SISTEM ABSENSI MAHASISWA MENGGUNAKAN
METODE BARCODE BERBASIS ANDROID
SKRIPSI
Disusun oleh :
I MADE DHARMA SUSILA ( 0934015002 )
J URUSAN TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”
J AWA TIMUR
Ucapan terima kasih ini saya persembahkan sebagai perwujudan rasa syukur atas terselesaikannya Laporan Skripsi. Ucapan terima kasih ini saya tujukan kepada : 1. Allah SWT., karena berkat Rahmat dan berkahNya kami dapat menyusun dan
menyelesaikan Laporan Skripsi ini hingga selesai.
2. Bapak Prof. Dr. Ir. Teguh Soedarto, MP selaku Rektor Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur.
3. Bapak Sutiyono, MT selaku Dekan Fakultas Teknologi Industri UPN “Veteran” Jawa Timur.
4. Ibu Dr. Ir. Ni Ketut Sari, MT. selaku Ketua Jurusan Teknik Informatika UPN “Veteran” Jawa Timur yang telah dengan sabar membimbing dengan segala kerendahan hati dan selalu memberikan kemudahan dan kesempatan bagi saya untuk berkreasi.
5. Dr.Ir.Ni Ketut Sari, MT selaku dosen pembimbing utama pada Proyek Skripsi ini di UPN “Veteran” Jawa Timur yang telah banyak memberikan petunjuk, masukan, bimbingan, dorongan serta kritik yang bermanfaat sejak awal hingga terselesainya Skripsi ini.
6. Eva Yulia Puspaningrum S.Kom selaku dosen pembimbing Pendamping (Pembimbing II) yang telah memberikan banyak ide, petunjuk, masukan, bimbingan, dorongan serta bantuan yang sangat berarti dan bermanfaat bagi tugas akhir ini. Serta bersedia meluangkan waktu untuk membimbing dan membantu.
menyelesaikan Skripsi dan laporan ini. Yang penulis minta hanya doa restunya, sehingga penulis bisa membuat sesuatu yang lebih baik dari laporan ini.
8. Terimakasih buat teman seperjuangan yang baik yaitu rahmat, nanang, hillman, hirson, dan keluarga TF C’09.
9. Kawan-kawan yang telah membantu dalam penyelesaian Laporan Skripsi ini. Yang telah memberikan dorongan dan doa, yang tak bisa penulis sebutkan satu persatu. Terima Kasih yang tak terhingga untuk kalian semua. Semoga Allah SWT yang membalas semua kebaikan dan bantuan tersebut.
Surabaya, November 2013
Syukur Alhamdulillah terucap ke hadirat Allah SWT atas segala limpahan Rahmat-Nya sehingga dengan segala keterbatasan waktu, tenaga, dan pikiran yang dimiliki, akhirnya penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir yang berjudul “Sistem absensi mahasiswa menggunakan metode barcode berbasis andr oid”.
Tugas Akhir ini disusun guna diajukan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan program Strata Satu (S1) pada jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, UPN ”VETERAN” Jawa Timur.
Dalam penyusunan Tugas akhir ini, Penulis berusaha untuk menerapkan ilmu yang telah didapat selama menjalani perkuliahan dengan tidak terlepas dari petunjuk, bimbingan, bantuan, dan dukungan berbagai pihak.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan tugas akhir ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu penulis sangat mengharapkan saran dan kritik dari para pembaca untuk pengembangan aplikasi lebih lanjut.
Surabaya, November 2013
LEMBAR PENGESAHAN
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM ... 24
3.2 Pengumpulan Data ... 24
3.3 Analisis Data ... 25
3.4 Analisa Sistem Lama ... 25
3.5 Perancangan Sistem ... 26
3.5.1 Skema Perancangan Sistem ... 26
3.5.2 Flowcart ... 27
3.5.3 Data Flow Diagram ... 30
3.5.4 Desain Database ... 34
3.5.5 Struktur Database ... 35
3.6 Perancangan Antarmuka ... 38
3.6.1 Desain Halaman Login ... 38
3.6.2 Desain Halaman Pilih Mata Kuliah ... 39
3.6.3 Desain Halaman Scan QR code ... 40
3.6.4 Desain Halaman Login Web Admin ... 41
3.6.5 Desain Halaman Menu Admin ... 42
3.6.6 Desain Halaman Master Mata Kuliah ... 43
3.6.7 Desain Halaman Master Dosen ... 43
3.6.8 Desain Halaman Master Mahasiswa ... 44
3.7 Jadwal Kegiatan Penelitian ... 45
BAB IV HASIL & PEMBAHASAN ... 46
4.1 Spesifikasi Sistem ... 46
4.2 Kebutuhan Aplikasi ... 46
4.2.1 Kebutuhan Perangkat Keras ... 46
4.2.2 Kebutuhan Perangkat Lunak ... 47
4.3 Implementasi Sistem ... 47
4.3.1 Form Login Dosen... 47
4.3.2 Form Pilihan Mata Kuliah ... 48
4.3.3 Form Scan QR Code ... 49
4.3.4 Halaman Web Login Admin ... 51
4.3.5 Halaman Web Master Mahasiswa ... 51
4.3.7 Halaman Web Master Mata Kuliah ... 54
4.3.8 Halaman Web Setting Jadwal Mata Kuliah ... 56
4.3.9 Halaman Web Laporan Absen ... 57
4.4 Skenarion Uji Coba ... 58
4.5 Evaluasi ... 64
BAB V PENUTUP... 66
5.1. Kesimpulan ... 66
5.2. Saran Pengembanagn ... 67
DAFTAR PUSTAKA ... 68
Judul : SISTEM ABSENSI MAHASISWA MENGGUNAKAN METODE BARCODE BERBASIS ANDROID
Pembimbing I : Dr.ir Ni Ketut Sari,MT
Pembimbing II : Eva Yulia Puspaningrum S.Kom Penyusun : I Made Dharma Susila
ABSTRAK
Android adalah sistem operasi untuk smartphone yang berbasis Linux. Android menyediakan platform terbuka bagi para pengembang untuk menciptakan aplikasi mereka sendiri yang telah digunakan oleh bermacam peranti bergerak. Salah satu perangkat mobile yang paling pesat adalah Handphone dimana Perkembangan teknologi semakin pesat dan cepat, khususnya teknologi informasi dan komunikasi.
Dengan keadaan sekarang yang serba praktis maka pada tugas akhir ini akan dibuat sistem absensi mahasiswa menggunakan metode barcode berbasis android. Karena sebelumnya mahasiswa masih menggunakan tanda tangan manual, dengan adanya absensi dengan metode barcode berbasis android maka mahasiswa tidak perlu tanda tangan manual. Sehingga kecurangan absensi dapat dihindari
Penerapan teknologi kode QR pada sistem absensi perkuliahan dengan perangkat android dapat mempercepat proses absensi mahasiswa selain itu dapat mencatat absensi mahasiswa dengan tepat dan cepat. Dalam hasil uji coba system yang telah selesai dan berhasil dibuat, system akan segera diimplementasikan pada smartphone Android versi GingerBread.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang
Kegiatan perkuliahan dapat berlangsung baik dengan adanya keaktifan mahasiswa untuk menghadiri setiap perkuliahan yang diselenggarakan. Oleh karena itu, dibutuhkan pengawasan yang baik mengenai absensi mahasiswa. Saat ini proses absensi mahasiswa menggunakan metode tanda tangan pada lembaran absen yang dibagikan pada setiap perkuliahan. Metode ini mempunyai kelemahan dengan adanya kemungkinan titip absen yang dilakukan oleh mahasiswa. Penggunaan alat absensi sidik jari dirasa juga tidak praktis dan ekonomis, karena harga satu unit alat absensi sidik jari sekitar 1 juta hingga 3 juta rupiah. Penggunaan alat absensi sidik jari juga memerlukan pendataan sidik jari seluruh mahasiswa, sehingga kurang praktis dalam penerapan.
telah disimpan pada ponsel ke mesin pembaca barcode yang tersedia pada pintu masuk kantor. (Lestari Tresnani, Dini & Munir, Rinaldi., 2012)
Penelitian lain yang pernah dilakukan adalah yang di lakukan Wahyu, Dody Jayadi dan Rusgiarto (2011) yaitu tentang analisa dan perancangan aplikasi wisata dengan menggunakan teknologi QR code pada platform android. Dengan penggunaan aplikasi ini user lebih mudah dan praktis dalam melakukan pencarian informasi objek wisata. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan QR code dapat merekam data objek wisata sehingga dapat membantu user untuk mendapatkan informasi tentang objek wisata. (Dody, Jayadi & Wahyu. 2011)
Teknologi QR code juga telah diterapkan dalam pemasalahan monitoring pengiriman barang sistem aplikasi barcode pada proses monitoring pengiriman barang (Restu Buana Kusuma Sakti Nugraha, 2008). QR barcode tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan informasi mengenai data-data barang khususnya posisi barang. Pada sistem ini barcode dijadikan sebagai perangkat masukan data untuk memonitor keberadaan barang pada suatu tempat. Penelitian ini memberikan kesimpulan bahwa barcode dapat dijadikan media penyimpanan data dan input data. (Buana, Restu. 2008)
Hasil penelitan tersebut dapat simpulkan bawah QR barcode dapat digunakan sebagai alat identifikasi dalam sebuat sistem absensi, karena QR barcode dapat menyimpan detail data seseorang. QR barcode mempunyai kelebihan tahan terhadap rusak dan kotor dan dapat dibaca dari berbagai posisi.
menggunakan teknologi barcode yang tersedia pada setiap handphone android yang telah disediakan. Dalam prakteknya setiap mahasiswa mempunyai kartu tanda mahasiswa yang telah di tempeli barcode. Pada setiap akhir perkuliahan, dosen pengajar melakukan scan barcode menggunakan handphone android. Dengan penggunaan metode ini kemungkinan terjadinya titip absen dapat dihindari, dikarenakan proses scan dilakukan oleh dosen pengajar. Sistem absensi ini juga memberikan laporan rekap absensi setiap mata kuliah dengan periode harian, bulanan maupun semester, sehingga tidak perlu melakukan perhitungan absen secara manual lagi. Dengan adanya sistem ini, diharapkan menjadi solusi atas permasalahan yang ada.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan dari uraian latar belakang di atas maka dapat dirumuskan suatu permasalahan.
a. Membangun sistem absensi perkuliahan mahasiswa menggunakan teknologi QR barcode pada perangkat android.
b. Membangun sistem yang terkoneksi antara perangkat android dan server penyimpanan database secara online.
1.3 Batasan Masalah
a. Diasumsikan semua mahasiswa membawa KTM. tidak membahas sanksi atau hukuman jika mahasiswa tidak membawa KTM.
b. Tidak membahas keamanan data pada jaringan maupun pada server database yang ada pada web hosting.
c. Database pada web hosting dapat diakses dari mana saja dengan keamanan security username dan password cpanel.
d. Aplikasi berjalan minimal di android versi 2.3 (GingerBread) e. Aplikasi ini terbatas untuk absensi perkuliahan mahasiswa. f. Cetak barcode menggunakan aplikasi yang sudah ada.
1.4 Tujuan
Tujuan dari pengerjaan tugas akhir ini adalah menerapkan teknologi barcode pada sistem absensi perkuliahan dengan perangkat android untuk mempercepat proses absensi mahasiswa.
1.5 Manfaat
Manfaat dari pengerjaan tugas akhir ini adalah: a. Memudahkan dalam absensi mahasiswa
1.6Metodologi
Untuk dapat mencapai keberhasilan dalam pembangunan aplikasi absensi barcode, maka perlu dilakukan beberapa langkah seperti berikut:
a. Studi liter ature
Mengumpulkan referensi yang dibutuhkan untuk membangun aplikasi baik dari internet, maupun sumber-sumber yang lain mengenai materi contoh aplikas, serta coding yang dapat membantu pembuatan aplikasi. b. Analisa dan perancangan
Pada tahap ini dilakukan perancangan terhadap aplikasi yang akan dibangun, seperti desain system aplikasi, aturan aplikasi, user-interface, dll.
c. Pembuatan
Pada tahap pembuatan, perencanaan yang telah di lakukan lalu di impelementasikan sehingga menjadi sebuah aplikasi dengan dasar bantuan literature yang sudah di kumpulkan sebelumnya.
d. Uji coba
Pada tahap ini, adalah tahap yang sangat penting karena pada tahap ini aplikasi di jalankan dan dilihat apakah ada yang kurang ataupun salah, dan tidak sesuai konsep yang diajukan. Uji coba aplikasi tidak hanya dilakukan oleh satu user saja, namun oleh beberapa user yang sesuai dengan target aplikasi untuk mendapatkan hasil yang inginkan.
e. Penyusunan laporan
laporan mulai dari proses awal hingga akhir pembuatan aplikasi. Dari penyusunan laporan ini diharapkan dapat mempermudah pembaca yang ingin mempelajari maupun mengembangkan aplikasi tersebut.
f. kesimpulan
Pada tahap kesimpulan adalah bagian dari penyusunan laporan proses aplikasi (tugas akhir) yang dibuat. Disini dibuat sebuah kesimpulan dari hasil pembuatan aplikasi dengan dasar teori yang mendukung dalam pembuatan aplikasi tersebut.
1.7 Sistematika Penulisan
Secara garis besar penyusunan laporan ini, terdiri dari enam bab utama dengan beberapa sub bab didalamnya. Adapun sistematika penulisan laporan tugas. Akir ini adalah sebagai berikut:
Secara garis besar penyusunan laporan ini, terdiri dari lima bab utama dengan beberapa sub bab didalamnya. Adapun sistematika penulisan laporan tugas akhir ini adalah sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
BAB II TINJ AUAN PUSTAKA
Bab ini membahas tentang teori-teori dasar yang di pakai untuk menyelesaikan permasalahan, yaitu teori-teori yang bekaitan dengan system aplikasi yang dibuat.
BAB III METEDOLOGI PENELITIAN
Bab ini membahas tentang gambaran umum dan rencanaan dari aplikasi pengajaran yang dibuat. Perencanaan aplikasi seperti konsep aplikasi seperti konsepn aplikasi, desain system aplikasi, user-interface, dan lain sebagainya.
BAB IV HASIL & PEMBAHASAN
Bab ini menjelaskan tentang bagaimana aplikasi yang telah jadi dan dapat dijalankan telah di uji coba, untuk mengetahui apakah aplikasi tersebut telah menyelesaikan permasalahannya dan sesuai dengan konsep yang dibuat.
BAB V KESIMPULAN & SARAN
DAFTAR PUSTAKA
Pada bagian ini akan dipaparkan tentang sumber-sumber literatur yang digunakan dalam pembuatan laporan tugas akhir ini.
BAB II
TINJ AUAN PUSTAKA
2.1 Tinjauan Umum
Penelitian yang di lakukan oleh Dini Lestari Tresnani dan Rinaldi Munir (2012) yaitu tentang implementasi sistem absensi pegawai menggunakan QR code. Berdasarkan penelitian tersebut telah dibuktikan bahwa QR code dapat menyimpan data pegawai berupa NIP, nama, divisi dan jabatan pegawai. Pada penelitian tersebut, QR code disimpan pada setiap ponsel pegawai, kemudian proses absensi dilakukan dengan menunjukkan gambar yang telah disimpan pada ponsel ke mesin pembaca barcode yang tersedia pada pintu masuk kantor. Hasil penelitan ini dapat disimpulkan bawah QR barcode dapat digunakan sebagai alat identifikasi dalam sebuat sistem absensi, karena QR barcode dapat menyimpan detail data seseorang. QR barcode mempunyai kelebihan tahan terhadap rusak dan kotor dan dapat dibaca dari berbagai posisi.
Penelitian yang di lakukan Wahyu, Dody Jayadi dan Rusgiarto (2011) yaitu tentang analisa dan perancangan aplikasi wisata dengan menggunakan teknologi QR code pada platform android. Dengan penggunaan aplikasi ini user lebih mudah dan praktis dalam melakukan pencarian informasi objek wisata. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan QR code dapat merekam data objek wisata sehingga dapat membantu user untuk mendapatkan informasi tentang objek wisata. (Dody, Jayadi & Wahyu. 2011)
Penelitian yang di lakukan Restu Buana Kusuma Sakti Nugraha (2008) yaitu tentang sistem aplikasi barcode pada proses monitoring pengiriman barang. Sistem tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan informasi mengenai data-data barang khususnya posisi barang. Pada sistem ini barcode dijadikan sebagai perangkat masukan data untuk memonitor keberadaan barang pada suatu tempat. Penelitian ini memberikan kesimpulan bahwa barcode dapat dijadikan media penyimpanan data dan input data. (Buana, Restu. 2008)
QR-Code berdasarkan nomor ijasah yang telah dienkripsi, mencetak ijasah dan membaca image QR-Code melalui webcam serta mendeteksi validitas data ijasah dengan baik. (Rahmawati, Anita dan Rahman Arif. 2011)
2.2 Landasan Teori 2.2.1 QR Code
Kode QR memiliki kapasitas tinggi dalam data pengkodean, yaitu mampu menyimpan semua jenis data, seperti data numerik, data alphabetis, kanji,kana,hiragana,simbol,dan kode biner. Secara spesifik, kode QR mampu menyimpan data jenis numerik sampai dengan 7.089 karakter, data alphanumerik sampai dengan 4.296 karakter, kode binari sampai dengan 2.844 byte, dan huruf kanji sampai dengan 1.817 karakter. Selain itu kode QR memiliki tampilan yang lebih kecil daripada kode batang. Hal ini dikarenakan kode QR mampu menampung data secara horizontal dan vertikal, oleh karena itu secara otomatis ukuran dari tampilannya gambar kode QR bisa hanya seperspuluh dari ukuran sebuah kode batang. Tidak hanya itu kode QR juga tahan terhadap kerusakan, sebab kode QR mampu memperbaiki kesalahan sampai dengan 30%. Oleh karena itu, walaupun sebagian simbol kode QR kotor ataupun rusak, data tetap dapat disimpan dan dibaca. Tiga tanda berbentuk persegi di tiga sudut memiliki fungsi agar simbol dapat dibaca dengan hasil yang sama dari sudut manapun sepanjang 360 derajat.
2.2.2 Andr oid
aliansi perangkat selular terbuka yang terdiri dari 47 perusahaan Hardware, Software dan perusahaan telekomunikasi ditujukan untuk mengembangkan standar terbuka bagi perangkat selular.
Di bawah ini adalah Features yang terdapat pada android:
1. Application Framework yang memungkinkan penggunaan dan penghapusan komponen yang tersedia.
2. Dalvik Virtual Machine (DVM), yaitu mesin virtual yang dioptimalkan untuk perangkat mobile.
3. Integrated browser based on the open source WebKit engine
4. Graphic Library, yang mendukung grafik 2D dan 3D berdasarkan OpenGL Library.
5. SQLite untuk penyimpanan struktur data
6. Media Supported, yang mendukung beberapa media seperti: audio, video, dan berbagai format gambar(MPEG4, H.264, MP3, AAC, AMR, JPG, PNG, GIF).
7. Hardware Independent, mendukung GSM, Bluetooth, EDGE, 3G, Wifi, kamera, Global Positioning System(GPS), kompas, dan accelerometer. 8. Rich development environment mencakup perangkat emulator, tools untuk
debug, memory dan permormance profiling serta plugin untuk Eclipse IDE.
a. J ava Platfor m Andr oid
Platform java ini mirip dengan Java 2 Standard Edition (J2SE) dikarenakan struktur perintah untuk kondisi dan perulangan, tipe variabel yang dapat digunakan, dan operator yang digunakan. Platform ini dapat dikatakan pengembangan dari J2SE yang diterapkan untuk aplikasi mobile yang berbeda dari J2ME (Java 2 Micro Edition), karena file yang dihasilkan berekestensi .apk bukan .jar.
Pada android, penggunaan bahasa pemrograman java tidak berbeda dengan java untuk platform lainya, yaitu membutuhkan dua buah produk yang dikeluarkan untuk membantu dalam membuat aplikasi, yaitu:
1. J ava SE Runtime Environment (J RE)
Java Runtime Environment (JRE) menyediakan perpustakaan, Java Virtual Machine (JVM), dan komponen lain untuk menjalankan applet dan aplikasi yang ditulis dengan bahasa pemrograman java. Selain itu, terdapat dua buah kunci teknologi yang merupakan bagian dari JRE, yaitu: Java Plug-in, yang memungkinkan menjalankan applet di browser populer dan Java Web Start, yang menyebarkan aplikasi mandiri melalui jaringan. JRE tidak mengandung utilitas seperti compiler atau debugger untuk mengembangkan applet dan aplikasi. JRE yang digunakan adalah JRE6.
2. J ava Development Kit (J DK)
JRE ditambahkan compiler dan debugger yang diperlukan untuk mengembangkan applet dan aplikasi. JDK yang mendukung aplikasi android adalah JDK1.6.0_13(JDK 1.6 update 13).
b. Andr oid Softwar e Development Kit (SDK)
c. Andr oid Development Tool (ADT)
Android Development Tools (ADT) adalah sebuah plugin untuk Eclipse IDE yang dirancang untuk memberikan lingkungan yang terpadu untuk membangun aplikasi Android. ADT memperluas kemampuan Eclipse untuk mempercepat dalam pembuatan proyek baru Android, membuat aplikasi UI, menambahkan komponen berdasarkan Android Framework API, debug aplikasi menggunakan alat Android SDK. Mengembangkan sebuah proyek Android di Eclipse dengan menggunakan ADT sangat dianjurkan dan merupakan cara tercepat untuk memulainya. Dilengkapi dengan setup proyek dan menyediakan panduan (tutorial), serta integrasi peralatan, custom XML editor, dan debug panel ouput, ADT memberikan support yang luar biasa dalam mengembangkan aplikasi Android. Harap diperhatikan bahwa sebelum menginstal atau menggunakan ADT, diharuskan memiliki versi yang kompatibel dari IDE Eclipse dan SDK Android diinstal. Saat ini Android sudah mendukung arsitektur x86 pada Linux (distribusi Linux apapun untuk desktop modern), Mac OS X 10.4.8 atau lebih, Windows XP atau Vista.
d. Ver si Andr oid
Sejak versi pertamanya, Android telah mengalami beberapa kali updating. Berikut adalah versi awal hingga versi terakhir (stabil) dari Android :
1. Android versi 1.0 ( Apple pie )
2. Android versi 1.1 ( Banana Bread )
Sebagai hasil pengembangan versi perdana, versi ini dirilis pada tanggal 9 Maret 2009. Android versi ini dilengkapi dengan pembaharuan estetis pada aplikasi, jam alarm, voice search (pencarian suara), pengiriman pesan dengan Gmail dan pemberitahuan email.
3. Android versi 1.5 ( Cupcake )
Android 1.5 dirilis pada tanggal 30 April 2009 yang memiliki kode nama Cupcake. Terdapat beberapa pembaharuan, termasuk juga penambahan beberapa fitur, yakni kemampuan merekam dan menonton video, menggugah video ke Youtube dan gambar ke Picasa langsung dari telepon seluler yang dapat disesuaikan dengan sistem.
4. Android 1.6 ( Donut )
Android 1.6 dirilis pada tanggal 15 September 2009 yang memiliki kode nama Donut. Versi ini merupakan perbaikan dari Android cupcake dengan menampilkan proses pencarian yang lebih baik dibanding sebellumnya, penggunaan baterai indikator dan kontrol applet VPN. Fitur lainnya adalah galeri yang memungkinkan pengguna untuk memilih foto yang akan dihapus; kemampuan dial kontak; teknologi text to change speech ( tidak tersedia pada semua ponsel ); pengadaan resolusi VWGA.
5. Android 2.0/2.1 ( Eclair )
6. Android 2.2 ( Froyo: Frozen Yoghurt )
Android versi 2.2 dengan julukan froyo, dirilis pada 20 Mei 2010. Pada versi ini kecepatan kinerja dan aplikasi naik 2 sampai 5 kali lebih cepat. Dan pada versi ini, ponsel Android memiliki kemampuan untuk menjadi Hotspot Wifi.
7. Android versi 2.3 ( Gingerbread )
Dirilis pada 6 Desember 2010, Gingerbread makin memanjakan para penggemar game. Format video, peningkatan kualitas suara menjadi kelebihan Gingerbread dibanding versi sebelumnya.
8. Android versi 3.0 ( Honeycomb )
Dirilis pada 22 Februari 2011, mendukung multi prosesor dan juga peningkatan kemampuan hardware untuk grafis.
9. Android versi 4.0 ( ICS: Ice Cream Sandwich )
Dirilis pada 19 Oktober 2011, membawa fitur honeycomb untuk smartphine dan menambahkan fitur baru termasuk membuka kunci dengan pengenalan wajh, jaringan data pemantauan penggunaan, dan kontrol, terpadu kontak jaringan sosial, perangkat tambahan fotografi, mencari email secara offline, dan berbagi informasi dengan menggunakan NFC.
10.Android versi 4.1/4.2 (Jelly Bean)
cepat. Versi ini juga dilengkapi Google Now yang dapat memberikan informasi yang tepat pada waktu yang tepat pula. Salah satu kemampuannya adalah dapat mengetahui informasi cuaca, lalu-lintas, ataupun hasil pertandingan olahraga. Misalnya, ketika pengguna sedang ada jadwal meeting disuatu tempat. Google Now akan membantu Anda untuk mengingatkan agar datang tepat waktu dengan menginformasikan estimasi lama perjalanan, jadwal bus untuk sampai ke tempat tujuan, dan lain-lain.
Itulah beberapa versi android yang sudah dirilis sampai sekarang,kemungkinan besar versi tersebut akan terus berkembang seiring dengan kebutuhan yang sangat kompleks dibidang penggunaan smartphone. (Stallings (2005). Operating Systems, Internals and Design Principles.)
2.2.3 HTML (Hyper Text Markup Language)
HTML ( HyperText Markup Language ) adalah suatu bahasa yang dikenali oleh web browser untuk menampilkan informasi dengan lebih menarik dibandingkan dengan tulisan teks biasa (plain text). Sedangkan web browser adalah program komputer yang digunakan untuk membaca HTML, kemudian menerjemahkan dan menampilkan hasilnya secara visual ke layar komputer.
<html>
<head>
<title>Title tulis disini</title>
</head>
<body>
……kode-kode HTML lainnya dibagian ini…
</body>
</html>
Dari struktur di atas, terlihat bahwa penulisan kode-kode HTML lainnya untuk keperluan isi situs web akan diletakkan di bagian tag <body>. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa informasi yang berupa kode-kode akan diapit oleh tag awal dan tag akhir, dan sebuah apitan tag bisa juga diapit oleh tag lainnya.
<a href = “blablablabla.html” name = “id”> </a>
2.2.4 PHP ( Personal Home Page )
PHP adalah akronim dan Hypertext Preprocessor. yaitu suatu bahasa pemrograman berbasiskan kode-kode (skrip) yang digunakan untuk mengolah suatu data dan mengirimkannya kembali ke web browser menjadi kode HTML ( Oktavian, Diar. 2010 ). Kode PHP mempunyai ciri-ciri khusus, yaitu:
a) Hanya dapat dijalankan menggunakan web server, misal: Apache. b) Kode PHP diletakkan dan dijalankan di web server.
c) Kode PHP dapat digunakan untuk mengakses database, seperti: MySQL, PostgreSQL. Oracle. dan lain-lain.
d) Merupakan software yang bersifat open source. e) Gratis untuk di-download dan digunakan.
f) Memilik sifat multipaltform, artinya dapat dijalankan menggunakari sistem operasi apapun, seperti: Unux, Unix. Windows, dan lain-lain.
a. Sintaks Program PHP
PHP adalah bahasa yang di rancang untuk mudah diletakkan didalam kode HTML. Banyak dijumpai kode PHP yang menyatu dengan HTML. Kode PHP dimulai dengan tag <?php dan diakhiri dengan tag ?>. Apabila melakukan konfigurasi terhadap file php. ini untuk mengizinkan penggunaan tag pendek ( short tag ) dengan mengubah nilai short_open tag menjadi On, maka tag tersebut dapat di ganti dengan <? Dan ?>. Dalam PHP 5, nilai default dari short_open tag adalah off. Selain itu, PHP juga dapat menggunakan tag gaya ASP, <% dan %>, dengan mengubah nilai asp_tags dalam file php. ini menjadi On ( Raharjo, Budi. 2012 ).
Berikut ini adalah contoh kode PHP yang sangat sederhana :
<?php
echo “ Hello World “,
?>
Perintah echo didalam PHP berguna untuk mencetak nilai, baik teks maupun numeric, ke layar web browser. Selain echo, dapat menggunakan perintah print, sehingga kode diatas dapat juga ditulis seperti berikut :
<?php
Print “ Hello World “,
echo dan print juga memiliki bentuk penulisan yang lain, seperti layaknya pemanggilan fungsi. Berikut ini bentuk lain tersebut :
<?php
echo ( “Hello World!” ); //mencetak teks “ Hello Wolrd”
echo ( 1 ); //mencetak angka 1
print ( “ Hello World “); //mencetak teks “ Hello World”
print ( 100 ); //mencetak angka 100
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Analisis Sistem
Untuk membuat aplikasi pada proyek akhir ini terlebih dahulu dilakukan analisa sistem, kemudian analisa kebutuhan dan perancangan sistem serta perancangan antar muka. Analisa sistem berguna untuk mengetahui data apa saja yang dibutuhkan dalam proses yang akan dikerjakan. Analisa kebutuhan berguna untuk identifikasi user dan menentukan variabel kebutuhan untuk input dan output user. Perancangan sistem berguna untuk mengintregasikan semua proses - proses yang terjadi. Sedangkan perancangan antar muka bertujuan digunakan sebagai jembatan antara pengguna dan sistem aplikasi yang dibuat.
3.2 Pengumpulan Data
Pada pembuatan aplikasi ini, diperlukan beberapa data untuk melengkapi uji coba kelayakan aplikasi, pengumpulan data dilakukan dengan metode:
a. Tinjauan Pustaka
Pengumpulan referensi dari internet dan buku - buku serta jurnal yang berkaitan mengenai teori pemprograman android, teori QR code, teori perancangan sistem dan teori desain sistem.
3.3 Analisis Data
format tetap yang tidak dapat diubah, sehingga format dasar data nomer induk mahasiswa di dalam aplikasi absensi yang baru tetap menggunakan format yang sama.
3.4 Analisa Sistem Lama
3.5 Perancangan Sistem
Perancangan sistem digunakan untuk menggambarkan sejumlah proses terstruktur dalam sistem aplikasi. Berorientasi pada aliran sistem yang terjadi, agar memperjelas sistem aliran aplikasi. Penjelasan mengenai sistem dimulai dari blok diagram, DFD Diagram, dan desain database
3.5.1 Skema perancangan sistem
Gambar 3.2 Skema perancangan Sistem
Proses berukutnya, dosen melakukan scan QR code yang terdapat pada Kartu Tanda Mahasiswa melalui smartphone yang telah disiapkan UPN Surabaya. Data yang berhasil dibaca, disimpan detail datanya ke database hosting melalui jaringan internet, seperti nomer induk mahasiswa dan nama mahasiswa .
3.5.2 Flowchart
Flowchart menggambarkan aliran proses yang terjadi pada sistem.
1. Flowchart Scan Barcode
Alur proses scan barcode tergambar pada gambar dibawah ini.
Gambar 3.3 Flowchart sistem
mata kuliah yang sedang berlangsung. Setelah itu dosen dapat melakukan proses scanning absen mahasiswa. Sistem melakukan validasi absen atau pencocokan data antara data pada QR Barcode mahasiswa yang tertempel pada KTM dengan table absen. Jika proses validasi berhasil data absen seperti tanggal absen, jam absen disimpan ke table detail absen.
2. Flowchart insert data dosen
Alur proses insert data dosen menggambarkan proses penambahan data dosen pada sistem. Berikut gambar dari flowchart insert data dosen
3. Flowchart insert data mata kuliah
Alur proses insert data mata kuliah menggambarkan proses penambahan data mata kuliah pada sistem. Berikut gambar dari flowchart insert data mata kuliah.
Gambar 3.5 Flowchart insert data mata kuliah
4. Flowchart insert data mahasiswa
Gambar 3.6 Flowchart insert data mahasiswa
3.5.3 Data Flow Diagram
Data flow diagram menggambarkan proses aliran data input output dan aliran proses pada sistem absensi menggunakan teknologi QR barcode berbasis android. Data flow diagram terbagi atas level-level detail, semakin besar penggambaran level semakin detail penggambaran aliran data dan aliran proses.
1. Konteks diagram
data login info login berhasil
info proses absen data KTM laporan absen per hari per mata kuliah
laporan absen per semester per mata kuliah laporan absen per mahasiswa per mata kuliah
Data Mahasiswa
2. Diagram Level 1
detail absen
laporan absen per hari per mata kuliah laporan absen per semester per mata kuliah laporan absen per mahasiswa per mata kuliah
info proses absen
Gambar 3.8 Diagram level 1
3. Diagram Level 2 manage data master
Gambar 3.9 Diagram Level 2 manage data master
Diagram level 1 manage data master merupakan gambaran detail dari proses manage data master di diagram level 0. Di level ini terdapat 4 proses yaitu proses manage data mahasiswa, manage data jurusan, manage data dosen dan manage data MK.
4. Diagram level 2 proses absen
Diagram level 1 proses absen merupakan gambaran detail dari proses absen di diagram level 0. Di level ini terdapat 3 proses yaitu proses login, proses memilih mata kuliah yang sedang diajar dan proses scan barcode KTM.
3.5.3 Desain Database
Perancangan database perlu dilakukan agar mudah dalam pembuatan database bagi sistem. Perancangan database pada penelitian kali ini dibagi menjadi 2 bagian yaitu Conseptual Data Model (CDM) dan Physical data Model (PDM). Berikut rancangan database sistem absensi menggunakan teknologi barcode berbasis android.
1. Conseptual Data Model (CDM)
Berikut gambar dari Conseptual data Model (PDM) dari aplikasi absensi menggunakan teknologi QR Barcode berbasis android.
2. Physical data Model (PDM)
Berikut gambar dari Physical data Model (PDM) dari aplikasi absensi menggunakan teknologi QR Barcode berbasis android.
Gambar 3.12 Physical data Model (PDM)
3.5.4 Struktur Database
Struktur file merupakan penggambaran deskripsi dari field - field pada proses perancangan database yang terwujud dalam bentuk table beserta keterangan yang diperlukan yaitu :
Tabel 3.1 Keterangan Tabel Mahasiswa
No Nama Kolom Tipe Data Keterangan
1 NIM VARCHAR (15) PRIMARY KEY
2 NAMA VARCHAR (100)
3 ALAMAT VARCHAR (100)
4 TANGGALLAHIR DATE
5 JENISKELAMIN VARCHAR (2)
6 NOTELPON VARCHAR(12)
B. Nama Tabel : Kuliah
Fungsi : Penyimpanan data mata kuliah Foreign Key : NIK_KULIAH
Tabel 3.2 Keterangan Tabel Kuliah
No Nama Kolom Tipe Data Keterangan
1 NIK_KULIAH VARCHAR (15) PRIMARY KEY
2 NO_KULIAH VARCHAR (100)
3 NAMA_KULIAH VARCHAR (100)
4 SEMESTER VARCHAR (10)
5 TAHUN VARCHAR (4)
C. Nama Tabel : Dosen
Tabel 3.3 Keterangan Tabel Dosen
No Nama Kolom Tipe Data Keterangan
1 NIK_DOSEN VARCHAR (15) PRIMARY KEY
2 NO_DOSEN VARCHAR (100)
3 NAMA_DOSEN VARCHAR (100)
4 PWD_DOSEN VARCHAR (100)
A. Nama Tabel : Hadir
Fungsi : Penyimpanan data hadir mahasiswa Primary Key : NO_HADIR
Tabel 3.4 Keterangan Tabel hadir mahasiswa
No Nama Kolom Tipe Data Keterangan
1 NO_HADIR VARCHAR (15) PRIMARY KEY
2 NIK_MAHASISWA VARCHAR (15) FOREIGN KEY
3 NO_JADWAL VARCHAR (15) FOREIGN KEY
4 WAKTU VARCHAR (15)
A. Nama Tabel : jadwal
Tabel 3.5 Keterangan Tabel jadwal
No Nama Kolom Tipe Data Keterangan
1 NO_JADWAL INTERGER PRIMARY KEY
2 NIK_DOSEN VARCHAR (100) FOREIGN KEY
3 NIK_KULIAH VARCHAR (100) FOREIGN KEY
4 TGL DATE
5 JAM TIME
3.8 Perancangan Antar muka
Pada implementasi antarmuka ini, menjelaskan bagaimana membuat sebuah antarmuka yang menarik dan mudah dipahami dari sebuah aplikasi sehingga menjadi user friendly bagi pengguna dan dapat dijalankan dengan mudah oleh pengguna aplikasi.
3.8.1 Desain Halaman Login
Gambar 3.13 Rancangan Desain Halaman Login
3.8.2 Desain Halaman Pilih Mata Kuliah
Gambar 3.14 Rancangan desain halaman pilih mata kuliah
3.8.3 Desain Halaman Scan QR Barcode
Gambar 3.15 Rancangan Desain halaman scan QR code
3.8.4 Desain Halaman Login Web Admin
Gambar 3.16 Desain halaman web login admin
3.8.5 Desain Halaman Menu Admin
Halaman menu admin menampilkan hak akses bagi admin. Hak akses admin yaitu menu master dan profil. Berikut gambar halaman menu admin.
Banner logo tempat studi kasus
Copyright Made@telo
3.8.6 Desain Halaman Master Mata Kuliah
Master mata kuliah merupakan halaman untuk menambah, mengedit dan menghapus data mata kuliah. Pada halaman ini terdapat isian id mata kuliah dan nama mata kuliah. Pengguna dapat menekan tombol simpan untuk melakukan proses penyimpanan dan edit data. tombol batal untuk membatalkan isian data, tombol hapus untuk menghapus data mata kuliah dan tombol keluar untuk menutup halaman master mata kuliah.
Gambar 3.18 Desain Halaman Web Master Mata Kuliah
3.8.7 Desain Halaman Master Dosen
tombol batal untuk membatalkan isian data dan tombol hapus untuk menghapus data dosen. Berikut gambar master dosen.
Gambar 3.19 Desain Halaman Web Master Dosen
3.8.8 Desain Halaman Master Mahasiswa
Gambar 3.20 Desain Halaman Web Master Mahasiswa
3.1 J adwal Kegiatan Penelitian
No. Kegiatan November Desember J anuar i Februari 1 Studi Pustaka 2 Pengumpulan
Bahan dan data
3 Perancangan Sistem 4 Koding dan
pembuatan Aplikasi 5 Uji Coba dan
Analisa
6 Pembuatan Laporan
BAB IV
HASIL & PEMBAHASAN
Pada bab ini akan membahas mengenai implementasi dari rancangan system aplikasi yang telah dibuat pada bab sebelumnya. Bab ini juga menjelaskan cara implementasi proses, dan implementasi antarmuka dari program yang telah dibuat.
4.1 Spesifikasi Sistem
Sebelum melakukan implementasi aplikasi, diperlukan spesifikasi perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware) tertentu agar aplikasi dapat berjalan dengan baik.
4.2 Kebutuhan Aplikasi
Peralatan yang digunakan untuk semua proses dari keseluruhan kegiatan pengujian implementasi maupun uji coba yang ada termasuk pembuatan laporan adalah menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak dengan kondisi atau spesifikasi tertentu agar kebutuhan minimal yang diperlukan untuk rancang bangun aplikasi ini dapat terpenuhi sehingga aplikasi ini dapat dijalankan, yaitu :
4.2.1 Kebutuhan perangkat keras
adalah 1 unit handphone yang berjalan pada operating sistem android 3.0 (Ginger Bread)
4.2.2 Kebutuhan perangkat lunak
Spesifikasi minimal perangkat lunak yang diperlukan untuk menjalankan aplikasi ini adalah :
1. Sistem operasi Microsoft Windows 7 2. Local Server Xampp
3. Web Browser
4. Operating system Android 3.0 (Ginger Bread)
4.3 Implementasi Sistem
Setelah perancangan desain antarmuka yang dilakukan pada bab sebelumnya selesai, maka pada bab ini akan diimplementasikan desain antarmuka yang telah dibuat pada bab sebelumnya. Dimana dalam perancangan dijelaskan ada form login, form jadwal kuliah, dan form untuk scan QR code, diantaranya adalah sebagai berikut
4.3.1 For m Login Dosen
Gambar 4.1 Halaman login dosen
4.3.2 For m Pilihan Mata Kuliah
Gambar 4.2 Form pilih mata kuliah
4.3.3 For m Scan QR Code
Gambar 4.3 Form scan QR Code
Dosen harus mencocokan layar scan dengan kode QR. Jika pas maka akan muncul keterangan seperti gambar 4.4. keterangan tersebut muncul saat system telah berhasil mengkonversikan kode QR menjadi text. Dari data hasil konversi kode QR tersebut akan dikirim ke database beserta kode mata kuliah dan waktu scanning.
4.3.4 Halaman Web Login Admin
Halaman ini sebagai fitur keamanan agar tidak semua orang dapat masuk dan merubah database sistem. Admin harus menginputkan username dan password yang benar agar dapat masuk kedalam sistem. Berikut gambar dari halaman web login admin.
Gambar 4.5 Halaman web login admin
4.3.5 Halaman Web Master Mahasiswa
Gambar 4.6 Halaman tambah data mahasiswa
Tombol simpan data berfungsi untuk menyimpan data mahasiswa baru. Data mahasiswa yang sudah tersimpan, ditampilkan pada list mahasiswa. Gambar dari list mahasiswa adalah sebagai berikut.
Daftar list mahasiswa dapat ditampilkan setiap 10, 25, 50 dan 100 data. Tombol ubah untuk merubah detail data mahasiswa. Sedangkan tombol hapus untuk menghapus data mahasiswa. Admin dapat mencari dengan mudah data mahasiwa dengan memasukan nama pada kolom search.
4.3.6 Halaman Web Master Dosen
Halaman ini mempunyai fungsi untuk menampilkan data, menambah data, merubah data dan menghapus data dosen. Detail data dosen yang diinputkan adalah NIK dan nama dosen. Berikut gambar dari halaman tambah data dosen.
Gambar 4.8 Halaman tambah data dosen
Gambar 4.9 Halaman daftar list dosen
Daftar list dosen dapat ditampilkan setiap 10, 25, 50 dan 100 data. Tombol ubah untuk merubah detail data dosen. Sedangkan tombol hapus untuk menghapus data dosen. Admin dapat mencari dengan mudah data dosen dengan memasukan nama dosen pada kolom search.
4.3.7 Halaman Web Master Mata Kuliah
Gambar 4.10 Halaman tambah data mata kuliah
Tombol simpan data berfungsi untuk menyimpan data mata kuliah baru. Data mata kuliah yang sudah tersimpan, ditampilkan pada list mata kuliah. Gambar dari list mata kuliah adalah sebagai berikut.
Gambar 4.11 Halaman daftar list mata kuliah
4.3.8 Halaman Web Setting J adwal Mata Kuliah
Halaman ini mempunyai fungsi untuk mengatur jadwal mata kuliah dan dosen pengajar. Detail data yang diinputkan adalah nama mata kuliah, nama dosen, tanggal dan jam. Berikut gambar dari halaman setting jadwal mata kuliah.
Gambar 4.12 Halaman setting jadwal mata kuliah
Daftar list jadwal mata kuliah dapat ditampilkan setiap 10, 25, 50 dan 100 data. Tombol ubah untuk merubah detail data jadwal mata kuliah. Sedangkan tombol hapus untuk menghapus data jadwal mata kuliah.
4.3.9 Halaman Web Laporan Absen
Halaman laporan absen merupakan fasilitas user admin untuk menampilkan daftar absen mahasiswa Laporan absen dapat dibedakan hasilnya dengan memilih mata kuliah dan range tanggal kuliah yang diinginkan. Bentuk laporan absen dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
Gambar 4.14 Halaman web laporan absen
Gambar 4.15 Laporan siap cetak.
3.3. Skenarion Uji Coba
Untuk memastikan bahwa sistem ini berjalan dengan lancar, maka akan disusun skenario yang akan dilakukan pada pelaksanaan uji coba pada device, berikut fungsional aplikasi yang dilakukan pengujian.
1. Login
Pengujian proses login dengan skenario pengujian sebagai berikut:
Pada saat aplikasi pertama kali dibuka, inputan username dan password kosong. Dan jika user langsung menekan tombol login sistem akan menolak akses login dan menampilkan pesan ‘data belum diisi’ seperti pada gambar 4.14.
Gambar 4.16 peringatan data belum diisi
b. Hanya mengisi username dan mengosongkan password lalu klik tombol login.
Gambar 4.17. Peringatan user tidak dikenal
c. Mengisi dalam kondisi username atau password salah lalu klik tombol login.
Gambar 4.18. Peringatan error akses
d. Mengisi dengan benar username dan password lalu klik tombol login
Pada saat user mengisi username dan password dengan benar, maka Sistem akan menampilkan jadwal mata kuliah user tersebut sesuai gambar 4.17
2. Pr oses Scan QR Code
Pengujian proses scan dengan skenario pengujian sebagai berikut:
a. Memilih mata kuliah
Setelah login, Sistem menampilkan halaman daftar mata kuliah pengajar dan user memilih mata kuliah yang akan berlangsung.
b. Scan QR code dengan area scan salah
Sistem tidak bisa membaca kode QR jika berada di luar area yang di tentukan seperti pada gambar 4.18
Gambar 4.20. kode QR di luar area
c. Scan QR code dengan area scan benar
d. Menampilkan NPM
Pada saat scan Kode QR akan menampilkan NPM yang sudah di scan dengan benar akan muncul pada list dan untuk menyimpan data tekan tombol simpan, seperti pada gambar 4.19.
Gambar 4.21. Menampilkan NPM dan Simpan Data
e. Membatalkan waktu scan QR code
Gambar 4.22. scan cancel
3.4. Evaluasi
1. Waktu belajar
2. Kecepatan kinerja
Dosen dapat melakukan proses «sensi dengan mudah dan cepat, karena tidak perlu memanggil nama mahasiswa dan melakukan absensi manual.
3. Daya ingat
Pemakaian aplikasi ini tidak membutuhkan daya ingat tinggi karena penggunaan yang mudah.
4. Kepuasan subjektif
Tingkat kepuasan pengguna tinggi, karena kemudahan dalam melakukan analisa pemasangan pipa rumah.
BAB V
PENUTUP
Pada bab ini, beberapa kesimpulan dan saran yang bisa diberikan berdasarkan penerapan sistem dalam penelitian ini adalah.
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penerapan dan uji coba sistem, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Sistem absensi menggunakan teknologi QR Code telah berjalan dengan baik dalam melakukan scanning QR Code Mahasiswa dan menyimpan data absensi mahasiswa pada database absensi.
2. Sistem ini dapat menghasilkan laporan absensi mahasiswa sesuai kebutuhan.
5.2Sar an
Saran yang diberikan penulis untuk pengembangan sistem adalah perlu adanya pengembangan sistem menggunakan sistem operasi mobile lain seperti blackberry, iphone atau windows phone. Sehingga tidak membatasi 1 perangkat mobile android.
a. Pada sistem ini, database yang digunakan merupakan database simulasi yang dibuat oleh penulis. Kedepannya diharapkan sistem absensi mahasiswa menggunakan metode barcode berbasis android ini dapat dikolaborasikan dengan sistem akademik sehingga bagian tata usaha tidak perlu lagi untuk merekap absensi mahasiswa.
b. Sistem ini dapat dikembangkan untuk membaca barcode yang tertera pada kartu tanda mahasiswa saat ini, sehingga sistem absensi mahasiswa menggunakan metode barcode berbasis android dapat segera digunakan di lingkungan kampus.
Daftar Pustaka
Buana, Restu. 2008. Sistem aplikasi barcode pada proses monitoring pengiriman barang.
Dody, Jayadi & Wahyu. 2011. Analisa dan perancangan aplikasi wisata dengan menggunakan teknologi QR code pada platform android.
Lestari Tresnani, Dini & Munir, Rinaldi., 2012, Implementasi sistem absensi pegawai menggunakan QR code.
Oktavian, Diar.2010. Mengenal PH: Yogyakarta:Graha Ilmu
Rahmawati, Anita dan Rahman Arif.2011. Pengamanan keaslian ijazah menggunakan QR code dan algoritma base64.
Wikipedia “kode QR” http://id.wikipedia.org/wiki/Kode_QR (diakses pada tanggal 22 Agustus 2013)
LAMPIRAN
Login.xml
<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<LinearLayout
xmlns:android="http://schemas.android.com/apk/res/and
roid"
android:orientation="vertical"
android:layout_width="fill_parent"
android:layout_height="fill_parent"
android:background="@drawable/blue_sky">
android:layout_width="wrap_content"
android:layout_height="wrap_content"
</LinearLayout>
<LinearLayout android:layout_width="match_parent"
android:layout_height="wrap_content"
<LinearLayout android:layout_width="match_parent"
android:id="@+id/password"
</RelativeLayout> </LinearLayout>
Login.java
public class Login extends Activity {
private EditText username,password;
public void onCreate(Bundle savedInstanceState) {
StrictMode.setThreadPolicy(new
StrictMode.ThreadPolicy.Builder()
//.detectNetwork() // or .detectAll() for all detectable problems
.penaltyDialog() //show a dialog
g.setSite("http://telonation.com/main/");
super.onCreate(savedInstanceState);
setContentView(R.layout.login);
(EditText)findViewById(R.id.password);
} p.setParameter("user", "1");
HttpClient httpclient = new
List<NameValuePair> nameValuePairs =
new ArrayList<NameValuePair>(2);
nameValuePairs.add(new
BasicNameValuePair("user",user));
nameValuePairs.add(new
BasicNameValuePair("pass",pass));
httppost.setEntity(new
UrlEncodedFormEntity(nameValuePairs));
ResponseHandler<String>
responseHandler = new BasicResponseHandler();
IDUSER =
httpclient.execute(httppost,responseHandler);
String[] str ;
str = IDUSER.split(",");
Buana, Restu. 2008. Sistem aplikasi barcode pada proses monitoring pengiriman barang.
Dody, Jayadi & Wahyu. 2011. Analisa dan perancangan aplikasi wisata dengan
menggunakan teknologi QR code pada platform android.
Lestari Tresnani, Dini & Munir, Rinaldi., 2012, Implementasi sistem absensi pegawai
menggunakan QR code.
Oktavian, Diar.2010. Mengenal PH: Yogyakarta:Graha Ilmu
Rahmawati, Anita dan Rahman Arif.2011. Pengamanan keaslian ijazah menggunakan
QR code dan algoritma base64.
Wikipedia “kode QR” http://id.wikipedia.org/wiki/Kode_QR (diakses pada tanggal 22 Agustus
2013)
Young Suananda , Guruhl.2010. login aplikasi menggunakan QR barcode sebagai