• Tidak ada hasil yang ditemukan

Historiografi Indonesia Dan Permasalahannya.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Historiografi Indonesia Dan Permasalahannya."

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

HISTORIOGRAFI INDONESIA

DAN PERMASALAHANNYA

Oleh:

Prof.Dr. Nina Herlina Lubis, M.S.

JURUSAN SEJARAH

FAKULTAS SASTRA

(2)
(3)

KATA PENGANTAR

Diktat ini disusun untuk memenuhi kebutuhan

mahasiswa Jurusan Sejarah khususnya dalam perkuliahan

Historiografi Indonesia. Isi diktat memuat hal-hal yang

bersifat pokok dalam perkembangan historiografi di

Indonesia, dilengkapi dengan beberapa kasus yang

dianggap representatif.

Diktat ini sebenarnya merupakan hasil revisi

diktat Historiografi yang telah disusun beberapa tahun

yang lalu. Revisi yang dilakukan yaitu pada bagian awal,

yang ditambah dengan beberapa aspek yang berkaitan

dengan historiografi lokal tetapi perlu diketahui para

mahasiswa sebagai pengantar menuju historiografi

Indonesia. Tambahan lain dilakukan juga untuk contoh

kasus, dan juga pada bagian akhir ditambahkan

perkembangan historiografi Indonesia yang paling

mutakhir.

Tentu saja, diktat ini masih harus terus diperbaiki,

disempurnakan dengan memberikan bahan-bahan terbaru

sepanjang dapat dijangkau oleh penulis. Semoga

(4)

DAFTAR ISI

1.3 Definisi Historiografi …….………... 7

1.4 Perkembangan Historiografi Indonesia ……..… 10

BAB II HISTORIOGRAFI TRADISIONAL ….…… 13

2.1 Bentuk-bentuk Historiografi Tradisional ……… 13

2.2 Keseragaman Historiografi Tradisional ... 17

2.3 Fungsi Historiografi Tradisional ……… 25

2.4 Analisis Historiografi Tradisional ..……… 28

BAB III HISTORIOGRAFI KOLONIAL ……..……. 49

3.1 Sumber Sejarah Kolonial ………….………….. 49

3.2 Historiografi Awal ………. 50

BAB IV HISTORIOGRAFI NASIONAL DAN HISTORIOGRAFI MODERN ... 57

4.1 Nasionalisme dan Sejarah ……….………. 57

(5)

4.3 Penulisan Sejarah Indonesia Baru …………..… 62

4.4 Buku Sejarah Tatar Sunda ... 63

4.5 Penulisan Sejarah Kebudayaan Sunda ... 74

4.6 Polemik tentang Naskah Wangsakerta ... 87

(6)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Asal-usul Budaya Tulisan

Sebelum mengenal budaya tulisan, manusia

mengekspresikan perasaan dan pikirannya dalam bentuk

gambar-gambar yang dibuat di atas batu karang di pinggir

pantai atau di gua-gua. Gambar-gambar arkais seperti

telapak tangan, binatang buruan, simbol-simbol alam, dll,

ditemukan di Indonesia bagian timur seperti Gua

Leang-leang di Sulawesi, Kepulauan Kei, Seram, dan juga di

Kalimantan. Gambar-gambar ini diperkirakan berasal dari

(7)

1967:11-18). Meskipun gambar ini bukan tulisan, tetapi

paling tidak sudah menyiratkan bagaimana cara manusia

pada awalnya mengekspresikan dirinya. Sejak kapan

manusia mengenal budaya tulis?

Tulisan mulai dikenal manusia beberapa ribu

tahun sebelum Masehi. Sekitar tahun 3000 S.M.

orang-orang Mesir sudah menggunakan 24 huruf hieroglif dan

menggunakan sejumlah besar simbol-simbol untuk

kata-kata dan suku kata-kata. Alfabet pertama ditemukan di sebelah

selatan Palestina dan Semenanjung Sinai. Huruf itu

diciptakan oleh orang-orang Funisia dan Biblos yang

hidup sekitar abad ke-19 S.M. Akan tetapi penemuan

prasasti di Rasesh Shamra, dekat Latakiyeh di daerah

Ugarit Lama, membuktikan bahwa bukan orang Funisia

yang pertamakali mengenal alfabet fonetis, melainkan

orang Semit. Alfabet Funisia baru disempurnakan pada

abad ke-13 S.M. Alfabet ini terdiri atas 22 huruf, semua

konsonan. Orang-orang Yunani kemudian melengkapi

alfabet tersebut dengan meng-gunakan beberapa

kon-sonan sebagai penandaan bunyi-bunyi vokal. Alfabet

Yunani menyebar ke seluruh Eropa Barat melalui

Referensi

Dokumen terkait

Beliau tampil dengan semangat dekonstruksi, semangat menggugat dan membongkar historiografi Indonesia yang mengecilkan bahkan menghilangkan peran ummat Islam dari panggung

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja karya-karya (buku- buku) sejarah agraria dalam Historiografi Indonesia kemudian dilanjutkan dengan mengetahui bagaimana

Sejak diterbitkannya PP Nomor 21 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang, beberapa inovasi yang terkait dengan kepastian penetapan RTRW juga

Dalam sejarah baru ini, historiografi Islam Indonesia tidak lagi dilihat dari perspektif lokal, sebagaimana selama ini cenderung dilakukan oleh para sejarawan, tetapi dalam

Dalam sejarah baru ini, historiografi Islam Indonesia tidak lagi dilihat dari perspektif lokal, sebagaimana selama ini cenderung dilakukan oleh para sejarawan, tetapi dalam

Menurut Azyurmardi Azra(2002:19), historiografi Islam pada hakekatnya merupakan historiografi Arab, yang berkembang dalam periode sejak islam pertama kali disampaikan

Dengan demikian, “historiografi pembebasan” ini lebih banyak menyangkut upaya pemikiran agar historiografi memiliki fungsi yang signifikan dalam ikut memecahkan