• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMBELAJARAN EKSTRAKURIKULER MUSIK PADA SLB/ABCD PK HEPHATA DI LAGUBOTI.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PEMBELAJARAN EKSTRAKURIKULER MUSIK PADA SLB/ABCD PK HEPHATA DI LAGUBOTI."

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

PEMBELAJARAN EKSTRAKURIKULER MUSIK

PADA SLB/ABCD PK HEPHATA

DI LAGUBOTI

SKRIPSI

Dinyatakan Telah Memenuhi Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh:

MARISTINA D HUTAPEA

209342012

JURUSAN SENDRATASIK

FAKULTAS BAHASA DAN SENI

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)

ii

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat

dan rahmat serta karunia-Nya yang dilimpahkan dengan memberikan kesehatan,

ketabahan serta ketekunan kepada penulis selama menyusun skripsi ini mulai dari

awal sampai selesai.

Adapun penulisan ini dilakukan untuk memenuhi salah satu syarat untuk

memperoleh gelar sarjana di Jurusan Sendratasik Program Studi Seni Musik

Fakultas Bahasa dan Seni Unimed Medan. Pada kesempatan ini penulis

mengangkat judul tentang Pembelajaran Ekstrakurikuler Musik pada SLB/ABCD

PK Hephata di Laguboti.

Skripsi ini dikerjakan dengan sangat sungguh-sungguh dengan hati yang

penuh ikhlas tetapi ini belumlah sempurna dan juga masih banyak kekurangannya

dan kesalahan baik disengaja maupun tidak disengaja. Untuk itu dengan lapang

dada peneliti mengharapkan kepada semua yang membaca hasil penelitian ini,

diharapkan kerjasamanya dalam memberikan kritik dan saran agar dapat

menyempurnakan penelitian ini agar menjadi lebih baik.

Pada kesempatan ini, penulis mengucapkan rasa terimakasih kepada semua

pihak yang telah memberikan bantuan, baik moril maupun material serta motivasi

yang begitu sangat berarti bagi penulis dalam menyelesaikan skripsi ini, terutama

kepada:

Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

4. Uyuni Widiastuti, M.Pd, Selaku Sekretaris Jurusan Sendratasik Fakultas

Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan, sekaligus menjadi

pembimbing yang dengan sabar memberikan masukan dan motivasi bagi

penulis

5. Panji Suroso, M.Si, selaku Ketua Program Studi Pendidikan Seni Musik

(4)

iii

6. Mukhlis Hasbullah, M.Sn, selaku pembimbing skripsi II beserta Dosen

dan Pegawai di Jurusan Sendratasik Fakultas Bahasa dan Seni Universitas

Negeri Medan

7. Dirjen Hutapea beserta Guru dan Pegawai di SLB/ABCD PK Hephata di

Laguboti yang telah membantu memberikan informasi dalam

penyelesaian skripsi ini

8. Teristimewa kepada kedua orangtua baik kepada ayah Alm. Edison

Hutapea dan ibu yang sangat peneliti sayangi, yang telah memberikan

didikan, materi serta motivasi dalam hidup peneliti

9. Abang-abang (ito) atau pahlawan di keluargaku yang telah sabar

membimbing dan bekerjasama untuk memberikan materi kepada peneliti,

(Maju Haposan Hutapea, Hara Hot Parulian Hutapea, Andi Triputra

Hutapea), Tidak lupa kepada adek tersayang Mega Ela Putri Hutapea dan

juga kepada edaku Melida br.Pardede dan calon eda Rostini br.Manurung

10.Peneliti juga mengucapkan terimakasih kepada Samuel Sitepu yang telah

memberikan kasih sayang dan motivasi kepada peneliti dalam

mengerjakan skripsi ini hingga selesai

11.Peneliti juga mengucapkan terimakasih kepada teman-teman Brocolly

(Herty, Monic, Puu, Rema, Ema dan satu lagi yang sudah wisuda terlebih

dahulu, Opy).

Medan, April 2014 Penulis,

(5)

i

ABSTRAK

Maristina D Hutapea, 209342012. Metode pembelajaran Musik pada SLB/ABCD PK Hephata di Laguboti. Skripsi Jurusan Seni Musik, Fakultas Bahasa dan Seni, UNIMED, 2014.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana metode pembelajaran musik yang digunakan pada SLB/ABCD PK Hephata di Laguboti, mengetahui proses pembelajaran ekstrakurikuler rmusik pada SLB/ABCD PK Hephata di Laguboti, kemudian mengetahui faktor kesulitan apa saja yang dialami tenaga pengajar dalam kegiatan ekstrakurikuler musik pada SLB/ABCD PK Hephata di laguboti. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui hasil pengajaran ekstrakurikuler musik yang diperoleh oleh siswa SLB/ABCD PK Hephata di Laguboti.

Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori tentang pembelajaran, metode, ekstrakurikuler, musik, instrument musik dan Sekolah Luar Biasa (SLB).

Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Laguboti Kabupaten Toba Samosir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah dua orang tenaga pengajar dan seluruh siswa yang ikut serta dalam pembelajaran ekstrakurikuler musik pada sekolah tersebut, dimana keseluruhan adalah 22 orang. Untuk melengkapi data-data dalam penelitian ini, peneliti melakukan observasi lapangan, wawancara, dokumentasi audiovisual dan studi kepustakaan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran musik di SLB/ABCD PK Hephata menggunakan metode sosiodrama, metode orientasi, metode ceramah, metode demonstrasi, metodemobilitas, metode eksperimen, metode Tanya jawab metode latihan, metode tugas dan resitasi. Proses pembelajaran ekstrakurikuler musik pada SLB/ABCD PK Hephata di Laguboti memiliki tahapan yaitu, pemberian alasan dalam belajar musik, pemilihan alat musik, cara menghidupkan alat musik, pemberian materi, pencontohan lagu oleh guru, praktek, pemberian tugas latihan. Faktor kesulitan yang dimiliki guru adalah kondisi kelemahan fisik siswa, kesulitan memilih lagu, tuntutan mahir menulis huruf Braille. Hasil yang diperoleh siswa, nilai rata-rata siswa yang dianggap mengalami peningkatan terdapat pada nilai H3. Pada nilai akhir (N.a) terdapat nilai rata-rata siswa Baik dan sudah mencukupi standar nilai.

(6)

iv

DAFTAR ISI

Abstrak………..i

Kata Pengantar ……..………..ii

Daftar Isi ……..………... iv

Daftar Gambar ………...……… vii

Daftar Tabel ………viii

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ……….. 1

B. Identifikasi Masalah …………...………. 5

C. Pembatasan Masalah ………...……… 6

D. Perumusan Masalah ………...……. 7

E. Tujuan Penelitian ……….... 8

BAB II LANDASAN TEORITIS DAN KERANGKA KONSEPTUAL A. LandasanTeoritis ……….………... 9

1. Pengertian Pembelajaran ……….………9

2. Pengertian Metode ……….…11

3. Perngertian Ekstrakurikuler ………....13

4. Pengertian Musik ………....15

5. Pengertian Instrumen Musik ………..19

6. Pengertian Sekolah Luar Biasa ………..…....21

(7)

v BAB III METODOLOGI PENELITIAN

A. Lokasi dan Waktu Penelitian ……….….. 26

B. Populasi dan Sampel ……….... 26

C. Metode Penelitian ………... 27

D. Alat Pengumpulan Data ……….…. 28

1. Observasi Lapangan ….………... 29

2. Wawancara ………….………. 30

3. Dokumentasi ……….………... 30

4. Studi Kepustakaan ……….……….. 31

E. Teknik Analisis Data ……….………..… 33

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian ………... 35

B. Metode Pembelajaran Ekstrakurikuler Musik pada SLB/ABCD PK Hephatadi Laguboti ………..……….. 40

C. Proses Pembelajaran Ekstrakurikuler Musik pada SLB/ABCD PK Hephatadi Laguboti………..……... 43

D. Faktor Kesulitan Tenaga Pengajar dalam Kegiatan Ekstrakurikuler Musik pada SLB/ABCD PK Hephata di Laguboti……….…… 54

(8)

vi BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan ……….……… 59

B. Saran ……….……….. 60

DaftarPustaka……….………..……… 61

(9)

vii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 4.1 Lokasi pintu masuk sekolah tampak depan ………. 37

Gambar4.2 Peneliti saat melakukan wawancara dengan dua guru

Ekstrakurikuler musik …………... 43

Gambar 4.3 Guru sedang mengarahkan posisi duduk yang benar

Pada siswa ……….…45

Gambar 4.4 Siswa diperkenalkan tombol alat musik keyboard ………….. 52

Gambar 4.5 Dokumentasi peneliti dengan salah seorang tunanetra pada

(10)

1 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana

belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan

potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri,

kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya

dan masyarakat. Pendidikan juga merupakan usaha sadar untuk menyiapkan

peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan bagi

peranannya dimasa yang akan datang. Pendidikan merupakan kebutuhan dasar

setiap manusia untuk menjamin keberlangsungan hidupnya agar lebih

bermartabat. Oleh sebab itu, negara memiliki kewajiban untuk memberikan

pelayanan pendidikan yang bermutu kepada setiap warganya tanpa terkecuali

termasuk mereka yang memiliki perbedaan dalam kemampuan (difabel) seperti

yang tertuang pada UUD 1945 pasal 31 (1).

Pendidikan formal adalah pendidikan yang sistematis. Bertingkat/

berjenjang dimulai dari TK sampai dengan perguruan tinggi, pendidikan setaraf

tersebut termasuk kedalamnya ialah kegiatan studi yang berorientasi

akademis dan umum, program spesialisasi, dan latihan professional, yang

dilaksanakan dalam waktu yang terus menerus.

Pendidikan informal adalah proses yang berlangsung sepanjang usia

sehingga setiap orang memperoleh nilai, sikap, keterampilan, dan pengetahuan

(11)

2

termasuk didalamnya adalah pengaruh kehidupan keluarga, hubungan dengan

tetangga, lingkungan pekerjaan dan permainan, pasar, perpustakaan, dan media

massa. Contoh pendidikan informal yaitu didikan orangtua terhadap anaknya di

rumah.

Pendidikan nonformal ialah setiap kegiatan teroganisasi dan sistematis, di

luar sistem persekolahan yang dilakukan secara mandiri atau merupakan bagian

penting dari kegiatan yang lebih luas, yang sengaja dilakukan untuk melayani

peserta didik tertentu di dalam mancapai tujuan belajarnya. Contoh pendidikan

nonformal yaitu kegiatan ekstrakurikuler, maka pendidikan ekstrakurikuler pada

sekolah luar biasa ini termasuk kedalam pendidikan nonformal.

Pendidikan Luar Biasa itu sendiri adalah merupakan pendidikan formal.

Pendidikan Luar Biasa adalah pendidikan bagi peserta didik yang memiliki

tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik,

emosional, mental sosial, tetapi memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa.

Pendidikan luar biasa juga berarti pembelajaran yang dirancang khususnya untuk

memenuhi kebutuhan yang unik dari anak kelainan fisik. Pendidikan luar biasa

akan sesuai apabila kebutuhan siswa tidak dapat diakomodasikan dalam program

pendidikan umum. Secara singkat pendidikan luar biasa adalah program

pembelajaran yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan unik dari individu

siswa, contohnya adalah seorang anak yang kurang dalam penglihatan

memerlukan buku yang hurufnya memang terkhusus digunakan untuk siswa

tunanetra yang disebut dengan huruf braille. Huruf braille merupakan huruf

timbul yang sengaja dirancang untuk orang-orang yang memiliki keterbatasan

(12)

3

menggunakan huruf braille dalam penyampaian materi pembelajaran di dalam

kelas.

Pendidikan seni musik pada hakekatnya memiliki peranan yang sangat

penting dalam membentuk manusia seutuhnya. Melalui pembelajaran yang terarah

seni musik dapat dijadikan sebagai alat media guna membantu mencerdaskan

kehidupan, mengembangkan manusia yang berbudaya yang memiliki

keseimbangan otak kanan dan kirinya (keseimbangan akal, pikiran, dan

kalbunya), dan memiliki kepribadian yang matang.

Anak berkelainan adalah anak yang memiliki suatu kondisi yang

menyimpang dari rata-rata anak pada umumnya. Berdasarkan pengertian tersebut,

anak yang dikategorikan memiliki kelainan dalam aspek fisik meliputi kelainan

indra penglihatan (tunanetra), kelainan indra pendengaran dan kelainan

kemampuan mendengar dan bicara (tunarungu dan tunawicara), anak yang

memiliki kemampuan mental yang sangat rendah dikenal sebagai tunagrahita.

Sebagai lembaga pendidikan bagi anak berkelainan, Hephata Laguboti

telah berupaya membantu siswa dengan memberikan layanan pendidikan yang

relevan dengan kebutuhanya. Melaksanakan pendidikan bagi anak berkelainan

pada dasarnya untuk mempersiapkan peserta didik agar mampu hidup dengan baik

dalam masyarakatdan mampu meningkatkan kualitas hidupnya sendiri. Pihak

sekolah mengadakan ekstrakurikuler dengan tujuan agar siswa mendapat

keterampilan dasar untuk mengangkat harkat dan martabat sebagai anggota

masyarakat. Beberapa ekstrakurikuler yang terlaksana di SLB/ABCD PK Hephata

Laguboti adalah ekstrakurikuler olahraga yaitu berupa kegiatan lomba balap kursi

(13)

4

lainnya yaitu ekstrakurikuler musik. SLB/ABCD PK Hephata itu sendiri ialah

Sekolah Luar Biasa dimana kelas yang terdapat didalamnya adalah kelas

A(Tunanetra), B (Tunarungu), C (Tunagarahita), D (Tunadaksa). Huruf PK itu

sendiri adalah kepanjangan dari Panti Karya.

Dalam kegiatan ekstrakurikuler musik, sekolah ini menyediakan sarana

dan prasarana yang mencukupi bagi siswa, misalnya tersedia dua ruangan yang

digunakan khusus untuk ekstrakurikuler musik, istrumen musik seperti drum,

keybord, gitar, dan dilengkapi juga dengan speaker. Lagu-lagu yang sering

dimainkan pada kegiatan ekstrakurikuler adalah lagu-lagu rohani, lagu anak-anak

dan lagu kebangsaan.

Adapun tujuan pembelajaran musik bagi siswa adalah sebagai modal

kemandirian, dengan kegiatan bermain musik dapat mengembangkan bakat dan

musikalitas yang ada dalam diri siswa. Dalam aktivitas pembelajaranya, guru

melatih siswa untuk dapat bermain alat musik walaupun dengan banyak

keterbatasan yang dimiliki oleh siswa berkelainan, tidak menjadi penghalang bagi

mereka untuk berhasil bermain musik, bahkan dengan usaha dan kerja keras

mereka, dapat diacungkan jempol karena bakat bermain musik yang mereka

miliki.

Pihak sekolah menyadari bahwa aktivitas bermain musik merupakan salah

satu media yang efektif dalam mengembangkan bakat dan kreativitas peserta

didik, dana dapat merangsang kinerja otak sehingga organ-organ tubuh dapat

bekerja ke arah yang lebih baik. Disamping itu ada efek psikologis, yaitu

tumbuhnya motif berprestasi dan meningkatkan harga diri anak berkelainan.

(14)

5

pembelajaran ekstrakurikuler musik tersebut. Faktor kesulitan yang biasanya

terjadi adalah kesulitan dalam berkomunikasi terhadap siswa maupun dalam

mencontohkan sesuatu yang berhubungan pelajaran. Karena dalam proses

pembelajarannya, guru menggunakan metode demonstrasi, yaitu metode dengan

cara memperagakan terlebih dahulu. Selain metode demonstrasi, metode lain yang

digunakan adalah metode sosiodrama, metode eksperimen, metode tanya jawab,

metode orientasi, metode mobilitas, metode tugas dan resitasi, metode ceramah

dan metode latihan.

Fenomena ini menjadi suatu hal yang menarik bagi peneliti untuk

mengetahui bagaimana pembelajaran musik yang diberikan oleh pengajar kepada

siswa berkelainan yang memiliki keterbatasan. Oleh karena itu, pada kesempatan

ini peneliti memilih judul: “Pembelajaran Ekstrakurikuler Musik pada

SLB/ABCD PK Hephata di Laguboti.”

B. Identifikasi Masalah

Didalam bagian ini perlu dikaji berbagai masalah yang akan diteliti. Semua

masalah yang akan diteliti maupun yang tidak diteliti sedapat mungkin

dikemukakan oleh peneliti. Perumusan masalah merupakan upaya untuk

menyatakan secara tersurat pernyataan-pernyataan yang hendak dicarikan

jawabannya.

Adapun identifikasi masalahnya adalah :

1. Bagaimana sejarah berdirinya SLB/ABCD PK Hephata di laguboti ?

2. Bagaimana sarana dan prasarana musik yang terdapat di SLB/ABCD PK

(15)

6

3. Bagaimana metode pembelajaran yang digunakan pada siswa SLB/ABCD PK

Hephata di laguboti ?

4. Bagaimana proses pembelajaran pada siswa SLB/ABCD PK Hephata di

laguboti ?

5. Faktor kesulitan apa sajakah yang ditemukan tenaga pengajar dalam

pembelajaran ekstrakurikuler musik pada siswa SLB/ABCD PK Hephata di

laguboti ?

6. Bagaimana hasil pengajaran yang diperoleh oleh siswa SLB/ABCD PK

Hephata di laguboti ?

C. Pembatasan Masalah

Mengingat luasnya cakupan masalah, keterbatasan waktu, dan data dan

kemampuan teoritis, maka penulis merasa perlu mengadakan pembatasan masalah

untuk memudahkan pecahan masalah yang dihadapi dalam penelitian ini. Hal ini

sesuai dengan pendapat sukardi (2003 : 30) yang menyatakan bahwa: ”dalam

merumuskan ataupun membatasi permasalahan dalam suatu penelitian sangatlah

bervariasi dan tergantung pada kesenangan peneliti. Oleh karena itu perlu hati-hati

dan jeli dalam mengevaluasi rumusan permasalahan penelitian, dan dirangkum

kedalam beberapa pertanyaan yang jelas.”

Berdasarkan pendapat tersebut, peneliti membatasi masalah penelitian

sebagai berikut :

1. Bagaimana metode pembelajaran ekstrakurikuler musik yang digunakan pada

(16)

7

2. Bagaimana proses pembelajaran ekstrakurikuler musik pada siswa SLB/ABCD

PK Hephata di laguboti ?

3. Faktor kesulitan apa sajakah yang ditemukan tenaga pengajar dalam

pembelajaran ekstrakurikuler musik pada siswa SLB/ABCD PK Hephata di

laguboti ?

4. Bagaimana hasil pengajaran ekstrakurikuler musik yang diperoleh oleh siswa

SLB/ABCD PK Hephata di laguboti ?

D. Perumusan Masalah

Rumusan masalah merupakan suatu titik fokus dari sebuah penelitian yang

hendak dilakukan, mengingat sebuah penelitian merupakan upaya untuk

menemukan jawaban pertanyaan, maka dari itu perlu dirumuskan dengan baik,

sehingga dapat mendukung untuk menemukan jawaban pertanyaan. Hal ini

sejalan dengan pendapat Sukardi (2003 : 30) mengatakan bahwa:”rumusan

masalah penelitian penelitian dapat bervariasi dan tergantung pada kesenangan

peneliti.”

Berdasarkan uraian latar belakang masalah, identifikasi masalah, serta

pembatasan masalah, maka permasalahan dapat dirumuskan sebagai berikut:

“Bagaimana Pembelajaran Ekstrakurikuler Musik pada SLB PK Hephata di

(17)

8

E. Tujuan Penelitian

Setelah penelitian ini selesai dilaksanakan, diharapkan dapat memberi

manfaat sebagai berikut :

1. Mengetahui metode pembelajaran ekstrakurikuler musik yang digunakan pada

siswa SLB/ABCD PK Hephata di laguboti.

2. Mengetahui proses pembelajaran ekstrakurikuler musik pada siswa

SLB/ABCD PK Hephata di Laguboti.

3. Mengetahui faktor kesulitan apa saja yang dialami tenaga pengajar dalam

kegiatan ekstrakurikuler musik di SLB/ABCD PK Hephata dilaguboti.

4. Mengetahui hasil pengajaran ekstrakurikuler musik yang diperoleh oleh siswa

SLB/ABCD PK Hephata di laguboti.

F. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian merupakan kegunaan dari penelitian yang dapat dijadikan

sumber informasi dan mengembangkan kegiatan penelitian selanjutnya.

Beberapa manfaat yang diambil dari kegiatan penelitian, yaitu :

1. Sebagai usaha pengembangan ilmu pengetahuan khususnya untuk anak

berkelainan khusus (SLB).

2. Sebagai informasi/masukan atau pertimbangan bagi pihak sekolah khususnya

guru seni musik dalam bidangnya untuk memilih metode pembelajaran dalam

meningkatkan hasil belajar siswa.

3. Untuk menambah wawasan dan pengetahuan bagi penulis selanjutnya

menerapkan dalam proses belajar mengajar yang diharapkan meningkatkan

kemampuan hasil belajar siswa.

(18)

59 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan pada bab IV maka dapat

ditarik kesimpulan sebagai berikut :

1. Metode yang digunakan dalam pembelajaran ekstrakurikuler musik pada

siswa tunanetra yaitu metode ceramah, metode latihan, metode eksperimen,

metode tugas dan resitasi, metode diskusi, metode sosiodrama, metode

demonstrasi, dan metode tanya jawab, metode orientasi dan metode mobilitas.

Untuk siswa tunadaksa hampir sama, tetapi tidak menggunakan metode

orientasi dan mobilitas karena kedua metode tersebut hanya untuk siswa

tunanetra.

2. Tahapan pembelajaran musik pada anak berkebutuhan khusus tidak jauh beda

dengan pembelajaran anak pada umumnya. Hanya perbedaannya mereka

menggunakan perabaan bagi siswa tunanetra.

3. Faktor kesulitan yang paling dirasakan oleh guru adalah lambatnya proses

yang dapat ditangkap para siswa itu sendiri. Faktor kesulitan lain yang

dirasakan guru yaitu pemilihan lagu yang tepat untuk dijadikan sebagai bahan

(19)

60

4. Dari tabel maka dapat ditarik kesimpulan bahwa nilai rata-rata siswa yang

dianggap mengalami peningkatan terdapat pada nilai H3. Pada nilai akhir

(N.a) terdapat nilai rata-rata siswa Baik dan sudah mencukupi standar nilai.

A. SARAN

1. Agar lebih melengkapi musik yang akan dipertunjukkan dan pemakaian alat

yang telah tersedia, ada baiknya dibuat tambahan tenaga pengajar dalam alat

musik gitar dan vokal.

2. Penambahan jadwal latihan akan membuat para siswa menjadi semakin baik

dalam pembelajaran ektrakurikuler musik.

3. Diharapkan penambahan ekstrakurikuler vokal akan semakin menambah

kelengkapan band yang nantinya akan ditampilkan diluar.

4. Diharapkan sekolah semakin sering membawa siswa untuk pertunjukan diluar

sekolah supaya lebih memperkuat mental mereka di depan umum dan

(20)

61

DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, A. Suprianto, W. 2004. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta

Arbiginius, Hastomo Rumabutar. 2010. Metode Pembelajaran Band oleh Penyandang Tunanetra di Yayasan Kesejahteraan Masyarakat Tunanetra Indonesia. Medan: Skripsi. UNIMED

Arikunto, Suharsimi. 1996. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktis. Jakarta: Bina Aksara.

Banoe, Pono. 2003. Kamus Musik. Yogyakarta: Kanisius.

Corazon. 2007. Music Theory. New York: Barner & Nobels Books.

Dick & Carey. 2001. The Systematic Design of Instruction. New York: Wesley Education.

Djamarah, S.2006. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Hadeli. 2006. Metode Penelitian Kependidikan. Padang: Quantum Teaching.

Hamalik. 2009. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.

Harris, Brandon. 2002. The Voncise Orford Dictionary of Music. Britain: Richard Clay.

Hurd, Michael. 2002. Music theory. New York: Barner and Nobels Books.

Imelda, Novita Pasaribu. 2011. Pembelajaran Ekstrakulikuler Paduan Suara pada Siswa Tunanetra di Yayasan Pendidikan Tunanetra Sumatera (Yapentra) Tanjung Morawa. Medan: Skripsi. UNIMED.

Jones, George Thaddens. 2000. Music theory. London:Barner& Noble Books.

(21)

62

Maryaeni.2005.Metodologi Penelitian.Jakarta : Bumi Aksara.

Mohadjir, Noeng. 2000. Metode Penelitian Sosial. Jakarta: Rineka Cipta.

Muttaqin, Kustap. 2008. Musik klasik (pengantar musikologi untukSMK).Jakarta : Pusat Pembukuan Depertemen Pendidikan Nasional.

Mutiara, Rebekka Pasaribu. 2010. Bermain Musik Meningkatkan Kreativitas SMP Luar Biasa Yayasan Perguruan Katolik SLB-C Santa Lusia Medan. Medan: Skripsi. UNIMED.

Rowen. 2002. Music Theory. New York: Routledge.

Sagala, S.2008. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.

Sukardi.2003. Metodologi Penelitian Kependidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Supranto, J. 2004. Proposal Penelitian dan Contoh. Jakarta: Universitas Indonesia (UI-PRESS).

Sutikno. 2009. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Prospect.

Gambar

Gambar 4.1 Lokasi pintu masuk sekolah tampak depan …………………. 37

Referensi

Dokumen terkait

Untuk memperbaiki pendidikan Islam di kalangan generasi muda Gayo ini salah satu solusinya ialah dengan cara mengintegrasikan syariat Islam dengan adat istiadat Gayo yang

Dengan ini diberitahukan bahwa berdasarkan Berita Acara Hasil Pengadaan Langsung Universitas Gadjah Mada Nomor : 3188/J01.1.12/UM/2012 Tanggal 5 September 2012, maka untuk

[r]

Analisis Pengendalian Kualitas Proses Sealing dengan Pendekatan Metode Six Sigma (Studi.. Kasus di KSU.

hasil analisis data penelitian ini tentang pengaruh modifikasi bola polyuretan terhadap keberanian dan hasil belajar pembelajaran futsal di SMP PGRI 2 Subang

Entitas Luar : kesatuan diluar sistem yang akan memberikan input atau menerima output dari sistem, dapat berupa orang atau, organisasi, sumber informasi lain atau

Meanwhile, Non-Bank Foreign Exchange is the bank that cannot conduct international transactions or in other words can only do domestic transactions only (Irmayanto, 2002)..

AIC meliputi aspek penilaian kualitas dan kuantitas hasil kerja, penunjang di bidang kerja (penguasaan pengetahuan di bidang kerja, operasional di bidang kerja, perilaku