PEMBELAJARAN EKSTRAKURIKULER MUSIK
PADA SLB/ABCD PK HEPHATA
DI LAGUBOTI
SKRIPSI
Dinyatakan Telah Memenuhi Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
Oleh:
MARISTINA D HUTAPEA
209342012
JURUSAN SENDRATASIK
FAKULTAS BAHASA DAN SENI
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
ii
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat
dan rahmat serta karunia-Nya yang dilimpahkan dengan memberikan kesehatan,
ketabahan serta ketekunan kepada penulis selama menyusun skripsi ini mulai dari
awal sampai selesai.
Adapun penulisan ini dilakukan untuk memenuhi salah satu syarat untuk
memperoleh gelar sarjana di Jurusan Sendratasik Program Studi Seni Musik
Fakultas Bahasa dan Seni Unimed Medan. Pada kesempatan ini penulis
mengangkat judul tentang Pembelajaran Ekstrakurikuler Musik pada SLB/ABCD
PK Hephata di Laguboti.
Skripsi ini dikerjakan dengan sangat sungguh-sungguh dengan hati yang
penuh ikhlas tetapi ini belumlah sempurna dan juga masih banyak kekurangannya
dan kesalahan baik disengaja maupun tidak disengaja. Untuk itu dengan lapang
dada peneliti mengharapkan kepada semua yang membaca hasil penelitian ini,
diharapkan kerjasamanya dalam memberikan kritik dan saran agar dapat
menyempurnakan penelitian ini agar menjadi lebih baik.
Pada kesempatan ini, penulis mengucapkan rasa terimakasih kepada semua
pihak yang telah memberikan bantuan, baik moril maupun material serta motivasi
yang begitu sangat berarti bagi penulis dalam menyelesaikan skripsi ini, terutama
kepada:
Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan
4. Uyuni Widiastuti, M.Pd, Selaku Sekretaris Jurusan Sendratasik Fakultas
Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan, sekaligus menjadi
pembimbing yang dengan sabar memberikan masukan dan motivasi bagi
penulis
5. Panji Suroso, M.Si, selaku Ketua Program Studi Pendidikan Seni Musik
iii
6. Mukhlis Hasbullah, M.Sn, selaku pembimbing skripsi II beserta Dosen
dan Pegawai di Jurusan Sendratasik Fakultas Bahasa dan Seni Universitas
Negeri Medan
7. Dirjen Hutapea beserta Guru dan Pegawai di SLB/ABCD PK Hephata di
Laguboti yang telah membantu memberikan informasi dalam
penyelesaian skripsi ini
8. Teristimewa kepada kedua orangtua baik kepada ayah Alm. Edison
Hutapea dan ibu yang sangat peneliti sayangi, yang telah memberikan
didikan, materi serta motivasi dalam hidup peneliti
9. Abang-abang (ito) atau pahlawan di keluargaku yang telah sabar
membimbing dan bekerjasama untuk memberikan materi kepada peneliti,
(Maju Haposan Hutapea, Hara Hot Parulian Hutapea, Andi Triputra
Hutapea), Tidak lupa kepada adek tersayang Mega Ela Putri Hutapea dan
juga kepada edaku Melida br.Pardede dan calon eda Rostini br.Manurung
10.Peneliti juga mengucapkan terimakasih kepada Samuel Sitepu yang telah
memberikan kasih sayang dan motivasi kepada peneliti dalam
mengerjakan skripsi ini hingga selesai
11.Peneliti juga mengucapkan terimakasih kepada teman-teman Brocolly
(Herty, Monic, Puu, Rema, Ema dan satu lagi yang sudah wisuda terlebih
dahulu, Opy).
Medan, April 2014 Penulis,
i
ABSTRAK
Maristina D Hutapea, 209342012. Metode pembelajaran Musik pada SLB/ABCD PK Hephata di Laguboti. Skripsi Jurusan Seni Musik, Fakultas Bahasa dan Seni, UNIMED, 2014.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana metode pembelajaran musik yang digunakan pada SLB/ABCD PK Hephata di Laguboti, mengetahui proses pembelajaran ekstrakurikuler rmusik pada SLB/ABCD PK Hephata di Laguboti, kemudian mengetahui faktor kesulitan apa saja yang dialami tenaga pengajar dalam kegiatan ekstrakurikuler musik pada SLB/ABCD PK Hephata di laguboti. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui hasil pengajaran ekstrakurikuler musik yang diperoleh oleh siswa SLB/ABCD PK Hephata di Laguboti.
Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori tentang pembelajaran, metode, ekstrakurikuler, musik, instrument musik dan Sekolah Luar Biasa (SLB).
Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Laguboti Kabupaten Toba Samosir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah dua orang tenaga pengajar dan seluruh siswa yang ikut serta dalam pembelajaran ekstrakurikuler musik pada sekolah tersebut, dimana keseluruhan adalah 22 orang. Untuk melengkapi data-data dalam penelitian ini, peneliti melakukan observasi lapangan, wawancara, dokumentasi audiovisual dan studi kepustakaan.
Penelitian ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran musik di SLB/ABCD PK Hephata menggunakan metode sosiodrama, metode orientasi, metode ceramah, metode demonstrasi, metodemobilitas, metode eksperimen, metode Tanya jawab metode latihan, metode tugas dan resitasi. Proses pembelajaran ekstrakurikuler musik pada SLB/ABCD PK Hephata di Laguboti memiliki tahapan yaitu, pemberian alasan dalam belajar musik, pemilihan alat musik, cara menghidupkan alat musik, pemberian materi, pencontohan lagu oleh guru, praktek, pemberian tugas latihan. Faktor kesulitan yang dimiliki guru adalah kondisi kelemahan fisik siswa, kesulitan memilih lagu, tuntutan mahir menulis huruf Braille. Hasil yang diperoleh siswa, nilai rata-rata siswa yang dianggap mengalami peningkatan terdapat pada nilai H3. Pada nilai akhir (N.a) terdapat nilai rata-rata siswa Baik dan sudah mencukupi standar nilai.
iv
DAFTAR ISI
Abstrak………..i
Kata Pengantar ……..………..ii
Daftar Isi ……..………... iv
Daftar Gambar ………...……… vii
Daftar Tabel ………viii
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ……….. 1
B. Identifikasi Masalah …………...………. 5
C. Pembatasan Masalah ………...……… 6
D. Perumusan Masalah ………...……. 7
E. Tujuan Penelitian ……….... 8
BAB II LANDASAN TEORITIS DAN KERANGKA KONSEPTUAL A. LandasanTeoritis ……….………... 9
1. Pengertian Pembelajaran ……….………9
2. Pengertian Metode ……….…11
3. Perngertian Ekstrakurikuler ………....13
4. Pengertian Musik ………....15
5. Pengertian Instrumen Musik ………..19
6. Pengertian Sekolah Luar Biasa ………..…....21
v BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A. Lokasi dan Waktu Penelitian ……….….. 26
B. Populasi dan Sampel ……….... 26
C. Metode Penelitian ………... 27
D. Alat Pengumpulan Data ……….…. 28
1. Observasi Lapangan ….………... 29
2. Wawancara ………….………. 30
3. Dokumentasi ……….………... 30
4. Studi Kepustakaan ……….……….. 31
E. Teknik Analisis Data ……….………..… 33
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian ………... 35
B. Metode Pembelajaran Ekstrakurikuler Musik pada SLB/ABCD PK Hephatadi Laguboti ………..……….. 40
C. Proses Pembelajaran Ekstrakurikuler Musik pada SLB/ABCD PK Hephatadi Laguboti………..……... 43
D. Faktor Kesulitan Tenaga Pengajar dalam Kegiatan Ekstrakurikuler Musik pada SLB/ABCD PK Hephata di Laguboti……….…… 54
vi BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan ……….……… 59
B. Saran ……….……….. 60
DaftarPustaka……….………..……… 61
vii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 4.1 Lokasi pintu masuk sekolah tampak depan ………. 37
Gambar4.2 Peneliti saat melakukan wawancara dengan dua guru
Ekstrakurikuler musik …………... 43
Gambar 4.3 Guru sedang mengarahkan posisi duduk yang benar
Pada siswa ……….…45
Gambar 4.4 Siswa diperkenalkan tombol alat musik keyboard ………….. 52
Gambar 4.5 Dokumentasi peneliti dengan salah seorang tunanetra pada
1 BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana
belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan
potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri,
kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya
dan masyarakat. Pendidikan juga merupakan usaha sadar untuk menyiapkan
peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan bagi
peranannya dimasa yang akan datang. Pendidikan merupakan kebutuhan dasar
setiap manusia untuk menjamin keberlangsungan hidupnya agar lebih
bermartabat. Oleh sebab itu, negara memiliki kewajiban untuk memberikan
pelayanan pendidikan yang bermutu kepada setiap warganya tanpa terkecuali
termasuk mereka yang memiliki perbedaan dalam kemampuan (difabel) seperti
yang tertuang pada UUD 1945 pasal 31 (1).
Pendidikan formal adalah pendidikan yang sistematis. Bertingkat/
berjenjang dimulai dari TK sampai dengan perguruan tinggi, pendidikan setaraf
tersebut termasuk kedalamnya ialah kegiatan studi yang berorientasi
akademis dan umum, program spesialisasi, dan latihan professional, yang
dilaksanakan dalam waktu yang terus menerus.
Pendidikan informal adalah proses yang berlangsung sepanjang usia
sehingga setiap orang memperoleh nilai, sikap, keterampilan, dan pengetahuan
2
termasuk didalamnya adalah pengaruh kehidupan keluarga, hubungan dengan
tetangga, lingkungan pekerjaan dan permainan, pasar, perpustakaan, dan media
massa. Contoh pendidikan informal yaitu didikan orangtua terhadap anaknya di
rumah.
Pendidikan nonformal ialah setiap kegiatan teroganisasi dan sistematis, di
luar sistem persekolahan yang dilakukan secara mandiri atau merupakan bagian
penting dari kegiatan yang lebih luas, yang sengaja dilakukan untuk melayani
peserta didik tertentu di dalam mancapai tujuan belajarnya. Contoh pendidikan
nonformal yaitu kegiatan ekstrakurikuler, maka pendidikan ekstrakurikuler pada
sekolah luar biasa ini termasuk kedalam pendidikan nonformal.
Pendidikan Luar Biasa itu sendiri adalah merupakan pendidikan formal.
Pendidikan Luar Biasa adalah pendidikan bagi peserta didik yang memiliki
tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik,
emosional, mental sosial, tetapi memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa.
Pendidikan luar biasa juga berarti pembelajaran yang dirancang khususnya untuk
memenuhi kebutuhan yang unik dari anak kelainan fisik. Pendidikan luar biasa
akan sesuai apabila kebutuhan siswa tidak dapat diakomodasikan dalam program
pendidikan umum. Secara singkat pendidikan luar biasa adalah program
pembelajaran yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan unik dari individu
siswa, contohnya adalah seorang anak yang kurang dalam penglihatan
memerlukan buku yang hurufnya memang terkhusus digunakan untuk siswa
tunanetra yang disebut dengan huruf braille. Huruf braille merupakan huruf
timbul yang sengaja dirancang untuk orang-orang yang memiliki keterbatasan
3
menggunakan huruf braille dalam penyampaian materi pembelajaran di dalam
kelas.
Pendidikan seni musik pada hakekatnya memiliki peranan yang sangat
penting dalam membentuk manusia seutuhnya. Melalui pembelajaran yang terarah
seni musik dapat dijadikan sebagai alat media guna membantu mencerdaskan
kehidupan, mengembangkan manusia yang berbudaya yang memiliki
keseimbangan otak kanan dan kirinya (keseimbangan akal, pikiran, dan
kalbunya), dan memiliki kepribadian yang matang.
Anak berkelainan adalah anak yang memiliki suatu kondisi yang
menyimpang dari rata-rata anak pada umumnya. Berdasarkan pengertian tersebut,
anak yang dikategorikan memiliki kelainan dalam aspek fisik meliputi kelainan
indra penglihatan (tunanetra), kelainan indra pendengaran dan kelainan
kemampuan mendengar dan bicara (tunarungu dan tunawicara), anak yang
memiliki kemampuan mental yang sangat rendah dikenal sebagai tunagrahita.
Sebagai lembaga pendidikan bagi anak berkelainan, Hephata Laguboti
telah berupaya membantu siswa dengan memberikan layanan pendidikan yang
relevan dengan kebutuhanya. Melaksanakan pendidikan bagi anak berkelainan
pada dasarnya untuk mempersiapkan peserta didik agar mampu hidup dengan baik
dalam masyarakatdan mampu meningkatkan kualitas hidupnya sendiri. Pihak
sekolah mengadakan ekstrakurikuler dengan tujuan agar siswa mendapat
keterampilan dasar untuk mengangkat harkat dan martabat sebagai anggota
masyarakat. Beberapa ekstrakurikuler yang terlaksana di SLB/ABCD PK Hephata
Laguboti adalah ekstrakurikuler olahraga yaitu berupa kegiatan lomba balap kursi
4
lainnya yaitu ekstrakurikuler musik. SLB/ABCD PK Hephata itu sendiri ialah
Sekolah Luar Biasa dimana kelas yang terdapat didalamnya adalah kelas
A(Tunanetra), B (Tunarungu), C (Tunagarahita), D (Tunadaksa). Huruf PK itu
sendiri adalah kepanjangan dari Panti Karya.
Dalam kegiatan ekstrakurikuler musik, sekolah ini menyediakan sarana
dan prasarana yang mencukupi bagi siswa, misalnya tersedia dua ruangan yang
digunakan khusus untuk ekstrakurikuler musik, istrumen musik seperti drum,
keybord, gitar, dan dilengkapi juga dengan speaker. Lagu-lagu yang sering
dimainkan pada kegiatan ekstrakurikuler adalah lagu-lagu rohani, lagu anak-anak
dan lagu kebangsaan.
Adapun tujuan pembelajaran musik bagi siswa adalah sebagai modal
kemandirian, dengan kegiatan bermain musik dapat mengembangkan bakat dan
musikalitas yang ada dalam diri siswa. Dalam aktivitas pembelajaranya, guru
melatih siswa untuk dapat bermain alat musik walaupun dengan banyak
keterbatasan yang dimiliki oleh siswa berkelainan, tidak menjadi penghalang bagi
mereka untuk berhasil bermain musik, bahkan dengan usaha dan kerja keras
mereka, dapat diacungkan jempol karena bakat bermain musik yang mereka
miliki.
Pihak sekolah menyadari bahwa aktivitas bermain musik merupakan salah
satu media yang efektif dalam mengembangkan bakat dan kreativitas peserta
didik, dana dapat merangsang kinerja otak sehingga organ-organ tubuh dapat
bekerja ke arah yang lebih baik. Disamping itu ada efek psikologis, yaitu
tumbuhnya motif berprestasi dan meningkatkan harga diri anak berkelainan.
5
pembelajaran ekstrakurikuler musik tersebut. Faktor kesulitan yang biasanya
terjadi adalah kesulitan dalam berkomunikasi terhadap siswa maupun dalam
mencontohkan sesuatu yang berhubungan pelajaran. Karena dalam proses
pembelajarannya, guru menggunakan metode demonstrasi, yaitu metode dengan
cara memperagakan terlebih dahulu. Selain metode demonstrasi, metode lain yang
digunakan adalah metode sosiodrama, metode eksperimen, metode tanya jawab,
metode orientasi, metode mobilitas, metode tugas dan resitasi, metode ceramah
dan metode latihan.
Fenomena ini menjadi suatu hal yang menarik bagi peneliti untuk
mengetahui bagaimana pembelajaran musik yang diberikan oleh pengajar kepada
siswa berkelainan yang memiliki keterbatasan. Oleh karena itu, pada kesempatan
ini peneliti memilih judul: “Pembelajaran Ekstrakurikuler Musik pada
SLB/ABCD PK Hephata di Laguboti.”
B. Identifikasi Masalah
Didalam bagian ini perlu dikaji berbagai masalah yang akan diteliti. Semua
masalah yang akan diteliti maupun yang tidak diteliti sedapat mungkin
dikemukakan oleh peneliti. Perumusan masalah merupakan upaya untuk
menyatakan secara tersurat pernyataan-pernyataan yang hendak dicarikan
jawabannya.
Adapun identifikasi masalahnya adalah :
1. Bagaimana sejarah berdirinya SLB/ABCD PK Hephata di laguboti ?
2. Bagaimana sarana dan prasarana musik yang terdapat di SLB/ABCD PK
6
3. Bagaimana metode pembelajaran yang digunakan pada siswa SLB/ABCD PK
Hephata di laguboti ?
4. Bagaimana proses pembelajaran pada siswa SLB/ABCD PK Hephata di
laguboti ?
5. Faktor kesulitan apa sajakah yang ditemukan tenaga pengajar dalam
pembelajaran ekstrakurikuler musik pada siswa SLB/ABCD PK Hephata di
laguboti ?
6. Bagaimana hasil pengajaran yang diperoleh oleh siswa SLB/ABCD PK
Hephata di laguboti ?
C. Pembatasan Masalah
Mengingat luasnya cakupan masalah, keterbatasan waktu, dan data dan
kemampuan teoritis, maka penulis merasa perlu mengadakan pembatasan masalah
untuk memudahkan pecahan masalah yang dihadapi dalam penelitian ini. Hal ini
sesuai dengan pendapat sukardi (2003 : 30) yang menyatakan bahwa: ”dalam
merumuskan ataupun membatasi permasalahan dalam suatu penelitian sangatlah
bervariasi dan tergantung pada kesenangan peneliti. Oleh karena itu perlu hati-hati
dan jeli dalam mengevaluasi rumusan permasalahan penelitian, dan dirangkum
kedalam beberapa pertanyaan yang jelas.”
Berdasarkan pendapat tersebut, peneliti membatasi masalah penelitian
sebagai berikut :
1. Bagaimana metode pembelajaran ekstrakurikuler musik yang digunakan pada
7
2. Bagaimana proses pembelajaran ekstrakurikuler musik pada siswa SLB/ABCD
PK Hephata di laguboti ?
3. Faktor kesulitan apa sajakah yang ditemukan tenaga pengajar dalam
pembelajaran ekstrakurikuler musik pada siswa SLB/ABCD PK Hephata di
laguboti ?
4. Bagaimana hasil pengajaran ekstrakurikuler musik yang diperoleh oleh siswa
SLB/ABCD PK Hephata di laguboti ?
D. Perumusan Masalah
Rumusan masalah merupakan suatu titik fokus dari sebuah penelitian yang
hendak dilakukan, mengingat sebuah penelitian merupakan upaya untuk
menemukan jawaban pertanyaan, maka dari itu perlu dirumuskan dengan baik,
sehingga dapat mendukung untuk menemukan jawaban pertanyaan. Hal ini
sejalan dengan pendapat Sukardi (2003 : 30) mengatakan bahwa:”rumusan
masalah penelitian penelitian dapat bervariasi dan tergantung pada kesenangan
peneliti.”
Berdasarkan uraian latar belakang masalah, identifikasi masalah, serta
pembatasan masalah, maka permasalahan dapat dirumuskan sebagai berikut:
“Bagaimana Pembelajaran Ekstrakurikuler Musik pada SLB PK Hephata di
8
E. Tujuan Penelitian
Setelah penelitian ini selesai dilaksanakan, diharapkan dapat memberi
manfaat sebagai berikut :
1. Mengetahui metode pembelajaran ekstrakurikuler musik yang digunakan pada
siswa SLB/ABCD PK Hephata di laguboti.
2. Mengetahui proses pembelajaran ekstrakurikuler musik pada siswa
SLB/ABCD PK Hephata di Laguboti.
3. Mengetahui faktor kesulitan apa saja yang dialami tenaga pengajar dalam
kegiatan ekstrakurikuler musik di SLB/ABCD PK Hephata dilaguboti.
4. Mengetahui hasil pengajaran ekstrakurikuler musik yang diperoleh oleh siswa
SLB/ABCD PK Hephata di laguboti.
F. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian merupakan kegunaan dari penelitian yang dapat dijadikan
sumber informasi dan mengembangkan kegiatan penelitian selanjutnya.
Beberapa manfaat yang diambil dari kegiatan penelitian, yaitu :
1. Sebagai usaha pengembangan ilmu pengetahuan khususnya untuk anak
berkelainan khusus (SLB).
2. Sebagai informasi/masukan atau pertimbangan bagi pihak sekolah khususnya
guru seni musik dalam bidangnya untuk memilih metode pembelajaran dalam
meningkatkan hasil belajar siswa.
3. Untuk menambah wawasan dan pengetahuan bagi penulis selanjutnya
menerapkan dalam proses belajar mengajar yang diharapkan meningkatkan
kemampuan hasil belajar siswa.
59 BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan pada bab IV maka dapat
ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Metode yang digunakan dalam pembelajaran ekstrakurikuler musik pada
siswa tunanetra yaitu metode ceramah, metode latihan, metode eksperimen,
metode tugas dan resitasi, metode diskusi, metode sosiodrama, metode
demonstrasi, dan metode tanya jawab, metode orientasi dan metode mobilitas.
Untuk siswa tunadaksa hampir sama, tetapi tidak menggunakan metode
orientasi dan mobilitas karena kedua metode tersebut hanya untuk siswa
tunanetra.
2. Tahapan pembelajaran musik pada anak berkebutuhan khusus tidak jauh beda
dengan pembelajaran anak pada umumnya. Hanya perbedaannya mereka
menggunakan perabaan bagi siswa tunanetra.
3. Faktor kesulitan yang paling dirasakan oleh guru adalah lambatnya proses
yang dapat ditangkap para siswa itu sendiri. Faktor kesulitan lain yang
dirasakan guru yaitu pemilihan lagu yang tepat untuk dijadikan sebagai bahan
60
4. Dari tabel maka dapat ditarik kesimpulan bahwa nilai rata-rata siswa yang
dianggap mengalami peningkatan terdapat pada nilai H3. Pada nilai akhir
(N.a) terdapat nilai rata-rata siswa Baik dan sudah mencukupi standar nilai.
A. SARAN
1. Agar lebih melengkapi musik yang akan dipertunjukkan dan pemakaian alat
yang telah tersedia, ada baiknya dibuat tambahan tenaga pengajar dalam alat
musik gitar dan vokal.
2. Penambahan jadwal latihan akan membuat para siswa menjadi semakin baik
dalam pembelajaran ektrakurikuler musik.
3. Diharapkan penambahan ekstrakurikuler vokal akan semakin menambah
kelengkapan band yang nantinya akan ditampilkan diluar.
4. Diharapkan sekolah semakin sering membawa siswa untuk pertunjukan diluar
sekolah supaya lebih memperkuat mental mereka di depan umum dan
61
DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi, A. Suprianto, W. 2004. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta
Arbiginius, Hastomo Rumabutar. 2010. Metode Pembelajaran Band oleh Penyandang Tunanetra di Yayasan Kesejahteraan Masyarakat Tunanetra Indonesia. Medan: Skripsi. UNIMED
Arikunto, Suharsimi. 1996. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktis. Jakarta: Bina Aksara.
Banoe, Pono. 2003. Kamus Musik. Yogyakarta: Kanisius.
Corazon. 2007. Music Theory. New York: Barner & Nobels Books.
Dick & Carey. 2001. The Systematic Design of Instruction. New York: Wesley Education.
Djamarah, S.2006. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Hadeli. 2006. Metode Penelitian Kependidikan. Padang: Quantum Teaching.
Hamalik. 2009. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.
Harris, Brandon. 2002. The Voncise Orford Dictionary of Music. Britain: Richard Clay.
Hurd, Michael. 2002. Music theory. New York: Barner and Nobels Books.
Imelda, Novita Pasaribu. 2011. Pembelajaran Ekstrakulikuler Paduan Suara pada Siswa Tunanetra di Yayasan Pendidikan Tunanetra Sumatera (Yapentra) Tanjung Morawa. Medan: Skripsi. UNIMED.
Jones, George Thaddens. 2000. Music theory. London:Barner& Noble Books.
62
Maryaeni.2005.Metodologi Penelitian.Jakarta : Bumi Aksara.
Mohadjir, Noeng. 2000. Metode Penelitian Sosial. Jakarta: Rineka Cipta.
Muttaqin, Kustap. 2008. Musik klasik (pengantar musikologi untukSMK).Jakarta : Pusat Pembukuan Depertemen Pendidikan Nasional.
Mutiara, Rebekka Pasaribu. 2010. Bermain Musik Meningkatkan Kreativitas SMP Luar Biasa Yayasan Perguruan Katolik SLB-C Santa Lusia Medan. Medan: Skripsi. UNIMED.
Rowen. 2002. Music Theory. New York: Routledge.
Sagala, S.2008. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.
Sukardi.2003. Metodologi Penelitian Kependidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Supranto, J. 2004. Proposal Penelitian dan Contoh. Jakarta: Universitas Indonesia (UI-PRESS).
Sutikno. 2009. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Prospect.