikas Besar

Capability

Index = =

USL = Upper Spesifikasi Limit (spesifikasi atas) LSL = Lower Spesifikasi Limit (spesifikasi bawah) Lebar variasi : 6 σ

d 2 R

2

σ d

= R

Jika proses stabil Perhitungan σ bisa Menggunakan konstanta

Jika proses tidak stabil

hitung σ dengan perhitungan standard deviasi total

( )

=

=

n

1 i

2 s i

1 n

X σ X

Ilustrasi perhitungan Cp

4 5 8 9 4 9 3 4 9 10

5 - 8

(10)

Mempelajari Kemampuan Proses

2. Cpk. Selain menyatakan perbandingan antara lebar spesifikasi dengan lebar variasi, Cpk juga menggambarkan posisi variasi terhadap spesifikasi.

• Untuk studi jangka pendek (validasi proses) Target index capability > 1,67

• Untuk studi jangka panjang, (produksi masal) Target index capability > 1,33

• Cp & Cpk rendah menyatakan proses tidak mampu

• Cp tinggi, tapi Cpk rendah menyatakan bahwa proses sebenarnya mampu (variasi proses sudah relatif kecil dibanding dengan spesifikasi), tetapi posisi variasi bergeser

Index

capability 3σ

Min LSL

- x

USL ⎥⎦

⎢⎣

= x atau

asi lebar vari 1/2

Min bawah) atau

atas spec terhadap variasi

(posisi Index

capability=

3 4 5 7 9

1 4

( ) ( )

[ ]

( )

2 0,5 1

2 / 3 - 7

MIN 4

- 5 atau 5 - Cpk 9

4 1,25 5 3 - 7

4 - Cp 9

=

=

=

=

=

= Ilustrasi Grafik & Perhitungan

3 5 7 8

2 3

( ) ( )

[ ]

( )

2 1 2

2 / 3 - 7

MIN 3 - 5 atau 5 - Cpk 8

1,25 4 5 3 - 7

3 - 8

=

=

=

=

= Cp=

d 2 R

2

σ d

= R

Jika proses stabil Perhitungan σ bisa Menggunakan konstanta

Jika proses tidak stabil

hitung σ dengan perhitungan standard deviasi total

( )

=

= n

1 i

2 i

s n 1

X σ X

d 2 R

2

σ d

= R

Jika proses stabil Perhitungan σ bisa Menggunakan konstanta

Jika proses tidak stabil

hitung σ dengan perhitungan standard deviasi total

( )

=

= n

1 i

2 i

s n 1

X

σ

(

X

)

=

= n

1 i

2 i

s n 1

X σ X

(11)

Studi kasus 8 : tentukan masalah berikut ini masuk kategori ketidakstabilan atau ketidakmampuan

No Kasus Kategori masalah

(ketidakstabilan atau ketidakmampuan ?) 1 Reject scratch 3 bulan terakhir naik

2 Variasi reject 6 bulan terakhir 1,5 % s/d 2%, perusahaan menargetkan untuk mempunyai reject 1 %

3 Control chart berfungsi untuk melihat

4 Customer claim jarak lubang bergeser

(12)

Proses Pressing Bubuk

x x x x x x x x x x x x x x x x x x x

Jam 7 Cek density OK

Ganti bubuk (faktor x)

Ganti bubuk (faktor x)

Mixing

Pressing bubuk Menjadi bobin

Jam 9 Cek density OK

Ganti bubuk (faktor x)

Ketika bubuk NG, maka

Defect produk tidak akan terdeteksi

Sampling seharusnya bukan berdasarkan aturan waktu, tetapi dilakukan setiap ganti material,

(ganti material adalah faktor X), yang bisa mengakibatkan proses menjadi tidak stabil !!!

Flow Proses Sistem sampling pada proses produksi Pengecekan sampling setiap 2 jam sekali

Contoh kelemahan sistem sampling

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh diazinon (pestisida) terhadap tingkat keberhasilan larva yang terbentuk dan waktu dari setiap tahap perkembangan

Strategi divisi dari Baluna-Wear diberikan sebagai (Lipe &amp; Salterio, 2000.): Meskipun Trisuna Garment Corporation secara historis difokuskan pada pakaian wanita,

Tanaman majapahit memiliki banyak sekali manfaat, bagian daun dapat dimanfaatkan sebagai minuman tradisional sharbat, sebagai jus maja yang ditambahkan madu untuk

Tiada kata terindah selain ucapan syukur kehadirat Allah SWT yang senantiasa melimpahkan rahmat, karunia, dan berkah-Nya sehingga penulis mendapat bimbingan dan

Jelas terlihat, ketika kita melihat gerakan yang dilakukan warung Tiberias, bahwa gerakan ini hanya sebuah gerakan diakonia yang karikatif sifatnya (diakonia

Pemecahan masalah merupakan kegiatan rutin yang dilakukan manusia dalam kehidupannya yang selalu dihadapkan pada masalah. Didalam belajar matematika siswa

Menurut WTO (1986), wisatawan internasional ialah setiap orang yang bepergian ke negara yang lain dari negara tempat tinggalnya, tujuan kunjungannya bukan untuk melakukan

9,0-10 Siswa dapat bekerja secara sistematis, efisien 8,0-8,9 Siswa dapat bekerja secara sistematis 7,0-7,9 Siswa dapat bekerja tidak sistematis Tidak III Hasil Kerja. Hasil